Jump to content

Leaderboard

Popular Content

Showing content with the highest reputation on 09/03/2021 in all areas

  1. Indonesia kembali dibayang-bayangi kasus pelanggaran data yang 'menelanjangi' informasi sensitif milik masyarakat, pejabat, dan bahkan negara. Belum tuntas kasus kebocoran data pribadi penduduk Indonesia yang melibatkan BPJS Kesehatan dan dijual di forum online, kini muncul kasus dugaan kebocoran 1,3 juta data pengguna eHAC atau Electronic Health Alert Card yang dikelola Kementerian Kesehatan (Kemenkes)--baru-baru ini diungkap oleh peneliti vpnMentor. eHAC merupakan aplikasi yang berfungsi untuk melakukan verifikasi (test and trace) penumpang selama berpergian. Aplikasi ini wajib untuk setiap wisatawan dari negara atau wilayah tertentu untuk memastikan mereka tidak membawa virus corona ke Indonesia. Karena tak hanya melibatkan pengguna lokal, tetapi juga warga negara asing (WNA) yang masuk ke Tanah Air, kasus ini dinilai mencoreng nama Indonesia di mata dunia dan memberikan rapor merah kepada tim IT Kemenkes. "Kebocoran data eHAC mencoreng nama Indonesia di mata dunia, karena eHAC diwajibkan untuk di-install bagi orang asing yang masuk ke Indonesia," kata Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, Rabu (1/9/2021). Ia menilai kasus ini mencoreng nama Indonesia karena pemerintah ingin minta data orang (WNA), tetapi tidak mampu mengamankan dan mengelolanya dengan baik. Pendiri Vaksincom tersebut bahkan tak ragu memberikan rapor merah kepada tim IT Kemenkes yang mendapat informasi tentang dugaan akses pihak ketiga, tetapi tidak memberikan respons selama berminggu-minggu. "Catatan merah perlu diberikan kepada tim IT Kemenkes yang dikontak, tetapi tidak ada tanggapan hingga berminggu-minggu," tutur Alfons. Sebagai informasi, peneliti vpnMentor mengaku telah menghubungi Kemenkes untuk memberitahu temuan pelanggaran data ini pada 22 dan 27 Juli 2021 waktu Indonesia. Namun mereka mengklaim tidak mendapatkan tanggapan dari Kemenkes mengenai temuan tersebut. "Tim kami membobol data eHAC tanpa rintangan sama sekali karena tidak adanya protokol yang digunakan oleh pengembang aplikasi. Ketika database diteliti dan dipastikan keasliannya, kami langsung menghubungi Kementerian Kesehatan Indonesia dan menyerahkan hasil temuan kami," kata tim peneliti vpnMentor. Karena tak mendapat respons dari Kemenkes, VpnMentor lantas menghubungi pihak lain, yaitu Indonesia's Computer Emergency Response Team (CERT) 23 Juli 2021 dan Google sebagai penyedia hosting eHAC pada 26 Juli 2021 waktu Indonesia. Namun, temuan vpnMentor tersebut juga tidak mendapat tanggapan. Hingga awal Agustus, tidak ada respons dari pihak-pihak tersebut. Lalu vpnMentor kembali mencoba mengontak institusi lain, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 23 Agustus 2021 waktu Indonesia. Menurut vpnMentor, BSSN langsung merespons laporan mereka di hari yang sama. Dua hari kemudian, pada 25 Agustus 2021 waktu Indonesia, server eHAC sudah di-take down. vpnMentor memperkirakan ada lebih dari 1,3 juta pengguna yang bisa menjadi korban kebocoran data ini. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anas Maruf mengakui pihaknya baru merespons temuan vpnMentor pada 23 Agustus 2021, setelah laporan kerentanan kebocoran data eHAC itu diverifikasi BSSN. Meski begitu, Anas tidak menjelaskan kenapa saat vpnMentor memberitahu temuannya pihak Kemenkes tidak langsung menanggapi. Setelah mendapat pemberitahuan dari BSSN, Kemenkes baru kemudian melakukan penelusuran dan menemukan kerentanan tersebut pada platform mitra eHAC. "Kementerian Kesehatan langsung melakukan tindakan dan kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan pada sistem tersebut," ungkap Anas.
    1 point
  2. pasmantap

    Unkown person

    1 point
  3. Berbagai raksasa streaming video Tiongkok menghapus seluruh arsip mereka terkait artis Vicky Zhao. Artis yang terkenal di tahun 1990-an karena drama Putri Huan Zhu ini dihapus jejaknya dari internet karena perintah dari National Radio and Television Administration (NRTA), regulator hiburan yang dikelola pemerintah Tiongkok. Mengutip Fortune, Kamis (2/9/2021), sejauh ini belum diketahui apa latar belakang penghapusan seluruh jejak Vicky Zhao dari internet. Kendati demikian, pihak berwenang terus melancarkan tindakan keras terhadap berbagai hal terkait dengan Vicky Zhao, mulai dari raksasa teknologi hingga fan club artis tersebut. Penghapusan seluruh konten film dan serial TV artis bernama asli Zhao Wei ini sudah dilakukan oleh platform streaming Tencent Video hingga iQiYi. Keduanya adalah platform streaming terbesar di Tiongkok. Tidak cuma itu, platform streaming juga menghapus konten yang di dalamnya terdapat nama Vicky Zhao sebagai sutradara atau produser. Situs jejaring sosial Weibo pun sama, ikut menghapus seluruh page tentang Vicky Zhao. Diduga Karena Dekat dengan Alibaba Menurut Global Times, NRTA idak memberitahu perusahaan streaming kenapa Vicky Zhao jadi sasaran penghapusan. Namun, kementerian hanya menginstruksikan platform untuk segera menghapus konten dan karya Vicky Zhao. Pengguna internet Tiongkok pun berspekulasi mengenai alasan pemerintah meminta jejak Vicky Zhao dihapus. Menurut mereka, sejarah transaksi bisnis kontroversial Vicky Zhao dan hubungan dekatnya dengan Alibaba jadi alasan. Punya Saham di Alibaba Pictures Sekadar informasi, Vicky Zhao menikah dengan investor asal Singapura Huang Youlong. Pada 2014, pasangan ini membeli saham Alibaba Pictures dengan nilai USD 400 juta. Keduanya jadi pemegang saham terbesar kedua perusahaan produksi ini. Namun pada 2017, regulator Tiongkok menjatuhkan larangan perdagangan saham selama lima tahun, setelah sekelompok investor menggugat Zhao dan suami, karena memberi informasi menyesatkan menjelang pengambilalihan perusahaan. Desas desus lain yang beredar menyebut, penangkapan Vicky Zhao terkait dengan kejatuhan Sekretaris Partai Hangzhou, Zhou Jianyong, yang ditahan karena tuduhan korupsi. Hangzhou adalah kantor pusat Alibaba. "Budaya selebritas Tiongkok memiliki hubungan yang sangat dekat dengan komunitas bisnis," kata Profesor Akademi Film Hong Kong Baptist, Kenny Ng. Artis Fan Bingbing juga Dihapus dari Internet Ia menyebut, seringkali terjadi banyak transaksi diam-diam antara selebritas, bisnis, dan pejabat pemerintah. Ini bukan pertama kalinya pemerintah Tiongkok menghapus jejak selebritas di sana. Sebelumnya pada 2018, Fan Bingbing, artis berbayaran paling mahal di Tiongkok juga menghilang dari publik. Juli 2018, laman media sosial Fan Bingbing menghilang. Para paparazzi juga tidak bisa menemukannya di mana pun. Sampai-sampai keluarga dan teman baiknya tidak bisa memberi informasi mengenai keberadaan artis yang bermain di beberapa film Hollywood itu. Rupanya, Fan muncul kembali pada Oktober 2018. Selama menghilang, ternyata dia ditahan sementara oleh pihak berwenang yang menyelidikinya karena penggelapan pajak.
    1 point
This leaderboard is set to Jakarta/GMT+07:00
×
×
  • Create New...