Jump to content

renungankristiani

Member
  • Content Count

    13
  • Joined

  • Last visited

About renungankristiani

  • Rank
    Magang

Profile Information

  • Gender
    Male
  1. Matius 7 : 7-8

    Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapatkan; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu.Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

  2. Disebuah sekolah dinegara komunis, sang guru berkata kepada murid-muridnya 'Sekarang kita akan buktikan, apakah Tuhan itu ada atau Tidak. Silahkan tutup mata kalian, dan berdoalah dengan sungguh-sungguh. Mintalah kepada Tuhan agar memberikan kalian Pensil diatas meja. Jika pensil itu ada, berarti Tuhan itu ada. Tapi jika pensil itu tidak ada, berarti Tuhan itu hanyalah dongeng'. Kemudian murid-muridnya berdoa dengan sunggu-sungguh agar Tuhan memberikan pensil diatas meja. Namun ketika mereka mengucapkan Amin, ternyata mereka tidak melihat apa-apa diatas meja. Kemudian sang guru berkata, 'kalian lihat, kalian sudah bersusah-payah meminta kepadanya, tapi pensil itu tidak kunjung diberikan. Mengapa ? Sebab sesungguhnya Tuhan itu tidak ada.' Lalu guru itupun melanjutkan, 'Sekarang kalian minta pensil pada saya'. Lalu murid-murid itupun meminta pensil kepada sang guru. Kemudian sang gurupun memberikan pensil kepada semua murid itu, diatas meja mereka masing-masing. Kemudian sang guru berkata "kalian lihat, kalian meminta kepada saya, dan saya memberikannya. berarti sayalah Tuhan. Kitalah Tuhan atau lebih tepatnya, sebenarnya Tuhan itu tidak ada". Demikianlah permulaan para Atheis & Komunis menyangkal keberadaan Tuhan. Sebagai orang-orang yang telah mengenal Tuhan, tentu kita harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, atau lebih tepatnya tantangan para Liberal ini. Para Liberal sering meniadakan Tuhan, Setan, Roh, Neraka. Mereka menganggap semua itu hanyalah lelucon semata. Mereka sering menyebut orang-orang percaya, sebagai orang-orang bodoh & buta. Orang-orang Liberal, adalah orang-orang yang sangat mengagungkan Logika. Karna itu kita juga harus bisa menjawab mereka secara cerdas, agar bisa diterima oleh logika mereka. Baik dengan Analogi, maupun dengan Fakta. Dan bagi anda para Liberal, jika anda sangat mengagungkan Perenungan, Logika, ataupun Pencerahan, renungkanlah ini.. "Bukan karena anda tidak bisa melihat angin, lantas angin itu tidak ada". Dan jika anda berkata lagi 'Angin bisa dirasakan oleh kulit saya, tapi Tuhan ? Setan ?' Jawabannya 'Untuk mengetahui keberadaan sesuatu, tidak mesti melulu dengan Pancaindera, tapi juga Kesadaran'.
  3. Mungkin anda seorang pengikut kristus yang hanya mengikutinya saja namun tidak menerapkannya kedalam kehidupan anda. Di dalam kehidupan anda mungkin sering terjadi broken atau masalah yang tiada henti-hentinya namun tak usah khawatir, tangan kristus tak akan henti-hentinya memeluk erat kita. 1. BERDOA Berdoa sangatlah penting untuk kita menjadi suatu hubungan dengan Tuhan, Doa merupakan komunikasi jiwa kita dengan Tuhan. Meskipun Tuhan sudah tau segalanya dan kita menunjukkan kasih-Nya melalui doa tersebut didalam doa. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan : Jangan bersungut-sungut Berdoalah ditempat tertutup (sebisa mungkin berdoalah dikamar) Sebisa mungkin berlututlah jika kita berdoa Lakukan dengan tulus dan hati yang bersungguh - sungguh Jangan bercanda 2. MEMBACA FIRMAN TUHAN Membaca firman Tuhan sangatlah penting bagi kehidupan kita, didalam Firman tersebut terdapat kata-kata yang dapat memotivasi kita untuk maju dan berusaha. Didalam Firman Tuhan kita bisa menjadi terlatih dan sudah kekar akan masalah-masalah yang akan engkau hadapi. Jadi jangan takut akan masalahmu ! 3. SESUAI DENGAN FIRMAN Dalam arti jika kita sedang melakukan sesuatu, kita tidak tahu apakah itu benar atau salah. Cocokan dengan firman (artinya segala perilaku kehidupan kita sesuaikan bahwa kita ini sedang melenceng atau sesuai dengan firman Tuhan) Jadi kita tahu mana yang baik untuk kita dan mana yang buruk untuk kita. Mungkin kita melakukan sesuai dengan tugas kita,peraturan yang sudah diterapkan namun kadangkala bisa melenceng dengan Firman Tuhan jadi rajin-rajinlah baca Alkitab 4. NYANYIKAN PUJIAN DAN PENYEMBAHAN Pujian tidak kalah penting didalam lagu pujian bukanlah lagu biasa, bukanlah lagu duniawi yang sering kali tidak bermakna dan malah menjerumuskan. Namun lagu pujian atau rohani ialah lagu untuk Tuhan, lagu yang menyenangkan hati Tuhan. Masih ingat dengan Paulus dan Silas mereka adalah hamba Tuhan yang tidak bersalah namun dimasukkan kedalam penjara, namun apa yang terjadi ketika mereka menyanyikan pujian ? Terjadi gempa tangan dan kaki mereka yang dipasung lepas dengan ajaib. Bahkan kepala penjaranya mengakui bahwa Tuhan itu dahsyat ! Jadi didalam Pujianmu terdapat Kuasa ! 5. AKUI BAHWA YESUS KRISTUS TUHANMU ! Seringkali kita malu bahwa kita menjadi minoritas diantara mereka yang sudah menjadi mayoritas, kita malu bahwa kita mengakui bahwa kita agama kristen. Namun malukan Tuhan Yesus menyelamatkan hidup kita ? Saya katakan bahwa Tuhan sekalipun tidak gentar dan takut akan masalah yang dihadapinya. Kita di ajarkan oleh faith not sight , artinya kita diajarkan percaya oleh iman bukan percaya untuk melihat. Misalnya ; ada seorang yang Perempuan yang ingin melamar pekerjaan dia bernama (Maria Ayu), dia melakukan percakapan dengan bosnya yang beragama lain. Bos tersebut memeluk erat agamanya dan menerapkan unsur-unsur agama didalam kantornya. Ketika bos tersebut bertanya Siapakah nama perempuan tersebut ? Dia menjawab Ayu yaitu nama belakangnya.
  4. Iman Tanpa Perbuatan itu mati!

  5. Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada supir pribadinya, "Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?" Si supir menjawab, "Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai". Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu yakin?" Supirnya menjawab, "Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan." Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur. Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, lihatlah orang-orang disekitar anda yang hidupnya tidak sebaik anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar berganta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya. Ada cerita tentang saudara kita yang hidupnya diberatkan karena hutang, bukan karena kebutuhan hidup yang membuat dia berhutang, tetapi ketidak-mampuannya menahan hawa nafsu untuk memiliki barang. Sudah memiliki motor, ingin membeli motor baru, walaupun cicilan kreditnya cukup besar, membeli TV baru dengan alasan TV yang lama sudah kuno. Dan banyak lagi demi gengsi atau demi sekedar kepuasan semata. Tetapi sekarang hidupnya selalu susah dan diberatkan oleh hutang. Hutang yang satu ditutup dengan hutang lainnya. Akhirnya hidupnya menjadi susah, ingin bekerja susah, ingin ngaji juga susah karena hutangnya sudah banyak dimana-mana. Semoga kita dijauhkan dari beratnya hutang. Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Bersyukur dapat membuat hidup kita lebih tentram.
  6. whosoever will be a friend of the world is the enemy of God. James 4:4

  7. Saya ingin memberi anda empat akibat tragis yang terjadi pada orang-orang yang tidak mengizinkan Tuhan untuk menjadi raja atas kehidupan mereka. 1. "Israel adalah pohon anggur yang sia-sia, ia hanya menghasilkan buah untuk dirinya sendiri" (Hosea 10:1) Setiap orang di Israel mengejar kepentingan pribadinya dan hasilnya adalah kesia-siaan total. Hosea saat itu sedang berbicara kepada orang percaya, menunjukkan kepada mereka gambaran tentang apa yang akan terjadi pada siapa yang menyingkirkan Tuhan dari kehidupan mereka. Orang-orang semacam ini akan menjadi egois dan sengsara dan semua hal yang mereka kejar adalah kesia-siaan. 2. "Hati mereka licik, ...: Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka." (ayat 2) Hati bangsa kita sudah menjadi licik. Orang hanya melayani Allah dengan ucapan mereka saja, namun mereka tidak menyembah Tuhan di dalam kebenaran. Hal ini telah membawa kita semua pada kehancuran semua lembaga-lembaga hampa yang kita bangun. Jika anda kehilangan iman kepada Allah dan menaruh kepercayaan anda pada hal-hal yang lain, maka semua itu akan menjadi berhala anda. Hal ini terjadi pada bangsa kita sekarang. Masyarakat kita tidak lagi percaya kepada Allah melainkan kepada manusia, pemerintah, sistem pendidikan, jaminan sosial - dalam rangka berupaya membangun semacam kestabilan. Allah berkata, "Kalau kamu tidak mau percaya padaKu, aku akan membuat semua lembaga-lembaga yang kamu andalkan itu gagal." 3. "Kamu telah membajak kefasikan, telah menuai kecurangan, ... Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banyaknya pahlawan-pahlawanmu" (ayat 13) Hosea sedang menyatakan, "Kamu telah berhenti mempercayai Tuhan dan sekarang kamu akan menuai panen kejahatan!" Umat manusia sekarang ini sangat canggih, berpendidikan dan berpengetahuan. Kita telah menyingkirkan Allah dari takhtaNya - menolak Alkitab dan doa - dan menobatkan ilmu pengetahuan, psikologi serta pendidikan ke atas takhta. Akan tetapi, saya ingin bertanya kepada anda, "Apa hasil tuaiannya? Apa yang telah dihasilkan oleh semua kecanggihan dan pendidikan kita? 4. "Kita tidak mempunyai raja lagi, sebab kita tidak takut kepada TUHAN" (ayat 3) Hosea adalah nabi Israel, namun ketika bangsa Israel tergelincir, dia tidak berdaya untuk menghentikan keruntuhan iman tersebut. Ucapannya tidak memiliki otoritas lagi. Setiap kali dia berbicara, masyarakat hanya menggelengkan kepala mereka dan menjawab, "Kita tidak punya pemimpin, tidak punya arah. Kita tersapu arus." Itulah hal yang sedang terjadi sekarang ini dan hal yang sama terjadi di gereja zaman sekarang. Banyak orang Kristen mengolok-olok pendeta mereka, melecehkan otoritas para pendeta. Mengapa? Karena ucapan orang-orang ini tidak lagi berisi kuasa. Orang berkata, "Kita tidak punya pemimpin agi di gereja. Kita tersesat, kebingungan." Itulah balasan dari tindakan menyingkirkan Allah dari takhta.
  8. Di dalam hidupnya, Mahatma Gandi, tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan India dengan cara damai, sering mengutip dari Khotbah di Bukit di Matius 5-7. Seorang misionaris E. Stanley Jones bertemu dengan Gandhi dan bertanya,"Sekalipun Anda sering mengutip kata-kata Kristus, mengapa Anda kelihatannya keras menolak untuk menjadi pengikutnya? Jawab Gandhi, "Saya tidak pernah menolak Kristus. Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda." "Jika orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran Kristus, seperti yang ditemukan di dalam Alkitab, seluruh India sudah menjadi Kristen hari ini," katanya lagi. Kita akan mengerti mengapa Gandhi mempunyai pandangan itu jika kita melihat pada pengalamannya saat ia bekerja sebagai seorang pengacara di Afrika Selatan yang menjalani sistem apartheid pada waktu itu. Sebagai seorang anak muda, Gandhi sangat tertarik dengan Kekristenan dan ia mempelajari Alkitab dan ajaran-ajaran Kristus. Dia serius mempertimbangkan untuk menjadi seorang Kristen dan mencari sebuah gereja untuk dikunjungi yang dekat dengan tempat tinggalnya. Di pagi minggu saat ia mau melangkah masuk ke gereja, seorang penerima tamu menghalang langkahnya. "Mau ke mana kamu orang kafir?" tanya seorang pria berkulit putih padanya dengan nada yang angkuh. Gandhi menjawab, "Saya ingin mengikuti ibadah di sini." Penatua gereja itu membentaknya dengan berkata, "Tidak ada ruang untuk orang kafir di gereja ini. Enyahlah dari sini atau saya akan meminta orang untuk melemparkan kamu keluar!" Suatu tindakan keangkuhan dari seorang yang seharusnya mewakili Kristus menghentikan langkah seorang Gandhi untuk mempertimbangkan Kekristenan bagi dirinya, namun dia tidak dapat menyangkal kebenaran ajaran dan juga teladan hidup Kristus. Itulah yang membuatnya mengangkat hal-hal yang baik yang ditemukan di dalam ajaran dan kehidupan Kristus dan menerapnya sebagai falsafah kehidupannya. Di dalam ucapannya kepada organisasi Misionaris Wanita (Women Missionaries) di tanggal 28 Juli 1925, Gandhi berkata, "...sekalipun saya bukan seorang Kristen, namun sebagai seorang pelajar Alkitab, yang mendekatinya dengan iman dan rasa hormat, saya ingin menyajikan pada Anda intisari dari Khotbah di Bukit." Di dalam ucapannya, Gandi berkata bahwa terdapat ribuan pria dan wanita hari ini, yang sekalipun tidak pernah mendengar tentang Alkitab atau Yesus, namun memiliki iman dan lebih takut pada Tuhan ketimbang orang-orang Kristen yang mengenal Alkitab dan Sepuluh Perintah. Gandhi pernah berkata kepada seorang misionaris yang lain, "Cara paling efektif untuk penginjilan adalah hidup di dalam Injil, menjalaninya dari awal, pertengahan dan akhirnya. Bukan saja mengkhotbahkannya, tapi hidup menurut terang itu. Jika Anda melayani orang lain, dan Anda meminta orang lain untuk melayani, mereka akan mengerti. Tapi Anda mengutip Yohanes 3.16 dan meminta mereka untuk menyakininya, dan itu sama sekali tidak menarik bagi saya, dan saya yakin, orang lain juga tidak akan memahaminya. Injil itu lebih kuat kuasanya saat dijalani/dipraktik ketimbang dikhotbahkan." "Bunga mawar tidak perlu berkhotbah. Ia hanya menebarkan wewangiannya. Aroma itu adalah suatu khotbah tersendiri...aroma kesalehan dan kehidupan spiritual jauh lebih halus dari wewangian bunga mawar." Tidak ada orang Kristen yang mawas diri yang akan menyangkal kebenaran kata-kata Gandhi. Di lain pertemuan dengan seorang misionaris, Gandhi berkata, "Jika Yesus datang kembali ke bumi. Dia akan memungkiri banyak hal yang dilakukan di dalam nama Kekristenan." Saat berbicara dengan misionaris Stanley Jones yang meminta saran dari Gandi, Gandhi menyampaikan, "Pertama, saya menyarankan semua orang Kristen dan misionaris mulai hidup lebih mirip dengan Yesus Kristus. Kedua, praktikkan tanpa mengencerkan atau mengubahnya. Ketiga, jadikan kasih daya penggerak Anda, karena kasih adalah unsur sentral di dalam Kekristenan. Keempat, pelajarilah agama non-Kristen dengan lebih sistematis untuk menemukan kebaikan yang terkandung di dalamnya, agar kalian mempunyai pendekatan yang lebih simpatis." Gandhi melihat dengan tepat jantung permasalahan yang melanda umat Kristen pada umumnya. Sekalipun, beliau telah meninggal 68 tahun yang lalu, tapi pengamatan masih berlaku sampai ke hari ini. Yang pasti, umat Kristen pasti akan dapat menjadi saluran kasih Tuhan yang lebih efektif jika kita mempertimbangkan sarannya.
  9. Hidup ini bagaikan sebuah kapal yang mengarungi samudera laut yang begitu luasnya. Ketika cuaca sedang cerah, maka kapal dapat berlayar dengan lancer tanpa gangguan. Semua perkiraan berapa lama perjalanan akan ditempuh dan rute mana yang akan dilewati dapat dilakukan dengan akurat. Bahkan kita dapat menikmati betapa indahnya perjalanan yang kita lalui hingga tujuan. Tidak demikian ketika kita berlayar dalam keadaan cuaca yang buruk. Hujan badai yang turun akan mengakibatkan gelombang yang sangat besar, sehingga kapal akan terombang-ambing dengan begitu dahsyatnya. Ombak yang sangat besar akan membuat perjalanan menjadi sangat tidak nyaman dan juga berbahaya. Perjalanan yang ditempuh akan memakan waktu yang lebih lama dan bahkan rute perjalanan juga dapat berubah. Kapal kecil tidak akan bertahan mengarungi samudera yang sedang diterpa oleh badai. Mungkin saja kapal tersebut dapat tenggelam oleh ganasnya badai yang menerpa. Kapal yang lebih besar dan mempunyai teknologi yang lebih canggih akan dapat bertahan mengarungi badai yang hebat. Apalagi didukung oleh nakhoda yang berpengalaman, maka kapal itu akan dapat melalui badai dengan selamat. Demikian juga hidup kita ini, hidup kita ibarat kapal yang sedang mengarungi lautan yang luas untuk mencapai suatu tujuan. Kita tidak akan pernah tahu kapan kita melalui cuaca yang cerah dan kapan kita melalui hujan badai. Perkiraan cuaca mungkin dapat memberi kita gambaran akan apa yang akan terjadi. Tetapi kita akan tetap melewatinya apakah cuaca sedang cerah ataupun buruk. Selama hidup kita berpegang teguh kepada Tuhan, maka Dia akan menuntun setiap langkah hidup kita. Dia akan memberi kita hikmat atas apa yang akan kita hadapi. Bahkan Dia juga akan menyertai kita dalam setiap peristiwa yang akan kita alami, entah itu baik ataupun buruk. Untuk dapat melewati badai kehidupan yang begitu dahsyat, kita juga membutuhkan kapal yang besar dan kuat yang dapat mengarungi badai seburuk apapun. Tuhan ingin agar kita membangun bahtera kehidupan agar dapat mengarungi lautan yang luas dan bahkan melalui semua badai kehidupan yang pernah ada. Bangunlah bahtera kehidupan kita dengan membina keintiman dengan Tuhan. Berdoa senantiasa kepadaNya, baca FirmanNya setiap hari dan lakukan apa yang menjadi perintahNya, dengan demikian kita membangun bahtera kita untuk siap mengarungi lautan kehidupan. Semakin rutin kita membangun keintiman dengan Tuhan, semakin kuat bahtera kehidupan yang kita bangun. Jadikanlah Yesus sebagai nahkoda kehidupan kita, biarlah Dia yang menuntun arah langkah hidup kita. Melalui setiap Firman yang kita baca, maka Tuhan akan memperdengarkan suaraNya. Dan setiap Firman yang kita dengar merupakan hikmat yang Dia berikan bagi kita untuk menuntun hari-hari kita. Biarkan Tuhan yang membawa kita mengarungi lautan untuk mencapai tujuan. Bina keintiman dengan Tuhan agar kita dapat senantiasa berada di dalam bahtera kehidupan dan jadikan Yesus sebagai nahkoda hidup kita, sehingga kita dapat melalui berbagai macam masalah yang ada. Haleluya!
  10. Di banyak negara, praktik korupsi dalam dunia politik bukanlah hal yang asing. Demikian juga halnya dengan korupsi rohani. Iblis berusaha memikat Yesus agar mau “menjual” keyakinan-Nya (Mat. 4:1-10). Si pencoba datang kepada Yesus ketika Dia sedang letih dan lapar. Iblis menawarkan kepada Yesus kepuasaan sesaat, roti segar yang bisa diciptakan dalam hitungan detik, kelepasan yang ajaib, dan seluruh kerajaan dunia beserta kemegahannya. Namun Yesus lebih tahu. Dia tahu bahwa jalan pintas adalah musuh yang berbahaya. Jalan pintas mungkin menawarkan suatu pilihan tanpa penderitaan, tetapi pada akhirnya jalan itu mendatangkan penderitaan yang jauh lebih dalam dari yang pernah kita bayangkan. Sepanjang pencobaan-Nya, tiga kali Yesus mengatakan, “Ada tertulis” (ay. 4,7,10). Yesus teguh berpegang pada keyakinan akan kebenaran Allah dan firman-Nya. Allah juga dapat menolong kita yang sedang dicobai. Kita dapat bergantung kepada-Nya dan pada kebenaran firman-Nya untuk menolong kita menghindari jalan pintas yang berbahaya. Jalan pintas apakah yang cenderung menggodaku untuk memperoleh kepuasan? Apakah yang dapat kulakukan untuk menjaga diri? Jalan Allah memang tidak mudah, tetapi akan membawa kita pada kepuasan kekal.
  11. Ketika Musa membawa orang Israel keluar dari Tanah Mesir, Firaun tidak melepaskan mereka begitu saja. Firaun mengerahkan seluruh kekuatan pasukannya. Ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya untuk mengejar bangsa Israel. Dengan enam ratus kereta terpilih, lengkap dengan perwiranya, Firaun mengejar mereka (Keluaran 14:5-8). Firaun dan pasukannya mendekati bangsa Israel yang sedang berkemah di tepi laut Teberau. Melihat hal itu, orang Israel menjadi sangat takut dan berseru-seru kepada Tuhan. Bahkan mereka mengeluh kepada Musa yang telah membuat mereka terjebak seperti saat itu. Hal seperti ini sering kita alami dalam kehidupan kita. Berbagai masalah datang menghimpit kehidupan kita. Perhatian kita hanya terfokus kepada masalah tersebut. Padahal kita harus berusaha untuk mencari jalan keluar dari masalah yang ada. Bagaimana caranya Musa dan bangsa Israel dapat terlepas dari masalah yang ada pada saat itu? 1. Jangan Takut “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Keluaran 14:14-14 Musa menenangkan bangsa Israel dan mengatakan bahwa Tuhan akan memberikan keselamatan atas mereka. Bangsa Israel diminta untuk tidak takut menghadapi masalah yang ada, karena Tuhan yang akan berperang bagi mereka. Hal pertama yang harus dilakukan pada saat masalah datang menghimpit adalah jangan menjadi takut. Ketika kita merasa takut, pikiran kita akan dilingkupi dengan banyak hal-hal yang negatif. Kita menjadi lupa akan keberadaan Tuhan. Kita menjadi lupa akan kebesaran Tuhan dan segala yang dapat Dia lakukan dalam hidup kita. Ingatlah bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Dia (Lukas 1:37, Markus 9:23). Kendalikan emosi dan pikiran kita. Janganlah menjadi takut atas apa yang sedang terjadi. Berpikirlah positif dan percayalah kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Dia akan memberikan kita kemenangan sama seperti Musa dan bangsa Israel memperoleh kemenangan. 2. Tetap Melangkah Dengan Iman “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.” Keluaran 14:15a-16 Tuhan tidak mau bangsa Israel hanya diam saja dan mengeluh terus. Tuhan menghendaki mereka untuk bergerak dan melangkah menuju Laut Teberau. Tuhan juga memerintahkan Musa untuk bertindak dengan iman, yaitu membelah Laut Teberau. Walaupun jalan di depan kita terasa mustahil, tetapi Tuhan menginginkan kita untuk dapat berani melangkah dengan iman. Langkah ini akan terasa berat jika kita terlalu memikirkan resiko apa yang akan terjadi. Logika kita akan memberitahukan kepada kita bahwa tidak mungkin kita melangkah, tidak mungkin kita akan mendapat jalan keluar. Tetapi Firman Tuhan berkata lain, tiada yang mustahil bagi orang yang percaya. Jangan sekedar mengeluhkan keadaan yang sedang kita alami. Berdoa dan minta petunjuk dari Tuhan. Dia yang menjadi sumber dari segala akal dan pikiran, akan menerangi hati kita dan memberikan petunjuk atas apa yang harus kita lakukan. Jalanilah dengan iman percaya, dan lihatlah tangan Tuhan akan menyertai serta memberikan kekuatan bagi kita untuk melangkah. Sama seperti bangsa Israel yang berjalan di tengah Laut Teberau yang terbelah, kitapun juga akan melihat mujizat dinyatakan dalam hidup kita. Mungkin kita tidak secara nyata berjalan di tengah laut yang terbelah, tetapi kita akan menyadari kekuatan tangan Tuhan yang membukakan pintu bagi jalan kita. Kita akan melihat bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita dan Dia memberikan kemenangan bagi kita. Haleluya! “Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Mazmur 118:5-6
  12. Tidakkah saudara mau seseorang menunjukkan kepada saudara bukti bahwa Tuhan itu ada? Tanpa paksaan. Tanpa pernyataan, "Percaya sajalah." Baiklah, ini adalah suatu usaha yang baik untuk secara terus terang menawarkan beberapa alasan yang menyatakan bahwa Tuhan ada. Tetapi pikirkanlah ini. Jika seseorang menentang keberadaan Tuhan, maka bukti-bukti yang ada dapat dirasionalkan atau dijelaskan lebih jauh. Seperti jika ada seseorang yang menolak untuk mempercayai bahwa ada manusia yang telah berjalan di bulan, maka tidak ada sejumlah informasi yang akan mengubah pikiran mereka. fotografer atau astronot yang berjalan di bulan, wawancara dengan astronot, batu-batu di bulan...semua bukti akan menjadi tidak berguna karena orang tersebut telah menyimpulkan bahwa manusia tidak dapat pergi ke bulan. Ketika sampai pada topik tentang keberadaan Tuhan, Alkitab mengatakan bahwa ada banyak orang yang telah melihat bukti yang cukup tetapi mereka mendiamkan kebenaran Tuhan.1 Di sisi yang lain Tuhan mengatakan kepada mereka yang ingin mencariNya, "apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku.2 Sebelum saudara melihat fakta mengenai keberadaan Tuhan, tanyakan pada dirimu sendiri, Jika Tuhan ada, akankah saya ingin mengenalNya? Berikut ini beberapa alasan untuk dipertimbangkan.... 1. Apakah Tuhan ada? Kerumitan dunia kita menunjukkan bahwa ada seorang Perancang yang tidak hanya menciptakan alam semesta kita, tetapi juga menopangnya sampai hari ini. Banyak contoh yang menunjukan rancangan Tuhan yang tiada akhirnya. Beberapa diantaranya: Bumi... ukurannya sangat sempurna. Ukuran Bumi dan gaya gravitasi bersesuaian menjaga suatu lapisan yang tipis yang benyak mengandung gas nitrogen dan oksigen, yang hanya berjarak sekitar 50 mil di atas permukaan Bumi. Jika Bumi lebih kecil, maka atmosfer tidak akan terbentuk, seperti planet Merkurius. Jika Bumi lebih besar maka atmosfernya akan mengandung hydrogen bebas seperti Yupiter.3 Bumi adalah satu-satunya planet yang dikenal yang diselimuti oleh suatu atmosfer yang terdiri dari campuran gas untuk menunjang kehidupan tumbuhan, binatang dan manusia. Kedudukan Bumi berada pada jarak yang sesuai dari matahari yang suhunya berubah-ubah antara -30 derajat sampai +120 derajat. Jika jarak bumi jauh dari matahari, kita semua akan membeku. Jika jaraknya lebih dekat maka kita akan terbakar. Bahkan mungkin tidak akan ada kehidupan di atas bumi jika pada posisi Bumi dan matahari hanya berbeda tipis. Bumi berada pada kedudukan yang tepat dari matahari ketika berotasi mengelilingi matahari pada kecepatan hampir 67.000 mph. IBumi juga berputar pada porosnya dan membuat seluruh permukaannya menjadi panas dan dingin setiap hari. Bulan juga memiliki jarak dan ukuran yang tepat dari bumi untuk tarikan gravitasinya. Bulan menciptakan pergerakan dan pasang surut air laut sehingga air laut tidak berhenti, tetapi akan mengalir diantara benua-benua. Air... tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa, dan tidak ada makhluk yang dapat bertahan hidup tanpa air. Tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia banyak mengandung air (kira-kira dua pertiga tubuh manusia terdiri dari air). Anda akan memahami mengapa air memiliki karakteristik yang unik untuk kehidupan: Air memiliki titik didih dan titik beku yang tinggi. Air membuat kita dapat hidup dalam lingkungan yang suhunya berubah-ubah dan menjaga suhu tubuh kita tetap stabil 98,6 derajat. Air adalah suatu bahan pelarut yang universal. Sifat air mengandung ribuan bahan-kimia, mineral dan nutrisi yang dapat dibawa ke seluruh tubuh kita dan ke dalam kandungan darah yang paling kecil. Secara kimiawi air juga bersifat netral. Tanpa mempengaruhi struktur dari unsur yang di bawanya, air memungkinkan makanan, obat-obatan dan mineral dapat diserap dan digunakan oleh tubuh. Air memiliki suatu tekanan permukaan yang unik. Oleh karena itu air di dalam tumbuhan dapat mengalir keatas melawan gaya gravitasi bumi, membawa air dan nutrisi ke bagian pohon yang paling tinggi. Air membeku di bagian atas dan mengapung sehingga ikan dapat hidup di musim dingin. Sembilan puluh tujuh persen air di Bumi berupa lautan. Tetapi ada suatu sistem di Bumi kita yang dirancang untuk memindahkan garam dari air dan kemudian mendistribusikan air itu seluruh belahan dunia. Penguapan mengambil air laut, meninggalkan garam, dan membentuk awan yang mudah dipindahkan oleh angin untuk mencurahkan air di atas daratan, untuk tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Ini merupakan suatu sistem pemurnian dan persediaan yang menopang kehidupan diatas planet ini, suatu sistem yang digunakan kembali dan didaur ulang. Otak manusia... pada saat yang bersamaaan memproses sejumlah informasi yang luar biasa banyaknya.. Otak saudara dapat menangkap semua object dan warna yang saudara lihat, suhu di sekitarmu, tekanan kakimu terhadap lantai, suara di sekitarmu, kekeringan mulutmu, bahkan permukaan papan tombolmu. Otak saudara menjaga dan memproses semua emosi, pikiran dan ingatan saudara. Pada saat yang bersamaan otak saudara terus menjaga fungsi yang berkelanjutan terhadap tubuh saudara seperti pola bernafas saudara, pergerakan kelopak mata, rasa lapar dan pergerakan otot di tangan saudara. Otak manusia memproses lebih dari satu juta pesan dalam satu detik. Otak saudara menimbang pentingnya semua data ini, menyaring keluar yang tidak penting. Fubgsi ini akan membuat saudara memusatkan dan beroperasi secara efektif di dunia saudara. Satu otak akan menerima lebih dari satu juta informasi tiap detik, dan mengevaluasi pentingnya informasi tersebut dan membiarkan saudara untuk melakukan informasi yang paling penting...Apakah itu diakibatkan oleh kesempatan? Apakah karena penyebab biologis, yang dengan sempurna membentuk suatu jaringan yang benar, aliran darah, neurons, struktur? Fungsi otak berbeda dengan organ-organ lainnya. Ada suatu kecerdasan didalamnya, kemampuan untuk memberi alasan, untuk menghasilkan perasaan, untuk bermimpi dan merencanakan sesuatu, untuk mengambil tindakan dan berhubungan dengan orang lain. Mata... dapat berbeda dengan tujuh juta warna. Mata memiliki focus yang otomatis dan menangani 1,5 juta pesan yang mengejutkan - dengan serempak.8 Evolusi berpusat pada mutasi dan perubahan dari dan di dalam organisme yang ada. Bahkan evolusi itu sendiri tidak secara penuh menjelaskan sumber awal dari mata atau otak - awal dari organisme yang hidup adalah dari benda mati. 2. Apakah Tuhan ada? Alam semesta memiliki sebuah awal - apa yang menyebabkannya? Para ilmuwan diyakinkan bahwa alam semesta kita di awali dengan satu ledakan energi dan cahaya yang dahsyat, yang sekarang kita sebut sebagai Big Bang. Ini menjadi awal yang tunggal terhadap segala sesuatu yang ada: asalmula alam semesta, asal mula langit, dan bahkan asal mula waktu itu sendiri. Ahli astrofisika Robert Jastrow, seorang agnotis, menyatakan, "Benih dari segala sesuatu yang telah terjadi di alam semesta ini ditanam di dalam saat-saat pertama itu; setiap bintang, setiap planet dan setiap makhluk hidup di alam semesta menjadi nyata sebagai hasil peristiwa yang di tata dalam pergerakan pada saat terjadi ledakan kosmis tersebut... Alam semesta bercahaya kepada makhluk hidup, dan kita tidak dapat menemukan apa yang menyebabkannya terjadi."9 Steven Weinberg, peraih Nobel dalam ilmu fisika, berkata tentang ledakan ini, "alam semesta adalah sekitar seratus ribu juta dengan skala seratus derajat...dan alam semesta dipenuhi dengan cahaya."10 Alam semesta tidak selalu ada, tapi memiliki.sebuah awal...apa yang menyebabkannya? Para ilmuwan tidak memiliki penjelasan tentang ledakan cahaya dan materi yang terjadi tiba-tiba tersebut. 3. Apakah Tuhan ada? Alam semesta bekerja dengan hukum alam yang seragam. Mengapa demikian? Banyak hidup tampak tidak pasti, tapi lihat apa yang dapat kita harapkan dari hari ke hari: gaya berat tetap, secangkir kopi panas yang ditinggalkan di atas sebuah meja akan menjadi dingin, bumi berotasi dalam 24 jam yang sama, dan kecepatan cahaya tidak berubah -- di atas bumi atau di dalam galaksi yang jauh dari kita. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi hukum alam yang tidak pernah berubah? Mengapa alam semesta sangat rapi dan dapat dipercaya? "Para ilmuwan terbesar telah diserang dengan sesuatu yang aneh ini. Tidak ada kebutuhan yang masuk akal untuk alam semesta yang mematuhi aturan, biarkan hal itu sendiri yang mentaati aturan-aturan matematika. Keheranan datang dari pengenalan bahwa alam semesta tidak harus bertindak seperti ini. Mudah untuk membayangkan suatu alam semesta di mana kondisinya berubah tidak terduga dari saat ke saat, atau bahkan suatu alam semesta di mana banyak benda yang meletus keluar dan masuk dari suatu keberadaan."12 Richard Feynman, pemenang Hadiah Nobel untuk elektrodinamika kuantum, mengatakan, "Mengapa alam ini matematis merupakan suatu misteri...Fakta bahwa sama sekali ada aturan adalah semacam keajaiban."13 4. Apakah Tuhan ada? Kode DNA menginformasikan dan memprogram kebiasaan sel. Semua perintah, pengajaran, pelatihan dilakukan dengan suatu tujuan. Seseorang yang menulis sebuah buku petunjuk, juga melakukannya dengan suatu tujuan. Apakah saudara tahu bahwa di setiap sel dalam tubuh kita ada suatu kode perintah yang sangat terperinci, seperti sebuah program komputer miniatur? Seperti yang saudara tahu, sebuah program komputer terdiri dari yang angka nol dan satu, seperti ini: 110010101011000. Cara mereka diatur memerintahkan kepada program komputer apa yang harus dilakukan. Kode DNA di setiap sel kita sangat mirip. Kode tersebut terdiri dari empat bahan kimia disingkat oleh para ilmuwan sebagai, A, T, G, dan C. Kode-kode tersebut diatur di dalam sel manusia seperti ini: CGTGTGACTCGCTCCTGAT dan seterusnya. Ada tiga milyar huruf ini di dalam setiap sel manusia!! Baik, seperti ketika saudara dapat memprogram telepon saudara untuk memiliki tanda bunyi sebagai alas an khusus, DNA menginstruksikan sel. DNA adalah suatu program tiga juta huruf yang memerintahkan sel untuk bertindak dengan cara tertentu. Ini merupakan suatu instruksi penuh yang manual.14 Mengapa ini sangat mengagumkan? Setiap orang harus bertanya....bagaimana program informasi ini berputar di dalam setiap sel manusia? Ini bukan hanya sekedar sesuatu yang bersifat kimiawi. Ini adalah sesuatu yang kimiawi yang menginstruksikan kode tersebut dalam suatu cara yang sangat terperinci, tepatnya bagaimana tubuh setiap orang harus berkembang. Alam, penyebab biologi sepenuhnya kurang sebagai suatu penjelasan ketika informasi yang terprogram dilibatkan. Saudara tidak dapat menemukan suatu perintah, informasi yang tepat seperti ini, tanpa seseorang yang dengan sengaja membangunnya. 5. Apakah Tuhan ada? Kita tahu Tuhan ada karena Dia mencari kita. Dia terus menerus memulai dan mencari kita agar datang kepadaNya. Dulunya saya seorang atheis. Dan seperti kebanyakan orang atheis, soal orang yang mempercayai Tuhan sangat mengganggu saya. Yang dipermasalahkan adalah bahwa mengenai orang atheis, kami menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan energi untuk menyangkal sesuatu yang bahkan tidak kami percaya itu ada! Apa yang membuat kami melakukannya? Ketika saya menjadi seorang atheis, perhatian saya adalah untuk orang-orang malang dan pengkhayal tersebut... Jujur saja, saya juga memiliki tujuan lain. Ketika saya menantang sesorang yang mempercayai Tuhan, saya juga sangat curiga jika mereka malahan dapat meyakinkan saya. Sebagian pencarian saya adalah terbebas dari pertanyaan tentang Tuhan. Jika saya dapat dengan yakin membuktikan kepada para pemercaya bahwa mereka salah, setelah itu masalahnya akan hilang dari hidup saya dan saya akan bebas untuk melanjutkan hidup saya. Saya tidak menyadari bahwa alasan dan topik tentang Tuhan membebani pikiran saya dengan berat, karena Tuhan sedang menekankan persoalan ini. Saya telah mencoba mencari tahu bahwa Tuhan ingin diketahui. Dia menciptakan kita dengan tujuan bahwa kita akan mengenal Dia. Dia telah melingkupi kita dengan bukti berupa diriNya sendiri dan Dia membatasi pertanyaan tentang keberadaanNya di depan kita. Sepertinya saya tidak dapat melepaskan pemikiran tentang kemungkinan mengenai Tuhan. Kenyataannya, di hari saya memilih untuk mengakui keberadaan Tuhan, doa saya dimulai dengan, "Baiklah, Engkau yang menang..." Mungkin saja alasan dasar kaum atheis merasa terganggu dengan orang yang mempercayai Tuhan karena Tuhan secara aktif mencari mereka. Saya bukanlah satu-satunya orang yang mengalami hal ini. Malcolm Muggeridge, seorang sosialis dan penulis tulisan filsafat, menulis, "Saya memiliki dugaan bahwa bagaimanapun juga, selain mempertanyakan, saya sedang dicari" C.S.Lewis mengatakan bahwa dia teringat, "...malam demi malam, merasakan kapanpun pikiran saya terangkat bahkan untuk satu detik dari pekerjaan saya, pendekatan terus menerus dan tak mengenal lelah dariNya yang sangat saya rindukan seakan tak terpenuhi. Saya mengalah, dan mengakui bahwa Tuhan adalah Tuhan, lalu berlutut dan berdoa: mungkin, malam itu, petobat yang paling malas dan enggan di seluruh Inggris. Lewis kemudian menulis suatu buku berjudul "Surprised by Joy" sebagai suatu hasil dari pengenalan akan Tuhan. Saya juga tidak memiliki harapan-harapan lain selain mengakui keberadaan Tuhan dengan benar. Beberapa bulan kemudian, saya terpesona dengan cintaNya pada saya. 6. Apakah Tuhan ada? Tidak seperti pewahyuan lain dari Tuhan, Yesus Kristus adalah yang paling jelas, gambaran paling lengkap dari pencarian Tuhan akan kita. Mengapa Yesus? Lihatlah sepanjang agama-agama besar dunia dan Saudara akan menjumpai bahwa Buddha, Muhammad, Konfusius dan Musa mengidentifikasikan diri mereka sebagai guru atau nabi. Tidak ada satupun dari mereka yang pernah mengklaim diri sama dengan Tuhan. Secara mengejutkan, Yesus melakukannya. Itulah yang membuat Yesus berbeda dari yang lainnya. Dia mengatakan bahwa Tuhan ada ada dan Saudara sedang melihatNya melalui Dia. Walaupun Dia berkata tentang BapaNya yanga da di Surga, itu bukanlah posisi yang berbeda, namun penyatuan yang sangat dekat dan unik kepada semua umat manusia. Yesus berkata bahwa barangsiapa yang melihat Dia telah melihat Bapa, barangsiapa percaya kepadaNya, percaya kepada Bapa. Dia berkata: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."15 Dia mengklaim beberapa hal yang hanya dimiliki oleh Tuhan: mampu mengampuni orang-orang akan dosa-dosa mereka, membebaskan mereka dari kebiasaan-kebiasaan dosa, memberi hidup berkelimpahan dan memberi kehidupan kekal di Surga. Tidak seperti guru-guru lain yang membuat orang-orang terpusat pada kata-kata mereka, Yesus mengarahkan orang kepada diriNya. Dia tidak berkata, "ikuti kata-kataku dan saudara akan menemukan kebenaran." Dia berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."16 Bukti apa yang diberikan Yesus untu mengklaim sebagai Tuhan? Dia melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh orang. Dia membuat banyak mujizat. Dia menyembuhkan orang buta, lumpuh, tuli, bahkan membangkitkan sejumlah orang dari kematian. Dia memiliki kekuatan atas benda-benda...menciptakan makanan dari udara, cukup untuk memberi makan ribuan orang. Dia membuat mujizat atas alam...berjalan di atas permukaan air danau, menghentikan badai yang sedang mengamuk demi beberapa orang teman. Orang-orang dari berbagai penjuru mengikuti Yesus, karena Dia terus memberikan apa yang mereka butuhkan, membuat banyak mujizat. Dia berkata: "Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri."17 Yesus Krists menunjukkan Tuhan yang lemah lembut, penuh kasih, sadar akan keegoisan dan kekurangan-kekurangan kita, juga sangat menginginkan suatu hubungan dengan kita. Yesus berkata bahwa walaupun Tuhan melihat kita sebagai orang-orang berdosa, kasihNya pada kita berkuasa dan Tuhan datang dengan rencana yang lain. Tuhan sendiri mengambil rupa seorang manusia dan menerima hukuman karena dosa-dosa kita demi kita. Terdengar lucu? Mungkin saja, namun banyak ayah yang penuh kasih akan dengan sukarela bertukar tempat dengan anak mereka di bangsal penanganan penyakit kanker jika mereka bisa. Alkitab berkata bahwa alas an kita mengashi Tuhan adalah karena Dia terlebih dahulu mengasihi kita. Yesus mati bagi kita sehingga kita dapat diampuni. Dari semua pengetahuan keagamaan yang dikenal untuk kemanusiaan, hanya melalui Yesus saja Saudara akan menyaksikan Tuhan yang menjangkau kemanusiawian, menyediakan suatu jalan bagi kita untuk memiliki hubungan denganNya. Yesus membuktikan suatu hati Tuhan yang penuh kasih, memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita, membawa kita pada diriNya sendiri. Karena kematian dan kebangkitan Yesus, Dia menawarkan suatu hidup baru pada kita. Kita dapat diampuni, diterima sepenuhnya dan dikasihi dengan kasih yang sejati oleh Tuhan. Dia berkata, "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu."18 Inilah Tuhan, dalam perbuatanNya. Apakah Tuhan itu ada? Jika saudara ingin tahu, selidikilah Yesus Kristus. Kepada kita dikatakan, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."19 Tuhan tidak memaksa kita percaya padaNya, walaupun Dia sebenarnya bisa. Sebaliknya, Dia telah menyediakan bukti keberadaanNya yang cukup untuk kita agar bersedia meresponNya. Jarak bumi yang sempurna dari matahari, sifat kimia unik dari air, otak manusia, DNA, sejumlah orang yang membuktikan pengenalan akan Tuhan, getaran dalam hati dan pikiran kita untuk menentukan bahwa Tuhan ada, kesediaan Tuhan untuk dikenal melalui Yesus Kristus. Jika saudara ingin tahu lebih lanjut tentang Yesus dan alasan-alasan untuk percaya kepadaNya, lihatlah Melampaui Iman yang Buta. Jika Saudara ingin memulai suatu hubungan dengan Tuhan sekarang, Saudara dapat melakukannya. Ini adalah keputusan saudara, tidak ada paksaan di sini. Namun jika saudara ingin diampuni oleh Tuhan datang dalam suatu hubungan dengan Tuhan, saudara dapat melakukannya sekarang dengan memintaNya mengampuni dosa-dosa saudara dan masuk dalam hidup saudara. Yesus berkata, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."20 Jika Saudara ingin melakukannya, namun tidak tahu bagaimana mengatakannya, ini mungkin membantu: "Tuhan Yesus, terima kasih atas kematianMu bagi dosa-dosaku. Engkau mengenal hidupku dan aku mau Engkau mengampuniku. Aku minta Engkau sekarang mengampuniku dan masuk dalam hidupku. Aku mau mengenalMu dengan benar. Datanglah dalam hidupku sekarang. Terima kasih karena Engkau menginginkan suatu hubungan dengan saya. Amin" Tuhan melihat hubunganmu denganNya sebagai sesuatu yang tetap. Menunjuk kepada semua yang percaya kepadaNya, Yesus berkata pada kita semua, "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku."21 Jadi, apakah Tuhan itu ada? Melihat semua fakta-fakta ini, siapapun dapat menyimpulkan bahwa satu Tuhan yang penuh kasih ada dan dapat dikenal secara intim, secara pribadi.
  13. Amilenialisme adalah nama yang diberikan kepada kepercayaan bahwa tidak akan ada pemerintahan Kristus selama 1.000 tahun secara harafiah. Orang-orang yang menganut kepercayaan ini disebut amilenialis. Awalan “a” dalam amilenialis berarti “bukan” atau “tidak.” Karena itu amilenialis berarti tidak ada milenium. Hal ini berbeda dari pandangan yang paling banyak diterima yang disebut premilenialisme (pandangan bahwa kedatangan Kristus yang kedua kalinya akan terjadi sebelum kerajaan seribu tahun/milenial, dan kerajaan seribu tahun itu adalah pemerintahan selama 1.000 tahun secara harafiah) dan dari pandangan yang tidak lazim diterima yang disebut postmilenialisme (kepercayaan bahwa Kristus akan kembali setelah orang-orang Kristen (bukan Kristus sendiri) mendirikan kerajaan di atas bumi). Ada masalah-masalah mendasar dengan pandangan postmilenial, salah satunya adalah bahwa pandangan ini tidak mendapat dukungan Kitab Suci, dengan menggunakan metode penafsiran yang normal. Untuk adilnya, para amilenialis bukannya percaya bahwa sama sekali tidak ada kerajaan seribu tahun. Mereka hanya tidak percaya pada kerajaan seribu tahun secara harafiah – pemerintahan Kristus selama 1.000 tahun di atas bumi. Sebaliknya mereka percaya bahwa saat ini Kristus sementara duduk di atas tahta Daud dan bahwa zaman gereja saat ini adalah kerajaan di bawah pemerintahan Kristus. Tidak diragukan bahwa saat ini Kristus duduk di atas tahta, namun ini tidak berarti bahwa inilah yang dimaksud oleh Alkitab sebagai tahta Daud. Tidak diragukan bahwa Kristus saat ini memerintah, karena Dia adalah Allah. Namun ini tidak berarti Dia memerintah kerajaan seribu tahun. Agar supaya Allah tetap memelihara janji-Nya kepada Israel dan perjanjian-Nya dengan Daud (2 Samuel 7:8-16; 23:5; Mazmur 89:3-4), haruslah ada kerajaan yang harafiah, yang hadir secara fisik di bumi ini. Meragukan hal ini sama saja mempertanyakan kehendak dan/atau kemampuan Allah memelihara janji-janji-Nya, dan hal ini membuka berbagai persoalan teologia lainnya. Misalnya, kalau Allah membatalkan janji-Nya kepada Israel setelah menjanjikan bahwa mereka akan ada untuk “selama-lamanya,” bagaimana kita dapat percaya pada apapun yang dijanjikan-Nya, termasuk janji keselamatan bagi mereka yang percaya kepada Tuhan Yesu? Satu-satunya solusi adalah menerima Firman-Nya dan mengerti bahwa janji-janji-Nya akan dipenuhi secara harafiah. Indikasi-indikasi jelas dalam Alkitab bahwa kerajaan itu adalah kerajaan di atas bumi secara harafiah adalah: 1) Kaki Kristus betul-betul menyentuh Bukit Zaitun sebelum berdirinya kerajaan-Nya (Zakariah 14:4, 9); 2) Selama kerajaan, Mesias akan menjalankan keadilan dan penghakiman atas bumi (Yeremia 23:5-8); 3) Kerajaan itu digambarkan sebagai di bawah LANGIT (Daniel 7:13-14, 27). 4) Para nabi telah menubuatkan perubahan dramatis di atas bumi selama kerajaan itu (Kisah Rasul 3:21; Yesaya 35:1-2; 11:6-9; 29-18; 65:20-22; Yehezkiel 47:1-12; Amos 9:11-15); dan 5) Urutan kronologis dari peristiwa-peristiwa dalam Wahyu mengindikasikan adanya kerajaan bumi sebelum berakhirnya sejarah dunia (Wahyu 20). Pandangan amilenial adalah hasil dari menggunakan satu metode penafsiran untuk nubuat yang belum digenapi dan metode lainnya untuk ayat-ayat bukan nubuatan dan nubuat yang digenapi. Ayat-ayat bukan nubuatan dan nubuat yang digenapi ditafsirkan secara harafiah atau normal. Namun menurut penganut amilenial, nubuat yang belum digenapi harus ditafsirkan secara rohani, atau bukan harafiah. Mereka yang menganut amilenialisme percaya bahwa pembacaan secara “rohani” terhadap nubuat yang belum digenapi adalah pembacaan yang normal untuk ayat-ayat itu. Ini disebut menggunakan hermeneutika berganda. Hermeneutika adalah kajian terhadap prinsip-prinsip penafsiran. Kaum amilenialis menganggap bahwa kebanyakan, kalau bukan semua, nubuat yang belum digenapi ditulis dalam bahasa yang bersifat simbolis, figuratif dan rohani. Karena itu kaum amilenialis memberikan makna yang berbeda kepada bagian-bagian Alkitab itu dan bukannya makna yang normal dan kontekstual dari kata-kata tsb. Masalah dengan penafsiran nubuat yang belum tergenapi dengan cara begini adalah cara ini memungkinkan berbagai macam arti. Kecuali kalau Anda menafsirkan Alkitab dengan menggunakan makna normal untuk penafsiran bahasa tulisan, akan ada beragam makna. Namun Allah, sang Penulis utama hanya memiliki satu hal dalam pikiran-Nya ketika Dia mengilhami para manusia penulis untuk menulis. Walaupun banyak aplikasi kehidupan dalam ayat-ayat Alkitab, hanya ada satu makna, dan makna itu adalah apa yang Allah maksudkan. Lagipula fakta bahwa nubuat-nubuat yang tergenapi digenapi secara harafiah adalah alasan yang paling baik untuk menganggap bahwa nubuat-nubuat yang belum digenapi juga akan digenapi secara harafiah. Nubuat-nubuat mengenai kedatangan Kristus yang pertama kalinya dipenuhi secara harafiah. Karena itu nubuat-nubuat mengenai kedatangan Kristus yang kedua kalinya juga dapat diharapkan untuk digenapi secara harafiah. Karena itulah, penafsiran alegoris untuk nubuat-nubuat yang belum terpenuhi harus ditolak dan penafsiran secara harafiah atau normal untuk nubuat yang belum dipenuhi digunakan.
  14. Banyak orang yang salah mengerti dan mengira Alkitab mengatakan, “Jangan mematikan” dan menerapkan hal ini pada perang. Namun, Alkitab sebetulnya mengatakan, “Jangan membunuh” (Keluaran 20:13). Kata Bahasa Ibrani pada dasarnya berarti: mematikan seseorang secara direncanakan lebih dahulu dan dengan kebencian.” Allah sering memerintahkan orang-orang Israel untuk pergi berperang dengan bangsa-bangsa lain (1 Samuel 15:3; Yosua 4:13). Allah memerintahkan hukuman mati untuk berbagai kejahatan (Keluaran 21:12; 21:15; 22:19; Imamat 20:11). Jadi Allah bukan sama sekali melarang mematikan orang dalam keadaan apapun, namun yang dilarang adalah pembunuhan. Perang tidak pernah merupakan hal yang baik, namun kadang-kadang dibutuhkan. Dalam dunia yang penuh dengan orang-orang yang berdosa (Roma 3:10-18) perang tidak terhindarkan. Kadang-kadang satu-satunya cara untuk mencegah orang-orang yang berdosa dari melakukan bencana besar adalah dengan memerangi mereka. Perang adalah hal yang mengerikan! Perang selalu merupakan akibat dari dosa (Roma 3:10-18). Dalam Perjanjian Lama, Allah memerintahkan orang-orang Israel untuk “Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian,” (Bilangan 31:2). Lihat pula Ulangan 20:16-17, “Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas, melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” Keluaran 17:16 mengatakan, “ Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun."” Juga 1 Samuel 15:18, “TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.” Jelas Allah tidak menentang semua peperangan. Yesus selalu sepaham dengan Bapa (Yohanes 10:300 sehingga kita tidak bisa mengatakan bahwa perang adalah kehendak Allah dalam Perjanjian Lama. Allah tidak berubah (Maleakhi 3:6; Yakoubs 1:17). Kedatangan Yesus yang kedua kali juga akan penuh dengan kekerasan. Wahyu 19:11-21 mengatakan, “ Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan." Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar." Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.” Adalah salah mengatakan bahwa Allah tidak pernah mendukung perang. Allah bukan anti perang. Dalam dunia yang penuh dengan orang-orang jahat kadang-kadang perang diperlukan untuk mencegah kejahatan yang lebih besar. Kalau Hitler tidak dikalahkan waktu Perang Dunia II berapa banyak lagi orang-orang Yahudi yang akan dibunuh? Jika Perang Saudara tidak terjadi, berapa banyak lagi orang-orang Amerika keturunan Afrika yang akan menderita sebagai budak? Kita harus ingat untuk mendasari kepercayaan kita pada Alkitab dan bukan pada emosi kita (2 Timotius 3:16-17). Pengkhotbah 3:8 mengatakan, “Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.” Dalam dunia yang penuh dengan dosa, kebencian dan kejahatan (Roma 3:10-18) perang tidak terelakkan. Beberapa perang lebih “adil” dari yang lainnya, namun semua peperangan pada dasarnya adalah akibat dari dosa. Orang Kristen tidak seharusnya menginginkan perang, namun orang Kristen juga tidak boleh melawan pemerintah yang telah diberi kuasa oleh Tuhan (Roma 13:1-4; 1 Petrus 2:17). Hal yang paling penting yang dapat kita lakukan dalam masa perang adalah berdoa untuk hikmat bagi para pemimpin kita, untuk keselamatan dari anggota-anggota militer kita dan penyelesaian konflik secara cepat, dan korban yang sesedikit mungkin – pada kedua belah pihak (Filipi 4:6-7).
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy