Jump to content

BincangEdukasi

Pengguna
  • Jumlah konten

    507
  • Bergabung

  • Terakhir berkunjung

  • Days Won

    16

BincangEdukasi last won the day on Januari 4 2017

BincangEdukasi had the most liked content!

Tentang BincangEdukasi

  • Rank
    Prajurit Kepala
  • Ulang Tahun 06/03/1988

Metode Kontak

  • Situs
    http://www.bincangedukasi.com

Informasi Profil

  • Jenis Kelamin
    Male
  1. Pentingnya Branding Bagi Startup

    Branding pada dasarnya adalah sebuah usaha yang masuk dalam strategi marketing. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa brand adalah nama, logo, simbol dan hal lainnya yang bisa mengidentifikasikan sebuah bisnis. Branding tidak hanya penting untuk bisnis konvensional, tetapi juga startup, yang notabene merupakan perusahaan rintisan pun perlu merancang strategi branding mereka. Tujuannya untuk lebih cepat mengenalkan perusahaan, baik untuk layanan yang diberikan atau sebagai sebuah bisnis yang layak dikenal. Startup punya banyak tugas penting di awal perjalanannya. Mencari pengguna potensial, memberikan produk berkualitas, dan mencoba memahami kondisi pasar adalah beberapa hal penting yang jangan terlewatkan. Salah satu tindakan pelengkap untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis startup perlu strategi marketing, mulai dari memanfaatkan media sosial untuk promosi hingga membangun branding dari sejak awal. Seperti memilih nama domain, logo, warna dan identitas lainnya yang bisa “nempel” di pikiran masyarakat. Logo dan website mungkin jadi sesuatu yang fundamental dalam usaha membangun brand, tetapi lebih dari itu mempresiapkan kapan, bagaimana, hingga ke siapa Anda memasarkan produk Anda adalah bagian tak tergantikan dari strategi membangun brand. Semuanya harus diperhitungkan dan disusun sejak awal untuk mengirimkan pesan ke orang yang tepat di waktu yang tepat. Semua itu kemudian dilengkapi sesuatu yang terlihat mudah tapi butuh perjuangan, yakni konsistensi. Membangun brand penting bagi startup Tujuan branding adalah untuk membuat menyampaikan pesan ke masyarakat dan pengguna baik melalui materi pemasaran atau melalui logo dan nama yang dipilih. Di sisi lain startup butuh kesemaptan untuk dikenal, dan dilihat oleh banyak orang untuk membuka kesempatan lebih banyak dikenal oleh masyarakat. Membangun brand bagi startup sama halnya berinvestasi untuk meningkatkan “keterlihatan”, dan menempatkan posisi di masyarakat sebagai sesuatu yang diingat. Di samping itu brand juga jadi jalan yang tepat untuk menyampaikan value ke masyarakat. “Brand Anda adalah apa yang orang lain katakan tentang Anda saat Anda tidak berada di dalam ruangan.” Demikian kutipan populer Founder Amazon Jeff Bezos yang pernah ia sampaikan pada acara TEDGlobal 2012. Sebuah gambaran sederhana tentang brand yang bisa diaplikasikan untuk personal maupun brand sebuah produk atau bisnis. Apa yang perlu dipersiapkan Branding bisa disebut juga upaya untuk menyampaikan pesan dan mengenalkan sebuah produk atau bisnis. Sebelum jauh merencanakan strategi branding ada beberapa hal yang harus disiapkan, seperti menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : Apa misi perusahaan Anda? Apa manfaat dan fitur yang ada di produk atau layanan Anda? Apa yang pengguna dan pengguna potensial pikirkan tentang perusahaan Anda? Kualitas apa yang Anda ingin mereka (pengguna) kaitkan tentang perusahaan Anda? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan menuntuk Anda membuat nilai-nilai yang ingin Anda berikan melalui branding. Untuk memulai branding ada beberapa hal yang perlu disiapkan, seperti: Nama perusahaan. Nama perusahaan di era digital berikaitan erat dengan pemilihan nama domain. Nama harus menjadi sebuah penanda yang menggambarkan seperti apa perusahaan Anda, atau paling tidak bisa menggambarkan di bidang apa perusahaan Anda beroperasi. Pemilihan nama selain memperhatikan arti juga sangat memperhatikan penggunaan nama yang sama oleh perusahaan sejenis atau bahkan diasosiasikan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan maksud dan gambaran perusahaan Anda. Logo. Logo ada penggambaran visual dari maksud dan makna perusahaan. Buatlah logo yang bisa ditempatkan di mana saja. Logo yang bisa ditempatkan di mana saja akan sangat berguna untuk berbagai macam strategi marketing. Pesan yang ingin disampaikan. Siapkan pesan-pesan yang ingin dikomunikasikan dengan para pelanggan. Ini termasuk juga jawaban dari pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. Desain dan tagline. Siapkan kalimat tagline yang mudah diingat dan mewakili produk atau bisnis Anda. Hal yang sama juga berlaku untuk desain, gunakan warna, peletakan logo dan sesuatu yang sesuai dan mewakili. Konsisten. Kunci dari branding dan segala strategi yang dirancang adalah konsistensi. Mulai dari konsistem mengkomunikasikan nilai-nilai hingga konsisten menggunakan warna, pola dan tagline.
  2. Cara Buat Wajan Anti Lengket

    Wajan anti lengket dianggap sebagai salah satu temuan yang memudahkan ibu rumah tangga dan juga koki dalam memasak. Makanan tidak menempel di permukaan wajan dan mengeras seperti di wajan biasa, dan akhirnya tidak ada bagian-bagian makanan yang terbuang. Proses membalik makanan juga menjadi lebih mudah. Walau begitu, karena permukaannya yang anti lengket, wajan jenis ini memerlukan perawatan yang berbeda dengan wajan biasa. Untuk memastikan bahwa wajan anti lengket bertahan lama dan tidak cepat rusak, berikut adalah hal-hal yang sebaiknya dihindari, dilansir dari Southern Living. 1. Jangan menggunakan alat masak tajam atau terbuat dari besi Pada permukaan wajan anti lengket ada sebuah lapisan khusus yang menghindari makanan yang menempel. Alat-alat masak dengan ujung tajam atau terbuat dari besi dapat menggores dan merusak lapisan khususnya. Untuk memastikan bahwa lapisan khusus di permukaan wajan ini terjaga dalam kondisi baik, gunakan alat-alat masak yang lebih halus, misalnya terbuat dari kayu atau bambu. 2. Jangan menggunakan semprotan anti lengket Banyak orang beranggapan bahwa menggunakan semprotan anti lengket ke wajan yang memang sudah memiliki permukaan anti lengket akan semakin mencegah makanan menempel di wajan. Padahal, hal ini dapat merusak alat masak. Semprotan anti lengket yang membentuk lapisan aerosol di permukaan wajan akan sulit dibersihkan. Jika semprotan ini digunakan secara terus-menerus, bahan aerosol yang sulit dibersihkan tersebut akan mengendap di permukaan wajan. Endapan ini biasanya paling banyak ditemukan di sisi pinggir wajan, dimana semprotan tersebut tidak terserap oleh makanan atau tidak cukup menyentuh api. Pada akhirnya, wajan yang awalnya memiliki permukaan anti lengket dapat berubah menjadi lengket. Untuk menghindari hal ini, jangan gunakan semprotan anti lengket, tapi minyak goreng biasa. 3. Jangan menggunakan alat pembersih yang kasar Seperti halnya menggunakan alat-alat masak yang tajam, menggunakan alat pembersih yang kasar dapat menggores dan merusak permukaan wajan anti lengket. Membersihkan wajan anti lengket tidak perlu menggunakan alat pembersih seperti sikat atau gulungan besi gosok yang sangat kasar. Sabun cuci piring dan alat masak biasanya telah memiliki kemampuan untuk membersihkan wajan anti lengket dengan baik. Jika ada bagian wajan yang perlu dibersihkan dengan ekstra, gosok permukaan wajan dengan garam dan sikat plastik yang lembut. Untuk hari-hari biasa, gunakan sisi spons yang lembut untuk membersihkan wajan. Wajan anti lengket juga sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring. Mesin pencuci piring menggunakan deterjen keras yang dikombinasikan dengan panas untuk membersihkan piring, dan hal ini akan memperpendek umur wajan anti lengket. 4. Jangan memasak pada suhu yang sangat tinggi Suhu tinggi dapat merusak permukaan anti lengket. Semakin sering wajan digunakan untuk memasak di atas pengaturan api yang paling tinggi, semakin pendek umur wajan anti lengket. Oleh karenanya, jika menggunakan wajan anti lengket, gunakan api sedang. Hal yang juga harus dihindari adalah langsung mencuci wajan anti lengket yang masih panas dengan air dingin. 5. Simpan wajan dengan baik Alat-alat masak seringkali ditumpuk di laci atau kabinet dapur. Untuk menghindari permukaan wajan anti lengket tergores atau rusak, hindari menumpuk wajan atau alat masak lain di atas wajan anti lengket, terutama alat-alat masak yang tajam. Jika ruang penyimpanan alat-alat masak sempit, siasati dengan menyelipkan tisu atau kertas yang halus di antara tumpukan-tumpukan alat masak. 6. Jangan simpan makanan di atas wajan terlalu lama Meninggalkan hasil masakan di atas wajan karena lupa menempatkannya ke dalam kulkas merupakan wajar yang sering terjadi. Namun, hal ini harus dihindari karena rasa makanan dapat berubah dan permukaan wajan anti lengket dapat terpengaruh.
  3. Apple Bakal Pakai Sim Ganda

    Apple kabarnya tengah mempertimbangkan untuk memperkenalkan dukungan dual sim pada iPhone X Plus 'D33' dan generasi kedua iPhone X yang memiliki kode nama 'D32'. Layanan SIM ganda ini akan memudahkan pengguna untuk mengganti layanan dari operator, misalnya saat bepergian. Namun, dia menyebut Apple belum membuat keputusan akhir untuk memasukkan fitur tersebut. Apple mungkin akan lebih memilih untuk menggunakan teknologi E-SIM meski saat ini beberapa ponsel masih menahan teknologi tersebut. "Apple ingin menawarkan teknologi E-SIM, namun beberapa operator menahan gagasan tersebut dan Apple membutuhkan dukungan mereka. Kemampuan dual-SIM akan memberikan kompromi," kata Mark Gurman Sebelumnya, Apple dilaporkan akan meluncurkan tiga seri iPhone baru pada akhir 2018. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu bahkan disebut akan memperkenalkan iPhone X SE yang merupakan versi lebih terjangkau dari iPhone X tahun lalu. Leaker Apple, Mark Gurman, mengatakan bahwa Apple akan menjual iPhone X SE yang membawa layar tanpa bezel dengan bentang 6,1 inci. Ponsel ini juga akan membawa Face ID dan chipset A12. Ponsel yang disebut "model untuk semua orang" ini bakal memiliki harga lebih murah karena membawa layar LCD dan bingkai dari aluminium. Sementara, versi mahalnya membawa layar OLED dan bingkai dari stainless steel. iPhone X SE ditaksir bakal dibanderol seharga Rp9,5 jutaan. Harga tersebut senilai dengan iPhone 8, sementara versi iPhone X dihargai sekitar Rp17 jutaan pada awal perilisan di September 2017. Gurman mengatakan bahwa iPhone X SE akan menghidupkan kembali penjualan iPhone X yang rupanya tak setinggi ekspektasi para analis pada kuartal lalu. Selain iPhone X SE, Apple juga dirumorkan bakal meluncurkan iPhone X Plus. Ponsel yang memiliki kode D33 ini disebut analis KGI Securities, Mi-Chi Kuo akan mengusung layar 6,5 inci yang sekaligus akan membuatnya sebagai iPhone terbesar sepanjang sejarah. iPhone X Plus akan mengambil tempat pendahulunya sebagai ponsel andalan iPhone dengan membawa OLED, stainless steel, dual kamera dan lain sebagainya. iPhone ini juga membawa baterai yang lebih jumbo. Gurman mengatakan Apple akan meningkatkan resolusi layar iPhone X Plus menjadi 2688 x 1242 piksel, yang menjadikannya iPhone dengan resolusi layar tertinggi.
  4. Sejarah Suara "Tahu Bulat Digoreng Dadakan"

    Beberapa bulan terakhir, ada tren penjual tahu bulat yang berkeliling menggunakan mobil bak terbuka dan khas dengan rekaman suara dalam menjajakannya. "Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, gurih gurih nyoi...," begitu terdengar saat mobil tahu bulat ini melintas. Penasaran, suara siapakah yang mengisinya? Saat ditanyakan kepada penjualnya, mereka mengatakan bahwa suara yang diputar berulang-ulang ini ternyata merupakan rekaman suara pemiliknya. "Itu bos saya yang ngerekam suaranya di kontrakan," kata seorang penjual tahu bulat, Ade, di Bogor, Sabtu (16/5/2016). Ade mengatakan, rekaman suara tersebut sudah dipakai sejak tahu bulat berkembang di daerah Cianjur. Ia menceritakan, tahu bulat ini awalnya berkembang di daerah Cianjur dan Sukabumi selama hampir dua tahun. Lalu, karena sudah tidak begitu ramai lagi, akhirnya para pedagang ini pindah ke wilayah Jakarta, Bogor, dan sekitarnya. Sistem penjualan tahu bulat ini terbilang sistematis. Para penjual tahu bulat ini tergabung dalam grup-grup. Grup terdiri atas tujuh mobil pedagang tahu bulat. Para pedagang ini datang dari daerah Cianjur dan Serang. Di Bogor, para pedagang dari satu grup berkumpul di satu kontrakan di wilayah Jambu Dua. "Nah, kalau rekaman suaranya sama, berarti itu dari satu grup," ujar Ade. Para pengelola menyediakan bahan utama berupa tahu bulat yang didatangkan dari wilayah Cianjur dan Tasikmalaya. Lalu, untuk mobil, para pengelola menyewakannya kepada para pedagang dengan biaya Rp 100.000, sudah lengkap dengan tempat penggorengan dan atap terpal. "Sehari paling harus keluar uang Rp 50.000 untuk bensin. Minyak goreng dan bumbu sekitar Rp 90.000. Belum lagi untuk uang makan dua kali sehari, minimal 20.000 harus ada," katanya. Setiap satu butir tahu bulat yang terjual, ia harus menyetor kepada pengelola sebesar Rp 250. Dalam sehari, ia bisa mengantongi laba bersih sekitar Rp 100.000. "Lumayan di Bogor kalau jualan. Dibanding di Cianjur, paling kita cuma bisa dapat Rp 30.000 saja sehari," kata Ade, yang berasal dari Cianjur ini.
  5. Badan Telekomunikasi Jerman, Bundesnetzagentur, melarang penggunaan jam tangan pintar untuk anak-anak. Mereka mendesak orang tua untuk menghancurkan benda canggih tersebut. Pemerintah menganggap jam tangan pintar bisa merekam segala bentuk percakapan yang dilakukan di sekitar anak. Perilaku tersebut bertentangan dengan undang-undang anti-pengawasan Jerman yang amat sangat menghargai privasi warganya. Peraturan ini dijalankan dengan ketat. Bundesnetzagentur mewajibkan orang tau untuk memberikan bukti fisik jam tangan yang telah dihancurkan. Mereka juga mendorong sekolah-sekolah untuk mengawasi murid-muridnya, memastikan mereka tak lagi mengenakan jam tangan pintar. Sayangnya, Jerman hanya fokus pada undang-undang anti pengawasan. Mereka abai dengan peraturan keamanan yang baru saja dikeluarkan Organisasi Konsumen Eropa (BEUC). BEUC melarang penggunaan jam tangan pintar dengan alasan bisa mengancam keamanan anak. Fitur pelacak GPS pada jam tersebut bisa disalahgunakan orang tak bertanggung jawab untuk melancarkan tindakan kriminal seperti penculikan dan kekerasan seksual. Tak sampai di sini, BEUC bahkan memaksa produsen jam tangan pintar untuk memperketat sistem keamanannya. Dan, memperluas segmen pasar mereka menjadi untuk semua kalangan.
  6. Ada Cowok Ganteng Bernama Polisi!

    Bagi sebagian orang, terjaring razia mungkin jadi hal yang tidak menyenangkan. Tapi bagi seorang pemuda asal Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Operasi Zebra mungkin jadi hal yang tidak akan pernah terlupakan. Sebab dari Operasi Zebra, pemuda yang bernama Polisi ini akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak. Pemuda berusia 22 tahun tersebut kini bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan. Nama Polisi sendiri sempat viral di media sosial saat dirinya terjaring razia minggu lalu. Karena memiliki nama yang unik, pihak kepolisian pun memberikan polisi hadiah berupa pekerjaan. Pada Senin, 20 November 2017 kemarin, Polisi pun memulai hari pertamanya bekerja dengan mengikuti apel bersama puluhan anggota Satlantas. Dirinya mengaku sempat tak bisa tidur karena merasa gugup akan bekerja di kantor untuk pertama kali. "Tegang, karena baru pertama kali kerja di kantor," ujar Polisi saat ditemui pada 20 November 2017 lalu. Usai apel, Polisi pun langsung disambut oleh rekan-rekannya yang merasa penasaran dengan sosoknya. Meski memiliki nama yang istimewa, pihak Mapolres Pasuruan tidak memperlakukan Polisi secara istimewa dan ia tetap harus mengikuti semua aturan di lingkungan kerja. Di hari pertamanya, Polisi mendapatkan bimbingan untuk mengurus surat izin mengemudi (SIM). Ia diajarkan teori sampai menyiapkan lapangan untuk ujian praktik pembuatan SIM. Yang menarik, Polisi dibimbing langsung oleh anggota polisi yang menyiduknya saat Operasi Zebra beberapa waktu lalu. "Waktu itu saya tanya siapa namanya. Dia jawab Polisi. Saya enggak percaya. Saya bilang jangan melecehkan polisi. Akhirnya saya lihat KTP-nya, ternyata benar namanya Polisi." papar Birgadir Ali Fahri. Sebelum bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan, Polisi bekerja sebagai buruh bangunan sejak remaja. Dirinya menjadi tulang punggung keluarga karena ayah kandungnya telah meninggal dunia sejak dirinya berusia 7 tahun. Sejak saat itu, ia harus bekerja demi bisa menghidupi ibu dan adiknya yang masih bersekolah.
  7. Google tracks everything you do

    be aware temen temen
  8. Perbedaan IP67 dan IP68

    Hampir semua smartphone flagship tahun 2017 seperti Sony Xperia XZ Premium, Apple iPhone 7, Samsung Galaxy S8, dan LG G6 menyematkan fitur tahan air dan debu bersertifikasi IP67 atau IP68. Walau sering mendengar istilah ini, ternyata masih banyak orang yang belum mengerti maksud dan perbedaan dari keduanya. Bagi Anda yang belum paham betul, kami akan menjelaskan pengertian dan perbedaan IP67 dan IP68 pada ulasan berikut ini. Apa maksud dari IP68 dan IP67? IP67 atau IP68 terdiri dari tiga kode, yakni IP, lalu dikuti kode angka 6 dan diakhiri kode angka 7 atau pun 8. IP adalah singkatan dari International Protection alias perlindungan internasional. Standar sertifikasi ini disusun dan dibuat oleh International Electrotechnical Commission (IEC). Selanjutnya angka 6 digunakan sebagai penanda bahwa smartphone tersebut tahan terhadap debu, pasir atau pertikel sejenisnya. Terakhir ada kode angka 7 atau 8. Angka 7 digunakan sebagai indikator bahwa smartphone tersebut tahan terhadap serangan air dan sanggup menyelam di kedalaman 1 meter selama 30 menit. Sementara angka 8 digunakan sebagai indikator bahwa smartphone tahan terhadap serangan air dan dapat menyelam di kedalaman 1,5 – 2 meter selama 30 menit. Jadi perbedaan IP67 dan IP68 hanya terletak pada jarak kedalaman air saja. Secara teori, ketika smartphone bersertifikasi IP68 dan IP67 terendam di kedalaman 1 meter selama 30 menit, smartphone akan bertahan dan tak akan terjadi kerusakan permanen. Atau bahkan untuk hal-hal ceroboh seperti menjatuhkan smartphone ke toilet, bak mandi, atau wastafel, smartphone bersertifasi IP68 dan IP67 akan aman-aman saja. Bolehkah menggunakan di dalam air? Sebetulnya persoalan ini masih sedikit ambigu. Namun, seperti yang dikutip oleh Trusted Reviews, smartphone dengan IP67 dan IP68 belum tentu mampu bertahan saat diajak menyelam. Karena kita tak tahu pasti tekanan air dan jarak kedalaman air saat asyik menyelam. Selain itu, tes sertfikasi IP dilakukan ketika smartphone dalam mode standby alias tak dioperasikan sama sekali. Selain itu kolam atau laut mengandung banyak sekali zat-zat yang bisa menyerang sistem smartphone seperti air kencing, air ludah, hingga zat garam. Jadi, mungkin untuk sesekali atau dua kali smartphone akan bertahan, namun untuk percobaan berikutnya, bisa saja smartphone akan mengalami masalah. Jika Anda ingin me gambil foto di dalam air, alangkah lebih baik menggunakan action cam dengan casing waterproof.
  9. Berita berpulangnya Julia Perez, artis yang juga kerap disapa Jupe ini membuat dunia hiburan berkabung. Jupe mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), pada Sabtu 10 Juni 2017, akibat kanker serviks. Kabar duka ini, pada awalnya, disampaikan sang adik, Nia Anggia Perez, lewat akun instagramnya. Dalam caption foto yang dia unggah, dia meminta doa buat kakak tercintanya. Kasus penyakit kanker serviks sebenarnya bukan kasus langka. Sudah banyak penderita kanker serviks, baik di Indonesia, maupun di luar negeri. Kanker ini termasuk jenis kanker yang cukup ganas. Makanya nggak heran, kalau banyak cewek, terutama yang sudah aktif berhubungan seksual dan sudah menikah, khawatir dengan penyakit serius yang satu ini. Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan pola makan dan juga gaya hidup sehat. Selain itu, perlu juga ada pemeriksaan rutin, dengan metode pap smeas. Metode ini dilakukan dengan cara mengambil sel yang ada pada rahim. Sel itu kemudian diperiksa di laboratorium dan dilihat, apakah sel tersebut merupakan sel kanker. Atau, apakah ada kemungkinan sel tersebut tumbuh secara tak normal. Tapi, meskipun nggak menggunakan sistem pap smear, ciri-ciri kanker serviks bisa terlihat, kalau memang stadiumnya sudah memasuki tingkat lanjut. Dilansir dari Cancer.org, gejala ini bisa beragam, tergantung dari kondisi penderita. Namun, ada beberapa ciri umum. 1. Ketika kanker sudah menyerbu dan mengganas, ada beberapa tanda umum. Misalnya, keluar darah setelah berhubungan seksual. Kalau kondisi vagina dan rahim sehat, tak akan ada darah yang keluar kecuali kamu sedang menstruasi. 2. Selain itu, buat kamu yang sudah menopause, darah juga keluar dari mulut vagina. Padahal, setelah memasuki masa menopause, seharusnya tak ada darah yang keluar dari mulut vagina. 3. Kamu juga sebaiknya menghitung dan memerhatikan siklus menstruasimu. Kalau seharusnya mens sudah berhenti, tapi darah masih keluar, sebaiknya periksakan dirimu ke dokter kandungan. 4. Keputihan juga merupakan salah satu tanda adanya kanker serviks seperti yang diderita Julia Perez. Tapi keputihan ini nggak biasa. Keputihan ini mengandung sedikit darah. Biasanya, muncul di antara masa menstruasi atau setelah memasuki masa menopause. Selain itu, kalau kamu merasa sakit saat bercinta, sebaiknya kamu juga memeriksakannya ke dokter.
  10. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa Google Asia Pasific Pte Ltd akan menyelesaikan kewajiban pembayaran pajaknya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Perusahaan teknologi informasi Amerika itu akan melunasi seluruh pajaknya pada April 2017 ini. "Pada April ini, kan bulan terakhir mereka (Google) menyampaikan (pajak)," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (13/4/2017). Sri Mulyani optimis permasalahan pajak Google dapat segera diselesaikan. Mengingat sudah beberapa kali dilakukan negosiasi antara pihak Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pajak dengan pihak Google Indonesia. "‎Beberapa kali mereka dengan kantor pajak sudah mendiskusikan, jadi saya yakin akan cukup baik," ujarnya. Sebelumnya, Google telah beberapa kali telah mengajukan laporan keuangan ke Ditjen Pajak. Google juga telah menyertakan data pendukung laporan keuangan.
  11. Matahari Sebagai Bintang

    Pada dasarnya matahari merupakan salah satu bintang yang berada di tata surya dan menjadi pusatnya. Matahari termasuk bintang karena dapat menghasilkan energi cahaya sendiri. Cahaya matahari dibandingkan bintang yang lain terasa lebih cemerlang. Hal itulah yang menyebabkan pada waktu siang hari kita tidak dapat melihat bintang selain matahari. Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G. Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat. Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.
  12. Metode Persediaan

    Metode Pencatatan Persediaan Dalam sebuah perusahaan, persediaan akan mempengaruhi neraca maupun laporan laba rugi. Dalam neraca perusahaan dagang, persediaan pada umumnya merupakan nilai yang paling signifikan dalam aset lancar. Dalam laporan laba rugi, persediaan bersifat penting dalam menentukan hasil operasi perusahaan dalam periode tertentu. Metode pencatatan persediaan pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu metode periodik (sistem fisik) dan metode perpetual. A. Metode Fisik (sistem periodik) Selama ini, metode pencatatan yang dipelajari untuk persediaan barang dagang, dapat di ikhtisarkan sebagai berikut : Disediakan satu akun yang disebut Persediaan Barang Dagang dalam buku besar perusahaan. Akun ini digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang yang ada di awal dan akhir periode. Persediaan barang dagang yang ada di awal dan akhir periode itu sendiri ditentukan dengan jalan melakukan perhitungan fisik terhadapnya. Pencatatan untuk persediaan awal dan akhir dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian. Akun lawan untuk jurnal penyesuaian persediaan adalah Ikhtisar Laba Rugi. Disediakan satu set akun yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian barang dagang serta transaksi-transaksi lain yang berhubungan dengannya. Misalnya, transpor pembelian, potongan pembelian serta pembelian retur dan pengurangan harga. Saldo dari set akun ini bila digabungkan akan merupakan pembelian bersih. Harga pokok penjualan selama periode tertentu dihitung dengan menggunakan secara berikut : Persediaan barang dagang pada awal periode + Pembelian bersih selama periode = Persediaan tersedia dijual - Persediaan pada akhir periode = Harga pokok penjualan Sistem pencatatam ini disebut sistem periodik (periodic method). Metode pencatatan lain untuk persediaan adalah yang disebut metode perpetual atau metode saldo permanen (perpetual method) yang diterangkan sebagai berikut. B. Metode saldo permanen (perpetual method) Dalam sistem saldo permanen tidak disediakan akun pembelian dan akun-akun lain yang berhubungan dengannya. Pembelian barang dagang langsung dicatat ke akun persediaan. Harga pokok penjualan tidak dihitung secara periodik, tetapi dihitung dan dicatat setiap kali terjadi transaksi. Untuk ini, dibuat satu akun tersendiri yaitu: Harga pokok penjualan. Akun persediaan barang dagang dalam metode saldo permanen digunakan untuk mencatat persediaan yang ada di awal periode, pembelian yang dilakukan selama periode,penjualan yang dilakukan semala periode dan persediaan yang ada di akhir periode. Misalnya, apabila pada tanggal 14 Januari 200A terdapat pembelian tunai barang A sebanyak 1.000 unit dengan harga Rp 50 per unit maka ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut : (D) Persediaan barang dagang 50.000 (K) Bank/Kas 50.000 Apabila digunakan metode periodik, sisi debit dari ayat jurnal tersebut di atas adalah akun: Pembelian. Apabila terjadi penjualan, maka pengurangan persediaan yang diakibatkan langsung dicatat. Pengurangan persediaan ini, pada hakikatnya merupakan penambahan harga pokok penjualan, yang nilainya ditentukan oleh metode penetapan harga pokok yang dipakai. Anggaplah bahwa pada tanggal 15 Januari 200A terjadi penjualan tunai barang A sebanyak 800 unit dengan harga jual Rp 75 per unit. Untuk sementara anggaplah barang-barang yang dijual adalah barang-barang yang dibeli pada tanggal 14 Januari 200A tersebut di atas. Ayat jurnal untuk mencatat penjualan jadi tampak seperti terlihat sebagai berikut : (1) (D) Bank/Kas 60.000 (K) Penjualan 60.000 (2) (D) Harga pokok penjualan 50.000 (K) Persediaan barang dagang 50.000 Dapat dilihat bahwa dalam sistem periodik ayat jurnal (2) tersebut di atas tidak dibuat. Harga pokok penjualan dalam sistem periodik dihitung secara berkala pada akhir periode akuntansi, bukan pada setiap terjadi penjualan. Ayat jurnal (1) merupakan ayat jurnal yang biasa dibuat untuk penjualan. Ayat jurnal ini dibuat baik pada sistem periodik maupun saldo permanen. Kartu stok Dalam metode saldo permanen setiap jenis barang dibuatkan satu catatan tersendiri yang disebut kartu stok atau kartu persediaan (stock card). Kumpulan dari kartu stok, untuk semua jenis barang yang ada, disebut buku stok atau buku persediaan. Ada tiga hal yang dicatat dalam kartu stok, yaitu penambahan, pengurangan dan saldo yang ada setelah terjadinya suatu transaksi. Kartu stok menyediakan tiga kolom untuk hal tersebut. Masing-masing kolom dibagi dalam tiga sub kolom yang berisi: banyaknya unit (kuantitas), harga pokok/unit dan jumlah (kuantitas dikalikan harga pokok/unit). Tiap transaksi dicatat kuantitas barangnya, harga pokok/unit jumlah nilainya. Penambahan dalam kartu stok, biasanya berasal dari pembelian barang dagang. Di samping pembelian, penambahan dalam kartu stok juga dapat berasal dari penjualan retur. Pengurangan dalam kartu stok, pada umumnya berasal dari penjualan barang dagang. Pengurangan dapat juga terjadi dari pembelian retur.
  13. Istilah istilah di Akutansi

    A • ACCOUNT = Perkiraan • ACCOUNT RECEIVABLE = Piutang Dagang • ACCOUNT FROM = Bentuk Perkiraan • ACCOUNT NOT CURRENT = Pos-pos yang tidak lancar • ACCOUNT PAYABLE = Hutang Lancar • ACCOUNT PAYABLE LEDGER= Buku besar hutang • ACCOUNT RECEIVABLE STATEMENT= Dartar piutang usaha • Account Payable Subsidiary Ledger = Buku tambahan piutang • ACCOUNTANT = Akuntan • ACCOUNTANT FEE EXPENSE = Biaya akuntan • ACCOUNTANT PUBLIC = Akuntan publik • ACCOUNTING = Akuntasi • ACCOUNTING ASSUMPTION = Asumsi akuntansi • ACCOUNTING CYCLE = Sirklus akuntansi • ACCOUNTING DATA = Data akuntansi • ACCOUNTING DEPARTMENT = Departemen akuntansi • ACCOUNTING EQUATION = Persaman akuntansi • ACCOUNTING INCOME = Laba akuntansi • ACCOUNTING INFORMATION = Informasi akuntansi • ACCOUNTING INSTRUCTION = Intruksi akuntansi • ACCOUNTING MANAGEMENT = Manajement akuntansi • ACCOUNTING METHOD = Metode akuntansi • ACCOUNTING PERIOD = Periode akuntansi • ACCOUNTING PRINCIPLE = Akuntansi dasar • ACCOUNTING PROCEDURE = Prosedur akuntansi • ACCOUNTING RESPONSIBILITY = Akuntansi pertanggung jawaban • ACCOUNTING SYSTEM = Sistem akuntansi • ACCOUNTS INTER COMPANY = Rekening antar perusahan • ACCRUED EXPENSE = Biaya yang akan di bayar • ACCRUED EXPENSE PAYABLE = Beban terhutang • ACCRUED PAYROLL PAYABLE = Utang gaji • ACCRUED INTERS PAYABLE = Bunga terhutang • ACCRUED REVENUE = Pendapatan yang akan diterima • ACCRUED TAX PAYABLE = Hutang pajak • ACCRUED WAGES PAYABLE = Upah terhutang • ACCUMULATED DEPLETION = Akumulasi deplesi • ACCUMULATED DEPRECIATION = Akumulasi penyusutan • ACTUAL AMOUNT = Jumlah sesungguhnya • ACTUAL COST ( arti islilahnya ) Biaya sesungguhnya • ACTUAL FACTORY OVERHEAD = Beban overhead sesungguhnya • ACTUAL LIABILITY=Hutang nyata • ACTUAL PRICE= Harga sesungguhnya • ACTUAL QUANTITY = Kwalitas sesungguhnya • ADJUSTED BALANCE = Saldo setelah penyesuaian • ADJUSTED TRIAL BALANCE = Neraca saldo penyesuaian • ADJUSTING ENTRIES = Ayat jurnal penyesuaian • ADDITIONAL COST ( istilahnya ) Biaya tambahan • ADVANCE FROM CUSTOMER = Uang muka langganan • ADVANCE ACCOUNTING = Akuntansi lanjutan • ADVERTISING EXPENSE = Biaya iklan • ADVERSE OPINION = Pendapatan tidak wajar • Allowance for inventory decline to market = Cadangan penurunan nilai persediaan • ALLOWANCE METHOD ( artinya ) Metode cadangan • ALLOWANCE ACCOUNT = Perkiraan cadangan • ALLOWANCE FOR BAD DEBT = Cadangan piutang tak tertagih • ALLOWANCE FOR DOUBT FULL ACCOUNT = Cadangan pitang ragu-ragu • ALLOWANCE FOR OVERVALUATION OF BRANCH MERCHANDISE = Cadangan kenaikan harga barang cabang • AMORTIZATION = Penyusutan atas harta tak berwujud • APPLIED FACTORY OVERHEAD COST = Biaya overhead yang dibebankan • ANNUAL REPORT ( istilah ) Laporan tahunan • ASSET ( istilah ) Harta • ASSET APPROACH = Pendekatan aktifa • ASSET ACCOUNT = Perkiranan harta • AUDIT FEE = Pendapatan audit • ASSUME = Asumsi • AUDIT EXPENSE = Biaya audit • AUDIT PROGRAMME = Program pemeriksaan • AUDIT PROCESS = Proses pemeriksaan • AUDIT PLANNING = Rencana pereiksaan • AUDITOR ( islilahnya ) Pemerikasa keuangan • AUDITING = Pemeriksaan keuangan • AVERAGE METHOD = Metode rata-rata B • BALANCE SHEET ( arti istilahnya ) Neraca • BALANCE PER BANK = Saldo menurut bank • BALANCE PER BOOK = Saldo menurut buku • BALANCE SHEET ACCOUNT = Perkiraan neraca • BALANCE AMOUNT = keseimbangan jumlah • BANK PAYABLE = Hutang bank • BALANCE BEFORE LIQUIDATION = Saldo sebelum likuidasi • BANK RECONCILIATION = Reconsiliasi bank • BANK SERVICE CHARGE = Bedan administrasi bank • BANK STATEMENT = Rekening koran • BIN CARD ( artinya ) Kartu gudang • BASIC FINANCIAL STATEMENT = Laporan keuangan pokok • BEGINNING BALANCE = Saldo awal • BETTERMENT = Perbaikan • BOOK VALUE = Nilai buku • BOOK VALUE OF ASSET = Nilai buku aktifa • BOOK VALUE PER SHARE = Nilai buku per saham • BRANCH ( istilah akuntansi ) Cabang • BRANCH MERCHANDISE = Barang dagangan cabang • BRANCH PROFIT = Keuntungan cabang • BREAK EVENT = Pulang pokok • BREAK EVEN PIONT = Titik pulang pokok • BREAK EVEN SALES = Penjualan pulang pokok • BUDGET ( arti istilahnya ) Anggaran • BUDGET VARIANCE = Selisih anggaran • BUDGET FLEXIBLE = Anggaran flexsibel • BUDGET FIXED = Anggaran tetap • BUDGET CYCLE = Siklus Anggaran • BUDGET BALANCE SHEET = Anggaran neraca • BY PRODUCT = Produksi sampingan • BUILDING ( istilahnya ) Gedung • BUSINESS ENTITY = Kesatuan usaha C • CAPITAL ( info intilah ) Modal • CAPITAL STATEMENT = Laporan perubahan modal • CAPITAL STOCK = Modal saham • CASH = Kas • CASH BUDGET = Anggaran kas • CASH COUNT = Perhitungan kas • CASH DISBURSEMENT JOURNAL = Jurnal pengeluaran kas • CASH DISCOUNT = Potongan yang diberikan atas pembayaran tunai • CASH FLOW ( info intilahnya ) Alur kas • CASH FLOW CYCLE = Siklus alur kas • CASH IN BANK = Kas dalam bank/kas di bank • CASH ON HAND = Kas di tangan • CASH IN TRANSIT = Kas dalam perjalanan • CASH PAYMENT JOURNAL = Buku kas pengeluaran • CASH RECEIPT JOURNAL = Buku kas penerimaan • CASH SALES = Penjualan tunai • CLOSING ENTRIES = Ayat jurnal penutup • COST = Biaya • COST ACCOUNTING = Akuntansi biaya • COST OF GOODS AVAIBLE FOR SALES = Harga pokok barang tersedia untuk dijual • COST OF GOODS MANUFACTURED = Harga pokok produksi • COST OF GOODS SOLD = Harga pokok barang yang di jual (Harga Pokok Penjualan) • CURRENCY = Mata uang • CURRENCY ASSET = Harta lancar • CURRENCY LIABILITIES = Hutang jangka pendek D • DEBIT NOTE = Nota debet • DEBIT BALANCE = saldo debet • DEDUCTION = Pengurangan • DEFECTIVE GOODS = Produk rusak • DEFERRED GROS PROFIT ON REALIZATION = Laba kotar yang belum direalisasikan • DELIVERY EXPENSE = Biaya pengankutan • DEPOSIT SLIP = Bukti setoran • DEPRECIATION = Penyusutan • DEPRECIATION EXPENSE = Biaya penusutan • DETERMINING DEPRECIATION = Penetapan penyusutan • DIRECT COSTING = Penetapan biaya langsung • DIRECT DEPARTMENT OVERHEAD EXPENSE = Beban/biaya overhead departemen lansung • DIRECT EXPENSE = Biaya langsung • DIRECT LABOR COST BUTGET = Biaya anggaran buruh langsung • DIRECT TAXES = Pajak langsung • DIRECT WRITE OFF = Penghapusan langsung • DISCOUNT = Potngan ( harga ) • DISSOLUTION = Pembubaran • DIVIDEND STOCK = Deviden saham • DOUBLE ENTRY SYSTEM = Sistem pembukuan berpasangan • DRAFT ( info ) = Wesel • DUE DATE = Tanggal jatuh tempo E • EARNED = Pendapatan • EARNING AFTER INTEREST AND TAXES = Pendapatan sesudah bunga dan pajak • EARNING AFTER TAX = Pendapatan sesudah pajak • ECONOMIC LIFE = Umur ekomoni • ECONOMIC ORDER QUANTITY = Jumlah pembelian optimal • EMERGENCY WORKING CAPITAL = Modal kerja darurat • EMPLOYEE EARNING STATEMENT = Laporan gaji karyawan • END OF MONTH TRIAL BALANCE = Daftar saldo akhir bulan • ENDING BALANCE = Saldo akhir • ENDING INVENTORY = Persediaan akhir • ENTERTAIMENT EXPENSE = Biaya entertain • ENTRY = Ayat • EQUIPMENT = Peralatan • EQUITIES = Kekayaan • EQUITY IH INCOME OF SUBSIDIARY COMPANY = Laba atas anak perusahaan • ESTIMATE VALUE = Nilai taksir • ESTIMATED GROSS PROVIT = Taksiran laba kotor • EVIDENCE = Bukti-bukti • EXCEPT = Pengecualian • EXCESS OF COST OVER BOOK VALUE OF SUBSIDIARY INTEREST = Selisih lebih harga pokok di atas nilai buku • EXCESS VALUE = Nilai lebih • EXCHANGE RATE = Nilai tukar • EXPECTED ACTUAL CAPACITY = Kapasitas yang sesungguhnya di harapkan • EXPECTED RATE OF RETURN = Tingkat pengembalian yang diinginkan • EXPIRED = Kadarluasa • EXPENSE = Biaya • EXTERNAL AUDIT = Pemeriksaan ekternal • EXTRA ORDINARY GAIN = pembelajan yang luar biasa • EXTRA ORDINARY LOSS = Kerugian yang luar biasa • EXTRA ORDINARY REPAIRS = Perbaikan luar biasa • EXTRA ORDINARY RETIREMENT = Penarikan aktiva sebab luar biasa F • Fiscal Year = Tahun pajak • Fixed asset subsidiary ledge = Buku tambahan harta tetap • Fixed asset turnover = Perputaran harta tetap • Fixed capital asset = Modal kerja tetap • Fixed cast = Biaya tetap • Fixed efficency variance = Penyimpangan effisiensi yang tetap • Fixed factory overhead = Overhead pabrik yang tetap • Flexible budget = Anggaran yang berubah-ubah • Floor = Batasan bawah • Flow of cost = Aliran biaya • Flow of document = Peredaran dokumen • Flow of funds = Aliran dana • Flow of work = Peredaran kerja • Flowchart = Daftar aliran • Fluctualing method = Metode fluktuasi • Fluctuating fund = Dana berubah-ubah • Foot note = Catatan kaki • Forecast balance sheet = Ramalan neraca • Forecast income statement = Taksiran rugi laba • Form = Formulir • Four collumn ccount = Jurnal empat kolom • Fraud = kecurangan • Freight in = Ongkos angkut pembelian • Freight on material purchasas = Beban angkut pembelian bahan • Freight out = Ongkos angkut penjualan • Funds = Dana • Funds statement = Laporan sumber dan pengunan dana • Furniture & fixture = Peralatan • Fusion = Penggabungan G • General Accounting = Aukuntansi Umum • General Ledger = Buku besar • General Journal = Jurnal umum • General And Administrative Expense = Biaya umum dan administrasi • General Examination = Pemeriksaan umum • General Assigment = Penegasan umum • Government financial = Keuangan penerintah • Government accunting = Akuntansi pemerintah • Gross Method = Metode Kotor • Gross loss = Rugi kotor • Gross Profit Laba kotor • Gross Profit Analysist = Analisa laba kotor • Gross provfi metho = Metode laba kotor • Gross Profit on sales = Laba kotor atas penjualan • Gross Working Capital = modal kerja kotor • Group Code = Kode kelompok • Go Publik Compony = Perusahan yang menjual saham ke masyarakat H • Heating and lighting expense = Biaya pemanasan dan penerangan • Hidden Reserves = Cadangan rahasia • Historical cost Accounting = Harga perolehan historis • Historical cost = Biaya Historis • Home office = kantor pusat • Horizon Analyst = Analisa mendatar • Human Resource Accounting = Akuntansi sumber daya manusia I • Income = laba • Income After Tax = Laba sesudah pajak • Income From Joint Venture = Laba usaha patungan • Income From Operation = Laba usaha • Income Sharing Agreement = Persetujuan penbagian laba • Income Statement = Laporan rugi laba • Income Statement Account = Pendekatan laba rugi • Income Summary = iktiar rugi laba • Incremental cost = Biaya tambahan • Independent Auditor Report = Laporan pemeriksaan bebas • Indirect Expense = Biaya tak langsung • Indirect Departemental Expense = Biaya departemen tak langung • Indirect factory cost = Biaya pabrik tak langsung • Indirect Labor = Tenaga kerja tak langsung • Inderect Material = Bahan baku tak langsung • Indirect Operatiing Expense = Biaya usaha tak langsung • Individual Priprietorship = perusahan perorangan • Inflation = Inflansi • Information = informasi • Information System = Sistem informasi • Initial Inventory = Persediaan awal • Initial Audit = Pemeriksaan awal/pertama kali • Input Tax = Pajak masukan • Installation Cost = Biaya instalasi atau pemasangan • Installment = Angguran atau cicilan • Installment Contract Receivable = Piutang penjualan cicilan • Installment Method = Metode cicilan • Installment Payable = Hutang cicilan • Installment Term Debt = Utang jangka menengah • Insurance Expense General = Biaya asuransi unum • Insurance expense selling = Biaya asuransi penjualan • Intagible Asset = Aktiva tak berwujud • Intangible Fixed Assets = Aktiva tetap tak berwujud • Intercompany Loans = Pinjaman antar perusahan • Interest = Bunga • Interest Baering Note = Wesel berbunga • Interest Expense = Biaya bunga • Interest Factor = Faktor bunga • Interest Income = Pendapatan bunga • Interest ayable = Hutang bunga • Interest Receivable = Piutang bunga • Interim Statement = Laporan sementara • Internal Audit = Pemeriksan Intern • Internal Auditor = Pemeriksan internal • Internal Control = Pengawasan internal • Internal Control Questioary = Pertanyaan pengendalian Intern • Internal Finacing = Pembiayan internal • Inventory = Persediaan • Inventory Balance = Saldo Persedian • Inventory of Material = Persediaan Bahan Mentah • Inventory Trun Over = Perputaran persediaan • Inventory Valuation = Penilaian Persediaan • Invesment In Fund = Investasi dalam dana • Invesment In Bond = Investasi dalam obligasi • Invesment In Joint Venture = Investasi dalam usaha patungan • Invesment In Land = Investasi dalam bentuk tanah • Invesment In life Insurance = Investasi dalam bentuk asuransi jiwa • Invesment In Stock = Investasi saham • Investor = Orang yang menanamkan modal • Invoice = Faktur J • Job order cost = Biaya pesanan • Job order cost sheet = Kartu biaya pesanan • Job order cost system = Sistem biaya pesanan • Job time ticket = Kartu jam kerja • Joint cost = Biaya gabungan • Joint cost of capital = Biaya penggunan modal bersama • Joint product = Produksi gabungan • Joint venture = Usaha patungan • Joint venture books = buku-buku usaha patungan • Journal = Buku harian • Journal entry = Ayat-ayat jurnal • Journalizing = menjurnal/ penjurnalan • Judgment sample = Sampel pertimbangan L • Labor = Tenaga kerja • Labor budget = Anggaran tenaga kerja • Labor cost = biaya tenaga kerja • Labor cost control = pengendalian biaya tenaga kerja • Labor cost report = Laporan biaya tenaga kerja • Labor efficiency ratio = Rasio effiensi tenaga kerja • Labor efficiency stasndar = Standar effisinsi tenaga kerja • Labor efficiency Variance = Selisih effiensi upah • Labor Fringe benefit = Pendapatan yang diterima tenaga kerja • Labor performance report = Laporan pelaksanan kerja • labor rate variance = Penyimpangan tarif tenaga kerja • Land = Tanah • Land right = Hak atas tanah • Last in first out ( LIFO ) = Masuk pertamakeluar pertama • Lease = Sewa • Lease agreement = Kontrak sewa guna • Leaseing = Sewa guna • Ledger = Buku besar • Legal capital = Modal resmi • Lessee = Pihak yang menyewakan guna barang • Lessor = Pihak yang menyewa guna barang • letter of comments = Surat komentar • Letter of transmettal = Surat penyerangan • Liabilities = Kewajiban • Limited liabilty = Tanggung jawab terbatas • Liquidating deviden = Deviden likiudasi • liquidity = Kemampunan bayar hutang jangka pendek • Long from report = Laporan akuntansi betuk panjang • Long run proof = Pengecekan jangka panjang • Long term debets = Utang jangka panjang • long term debet to equity ratio = Rasio utang jangka panjang terhadap modal sendiri • Long term investment = Investasi jangka panjang • Long term liabilities = Hutang jangka panjang • Loss = rugi • loss from operation = Rugi usaha • Loss on realization = Realisasi kerugian • Loss on reduction of inventory = Rugi penurunan nilai persdiaan • Loss on repossession = Rugi penarikan kembali • loss on sale of invesment = Rugi penjualan investasi • Loss on trade in = Rugi pertukaran • Loss unit = Unit yang hilang • Lower cost or market = Harga beli atau harga pasar yang lebih rendah • Lumsump purchase = Pembelian secara bulat M • Machine = Mesin • Maintenance Cost = Biaya pemeliharana • Maintenance Departement Butget = Anggaran departeman pemeliharan • Maintenance Expense = Biaya pemeliharan • Management Accounting = Akuntansi manjemen • Management Advisory Service = Pelayanan Konsultasi perusahan • Management Audit = Pemeriksaan manajemen • Management By Exception = Manjemen dengan pengecualian • Manufacturer = Pabrikan • Manufacturing Company = Perusahan pabrikan • Manufacturing Cost = Biaya pabrikasi • Manufacturing Overhead = Overhead pabrik • Markdown cancellation = Pembatalan penurunan harga • Market Rate = Harga pasar • market Value = Harga pasar • Market Value At Split Off = Harga jual pada titik pisah • Market Value Of Rights = Harga jual hak beli saham • Market Value Of Stock Ex Right = Harga pasar saham tampa hak beli saham • Marketable securities = surat berharga • Marketing = Pemasaran • Marketing Department = Departemen pemasaran • Marketing Expense = Biaya pemasaran • Markup Cancellation = Pembatalan kenaikan harga • Matching Cost With revenue = Penetapan pendapatan dan biaya • Material = Bahan baku • Material Account = Perkiraan bahan baku • Material in Control = pengendalian bahan baku • Material in Process = Bahan baku dalam proses • Material ledger = Buku besar bahan baku • Material Ledger Card = Kartu bahan baku • Material Mix Variance = Selisih komposisi bahan • Material Price variance = Penyimpangan harga bahan baku • Material Usage prince Variance = Sesilsih harga pemakainan bahan • Material Yield Variance = Selisih hasil bahan • Material Requisition = Permintaan bahan baku • Medical Expense = Biaya pengobatan • Merchandise Inventory = Persediaan barang dagangan • Merchandise Inventory Turnover = Perputaran persedian barang dagangan • Merchandise Shipment on Consigment = Pengiriman barang konsinyasi • Merchandise Company = Perusahan Dagang • Mixed Account = Rekening campuran • Mixed Opinion = Pendapat Campuran • Mortgage Bond = Obligasi Hipotik • Mortgage Payable = Hutang hipotik • Moving Average = Rata rata bergerak N • National Association of Accounting = Asosiasi akuntan nasional • Natural Bussiness year = Tahun bisnis alami • Negative Assurance = Jaminan negatif • Net Asset = Aktifa bersih • Net earning =Pendapatan bersih • Net Income = Keuntungan bersih • Net Income After Tax = Keuntungan bersih setelah pajak • Net Loss = Kerugian bersih • Net Method = Metode Bersih • Net Profit = Laba bersih • Net Purchase = Pembelian bersih • Net Realizable Value = Nilai bersih yang dapat direalisasikan • Net Sales = Penjualan bersih • Net Worth = Kekayan bersih • Nominal Accounts = Perkiraan nominal • Nominal Value = Nilai nominal • Normal Balance= istilah = Saldo normal • Not Sufficient Fund = Dana tidak mencukupi • Note Payable = Wesel bayar • Note Receivable = Wesel tagih • Note of Financial Statement = Catatan atas laporan keuangan • Notice of Employment = Surat perjanjian kerja. O • Observation of Inventory = Pengamatan persediaan • Observation Of Inventory Taking = Pengamatan perhitungan persediaan • Occupancy Cost = Biaya pendiaman atau penetapan • Office Equipment = Peralatan kantor • Office Salaries Expense = Biaya gaji bagian kantor • Office Supplies = perlengkapan kantor • Office Supplies Expense = Biaya perlengkapan kantor • One Time Voucher procedure = Prosedur pembuatan voucher sekaligus • One Write System = Sistem sekali tulis • Open Item Statement = surat pernyatan elemen-elemen terbuka • Operating Assets = Akifa atau modal oprasi • Operating Expense = Biaya usaha • Operating Sales Budget = Anggaran operasional penjualan • Operating Transaction = Transaksi operasional • Opinion = Pendapat • Opportunity Cost = Biaya kesempataan • Ordering Cost = Biaya Pesanan • Ordinary Repair = Reperasi luar biasa • Organization Chart = Stuktur Ogranisasi • Other General Expense = Biaya umum lainya • Other Longterm Liabilities = Hutang jangka panjang lainnya • Out Of Pocket Cost = Biaya kantong sendiri • Out Tax = Pajak keluaran • Outlay = Pengeluaran • Outstanding check = Cek beredar • Out standing Stock = Saham yang beredar • Over Time = Lembur • Over All Cost Of Capital = Biaya penggunan modal Rata-rata • Over Applied Factory Overhead = Kelebihan aplikasi overhead pabrik • Over draft = Kelebihan penarikan • Over Stated = Terlalu tinggi • Owners Equity = Modal pemilik • Onnership Right = Hak pemilik perusahan. P • Partner in Charge = Partner utama • Partnership =Persekutuan • Payable = Hutang • Payable to Defaulting Sub souder = Hutang kepada pemesanan saham • Payment = pembayaran • Percentage Depletion = Deplesi persentase • Perferred St0ck holder = Pemegang saham istimewa • Performence Report = Laporan pelaksanaan • Premium =Agio • Premium of Prepered Stock = agio Saham preferen • Premium on Bonds Payable = Agio olbigasi • Premium on stock = Agoi saham • Prepaid Advertising = Iklan dibayar dimuka • Prepaid expense = Biaya dibayar dimuka • Prepaid Insurance = Asuransi dibayar dimuka • prepaid Transportation = Transportation sewa dibayar dimuka • Prepayment = pembayaran dimuka • Price Index = Indek harga • Primary working capital = Modal kerja perimer • Process Cost = Biaya proses • Profssional Fess = pendapatan profesional • Profit = laba • Proforma = Proyeksi • Progress Billing to Costomer = harga kontrak yang difakturkan • Property = Kekayan • Property Tax = Pajak keayaan • Purchase = pembelian • Purchase Discount = Potongan pembelian • Purchase Invoice = Faktur pembelian • Purchase journal = Buku harian pembelian • Purchase Method = Metode pembelian • Purchase order =Pesanan pembelian • Purchase Requistion = Permintaan pembelian Q • Qualified Opinion = Pendapat wajar tanpa syarat • Quick Ratio = Ratio aktiva tunai R • R & D Cost = Biaya riset dan pengembangan • Rate of Return = Tingkat pengembalian • Rate of Return on Net Worth = Rentabilitas modal sendiri • Ratio Analysist = analsa ratio • Ratio of Plant Asset to Long term Liability = Perbandingan harga tetap dengan hutang jangka panjang. • Raw Material = Bahan mentah • Raw Material Investory = Persedianan bahan mentah • Raw Material Price Variance = Penyimpangan harga bahan mentah • Realized Gross profit On Installment Sales = Realiasai laba kotor • Re Arrangement = penyusunan kembali • Receivable = Piutang • Receivable Collection Budget =Budget pengumpulan piutang • Receivable Trun Over = Perputaran piutang • Receivable Write Off = Penghapusan piutang • Receiving Account = Laporan penerimaan barang • Reciprocal Account = Perkiraan berlawanan • Recovable From Insurance Companies = Piutang kepada asuransi • Redemption of bound = Penghentian obligasi • Redemption value = Nilai penarikan • Refference = Petunjuk • Registered Bonds = Daftar obligasi • Related Partty transaction = Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan yang istimewa • Reliability = Dapat dipercaya • Rent Earned = Pendapatan sewa • Rent Income = Pendapatan sewa • Re Odrder Point = Titik pesanan kembali • Repair And Maintenance Expense = Biaya perbaikan dan pemeliharan • Repeat Audit = Pemeriksaan yang berulang • Replacement Cost = Nilai ganti • Report = Laporan • Report Form = Formulir laporan • Report Frorm Balance Sheet = Neraca bentuk laporan • Representative Letter Client = Surat pernyatan pelayanan • Required Rate of Return = Tingkat pengembalian yang di inginkan • Resaerch and Development Budget Reserve = Anggaran riset dan pengembangan cadangan • Residual Value = Nilai sisa • Responsibility Accounting = Akuntansi pertanggung jawaban • Responsibility Center = Pusat pertanggung jawaban • Responsibility Reporting Restated = Laporan pertnggung jawaban disajikan kembali • Restrition of Diveden = Pembatasan deviden • Retail Lifo Inventory Method = Metode harga eceran • Retail Merchandsing = barang dagangan dijual dengan eceran • Retail Method = Metode eceran • Retained Earning = Laba yang ditahan • Retained Earning Statement = Laporan laba yang ditahan • Retirement of Bonds = Penarikan obligasi • Return On Invesment = Tingkat pengembalian Investasi • Revaluation = Penerikan kembali • Revennue = Pendapatan • Revenue Center = Pusat penghasi laba • Revenue Expenditure = Pengeluaran pendapatan • Revenue Recognition = Pengakuan pendapatan • Reversing Entries = Ayat jurnal pembalik • Riel Material Invetory Turnover = Perputaran persediaan bahan baku. S • Sefety Stock = Persediaan bersih • Safe Harbor Rule = Aturan perlindungan • Saleries Allowance = Tunjangan gaji • Salary Expense = Beban gaji • Sale On Account = Penjualan kredit • Sales = Penjualan • Sales Budget = Anggran penjualan • Sales Discount = Potongan penjualan • Sales Invoice = Faktur penjualan • Sales Journal = Buku harian penjualan • Sales Mix Variance = Selesih komposisi • Sales order = Order penjualan • Sales Return = Retur penjualan • Sales Salaries Expense = Biaya gaji bagian penjualan • Sale Salaries Payable = Hutang gaji bagian penjualan • Sales Tax = Pajak penjualan • Salvage value = Nilai sisa • Sample Risk = Resiko penarikan contoh • Schedule Of Account Payable = Daftar hutang • Schedule Of Account Receivable = Daftar piutang • Schedule Of Factory overhead = Daftar overhead pabrik • Scrap Value = Nilai barang sisa • Seasonal Working Capital = Modal kerja musiman • Secured Bond = Obligasi yang dijamin • Selling Expense = Biaya penjualan • Semifixed Cost = Biaya semi tetap • Separable Cost = Biaya tambahan • Separation Report = Laporan pemberhentian • Service Firm = Perusahan Jasa • Set Up Cost = Biaya Pesanan • Share holder = Pemegang saham • Shipment On Installment sales = Pengiriman barang cicilan • Short Form Report = Laporan akuntansi bentuk pendek • Shut Down Point = Titik penutupan usaha • Significant = Penting cukup berarti • Simple Average Of Cost = Metode rata-rata sederhana • Single Bookkeeping = Tata buku tunggal • Single entery System = Sistem Pembukuan tunggal • Single step = Langkah tunggal • Sinking Fund = Dana pelunasan / dana pembayaran • Slush Fund = Dana taktis • Social Benefit = Manfaat sosial • Sole Proprietorship = Persahan perseorangan • Sound Value = Nilai sehat • Special Journal = Jurnal khusus • Specified Order Of Closing =Metode urutan alokasi yang diatur • Spoilage = Produksi cacat • Spoiled Goods = Pruduk cacat • Standar of Reporting = Norma pelaporan pemeriksaan • Statement By Director = Surat pernyatanan langanan • Statement Of Changes Financial Position = Laporan perubahan dalam posisi keuangan • Statement Of Changes In Working Capital = Laporan perubahan modal kerja • Statement Of Cost Of Goods Manufacture = Laporan harga pokok produksi • Statement of Finantial Posisition = Laporan posisi keuangan • Statement Of Owners Capital = Laporan perubahan modal • Statement Of Retained Earning = Laporan laba yang ditahan • Statement Of Source And Application Of Fund = Laporan sumber dan penggunaan dana • Step Method = Metode alokasi bertahap • Stock Outstanding = Pertukaran saham • Stock Redemption Fund = Laba yang dibagikan dalam bentuk saham • Stock Right = pemegang saham • Stock Rigth Outstanding = Rapat pemegang saham • Stock Convertion = Dana penarikan saham • Stock Holder Meeting = Rapat pemegang saham • Stock Subcription = Saham yang dipesan • Stock Warrant = Surat hak beli saham • Storage Cost = Biaya penyimpanan • Store Salaries Expense = Beban gaji toko • Straight Line Method = Metode garis lurus • Subsidiary ledger = Buku tambah • Sunk cost = Biaya tersembunyi • Supplementary information S= Penjelasan tambahan • Supplies = pelengkapan • Supplies Expense = Biaya perlengkapan • Surplus = Kelebihan • Supporting Schedule = Daftar tambahan T • T Account = Perkiraan bentuk T • Tangible Asset = Harta berwujud • Tangible Fixed Asset = Aktiva tetap berwujud • Tax Acoounting = Akuntansi perpajakan • Tax Deduction = Pengurangan Pajak • Tax Invoice = Faktur pajak • Tax Return Statement = Surat pemberitahuan pajak • Taxable Firm = Pengusaha kena pajak • Taxable Income = Pendapatan kena pajak • Taxes Expense = Biaya pajak • Taxes Holiday = Pembebasan pajak • Taxes payable = Hutang pajak • Taxes Rate = Tarif pajak • Taxes Return = Pajak yang dikembalikan • Temporary Investment = Investasi sementara • Temporary Proprietorship = Perkiraan pemilikan sementara • Tender Offer = Penawaran dagang • Term Compliance = UJi ketaatan • The old & New Balance Proof = Pengecekan saldo awal dan akhir • Theoritical Capacity = Kapasitas secara teoritis • Three Variance Method = Metode tiga penyimpangan • Tickmarks = Tanda pemeriksaan • Time Value of Money = Nilai waktu dari pada uang • Timing Diffrence = Perbedaan waktu • To Compare = Membandingkan • To Trace = Menelusuri • Total Asset Turn Over = Perputaran total harta • Total Asset To Debts Ratio = Ratio aktifa terhadap utang • Tracks = Taksiran • Trade Discounts = Potongan perdagangan • Trande In = Tukar tambah • Trade Mark = Merk Dagang • Traveling Expense = Biaya perjalan • Treasurer = Pejabat keuangan • Treasury Bill = Surat hutang jangka panjang • Treasury Departement = Departemen keuangan • Trent Analyst = Analysa pengembangan dari waktu ke waktu • Trial Balance = Neraca saldo • Trouble Debt Restructuring = Penataan kembali utang yang macet • Trust Fund = Dana perwakilan • Turn Over = Perputaran • Two bin System = Sistem dua bin • Two collumn Account = Perkiraan dua kolom • Two collumn Journal = Dua kolom jurnal • Two Variance Method = Metode dua penyimpangan U • Unadjusted Trial Balance : Neraca percobaan yang belum disesuaikan • Unearned Income : Sewa diterima dimuka • Uncertainties : Ketidak pastian • Uncollectible Account : Beban penghapusan puitang • Uncollectible Account Receivable : Beban penghapusan piutang • Under Applied Overhead : Overhead yang dibebankan terlalu rendah • Unearned Revenue : Pendapatan diterima dimuka • Unemployment Tax : Pajak pengurangan • Unexpired : Belum kadaluwarsa • Unfavorable Variance : Selisih merugikan • Uniformity : Keseragaman • Unissued Capital stock : Modal saham yang belum beredar • Unit Cost : Harga perunit • Unit Equivalent : Unit setara • Unit Of Output Depreciation : Penyusutan dengan jumlah unut keluaran • Unit Product Cost : Biaya unit produksi • Unit Profit Graph : Grafik laba perunit • Unit Still In Process : Unit dalam Proses • Unlimited Liabilities : Kewajiban tak terbatas • Unqualied Opinion : Pendapatan Wajar • Unvoidable Cost : Biaya yang terhindarkan • Useful Life : Masa Pengunaan V • Valuation Account : Perkiraan pernilaian • Value : Nilai • Value Added : Nilai tambah • Value Added Tax : Pajak Pertambahan Nilai • Value In Use : Nilai pengurangan • Variable Cost : Biaya variabel • Variable Cost Ratio : Rasio biaya Variabel • Variable Efficiency Variance : Penyimpangan effisiensi biaya variabel • Variance Analysist : Analisa selisih • Variance Analysist Report : Laporan analisa penyimpangan • Verability : Daya uji • Vertical Analysist : Analisa Vertical • Volume Variance : Penyimpangan dalam isi • Vouching : Biaya upah • Voucher Register : Pemeriksaan dokumen dasar • Voucher : Dokumen • Voluntary Contribution : Simpanan sukarela W • Working Capital : Modal kerja • Working In Process : Barang dalam proses • Working In Process Inventory : Persediaan barang dalam proses • Wages Expense : Pemeriksaan dokumen dasar • Wages Rate : Biaya upah • Wages And Taxes Statement : Laporan upah dan pajak • Working Paper For Consolidated Balance Sheet : Neraca lajur untuk neraca konsolidasi • Weighted Average : Metode rata-rata terimbang • Weighted Average Method : Metode rata-rata terimbang • working sheet : Neraca Lajur • Working Paper : Kertas kerja • Write Off : Dihapuskan • Write Off Method : Metode penghapusan Y • Yield = Metode penghapusan • Yield Variance = Penyimpangan hasil Z • Zero Base Budgeting = Penganggaran atas dasar nol
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi