Jump to content

Corei5

Member
  • Content Count

    65
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    3

Corei5 last won the day on November 1 2015

Corei5 had the most liked content!

4 Followers

About Corei5

  • Rank
    Magang
  • Birthday 03/06/1993

Profile Information

  • Gender
    Male

Recent Profile Visitors

3,134 profile views
  1. Kabar pembelian Yahoo oleh Verizon menimbulkan tanda tanya bagi pengguna layanan email yang digunakan untuk masuk ke akun Yahoo Finance dan Yahoo Sports. Baik Yahoo maupun Verizon sendiri saat ini masih belum memberikan informasi mengenai bagaimana kelanjutan dari layanan perusahaan mesin pencari ini. Berdasarkan informasi yang tersiar di Associated Press yang mewawancari CEO Yahoo, Marissa Mayer mengatakan bahwa Verizon akan tetap menggunakan nama Yahoo sebagai merek tersendiri. Kemudian soal layanan email, Yahoo memiliki jumlah pengguna terbesar kedua di Amerika Serikat, bahkan lebih populer lagi di kawasan Eropa dan Amerika Latin. Untuk itu, Verizon akan tetap menggunakan nama Yahoo sebagai layanan email, ungkap pengamat Paul Verna. Jika melihat kepada layanan AOL yang sama-sama dibeli Verizon, pengguna yang memakai jasa emailnya tidak perlu menggantinya ke alamat email baru untuk bisa masuk ke layanan AOL. Malahan, AOL memberikan peningkatan kapasitas email dan lampiran. Sementara itu untuk bisnis website-nya sendiri, Yahoo akan mendukung pengiklan dan konten dalam memperluas pencapaian dan teknologi AOL. Meski begitu, perusahaan tersebut diketahui telah menutup beberapa divisi kontennya seperti Yahoo Health, Yahoo Real Estate, dan lima lainnya. Untuk saat ini, yang masih tersisa hanyalah Yahoo Finance dan Yahoo Sports.
  2. perusahaan ini sama kayak apple, lebih mengarah peduli terhadap privasi pengguna
  3. Kemampuan sebuah komputer saat ini tidak bisa dinilai dari ukuran besar kecilnya. Bahkan tak menutup kemungkinan sebuah PC mini pun kini bisa menghadirkan kemampuan yang tak kalah jika dibandingkan dengan PC desktop biasa. Salah satunya adalah PC mini yang diluncurkan oleh Giada bernama Giada i80. PC mungil yang satu ini merupakan produk pesaing dari Intel NUC. Hadir dengan ukuran yang mungil berdimensi 16.6 x 111 x 47.5 mm, Giada i80 ini menawarkan kemampuan yang canggih. Pihak Giada pun menyediakan PC mini ini dengan opsi prosesor Intel Core i3-6100U dan Core i5-6200U. Kehadiran prosesor Intel Skylake pada komputer desktop mini ini pun menawarkan performa yang tidak kalah jika dibandingkan dengan sebuah laptop. Terlebih kedua opsi prosesor yang disediakan oleh Giada ini merupakan prosesor low power, yang masing-masing mempunayi TDP 15W dan 25W. Kedua model PC mini Giada tersebut sama-sama dilengkapi dengan Intel HD Graphics, dukungan RAM DDR3L-1600 berkapasitas hingga 16GB serta mendukung sarana penyimpanan berbasis mini PCIe/mSATA 2.5 inci. Tak ketinggalan, Giada i80 ini juga diluncurkan lengkap dengan berbagai jenis konektivitas. Mulai dari HDMI dan mini DisplayPort yang sama-sama mendukung layar 4K, Gigabit Ethernet, empat port USB 3.0 serta slot mini PCIe untuk wireless card. Sayangnya, pihak Giada belum mengungkapkan secara resmi harga jual dari produk terbarunya ini. Kita tunggu saja informasi selanjutnya terkait ketersediaan serta harga jual dari PC mini Giada i80 ini.
  4. belajar teknlogi diluar negeri dan di Indoensia sangat jauh perbedaannya

  5. happy birthday ndral, bagi prosesornya donk...

  6. Selamat ulang tahun ya ndral

  7. Intinya hewan itu sama kayak manusia. Punya otak aja Ya asli lah ndral
  8. Itu kalo ada 1 pegawai yang lalai atau lupa kerjanya karena terlalu sering, ngeri juga kita makan.
  9. Gak ada yg birthday hari ini

  10. Tidak ingin mengambil kesempatan yang merugikan. Haha

  11. Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan untuk mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017, bisa merujuk pada skenario Pilgub DKI 2007 lalu. Menurutnya, jika flash back pada Pilgub DKI 2007 terdapat dua pasangan calon yakni Adang Daradjatun bersama Dani Anwar melawan Fauzi Bowo (Foke) bersama Prijanto. Saat itu, Adang yang merupakan mantan Wakapolri hanya diusung PKS. Sedangkan, Foke diusung 20 gabungan partai politik. “Mengalahkan Ahok mungkin kejadian Foke lawan Adang Daradjatun. Kejadiannya bisa terjadi lagi, tapi parpol kan biasanya pragmatis. Saya lihat PDIP bisa saja tidak koalisi, Nasdem kan bergabung ke Ahok,“ kata Hendri. Skenario lain, menurutnya, jika Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini mendeklarasikan diri turun ke Pilgub DKI mungkin keadaanya bisa berbeda. Sebab dari hasil survei Kedai KOPI, tingkat efisiensi (suka lalu memilih) Risma dan Ridwan Kamil bisa menurunkan elektabilitas Ahok. “Risma lebih mengerikan dari Ridwan Kamil. Jika Risma deklarasi maju, tingkat elektabilitas Ahok turun dari 43 persen ke 35 persen. Sementara Ridwal Kamil kalau dia memutuskan maju Ahok turun tingkat elektabilitasnya ke 39 persen,” jelasnya. “Ridwan Kamil bisa saja maju walau sudah membuat pernyataan tidak maju. Contohnya Jokowi di Pilgub katanya mau konsentrasi di Solo tapi akhirnya maju juga karena ditugasi partai. Sampai hari ini memang dari hasil survei belum ada sejajar Risma dan Ridwan Kamil,” sambung Hendri. Sementara itu masih ada suara mengambang 57 persen. Suara mengambang ini adalah mereka yang belum menentukan pilihan. “Kalau head to head akan ada kejutan karena Ahok hanya memiliki elektabilitas 43 persen ada sisa 57 persen masa mengambang bisa diambil,” pungkasnya. (Fid) (wal)
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy