Jump to content

CTO_Ngobas

✔ Akun Terverifikasi
  • Jumlah konten

    44
  • Bergabung

  • Terakhir berkunjung

  • Days Won

    8

CTO_Ngobas last won the day on April 30 2018

CTO_Ngobas had the most liked content!

Tentang CTO_Ngobas

  • Rank
    Chief Technology Officer

Metode Kontak

  • Situs
    http://ngobas.com

Pengunjung Profil Terakhir

Halaman pengunjung ini dinonaktifkan dan tidak ditampilkan ke pengguna lain.

  1. Ada Contohnya Pak Artidjo Dan masih banyak lagi Media #ZamanNow kan cenderung bikin berita tentang issue-issue yang terlihat dipermukaan, sementara yang positif-positif justru malah ndak kesorot. Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak.
  2. Hasil sidang memutuskan Dr. Sunarto, S.H., M.H., resmi terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial. Dr. Sunarto, S.H., M.H., meraih 24 (dua puluh empat) suara unggul 3 (tiga) suara dari pesaingnya Hakim Agung Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H., yang meraih 21 (dua puluh satu) suara, sementara satu suara dinyatakan tidak sah. Satu suara yang tidak sah tersebut berisi nama Hakim Agung Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LLM., yang bukan merupakan calon dengan perolehan suara terbanyak dalam voting putaran pertama. Pemilihan ini dilakukan setelah Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial sebelumnya, Suwardi, S.H., M.H., memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2017 lalu. 1 Hari sebelum digelar pemilihan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, Mahkamah Agung melakukan konferensi pers. Adapun pemilihan ini baru digelar sekarang karena adanya isu revisi RUU Jabatan Hakim mengenai Jumlah Wakil Ketua Bidang Non-yudisial. "Mengapa tidak langsung diisi karena ada informasi akan ada revisi UU yang ada perbaikan-perbaikan, antara lain nanti menurut UU yang baru adalah Wakil Ketua ini ada 2, tetapi sampai hari ini tentang ini tidak ada perubahan", ujar Kabiro Hukum dan Humas MA RI, Dr. Abdullah, S.H., M.S., dalam Konferensi Pers yang dihelat pada Hari Rabu 25 April 2018. Berdasarkan ketentuan SK KMA Nomor 78 tahun 2018, Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial dipilih melalui proses voting dari dan oleh Hakim Agung, yang saat ini berjumlah 48 (empat puluh delapan) orang. Keseluruhan Hakim Agung tersebut memiliki hak untuk memilih dan dipilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, hal ini diatur berdasarkan UU No. 14 tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 5 tahun 2004, dan terakhir UU RI No. 3 tahun 2009 yang menetapkan bahwa Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh Hakim Agung. Pada pemilihan hari ini terdapat dua Hakim Agung yang berhalangan hadir (satu orang sakit dan satu orang sedang melaksanakan umrah). Namun ketidakhadiran dua orang Hakim Agung tersebut tidak membatalkan proses pemilihan, karena proses pemilihan dinyatakan sah bila dihadiri oleh paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah Hakim Agung yang ada pada Mahkamah Agung RI. Pada putaran pertama terdapat Sembilan calon Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial terpilih, berikut hasil rekapitulasinya : Dr. Dr. H.M. Hary Djatmiko, S.H., M.S. sebanyak 1 suara Dr. H. Supandi, S.H., M.Hum. sebanyak 6 suara Prof. Dr. H. Takdir Rahmadi, S.H., L.L.M. sebanyak 8 suara Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H sebanyak 9 suara Dr. H. Sunarto, S.H., M.Hum. sebanyak 13 suara Dr. H. Zahrul Rabain, S.H., M.H. sebanyak 3 suara Soltoni Mohdally, S.H., M.H. sebanyak 1 suara Dr.H. Suhadi, S.H., M.H. sebanyak 4 suara Dr. Yulius, S.H., M.H. sebanyak 1 suara Karena tidak memenuhi kuorum, Ketua Mahkamah Agung memutuskan dilakukan pemilihan putaran kedua, dengan calon yang mendapat suara terbanyak yaitu Hakim Agung Dr. Sunarto, S.H., M.H., dan Hakim Agung Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H.,. Dalam sambutannya, Sunarto mengucapkan terima kasih kepada semua Hakim Agung yang telah memilih baik memilih dirinya maupun memilih Hakim Agung Andi Samsan Nganro. "Saya akan berusaha memantaskan diri dalam hal kemampuan dan pengetahuan. Dan saya akan senantiasa menjaga integritas agar dapat membantu para jajaran pimpinan khususnya Ketua Mahkamah Agung dalam mewujudkan visi Mahkamah Agung yaitu mewujudkan badan peradilan yang agung.", Janji Sunarto. Sementara Ketua Mahkamah Agung dalam sambutannya mengatakan selamat kepada pejabat terpilih dan Hatta berharap pejabat tersebut dapat mengemban tugas dan amanah yang dipercayakan kepadanya selama 5 tahun mendatang. "Kami berharap kepada Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial yang baru terpilih dapat bekerja dengan penuh keikhlasan dan bekerja secara cerdas dalam mendukung program-program Mahkamah Agung dalam mewujudkan Badan Peradilan yang Agung.", Harap Hatta. Mengenal Sosok Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial yang baru Sebagai informasi, berdasarkan Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian Mahkamah Agung RI (SIKEP), Sunarto lahir di Sumenep pada 11 April 1959. Sunarto meraih Gelar Sarjana Hukum di Universitas Airlangga Surabaya dengan mengambil konsentrasi Hukum Perdata pada tahun 1984. Dua tahun setelah lulus (1986), Sunarto mengawali karier sebagai Calon Hakim di PN Surabaya dan juga diberikan amanat oleh Ketua Pengadilan setempat (pada masa itu) untuk membantu bidang kepegawaian. Pengabdiannya sebagai Hakim bermula pada tahun 04 Juli 1987 di PN Merauke. Ia bertugas di sana hingga 23 Mei 1992. Dari PN Merauke, Sunarto dipindah ke PN Blora. Ia mengemban tugas di wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur itu dari tahun 1992 hingga 1998. Setelah itu, pada tahun 1998-2003, Sunarto pindah tempat tugas di PN Pasuruan. Kemudian pada tahun 2001 Sunarto berhasil meraih gelar Pascasarjana Hukum Bisnis pada Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Karier Sunarto mulai menanjak ketika dipindah ke PN Trenggalek. Pada tahun 2003, ia diangkat menjadi Wakil Ketua PN Trenggalek dan pada tahun yang sama pula, posisinya naik menjadi Ketua PN Trenggalek. Pada tahun 2005 saat usianya menginjak 46 tahun, Sunarto diangkat menjadi Hakim Tinggi dengan penugasan pertama di Pengadilan Tinggi Gorontalo. Tidak sampai dua tahun bertugas di sana, Sunarto ditarik ke Jakarta untuk menjadi Hakim Tinggi pengawas pada Badan Pengawasan MA. Tugas itu diembannya sejak tahun 2006 hingga tahun 2010. Pada tahun 2010 karier Sunarto menanjak lagi, di Badan Pengawasan MA RI, ia diberi amanah menjadi Inspektur Wilayah II. Kemudian, Sunarto berhasil meraih gelar Doktoral Ilmu Hukum pada Universitas Airlangga pada tahun 2012. Pada 30 September 2013, Sunarto dilantik Ketua MA Hatta Ali untuk menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam mengawasi perilaku Hakim (Kepala Badan Pengawasan). Sunarto juga sempat ditolak sebanyak 2 kali sebagai Calon Hakim Agung oleh DPR pada tahun 2013-2014. Di tahun 2015, ia pun berhasil menjadi Hakim agung. Tahun 2017 lalu Sunarto dilantik sebagai Ketua Kamar Pengawasan. Di lingkungan Mahkamah Agung, sosok Sunarto yang kini mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial dikenal sebagai sosok yang religius, berintegritas tinggi dan berpembawaan kalem. Berita ini dikutip dari Situs Resmi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI
  3. Beberapa hari yang lalu dunia maya sempat dihebohkan dengan berita di mana ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) menyatakan pemblokiran terhadap Google, sontak hal tersebut membuat netizen menjadi berang. Lantas hal apakah yang melatarbelakangi pemblokiran terhadap Google? Berikut salah satu berita yang dikutip dari Situs Berita Rimanews. Masalah ini sudah sering kali dibahas dan tak jemu-jemunya menjadi sorotan utama terkait perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di tanah air kita. Lantas apa akar masalahnya? Tentunya tidak jauh dari Harmfull Content atau konten yang berbahaya. Sebenarnya ini hanyalah masalah sepele yang terlalu dibesar-besarkan dan tidak terletak pada sisi Teknologi Informasi, melainkan lebih menonjol kearah Kepribadian Netizen itu sendiri. Justru yang membuat masalah ini terlihat menjadi sebuah polemik adalah karena Kegaptekan para Wakil Rakyat kita dan juga Organisasi-organisasi yang berada di sekitar kita. Penulis yakin, baik Wakil Rakyat maupun Organisasi (dalam hal ini ICMI) tidak tahu mengenai Fitur Content Filtering yang dimiliki oleh Google. Di samping itu, sudah banyak Penyedia Jasa Layanan Internet (ISP) yang menerapkan Blocking terhadap Situs-situs yang memiliki Harmfull Content. Belum lagi, kini Indonesia juga memiliki UU ITE sebagai pondasi kebijakan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mengatur segala sesuatunya tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jika dilihat dari sisi Teknologi Informasi, masalah ini sudah selesai, namun seperti yang penulis katakan sebelumnya bahwa titik berat masalah ini lebih kearah Kepribadian (psikologis) Netizen itu sendiri. Artinya? Walaupun segala upaya pemblokiran terhadap akses Situs-situs yang memiliki Harmfull Content tersebut sudah digalakan namun tetap saja masih banyak Netizen yang menggunakan segala cara untuk menembus pemblokiran tersebut. Jadi, yang harus diperbaiki adalah Kepribadian (psikologis) Netizen Indonesia yang 'hobby' mengakses Situs-situs bermuatan Harmfull Content tersebut. Masalah lainnya muncul ketika Google diblokir, tentunya layanan yang terkait dengan Google, misalnya : Youtube, GMail, Hangout, Drive, Google Play dan lain-lain sebagainya juga akan ikut terblokir karena bermuara pada sumber jaringan yang sama yaitu Google. Google dianalogikan sebagai pedang bermata dua, di mana dapat menjadi hal yang membantu ataupun justru menimbulkan masalah karena tergantung kepada siapa penggunanya, lagi-lagi hal ini terkait dengan sisi Kepribadian. Kembali lagi ke kutipan berita yang penulis sematkan di atas, dikatakan bahwa Pemerintah harus melakukan penarikan pajak terhadap Google dan Youtube, dasar hukumnya apa? Kalau begitu Facebook, Twitter, Tumblr, Yahoo, Bing, Path, Instagram harus menerima nasib yang sama dengan Google-kah? Pemerintah juga diinstruksikan untuk membuat superserver dan aplikasi yang mirip dengan Google ataupun Youtube? Jelas ini merupakan sebuah statement yang asal-asalan dan hanya akan menjadi isapan jempol belaka. Mengapa? Sebagaimana kita tahu, untuk membangun sebuah Sistem yang serupa dengan Youtube diperlukan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang mumpuni, di mana untuk mewujudkannya perlu pengorbanan biaya yang sangat besar. Sementara hutang negara kitapun semakin menumpuk dan juga kondisi ekonomi Indonesia juga tidak sedang dalam kondisi yang baik. Selain karena alasan finansial, sumber daya manusia di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada di negara kitapun masih sangat terbatas, diperlukan sumber daya manusia yang handal untuk membuat, mengembangkan, mengelola dan merawat Sistem yang sebesar Google. Dalam kutipan berita di ataspun terdapat sebuah pernyataan sebagai berikut : "dengan aplikasi milik orang Indonesia maka isinya pun dapat kita hindarkan dari kekerasan". Pernyataan tersebut tidak berlandaskan dan terkesan imajiner, faktanya forum-forum diskusi online, jejaring sosial ataupun situs-situs yang berada di negara kita juga masih memiliki konten bermuatan negatif seperti kekerasan dan khususnya konten bermuatan SARA yang dicampuradukan dengan Politik. Nyatanya? Situs-situs tersebut masih bisa diakses secara bebas oleh siapapun. Jelas sudah, hal ini membuktikan bahwa aplikasi milik orang Indonesiapun tidak menjamin adanya konten yang sehat. Kemudian dalam kutipan berita di atas juga terdapat statement yang menyatakan demikian : "Artinya, setiap informasi yang masuk ke kepala setiap WNI mesti diketahui oleh negara", jika hal ini terjadi maka dimanakah letak demokrasi? Dan jika hal ini terjadi, apakah bedanya dengan penduduk di Negara Paman Sam dimana mereka selalu dipantau oleh NSA (Pemerintah)? Sejatinya aktivitas dunia maya pun membutuhkan privasi sama seperti aktivitas pada dunia nyata. Pemerintah dan masyarakat perlu mendalami mengenai Etika dan Privasi dalam Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Satu hal yang menggelitik adalah statement terakhir, yaitu : "Itu juga berarti bahwa data tentang setiap penduduk RI pengguna internet mestinya benar-benar dimiliki oleh perusahaan internet milik orang Indonesia dan menggunakan superserver yang ada di Indonesia". Loh memangnya saat ini data penduduk RI pengguna internet ada di tangan siapa? Ada di Amerika-kah? di Australia-kah? Apabila datanya memang ada di Indonesia, apakah memang benar dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah ataukah dimiliki oleh Pihak ke-3 (ketiga)? Penulis juga merupakan Pegawai Negeri Sipil dan paham mengenai Proyek-proyek yang berada di dalam Pemerintahan. Biasanya suatu Proyek ditangani oleh Pihak ke-3 (ketiga) melalui pelelangan secara elektornik/umum maupun penunjukkan langsung terhadap suatu vendor. Dari banyaknya hal yang penulis sampaikan, sejatinya memang benar bahwa Pemerintah, Masyarakat dan Organisasi Masyarakat masih belum paham mengenai dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (GAPTEK). Bahkan tidak tahu mengenai keadaan 'Behaviour Netizen' di Negeri Kita, pantas saja masalah IT dan Non-IT mereka tidak bisa membedakannya. Ditulis oleh : Stefanus Dwi Putra Medisa, S.Kom Penulis adalah Pegawai Negeri Sipil Mahkamah Agung RI yang bekerja pada bidang IT.
  4. Happy SYSADMIN Day buat CTO_Ngobas #NgucapinKeDiriSendiri 

    1. Sam

      Sam

      Happy SysAdmin Day @CTO_Ngobas :salaman

  5. Kabar gembira datang dari salah satu lembaga penegakan hukum di Ibu Kota yakni Pengadilan Agama Ngomong-ngomong apa sih Ndral Pengadilan itu? Nah sebelum ane menyampaikan kabar sukacita ini, ane jelasin dulu apa itu Pengadilan dan apa itu Peradilan? Pengadilan adalah Badan atau Instansi resmi yang melaksanakan Sistem Peradilan berupa memeriksa, mengadili, dan memutus perkara Bentuk dari Sistem Peradilan yang dilaksanakan di Pengadilan adalah sebuah forum publik yang resmi dan dilakukan berdasarkan hukum acara yang berlaku di Indonesia. Sedangkan Peradilan adalah segala sesuatu atau sebuah proses yang dijalankan di Pengadilan yang berhubungan dengan tugas memeriksa, memutus dan mengadili perkara dengan menerapkan hukum dan/atau menemukan hukum Sekarang Jendral dan Jendralwati udah pada tahu donk bedanya Pengadilan dan Peradilan, ya kan? Nah lingkungan Peradilan di Indonesia, seperti : Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara, berada di bawah naungan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Yang akan kita bahas di taufik kali ini adalah tentang Pengadilan Agama, Pengadilan Agama merupakan salah satu penyelenggara kekuasaan kehakiman yang memberikan layanan hukum bagi rakyat pencari keadilan yang beragama islam mengenai perkara perdata tertentu yang diatur dalam Undang-undang. Kekuasaan kehakiman dilingkungan Peradilan Agama dilaksanakan oleh Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama yang berpuncak pada Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai Pengadilan Negara tertinggi. Kalo Jendral dan Jendralwati suka nonton tayangan Infotainment kan suka ada tuh Artis yang Kawin-Cerai, nah biasanya Sidang Perceraian ini dilaksanakan di Pengadilan Agama Pastinya Jendral/Jendralwati belom pada tahu donk kalo salah satu Pengadilan Agama di Ibu Kota kita ini baru saja meraih Sertifikat ISO? Yak betul, Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan baru-baru ini berhasil meraih Sertifikat ISO Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia, Nurhadi, memberikan penghargaan khusus kepada segenap Jajaran Pengadilan Agama Jakarta Selatan yang baru saja mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2008, adapun penghargaan tersebut ditujukan kepada Satker dan Ketuanya. “Reward yang akan saya berikan untuk PA Jakarta Selatan adalah infrasturktur IT, dan ketuanya akan kita bawa di tataran pimpinan,” ujar Nurhadi PA Jakarta Selatan menjadi pengadilan pertama dari empat lingkungan peradilan di wilayah DKI Jakarta yang sukses meraih Sertifikat ISO. Secara nasional, PA yang diketuai Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H. itu menjadi satker keempat di bawah MA yang meraih Sertifiikat ISO setelah Pusdiklat Kepemimpinan dan Manajemen, PA Stabat dan PN Bau-bau Nurhadi menegaskan bahwa dirinya tak sekadar mengumbar janji. PA Stabat yang meraih Sertifikat ISO pada Agustus 2014 adalah contohnya. Kini PA Stabat telah menerima dan memakai Kendaraan Dinas yang terbaru, sebagaimana dijanjikan Sekretaris MA ketika meninjau langsung PA di wilayah PTA Medan itu. Nurhadi menilai, keberhasilan PA Jakarta Selatan meraih Sertifikat ISO layak dibanggakan dan diberi apresiasi tinggi, karena PA yang gedungnya berlokasi tidak jauh dari Kebun Binatang Ragunan itu dapat menginspirasi ratusan Pengadilan lainnya, khususnya yang berada di Wilayah DKI Jakarta. Keberhasilan PA Jakarta Selatan juga sejalan dengan Visi MA untuk menjadi Badan Peradilan yang Agung. Selain itu, ISO juga sejalan dengan yang dicanangkan Sekretaris MA, baik dalam jangka pendek,menengah maupun panjang, yaitu dalam aspek kinerja dan pelayanan. “Saya terinspirasi. Saya ingin seluruh Satker tersertifikasi. Go international,” ujar Pejabat Eselon I yang membawahi Tiga Ditjen dan Tiga Badan itu. Hal lain yang membuat Nurhadi terkesan ialah komitmen pimpinan dan jajarannya, meskipun tidak didukung dengan anggaran untuk menyelenggarakan sertifikasi ISO. “ISO PA Jakarta Selatan ini luar biasa. Demikian juga dengan yang lain-lainya. Tidak ada anggaran dari DIPA, tapi swadaya. Hanya Rp 47 juta. Uang segitu untuk dua kali buka puasa bersama sudah habis,” ujarnya. Dalam acara yang dihadiri para Hakim Agung dari Kamar Agama, Para Pejabat Eselon I dan II MA serta para Ketua PTA itu, Ketua PTA Jakarta Dr. H. Khalilurrahman, S.H., M.H. selaku tuan rumah bercerita mengenai keberhasilan salah satu Satker di Wilayahnya meraih Sertifikat ISO. Ada serangkaian proses yang mesti dijalani, mulai dari adanya komitmen pimpinan, pembentukan tim hingga audit internal. “Prosesnya tidak mudah,” ujarnya. Dalam tempo tidak sampai setengah tahun, PA Jakarta Selatan mempersiapkan diri dan terus berbenah “Kita memakai filosofi sepi ing pamrih, rame ing gawe,” kata Khalilurrahman. Maksudnya, menggencarkan usaha tanpa mengharapkan apa-apa. Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.IP., M.Hum. tidak menyangka Pengadilan Agama Jakarta Selatan mampu berbenah diri lebih cepat dari dugaannya, hingga kemudian berhasil meraih Sertifikat ISO 9001:2008 Prof Manan berharap agar PA Jakarta Selatan sanggup mempertahankan pencapaiannya, sehingga pada akhirnya dapat menyediakan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Pencari Keadilan. “Kita ciptakan rasa aman, nyaman, menyenangkan semua pihak, cepat dan mudah, karena orang-orang yang datang ke sini adalah orang-orang bermasalah,” tuturnya. Prof Manan juga berharap agar PA-PA lain segera mengikuti jejak PA Stabat dan PA Jakarta Selatan yang telah meraih Sertifikat ISO. “MA akan memberi apresiasi setinggi-tingginya,” ia menegaskan. Ketua PA Jakarta Selatan Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H. mengaku sangat tersanjung dengan apresiasi yang diberikan Sekretaris MA. Dalam hal dukungan infrastruktur IT, pihaknya sangat berterima kasih, karena akan berimplikasi pada peningkatan pelayanan di PA Jakarta Selatan “Untuk reward pribadi, pada prinsipnya sebagai prajurit hanya ingin berbuat yang terbaik untuk lembaga. Ditempatkan di mana saja saya siap,” ujar alumnus diklat yang diselenggarakan Lemhanas itu. Sumber : http://badilag.net/seputar-ditjen-badilag/seputar-ditjen-badilag/ini-reward-dari-sekretaris-ma-kepada-pa-jakarta-selatan
  6. Kalo lagi Passion-passionnya untuk Ngoding ya kayak gini, Digeberrrr ... Nah kalo pas lagi Ambruk, jangankan Ngoding, buka Laptop cuma buat Yusup-an

  7. Ada Beragam Problematika di Dunia Ini Yang Tidak Memiliki Determinan, Namun Bukan Berarti Tidak Memiliki Solusi. Biasanya, Pemecahannya Berupa Hal Imajiner bahkan Sesuatu Yang Transfinit. 

  8. Di dunia Elektronika kita mengenal Tombol RESET yang fungsinya mengembalikan keadaan Settingan seperti semula. Di dunia Manusiapun juga ada Tombol RESET seperti itu, Namun tidak semua orang dapat menemukannya apalagi menekannya.

  9. Detik.com Present dPreneur Tanggal : Minggu 14 Juni 2015 Waktu : 09.00 wib - 18.00 wib Lokasi : Dyandra Convention Center. Jl. Basuki Rahmat 93-105, Surabaya detikcom bekerjasama dengan Pemkot Surabaya menggelar dPreneur Spesial Surabaya. Acara 1 hari dengan rangkaian kegiatan workshop dan seminar (gratis) mengenai tips berusaha langsung dari pebisnis handal. Acara ini diramaikan juga oleh pasar kreatif yang berisi produk-produk kreatif dari Surabaya. Seminar akan dipersembahkan oleh beberapa figur seperti : Chairul Tanjung Tri Rismaharini Bahlil Lahadalia Yansen Kamto Workshop akan dipersembahkan oleh beberapa figur seperti : Pongki Barata (Musisi, Produser, Song Writer) dengan materi : Tips menciptakan karya musik yang memiliki nilai jualDennis Adhiswara (Sineas, Owner Layaria) dengan materi : Ayo bikin Online Video dan share!Faza Meonk (Visual Entertainer, Komikus) dengan materi Desain karakter untuk dikembangkan sebagai IP (Intelectual Property)Tertarik dengan Workshop seru ini? Yuk buruan daftar sekarang di sini : http://event.detik.com/event/detil/52/d-39-preneur-surabaya dPreneur juga mengadakan beberapa Kompetisi (gratis) menarik, diantaranya : Kompetisi Musik, Kompetisi Online Video dan Kompetisi Komik. Ayo! Tunjukkan sisi kreatifmu dengan mengikuti kompetisi Desain / Video / Musik berhadiah total Rp 30 juta. Untuk Tema Kompetisi Komik : Ceritakan bagaimana pengaruh teknologi di dalam pergaulanmu dalam kehidupan sehari-hari dalam 4 panel komik yang menarik. Silahkan mendaftar melalui tautan berikut : http://dpreneursurabaya.detik.com/kompetisi/daftar/komik Untuk Ketentuan Kompetisi Video : Kirimkan karya Video Komedi atau Video Tutorial berdurasi max. 60 detik. Silahkan mendaftar melalui tautan berikut : http://dpreneursurabaya.detik.com/kompetisi/daftar/video Untuk Tema Kompetisi Musik : Musik yang dibuat haruslah memiliki Tema tentang Surabaya. Silahkan mendaftar melalui tautan berikut : http://dpreneursurabaya.detik.com/kompetisi/daftar/musik Karya peserta yang sudah masuk ke meja panitia akan ditampilkan langsung di situs http://dpreneursurabaya.detik.com/showcase/video Keterangan lebih lanjut klik : http://dpreneursurabaya.detik.com/#home
  10. Sebenernya itu kemaren fitur untuk URL (yang icon rantai) ngga working. Makanya ane copas aja. Sebenernya linknya Working cuma harus dicopas sampe yang bagian tulisan Lomba.pdf/download.
  11. TANGSEL - Menjelang Pilkada pada Desember 2015 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan mengadakan Lomba Design Maskot dan Lomba Pembuatan Jingle untuk gelaran acara tersebut, dengan total hadiah Rp 24 juta, khusus untuk masyarakat Kota Tangerang Selatan. Lomba ini ditujukan untuk mengajak masyarakat, khususnya warga Tangerang Selatan untuk terlibat langsung pada pesta demokrasi bagi warga Tangsel ini. Selain itu, diharapkan hasil lomba ini akan menjadi media/symbol yang dapat mengajak masyarakat untuk turut serta memilih pada Pilwalkot nanti. Dalam lomba ini, Igfar Pramarizki, pendiri sekaligus mentor TRAFFIK Academy didaulat untuk menjadi juri di lomba desain maskot ini. Adapun syarat lomba Desain Maskot dan Jingle Pilwalkot 2015 adalah sebagai berikut : DESKRIPSI LOMBA : Pembuatan Maskot dan Jingle adalah bagian dari strategi penguatan sosialisasi pelaksanaan Pilwalkot Tangsel 2015. Maskot dan Jingle Pilwalkot Tangsel adalah ikon dari komitmen dan semangat KPU Kota Tangerang Selatan untuk menyemarakkan penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan Tahun 2015, yang bertujuan untuk : Mendorong optimisme masyarakat terhadap pelaksanaan Pilwalkot Tangsel 2015 yang edukatif, damai, demokratis, partisipatif, dan bermartabat. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan Pilwalkot Tangsel 2015. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Mensosialisasi rangkaian tahapan pelaksanaan Pilwalkot Tangsel 2015. Menjadikan pelaksanaan pilwalkot tangsel sebagai gebyar perayaan hak politik masyarakat Tangsel. TEMA : “GO (Gerakan Optimisme) Pilwalkot Tangsel 2015 yang aktif, partisipatif, berintegritas dan asyik” PILIHAN SLOGAN Katakan Tidak Pada Politik Uang Suaramu Untuk Masa Depan Tangsel Berani Memilih Untuk Memilih Suaraku Tak Bisa Dibeli Gak Nyoblos Gak Keren KETENTUAN UMUM Peserta Tidak Dipungut Biaya pendaftaran. Formulir pendaftaran dapat diunduh di website KPU Kota Tangerang Selatan (www.kpud-tangselkota.go.id) atau melalui QR Code lomba yang terlampir pada poster acara. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 2 karya terbaiknya yang merupakan hasil karya asli dan orisinil yang dapat dipertanggungjawabkan, dan belum pernah dipublikasikan . Mengirimkan karya kepada KPU Kota Tangsel: Panitia Lomba Sosialisasi Kreatif Pilwalkot Tangsel 2015, KPU Kota Tangerang Selatan Jl. Buana Kencana No. 12 Blok E XII, Perumahan BSD City Karya dikirimkan selambat-lambatnya pada tanggal 5 Juni 2015 Cap Pos atau tanggal 9 Juni 2015 yang diantar langsung (ke kantor KPU Tangsel) Pemenang lomba akan diumumkan di website KPU Tangsel pada tanggal 11 – 15 Juni 2015 dan akan dihubungi oleh pihak panitia secara langsung melalui telpon dan surat resmi. SYARAT PESERTA LOMBA Peserta adalah warga Kota Tangerang Selatan yang ditunjukkan dengan fotocopy KTP atau Kartu Keluarga, baik perorangan ataupun yang mengatasnamakan kelompok, termasuk Badan Usaha/Asosiasi/Perorangan/Kelompok, Penyedia, Lembaga Pendidikan/Riset dan lain-lain yang berdomisili di Kota Tangerang Selatan, dan atau pelajar/mahasiswa dari lembaga pendidikan yang ada di kota Tangsel yang ditunjukkan dengan fotocopy kartu pelajar/mahasiswa atau surat keterangan dari lembaga pendidikan yang bersangkutan. Seluruh pejabat dan pegawai KPU Kota Tangerang Selatan, tim juri lomba, peserta yang terafiliasi dengan Tim Juri dan KPU Tangsel dilarang mengikuti lomba. WAKTU LOMBA Penyerah Karya : 19 Mei – 9 Juni 2015 Penilaian: 5 Juni – 10 Juni 2015 Pengumuman Pemenang: 11 Juni – 15 Juni 2015 Penyerahan Hadiah: 16 Juni 2015 TIM JURI Lomba Jingle : Taufik A. Adam (Musisi, Composer, Music Director) Akmal Kallabe (Pengajar & Composer) Rudy Gani (Penggiat Demokrasi & Komunikasi) Lomba Maskot : Fatur (Freelance Designer) Igfar Pramarizki (Pendiri dan Mentor TRAFFIK Academy) Agus Supadmo (KPU Provinsi Banten) KRITERIA PENILAIAN Lomba Jingle : Orisinalitas, kreativitas, dan musikalitas Kesesuaian dengan tema Mencitrakan optimisme masyarakat Tangsel dalam pelaksanaan Pilwalkot Lomba Maskot : Orisinalitas, kreativitas, dan keindahan desain maskot Kekuatan karakter dan detail desain maskot Mencitrakan tugas KPU sebagai penyelenggara pemilu yang mandiri, jujur, adil, berani, efektif, efisien, dan professional. HADIAH Total Hadiah: Rp.24.000.000 + Trophy + Sertifikat Juara I : Rp.6.000.000 + Trophy + Sertifikat Juara II : Rp.4.000.000 + Trophy + Sertifikat Juara III : Rp.2.000.000 + Trophy + Sertifikat *pajak hadiah ditanggung pemenang INFORMASI LEBIH LANJUT SILAHKAN KLIK TAUTAN BERIKUT http://www.kpud-tangselkota.go.id/index.php/component/joomdoc/Ketentuan dan persyaratan Lomba.pdf/download Sumber : http://tangerangnews.com/kota-tangerang/read/14737/KPU-Tangsel-Gelar-Lomba-Design-Maskot-Pilkada https://motorbiru.wordpress.com/2015/05/13/sambut-pilwalkot-kpu-tangsel-adakan-lomba-desain-maskot-berhadiah-total-24-juta-rupiah/
  12. Test New Technology

    1. Sam

      Sam

      Welcome CTO, that is your first status. :ketawa

  13. Review Internet.org Nah kebetulan ane barusan udah icip-mengicip tentang Internet.org ini, Jendral/Jendralwati juga kepingin tau kan hasil cicipannya? Nah nih dia nih Reviewnya ... Untuk saat ini sepertinya Internet.org hanya bisa melayani perangkat Mobile khususnya Android dengan menggunakan Jasa Telekomunikasi/Provider/Operator GSM dari Indosat. Kebetulan ane menggunakan Android dan juga merupakan pelanggan Indosat (ngga bermaksud promo) Bagi Jendral/Jendralwati yang menggunakan Android dan Kartu GSM Indosat bisa langsung mengakses Situs http://internet.org melalui Browser Chrome Android ataupun menggunakan Aplikasi Android yang bisa Didownload di https://play.google.com/store/apps/details?id=org.internet&hl=en_GB Pada percobaan pertama ane dengan PEDE-NYA langsung mengakses Situs Internet.org menggunakan Koneksi Internet rumah (Telkom). Namun hasilnya adalah ZONK! Bisa Jendral/Jendralwati liat sendiri gambar di atas, untuk menikmati layanan Internet.org harus menggunakan Jasa Telekomunikasi/Provider Indosat, untuk ISP/Provider/Operator lain masih belum bisa Pada pecobaan kedua ane mencoba Tetheringan WiFi lewat Smartphone ane yang menggunakan GSM dengan kartu Indosat (kondisi tanpa berlangganan paket Data Indosat). Setelah Laptop ane terkonek dengan WiFi Tethering yang dibuat oleh si Smartphone, ane membuka Browser Mozilla Firefox dan masuk ke http://internet.org Namun hasilnya adalah Naas, bisa Jendral/Jendralwati liat sendiri pada gambar di atas. Untuk menikmati layanan Internet.org harus menggunakan Aplikasi Android atau diakses lewat Browser Android dengan menggunakan Koneksi Internet dari Indosat Wah padahal ane udah pake Indosat nih, wah berarti cuma bisa di Android aja nih, EITSSSS ... Jangan berkecil hati dulu Ndral! Untungnya Internet.org ini masih memiliki BUG Masih dipercobaan ke-2 namun dengan sedikit Trick pada Mozilla Firefox yang ane gunakan di Laptop anepun BERHASIL menikmati layanan ini tanpa harus menggunakan Gadget Android, tanpa harus menggunakan Aplikasi Android dan tanpa harus menggunakan Aplikasi Browser yang ada di Android Nah bisa Jendral/Jendralwati liat sendiri halaman utama dari Situs layanan Internet.org ini. Selanjutnya hanya tinggal mengklik OK aja dan nanti akan disediakan halaman yang berisi pilihan Situs-situs yang bisa diicip secara gratis melalui layanan Internet.org ini Nah coba Jendral/Jendralwati liat pada gambar di atas adalah Situs-situs yang bisa diakses secara gratis melalui layanan Internet.org ini. Situs-situsnya antara lain : 1. AccuWeather 2. Ask.com 3. Baby Center & MAMA 4. Bola.net 5. Facebook Zero (Zero Facebook / 0.facebook.com) 6. Girl Effect 7. JobStreet 8. KapanLagi.com 9. Kelase 10. Merdeka.com 11. OLX.com 12. Penuntun Hidup Sehat UNICEF 13. Tokopedia.co 14. Wattpad dan 15. Wikipedia Kemungkinan masih akan bertambah lagi ndral, karena sekarang ini masih tahap testing dan kemungkinan bulan depan akan bertambah lagi Situs yang akan dimasukkan ke dalam layanan Internet.org ini Ane berharap semoga Ngobas.com juga bisa masuk Nah sekarang ane coba icip buka Merdeka.com dari layanan Internet.org ini Bisa terlihat jelas kalo Domain Merdeka.com pada layanan Internet.org ini sudah berubah menjadi iorg-merdeka-com.0.internet.org. FYI! semua Domain Situs-situs pada layanan Internet.org ini akan dirubah dan dipointing ke Sub-Domain yang sudah diatur oleh layanan Internet.org ini. Namun apabila Jendral/Jendralwati mengakses secara langsung Domain tersebut tanpa akal-akalan dan tanpa menggunakan Jasa Layanan Telekomunikasi dari Indosat maka tidak akan bisa Terlihat juga kalo Situs Merdeka.com versi Internet.org ini merupakan Situs Merdeka.com versi Mobile. Bagi Jendral/Jendralwati yang suka membuka Situs Merdeka.com melalui Browser Mobile / Browser Android pasti sudah tak asing dengan tampilannya. Silahkan bandingkan gambar tampilan Situs Merdeka.com tersebut dengan yang versi Browser PC, pasti berbeda! FYI! semua Situs-situs pada layanan Internet.org ini merupakan Situs-situs Mobile, dalam artian tampilan Situs mereka adalah tampilan yang versi Mobilenya. Loh kenapa dibuat kayak gini Ndral? Karena tampilan Situs yang versi Mobile akan dibuat seringkas mungkin, sesederhana mungkin dan seringan mungkin namun powerfull tanpa mengurangi fitur-fitur utama dari Situs yang normalnya. Tentunya ini berhubungan dengan penekanan pemakaian Bandwidth yang seminim mungkin agar efisien dan Sustainable bagi Operator Seluler. Contoh lainnya adalah dua layanan Facebook dan Messenger yang sengaja dibuat versi "ringan", khusus untuk pengguna akses gratis Internet.org. Sekian ... Eits tunggu dulu Ndral, kasih tau dong BUG supaya bisa ngakses Internet.org pake Indosat tanpa harus lewat Aplikasi Android atau tanpa harus pake Browser Android Caranya Simpel, cukup modifikasi User Agent Browser di PC/Laptop/Notebook/Netbook menjadi User Agent yang sama seperti Google Chrome di Android Lebih detail lagi dong? Silahkan berusaha sendiri ya karena ini Illegal jadi ane ngga berhak untuk membeberkannya lebih lanjut
    1. kotawa

      kotawa

      apa itu internet.org? semacem bolt gitu?

×
×
  • Membuat baru...

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi