Jump to content

Leaderboard


Konten Populer

Showing content with the highest reputation since 21/02/19 in all areas

  1. 5 points
    Jakarta - Ricky Kevin, penyanyi berbakat asal kota Bandung ini kembali meramaikan blantika musik Indonesia. Single baru bertajuk “Berapa Banyak Cinta” ini resmi dirilis pada 16 Oktober 2018, ciptaan Bemby Moor. Dibawah naungan manajemen CKH Entertainment, bekerja sama dengan lebih dari 50 radio di seluruh Indonesia melakukan pemutaran serentak untuk single yang easy-listening ini. Sebagai rangkaian dari kegiatan promosi single terbaru dari Ricky Kevin ini, CKH Entertainment menggandeng Soul of Jakarta menyelenggarakan lomba cover lagu “Berapa Banyak Cinta” dengan tema “BBC – Berani Bikin Cover”. Mau tahu lagunya seperti apa? Kalian bisa request ke radio kesayangan kalian di seluruh Indonesia. Lomba ini diadakan sebagai wadah bagi siapa saja yang memiliki minat, bakat dan talenta di bidang musik untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam bermusik. Para peserta akan diberi kesempatan untuk unjuk kemampuan dalam melakukan cover lagu “Berapa Banyak Cinta” yang akan di unggah ke akun media sosial Instagram. Tak tanggung-tanggung, sejumlah hadiah menarik pun seperti kamera, alat musik, jam tangan dan uang tunai menanti bagi para peserta dengan kreativitas terbaik. Syarat dan Ketentuan : Wajib follow Instagram @ckhentertainment Subscribe YouTube channel CKH Entertainment Rekam video cover lagu Ricky Kevin – Berapa Banyak Cinta Upload video cover ke akun Instagram dengan durasi maksimal 1 menit. Apabila lebih 1 menit, video dapat di upload dengan Multiple Video. Cantumkan caption menarik mengenai alasan kamu meng-cover lagu Ricky Kevin – Berapa Banyak Cinta dan sertakan hashtag #coverlaguBBC #beranibikincoverRK #rickykevinberapabanyakcinta Tag dan mention @ckhentertainment Ajak teman-teman untuk like video cover kalian Batas akhir upload video cover lagu ini sampai tanggai 31 Maret 2019 Pemenang akan diumumkan pada tanggal 5 April 2019 melalui Instagram CKH Entertainment Acara ini didukung oleh 20 media partner diantaranya : Binus TV, Cinmi, Event Jakarta, Event Surabaya, Gigs Corner, Jogja Punya Acara, Jejaring Acara, Kabar Kampus, Kabar Nusa. Dom, Media Event, NaREMA, Ngobas, Raja Event, Surabaya Pagi, Sumsel Post.com, Sumsel Daily, Sumsel Sembilan, Suara Pemuda Yogya, Seputar Event, Soul of Jakarta, dan Warta Event. Baca selengkapnya di: www.soulofjakarta.com dan Follow us: @soulofjakarta on Twitter | Soul of Jakarta on Facebook
  2. 2 points
    floristshopid

    Dukung UMKM Go Online

    Dukung Kami, Dukung Gerakan UMKM Go Online Floristshop adalah Online Florist Marketplace Pasar Bunga Online dengan Pelayanan Cepat, Produk Lengkap, Transaksi Mudah dan Aman, Pengiriman Cepat dan Pasti. Keunggulan lainnya Floristshop memberikan jaminan uang kembali jika produk bunga yang dipesan tidak terkirim. STARTUP ini adalah salah satu dari proyek digital kami yang dibangun dengan tujuan membantu mengembangkan UMKM di Indonesia khususnya Pengrajin dan Penjual Bunga untuk memasarkan produk-produknya. Beragam pilihan produk dari Merchant kami antara lain: 1. Buket Bunga 2. Bunga Papan 3. Bunga Meja Terima Kasih atas perhatiannya. Pasar-Bunga-Online-Floristshop.pptx
  3. 1 point
    h4rie

    Cara Sembuhin Sakit Gigi Tanpa Obat

    Terjadinya sakit gigi pasti akan merusak hari Moms. Rasa sakit yang tidak diinginkan dan menjengkelkan di mulut membuat kecemasan yang tak tertahankan. Sakit gigi dapat disebabkan oleh karies, abses atau gigi retak, gusi yang meradang, gigi goyang, mengunyah secara agresif, dll. Intensitas dan jenis nyeri bervariasi sehingga dapat mewujudkan sebagai kepekaan terhadap panas atau dingin serta kontak langsung dari gigi atau berdenyut, tajam atau nyeri ringan. BACA JUGA :Aman dan Mudah, Metode Ini Bikin Gigi Putih dalam 7 Hari Pergi ke dokter adalah hal yang wajib dilakukan setelah Moms mulai mengalami sakit gigi. Tetapi, Moms dapat menggunakan trik efektif berikut ini yang akan menghilangkan sakit gigi hanya dalam 7 menit. Yang Moms butuhkan adalah es batu, yang harus Moms tempatkan di antara ibu jari dan telunjuk. Gosok dengan lembut di area telapak tangan selama sekitar 5-7 menit. Gunakan Es Batu Disini Ujung saraf yang berhubungan dengan pusat nyeri di otak dan mengontrol tingkat rasa sakit di lengan dan kepala terletak di area telapak tangan. Penelitian yang dilakukan di Kanada pada tahun 80-an menunjukkan bahwa sakit gigi dapat dihilangkan atau setidaknya dikurangi, tanpa harus membuka mulut. Menggosok es batu di titik tersebut hampir 90% responden yang berpartisipasi dalam survei mengatakan bahwa teknik tersebut telah mengurangi sakit gigi. Ujung saraf yang berhubungan dengan pusat nyeri di otak dan mengontrol tingkat rasa sakit di lengan dan kepala terletak di area telapak tangan. Penelitian yang dilakukan di Kanada pada tahun 80-an menunjukkan bahwa sakit gigi dapat dihilangkan atau setidaknya dikurangi, tanpa harus membuka mulut. Menggosok es batu di titik tersebut hampir 90% responden yang berpartisipasi dalam survei mengatakan bahwa teknik tersebut telah mengurangi sakit gigi.
  4. 1 point
    Daftar Harga Toyota Fortuner Jakarta Terbaru 2019 Punya keinginan untuk membeli mobil baru yang lega, kokoh, dengan performance tinggi. Toyota Fortuner 2019 patut Anda pertimbangkan. Mobil besar, kokoh dan juga pasti keren. Harga Toyota Fortuner Jakarta terbaru tahun ini, bisa Anda cek di auto2000.co.id. Harga termurahnya mulai Rp 472 juta sampai untuk tipe tertinggi dijual dengan harga Rp 664 juta. Yuk simak daftar lengkap harga Toyota Fortuner Jakarta berikut ini. Fortuner 4X2 2.4 G manual DSL Rp 472 juta Fortuner 4×2 2.4 G automatic DSL Rp 490 juta Fortuner 4×2 2.4 VRZ automatic DSL Rp 521 juta Fortuner 4×2 2.4 VRZ automatic DSL TRD Rp 533 juta Fortuner 4×2 2.7 SRZ automatic BSN TRD Rp 558 juta Fortuner 4x2 2.7 SRZ automatic BSN Rp. 546 juta Fortuner 4×4 2.4 G automatic DSL Rp 593 juta Fortuner 4×4 2.4 VRZ automatic DSL Rp 664 juta Daftar harga toyota fortuner jakarta ini bersumber dari auto2000.co.id. Seperti Anda lihat, mobil Toyota Fortuner ini memiliki harga termurah untuk tipe manual DSL yang dijual dengan harga Rp 472 juta. Sedangkan untuk tipe lainnya menggunakan automatic transmision. Secara desain, sudah tak perlu diungkapkan lagi betapa gagahnya mobil Fortuner. Kalau Anda melihatnya berseliweran di jalanan, mobil ini terlihat sangat elegan. Ta hanya dari sisi desain, peningkatan kemampuan mobil Fortuner ini juga terlihat dari sisi interior dan kemampuan mesinnya. Maka pantas kalau harga Toyota Fortuner Jakarta dipatok dalam harga tersebut. Sangat worthed it! Toyota Fortuner terbaru ini pun hadir dengan sejumlah pilihan warna yang memikat. Mulai dari warna bronze metallic, hitam, dark grey, brown metallic, silver metallic hingga super white. Yang baru dari Fortuner 2019 adalah adanya New TRD Black Foglamp Cover. Ini bisa diamati pada Fortuner tipe TRD Sportivo. Tampilannya sangat keren dan selaras dengan sekujur Fortuner. Begitupun kalau kita lihat dari sisi eksterior, di sisi belakang, emblem Fortuner bergaya sangat sporty. Untuk kemampuannya saat digunakan di jalanan sudah tidak perlu diragukan lagi. Mobil ini siap untuk dipacu dalam kecepatan tinggi dan tetap stabil digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Dari sisi engine, Toyota Fortuner juga dilengkapi dengan mesin New Super GD Engine VN Turbo yang membuatnya sangat kuat. Anda bisa coba untuk melakukan test drive mobil ini di Auto2000 terdekat. Dari pengalaman pengguna selama ini, banyak yang sangat puas saat menggunakannya. Sekalipun harga Toyota Fortuner Jakarta ini tergolong mantap, tapi tetap banyak yang melakukan pembelian unit mobil ini. Sepanjang tahun 2018 lalu, total penjualan Fortuner lebih dari 18 ribu unit di seluruh Indonesia. Ini menandakan mobil ini memiliki banyak peminat karena kualitasnya diakui banyak orang. Auto2000 termasuk dealer yang selalu menyediakan mobil ini secara ready stock. Jadi bagi Anda yang ingin memesannya, bisa coba langsung untuk menghubungi Auto2000 terdekat. Pasar di Indonesia untuk kelas SUV memang makin meningkat. Biasanya pemilik mobil SUV ini adalah yang sudah pernah merasakan betapa mobil MPV belum bisa memenuhi kebutuhan mereka secara maksimal. Karena itu, mobil SUV seperti Fortuner ini yang kemudian menjadi pilihan berikutnya. Bagi yang memiliki aktivitas tinggi, apalagi sering ke luar kota, Fortuner memang mobil yang layak jadi andalan. Sebab mobil ini bisa dipacu dengan sangat kencang. Anda bisa mencobanya sendiri saat mengendarainya di jalan tol. Kalau Anda ingin cari harga toyota fortuner jakarta yang sedang promo atau ada penawaran khusus, sering-sering coba mengeceknya di situs auto2000.co.id. Atau bisa juga bertanya melalui marketing representative Auto2000 terdekat di daerah Anda.
  5. 1 point
    Informastion

    Dunia Sudah Berganti Rupa

    Beberapa waktu lalu seorang ibu muda, Prita Mulyasari namanya, menjadi buah bibir karena perkaranya yang unik. Suatu hari ia menulis surat elektronik (surel) kepada beberapa temannya, mengeluhkan perlakuan rumah sakit Omni International terhadap dirinya. Mungkin karena prihatin mendengar cerita itu, beberapa orang meneruskan surel itu ke berbagai milis dan dalam waktu singkat menyebar tanpa kendali. Pihak rumah sakit merasa dirugikan dan membawa Prita ke pengadilan. Perempuan muda itu sempat ditahan di LP Wanita Tangerang sampai akhirnya ‘ditemukan’ oleh media yang membuat kasusnya terangkat ke permukaan. Persis seperti surel yang mengawali perkara ini, berita tentang dirinya dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru. Di jejaring sosial facebook beberapa pengguna membuat laman khusus untuk berkampanye dan menggalang dukungan baginya. Gayung bersambut. Dalam waktu singkat ribuan orang memberikan simpati dan dukungan. Mobilisasi di dunia maya berefek di dunia nyata. Di mana-mana orang mulai mengumpulkan koin yang akan dipakai untuk membayar denda jika akhirnya Prita dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Di puncak drama pengadilan akhirnya menyatakan Prita tidak bersalah dan dibebaskan dari tuntutan. Kasus ini memicu diskusi hangat. Prita bukan satu-satunya orang yang mengalami ketidakadilan, tentu saja. Banyak yang lain, dan malah lebih buruk. Tapi mobilisasi melalui jaringan Internet inilah yang dianggap baru. Pertanyaan besarnya, apakah media baru dan jejaring sosial seperti facebook adalah obat mujarab baru yang bisa memicu perlawanan terhadap ketidakadilan? Sebagian menilai gerakan itu berhasil menggalang kepedulian dan membuat orang bergerak walau ‘sebatas’ mengumpulkan koin. Ide mengumpulkan koin juga cemerlang karena ratusan ribu koin itu adalah representasi dari kekuatan rakyat kecil yang besar. Tapi ada juga pendapat bahwa gerakan ini gagal justru karena tidak melawan, tapi menghindari, ketidakadilan. Koin yang dikumpulkan itu akan dipakai untuk membayar denda yang ditetapkan pengadilan, dan karena itu bisa ditafsirkan sebagai pengakuan bahwa apa yang dilakukan oleh Prita itu salah. Apalagi jika melihat dukungan yang tadinya masif langsung menguap setelah ada keputusan pengadilan, padahal masih banyak orang senasib yang tidak terurus. Dunia kembali seperti semula lengkap dengan segala ketidakadilan yang pernah membawa Prita ke penjara. Bagi saya kedua kubu yang berbeda pendapat ini ada benarnya, tapi mungkin terlalu cepat mengambil kesimpulan. Ada beberapa hal dalam kasus Prita ini yang menuntut perhatian lebih cermat. Mobilisasi dukungan yang begitu luas tidak mungkin terjadi di masa Orde Baru, bukan karena represi dan kontrol yang ketat terhadap media, tapi karena teknologi media memang belum memungkinkan penyebaran informasi yang begitu cepat dan efektif. Dalam kasus Prita kita sebenarnya menyaksikan kekuatan dari teknologi media baru – khususnya Web 2.0 – yang memungkinkan interaksi media mainstream dengan jejaring sosial. Berita di media cetak dan elektronik yang pertama membuat perkara ini menjadi publik menyebar melalui jejaring sosial dan memicu perlawanan. Dukungan pun mengalir. Kegiatan dalam jejaring sosial ini kemudian menjadi bahan berita bagi media mainstream dan begitu seterusnya. Dan semua itu berlangsung dalam waktu sangat singkat dan boleh dibilang bersifat spontan. Gerakan ini praktis anonymous dan tanpa tokoh, walaupun banyak elite politik yang berebut menungganginya. Kecuali sejumlah teman dekat atau keluarga saya kira tidak ada lagi yang ingat siapa yang pertama menulis berita tentang Prita ketika mendekam di tahanan. Tidak ada juga yang ingat siapa inisiator yang pertama membuka laman dukungan untuk Prita di facebook. Tentu ini tidak dengan sendirinya berarti hadirnya sesuatu yang lebih baik. Tapi yang jelas pemandangan baru dalam gerakan sosial menuntut pemahaman yang berbeda pula. Cara pandang lama yang menganggap teknologi media semata-mata sebagai alat luhu yang bisa digunakan sekehendak pemiliknya tidak banyak gunanya di sini dan pasti akan muncul dengan pertanyaan usang: apakah jaringan Internet dan jejaring sosial bisa membawa perubahan sosial? Padahal jelas bahwa teknologi media sekarang jelas membawa perubahan dalam masyarakat, seperti halnya teknologi cetak membawa perubahan di tanah jajahan seratus tahun lalu. Soalnya karena itu bukan apakah ada perubahan atau tidak, tapi perubahan ke arah mana? Dari perspektif gerakan sosial hal yang paling penting adalah bagaimana berbagai elemen media baru itu berinteraksi dan memberi jalan bagi munculnya gerakan. Hanya dengan begitu kita bisa lebih produktif memikirkan strategi gerakan sosial yang menjadi fokus utama dari tulisan ini. Revolusi Digital, Ruang dan Waktu Saat TVRI menyiarkan serial Star Trek pada awal 1970-an orang mungkin tidak membayangkan bahwa masa depan yang mereka lihat di layar televisi itu akan datang begitu cepat. Saat ini orang sudah bisa bicara ‘tatap layar’ dengan ponsel atau komputer persis seperti Kapten Kirk saat berkomunikasi dengan Mr Spock dari ruang kendali USS Enterprise. Di Indonesia komunikasi berbasis komputer mulai digunakan publik sekitar pertengahan 1990an saat Kapten Kirk sudah pensiun. Ada beberapa perusahaan dan lembaga yang menyediakan akses ke jaringan Internet dengan pengguna beberapa ribu orang saja. Angka ini kemudian berlipat ganda dengan cepat karena meluasnya layanan dengan adanya berbagai kemungkinan akses mulai dari modem personal, televisi kabel sampai teknologi seluler. Sepanjang dekade pertama abad ini berulangkali terjadi ledakan penggunaan Internet karena perkembangan teknologi. Saat ini diperkirakan ada lebih dari 31 juta pengguna, dan angka ini akan mencapai 94 juta pada 2015.[1] Jika angka ini dihadapkan pada piramida sosial maka bisa dipastikan bahwa akses Internet di Indonesia sudah tumpah ke bawah, tidak lagi terbatas pada kalangan menengah atas saja. Untuk memahami lanskap digital pemisahan sosial yang penting bukan hanya kelas tapi juga usia. Enda Nasution dalam sebuah diskusi baru-baru ini mengklaim bahwa 70% pengguna Internet di Indonesia berusia 35 tahun ke bawah.[2] Artinya ini adalah generasi yang dibesarkan pada era 1980an dan 1990an dan mengenal komputer serta Internet sejak anak-anak atau remaja, dengan pengalaman komunikasi yang sangat berbeda dari orang tua mereka. Jika orang tua mereka baru mengenal televisi saat remaja, atau bahkan dewasa, dan itupun hanya melalui TVRI, maka generasi ini tumbuh bersama layar televisi atau monitor komputer, dengan puluhan saluran. Subyektivitas yang terbentuk dalam jejaring media seperti itu tentu akan berbeda pula. Cara orang melihat dunia pun berubah dengan bertambahnya kemungkinan dalam skala yang nyaris tak terhingga. Di atas kertas tidak ada belahan dunia yang belum atau tidak tersentuh. Jika tidak secara fisik maka pasti akan mungkin dengan perantaraan media. Teknologi membuat semua sudut di dunia seolah transparan, termasuk ruang-ruang yang semula aman terlindung seperti pulau terpencil atau kamar tidur. Pengertian mengenai jarak juga mengalami perubahan drastis. Pada awal abad lalu seorang penulis Hungaria, Frigyes Karinthy, merumuskan teori six degrees of separation yang mengatakan bahwa orang di dunia ini hanya dipisahkan oleh enam orang/langkah saja. Misalnya hubungan antara A, seorang pemuda kampung di Morowali dengan H, seorang penari striptease di Los Angeles. A bertetangga dengan B, yang adalah adik ipar C, seorang perwira militer. C adalah bawahan dari D yang bertugas sebagai atase militer di Washington. Ia akrab dengan E, perwira penghubung dari Pentagon yang masih saudara tiri dari F, pemilik restoran tempat H biasa sarapan setelah semalam suntuk menari di klab malam. Di abad sekarang jarak itu menjadi makin singkat. Ekspansi jaringan telekomunikasi praktis menutupi hampir seluruh wilayah dunia yang berpenghuni padat dan memperkecil jarak antara mereka yang punya akses dan tidak punya akses pada layanan komunikasi digital. Dalam jejaring sosial seperti twitter dan facebook jarak rata-rata orang adalah empat langkah saja, karena – meminjam contoh rekaan di atas – B akhirnya berteman dengan D di facebook, dan E berkencan dengan H setelah diperkenalkan oleh F melalui twitter. Tetapi soal jarak ini juga ada kecenderungan sebaliknya. Di facebook saya menemukan tagline menarik: mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Semakin sering kita melihat pasangan atau kumpulan orang yang duduk mengelilingi meja makan tapi sibuk dengan ponsel masing-masing. Di rumah pun para penghuni akan sibuk dengan komputer atau ponsel tanpa sempat berkomunikasi dengan pantas seperti halnya duapuluh atau tigapuluh tahun sebelumnya. Banyak status di facebook sekarang ini mengumumkan kerinduan akan tempat-tempat yang jauh dan betapa menyenangkannya berada di tempat lain. Komputer atau ponsel menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga pemisahan ketat antara dunia maya dan dunia nyata sudah semestinya dipertanyakan kembali. Semakin sering kita menjumpai pengendara sepeda motor yang sibuk dengan ponselnya saat berhenti di lampu merah. Beberapa yang super-trampil bahkan melakukannya sambil mengendai sepeda motor dengan helm separuh terangkat. Anak remaja yang dipaksa ikut orang tuanya menghadiri pesta yang membosankan tidak lagi merengek karena sibuk dengan game atau lawan chat di ponselnya. Displacement massal ini menunjukkan bahwa teknologi media punya pengaruh penting terhadap pola hubungan sosial. Komunikasi di jaringan Internet bukan sesuatu yang abstrak di luar sana, tapi merupakan bagian integral dari dunia nyata. Konsepsi dan perilaku terhadap waktu juga berubah drastis. Teknologi digital membuat arus informasi mengalir semakin cepat. Portal berita seperti detik.com menyajikan bermacam informasi secara beruntun yang jika diikuti terus bisa menyedot perhatian seseorang sepanjang hari tanpa jeda sedikit pun. Di Indonesia ada belasan portal berita sejenis, belum terhitung puluhan situs lain yang lebih ambisius dalam hal kedalaman daripada kecepatan. Jika ditambah dengan portal berita internasional, surel yang kita terima, pesan dan bermacam fitur di facebook, twitter dan pesan pendek melalui ponsel, yang kita peroleh ada ledakan informasi. Jika di masa lalu orang mengeluhkan kurangnya informasi maka sekarang kita justru mengalami kelimpahan informasi dan kurangnya waktu untuk mengorganisasi dan mencerna informasi. Waktu sepertinya tidak lagi membentuk bentang yang jelas tapi dipotong-potong dalam unit yang semakin kecil. Tidak ada yang mencerminkan kecenderungan ini lebih baik dari industri pop, terutama saluran MTV. Hampir seluruh tayangan di saluran ini berupa potongan (clips) yang non-linear dengan beragam images yang silih-berganti tanpa koherensi makna. Perhatian kita terarah pada momen yang indah dan bukan keutuhan narasi. Pola ini juga menular ke industri berita yang cenderung mengabaikan koherensi dan kedalaman karena fokus pada kecepatan. Para pekerja media berlomba menjadi yang pertama dan bukan yang utama. Thomas Eriksen menyebut situasi ini sebagai tyranny of the moment, di mana segala sesuatu terancam berubah menjadi rangkaian momen, tanpa sebelum dan sesudah, tanpa sana dan sini, untuk membedakan satu dari yang lain. Di dunia digital pergeseran ini ditandai dengan munculnya Web 2.0 yang menjadikan jejaring (web) Internet sebagai platform. Jejaring ini tidak dibentuk dari satu sumber tunggal tapi sebaliknya mengandalkan keterlibatan orang banyak. Pengguna menjadi produsen informasi sekaligus yang dapat menentukan isi dan bentuk dari informasi yang beredar. Di facebook atau twitter orang bisa menyebarkan link pada informasi tertentu dengan komentar yang mengarahkan. Dalam hitungan detik orang ramai bisa memberikan komentar dan ikut membentuk makna. Informasi tidak lagi disiarkan dari satu sumber ke penerima tapi sudah berinteraksi sedemikian rupa dengan variasi yang jauh dari maksud aslinya. Dengan sedikit kecermatan dan kerajinan tangan kita bisa memilah dan mengkombinasi beberapa potongan informasi menjadi bongkahan informasi baru dengan tafsir dan sudut pandang baru. Keragaman pengolahan informasi menjadi begitu tinggi sehingga praktis tidak ada yang bisa menduga arahnya. Pada akhirnya berita asli tidak lagi penting dan hanya menjadi satu dari banyak elemen yang terlibat dalam proses pembentukan makna. Hirarki sosial dan ikatan komunitas untuk sementara diabaikan karena pertukaran berlangsung terbuka antara semua pihak yang hadir. Ada semacam kekacauan yang produktif karena wacana tidak dibentuk berdasarkan ketaatan tapi melalui pertarungan yang terbuka. Hal ini yang membuat banyak orang menganggap kebudayaan digital ini adalah platform paling tepat bagi demokrasi. Sepintas ada benarnya. Hirarki sosial sepertinya tertunda, setiap orang punya ruang dan kesempatan yang sama, dan yang paling penting selalu ada ruang bagi subversi, menggoyahkan yang mapan. Dan tidak sedikit orang yang menggunakan kesempatan semacam itu seperti serangan bertubi di jejaring twitter terhadap Tifatul Sembiring di sekitar ‘insiden salam tangan’ dengan Michelle Obama saat yang terakhir berkunjung ke Indonesia. Tetapi jika diperhatikan lebih saksama klaim bahwa suasana seperti itu ideal bagi demokrasi juga berlebihan. Kita memang bisa merasakan kehadiran demos dengan sangat, tapi unsur kratos sebaliknya sangat samar. Justru sebaliknya kita seperti melihat runtuhnya kratos dalam pengertian tradisional sebagai kekuasaan yang terhimpun. Pertukaran informasi yang begitu cepat tidak hanya mengguncang grand narrative tapi menghalangi pembentukan narasi yang langgeng. Kebudayaan digital tidak hanya menantang hal-hal yang terlalu lama dianggap mapan tapi justru kemapanan itu sendiri. Subversi dan disruption dimungkinkan setiap saat dari landasan bicara yang sama. Hasilnya bukanlah kesimpulan atau pendapat yang solid melainkan himpunan pendapat yang tidak selalu koheren. Jejaring twitter misalnya, sesuai namanya, adalah forum berkicau dan bukan platform untuk menghimpun sebuah orkestra. Saya sering terkesima mengikuti banjir komentar di jejaring itu: kontroversi politik ditingkahi celetukan cabul, berita gempa atau kultwit tentang pasar bebas atau penodaan agama. Belum lagi satu masalah selesai dibicarakan sudah datang yang lain sehingga lebih banyak hal yang terlewat.[4] Kesan setara dan demokratis dari kebudayaan digital ini lebih jauh ditantang oleh konsentasi kepemilikan dan kontrol. Semua ruas tulang punggung pertukaran informasi ini masih dikuasai oleh beberapa perusahaan besar yang mengeruk keuntungan besar pula. Sering tidak disadari bahwa di balik jejaring sosial yang terlihat partisipatoris dan demokratis ada mesin hitung yang bekerja super cepat menghitung gerak jutaan ujung jari di seluruh dunia. Pengguna jejaring sosial adalah konsumen sekaligus produk. Setiap akses ke jejaring sosial dihitung sebagai kesempatan promosi seperti halnya pembaca suratkabar atau penonton televisi dijual kepada pemasang iklan sebagai pasar potensial. Sebagai konsumen para pengguna menikmati berbagai fasilitas dalam jejaring sosial seperti memuat berita, memasang foto, membentuk berbagai group dan sub-jaringan, semuanya tanpa bayaran. Secara tidak sadar para pengguna ini melakukan kerja sukarela membuat jejaring itu semakin menarik dan dengan begitu terus menyedot pengguna baru yang pada gilirannya akan melakukan hal yang sama. Saat panen tiba massa pengguna ini dengan semua informasi yang mereka tampilkan menjadi komoditi yang ditawarkan oleh para pemilik jejaring sosial ini kepada klien targeted advertising. Semua informasi yang secara sukarela diberikan para pengguna jejaring sosial, mulai dari data sederhana mengenai diri, selera musik dan film, preferensi seksual dan pilihan warna, menjadi komoditi yang sangat berharga dan membuat orang seperti Mark Zuckerberg, pemilik jejaring sosial facebook, bisa menjadi milyarder dalam hitungan bulan. Hubungan teknologi informasi dan politik tidak bersifat deterministik. Teknologi digital memang mempermudah dan memperluas akses sehingga punya potensi demokratik yang jauh lebih besar dari teknologi cetak. Siapa saja bisa berbicara, kapan saja. Tapi di sisi lain teknologi yang sama juga membatasi dan mungkin menimbulkan hirarki baru. Cukup jelas bahwa lanskap digital sekarang ini dikuasai oleh kalangan menengah berusia muda, karena ruas-ruas tulang punggung industri elektronik memang diarahkan kepada mereka. Dan itu adalah keputusan politik yang dibuat tidak lain oleh beberapa perusahaan multinasional raksasa. Tidak ada demokrasi di sana, yang berlaku adalah aritmetika bisnis. Informasi digital karena itu bisa bermuara pada demokrasi dan kesetaraan, tapi bisa juga sebaliknya. Platform baru seperti Web 2.0 memberikan banyak peluang dan kesempatan berpolitik baru tapi sekaligus membatasi. Gerakan Sosial dan Politik Digital Jika diperhatikan ada irisan menarik antara perkembangan teknologi dan sejarah politik di Indonesia. Penggunaan Internet mulai meluas pertengahan 1990an. Pada saat yang sama rezim Soeharto mulai limbung akibat krisis ekonomi dan politik yang terjadi berbarengan. Dan irisan ini tercipta tentu bukan karena kebetulan belaka. Jaringan Internet sejak awal berfungsi sebagai penyalur informasi alternatif yang di masa akhir kekuasaan Soeharto coba dijaga ketat dengan sensor, penutupan media dan pembungkaman jurnalis. Teknologi milis melahirkan forum diskusi seperti mediacare dan Forum Pembaca Kompas yang meramaikan penyebaran informasi dengan diskusi interaktif. Pemikiran yang dihambat seperti mendapat saluran di sini dan tidak dapat disangkal bahwa jaringan Internet adalah situs produksi pikiran kritis yang penting. Di dalam milis orang bisa mengangkat dan mengutarakan pikiran yang paling subversi dan cabul secara politik tanpa resiko yang mungkin diderita seandainya diucapkan dalam pertemuan tatap muka. Walau sering diejek dan direndahkan sebagai ‘tempat buang ludah’, teknologi milis ini mengubah komunikasi sosial secara drastis. Hal yang semula tidak mungkin dikatakan sekarang menjadi hal biasa. Bermacam tabu sosial, budaya dan politik – yang sangat besar pengaruhnya di Indonesia – dipecah seperti tukang batu membobol tembok. Penelitian mendalam harus dibuat untuk memahami transformasi kesadaran dan subyektivitas akibat perkembangan ini, tapi saya kira cukup aman untuk mengatakan bahwa generasi yang lahir dan besar bersama teknologi ini lebih terbuka dan merdeka dalam berpikir dari generasi sebelumnya. Setelah Orde Baru jatuh banyak perubahan yang terjadi. Kekuatan dan pemain baru mulai bermunculan di pentas. Mereka yang semula dimusuhi Orde Baru kini relatif bebas berkumpul, mengutarakan pendapat dan bahkan ikut pemilihan umum. Banyak lembaga negara mengalami perubahan fungsi dan wewenang. Lembaga kepresidenan misalnya, terutama di masa Gus Dur, tidak lagi sangar dan tertutup. Militer walau tidak mundur sepenuhnya dari politik tidak lagi berperan sebagai kesatuan seperti dulu karena kesetiaan pun terbelah-belah mengikuti proses desentralisasi. Pemerintah daerah yang semula hanya perpanjangan tangan pemerintah pusat kini punya suara dan warna tersendiri. Tentu ini tidak berarti segalanya menjadi lebih baik. Praktek korupsi yang semula terpusat dan terpimpin, sekarang semakin menyebar dan liar. Di tengah krisis ekonomi orang berlomba menduduki jabatan penting karena birokrasi negara menjadi situs akumulasi kekayaan yang utama. Korupsi makin menggila. Kepentingan bisnis dan politik tumpang-tindih, ganas menunggangi peristiwa politik apapun, atau lebih tepatnya menjadikan apapun juga sebagai peristiwa politik, mulai dari kedatangan artis porno Miyabi sampai ledakan Merapi. Jika semula gerak politik cenderung menanggapi ritme rezim Soeharto maka sekarang gerak itu berpencar ke segala arah melahirkan ritme-ritme baru yang tidak selalu padu. Perluasan media elektronik, jaringan Internet dan teknologi digital membuat berbagai ritme ini semakin sulit dirangkai. Semua hal bisa menjadi sama penting. Informasi seperti berdesakan menuntut perhatian dan waktu yang semakin terbatas. Di masa sekarang perjuangan untuk demokrasi dan keadilan sosial bukan hanya bertarung dengan sensor atau politik yang anti-demokrasi dan anti-keadilan sosial, tapi terutama dengan ketidakpedulian dan pengalihan. Dalam studi terhadap sekitar seribu forum diskusi di Internet yang beranggotakan lebih dari empat ratus ribu orang, terlihat bahwa mayoritas anggota menggunakan berbagai forum itu untuk keperluan silaturahmi keluarga dan teman, disusul dengan keilmuan (terutama teknologi komputer) dan bisnis. Politik berada di urutan terendah dikalahkan oleh pornografi, agama dan hobi.[5] Saat ini mungkin online gaming yang berkembang sejak pertengahan 2000an sudah ikut menduduki peringkat atas. Di tengah perubahan ini gerakan sosial sepertinya justru meredup. Di mana-mana orang mengeluh soal tidak adanya fokus kerja, lemahnya dukungan publik dan juga keterbatasan daya tahan organisasi dan para penggeraknya. Gerakan mahasiswa yang sempat merajai jalan-jalan raya saat kekuasaan berpindah tangan kini sudah menguap. Sebagian pemimpinnya masuk jalur politik formal sebagai anggota DPR, pejabat pemerintah, mengikuti jejak angkatan sebelumnya. Sebagian lain memilih bekerja sebagai ‘tenaga profesional’ dengan sedikit perhatian dan komitmen pada gerakan sosial. Gerakan buruh dan petani datang silih-berganti seiring dengan pasang-surut advokasi di sekitar keluhan mereka. Berbagai sektor masyarakat lain seperti pedagang kaki lima, guru sekolah, pegawai negeri, bahkan polisi terlibat berbagai aksi protes yang biasanya berumur pendek dan tidak berlanjut menjadi gerakan. Menghadapi semua ini ada dua tanggapan yang muncul. Pertama, upaya pengkhususan dengan membentuk lembaga-lembaga baru yang sangat spesifik cakupan dan tujuan kerjanya, dan (dibayangkan) terhubung satu sama lain melalui jaringan, dan kedua, konsistensi pada strategi membangun basis massa dari daerah sampai pusat (dengan imajinasi Fordist). Sebagian membayangkan adanya intervensi langsung melalui lobbying, advokasi dan kontrak politik, sebagian lain melihat satu-satunya jalan adalah dengan menguasai lembaga negara yang menghasilkan dan melaksanakan kebijakan. Dengan kata lain, berpolitik dalam sistem yang disediakan. Penggunaan teknologi informasi dan media baru di sini hanya sebatas apa yang disebut ‘kampanye publik’, yang tujuan akhirnya adalah menggalang dukungan untuk sebab tertentu. Para pegiat gerakan sosial memikirkan cara-cara baru dan kreatif untuk menyampaikan pesan kepada khalayak karena mengira masalah utamanya adalah kurangnya informasi dan perlunya penyadaran. Padahal di zaman ini masalah utamanya adalah kurangnya perhatian dan waktu. Banyak program kampanye publik ini kandas karena kehabisan napas menghadapi arus informasi yang begitu deras. Riset mutakhir terhadap jejaring sosial twitter menunjukkan lebih dari 70% pesan yang terpampang di timeline akan diabaikan oleh pemiliknya, dan yang bertahan diperhatikan pun tidak akan berumur lebih dari satu jam. Topik yang hangat akan cepat sekali populer dan bahkan mendunia – seperti dalam kasus video pribadi Ariel dan Luna Maya – tapi akhirnya hanya bertahan sekitar satu-dua hari sebelum cepat digantikan oleh yang lain. Strateginya karena itu bukanlah menambah informasi yang sudah berlimpah tapi mengatur arus informasi yang bisa bermanfaat bagi gerakan sosial. Manuel Castells misalnya berbicara tentang framing atau memberi kerangka pemahaman pada berbagai elemen dalam ledakan informasi. Percepatan informasi membuat orang tidak sempat mencerna berita dengan saksama. Pikiran sangat dipengaruhi oleh silih-bergantinya image, dan karena itu pesan yang paling kuat dalam situasi seperti ini adalah pesan sederhana yang dilekatkan pada image.[6] Perang untuk memperebutkan posisi yang berpengaruh juga berlangsung secara diskursif, sehingga tugas terpenting bukanlah sekadar memenangkan perdebatan di televisi atau talkshow tapi menguasai nodes dalam jaringan informasi. Tanpa strategi semacam itu ‘perang suara’ di jejaring sosial hanya akan menyumbang bising (noise) pada jaringan tanpa efek yang berarti. Gerakan sosial di Indonesia saya kira masih beberapa langkah dari strategi semacam itu. Para pemimpin dan aktivis cenderung mengerdilkan cyberactivism dengan bermacam pernyataan seperti “perubahan tidak datang dengan sentuhan ujung jari pada mouse.” Sejauh ini saya belum pernah mendengar adanya konvensi yang membahas dan menentukan strategi gerakan sosial menghadapi revolusi digital dan lanskap kesadaran yang terus berubah ini. Beberapa individu yang menyadari arti pentingnya terjun dan secara sadar menggunakan jejaring sosial sebagai alat ekspresi tapi setahu saya tidak punya mekanisme koordinasi. Masalah lain yang menghalangi keterlibatan gerakan sosial dalam membentuk lanskap kesadaran ini adalah cara pandang lama yang masih secara ketat memisahkan dunia maya dan dunia nyata, tanpa menyadari bahwa dunia maya, terutama produksi makna di dalamnya, menjadi bagian penting dari kehidupan sosial. Basis pendukung dalam sebuah gerakan misalnya tidak hanya dibentuk karena kesamaan pengalaman ditindas oleh kekuasaan atau karena kesamaan keluhan di tempat kerja, tapi juga oleh dan terutama melalui pembentukan wacana. Tidak semua buruh yang berupah rendah mau terlibat dalam aksi mogok. Hanya mereka yang bisa diyakinkan melalui wacana bahwa aksi mogok adalah cara paling efektif untuk mendapatkan hak-hak bersedia berjuang. Dan seperti diuraikan di atas pembentukan wacana di zaman digital ini dilakukan terutama dalam jaringan komunikasi elektronik. Langkah penting bagi gerakan sosial untuk terus bergerak di atas lanskap baru ini adalah meninggalkan paradigma yang melihat teknologi informasi sebagai alat lugu yang bisa dikerahkan sekehendak penggunanya. Jaringan komunikasi yang semakin kompleks sekarang ini tentu mempengaruhi hubungan sosial dan kehidupan kultural penggunanya. Gerakan sosial semestinya terarah pada titik-titik hubung (nodes) dalam jaringan yang rumit dan terus berkembang ini, sehingga bisa ikut menentukan arah dan perkembangannya. Tugas yang sulit memang, apalagi mengingat digital divide yang masih sangat besar di Indonesia, bukan hanya antara mereka yang punya akses dan tidak punya akses, tapi antara segelintir pengguna yang aktif dengan massa pengguna yang pasif. Menghidupi dunia digital secara penuh sehingga muncul kemampuan seleksi, framing dan terlibat dalam produksi makna memerlukan waktu tersendiri. Sejauh ini tidak ada usaha kolektif ke arah itu. Banyak orang yang memilih terjun ke dalam arus informasi yang deras, menjadi virtual celebrity, dan justru memperlebar jurang digital divide itu. Titik-titik hubung (nodes) tidak mungkin dibentuk dan framing mustahil dilakukan tanpa secara sadar memperlambat arus informasi yang begitu cepat. Kombinasi antara produksi makna di dunia maya perlu diimbangi gerak bermakna di dunia nyata. Saya mulai menyusun tulisan ini saat ada macet hebat di Jakarta beberapa waktu lalu. Selama berjam-jam ribuan pengemudi dan penumpang terkurung dalam kendaraan mereka. Sumpah-serapah dan caci-maki melesat dari ponsel, komputer jinjing, dan iPad mereka, menghiasi laman jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Teknologi transportasi yang termaju dan teknologi informasi yang paling cepat terperangkap dalam ruang fisik. Perlombaan untuk menjadi yang paling cepat dengan mobil terbaik dan perangkat elektronik mutakhir bermuara pada kemacetan total. Paling cepat tapi berjalan di tempat. Di tengah semua itu seorang teman melesat di sela-sela kemacetan dengan sepedanya, teknologi dari dua abad lalu, yang rupanya sekarang mendapatkan pamornya kembali. Ia sampai di rumah dalam waktu singkat sementara ribuan kendaraan belum lagi beranjak dari tempat mereka semula. Bagi mereka yang masih berharap dunia bisa menjadi tempat hidup yang lebih baik, perlu kiranya meresapi makna pepatah lama, “biar lambat asal selamat.”
  6. 1 point
    Informastion

    Ahmad Sahroni Bocorkan Rumus Kaya Seketika

    Ada kisah menggetarkan hati dari sosok yang tak asing di mata publik. Ahmad Sahroni, politisi Partai Nasdem yang kini duduk di kursi DPR RI blak-blakan tentang masa lalunya. Siapa sangka Ahmad Sahroni memiliki pengalaman kelam, yang tak pernah terlupakan. Ia mencurahkan pengakuannya di depan Hotman Paris, dalam program televisi Hotman Paris Show. Ahmad Sahroni harus menikmati masa mudanya untuk mencari uang jajan sendiri. Mulai dari usia remaja hingga 24 tahun, ia menjadi tukang cuci kuali dan tukang sepir sepatu. Ahmad Sahroni bahkan mempraktekan cara menyemir sepatu di depan pengacara kondang, Hotman Paris. Ketika mengenang masa lalunya itu, Ahmad Sahroni bahkan mengaku dulu dihina keluarga besarnya. Ia dan orangtuanya kerap disebut maling oleh saudara mereka sendiri. "Dibilang maling jam tangan, dan lain-lain. Pokoknya keluarga saya tercela," ujarnya. Namun, ia dan orangtuanya tak pernah merasa dendam dan tetap bersahaja. Hotman Paris spontan menyebut itu adalah kisah yang menyedihkan. Ia merasa tak menyangka, nasib Ahmad Sahroni yang sangat terpuruk, kini berubah menjadi seorang pengusaha kaya raya. Ahmad Sahroni merupakan pemilik perusahaan yang memiliki kapal tongkang pengangkut BBM. Kini, ia bahkan dikenal sebagai pengoleksi mobil dan jam tangan mewah. Hal inilah yang menggelitik Hotman Paris atas perubahan hidup bintang tamunya itu. "Kemudian nasibmu berubah bagaimana?" tanya Hotman Paris. Ahmad Sahroni menyebut empat hal yang diyakini membuat dirinya sukses. "Berpikir positif, usaha dan doa, jangan pernah menyerah, dan sayangilah seorang ibu yang melahirkan kita," jawab Ahmad Sahroni. Ucapannya pun mengundang apresiasi dari host dan penonton. Namun, Hotman Paris tampak belum puas atas jawaban Ahmad Sahroni. Ia kembali penasaran dan mengorek perubahan nasibnya secara nyata. "Secara riilnya bisa loncat ke bisnis apa makanya bisa booming, dapet undian atau apa?" tannya Hotman Paris. Ahmad Sahroni pun menjelaskan perjalanan hidupnya menuju kesuksesan. Awalnya, ia bekerja sebagai sopir dari sebuah perusahaan yang berkaitan terhadap bahan bakar minyak. Sehari-hari ia bekerja sebagai sopir orang nomor satu di perusahaan itu. Selain itu, ia pun menjadi sopir adik ipar dari bosnya. Entah apa yang terjadi, hingga kini Ahmad Sahroni masih tak mengerti. "Kalau saya ceirta ini tidak pernah ada percaya yang telah terjadi pada saya," tuturnya. Bak sebuah keajaiban, seorang sopir justru bernasib jungkir balik menjadi pemilik perusahaan. Ia dilimpahi aset perusahaan yang hingga kini ia jalankan. "Wow...," ucap Hotman Paris spontan. Ia menujukan rasa takjub, tapi seolah tak percaya atas pengalaman Ahmad Sahroni. "Saya nggak pernah tahu, tapi selama apa yang saya lakukan sebagai sopir, bos saya yang nggak pernah bawa mobil dan saya bawa mobil, dia perintah sana dan sini, secara ototidak saya mendengar melalui kuping saya," jelasnya. "Ini yang namanya magang," kata Hotman seraya menyilangkan tangannya. "Jadi mungkin Bang Hotman nggak percaya, tapi itu terjadi pada saya," tutur Ahmad Sahroni memandang Hotman Paris. "Benar," ujar Hotman Paris sambil menganggukan kepala. Percaya atau tidak, itu memang nyata. Walaupun dulu hidupnya susah, berkat kerja keras dan kesabarannya, kini Ahmad Sahroni dikenal tajir melintir. Penampilannya yang duku kusut, kini berubah menjadi trendi. Semoga menginspirasi Anda ndral!
  7. 1 point
    fzaldi

    oh its been a while

    oh its been a while
  8. 1 point
    Sam

    Pagi yang

    Pagi yang
  9. 1 point
    dugelo

    Nissan Siap Gebrak Pasar Mobil Listrik di Indonesia

    Teknologi mobil listrik di Indonesia akan semakin dekat, terlebih saat ini Pemerintah tinggal menunggu Perpres yang sebelumnya dikabarkan telah masuk tahap finalisasi. Menyongsong kabar tersebut, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) saat ini tengah menyiapkan mobil listrik untuk pasar automotif nasional. Tak tanggung-tanggung, model yang akan hadir merupakan mobil listrik paling laris di pasar global. Nissan sendiri dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, akan memboyong Leaf ke Indonesia tahun depan. Diperkirakan pada 2020, Indonesia akan memulai era baru bagi tumbuhnya mobil listrik secara nasional. Memperluas akses terhadap kendaraan listrik terlaris di dunia ini merupakan bagian penting dari tujuan Nissan untuk meningkatkan elektrifikasi, di mana dalam rencana jangka menengah Nissan M.O.V.E 2022, seperempat dari jumlah penjualan adalah kendaraan listrik. Rencana percepatan ini termasuk lokalisasi dan perakitan komponen kendaraan listrik di pasar-pasar utama Asia Tenggara. New Nissan LEAF merupakan ikon dari Nissan Intelligent Mobility, yang merupakan visi perusahaan untuk membawa masyarakat ke dunia yang lebih baik dengan mengubah cara mobil ditenagai, dikendarai, dan terhubung dengan ekosistem di sekitarnya. Sejak tahun 2010, Nissan LEAF telah terjual sebanyak 400.000 unit, dan menjadi kendaraan listrik murni terlaris di dunia. Tahun ini, Nissan telah memperkenalkan kendaraan listrik ini ke Australia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, dan Malaysia.
  10. 1 point
    Sam

    Spammer Goodbye! 🤣

    Spammer Goodbye!
  11. 1 point
    Sakit tapi tak berdarah, udah ngantuk banget tapi belum bisa rebahan
  12. 1 point
    mau dong ikutan min
  13. 1 point
    kotawa

    Selamat siang dunia

    Selamat siang dunia
  14. 1 point
    Saat sedang berkencan, terutama kencan buta, biasanya suasana canggung di antara pria dan wanita yang satu sama lain tidak saling mengenal ini memang tidak terhindarkan. Tapi sepertinya suasana canggung saat berkencan ini bisa diminimalisir oleh masyarakat Jepang. Pasalnya, Jepang sebagai negara dengan teknologi canggih telah menghadirkan sebuah “bantuan” agar saat berkencan suasana yang ada bisa lebih cair dan nyaman, alih-alih canggung dan kaku. “Bantuan” tersebut hadir dalam bentuk robot. Ya, Di Jepang ada robot yang disediakan sebagai asisten saat acara berkencan, tepatnya pada gelaran acara pesta speed-dating. Ialah Cyber Agent, perusaan manufaktur teknologi dan media yang diketahui menyediakan robot cupid satu ini. Dalam teknisnya, robot cupid tersebut akan diletakkan di atas meja tepat di depan pasangan pria dan wanita yang sedang berkencan. Di mana masing-masing pihak akan merespon pertanyaan atau pernyataan yang dilontarkan robot cupid tersebut. Robot cupid sebelumnya telah “diisi” oleh profil biodata masing-masing peserta kencan, yang kemudian berkembang menjadi 45 buah pertanyaan. Pendek kata, sang robot cupid inilah akan memberikan pertanyaan, merespon dan berbicara di saat peserta kencan alias sang pria dan wanita hanya duduk terdiam sehingga akhirnya timbul suasana canggung karena tidak tahu hendak membicarakan apa. Hal-hal yang ditanyakan oleh peserta kepada robot cupid contohnya simpel saja. Misalnya seperti hobi. Dalam video yang dirilis, terlihat sang pria bertanya pada robot apa hobi sang wanita pasangan kencannya tersebut, kemudian dijawab oleh robot cupid wanita bahwa sang teman kencan hobi bermain piano sehingga baru-baru ini memulai untuk mengambil kelas piano. Setiap percakapan antara robot dengan robot ini disebutkan biasanya berjalan selama tiga menit. Para peserta kencan memiliki pilihan (yang bisa ditentukan sebelumnya) apakah mereka mau berkomunikasi, mengobrol langsung (manusia dengan manusia) setelahnya atau tidak. Well, tampaknya robot anti-canggung dalam berkencan ini bisa jadi alternatif solusi yang menarik. Mengingat akhirnya, melalui acara pesta speed-dating yang diikuti oleh 28 peserta itu ada empat pasangan yang memutuskan untuk jadian dan banyak di antaranya yang memberikan pujian terhadap “bantuan” yang diberikan oleh robot cupid tersebut. Demikian seperti dilansir Soranews.
  15. 1 point
    travesia

    Alasan Untuk Mencoba Naik Pesawat Airbus A380

    makasih infonya. salam kenal dari travesia
  16. 1 point
    plusplus

    Ini pacarnya mmin ya?

    Ini pacarnya mmin ya?
  17. 0 points
    Kabar duka datang dari keluarga salah satu personel One Direction, Louis Tomlinson. Adiknya, yang bernama Felicite Tomlinson dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (13/3/2019) karena serangan jantung. Influencer yang lebih akrab dipanggil Fizzy ini, meninggal di usia yang masih sangat muda, yakni 18 tahun. Gadis yang juga seorang fashion designer dan model ini kabarnya sempat mendapat penanganan medis, namun nyawanya tak tertolong. Fizzy berencana menerbitkan sebuah buku berisi kumpulan puisi miliknya. Pada Oktober lalu, ia mengungkapkan tengah mengalami nyeri di bagian pinggulnya dan rasa sakit yang ekstrim di bagian punggung karena iritasi syaraf. Kepergian Fizzy tentu menjadi sebuah duka mendalam bagi keluarga Tomlinson. Pasalnya, baru sekitar dua tahun lalu sang ibu, Johanna Deakin meninggal dunia karena kanker darah. Pekan lalu, Louis Tomlinson merilis lagu baru berjudul TWO OF US. Lagu sedih tersebut berisi tentang kematian sang ibu. Lagu tersebut menceritakan bagaimana Louis menjalani hari setelah kepergian ibunya. "Aku bergantung akan banyak hal pada ibuku, kapan pun aku membutuhkan sebuah nasehat tentang sesuatu dia adalah orang pertama yang akan ku telepon," ucapnya, dikutip dari E News, pada Jumat (15/3/2019) Kini, ia juga harus kehilangan salah satu adik tersayangnya. Louis sendiri adalah anak tertua dari tujuh bersaudara.
  18. 0 points
    Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap kondisi ibundanya,Ani Yudhoyono, yang kini dirawat di National University Hospital, Singapura. Penyakit kanker darah yang diidap Ani Yudhoyono disebut bersifat agresif. AHY mengatakan kondisi Ani Yudhoyono mulai menurun setelah mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung di Aceh. Mulanya, keluarga mengira Ani Yudhoyono kelelahan, tapi pemeriksaan medis berkata lain. "(Dari) tes darah di di RSPAD Gatot Soebroto itu memang ada indikasi-indikasi yang cukup mengherankan karena sebelum sebelumnya tidak pernah terjadi adanya penurunan, baik trombosit, leukosit, dan hemoglobin yang ada di tubuh Bu Ani," terang AHY lewat rekaman suara yang dibagikan tim AHY kepada wartawan, Rabu (13/2/2019). Ani Yudhoyono, sambung AHY, direkomendasikan dirujuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Singapura. Setelah itu, diketahui Ani Yudhoyono mengidap kanker darah. "Tapi tentunya sangat berat hati kami ketika mendengarkan beberapa hari yang lalu hasil diagnosis itu ternyata benar bahwa Ibu Ani menderita leukimia atau kanker darah dan karena cukup agresif maka harus segera di tangani dengan serius," sambung AHY. Saat ini Ani Yudhoyono menjalani penanganan medis intens. Tim dokter, menurut AHY, selalu memberitahukan kondisi terkini perawatan Ani Yudhoyono. "Yang jelas, kami akan terus berikhtiar sambil terus berdoa memohon kepada Allah SWT, semoga Yang Mahakuasa benar-benar memberikan pertolongan melalui tangan siapa pun, dalam arti tim dokter, baik yang di Singapura maupun tim dokter kepresidenan, yang secara intensif juga melakukan observasi dan mengawal proses ini. Mudah-mudahan selalu tersedia opsi opsi baik itu teknologi baru atau obat generasi terbaru yang juga diharapkan bisa mempercepat proses penyembuhan Ibu Ani," harap AHY. Terkait kondisi Ani Yudhoyono, Presiden Jokowi sudah memerintahkan tim dokter kepresidenan membantu menangani Ani Yudhoyono. Tim dokter sudah berada di Singapura. "Kami mendoakan, saya, Bu Jokowi, Pak Wapres, Bu Mufidah Jusuf Kalla, dan semuanya agar Ibu Ani Yudhoyono cepat diberikan kesembuhan, cepat diberikan kesehatan, kita semua mendoakan agar beliau cepat sembuh dan kembali ke Indonesia," ujar Jokowi kepada wartawan di Istana Negara.
  19. 0 points
    Tidak semua penginapan sepenuhnya aman, sekalipun penginapan online seperti Airbnb. Belum lama ini, seorang host penginapan Airbnb di Melbourne, Australia, mengaku membunuh tamunya yang tak sanggup membayar biaya penginapan. Pemilik penginapan Airbnb bernama Jason Colton tersebut, telah membunuh tamunya bernama Ramis Jonuzi secara keji pada Oktober 2017 lalu. Pengadilan Victoria mengungkap kalau korban sempat dipukul dan ditusuk oleh Colton. Jason Colton Alasannya, korban tidak dapat membayar biaya penginapan Airbnb yang tergolong mahal, yakni USD 149 atau setara dengan Rp 2 jutaan. Colton, bagaimana pun menampik peristiwa tersebut bukan murni pembunuhan, karena ia hanya ingin memberikan 'pelajaran' kepada korban, dengan setidaknya membuatnya pingsan. Menurut keterangan koran Australia, The Age, alasan korban menyewa kamar penginapan Colton karena ia ingin tempat yang murah untuk menginap. Awalnya, ia menyewa kamar tersebut selama tiga malam, tetapi berencana untuk extend selama beberapa hari. Saat check out, korban baru sadar bahwa ia tidak memiliki banyak uang di rekeningnya dan meminta maaf kepada Colton. Ancaman 20 Tahun Penjara Colton bisa menerima ancaman penjara selama 20 tahun karena perbuatannya tersebut. Ia pun mengaku menyesal karena telah melakukan aksi keji itu. Tanggapan Airbnb Menanggapi kasus ini, Airbnb menyampaikan rasa belasungkawa dan kekecewaannya. Pihaknya juga telah menghapus penginapan Colton dari platform. "Airbnb tidak mentolerir tempat yang merusak standar komunitas global kami, seperti kekerasan," tandas Airbnb.
This leaderboard is set to Jakarta/GMT+07:00
×
×
  • Membuat baru...

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi