Jump to content

Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation on 09/11/2019 in all areas

  1. 1 point
    Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs. Tapi sebelum Jobs mendulang banyak kesuksesan di puncak karirnya, ia banyak melakukan kesalahan atau blunder yang sangat fatal dan konyol, dan sejarah mencatat bukan hanya sekali ia melakukan blunder konyol. Berkali-kali dan loss nya gede banget. Minimal 5 hal ini yg sempat jadi sorotan. Kita akan ghibahin kesalahan Steve Jobs ini biar bisa ambil banyak pelajaran buat berbenah. 1. Merekrut John Sculley sebagai CEO Apple Ini kebodohan Steve Jobs yang pertama, Jobs yang saat itu berusia 29 tahun terpesona dengan kepemimpinan Sculley saat membawahi CocaCola. Sampai ia akhirnya meminang Sculley dengan kata pinangan yg sangat tersohor di seluruh dunia. "Do you want to sell sugared water for the rest of your life? Or do you want to come with me and change the world?" "Apa kamu mau terus jualan air gula sepanjang hidupmu, atau gabung aku buat mengubah dunia?" Itu yg disampaikan Jobs sama Sculley, dan akhirnya ia mengambil tawaran Jobs. Apesnya setelah menahkodai Apple beberapa waktu, karena berbeda paham dan prinsip Sculley malah mengkoordinir board buat mendepak Steve Jobs, nyesek banget pastinya yg dirasakan Jobs. Leader yang dia tunjuk sendiri, mendepaknya dari perusahaan yang dia dirikan. 2. Sangat yakin kalo Pixar akan jadi perusahaan hard ware besar dunia Ketika Steve Jobs jadi orang yg terakhir berdiri pas lelang yg diadakan Lucas Film, dan akhirnya memenangkan lelang pembelian Pixar di tahun 1986 dengan 10 juta USD. Apa yg ada dipikiran Steve Jobs sama sekali tidak terpikir kalau Pixar nanti akan terselamatkan oleh animasi yg akan membuat namanya besar, jujur yang ada dipikirannya adalah jualan hardwarenya. Tapi untunglah ia masih menyisakan uang untuk support Ed Catmull dan John Lasseter yg ngotot merayu Jobs untuk mendanai film full animasi nya, jobs menganggap itu taruhan kecil aja, sampai akhirnya Pixar sukses besar dengan Toy Story. 3. Sama sekali gak paham siapa target marketnya NeXT Computer Ya meskipun ujungnya perusahaan ini mampu di jual ke Apple dengan nilai 429 juta USD di tahun 1996, tapi perusahaan ini benar-benar merasakan perjuangan berdarah-darah menemukan siapa target market atau customer yang tepat buat produknya. Bayangin apa gak gila tuh, bikin perusahaan, mulai produksi, tapi sebenarnya belum nemu siapa market nya. Sekelas Jobs pun mengakui kalau ia pernah bikin keputusan ngawur, gambling abis, tapi ini kesalahan entreprenuers umum juga sih. Karena saking percayanya sama idealisnya, sia nekad produksi dulu baru mikir nanti marketnya siapa. Iya kalo nafasnya (baca modal) panjang sih gak apa apa, tapi kalo dana cekak ya gambling abis. Ia menjual product kategori product driven, tapi gak pake proses Product Market Fit dulu, modal yakin aja produknya bagus banget. Iya sih memang bagus, belum ada yang produksi di pasar, tapi itu juga masalah karena akan butuh waktu untuk mengedukasi pasar Nah lanjut kita ghibahin kesalahan Steve Jobs selanjutnya. 4. Banyak banget melaunch product gagal di pasaran Eits jangan dikira setiap produk yang diluncurkan Steve Jobs lewat Apple sukses semua ya, banyak juga produk-produk Apple yang gagal dipasaran. Sebut saja yang paling epic kegagalannya Apple Lisa, Macintosh TV, The Apple III dan The Powermac g4 cube. Tapi meskipun begitu, di fase-fase berikutnya, Steve Jobs dan Apple banyak berbenah Begitulah bisnis, kita akan membuat banyak sekali keputusan-keputusan buruk di fase-fase awal, tapi seiring membaiknya kemampuan kita memahami pasar, melakukan improvement terhadap produk, pertaruhan yang kita buat semakin hari semakin membaik. Dan benar saja, kesalahan-kesalahan Apple dengan rentetan produk gagalnya langsung termaafkan ketika dia akhirnya mampu meluncurkan produk dengan sukses luar biasa. Sebut saja iPod, iPhone, iPad dan produk Apple yang lain. Pelajaran yang kita ambil disini adalah tak masalah kita mengambil banyak keputusan buruk di awal, tapi segera ambil pelajaran dan berbenahlah. Kesalahan Jobs yang kita ghibahin terakhir adalah 5. Steve Jobs berusaha menjual Pixar berkali-kali Pixar adalah salah satu pembelian Jobs yang luar biasa suksesnya. Di tahun 1986 ia mengakuisisi Pixar "hanya" senilai 10 juta USD, dengan film-film animasinya yang sukses luar biasa seperti Toy story, Monster Inc, Finding Nemo, Cars, Wall-E, The Incredibles dan buanyak lagi. Bukan berarti Jobs tidak tergoda untuk menjualnya, dia pernah nawarin Pixar ke rekanan-rekanan bisnisnya seperti Bill Gates, Larry Ellison dan ke beberapa perusahaan besar lainnya. Sampai akhirnya Pixar dibeli oleh Disney di tahun 2006 seharga 7,4 miliar USD. Berarti valuasi kenaikan Pixar dari sejak beli sampai terakhir dibeli ke Disney sudah naik 74000%. Memang kalo dari perspektif Jobs itu deal yang bagus banget dan pertaruhan yang cukup besar buat Disney, meskipun akhirnya terbayar juga dengan suksesnya film-film Pixar selanjutnya. Andai saja Pixar terjual di tahun awal-awal pasti nilainya gak semahal pas dibeli Disney, ya untung juga sih dulu gak laku-laku, jadi bisa panen banyak si Jobs. Apa kefaedahan yang bisa kita ambil dari ghibahan kali ini?
This leaderboard is set to Jakarta/GMT+07:00
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy