Jump to content

congek

Member
  • Content Count

    112
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    4

congek last won the day on April 23

congek had the most liked content!

About congek

  • Rank
    Honorer
  • Birthday 06/11/1985

Profile Information

  • Gender
    Male

Recent Profile Visitors

11,870 profile views
  1. menurut gue sih ini udah di rancang, coba deh liat video ini Sama yg ini
  2. Pandemi virus corona atau Covid-19 yang muncul pada awal 2020 ini diharapkan bisa mengubah sepak bola Eropa dan dunia ke arah yang lebih baik lagi. Sebelum virus corona muncul, sepak bola di Eropa tampak baik-baik saja. Namun pada kenyataannya masih menyimpan sejumlah persoalan, terutama terkait ketimpangan antara klub besar dan kecil. Klub-klub besar akan makin kuat dan kaya dengan kekuatan uang yang mereka miliki. Sedangkan tim-tim medioker atau kecil sekalipun tidak akan berdaya menandingi klub-klub besar tersebut. Pemain-pemain potensial dari klub medioker atau kecil bisa saja pindah dengan mudah dari klub tersebut dengan rayuan gelimangan uang klub besar. Imbasnya, klub kecil kembali harus memutar otak mencari pemain yang bisa membuat mereka bisa bersaing dan bertahan di kompetisi itu. Sementara itu, klub-klub besar dengan latar belakang sejarah serta prestasi yang mereka punya seperti duduk manis menanti pundi-pundi uang kembali terisi oleh 'setoran' dari sponsor dan juga penggemar. Akan tetapi, kondisi tersebut bisa mengalami sedikit perubahan atau bahkan signifikan setelah pandemi Covid-19 ini berakhir. Virus corona membuktikan diri bisa memberikan dampak besar bagi keuangan klub, baik kecil maupun besar. Akan tetapi, klub-klub kecil yang tentu merasakan imbas paling besar dari krisis ini. Tidak ada pemasukan dari tiket penonton, tidak juga mendapat dana hak siar. Ditambah lagi, kunjungan fan ke stadion, museum, maupun fasilitas klub lainnya, nihil karena larangan dari pemerintah selama masa karantina. Di lain sisi, operasional klub terus mengalir untuk membayar gaji pegawai dan aspek lainnya. Barcelona sudah merasakan itu. Bahkan Blaugrana melakukan pemotongan gaji pada pemain-pemainnya sebesar 70 persen, termasuk Lionel Messi selama pandemi berlangsung. Tidak hanya itu, Luis Suarez dan kawan-kawan juga akan membantu Barcelona agar para pegawainya di luar pemain bisa 100 persen menerima gaji. Juventus juga disebut-sebut akan melakukan langkah serupa, mengurangi gaji para pemainnya. Potongan 20 sampai 30 persen bakal didapat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan agar Si Nyonya Tua memiliki napas panjang di tengah wabah Covid-19. Ini jadi bukti, kehidupan klub elite di ujung tanduk. Masa krisis ini membuka peluang klub-klub melakukan penyesuaian gaji pegawainya di masa mendatang. Hal tersebut sudah diprediksi pelatih Everton, Carlo Ancelotti.
  3. Peneliti mikrobiologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra mengatakan kalau COVID-19 juga berpotensi menular melalui feses. Ini adalah cara penularan lain dari yang telah diketahui luas lewat percikan cairan tubuh yang terkontaminasi virus corona jenis baru tersebut. "Sebetulnya hal ini tidak mengherankan karena pada kasus SARS, kontaminasi feses juga merupakan salah satu rute penyebaran yang terjadi pada sebuah apartemen di Hong Kong," kata Sugiyono kepada ANTARA, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020. Penularan lewat feses pula yang diduga terjadi dari hewan perantara alami kelelawar ke hewan perantara lain seperti musang dan trenggiling. Musang diketahui menjadi hewan perantara untuk kasus infeksi virus corona penyebab SARS pada 2003 lalu, sedang trenggiling dan ular disebut-sebut untuk kasus virus corona terbaru yakni COVID-19. Sugiyono menuturkan, beberapa studi menunjukkan virus corona COVID-19 terdeteksi pada sampel yang diambil dari area anus beberapa pasien di Cina. "Bahkan persentase hasil positifnya lebih besar dibandingkan dengan deteksi pada sampel yang diambil di area mulut pasien," katanya sambil menambahkan hasil studi di satu rumah sakit di Singapura yang juga menemukan virus itu pada area toilet, wastafel, lantai, dan gagang pintu. Menurut Sugiyono, penyebaran virus melalui feses sebetulnya bukan hal baru. Beberapa penyakit seperti Hepatitis A, polio, dan diare yang disebabkan oleh rotavirus juga menular melalui rute feses. Oleh karena itu, die menekankan, menjaga kebersihan tangan dan sanitasi lingkungan mutlak harus dilakukan untuk mencegah penularan berbagai penyakit, tidak hanya COVID-19. "Variasi rute penyebaran ini merupakan salah satu hal yang dapat menjelaskan mengapa COVID-19 begitu massif menular ke banyak orang," katanya.
  4. Pernyataan juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto, bahwa sabun detergen bisa membunuh virus corona viral di media sosial. Sebagian mencemoohnya karena dianggap mengada-ada. "Emang you pikir Virus Corona spt pakaian kotor yg dicuci pake detergen," bunyi penggalan kicauan pemilik akun twitter @OmBrewoks3. Yurianto sendiri menyampaikannya saat meminta masyarakat terus menjalankan perilaku hidup sehat untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19. Dia mencontohkan untuk tidak saling berbagi alat makan, minum. "Silakan pakai di rumah tapi langsung dicuci pakai sabun karena kita tahu virus ini sangat rapuh jika terkena detergen, dia akan gampang pecah, gampang mati. Detergen apa pun," ujar Achmad Yurianto ketika menggelar konferensi pers di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Utara, Senin 16 Maret 2020. Berbeda dengan sebagian netizen, peneliti mikrobiologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, tak terkejut dengan pernyataan Yurianto itu. Dia menduga Yurianto mengungkapkannya berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat yang menguji efektivitas detergen dalam kebiasaan mencuci pakaian pada 2007 lalu. Penelitian itu, kata Sugiyono menerangkan, membandingkan penggunaan detergen dan detergen yang ditambah bahan pemutih dalam menginaktifkan beberapa virus enterik yang terdapat pada pakaian. Virus enterik adalah yang berasal dari saluran pencernaan, yakni adenovirus, rotavirus, dan virus hepatitis A. Hasil penelitian menunjukkan setelah melalui siklus cuci, pembilasan, dan pengeringan selama 28 menit, ternyata faktor terpenting untuk pengurangan jumlah virus pada pakaian adalah setelah melewati siklus pengeringan dan penambahan pemutih (yang mengandung sodium hipoklorit 5,25%). Berdasarkan penelitian itu, Sugiyono menjelaskan, mencuci dengan detergen saja tidak efektif untuk menghilangkan atau menginaktifkan virus. Tapi penggunaan natrium hipoklorit mengurangi jumlah virus menular pada kain setelah dicuci dan dikeringkan hingga 99,99%. "Jadi kesimpulannya, penggunaan pemutih (bleaching agent) dapat mengurangi jumlah virus enterik dalam cucian," katanya.
  5. Aduh ini yang nyebabin jalur searah dipakai 2 arah ya tadi di toll
  6. Ada gagasan baru yang menarik di kalangan peneliti. Gagasan energi terbarukan diproduksi di lokasi-lokasi terpencil dan dikirim ke daerah perkotaan berjarak ribuan kilometer terdengar menarik. menggunakan saluran transmisi DC bertegangan tinggi terdengar menarik. Cynthia Shahan, kontributor CleanTechnica bercerita seputar Australia yang memanfaatkan tenaga angin dan surya bagi negara tetangga. Para peneliti di University of Liège di Belgia membuktikan bahwa turbin angin di selatan Greenland dapat menciptakan banyak energi angin. Mereka yakin energi berlebih ini bisas terdistribusi ke Eropa menggunakan saluran transmisi High-voltage direct current (HVDC). Greenland memang memiliki potensi angin yang sangat besat yang disebut, angin Katabatic. Angin Katabatic sendiri berkaitan dengan arus angin yang menuruni lereng gunung atau gletser. Ketika udara bersentuhan dengan permukaan dingin gletser atau daerah atas pengunungan maupun lereng, udara mendingin, menjadi padat, lalu berhembus ke bawah. Menurut postingan blog universitas, komputer para peneliti tersebut dikembangkan secara khusus untuk mensimulasikan kondisi iklim daerah kutub. Komputernya juga memiliki kemampuan untuk memprediksi secara akurat lokasi angin Katabatic ini. Dalam beberapa bulan mendatang, tim akan memperbaiki penelitian mereka untuk memasukkan analisis biaya/manfaat dari ladang angin Greenland yang terhubung ke Eropa melalui interkoneksi HVDC. Penelitian itu juga mengkaji peraturan tinjauan lingkungan di Eropa dan dampak impor listrik dari Greenland selatan. HVDC adalah gagasan yang patut dipertimbangkan lebih lanjut. Beberapa menyatakan pembangkit listrik berbasis tenaga surya besar-besaran di Afrika utara berguna untuk menyediakan energi nol emisi ke Spanyol dan Portugal. Menempatkan sumber daya terbarukan di lokasi terpencil dapat membantu memaksimalkan produksi listrik tanpa harus mengambil alah pemukiman padat penduduk.
  7. congek

    My Story

    Apanya sih di bagi? Hahaha
  8. Video clip barunya Ed Sheeran

     

  9. Dari kemarin gak bisa login, baru sekarang bisa. Ada apa @Ngobas?

×
×
  • Create New...