Jump to content

Leaderboard


Konten Populer

Menampilkan konten yang paling disukai sejak 21/07/17

  1. 1 point
    News

    Amerika Buat Prototipe Ponsel Tanpa Baterai

    Peneliti di Universitas Washington, AS meluncurkan prototipe telepon seluler tanpa baterai memakai teknologi yang bisa diintegrasikan ke produk ponsel yang ada di pasaran. Kelompok peneliti ini memanfaatkan tenaga dari gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar kita.
  2. 1 point
    Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengusulkan delapan jalan di seputar Jabodetabek dibatasi dari penggunaan sepeda motor. Delapan jalan itu antara lain, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan H. R. Rasuna Said (Jakarta), Jalan Jenderal Sudirman (Tangerang), Jalan IR. H. Juanda, Jalan Raya Serpong (Tangerang Selatan), Jalan Padjadjaran (Bogor), Jalan Raya Margonda (Depok), dan Jalan Jenderal Ahmad Yani (Bekasi). BPTJ mengundang jajaran dari Dinas Perhubungan wilayah-wilayah itu untuk bergabung dalam focus group discussion (FGD) pengendalian pembatasan sepeda motor di Jabodetabek. Kepala BPTJ Bambang Prihartono meminta Dishub bisa segera mempersiapkan kebijakan itu. "Saya minta semua bersamaan, kami minta Dishub persiapkan diri sebulan ke depan September," kata Bambang di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa 8 Agustus 2017. Baca: Dishub DKI akan Menyiapkan 12 Kantong Parkir Motor Permintaan ini disebabkan perluasan kebijakan pembatasan motor di Jakarta bakal segera diuji coba pada September 2017. Oleh karenanya, ia berharap kebijakan itu bisa dilakukan berbarengan. "Karena kan aneh kenapa di Jakarta ada kebijakan ini di (daerah) lain enggak ada. Kami akan undang lagi FGD semua daerah. Kalau perlu kami akan sosialisasi ke kepala daerah," jelas Bambang. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mendukung usulan itu. Ia siap berkoordinasi dengan wilayah penyangga soal pembatasan motor. Bahkan Andri menjanjikan untuk memberikan dukungan transportasi bersubsidi, seperti Transjakarta hingga ke daerah-daerah tersebut. "Kalau ini bisa dilaksanakam di wilayah lain, Depok, Tangsel, Bekasi, kami siap melayani untuk angkutan umum masalnya, cuma Rp3.500 sudah enak, adem, dan nyaman," ungkap Andri. <iframe class="embedv" width="560" height="315" src="http://www.metrotvnews.com/embed/zNAj2Pwb" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>www.metrotvnews.com
  3. 1 point
    Metrotvnews

    AHY tak Sepakat Jokowi Disebut Diktator

    Metrotvnews.com, Jakarta: Agus Harimurti Yudhoyono tak sepakat dengan tudingan yang menyebut Presiden Joko Widodo diktator. Pria yang akrab disapa AHY itu menilai Jokowi sosok yang baik dan terbuka. Hal itu dibuktikan dengan diterimanya AHY sowan ke Istana Kepresidenan. Menurut Agus, itu menujukkan Jokowi menghargai seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kalangan pemuda. "Artinya saya tidak melihat apa yang dipotretkan oleh sebagian orang (sebagai Presiden diktator)," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017. Baca: Masa Wajah Gini Diktator Tudingan itu dilayangkan karena pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Agus meniklai Jokowi merupakan sosok yang demokratis. Jokowi, kata dia, mau membuka ruang diskusi untuk memberikan dan menerima masukan dari siapa saja. "Iya dong (Jokowi demokratis). Artinya dengan membuka atau beri kesempatan saya bertemu langsung berdiskusi ya tentunya beliau ingin menunjukkan," kata dia. Bekas calon gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, bakal mendukung Jokowi menyelesaikan masa kepemimpinannya hingga 2019. Baca: Tepis Tudingan Diktator, Jokowi Dinilai Merasa Tak Nyaman "Saya menganggap beliau adalah senior, bapak, pemimpin yang tentunya kita harus terus bisa mendukung supaya beliau bisa terus memimpin negeri ini dengan baik untuk kita semua," ujar dia. Presiden Joko Widodo sebelumnya menekankan dirinya bukan pemimpin tangan besi. Hal itu dia ungkapkan untuk menjawab tudingan miring sejumlah pihak. "Masa wajah gini diktator," kata Jokowi sambil mengarahkan telapak tangan ke wajah saat membuka Pasanggirinas dan Kejurnas ASAD 2017 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa 8 Agustus 2017. www.metrotvnews.com
  4. 1 point
    Metrotvnews.com, Bandung: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap kasus operasi tangkap tangan (OTT) seperti yang terjadi di Pamekasan, Jawa Timur, menjadi yang terakhir. Dalam OTT itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafii beserta jajaran di Inspektorar Kabupaten dan kepala desa dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diduga sengaja menyuap Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudy Indra Prasetya karena takut korupsi dana desa terungkap publik. "Ini cukup parah walau contoh satu, karena melibatkan Kades, melibatkan Kejaksaan, Inspektorat Daerah dan Kepala Daerah. Mudah-mudahan ini pertama dan terakhir," kata Tjahjo di IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Selasa 8 Agustus 2017. Ia mengapresiasi KPK yang menindak tegas kasus tersebut. Jika tidak ada tindakan tegas, penyimpangan seperti ini akan menular di daerah lain. Puluhan triliun dana desa yang dialirkan bisa raib dikoeup oknum tertentu. Atas kasus ini, Tjahjo pun mengaku bertanggung jawab untuk mengatur soal penguatan aparat desa. Ia juga akan menindaklanjuti pergantian Bupati Pamekasan. "Otomatis langsung kami berhentikan, karena OTT. Jadi wakilnya naik, SK Plt sudah keluar, kemarin saya teken. Nanti akan dilantik Gubernur Jatim," katanya. Baca: Suap Kajari Pamekasan untuk Bungkam Kasus Dana Desa Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta masyarakat berperan aktif menjadi mata dan telinga pemerintah, terutama dalam mengamankan dana tersebut. Lebih bagus lagi, kata dia, jika mereka aktif membangun desa, sehingga aliran uang tak diberikan ke pemborong. "Supaya jangan diborongkan tapi ada padat Karya sehingga menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," sebutnya. Bertepatan dengan pengukuhan 2.014 praja IPDN, Tjahjo juga berpesan agar lulusan akademi pemerintah itu ikut mengawasi dana desa. Konkretnya dengan memulai kerja nyata melalui gotong royong di wilayah kerja mereka nanti. "Mereka ini yang akan mengorganisir supaya ada kerja bakti, supaya tidak dinorong supaya uangnya bisa dinikmati masyarakat desa," pungkas Tjahjo. <iframe class="embedv" width="560" height="315" src="http://www.metrotvnews.com/embed/nbw1BV5K" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>www.metrotvnews.com
  5. 1 point
    Hi, udah lama banget nggak update disini
  6. 0 points
    c0d1ng

    CEO LeEco Resign

    CEO LeEco, Jia Yueting, telah memutuskan mengundurkan diri (resign). Langkah ini ditempuh terhitung setelah satu bulan LeEco membatalkan tawaran USD2 miliar untuk membeli produsen TV Amerika Serikat, Vizio. Resign-nya Jia Yueting diumumkan di bursa saham, seperti dilaporkan Reuters. Meski resign, Jia akan mempertahankan posisinya sebagai pimpinan di perusahaan yang menaungi LeEco, Leshi Internet Information & Technology Corp. Posisi CEO LeEco akan digantikan oleh Liang Jun, mantan eksekutif Lenovo yang telah bekerja di LeEco selama lima tahun. Menurutnya, pergantian CEO ini akan memberi dampak yang baik bagi perusahaan karena pemimpin memiliki waktu sepenuhnya untuk LeEco. “Ini akan membuka gerbang bagi tim yang kuat yang dapat mengelola perusahaan dengan lebih baik,” katanya. Sebagai bagian dari perubahan kepemimpinan, LeEco juga menggantikan CFO Yang Lijie dengan CFO China Zhang Wei. Perubahan kepemimpinan ini kemungkinan merupakan upaya perusahaan untuk memulihkan bisnisnya. Tak hanya perubahan struktur kepemimpinan, China Business Journal melaporkan bahwa pada awal pekan ini LeEco tengah mempersiapkan PHK dengan jumlah besar pada beberapa unit bisnisnya. Anak perusahaan AS LeEco kabarnya akan melakukan PHK karyawan hingga 30%. LeEco belakangan dikabarkan memiliki banyak masalah. Hal tersebut mencuat karena menyusutnya pertumbuhan perusahaan secara agresif.
This leaderboard is set to Jakarta/GMT+07:00
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi