Jump to content

c0d1ng

✔ Akun Terverifikasi
  • Jumlah konten

    1.090
  • Bergabung

  • Terakhir berkunjung

  • Days Won

    21

Aktifitas Reputasi

  1. Confused
    c0d1ng got a reaction from Adeus in CEO LeEco Resign   

    CEO LeEco, Jia Yueting, telah memutuskan mengundurkan diri (resign). Langkah ini ditempuh terhitung setelah satu bulan LeEco membatalkan tawaran USD2 miliar untuk membeli produsen TV Amerika Serikat, Vizio.
    Resign-nya Jia Yueting diumumkan di bursa saham, seperti dilaporkan Reuters. Meski resign, Jia akan mempertahankan posisinya sebagai pimpinan di perusahaan yang menaungi LeEco, Leshi Internet Information & Technology Corp.
    Posisi CEO LeEco akan digantikan oleh Liang Jun, mantan eksekutif Lenovo yang telah bekerja di LeEco selama lima tahun.  Menurutnya, pergantian CEO ini akan memberi dampak yang baik bagi perusahaan karena pemimpin memiliki waktu sepenuhnya untuk LeEco.
    “Ini akan membuka gerbang bagi tim yang kuat yang dapat mengelola perusahaan dengan lebih baik,” katanya.
    Sebagai bagian dari perubahan kepemimpinan, LeEco juga menggantikan CFO Yang Lijie dengan CFO China Zhang Wei. Perubahan kepemimpinan ini kemungkinan merupakan upaya perusahaan untuk memulihkan bisnisnya.
    Tak hanya perubahan struktur kepemimpinan, China Business Journal melaporkan bahwa pada awal pekan ini LeEco tengah mempersiapkan PHK dengan jumlah besar pada beberapa unit bisnisnya. Anak perusahaan AS LeEco kabarnya akan melakukan PHK karyawan hingga 30%.
    LeEco belakangan dikabarkan memiliki banyak masalah. Hal tersebut mencuat karena menyusutnya pertumbuhan perusahaan secara agresif.
  2. Like
    c0d1ng got a reaction from Adeus in Tiket.com Resmi Diakuisisi Blibli   

    Perusahaan e-commerce Blibli.com resmi mengakuisisi portal pemesanan tiket online Tiket.com. Akuisisi tersebut diumumkan di sela acara Buka Bersama Media di Senayan City, Kamis (15/6/2017).
    "Sekarang kami umumkan secara official, (Tiket.com) resmi diakuisisi 100 persen oleh Blibli.com. Kenapa? Soalnya mereka mirip banget dengan kami. Satu hal berbeda adalah soal duitnya," tutur Gaery Undarsa, co-founder sekaligus Chief Communication Officer Tiket.com.
    "Akuisisinya kami sepakat untuk melakukannya dengan rupiah. Tapi soal jumlahnya, kami tidak bisa mengungkapnya," imbuhnya.
    Soal bisnis ke depan, CEO Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan bahwa keduanya akan bersinergi. Kedua perusahaan akan menyatukan berbagai aspek yang bisa disatukan, namun juga tetap membicarakan sejumlah aspek terpisah.

    "Kalau soal kerja sama kan sudah lama. Jadi kami sudah kebayang ke depannya akan melakukan atau membuat produk apa, kalau ada yang bisa disatukan ya kami satukan. Kalau tidak ya kami biarkan berjalan terpisah," terang Kusumo.
    Tiket.com merupakan perusahaan tiket online yang didirikan oleh Geary bersama dengan Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, dan Natali Ardianto pada Agustus 2011 silam.
    Sejak awal masa pendiriannya, Tiket.com telah mengembangkan berbagai layanan tiketing, mulai dari event, penerbangan lokal dan internasional, kereta, hingga penyewaan mobil.
    Sedangkan Blibli.com merupakan situs e-commerce yang didirikan pada Juli 2011 oleh PT Global Digital Niaga (GDN), yang merupakan anak perusahaan PT Global Digital Prima (GDP) milik Martin Hartono.
    PT Global Digital Prima (GDP) merupakan bagian dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Djarum Group. Selain itu, grup ini juga menjadi pemegang saham beberapa bisnis online seperti situs Kaskus, lintasberita.com yang kini menjadi Beritagar.id, dailysocial.net, dan inkubator Merah Putih Inc.
  3. Like
    c0d1ng got a reaction from Adeus in Tiket.com Resmi Diakuisisi Blibli   

    Perusahaan e-commerce Blibli.com resmi mengakuisisi portal pemesanan tiket online Tiket.com. Akuisisi tersebut diumumkan di sela acara Buka Bersama Media di Senayan City, Kamis (15/6/2017).
    "Sekarang kami umumkan secara official, (Tiket.com) resmi diakuisisi 100 persen oleh Blibli.com. Kenapa? Soalnya mereka mirip banget dengan kami. Satu hal berbeda adalah soal duitnya," tutur Gaery Undarsa, co-founder sekaligus Chief Communication Officer Tiket.com.
    "Akuisisinya kami sepakat untuk melakukannya dengan rupiah. Tapi soal jumlahnya, kami tidak bisa mengungkapnya," imbuhnya.
    Soal bisnis ke depan, CEO Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan bahwa keduanya akan bersinergi. Kedua perusahaan akan menyatukan berbagai aspek yang bisa disatukan, namun juga tetap membicarakan sejumlah aspek terpisah.

    "Kalau soal kerja sama kan sudah lama. Jadi kami sudah kebayang ke depannya akan melakukan atau membuat produk apa, kalau ada yang bisa disatukan ya kami satukan. Kalau tidak ya kami biarkan berjalan terpisah," terang Kusumo.
    Tiket.com merupakan perusahaan tiket online yang didirikan oleh Geary bersama dengan Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, dan Natali Ardianto pada Agustus 2011 silam.
    Sejak awal masa pendiriannya, Tiket.com telah mengembangkan berbagai layanan tiketing, mulai dari event, penerbangan lokal dan internasional, kereta, hingga penyewaan mobil.
    Sedangkan Blibli.com merupakan situs e-commerce yang didirikan pada Juli 2011 oleh PT Global Digital Niaga (GDN), yang merupakan anak perusahaan PT Global Digital Prima (GDP) milik Martin Hartono.
    PT Global Digital Prima (GDP) merupakan bagian dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Djarum Group. Selain itu, grup ini juga menjadi pemegang saham beberapa bisnis online seperti situs Kaskus, lintasberita.com yang kini menjadi Beritagar.id, dailysocial.net, dan inkubator Merah Putih Inc.
  4. Thanks
    c0d1ng got a reaction from dugelo in Google tracks everything you do   

    A guide to what Google and the Indonesia government knows about you, how to delete the data and how to make sure it knows less about you in the future.
    It's no secret that Google knows a lot about you. A large part of the search giant's business model is based around advertising – and for this to be successful it needs to know who you are.
    But with the right know-how it's possible to track down what Google knows about you and control what it uses for advertising purposes.
    Google doesn't make a huge song and dance about its in-depth knowledge of its users, but at the same time it doesn't keep it a secret either. Here's how to find out what Google knows and take control of your data.
    Google saves all your searches
    Probably the least surprising of the lot, but Google has all of your search history stored up.
    How to delete it: If you'd rather not have a list of ridiculous search queries stored up, then head to Google's history page, click Menu (the three vertical dots) and then hit Advanced -> All Time -> Delete.
    If you want to stop Google tracking your searches for good, head to the activity controls page and toggle tracking off.
    Google saves every voice search

    Google records what you say every time you speak to it
    Google's voice search-saving habits have been reported on many times.
    Anyone who use Google's voice search or the voice-activated assistant, Google Now, have their searches stored so that more relevant ads are served and search features are steadily improved -- in the same way you'd expect from regular Google search.
    And a lot of people don't realise that many of these searches are actually recorded. This means users are able to listen back to exactly what they searched for by listening to what they said and how they said it.
    How to delete it: If you've used any of Google's opt-in voice features for yourself, then head to Google's Voice & Audio Activity page to review your voice searches and listen back to them. Be warned, this could be interesting, funny or just plain cringe-worthy.
    To delete this database of embarrassing searches select one or more of the recordings from the check box beside them and then click "delete" at the top of the screen.
    Google tracks and records your location

    Use Google's location services? Then your every move is being tracked and mapped
    As well as recording your searches and your voice, Google has also been keeping tabs on your location.
    Google's location history, or timeline page, serves up a Google Map and allows you to select specific dates and times and see where you were. Its accuracy depends on whether you were signed into your Google account and carrying a phone or tablet at the time.
    How to delete it: When you visit the timeline page you can hit the settings cog in the bottom right-hand corner of the screen and select delete all from there.
    Control advertising data
    One of the more interesting places to check out what Google really knows about you is to head over to its ad settings page where (if you're signed into your Google account) you'll see a profile Google has built for you based on your search history, YouTube history and interests. So, for example, it might know that you're female, aged 18-24 and interested in banking, consumer electronics, mobile phones, shooter games, rap and hip hop and toys.
    From this page it's possible to turn ad personalisation on (or off). If you opt out of personalisation then the adverts that follow you around the web – trainers, when you searched for them once – will stop appearing. Google's ad network operates on more than two million websites around the world and limiting its knowledge about you will make everything seem that little less creepy.
  5. Thanks
    c0d1ng got a reaction from dugelo in Google tracks everything you do   

    A guide to what Google and the Indonesia government knows about you, how to delete the data and how to make sure it knows less about you in the future.
    It's no secret that Google knows a lot about you. A large part of the search giant's business model is based around advertising – and for this to be successful it needs to know who you are.
    But with the right know-how it's possible to track down what Google knows about you and control what it uses for advertising purposes.
    Google doesn't make a huge song and dance about its in-depth knowledge of its users, but at the same time it doesn't keep it a secret either. Here's how to find out what Google knows and take control of your data.
    Google saves all your searches
    Probably the least surprising of the lot, but Google has all of your search history stored up.
    How to delete it: If you'd rather not have a list of ridiculous search queries stored up, then head to Google's history page, click Menu (the three vertical dots) and then hit Advanced -> All Time -> Delete.
    If you want to stop Google tracking your searches for good, head to the activity controls page and toggle tracking off.
    Google saves every voice search

    Google records what you say every time you speak to it
    Google's voice search-saving habits have been reported on many times.
    Anyone who use Google's voice search or the voice-activated assistant, Google Now, have their searches stored so that more relevant ads are served and search features are steadily improved -- in the same way you'd expect from regular Google search.
    And a lot of people don't realise that many of these searches are actually recorded. This means users are able to listen back to exactly what they searched for by listening to what they said and how they said it.
    How to delete it: If you've used any of Google's opt-in voice features for yourself, then head to Google's Voice & Audio Activity page to review your voice searches and listen back to them. Be warned, this could be interesting, funny or just plain cringe-worthy.
    To delete this database of embarrassing searches select one or more of the recordings from the check box beside them and then click "delete" at the top of the screen.
    Google tracks and records your location

    Use Google's location services? Then your every move is being tracked and mapped
    As well as recording your searches and your voice, Google has also been keeping tabs on your location.
    Google's location history, or timeline page, serves up a Google Map and allows you to select specific dates and times and see where you were. Its accuracy depends on whether you were signed into your Google account and carrying a phone or tablet at the time.
    How to delete it: When you visit the timeline page you can hit the settings cog in the bottom right-hand corner of the screen and select delete all from there.
    Control advertising data
    One of the more interesting places to check out what Google really knows about you is to head over to its ad settings page where (if you're signed into your Google account) you'll see a profile Google has built for you based on your search history, YouTube history and interests. So, for example, it might know that you're female, aged 18-24 and interested in banking, consumer electronics, mobile phones, shooter games, rap and hip hop and toys.
    From this page it's possible to turn ad personalisation on (or off). If you opt out of personalisation then the adverts that follow you around the web – trainers, when you searched for them once – will stop appearing. Google's ad network operates on more than two million websites around the world and limiting its knowledge about you will make everything seem that little less creepy.
  6. Thanks
    c0d1ng got a reaction from dugelo in Google tracks everything you do   

    A guide to what Google and the Indonesia government knows about you, how to delete the data and how to make sure it knows less about you in the future.
    It's no secret that Google knows a lot about you. A large part of the search giant's business model is based around advertising – and for this to be successful it needs to know who you are.
    But with the right know-how it's possible to track down what Google knows about you and control what it uses for advertising purposes.
    Google doesn't make a huge song and dance about its in-depth knowledge of its users, but at the same time it doesn't keep it a secret either. Here's how to find out what Google knows and take control of your data.
    Google saves all your searches
    Probably the least surprising of the lot, but Google has all of your search history stored up.
    How to delete it: If you'd rather not have a list of ridiculous search queries stored up, then head to Google's history page, click Menu (the three vertical dots) and then hit Advanced -> All Time -> Delete.
    If you want to stop Google tracking your searches for good, head to the activity controls page and toggle tracking off.
    Google saves every voice search

    Google records what you say every time you speak to it
    Google's voice search-saving habits have been reported on many times.
    Anyone who use Google's voice search or the voice-activated assistant, Google Now, have their searches stored so that more relevant ads are served and search features are steadily improved -- in the same way you'd expect from regular Google search.
    And a lot of people don't realise that many of these searches are actually recorded. This means users are able to listen back to exactly what they searched for by listening to what they said and how they said it.
    How to delete it: If you've used any of Google's opt-in voice features for yourself, then head to Google's Voice & Audio Activity page to review your voice searches and listen back to them. Be warned, this could be interesting, funny or just plain cringe-worthy.
    To delete this database of embarrassing searches select one or more of the recordings from the check box beside them and then click "delete" at the top of the screen.
    Google tracks and records your location

    Use Google's location services? Then your every move is being tracked and mapped
    As well as recording your searches and your voice, Google has also been keeping tabs on your location.
    Google's location history, or timeline page, serves up a Google Map and allows you to select specific dates and times and see where you were. Its accuracy depends on whether you were signed into your Google account and carrying a phone or tablet at the time.
    How to delete it: When you visit the timeline page you can hit the settings cog in the bottom right-hand corner of the screen and select delete all from there.
    Control advertising data
    One of the more interesting places to check out what Google really knows about you is to head over to its ad settings page where (if you're signed into your Google account) you'll see a profile Google has built for you based on your search history, YouTube history and interests. So, for example, it might know that you're female, aged 18-24 and interested in banking, consumer electronics, mobile phones, shooter games, rap and hip hop and toys.
    From this page it's possible to turn ad personalisation on (or off). If you opt out of personalisation then the adverts that follow you around the web – trainers, when you searched for them once – will stop appearing. Google's ad network operates on more than two million websites around the world and limiting its knowledge about you will make everything seem that little less creepy.
  7. Thanks
    c0d1ng got a reaction from dugelo in Google tracks everything you do   

    A guide to what Google and the Indonesia government knows about you, how to delete the data and how to make sure it knows less about you in the future.
    It's no secret that Google knows a lot about you. A large part of the search giant's business model is based around advertising – and for this to be successful it needs to know who you are.
    But with the right know-how it's possible to track down what Google knows about you and control what it uses for advertising purposes.
    Google doesn't make a huge song and dance about its in-depth knowledge of its users, but at the same time it doesn't keep it a secret either. Here's how to find out what Google knows and take control of your data.
    Google saves all your searches
    Probably the least surprising of the lot, but Google has all of your search history stored up.
    How to delete it: If you'd rather not have a list of ridiculous search queries stored up, then head to Google's history page, click Menu (the three vertical dots) and then hit Advanced -> All Time -> Delete.
    If you want to stop Google tracking your searches for good, head to the activity controls page and toggle tracking off.
    Google saves every voice search

    Google records what you say every time you speak to it
    Google's voice search-saving habits have been reported on many times.
    Anyone who use Google's voice search or the voice-activated assistant, Google Now, have their searches stored so that more relevant ads are served and search features are steadily improved -- in the same way you'd expect from regular Google search.
    And a lot of people don't realise that many of these searches are actually recorded. This means users are able to listen back to exactly what they searched for by listening to what they said and how they said it.
    How to delete it: If you've used any of Google's opt-in voice features for yourself, then head to Google's Voice & Audio Activity page to review your voice searches and listen back to them. Be warned, this could be interesting, funny or just plain cringe-worthy.
    To delete this database of embarrassing searches select one or more of the recordings from the check box beside them and then click "delete" at the top of the screen.
    Google tracks and records your location

    Use Google's location services? Then your every move is being tracked and mapped
    As well as recording your searches and your voice, Google has also been keeping tabs on your location.
    Google's location history, or timeline page, serves up a Google Map and allows you to select specific dates and times and see where you were. Its accuracy depends on whether you were signed into your Google account and carrying a phone or tablet at the time.
    How to delete it: When you visit the timeline page you can hit the settings cog in the bottom right-hand corner of the screen and select delete all from there.
    Control advertising data
    One of the more interesting places to check out what Google really knows about you is to head over to its ad settings page where (if you're signed into your Google account) you'll see a profile Google has built for you based on your search history, YouTube history and interests. So, for example, it might know that you're female, aged 18-24 and interested in banking, consumer electronics, mobile phones, shooter games, rap and hip hop and toys.
    From this page it's possible to turn ad personalisation on (or off). If you opt out of personalisation then the adverts that follow you around the web – trainers, when you searched for them once – will stop appearing. Google's ad network operates on more than two million websites around the world and limiting its knowledge about you will make everything seem that little less creepy.
  8. Confused
    c0d1ng got a reaction from Adeus in CEO LeEco Resign   

    CEO LeEco, Jia Yueting, telah memutuskan mengundurkan diri (resign). Langkah ini ditempuh terhitung setelah satu bulan LeEco membatalkan tawaran USD2 miliar untuk membeli produsen TV Amerika Serikat, Vizio.
    Resign-nya Jia Yueting diumumkan di bursa saham, seperti dilaporkan Reuters. Meski resign, Jia akan mempertahankan posisinya sebagai pimpinan di perusahaan yang menaungi LeEco, Leshi Internet Information & Technology Corp.
    Posisi CEO LeEco akan digantikan oleh Liang Jun, mantan eksekutif Lenovo yang telah bekerja di LeEco selama lima tahun.  Menurutnya, pergantian CEO ini akan memberi dampak yang baik bagi perusahaan karena pemimpin memiliki waktu sepenuhnya untuk LeEco.
    “Ini akan membuka gerbang bagi tim yang kuat yang dapat mengelola perusahaan dengan lebih baik,” katanya.
    Sebagai bagian dari perubahan kepemimpinan, LeEco juga menggantikan CFO Yang Lijie dengan CFO China Zhang Wei. Perubahan kepemimpinan ini kemungkinan merupakan upaya perusahaan untuk memulihkan bisnisnya.
    Tak hanya perubahan struktur kepemimpinan, China Business Journal melaporkan bahwa pada awal pekan ini LeEco tengah mempersiapkan PHK dengan jumlah besar pada beberapa unit bisnisnya. Anak perusahaan AS LeEco kabarnya akan melakukan PHK karyawan hingga 30%.
    LeEco belakangan dikabarkan memiliki banyak masalah. Hal tersebut mencuat karena menyusutnya pertumbuhan perusahaan secara agresif.
  9. Like
    c0d1ng reacted to Metrotvnews in Kronologi Penusukan 2 Anggota Brimob   
    Metrotvnews.com, Jakarta: Penusukan pada dua anggota Brimob terjadi di Masjid Falatehan, dekat Mabes Polri, Jumat 30 Juni 2017. Akibat kejadian itu, dua anggota polisi mengalami luka-luka.

    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan kejadian bermula setelah sejumlah anggota Brimob dan masyarakat selesai menjalankan Salat Isya. Satu orang pelaku tiba-tiba menyerang anggota.

    "Tiba-tiba selesai salat ada yang mencabut sangkur kemudian menyerang sambil berteriak thogut, kafir dan menyerang," kata Setyo di lokasi, Jumat 30 Juni 2017.

    Usai melakukan penyerangan, si pelaku melarikan diri 200 meter dari Masjid atau tepatnya mengarah ke Terminal Blok M. Anggota lain yang ada di lokasi lantas mengejar.

    Polisi sempat meminta pelaku untuk menyerahkan diri, namun tidak diindahkan. Bahkan, pelaku sempat mendatangi sejumlah anggota yang tengah melakukan pengejaran.

    "Kemudian diminta menyerah tidak mau maka dilumpuhkan," beber Setyo,

    Adapun, akibat kejadian itu dua anggota mengalami luka-luka di bawah kuping dan di leher. Mereka adalah AKP Didik dan Briptu Syaiful Bahri. Saat ini, keduanya tengah mendapat perawatan intensif di RS Pusat Pertamina.

    Setyo menyebut, sejumlah anggota polisi memang berada di sekitar lokasi lantaran tengah berjaga untuk Operasi Ramadaniya. Kepolisian membuka satu posko dekat Perum Peruri, tak jauh dari masjidwww.metrotvnews.com
  10. Like
    c0d1ng reacted to Metrotvnews in Putusan MA Selesaikan Dualisme PPP   
    Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy menegaskan, putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan perdata sengketa partai politik yang diajukan DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede 2016, menyelesaikan dualisme kepemimpinan di partai tersebut. Djan Faridz pun dinilai tidak lagi berhak menggunakan atribut ketua umum PPP dalam bentuk apa pun. 

    Romi juga meminta Djan tidak lagi menggunakan kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro 60 dan tidak bisa menggugat keabsahan kepemimpinan PPP atas nama DPP yang diklaimnya selama ini. Djan tidak lagi memiliki legal standing apa pun sebagai pimpinan PPP.

    "Dengan dikabulkannya gugatan PK (peninjauan kembali) ini, selesai sudah drama dualisme kepemimpinan PPP yang telah berlangsung selama 2,5 tahun. Djan Faridz bersama para pengikutnya tidak lagi berhak mengatasnamakan PPP pada semua tingkatan dengan dalih apa pun," ujar Romi.

    Romi mengatakan, putusan ini sekaligus menganulir putusan kasasi nomor 601 K/Pdt.Sus-Parpol/2015 tanggal 2 November 2015 yang memenangkan Djan Faridz. Putusan PK ini juga menyempurnakan kemenangannya di Pengadilan Tinggi TUN berdasarkan Putusan Nomor 58 B/2017/PTTUN Jakarta tanggal 6 Juni 2017.

    Anggota Komisi XI DPR itu menilai, putusan PK itu merupakan puncak dari upaya hukum luar biasa yang tidak ada lagi upaya hukum sesudahnya. Untuk itu, dirinya menyerukan kepada Djan untuk menyudahi seluruh pertikaian.

    Sekjen PPP kubu Djan Faridz, Dimyati Natakusumah, mengaku terkejut dengan putusan tersebut. Hal itu merujuk pada aturan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

    "UU Parpol sudah jelas hanya sampai dengan kasasi, tetapi ternyata bisa PK. Jangan-jangan bisa banding juga ke pengadilan tinggi walaupun di UU tersebut tidak ada ke pengadilan tinggi dan PK," ujar Dimyati.

    Duduk bersama

    Meskipun demikian, Dimyati berharap Djan Faridz dan Romahurmuziy dapat segera duduk bersama mengupayakan islah partai yang bersifat adil, pascaputusan MA soal kepengurusan PPP. "Dengan situasi dan kondisi yang ada, kita berharap PPP islah, bersatu, win-win solution. Nasib PPP ini ada ditangan Djan Faridz dan Romi. Yang lain hanya makmum," ujar Dimyati.

    Baca: Djan dan Rommy Diminta Rujuk

    Dimyati menyerukan PPP segera islah dengan menanggalkan segala ego kelompok. PPP, kata dia, harus bersiap menyongsong pemilu legislatif dan Pilpres 2019.

    "Yang merasa lebih hebat, lebih berjasa, lebih kaya, lebih muda, lebih tua, ego semacam itu ditinggalkan. Sekarang Djan dan Romi ayo duduk bersama. Partainya kan sama, agamanya sama, tujuan sama. Ayo tanggalkan egonya, apalagi sih yang mau dicari," ujar Dimyati.

    <iframe class="embedv" width="560" height="315" src="http://www.metrotvnews.com/embed/9K5jav3N" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>www.metrotvnews.com
  11. Like
    c0d1ng reacted in Saya bukan Ahoker, Tapi saya tau ahok tidak bersalah   
    Ya begitulah indo jelek
  12. Like
    c0d1ng got a reaction from Adeus in CEO LeEco Resign   
    perusahaan teknologi ndral
  13. Like
    c0d1ng got a reaction from Silvia_caroline in Cara Mencegah dan Mengatasi Ransomware Wanna Cry   
    Nama Ransomware Wanna Cry menjadi heboh dalam beberapa hari terakhir karena serangan malware paling ganas ini telah masuk sampai ke Indonesia. Melalui siaran pers Nomor 55/HM/KOMINFO/05/2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan bahwa Ransomware Jenis WannaCRY ini telah menyerang Rumah Sakit Dharmais dan kemungkinan besar serangan siber ini akan semakin meningkat pada hari Senin, 15 Mei 2017 besok.
    Untuk itulah Kominfo menghimbau agar seluruh masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap ancaman Malware khususnya Ransomware jenis WannaCRY ini. Untuk diketahui, serangan siber ini dimulai sejak para cracker menyebarkan virus Wanna Cry Ransomware ke sejumlah negara pada hari Jumat, 12 Mei 2017 lalu. Sebanyak 99 negara telah terinfeksi virus ini, termasuk Indonesia. Masih pada bingung? Yuk kenalan dulu sama Ransomware Wanna Cry biar pada tau, karena tak kenal maka tak sayang hehe
    Ransomware Wanna Cry
    Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali. Lalu, apa itu WannaCry dan bagaimana cara kerjanya?
    WannaCry (.wcry) atau juga dikenal sebagai Wanna Decryptor adalah program ransomware spesifik yang mengunci semua data pada sistem komputer dan membiarkan komputer korban hanya memiliki dua file yaitu instruksi tentang apa yang harus dilakukan korban selanjutnya dan program Wanna Decryptor itu sendiri. Ransomware Wannacry mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi server message block (SMB)
    Saat program itu dibuka, komputer akan memberitahukan kepada korban bahwa file mereka telah di-encryted, dan memberikan mereka tenggat waktu untuk membayar. Jika korban tidak melakukan pembayaran maka para penjahat bisa menghapus seluruh file yang ada di komputer yang telah terinfeksi Ransomware WannaCry.
    Penyebaran Ransomware WannaCry  bisa masuk komputer korban lewat email yang disamarkan, seolah-olah email itu berisi pesan penting. Oleha sebab itu, kita harus hati-hati dan waspada sebelum membuka email. Kalau email itu mencurigakan, lebih baik langsung dihapus. Malware juga bisa ditanamkan pada situs web tertentu yang sering diakses banyak orang.
    Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasinya?
    Saat ini belum ada solusi yang paling cepat dan jitu untuk mengembalikan file file yang sudah terinfeksi wannacry. Akan tetapi cara terbaik untuk mencegah penyerabaran Ransomware Wannacry adalah dengan memutuskan sambungan internet dari komputer yang terinfeksi. Dengan memutus sambungan internet, maka komputer lain yang masih dalam satu jaringan tidak akan terinfeksi juga.
    Pencegahan lainnya juga bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
    Update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoct. Lihat: https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx Jangan mengaktifkan fungsi macros terlebih dahulu. Fungsi ini biasanya digunakan untuk aplikasi Microsoft Word, Excel dll. Block 139/445 & 3389 Ports Selalu backup file file penting di komputer Anda disimpan di tempat lain. Non aktifkan sementara fungsi SMB v1. Cara untuk menonaktifkan fungsi ini adalah dengan cara sebagai berikut : Masuk ke Menu Start, Search. Ketik “Windows Feature” tanpa tanda kutip. Setelah itu akan muncul pop box baru. Cari yang namanya SMB dan hapus centang pada SMB tersebut. Masuk ke Command Prompt dan masukkan perintah ” Disable-WindowsOptionalFeature – Online -FeatureName smb1protocol “ Oh iya satu lagi, malware Ransomware WannaCRY hanya akan berjalan pada komputer dengan sistem operasi Windows. Jadi kalau teman-teman menggunakan Mac OS ataupun Linux maka tenang besok tetap bisa internetan santai heheh..
  14. Like
    c0d1ng reacted in Saya bukan Ahoker, Tapi saya tau ahok tidak bersalah   
    Minggu kemarin kita tau Ahok di vonis 2 tahun penjara, dan banyak orang yang membela. Baru kali ini saya melihat ada orang divonis (ya meskipun nggak final) tapi banyak yang membela. Sampai sampai Adi MS juga turut ambil adil, dia sosok musisi Indonesia terbaik. 
    Inilah kebeneran, kebeneran yang di putar balikan. Saya yakin betul Ahok tidak salah, tapi kita liat aja nanti Jakarta akan jadi seperti apa kedepannyal.
  15. Like
    c0d1ng got a reaction from ginseng in Situs Telkomsel Di Hack Dan Isinya Keluhan   
    Bah kocak, telkomsel diisengin
  16. Like
    c0d1ng reacted to anon in Situs Telkomsel Di Hack Dan Isinya Keluhan   

    Linimasa Twitter pagi ini, Jumat (28/4/2017), ramai dengan pembahasan soal situs resmi Telkomsel yang tampak beda dari biasanya. Tampilan laman depan situs Telkomsel, www.telkomsel.com, ternyata diubah (deface) oleh peretas. 
    Dalam laman tersebut, sang peretas itu memprotes harga paket data Telkomsel yang dianggap terlalu mahal. Deskripsinya pun berisi kata-kata kasar yang mengeluhkan soal itu.
    "Pegimane bangsa Endonesia mau maju kalo internet aja mahal," begitu salah satu deskripsinya.
    Deskripsi selengkapnya menjabarkan tuntutan sang peretas yang belum diketahui identitasnya. Ia meminta penurunan harga kuota internet dari Telkomsel. 
    Pembagian dan pembatasan kuota untuk 2G/3G/4G juga diminta dihapus. Begitu pula dengan paket bundling layanan internet HOOQ dan Viu untuk hiburan. 
    "Gue cuma butuh kuota internet. Titik," sang peretas menegaskan bahwa paket bundling dengan layanan hiburan tak terlalu penting. 
    Menurut pantauan terakhir, situs Telkomsel kini sama sekali tak bisa diakses sama sekali. Akan tetapi, jika memasukan kata "Telkomsel" di laman pencarian Google, hasil pencarian masih menampilkan pesan dari sang peretas.

    Netizen Indonesia menanggapi keluhan sang peretas dengan komentar beragam, ada yang terkesan membela maupun menyindir. 
    "hahahah sotus telkomsel di hack yg kurang uang ????????????," kata akun @chiro_muchtar.
    "Situs @Telkomsel di hack? Wah..bentuk protes dr pelanggan krn tarifnya kemahalan tuh hehehe," kata akun @iwanWEC.
    "Sekelas telkomnyet, eh telkomsel di hack ... sebagai netizen, w miris ...," kata akun @TeukuRyan.
    Telkomsel minta maaf
    Telkomsel pun meminta maaf atas peretasan yang terjadi. Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran dan perbaikan. 
    "Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam mengakses website resmi Telkomsel www.telkomsel.com. Saat ini kami sedang melakukan penelusuran dan perbaikan yang dibutuhkan agar pelanggan dan masyarakat bisa segera mengakses website tersebut," ia menjelaskan lewat keterangan resmi. 
    Lebih lanjut, Adita juga memberikan alternatif untuk mengakses informasi soal produk dan layanan Telkomsel melalui aplikasi MyTelkomsel, Call Center, maupun GraPARI.
  17. Like
    c0d1ng reacted to Metrotvnews in Mei, Menhub Putuskan Soal Ganjil Genap di Jalan Tol   
    Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berwacana menerapkan aturan ganjil genap-di jalan tol pada libur Lebaran 2017. Nasib kebijakan ini akan diputuskan pada Mei. 

    Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, aturan ini masih dalam tahap kajian dan akan dibahas bersama pemangku kepentingan lainnya. Sistem ganjil-genap rencananya direalisasikan di jalan tol dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi.

    "I‎tu kan merupakan usulan dari masyarakat, satu perubahan itu tidak mungkin kita lakukan dengan serta merta. Kita akan mengundang masyarakat yang lain termasuk ahli. Katakanlah dari MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia), dari KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), dari Universitas, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), kita undang semua untuk bahas itu," ucap ‎Budi Karya, ditemui di ‎Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat 14 April 2017.

    Baca: Aturan Ganjil Genap Lebaran Belum Final

    Menurut dia, untung-rugi menggunakan aturan ganjil-genap telah dipertimbangkan secara masak oleh pemerintah. Setelah itu, pemikiran dari pemerintah akan disesuaikan dengan masukan yang diperoleh dari masyarakat.

    Baca: Warga tak Setuju Aturan Ganjil Genap saat Mudik

    Pemerintah, kata dia, tidak akan memaksakan merealisasikan sistem apabila pada pembahasan banyak masyarakat yang tidak menyetujuinya."Nanti kita diskusikan apa komplikasinya dalam kehidupan masyarakat," tegas mantan orang nomor satu di PT Angkasa Pura II itu.www.metrotvnews.com
  18. Like
    c0d1ng reacted to Monica_Gunawan in WOW! Wahana Ekstrem di Everland Korea Selatan   

    Kalau lu pencinta reality show Running Man, pasti sudah tak asing dengan Taman Bermain Everland, yang sering dijadikan tempat adu nyali para peserta acara tersebut. Nah, taman ini sebenarnya merupakan taman bermain terbesar di Korea Selatan dan punya wahana ekstrem.
    Salah satu wahana yang terkenal ekstrem itu T Express, sebuah roller coaster yang terbuat dari kayu. Kereta bakal bawa lu berpetualangan dan mendebarkan jantung hingga ketinggian 200 kaki dan juga ada jalur bundar dengan angel 77 derajat di ketinggian 5 ribu kaki. 
    Dijamin, jantung lu berdetak hebat waktu mengendarai wahana yang satu ini. Namun, buat yang suka tantangan, lebih baik duduk di bangku depan dan nikmati wahana lebih dekat lagi serta jangan lupa untuk mengikuti tantangan juga.
    Selain adanya roller coaster kayu, Taman Bermain ini juga punya wahana Hurricane dan dijamin bakal bikin lu pusing. Soalnya lu bakal diguncang dan diajak berputar 360 derajat serta mengudara dengan kecepatan tinggi. Ketinggiannya mencapai 19 meter, dan hanya orang dengan tinggi 130 cm saja yang boleh mengendarainya.
    Ada juga wahana tak kalah menyeramkan lainnya kayak Colombus Adventure yang bentuknya kayak Kora-Kora di Ancol, hanya saja ini lebih ekstrem. Lu bakal diajak berayun dengan ketinggian hingga 33 meter, dan kemiringan hingga 77 derajat. Bayangin kayak apa naikinya? Yuk langsung pergi ke sana saja. Gue ikut tapi bayari ya? 
     
  19. Like
    c0d1ng reacted to Clement in Digodain Banci cakep   
    "Emang ada banci cakep ya?" seirngkali pertanyaan tersebut muncul saat gua lagi ngumpul sama temen dan saat temen gua lagi bahas banci - banci(tapi temen gua bukan banci ya).
    nah pertanyaan temen gua terbukti saat gua dan bokap pergi buat beli makanan burung bokap(burungnya bokap yang disangkar). lalu gua masuk ke toko burung tersebut dan disaat gua mau keluar, "astajim"itu yang gua katain pada saat lihat banci tersebut. tatapan matanya indah bagaikan gayung yang dibelah lima, hidungnya mancung layaknya kuaci afrika, dadanya tebel seperempat mebel, pantatnya bohai bagaikan janda norwegia. "behh mantep banget nihh" kata gua pada waktu itu.
    tapi gua langsung berserah karena gua gabisa bilang apa - apa karena gua sadar itu hanya banci yang bisa dikagumi batangannya saja. nah saat gua keluar dan balik motor dia malah ngamen didepan gua, suaranya nge bass banget mirip suaranya kang alexs! disitulah gua mulai jijik akan banci kaleng di sekitar gua, setelah ngamen si banci tersebut enggak langsung cabut dan malah minta sawer ke gua sambil megangin pundak gua, njirr berasa kena tulah dari tuhan yang ke-77. gua cepet-cepet cabut aja ke bokap ketimbang gua disekap sama banci soda gembira itu, nah disitulah bokap gua malah ketawa - tawa dan nggak nolongin gua. -cerita singkat gua tentang banciz
  20. Like
    c0d1ng reacted to dugelo in Digodain Banci cakep   
    najis huakakakakwwwww
  21. Like
    c0d1ng reacted to Metrotvnews in Jaringan Paedofil Meluas   
    Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia dinilai menjadi ladang subur bagi pergerakan para pelaku paedofilia. Sebabnya, pascapenangkapan empat tersangka dari 11 jaringan nasional dan internasional, masih ada sejumlah orang yang berpotensi menjadi tersangka.

    "Indonesia harus waspada menjadi sasaran pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat dan Kepala Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Roberto Pasaribu di Jakarta, kemarin.

    Roberto mengatakan keempat tersangka kasus paedofilia, yakni M. Bahrul Ulum alias Wawan alias Snorlax, 25, T-Day, 17, Illu Inaya alias Alicexandria, 24, dan Siha Dwiti, 16, terhubung dengan 11 grup kejahatan terhadap anak di beberapa negara. Di antaranya beranggotakan lintas negara, seperti dari Argentina, Peru (Amerika Latin), Pakistan, dan India.

    Kasus paedofilia secara daring terungkap setelah polisi menemukan akun Facebook Official Loly Candy's 18+ yang dikelola Wawan. Roberto mengatakan adanya grup ini sebagai tanda Indonesia menjadi sasaran pemangsa kekerasan seksual terhadap anak.

    Akun grup itu, tambah Wahyu, dibuat pada September 2014 dengan jumlah anggota 7.497 orang. Berdasarkan penyidikan, terdapat 500 video dan 100 foto berkonten kekerasan terhadap anak.

    "Itu belum termasuk yang di WhatsApp. Bisa ribuan. Kita masih analisis apakah foto itu dari Asia atau negara lain," tambahnya.



    Untuk itu, jelas Roberto lagi, Polri berkoordinasi dengan kepolisian dari negara lain, seperti Federal Bureau of Investigation (FBI), Australian Federal Police (AFP), serta melalui wadah Interpol guna mengejar para pelaku. Sebab, diduga sebelumnya ada pula grup Facebook dari sebelas jaringan tersebut yang telah ditutup.

    Datangkan Keuntungan

    Roberto mengatakan konten di akun grup tersebut baru dan dibuat sendiri oleh para pelaku. Sebab, mereka dilarang mengambil foto dari internet. Para anggota pun dituntut aktif untuk membagi konten pornografi agar tidak dikeluarkan dari grup.

    "Kalau dilihat ciri-cirinya secara kasatmata, rata-rata korban anak di bawah umur. Aksi yang dilakukan para pelaku sebenarnya tidak terorganisasi. Mereka mencari korban sendiri-sendiri, kemudian foto dibagikan ke sesama anggota grup.

    Baca: Polisi Sinyalir Korban Paedofil Bertambah

    Tersangka Wawan, yang pengangguran itu, menurut Roberto, mulanya mengunduh video untuk menuntaskan hasrat seksualnya yang menyimpang. Namun, aktivitas itu mendatangkan keuntungan. Sebab, admin dari grup memperoleh USD15 untuk setiap pengunjung yang datang. Keuntungan diperoleh melalui akun Paypal yang dikonversi dari bentuk mata uang elektronik.

    Polisi hingga kini masih mencari tahu jumlah keuntungan yang didapat tersangka dari aktivitas tersebut. "Wawan itu dulu kerja di warnet kemudian dipecat entah karena apa. Sekarang sehari-hari kerjaannya main di warnet," ujar Roberto.

    Di sisi lain, saat ditemui terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyampaikan aspek pencegahan atas kasus ini mencakup komitmen dari sejumlah pihak. Pihak keluarga diharapkan mampu memberi proteksi secara preventif kepada anak.

    Sementara itu, penegakan hukum terkait kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak perlu menjadi atensi.

    "Kita sudah punya undang-undang yang sudah dikuatkan. Ada perppu. Kita tahu kejahatan seksual terhadap anak akan mendapatkan hukuman lebih keras lagi. Kita tunggu proses sedang berjalan," kata Boy Rafli. (Nicky Aulia )

     www.metrotvnews.com
  22. Like
  23. Like
    c0d1ng reacted to News in Kecelakaan Mobil di Toll Jorr   
    Kecelakaan ini terjadi pada 11 Maret 2017, tempat kejadiannya di Toll Jorr dari arah BSD ke Pondok Indah pagi ini. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
     
     
  24. Like
    c0d1ng reacted to dev_guild in What are general thoughts on Elixir, Crystal, Nim, Kotlin, Rust, Swift, Haskell, and Go?   
    Kotlin
    Kotlin is a statically typed language that targets the JVM and JavaScript. Kotlin was born out of need at JetBrains, which was looking for a new language in which to write its tooling, which was mostly written in Java. Something that would allow it to leverage its existing codebase and at the same time resolve some of the issues it had with Java. And it was precisely common pitfalls that one encounters when writing software that shaped much of Kotlin’s characteristics.
    Conciseness: Reduce the amount of boilerplate code necessary to express certain constructs.
    Versatile: Create a language that is suitable for any type of industrial application development, be it web, mobile, desktop, or server-side.
    Safe: Let the language handle some of the common pitfalls made with issues such as null reference exceptions.
    Interoperable: Permit the language to interoperate with existing Java codebases, libraries, and frameworks, allowing for gradual adoption and leveraging existing investments
    Tool-enabled: JetBrains makes tools and it does so out of the belief that many mundane tasks can be automated and lead to more efficient and productive development. As such, the language has to easily allow for tooling.
    Kotlin has and will always be about pragmatism—seeing common issues we encounter frequently when writing code and trying to help address these. This surfaces through various language features such as:
    Null-safe by default: Kotlin types by default are not nullable, avoiding pesky null reference or pointer exceptions.
    First-class delegation: The ability to delegate functionality of a class member to an external function, thus allowing for reuse and better composition.
    Conventions: A series of conventions that allow for writing expressive code, giving way to creating a strongly typed domain-specific language that provides better discoverability and easier refactoring.
    Crystal
    Crystal is a general-purpose programming language with the motto "Fast as C, slick as Ruby."
    It's a high-level, statically typed, compiled, fully object-oriented programming language with advanced type inference and garbage collection.
    The design goals of Crystal are:
    Have a syntax similar to Ruby (but compatibility with it is not a goal).
    Be statically type-checked but without having to specify the type of variables or method arguments.
    Be able to call C code by writing bindings to it in Crystal.
    Have compile-time evaluation and generation of code, to avoid boilerplate code.
    Compile to efficient native code.
    Crystal has unique features such as:
    Channels: Crystal uses Channels inspired by CSP (just like Go) to achieve concurrency. It has cooperative and lightweight threads called Fibers to achieve this. One can easily create a Fiber with the spawn keyword and make the operation asynchronous/nonblocking.
    Macros: Crystal uses macros to avoid boilerplate code and gain metaprogramming abilities. Macros are really powerful and evaluated at compile time, meaning they have no performance penalty.
    crystal command: The crystal command itself is really powerful and comes with great built-in tools. It is used for creating a new project, compiling, running the test suite, and much more. There's also a built-in code formatter that you can use with crystal tool format. There's also crystal play, which is an interactive playground for some quick prototyping, just like irb.
    Elixir
    First introduced in 2012, Elixir is a general-purpose functional language designed for productivity, scalability, and maintainability. While the language is relatively new, it compiles to bytecode that runs on the Erlang Virtual Machine (BEAM). The Erlang VM was born out of the telecom industry, has been evolving for almost 25 years, and powers many massive, high-availability, and low-latency systems.
    Currently, Elixir is primarily used to build web applications using either Cowboy, which is a bare-bones HTTP server, or Phoenix, a full-featured web application framework. It is also building steam in the embedded hardware space with the Nerves framework.
    The Elixir syntax and toolchain both draw some inspiration from Ruby. While the syntax similarities are only skin-deep, the toolchain will feel familiar to anyone who knows Ruby. The commands are well thought out, are easy to use, and facilitate great developer productivity.
    Language goals
    “Friendly” functional programming: The power and benefits of a functional language, with a clear and approachable syntax.
    Highly concurrent and scalable: The language shouldn’t get in the way of tackling big problems for many users.
    Excellent development tools: For building, managing dependencies, testing, and deployment.
  25. Like
    c0d1ng reacted to qbonk in Sejarah Singkat JAVA   

     
    Java dikembangkan pada tahun 1990 oleh insinyur Sun, James Gosling sebagai bahasa pemrograman yang  berperan sebagai otak untuk peralatan pintar (TV interaktif, oven serba bisa). Gosling tidak puas dengan hasil yang ia peroleh ketika menulis program dengan C++, bahasa pemrograman lain, sehingga ia mengasingkan diri di kantornya dan menulis bahasa pemrograman baru agar lebih sesuai dengan kebutuhannya.
     
    Gosling menamakan bahasa pemograman barunya Oak, nama sebuah pohon yang bisa ia lihat dari jendela kantornya; ia kemudian menamainya Green, dan kemudian mengganti namanya menjadi Java, berasal dari kopi Jawa (Java Coffee) , yang katanya banyak dikonsumsi dalam jumlah besar oleh pencipta bahasa ini. Bahasa pemograman ini kemudian menjadi bagian dari strategi Sun untuk menghasilkan uang jutaan dolar ketika TV interaktif menjadi industri bernilai jutaan dolar. Hal itu memang masih belum terjadi hari ini, tetapi sesuatu yang benar-benar berbeda kemudian terjadi pada bahasa pemograman baru Gosling itu.
     
    Secara kebetulan World Wide Web menjadi begitu populer, banyak kelebihan yang membuat bahasa Gosling dapat digunakan dengan baik dan cocok pada proyek maupun alat untuk adaptasi ke Web. Pengembang Sun merancang cara bagi program yang akan berjalan dengan aman dari halaman web dan memilih nama baru yang menarik untuk menemani fokus baru bahasa itu: Java.
     
    Walaupun Java dapat digunakan untuk banyak hal, Web menyediakan tampilan yang dibutuhkan untuk menarik perhatian internasional. Seorang programmer yang menempatkan program Java pada halaman web dapat langsung diakses ke seluruh planet "Web-surfing". Karena Java adalah teknologi pertama yang bisa menawarkan kemampuan ini, Java kemudian menjadi bahasa komputer pertama yang menerima perlakuan bagai bintang di media.
     
    Java adalah bahasa pemrograman untuk berbagai tujuan (general purpose), bahasa pemrogramn yang concurrent, berbasis kelas, dan berorientasi objek, yang dirancang secara khusus untuk memiliki sesedikit mungkin ketergantungan dalam penerapannya. Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan pengembang aplikasi "write once, run anywhere" (WORA), yang berarti bahwa kode yang dijalankan pada satu platform tidak perlu dikompilasi ulang untuk di tempat lain. Java saat ini menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, terutama untuk aplikasi web client-server, dengan 10 juta pengguna.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi