Jump to content

tama93

Member
  • Content Count

    5
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

tama93 last won the day on June 6

tama93 had the most liked content!

1 Follower

About tama93

  • Rank
    Magang
  • Birthday 03/16/1991

Contact Method

  • Website
    http://shareinside93.blogspot.com

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Interest
    NetworkComputer
  1. Manusia ternyata lebih takut pendapat buruk orang lain terhadap diri mereka dibandingkan takut akan kematian wqwq. Kenapa sih kita sepeduli itu dengan pendapat orang lain terhadap kita? Sebagai seorang introvert garis keras, salah satu aktivitas yang membuat saya tidak nyaman adalah ketika saya harus bertemu dengan orang baru. Mohon maaf nich yach, bukan bermaksud jadi orang sombong, tapi saya paling gelagapan kalau disuruh kenalan apalagi di depan banyak orang. Setiap saya kenalan dengan orang-orang baru, belum mulai bicara saja saya sudah merasa jadi pusat perhatian. Saya merasa orang-orang menatap saya dengan pandangan jahat, menilai apa yang saya pakai dari ujung kaki sampai dari ujung kepala. Lalu, seperti dalam adegan sinetron berkata dalam hati mereka, “Siapakah gerangan anak ini?”, “Kenapa dia terlihat sangat aneh?”, “Kenapa badannya kotak seperti itu?”, “Kenapa dia berwarna kuning dan bau” Eh, jebul ternyata yang diomongin itu SpongeBob wqwq. Tapi seriusan deh. Kenalan itu itu menyeramkan, bukan cuman kenalan sih, sebenarnya aktivitas yang melibatkan manusia lain itu menyeramkan wqwq. Ketika bertemu orang lain, seketika saya jadi khawatir dengan cara saya berpakaian, berbicara, sampai cara saya duduk! Saya merasa orang-orang sedang menonton dan mengamati segala gerak-gerik saya. Dalam level yang ekstrem saya sering kali berpikir untuk tidak usah datang ketika ada acara-acara yang melibatkan banyak orang seperti itu. Ketika saya mendiskusikan hal ini dengan kawan dekat saya yang seorang extrovert, ternyata dia juga mengalami hal yang sama. Loh loh, seorang expert dalam bersosialisasi juga ternyata bisa merasa sangat self conscious dihadapan orang lain!1! Setelah saya cari tahu, ternyata memang semua orang merasakan hal yang sama karena kita (hah, kita??) sebagai manusia ternyata memang sangat peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain terhadap kita. Sampai-sampai ada sebuah anekdot yang bilang bahwa manusia itu lebih takut penilaian buruk terhadap dirinya dibandingkan dengan takut akan kematian. ngeriiiiii~ Kalau ditelusuri, alasan kenapa kita sangat peduli dengan pendapat orang lain ini adalah bagian dari insting nenek moyang kita untuk bertahan hidup. Kira-kira begini penjelasannya~ Di zaman dahulu kala~ Hiduplah nenek moyang kita yang berusaha keras untuk menjadi bagian dari suatu kawanan manusia purba. Di zaman itu, si nenek perlu hidup bersama orang lain untuk kepentingannya mendapatkan jaminan kesehatan keamanan dan pasokan makanan. Sebisa mungkin dia membuat semua orang di kawanan senang dengan cara memuji kepala suku mojok dan menjalankan perintah orang-orang yang dianggap berpengaruh di kawanan itu. Kenapa nenek moyang kita harus berusaha keras untuk memuaskan orang lain? YHAAA, biar nggak diusir dari kawanan lah. Ini insting bertahan hidup yang dimaksud bosque. Yang jadi masalah adalah, mental nenek moyang ini masih nempel di otak kita setelah banyak evolusi-evolusi yang terjadi. Yang dampaknya, manusia modern juga punya kecenderungan untuk peduli dengan pendapat orang lain, dan berusaha keras untuk memuaskan mereka agar terus disukai. Zaman nenek moyang sih enak, orang dalam kawanan cuman sedikit. Lah, zaman modern kayak sekarang, manusianya buanyak banget je. Kalau kita terus menerus memelihara cara pikir nenek moyang ini, kita pasti akan hidup dengan menderita karena tidak bisa hidup sesuai dengan yang kita inginkan. Contohnya? Merasa harus pakai make up biar kelihatan cantik, merasa harus diet biar nggak dikatain gendut, merasa harus masuk universitas bagus biar kelihatan punya masa depan cerah, merasa menyedihkan kalau ke bioskop sendirian, dan level yang lebih parah adalah merasa harus cepat nikah karena cocote tetangga nggak berhenti nanya kapan nikah dan nasehatin hati-hati jadi perempuan kadaluarsa. Pendapat orang lain seringkali menjadi begitu penting sampai-sampai banyak keputusan penting dalam hidup kita sedikit banyak dipengaruhi oleh mereka–apalagi pendapat orang-orang terdekat kita yang nggak pengin kita kecewakan–yang kalau dilakukan kok jadi beban, tapi kalau nggak dilakukan kok kita merasa jahat dan takut jadi manusia yang durhaka. Pada akhirnya kita menemukan diri kita berusaha begitu keras untuk memuaskan dan menyenangkan orang lain agar kita bisa diterima oleh mereka. Sepaket dengan itu, kita menjadi orang yang takut akan penolakan, anti kritik dan sangat terobsesi dengan pengakuan dari orang lain. Ini juga yang membuat kita tanpa sadar berusaha menunjukan apa yang sudah kita lakukan dan pamer atas pencapaian yang kita dapatkan. Padahal jauh di (((lubuk hati))) yang terdalam, kita tahu bahwa kita sedang bertindak menyebalkan dan kita membenci diri kita yang seperti itu. Lantas apa dong yang harus kita lakukan supaya kita bisa jadi diri kita sendiri dan berhenti memikirkan pendapat orang lain? Pertama, kita harus ingat bahwa tidak ada orang yang benar-benar memikirkan diri kita seperti apa yang kita pikirkan. Orang lain juga sibuk mikirin diri mereka sendiri bosque~ Kedua, harus tahu batas antara berbuat baik dan berbuat bego. Jangan sampai demi membuat orang lain terkesan dan menyukai kita, kita merepotkan diri sendiri. Dalam kerja kelompok di kuliah misal~ agar terlihat sebagai orang pandai yang bisa diandalkan, kamu rela-rela aja mengambil alih kendali dan mengerjakan tugas kelompok itu sendirian. Itu mah bukan baik, tapi bego wqwq. Intinya, jangan mau dimanfaatkan orang lain bosque~ harus ingat kalau ada orang yang benar-benar baik dan peduli sama kita, mereka tidak akan membiarkan kita susah-susah sendirian. Terakhir, kita harus menerima fakta bahwa kita nggak akan bisa menyenangkan semua orang. Kita juga nggak akan bisa terlihat benar di mata semua orang. Kalau pada akhirnya ada yang nggak suka–atau malah benci sama kita, yauda nggak apa-apa~ toh mereka nggak ada di 24 jam penuh hidup kita. Etapi ada plot twistnya nichh. Jangan sampai semua pendapat orang lain kita abaikan. LOHH KOK MALAH NGGAK KONSISTEN SICHH?? Kalau pendapat yang bisa bikin kita jadi orang yang lebih baik ya harus disimpan hehe. Yang dibuang jauh-jauh dan nggak usah dipikirin tuch yang ngeruntuhin mental kita kayak pendapat orang yang bilang, “Nggak usah deketin mbaknya, kamu jelek, mas”. Padahal siapa yang tahu kalau mbaknya itu suka sama kamu~ yang pentingkan PETRUS JAKANDORRR, Pepet teros jangan kasih kendooor.
  2. Zoom saat ini tidak dimungkiri tengah menjadi sorotan publik karena sejumlah laporan mengenai masalah keamanan di platform-nya. Setelah marak Zoombombing, persoalan keamanan terbaru yang diduga ada di Zoom sempat dikeluhkan warganet Indonesia. Berdasarkan penelusuran, keluhan ini dilayangkan oleh akun Twitter @akungangeninn. Akun tersebut sempat mengunggah kembali kisah akun lain yang mengaku iPhone miliknya sempat diakses pihak lain usai menggunakan Zoom. Jadi, akun tersebut menceritakan setelah dia menggunakan Zoom dan membuka Instagram, tiba-tiba dia kehilangan kontrol terhadap perangkatnya. Awalnya, dia merasa hal itu wajar sebab tidak jarang iPhone miliknya mengalami lag. Namun setelah hal itu terjadi, tiba-tiba iPhone miliknya merespons Instagram Stories yang sedang dilihat dengan mengetik kata-kata lewat kolom Reply unggahan tersebut. Pemilik akun yang kaget itu segera menutup aplikasi Instagram, tapi pihak lain yang disebut mengakses perangkatnya langsung berupaya membuka aplikasi m-banking. Dia pun mengaku sempat kesulitan untuk mematikan perangkat tersebut. Akhirnya, tindakan yang dia lakukan untuk menghentikannya adalah melepas kartu SIM, sehingga akses internet perangkat itu mati. Sebab, dia bercerita juga kesulitan mematikan akses internet di iPhone-nya tersebut. Melihat kisah yang sempat mencuat di Twitter itu, gue pun mencoba menghubungi pakar keamanan siber Alfons Tanuwijaya untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. Menurut Alfons, kisah yang sempat diunggah itu sebenarnya kurang logis. Alasannya, meskipun Zoom memang memungkinkan ada akses remote atau jarak jauh itu hanya dapat dilakukan, apabila penggunanya memberi izin. "Akses remote (di Zoom) memungkinkan, tapi itu kan pengguna yang memberikan izin akses," tuturnya saat dihubungi, Selasa (21/4/2020). Karenanya, menurut Alfons, kalau mungkin hal itu yang terjadi, kesalahan ada di pemberi izin. Ada Malware yang Menyusup Untuk itu, Alfons mengatakan skenario yang mungkin saja terjadi adalah perangkat itu telah disusupi malware atau trojan. Dengan kondisi itu, pihak lain dapat merekam aktivitas perangkat termasuk mengetahui apa yang diketik, seperti PIN m-banking. "Ada kemungkinan, perangkatnya kena keylogger atau trojan. Apalagi kalau sampai mau akses mobile banking, sebab m-banking itu pengamanannya berlapis, mulai password hingga PIN," ujarnya menjelaskan. Sementara hal paling maksimal yang dapat dilakukan Zoom adalah akses remote, tapi dengan izin pengguna lebih dulu. Di samping itu, dia juga mengatakan peristiwa itu terjadi usai menggunakan Zoom. Padahal, Alfons mengatakan, setelah aplikasi selesai digunakan berarti tidak ada lagi aktivitas. Berbekal alasan itu, Alfons menduga bahwa aktivitas itu disebabkan oleh malware yang disusupkan. Dalam hal ini, dia menuturkan sumber malware ini sebenarnya bisa berasal dari banyak aplikasi, bukan hanya Zoom. "Jadi, ada kemungkinan malware ini disusupkan dalam tautan yang dikirimkan via WhatsApp, Facebook Messenger atau memasang aplikasi tertentu, sehingga ini bukan sepenuhnya salah Zoom," ujar Alfons lebih lanjut. Zoom Sudah Aman Alfons juga mengatakan Zoom sendiri sebenarnya sudah membenahi celah-celah keamanan yang ada di platform-nya. Oleh sebab itu, dia mengatakan platform Zoom saat ini sudah sangat aman. "Mungkin satu-satunya yang belum ada end-to-end encryption, tapi memang belum ada layanan video conference yang memilikinya, kecuali Apple," ucapnya menjelaskan. Di samping itu, dia juga mengatakan, upaya untuk membobol sistem iOS secara teknis sulit untuk dilakukan, meski saat ini malware yang menyasar sistem operasi itu terus meningkat.
  3. Hasbullah Thabrany selaku Ahli Kesehatan Masyarakat menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia perlu mewaspadai ancaman gelombang kedua penyebaran Corona Covid-19. Untuk menghadapi hal tersebut, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menjaga daya tahan tubuh. Jika menilik pada wabah flu Spanyol yang terjadi kira-kira seabad lalu, memang ancaman munculnya gelombang ikutan setelah serangan pertama patut diwaspadai. "Kembali lagi virus begini memang pengalaman 100 tahun yang lalu juga menunjukkan ada 3 gelombang ya," kata dia, dalam diskusi SmartFM, Sabtu (18/4). Daya tahan tubuh benar-benar menjadi kekuatan yang bisa dipakai untuk melawan Covid-19. Mengingat hingga saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang ditemukan. "Untuk menghadapi gelombang itu tidak ada jalan lain sebelum vaksin dan obat ditemui. Dan sekarang sedang berupaya satu-satunya jalan adalah menjaga daya tahan tubuh kita ini sangat penting," katanya. Jangan Anggap Remeh Covid-19 Selain itu, masyarakat juga harus mampu membuat semacam evaluasi terhadap diri masing-masing. Hal ini penting agar untuk menghindar dari kemungkinan ikut tertular. "Buat yang muda insya Allah masih lebih aman buat yang tua jangan keluar rumah kecuali dalam posisi sendirian jaga jarak yang jauh," katanya. Hal yang paling penting, tegas dia, yakni jangan pernah menganggap remeh Covid-19. Misalnya berpikir bahwa daerah tropis tidak akan terjangkit Covid-19. "Virus itu selalu beradaptasi dengan lingkungan dengan cepat dan kita jangan underestimate (meremehkan) seolah-olah ini akan tidak terlalu berbahaya di negara tropis kan banyak yang begitu ya kita harus mengasumsikan bahwa virus ini sangat berbahaya. Dan kemungkinan besar dia akan kembali," terang dia. "Oleh karena itu kita harus istilah perang kita harus selalu siap waspada Jangan menganggap remeh. Jangan Anggap enteng suatu ketika ini akan menjadi endemik seperti halnya demam berdarah," imbuhnya. Salah satu upaya menjaga daya tahan tubuh, kata dia, bisa ditempuh dengan mengonsumsi ramuan herbal, semisal jamu. Sebab, jamu dapat membantu menjaga dan memperkuat daya tahan tubuh. "Ya kita punya buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C jambu itu banyak sekali dan itu juga membantu petani kita jadi bagus sekali kearifan lokal kita mengambil hikmahnya saja makan buah-buahan lokal jamu dan sebagainya. Insya Allah membuat daya tahan tapi tidak mengobati. Belum ada bukti untuk mengobati. Jadi jangan salah itu," tandasnya.
  4. Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Muhammad Nasir menjelaskan kronologi kecelakaan di Tol BSD, Jumat siang, 12 April 2019. Menurut data kronologi yang dikirimkan, kecelakaan itu diakibatkan oleh SB, pengemudi kendaraan Mitsubishi Outlander bernomor polisi B-378-BEL yang kurang konsentrasi. "Kronologi kejadian berdasarkan interogasi dan keterangan saksi," ujar Nasir. Kendaraan Mitsubishi Outlander tersebut melaju dari arah Jakarta. Sesampainya di kilometer 9+500, sekitar pukul 11.45 WIB, diduga karena pengemudi kurang konsentrasi, kendaraan tersebut menabrak pembatas jalan hingga memasuki lajur yang berlawanan. "Kemudian menabrak tiga kendaraan lainnya, yaitu Toyota Kijang Innova, Suzuki Ertiga, serta Toyota Rush," tutur dia. Adapun Toyota Kijang Innova bernomor polisi B-1014-WOU dikendarai oleh Tuheri, Toyota Rush B-1546-WFX oleh Hadi Dzikru Rohman, serta Suzuki Ertiga B-2029-BKW oleh Lia Sagita. Menurut Nasir, Lia Sagita sempat kritis karena terjepit kendaraannya yang ringsek dalam kecelakaan akibat tabrakan beruntun di Tol BSD itu. Namun, Lia dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tersebut, sementara tiga korban lain luka-luka.
×
×
  • Create New...