Jump to content

tama93

Member
  • Posts

    25
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    3

Everything posted by tama93

  1. WhatsApp menghadirkan banyak fitur dan pembaruan pada 2021. Mulai dari dukungan multiperangkat hingga pesan yang dapat menghilang sendiri secara otomatis. Namun, ada sejumlah perubahan dan fitur yang sampai saat ini masih diinginkan oleh pengguna WhatsApp. Berikut adalah sejumlah fitur baru WhatsApp yang mungkin bakal diluncurkan pada 2022, seperti dikutip dari The Indian Express, Senin (27/12/2021). 1. Dukungan Tema untuk Chat WhatsApp memungkinkan pengguna mempersonalisasi pengalaman chatting hingga batas tertentu. Mulai dari wallpaper khusus hingga tema terang dan gelap sesuai dengan tema smartphone. Namun, WhatsApp kekurangan opsi tema seperti yang ada di Telegram ataupun DM Instagram. Oleh karenanya, kehadiran tema tambahan ini bakal mengizinkan pengguna untuk mempersonalisasi obrolannya dan membuat pengalaman chatting jadi lebih intuitif. 2. Dukungan untuk lebih banyak perangkat terhubung Fitur multi-perangkat WhatsApp kini memungkinkan pengguna untuk menghubungkan akun WhatsApp ke empat perangkat selain smartphone utama. Namun di era multi-layar seperti saat ini ada banyak orang memakai beberapa perangkat sekaligus untuk mengerjakan berbagai tugas berbeda. Terhubung hanya ke empat perangkat jelas jadi batasan bagi pengguna yang butuh memakai banyak perangkat sekaligus. Untuk itu, kemungkinan di 2022 WhatsApp akan menghadirkan dukungan untuk terhubung ke lebih banyak perangkat. Meski hal ini bukanlah hal mendesak untuk WhatsApp, bisa menambahkan ke lebih banyak perangkat tentu menguntungkan lebih banyak pengguna yang memakai desktop, laptop, hingga browser dan WhatsApp Web. 3. Auto-hapus Akun Salah satu fitur unggulan di Telegram adalah, layanan pesan ini memungkinkan pengguna untuk mengatur penghitung waktu untuk menghapus akun Telegram mereka. Dengan adanya fitur auto hapus akun ini, saat pengguna tidak menggunakan aplikasi Telegram (misalnya 6 bulan), akun akan dihapus secara otomatis untuk mempertahankan pengguna agar tetap privat. WhatsApp memang sudah mengizinkan pengguna menghapus akun secara manual dari Setting. Namun, kehadiran fitur auto-hapus akun WhatsApp jika sudah berbulan-bulan tak digunakan mungkin jadi hal yang positif bagi pengguna. 4. Ulangi Notifikasi Saat pengguna tengah berada jauh dari smartphone dan menerima sejumlah notifikasi dari beberapa aplikasi, mungkin notifikasi yang penting bakal terlewatkan atau tidak disadari. Untuk itu, notifikasi berulang di WhatsApp mungkin jadi hal yang penting untuk memperingatkan ke pengguna agar tidak melewatkan pesan yang penting.
  2. Pengadilan Agama Jakarta Pusat menolak permohonan hak asuh Gala Sky Andriansyah yang diajukan Doddy Sudrajat. Kabar ini dikonfirmasi Humas Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Jajat Sudrajat, kepada awak media pekan ini. Mendengar kabar ini, mertua Vanessa Angel, H. Faisal, menilai keputusan ini sudah pas. Namun, ayah Bibi Andriansyah tak lantas menari-nari di atas penolakan yang diterima pihak seberang. Ia menawarkan jalan damai, musyawarah secara kekeluargaan untuk mencapai titik terang terkait pengasuhan Gala. Ini disampaikan H. Faisal kepada awak media di kediamannya pekan ini. Sedang Mediasi “Kalau proses yang berjalan di (Pengadilan Agama) Jakarta Barat itu sedang mediasi. Kalau saya sih, kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan dengan damai saya lebih condong ke arah situ,” kata H. Faisal. Melansir dari video interviu di kanal YouTube KH Infotainment, Faisal tak mau perkara hak perwalian berlarut-larut. Ia mengingatkan, masih ada pekerjaan yang harus dijalani dan hidup yang mesti dilanjutkan. Berlarut-larut “Soalnya kenapa? Berlarut-larut persoalan di pengadilan tentu akan menyita waktu dan tenaga. Jadi fokus kita terhadap usaha kita bisa tetap. Lebih baik kita selesaikan secara kekeluargaan demi Gala,” imbuhnya. Faisal menyebut dulu sikap Doddy Sudrajat tak seperti ini. Perubahan sikap besan membuat ayah Fuji kaget. Namun, Faisal tak mau menilai sepak terjang Doddy Sudrajat belakangan yang kerap dikecam warganet.
  3. CEO Telegram Pavel Durov akhirnya angkat bicara mengenai kritik yang menyebut aplikasi Telegram kurang aman. Tanggapan itu diunggah Pavel melalui kanal resminya di Telegram. Mengutip pernyataannya, Rabu (29/12/2021), Pavel menyebut laporan terbaru dari The Record mengenai dokumen pelatihan FBI membuktikan Telegram menepati janji menjaga kerahasiaan data penggunanya. Sementara aplikasi lain seperti WhatsApp memberikan data pengguna ke pihak ketiga. Selain itu, sejumlah aplikasi yang memiliki klaim end-to-end encryption ternyata dapat mengungkapkan isi pesannya. "Laporan itu telah memastikan Telegram menjadi salah satu satu dari sedikit aplikasi olah pesan yang tidak melanggar kepercayaan penggunanya," tulis Pavel Durov dalam pernyataannya itu. Menurut Pavel, hal itu dapat terjadi karena kebanyakan aplikasi olah pesan karena insinyur mereka tinggal di Amerika Serikat, sehingga mereka harus diam-diam menerapkan backdoor di aplikasi mereka jika ada permintaan dari pemerintah Amerika Serikat. Ia mencontohkan, dalam beberapa kasus, sejumlah agensi Amerika Serika tidak memerlukan perintah pengadilan untuk mengekstrak informasi pribadi dari aplikasi olah seperti WhatsApp. Bahkan, menurut Pavel, ada sejumlah laporan menyebut beberapa aplikasi olah pesan yang dikenal aman ternyata didanai oleh agensi pemerintah Amerika Serikat, seperti Anom dan Signal. Penjelasan Pavel Durov "Selama bertahun-tahun, National Security Agency (NSA) telah memastikan standar enkripsi internasional sejalan dengan kemampuan NSA untuk melakukan dechiper, dan semua pendekatan enkripsi lain disebut 'non-standar' atau 'buatan rumah'," tulisnya. Oleh sebab itu, aplikasi olah pesan berbasis Amerika Serikat, seperti WhatsApp kerap ditanamkan akses backdoor yang dapat digunakan oleh pemerintah, termasuk pihak lain untuk meretas smartphone dan mengekstrak data pribadi penggunanya. "Saya mendengar pesaing kami yang berbasis di AS frustasi karena mereka tidak dapat menandingi pertumbuhan Telegram, meskipun banyak berinvestasi dalam pemasaran (sesuatu yang tidak pernah diinvestasikan Telegram)," tulis Pavel. Pendiri Signal: Telegram Aplikasi yang Buruk Soal Privasi dan Pengumpulan Data Sebelumnya, Moxie Marlinspike, Co-Founder sekaligus CEO dari Signal Messenger, baru-baru ini melontarkan kritiknya terhadap aplikasi pesaing yaitu Telegram. Dalam sebuah cuitan di akun Twitter-nya @moxie, Marlinspike menyebut bahwa Telegram memiliki banyak fitur yang menarik, namun buruk dalam hal privasi dan pengumpulan data. "Telegram memiliki banyak fitur menarik, tetapi dalam hal privasi dan pengumpulan data, tidak ada pilihan yang lebih buruk," kata Marlinspike, dikutip Rabu (29/12/2021). Ia mengungkapkan, Telegram menyimpan semua kontak, grup, media, dan setiap pesan yang pernah dikirim atau diterima dalam teks biasa di server mereka. "Aplikasi di ponsel Anda hanyalah 'tampilan' ke server mereka, tempat data sebenarnya berada," kata Marlinspike. "Hampir semua yang Anda lihat di aplikasi, Telegram juga melihatnya," imbuhnya dalam cuitan lain.
  4. iPhone 13 dipastikan bakal rilis di Indonesia seiring dengan dua distributor utamanya mengumumkan tanggal pre-order iPhone 13. Digimap dan iBox (Erajaya Group) mengumumkan pre-order iPhone 13 series dibuka tanggal 12 November 2021 pukul 00.01 WIB. Seperti di negara lain, ada empat tipe iPhone 13 yang bakal dijual di Indonesia, yakni iPhone 13 Mini, iPhone 13, iPhone 13 Pro, dan iPhone 13 Pro Max. Meski sudah dipastikan akan meluncur di Indonesia, kedua distributor resmi Apple ini belum mengumumkan berapa harga dari masing-masing model iPhone 13. Nah bagi kamu yang sudah tidak sabar untuk ikutan pre-order iPhone 13, berikut perkiraan harga iPhone 13. Prediksikan harga iPhone 13 tidak berbeda dibandingkan harga iPhone 12 series saat pertama dirilis di Tanah Air. Ini rinciannya: iPhone 13 Mini Memori 128GB: Rp 14.999.000 Memori 256GB: Rp 15.999.000 iPhone 13 Memori 128GB: Rp 16.499.000 Memori 256GB: Rp 17.999.000 iPhone 13 Pro Memori 128GB: Rp 18.499.000 Memori 256GB: Rp 20.999.000 Memori 512GB: Rp 24.999.000 Memori 1TB: model 1TB belum ada di iPhone 12 Pro, namun diprediksi harganya mencapai Rp 29 jutaan. Prediksi Harga iPhone 13 Pro Max iPhone 13 Pro Max Memori 128GB: Rp 20.499.000 Memori 256GB: Rp 22.999.000 Memori 512GB: Rp 26.999.000 - Memori 1TB: model 1TB belum ada pada iPhone 12 Pro Max, namun diperkirakan harganya akan lebih dari Rp 30 jutaan. Namun perlu kamu ingat, prediksi harga di atas adalah sebatas perkiraan berdasarkan harga iPhone 12 series saat baru dirilis tahun lalu. Jadi bisa saja nanti saat pre-order ada perbedaan dengan harga resmi iPhone 13 series di Indonesia.
  5. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  6. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  7. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  8. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  9. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  10. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  11. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  12. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  13. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  14. tama93

    Ambiiyah

    From the album: Sexy Girl

  15. Hi ndral selamat pagi

  16. Bangke ngantuk gw

  17. Manusia ternyata lebih takut pendapat buruk orang lain terhadap diri mereka dibandingkan takut akan kematian wqwq. Kenapa sih kita sepeduli itu dengan pendapat orang lain terhadap kita? Sebagai seorang introvert garis keras, salah satu aktivitas yang membuat saya tidak nyaman adalah ketika saya harus bertemu dengan orang baru. Mohon maaf nich yach, bukan bermaksud jadi orang sombong, tapi saya paling gelagapan kalau disuruh kenalan apalagi di depan banyak orang. Setiap saya kenalan dengan orang-orang baru, belum mulai bicara saja saya sudah merasa jadi pusat perhatian. Saya merasa orang-orang menatap saya dengan pandangan jahat, menilai apa yang saya pakai dari ujung kaki sampai dari ujung kepala. Lalu, seperti dalam adegan sinetron berkata dalam hati mereka, “Siapakah gerangan anak ini?”, “Kenapa dia terlihat sangat aneh?”, “Kenapa badannya kotak seperti itu?”, “Kenapa dia berwarna kuning dan bau” Eh, jebul ternyata yang diomongin itu SpongeBob wqwq. Tapi seriusan deh. Kenalan itu itu menyeramkan, bukan cuman kenalan sih, sebenarnya aktivitas yang melibatkan manusia lain itu menyeramkan wqwq. Ketika bertemu orang lain, seketika saya jadi khawatir dengan cara saya berpakaian, berbicara, sampai cara saya duduk! Saya merasa orang-orang sedang menonton dan mengamati segala gerak-gerik saya. Dalam level yang ekstrem saya sering kali berpikir untuk tidak usah datang ketika ada acara-acara yang melibatkan banyak orang seperti itu. Ketika saya mendiskusikan hal ini dengan kawan dekat saya yang seorang extrovert, ternyata dia juga mengalami hal yang sama. Loh loh, seorang expert dalam bersosialisasi juga ternyata bisa merasa sangat self conscious dihadapan orang lain!1! Setelah saya cari tahu, ternyata memang semua orang merasakan hal yang sama karena kita (hah, kita??) sebagai manusia ternyata memang sangat peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain terhadap kita. Sampai-sampai ada sebuah anekdot yang bilang bahwa manusia itu lebih takut penilaian buruk terhadap dirinya dibandingkan dengan takut akan kematian. ngeriiiiii~ Kalau ditelusuri, alasan kenapa kita sangat peduli dengan pendapat orang lain ini adalah bagian dari insting nenek moyang kita untuk bertahan hidup. Kira-kira begini penjelasannya~ Di zaman dahulu kala~ Hiduplah nenek moyang kita yang berusaha keras untuk menjadi bagian dari suatu kawanan manusia purba. Di zaman itu, si nenek perlu hidup bersama orang lain untuk kepentingannya mendapatkan jaminan kesehatan keamanan dan pasokan makanan. Sebisa mungkin dia membuat semua orang di kawanan senang dengan cara memuji kepala suku mojok dan menjalankan perintah orang-orang yang dianggap berpengaruh di kawanan itu. Kenapa nenek moyang kita harus berusaha keras untuk memuaskan orang lain? YHAAA, biar nggak diusir dari kawanan lah. Ini insting bertahan hidup yang dimaksud bosque. Yang jadi masalah adalah, mental nenek moyang ini masih nempel di otak kita setelah banyak evolusi-evolusi yang terjadi. Yang dampaknya, manusia modern juga punya kecenderungan untuk peduli dengan pendapat orang lain, dan berusaha keras untuk memuaskan mereka agar terus disukai. Zaman nenek moyang sih enak, orang dalam kawanan cuman sedikit. Lah, zaman modern kayak sekarang, manusianya buanyak banget je. Kalau kita terus menerus memelihara cara pikir nenek moyang ini, kita pasti akan hidup dengan menderita karena tidak bisa hidup sesuai dengan yang kita inginkan. Contohnya? Merasa harus pakai make up biar kelihatan cantik, merasa harus diet biar nggak dikatain gendut, merasa harus masuk universitas bagus biar kelihatan punya masa depan cerah, merasa menyedihkan kalau ke bioskop sendirian, dan level yang lebih parah adalah merasa harus cepat nikah karena cocote tetangga nggak berhenti nanya kapan nikah dan nasehatin hati-hati jadi perempuan kadaluarsa. Pendapat orang lain seringkali menjadi begitu penting sampai-sampai banyak keputusan penting dalam hidup kita sedikit banyak dipengaruhi oleh mereka–apalagi pendapat orang-orang terdekat kita yang nggak pengin kita kecewakan–yang kalau dilakukan kok jadi beban, tapi kalau nggak dilakukan kok kita merasa jahat dan takut jadi manusia yang durhaka. Pada akhirnya kita menemukan diri kita berusaha begitu keras untuk memuaskan dan menyenangkan orang lain agar kita bisa diterima oleh mereka. Sepaket dengan itu, kita menjadi orang yang takut akan penolakan, anti kritik dan sangat terobsesi dengan pengakuan dari orang lain. Ini juga yang membuat kita tanpa sadar berusaha menunjukan apa yang sudah kita lakukan dan pamer atas pencapaian yang kita dapatkan. Padahal jauh di (((lubuk hati))) yang terdalam, kita tahu bahwa kita sedang bertindak menyebalkan dan kita membenci diri kita yang seperti itu. Lantas apa dong yang harus kita lakukan supaya kita bisa jadi diri kita sendiri dan berhenti memikirkan pendapat orang lain? Pertama, kita harus ingat bahwa tidak ada orang yang benar-benar memikirkan diri kita seperti apa yang kita pikirkan. Orang lain juga sibuk mikirin diri mereka sendiri bosque~ Kedua, harus tahu batas antara berbuat baik dan berbuat bego. Jangan sampai demi membuat orang lain terkesan dan menyukai kita, kita merepotkan diri sendiri. Dalam kerja kelompok di kuliah misal~ agar terlihat sebagai orang pandai yang bisa diandalkan, kamu rela-rela aja mengambil alih kendali dan mengerjakan tugas kelompok itu sendirian. Itu mah bukan baik, tapi bego wqwq. Intinya, jangan mau dimanfaatkan orang lain bosque~ harus ingat kalau ada orang yang benar-benar baik dan peduli sama kita, mereka tidak akan membiarkan kita susah-susah sendirian. Terakhir, kita harus menerima fakta bahwa kita nggak akan bisa menyenangkan semua orang. Kita juga nggak akan bisa terlihat benar di mata semua orang. Kalau pada akhirnya ada yang nggak suka–atau malah benci sama kita, yauda nggak apa-apa~ toh mereka nggak ada di 24 jam penuh hidup kita. Etapi ada plot twistnya nichh. Jangan sampai semua pendapat orang lain kita abaikan. LOHH KOK MALAH NGGAK KONSISTEN SICHH?? Kalau pendapat yang bisa bikin kita jadi orang yang lebih baik ya harus disimpan hehe. Yang dibuang jauh-jauh dan nggak usah dipikirin tuch yang ngeruntuhin mental kita kayak pendapat orang yang bilang, “Nggak usah deketin mbaknya, kamu jelek, mas”. Padahal siapa yang tahu kalau mbaknya itu suka sama kamu~ yang pentingkan PETRUS JAKANDORRR, Pepet teros jangan kasih kendooor.
  18. Zoom saat ini tidak dimungkiri tengah menjadi sorotan publik karena sejumlah laporan mengenai masalah keamanan di platform-nya. Setelah marak Zoombombing, persoalan keamanan terbaru yang diduga ada di Zoom sempat dikeluhkan warganet Indonesia. Berdasarkan penelusuran, keluhan ini dilayangkan oleh akun Twitter @akungangeninn. Akun tersebut sempat mengunggah kembali kisah akun lain yang mengaku iPhone miliknya sempat diakses pihak lain usai menggunakan Zoom. Jadi, akun tersebut menceritakan setelah dia menggunakan Zoom dan membuka Instagram, tiba-tiba dia kehilangan kontrol terhadap perangkatnya. Awalnya, dia merasa hal itu wajar sebab tidak jarang iPhone miliknya mengalami lag. Namun setelah hal itu terjadi, tiba-tiba iPhone miliknya merespons Instagram Stories yang sedang dilihat dengan mengetik kata-kata lewat kolom Reply unggahan tersebut. Pemilik akun yang kaget itu segera menutup aplikasi Instagram, tapi pihak lain yang disebut mengakses perangkatnya langsung berupaya membuka aplikasi m-banking. Dia pun mengaku sempat kesulitan untuk mematikan perangkat tersebut. Akhirnya, tindakan yang dia lakukan untuk menghentikannya adalah melepas kartu SIM, sehingga akses internet perangkat itu mati. Sebab, dia bercerita juga kesulitan mematikan akses internet di iPhone-nya tersebut. Melihat kisah yang sempat mencuat di Twitter itu, gue pun mencoba menghubungi pakar keamanan siber Alfons Tanuwijaya untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. Menurut Alfons, kisah yang sempat diunggah itu sebenarnya kurang logis. Alasannya, meskipun Zoom memang memungkinkan ada akses remote atau jarak jauh itu hanya dapat dilakukan, apabila penggunanya memberi izin. "Akses remote (di Zoom) memungkinkan, tapi itu kan pengguna yang memberikan izin akses," tuturnya saat dihubungi, Selasa (21/4/2020). Karenanya, menurut Alfons, kalau mungkin hal itu yang terjadi, kesalahan ada di pemberi izin. Ada Malware yang Menyusup Untuk itu, Alfons mengatakan skenario yang mungkin saja terjadi adalah perangkat itu telah disusupi malware atau trojan. Dengan kondisi itu, pihak lain dapat merekam aktivitas perangkat termasuk mengetahui apa yang diketik, seperti PIN m-banking. "Ada kemungkinan, perangkatnya kena keylogger atau trojan. Apalagi kalau sampai mau akses mobile banking, sebab m-banking itu pengamanannya berlapis, mulai password hingga PIN," ujarnya menjelaskan. Sementara hal paling maksimal yang dapat dilakukan Zoom adalah akses remote, tapi dengan izin pengguna lebih dulu. Di samping itu, dia juga mengatakan peristiwa itu terjadi usai menggunakan Zoom. Padahal, Alfons mengatakan, setelah aplikasi selesai digunakan berarti tidak ada lagi aktivitas. Berbekal alasan itu, Alfons menduga bahwa aktivitas itu disebabkan oleh malware yang disusupkan. Dalam hal ini, dia menuturkan sumber malware ini sebenarnya bisa berasal dari banyak aplikasi, bukan hanya Zoom. "Jadi, ada kemungkinan malware ini disusupkan dalam tautan yang dikirimkan via WhatsApp, Facebook Messenger atau memasang aplikasi tertentu, sehingga ini bukan sepenuhnya salah Zoom," ujar Alfons lebih lanjut. Zoom Sudah Aman Alfons juga mengatakan Zoom sendiri sebenarnya sudah membenahi celah-celah keamanan yang ada di platform-nya. Oleh sebab itu, dia mengatakan platform Zoom saat ini sudah sangat aman. "Mungkin satu-satunya yang belum ada end-to-end encryption, tapi memang belum ada layanan video conference yang memilikinya, kecuali Apple," ucapnya menjelaskan. Di samping itu, dia juga mengatakan, upaya untuk membobol sistem iOS secara teknis sulit untuk dilakukan, meski saat ini malware yang menyasar sistem operasi itu terus meningkat.
×
×
  • Create New...