Jump to content

Reynaldo

Member
  • Content Count

    39
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    4

Reynaldo last won the day on December 10 2015

Reynaldo had the most liked content!

About Reynaldo

  • Rank
    Magang
  • Birthday 08/17/1996

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Interest
    Here to make Jesus famous by #spreadingGod! #ChristianMan 18 yrs. Reseller Vivan and Hippo Powerbank! Info : 3276D2CF and 088210681907

Contact Method

  • Twitter
    reycaruz
  • Facebook
    reynaldo.icaruz

Recent Profile Visitors

4,580 profile views
  1. mantap kali ini tema =D nice nice

  2. pusing nyari kerja, santai dulu liat ngobas

    1. Sam

      Sam

      Jangan lupa berdoa supaya Tuhan kasih jalan yang terbaik. Jalan Tuhan nggak selalu cepat, tapi yang terbaik.

    2. Reynaldo

      Reynaldo

      RT(y)

  3. hello i'mback here^^

  4. web ngobas di native browser ringan yaa, makan kuota cuman dikit:D

    1. ega

      ega

      apa itu native browser?

    2. PusatInformasi
    3. Reynaldo

      Reynaldo

      @ega: browser nya BB mas hahaha.

      @PusatInformasi: iya, loading nya kalo pindah page doang, kalo buka notif segala macem kaga kena kuota.(Y)

  5. Wanjirrr keren juga nih jendral mecahin masalah segitiga bermuda. Sebenarnya baru kali ini gua denger ada kaya begituan
  6. Informasi seputar pengetahuan Games bisa kalian dapat di Ngobas http://j.mp/e-Game

    1. PusatInformasi
    2. Reynaldo

      Reynaldo

      Yooeeh ndral, mau berbaur dgn dunia games lagi hehehe._.

  7. Inspiring. Giving is the prove of love. Love is the language of universe https://www.facebook.com/photo.php?v=236684673188862 Mungkin sudah ada yg pernah menonton video dari Thailand ini, Video ini kami edit sedikit untuk menterjemahkannya. Truemove adalah bagian dari persusahaan True Corporation asal Thailand yg bergerak di bidang multimedia dan internet dan sering mengankat kisah2 nyata untuk membuat ikalan2 mereka. Semoga video ini dapat menjadi pelajaran hidup bagi kita semua tentang rasa empati,tolong menolong dan keiklasan memberi
  8. bosen yah di kasur mulu-_-

    1. c0d1ng

      c0d1ng

      hati hati dikasur nanti mainin si dedeknya. :D

    2. Reynaldo

      Reynaldo

      bruakakakakak bisa aje si jendral xD

  9. Waiting for pewds continue play dreadout

  10. ulalalalala besok ada meeting ngobas yaa?

  11. Reynaldo

    Banished

    Review Banished: Game Simulasi Kota yang Menantang! Berapa banyak dari Anda – para penggemar game simulasi tata kota yang harus kecewa dengan arah yang dibawa Maxis dan EA di seri terbaru SimCity tahun lalu? Terlepas dari kualitas seri terdahulu yang memang cukup memfasilitasi semua inovasi, kreativitas, dan mimpi untuk sebuah kota megapolitan futuristik yang memesona, SimCity terbaru tampil dengan keterbatasan yang memang cukup mencederai antisipasi para penggemarnya. Kebutuhan untuk terus terkoneksi dengan dunia maya, dan terrain bangun yang sangat terbatas menjadi catatan ekstra, di luar dukungan “multiplayer” yang ternyata tidak sesignifikan yang dibayangkan. Jika Anda termasuk salah satu yang merasa kecewa, obat penawar rasa sakit hati tersebut akhirnya hadir dalam bentuk yang berbeda. Sebuah judul game bernama – Banished. Tidak sulit menemukan alasan untuk terpesona dengan Banished, mengingat game ini merupakan hasil kerja keras satu orang developer - Luke Hodorowicz, yang akhirnya mendirikan studio – Shining Rock Software sebagai developer resmi. Walaupun hanya dikembangkan oleh satu orang saja, Banished hadir dengan konsep, kompleksitas, dan kualitas yang secara konsisten berhasil menarik perhatian begitu banyak gamer penggemar game simulasi bangun kota sejak pengenalan pertamanya. Dengan cita rasa medieval yang kentara, Anda memang tidak akan berhadapan dengan gameplay penuh aksi, perang, dan monster raksasa. Namun kompleksitas dan cita rasa unik yang ia tawarkan, akan membuat Anda betah menatap komputer untuk waktu yang sangat lama. Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Banished? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah simulasi tata kota yang menantang? Menjadikan Manusia Sebagai Resource Terpenting Seperti nama yang ia usung, Banished memang menceritakan sekelompok manusia terbuang yang diusir dari komunitasnya untuk alasan tertentu. Untuk memastikan diri dapat bertahan hidup, tugas Anda sebagai pemimpin adalah dengan mulai membangun “peradaban” tersendiri, di tengah antah berantah bersama dengan puluhan penduduk yang lain. Kesempatan untuk memulai hidup yang baru memang bukan perkara yang mudah. Anda harus mulai mengumpulkan semua bahan yang dibutuhkan, membangun begitu banyak fasilitas krusial, dan akhirnya menjamin kehidupan stabil yang terus tumbuh. Namun tidak seperti game-game simulasi kota yang lain, Banished justru menjadikan manusia sebagai sumber daya yang paling krusial. Di sebagian besar game dengan genre seperti ini, Anda biasanya akan disibukkan dengan usaha untuk terus memperluas kota sembari memastikan fasilitas pendukung kehidupan berjalan dengan baik. Anda akan lebih disibukkan untuk mengatur jumlah uang, sumber daya tambang, minyak, kayu, dan sebagianya untuk memastikan kesempatan untuk membangun fasilitas yang lebih modern dan efektif untuk memastikan kehidupan penduduk di wilayah Anda. Namun, Banished tidak sesederhana konsep game simulasi kota mainstream seperti ini. Alih-alih berpusat pada usaha untuk terus mengumpulkan resource (yang memang juga penting), manusia merupakan pondasi Anda untuk terus memastikan kehidupan yang berkesinambungan. http://youtu.be/Ls8FBFFjMxk Jumlah manusia sangat-sangat terbatas di Banished. Memulai permainan dengan hanya 9-11 manusia dewasa, Anda mulai harus memikirkan kebutuhan esensial seperti yang butuh dibangun terlebih dahulu. Membersihkan hutan, mengumpulkan batu, hingga berburu menjadi kegiatan awal yang paling rasional, sembari tentu saja – mulai membangun rumah-rumah permanen untuk ditinggali. Lalu, Anda mulai bergerak menuju kehidupan yang lebih kompleks. Selain dari hutan sekitar, Anda mulai memikirkan cara untuk memastikan hidup yang lebih terjamin, dengan membangun “sumber makanan” Anda sendiri, dengan membangun pertanian, peternakan, memancing, hingga camp berburu. Untuk memastikan supply kayu yang tidak berkesudahan di masa depan, Anda juga harus mulai membangun “Forester” yang akan menanami kembali setiap pohon yang ditebang. Terdengar sederhana? Tunggu dulu, tidak seperti yang Anda bayangkan. Seperti sebagian besar game bergenre serupa, Anda akan diminta untuk mengumpulkan resource untuk membangun lebih banyak fasilitas dan tentu saja – bertahan hidup. Bedanya, management tenaga kerja menjadi hal yang terpenting di sini. Jumlah manusia yang terbatas harus Anda atur untuk memastikan setiap dari mereka berfungsi secara efektif. Jumlah manusia sangat-sangat terbatas di Banished. Memulai permainan dengan hanya 9-11 manusia dewasa, Anda mulai harus memikirkan kebutuhan esensial seperti yang butuh dibangun terlebih dahulu. Membersihkan hutan, mengumpulkan batu, hingga berburu menjadi kegiatan awal yang paling rasional, sembari tentu saja – mulai membangun rumah-rumah permanen untuk ditinggali. Lalu, Anda mulai bergerak menuju kehidupan yang lebih kompleks. Selain dari hutan sekitar, Anda mulai memikirkan cara untuk memastikan hidup yang lebih terjamin, dengan membangun “sumber makanan” Anda sendiri, dengan membangun pertanian, peternakan, memancing, hingga camp berburu. Untuk memastikan supply kayu yang tidak berkesudahan di masa depan, Anda juga harus mulai membangun “Forester” yang akan menanami kembali setiap pohon yang ditebang. Terdengar sederhana? Tunggu dulu, tidak seperti yang Anda bayangkan. Karena pada akhirnya, terlepas dari aktivitas apapun yang hendak Anda lakukan, dari sekedar membangun hingga bertani, Anda harus memperkerjakan penduduk yang cukup untuk memastikan semua fasilitas tersebut bekerja dengan sangat efektif. Bagaimana Anda akan mengatur dan menugaskan 11 orang dewasa, untuk bertani, memancing, berburu, mengambil kayu, membangun fasilitas yang lain, dan membangun peralatan yang cukup untuk mendukung kerja yang lain? Inilah tantangan terbesar Banished. Karena tidak seperti game simulasi kota lain yang mengasosiasikan kemajuan pembangunan dan pertambahan penduduk, Banished merefleksikan kondisi yang lebih nyata. Tenaga kerja yang sangat terbatas untuk menggawangi begitu banyak sektor krusial untuk bertahan hidup akan menjadi masalah terbesar Anda. Karena begitu Anda lalai menyusun prioritas, maka Anda harus berhadapan dengan kematian yang masif. Ingat, di saat yang sama, Anda juga harus memastikan resource di luar makanan terus terpenuhi. Pekerjaan kian berat karena pertumbuhan penduduk Banished tidak akan secepat usaha Anda untuk menyediakan lebih banyak fasilitas dan ruang bagi mereka untuk tumbuh. Seperti di kehidupan nyata, setiap penduduk dewasa akan mulai menua, menikah, dan memiliki anak. Anak-anak yang lahir di desa Anda akan berpotensi menjadi tenaga kerja ekstra di masa depan, yang memungkinkan Anda untuk menempatkannya di sektor-sektor kehidupan baru yang krusial. Namun, anak-anak tak ubahnya investasi jangka panjang, karena di saat yang sama, mereka juga menghasilkan lonjakan kebutuhan resource yang mulai terasa “menuntut”, apalagi dengan jumlah penduduk pekerja yang akan tetap konstan untuk waktu yang lama. Dan seperti anak-anak yang tumbuh dewasa, mereka yang sudah dewasa juga bisa menua dan mati jika sudah saatnya. Pertumbuhan penduduk yang lambat dan dinamis membuat Anda harus secara aktif mengatur dan menyusun prioritas kerja. Inilah yang terjadi dengan gameplay Banished kami. Ketika semangat untuk membangun kota begitu menggebu-gebu, dengan total 20 penduduk pekerja, kami mulai menyusun skala prioritas untuk menjamin stabilitas kota yang lebih baik. Sebagian dari penduduk ini kami tempatkan sebagai builder untuk membangun bangunan, 1 menjadi laborer sebagai pekerja kasar yang akan mendistribusikan resource, dan sisanya ditempatkan di hutan untuk menambang lebih banyak kayu, batu, dan tentu saja – kulit binatang. Dengan optimisme yang tinggi bahwa ini akan menjadi formula yang paling tepat untuk mempercepat pembangunan kota, kami meninggalkan beberapa post yang dianggap tidak penting untuk difokuskan saat ini seperti “blacksmith”. Terlihat bagus di awal, namun jadi mimpi buruk di akhir. Tidak adanya blacksmith berarti tidak adanya supply tools untuk melakukan banyak pekerjaan dengan cepat. Kurangnya resource tools berarti aksi pengumpulan resource yang lebih lambat, sementara tuntutan mulut yang harus diberi makan konstan. Kayu menipis, makanan kurang, dan hasilnya? Kami harus memulai kembali dari save terakhir.
  12. bikin post dulu buat pengetahuan yang lebih dalam tentang Game Minecraft :D

  13. Kiprah Joko Widodo alias Jokowi saat masih memimpin Solo ternyata tak luput dari perhatian Amerika Serikat. Dalam salah satu kawat diplomatik dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jokowi dipuji sebagai sosok yang mampu mengubah Solo dari wilayah yang dikenal sebagai tempat orang-orang radikal menjadi kota yang ramah bagi turis. Sebagaimana bocoran dari Wikileaks, Duta Besar AS di Jakarta, Cameron R Hume pada 3 November 2008 mengirim kawat diplomatik berjudul SOLO -- FROM RADICAL HUB TO TOURIST HAVEN. Dalam kawat terklasifikasi rahasia itu, AS menggambarkan Solo sebelum tahun 2005 sebagai kota yang terperosok secara ekonomi dan menjadi pusat kaum radikal Islam. Pada tahun 1960-an, Solo dikenal sebagai wilayah tempat orang-orang kiri. Setelah peristiwa 1965, Solo berubah menjadi kota pusat pertumpahan darah oleh kelompok antikomunis. Dari kawat diplomatik AS itu juga disebut bahwa Solo kemudian menjadi kota tempat kaum radikal Islam Namun ketika Jokowi naik menjadi Wali Kota Solo pada 2005, terjadi perubahan. Kedubes AS menulis dalam kawat diplomatiknya melaporkan bahwa wali kota baru berlatar pengusaha telah bekerja untuk menekan militan Islam sembari mempromosikan warisan budaya Solo dan potensi investasi. Tertera pula bahwa ketika Jokowi naik sebagai wali kota pada 2005, Front Pembela Islam (FPI) sedang gencar-gencarnya mengancam untuk melakukan sweeping terhadap warga negara asing dari Solo. Hingga hotel-hotel pun terpaksa ditutup. Kedubes AS mencatat wali kota sebelum Jokowi tak bisa berbuat banyak karena tak memiliki kompetensi untuk mengontorl warganya. Akhirnya Solo pun menjadi semakin tak kondusif. Hingga ketika Jokowi menjadi wali kota, Solo pada 25-28 Oktober 2008 menjadi tuan rumah Euro-Asia World Heritage Cities Organization (OWHC). Jokowi melakukan lobi selama kurang lebih dua tahun untuk meyakinkan OWHC agar mau menggelar even internasional itu di Solo. Jokowi dengan warga kota juga ambil peran ikut dalam parade. Petugas dari Departemen Politik Kedubes AS pun ikut hadir di acara itu. Kesuksesan acara itu ternyata menjadi catatan sendiri bagi AS. Tertulis dalam kawat diplomatik bahwa untuk ukuran kota dengan reputasi sebagai pusat ekstrimis, situasi Solo tetap tenang dan even terselenggara tanpa hambatan. Untuk menggambarkan betapa amannya Solo setelah dipimpin Jokowi, petugas dari Departemen Politik Kedubes AS menulis pembicaraan santainya dengan sang wali kota yang juga dihadiri Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda. Pembicaraan santai itu dilakukan di sebuah pusat jajan terbuka di pusat Solo yang tengah ramai. Lokasi jajanan terbuka itu merupakan terobosan Jokowi dalam memperbarui wajah Solo. Disebutkan bahwa Hassan Wirajuda terlihat santai dengan mengenakan celana blue jeans tanpa terlihat adanya pengawalan khusus. Jokowi ternyata juga mendekati para pemimpin kelompok radikal. Solo kebetulan tak jauh dari Pondek Pesantren Ngruki pimpinan Ustaz Abu Bakar Baasyir di Sukoharjo. Pendekatan Jokowi kepada para pimpinan kelompok radikal sampai pada sebuah pakta bahwa mereka akan berhenti meneror warga dan menakut-nakuti wisatawan sehingga solo bisa direvitalisasi. Ini hanya soal bagaimana mendekati mereka dan membangun kepercayaan, kata Jokowi sebagaimana tertera dalam laporan Kedubes AS ke sejumlah perwakilan AS di Asia Pacific. Dalam sebuah kawat diplomatik AS lainnya juga tertulis tentang kejengahan Jokowi karena Solo dianggap sebagai pusat ekstrimis karena sosok Ustaz Abu Bakar Baasyir. Saya tak ingon Solo didefinisikan oleh Baasyir, tegasnya. Hanya dua atau tiga persen dari populasi yang bisa didefinisikan sebagai garis keras, sisanya moderat, kata Jokowi seperti dikutip petugas politik Kedubes AS.
  14. Reynaldo

    Minecraft

    wuihh iya ndral harus di coba nih, gua aja sekali maen ketagihan mulu. banyak orang bilang sih ini game anak pinter, soalnya ada rumus rumusnya gitu
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy