Jump to content

Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation on 02/15/2014 in all areas

  1. 1 point
    peter_hutomo

    Kenapa pakai Linux?

    Mungkin anda bingung kenapa orang-orang menggunakan Linux yang hanya menguasai 5-10% dari pengguna komputer. Bagi anda, padahal Windows masih jauh lebih baik. Tetapi anggapan itu salah 100%! Linux jauh lebih baik karena ada alasan yang bisa saya sebutkan : Linux itu gratis Gratis disini berarti saya ngga harus membeli lisensi agar bisa menggunakannya. Lisensinya menggunakan GNU GPL. Dapat di-download, digunakan, dimodifikasi sesuai keinginan dan kebutuhan dengan tetap menghormati kode etik dan lisensinya. Linux bebas untuk semua orang Dari yang miskin sampai dengan yang kaya. Dari yang muda sampai yang tua. Dari yang berkulit hitam sampai yang berkulit putih. Dari yang ahli di bidang komputer sampai ke orang awam. Saya ngga harus beli biaya lisensi yang mahal dan uangnya bisa buat beli komputer lagi. Linux itu lebih mudah Andaikan saya diminta buat server, pasti pilih Linux karna Linux sangat siap untuk dikonfigurasi jadi server. Paket-paket yang dibutuhkan sebagian besar sudah disertakan dalam distro yang saya pakai. Linux itu komplit Saat saya beli 1 DVD sebuah CD Linux (maksud saya distro), di dalamnya sudah disediakan ribuan program (aplikasi) yang siap pakai, ngga harus cari kesana-sini. Drivernya pun telah terinstall otomatis, tidak seperti windows yang harus install ini, install itu. Linux cepat dan jalan terus (keep on running) Selain ngga harus restart saat selesai install aplikasi, dan jika jalan pada modus teks (runlevel 3) pasti jalannya cepet banget deh, Trus server Linux bisa jalan selama beberapa tahun tanpa minta di restart. (Waw, hebat!) Banyak dukungan dan dokumentasi Linux dan komunitasnya menyediakan milyaran dokumentasi (Readme, HOWTO, Guide, Manual, Info) dalam berbagai bahasa yang ada di muka bumi ini (Inggris, Indonesia, bahasa negara-negara di dunia, Bahasa Ibu, Boso Jowo, bahasa Gaul dan bahkan bahasa planet lain). Haha… Selain itu komunitas Linux menyediakan forum di seantero jagad maya (Internet). Linux bebas virus Saat tetangga sebelah ribut dan kebingungan mencari anti virus yang top, saya bisa tetap tidur nyenyak karena Linux bebas virus. Hahaha Linux lebih banyak memberi dan menawarkan pilihan Jika MicroSoft menawarkan windows (jendela-jendela), maka linux menawarkan seluruh rumah dan isinya Linux menjadikan banyak persaudaraan Banyak perkumpulan Linux, komunitas, bisa kenal satu sama lain, sama-sama mengembangkan (komunitas open source). Linux itu open source Saya bisa oprek source code yang disertakannya. Ngga seperti software close source (kodenya ditutupi), mau merubah sedikit saja susahnya berhari-hari. (cape deh!) Linux memberi banyak lowongan kerja Kebutuhan akan SDM yang menguasai Linux sampai saat ini masih sangat besar. Apalagi jika beberapa tahun ke depan Pemerintah benar-benar serius dengan IGOS-nya (sekarang sudah dimulai dari beberapa Depertemen), dan Departemen Pendidikan menganjurkan untuk menggunakan Linux dalam mata pelajaran TIK di sekolah-sekolah.Linux bikin PD (Percaya Diri). Ngga perlu takut-takut untuk berhadapan dengan tim sweeping software bajakan, karena saya sudah menggunakan Linux. Ya, mungkin hanya itu alasan mengapa memakai linux. Salam Open Source!
  2. 1 point
    Indonesia dengan jumlah pengguna internet riil lebih dari 100 juta orang tentunya membutuhkan konsumsi bandwidth yang sangat besar. Apalagi, volume trafik internet di Indonesia, dalam sepuluh tahun terakhir melonjak hingga 2 juta persen. Kebutuhan bandwidth makin meningkat seiring dengan berkembangnya smarthphone dan ragam apikasi yang menyertainya. Menurut Kepala Bidang Keamanan Internet Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Irvan Nasrun mengatakan kebutuhan bandwidth di Indonesia saat ini sudah melebihi 40 Gbps. "Sayangnya, bandwidth sebanyak itu kebanyakan diperoleh dari luar negeri. Sekitar 60 persen bandwidth di Indonesia didapat dari Singapura" Menurut data dari APJII, pada 2006 saja hampir 80 persen PJI di Indonesia mendapatkan bandwidth dari satelit-satelit di luar negeri. Hal itu disebabkan karena harga bandwidth dalam negeri lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan luar negeri. Perlu diketahui, pada 2006, setiap satu megabytes (MB)-nya, harga bandwidth dalam negeri adalah sekitar USD 6.000, sementara dari luar negeri hanya sekitar USD 3.000 sampai USD 4.000 per 1MB. "Coba dihitung, dari tahun 96 rakyat Internet Indonesia membeli bandwidth dari Singapura, sudah berapa rupiah 'sumbangan' yang kita berikan untuk Singapura?"
  3. 1 point
    ega

    Internet Indonesia kalah sama negara tetangga

    Internet sudah jadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari di hampir 2,5 miliar manusia. Di tahun ini, diperkirakan penetrasi internet juga akan tetap meningkat. Hampir di seluruh daerah di dunia mendapatkan penetrasi internet dengan jumlah mencapai dua digit. Tercatat, hanya Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tengah yang notabene merupakan daerah tertinggal saja yang penetrasinya di bawah angka dua puluh persen. Di Asia Tenggara misalnya, terutama Indonesia, penggunaan internet makin besar saja jumlahnya. Di tahun 2014 sendiri diperkirakan 15 persen warga Indonesia akan lebih banyak terhubung dengan internet dalam kehidupan sehari-harinya. Angka ini sendiri masih di bawah Singapura yang mencapai 73 persen dan Thailand yang mencapai 26 persen. Namun begitu, meski angkanya masih kalah, warga Indonesia yang jumlahnya hanya 15 persen itu sendiri bisa dibilang sangat keranjingan internet. Mereka menghabiskan waktunya di internet dengan rata-rata 5,5 jam tiap harinya lewat desktop dan 2,5 jam per harinya lewat mobile. Jika dibandingkan, waktu yang dihabiskan oleh pengguna internet Indonesia ini lebih lama dari rata-rata yang dihabiskan penduduk dunia. Rata-rata per hari waktu akses internet penduduk seluruh dunia adalah 4,5 jam lewat desktop dan 2,1 jam lewat mobile.
This leaderboard is set to Jakarta/GMT+07:00
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy