Jump to content

Leaderboard


Konten Populer

Menampilkan konten yang paling disukai sejak 18/11/17

  1. 2 points
    c0d1ng

    Tiket.com Resmi Diakuisisi Blibli

    Perusahaan e-commerce Blibli.com resmi mengakuisisi portal pemesanan tiket online Tiket.com. Akuisisi tersebut diumumkan di sela acara Buka Bersama Media di Senayan City, Kamis (15/6/2017). "Sekarang kami umumkan secara official, (Tiket.com) resmi diakuisisi 100 persen oleh Blibli.com. Kenapa? Soalnya mereka mirip banget dengan kami. Satu hal berbeda adalah soal duitnya," tutur Gaery Undarsa, co-founder sekaligus Chief Communication Officer Tiket.com. "Akuisisinya kami sepakat untuk melakukannya dengan rupiah. Tapi soal jumlahnya, kami tidak bisa mengungkapnya," imbuhnya. Soal bisnis ke depan, CEO Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan bahwa keduanya akan bersinergi. Kedua perusahaan akan menyatukan berbagai aspek yang bisa disatukan, namun juga tetap membicarakan sejumlah aspek terpisah. "Kalau soal kerja sama kan sudah lama. Jadi kami sudah kebayang ke depannya akan melakukan atau membuat produk apa, kalau ada yang bisa disatukan ya kami satukan. Kalau tidak ya kami biarkan berjalan terpisah," terang Kusumo. Tiket.com merupakan perusahaan tiket online yang didirikan oleh Geary bersama dengan Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, dan Natali Ardianto pada Agustus 2011 silam. Sejak awal masa pendiriannya, Tiket.com telah mengembangkan berbagai layanan tiketing, mulai dari event, penerbangan lokal dan internasional, kereta, hingga penyewaan mobil. Sedangkan Blibli.com merupakan situs e-commerce yang didirikan pada Juli 2011 oleh PT Global Digital Niaga (GDN), yang merupakan anak perusahaan PT Global Digital Prima (GDP) milik Martin Hartono. PT Global Digital Prima (GDP) merupakan bagian dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Djarum Group. Selain itu, grup ini juga menjadi pemegang saham beberapa bisnis online seperti situs Kaskus, lintasberita.com yang kini menjadi Beritagar.id, dailysocial.net, dan inkubator Merah Putih Inc.
  2. 1 point
    Seorang bocah laki-laki di China tampaknya memiliki wajah yang membuatnya beruntung. Pasalnya, bocah bernama Fan Xiaoqin (8) itu memiliki wajah mirip dengan miliuner China, Jack Ma. Jack Ma merupakan pendiri Alibaba Group yang terkenal dengan bisnis online shop-nya di China. Namun, keadaan bocah yang dipanggil “mini Jack Ma” ini kurang beruntung. Sebab ibunya mengidap penyakit polio, ayahnya kehilangan kaki, dan neneknya mengidap alzheimer. Akibat hal tersebut, biaya untuk pendidikan Xiaoqin agak tersendat. Mini Jack Ma pertama kali terkenal pada 2015 ketika seorang warga desa mengunggah videonya. Para netizen langsung mengklaim ia memiliki wajah serupa dengan sang miliuner. Namun pada tahun ini nama Xiaoqin kembali terkenal dan banyak netizen China yang meminta Jack Ma untuk membantu bocah itu mengingat keadaan keluarganya yang kurang mampu. Bak gayung bersambut, Xiaoqin mendapat perhatian dari Jack Ma yang pada pekan lalu mengatakan bakal membiayai pendidikan bocah tersebut hingga lulus kuliah.
  3. 0 points
    c0d1ng

    CEO LeEco Resign

    CEO LeEco, Jia Yueting, telah memutuskan mengundurkan diri (resign). Langkah ini ditempuh terhitung setelah satu bulan LeEco membatalkan tawaran USD2 miliar untuk membeli produsen TV Amerika Serikat, Vizio. Resign-nya Jia Yueting diumumkan di bursa saham, seperti dilaporkan Reuters. Meski resign, Jia akan mempertahankan posisinya sebagai pimpinan di perusahaan yang menaungi LeEco, Leshi Internet Information & Technology Corp. Posisi CEO LeEco akan digantikan oleh Liang Jun, mantan eksekutif Lenovo yang telah bekerja di LeEco selama lima tahun. Menurutnya, pergantian CEO ini akan memberi dampak yang baik bagi perusahaan karena pemimpin memiliki waktu sepenuhnya untuk LeEco. “Ini akan membuka gerbang bagi tim yang kuat yang dapat mengelola perusahaan dengan lebih baik,” katanya. Sebagai bagian dari perubahan kepemimpinan, LeEco juga menggantikan CFO Yang Lijie dengan CFO China Zhang Wei. Perubahan kepemimpinan ini kemungkinan merupakan upaya perusahaan untuk memulihkan bisnisnya. Tak hanya perubahan struktur kepemimpinan, China Business Journal melaporkan bahwa pada awal pekan ini LeEco tengah mempersiapkan PHK dengan jumlah besar pada beberapa unit bisnisnya. Anak perusahaan AS LeEco kabarnya akan melakukan PHK karyawan hingga 30%. LeEco belakangan dikabarkan memiliki banyak masalah. Hal tersebut mencuat karena menyusutnya pertumbuhan perusahaan secara agresif.
This leaderboard is set to Jakarta/GMT+07:00
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi