Jump to content

Jago ngoding? Uber bagi uang 130 juta buat yang jago ngoding


Recommended Posts

uber.thumb.jpg.a00fb641761e6a513c78c6395

Menemukan sebuah bug pada aplikasi tertentu saat ini memang menjadi keahlian yang banyak dicari oleh perusahaan. Bahkan sering perusahaan teknologi besar dunia meluncurkan program bounty agar ada pihak ketiga yang berperan untuk mencari bug kritis yang ada pada aplikasi buatannya. Dan perusahaan terbaru yang meluncurkan program bounty ini adalah Uber.

Pihak Uber pun bahkan menyiapkan uang senilai 10 ribu USD atau setara 131 juta rupiah bagi mereka yang berhasil menemukan bug kritis pada aplikasi Uber. Selain itu, mereka juga menerima siapapun yang dapat menemukan celah bug kecil pada aplikasi Uber. Tentunya hadiah uang untuk bug kecil tersebut jumlahnya tidak mencapai 10 ribu USD. Namun angkanya tetap besar, karena hadiah terkecil yang disiapkan oleh Uber berjumlah 3 ribu USD atau setara 39 juta rupiah.

Hadiah uang yang disiapkan oleh Uber dalam program bounty ini pun tak hanya pada kasus penemuan bug. Mereka juga akan memberikah hadiah tambahan bagi mereka yang bisa menjebol pertahanan aplikasi Uber dan mengeksploitasi sistem yang ada di dalamnya. Sebagai bonus lainnya, mereka yang menemukan 4 bug dalam jangka 90 hari pertama akan memperoleh hadiah tambahan yang setara 10 persen keseluruhan hadiah yang diterima.

Bagaimana? Cukup menarik bukan? Kalau mempunyai kepercayaan tinggi dengan kemampuan ngoding yang Anda miliki, tidak ada salahnya mencoba turut berpartisipasi pada ajang ini. Sebagai informasi tambahan, pihak Uber memberikan sedikit panduan terkait bug yang mereka cari ataupun lingkup kerja dari program ini di link berikut.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By BisaJadi
      Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan uang. Ketika sudah menginjak usia 30 tahun maka keputusan keuangan yang dibuat akan berdampak besar pada masa depan Anda.
      “Ketika belajar menggunakan uang dengan bijak, maka dapat menjalani hidup seperti yang diinginkan,” kata Marguerita Cheng, seorang perencana keuangan.
      Menurut para ahli berikut 3 kesalahan keuangan yang harus dihindari di usia 30-an:
      1. Tidak Menentukan Tujuan Keuangan
      Usia 30-an adalah waktu yang tepat untuk membuat rencana keuangan jangka pendek dan panjang. Apakah Anda ingin menabung uang untuk masa pension, dana darurat atau membeli rumah, maka usua 30-an adalah waktu yang tepat.
      Salah satu cara untuk memulainya adalah mengikuti petunjuk dari Kumiko Love pendiri situs web nasihat keuangan The Budget Mom. Anda dapat menggunakan lembar kerja untuk menuliskan rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
      2. Tidak Menabung untuk Masa Pensiun
      Pakar keuangan sering menekankan untuk pentingnya mulai menabung untuk masa pensiun lebih awal. “Seseorang yang berusia 30-am memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kekuatan bunga majemuk, di mana jumlah kecil yang diinvestasikan dapat tumbuh besar dalam waktu yang cukup,” kata Kaleb Paddock, perencana keuangan bersertifikat.
      Bunga majemuk dapat memberikan Anda keuntungan atas keuntungan tersebut. Yang berarti uang Anda tumbuh secara eksponensial di mana semakin lama Anda biarkan maka akan cukup untuk berinvestasi dalam dana pensiun.
      3. Tidak Mencatat Pengeluaran Anda
      Pada usia 30-an, Anda harus mengawasi ke mana perginya uang. “Pengeluaran yang tidak masuk akal setiap harinya akan bertambah dan menjadi perusak kekayaaan terbesar dari waktu ke waktu,” kata Kristin O’Keefe Merrick, seorang penasihat keuangan.
      Menghabiskan lebih sedikit dari yang dihasilkan adalah kunci untuk mengumpulkan kekayaan. Memang lebih mudah untuk diucapkan dari pada dilakukan.
      Untuk mengetahui pengeluaran berlebihan, Anda harus terlebih dahulu menguasai arus kas. Mulailah dengan memantau kebiasaan belanja selama 30 hari. Sehingga akan mulai melihat pola ke mana perginya uang dan bagaimana bisa menguranginya.
    • By PusatInformasi
      Kasus pertama terinfeksi virus corona, diduga kuat gara-gara tersebar lewat uang dan dibenarkan oleh seorang spesialis ahli penyakit menular Jepang.
      "Jika Anda menyentuh dengan tangan dengan virus, saya pikir ada risiko infeksi jika orang lain menyentuh tagihan," ungkap Spesialis dalam Penyakit Menular Hideomi Nakahara, Ph.D. kepada Fuji TV, Kamis (27/2/2020).
      Penelitian di luar negeri telah menunjukkan bahwa virus influenza pada tagihan uang kertas menurutnya sempat bertahan selama lebih dari dua minggu.
      "Koin, seperti halnya uang kertas, meningkatkan risiko kita terinfeksi apabila menyentuh benda lain dengan tangan," ujar dia.
      Di Jepang sejak minggu lalu sudah ada kekhawatiran tentang menyentuh uang tunai saat berbelanja termasuk menyentuh barang belanjaan juga bisa menularkan infeksi virus corona.
      Melihat supermarket, setelah pembeli membayar, kebanyakan orang menggunakan tangan mereka menyentuh uang dan belanjaan untuk mengemas makanan.
      "Saya pikir mencuci tangan selalu dan mendisinfeksi tangan sendiri adalah cara paling penting untuk melindungi diri dari infeksi virus," tambah Dokter Nakahara.
      Pada 26 Februari, baru diketahui bahwa seorang karyawan Bank of Mitsubishi UFJ di Kota Konan Perfektur Aichi telah terinfeksi virus corona baru.
      Tanggal 25 Februari staf bank tersebut sudah mengalami panas tubuh lebih dari 37,5 derajat namun tetap bekerja di bank tersebut.
      Petugas bank hari ini menjelaskan kepada para nasabahnya, "Karena ada yang terinfeksi jadi banyak tempat harus di disinfektan, apakah berkenan?" tanya petugas bank kepada nasabah yang masuk yang menyarankan juga menggunakan semprotan disinfektan pada tangan semua nasabah yang masuk bank tersebut.
    • By VOAIndonesia
      Otoritas angkutan massal di London yang dikenal sebagai Transport for London (TfL) mengatakan tidak memperbarui lisensi operasi untuk raksasa jasa angkutan yang dipesan secara online Uber karena masalah keselamatan dan keamanan.
      Uber mengatakan keputusan otoritas itu “luar biasa dan salah” dan perusahaannya akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
      Uber tetap diizinkan beroperasi di ibu kota Inggris itu selama proses banding.
      Kantor transportasi untuk London mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin bahwa “Masalah utama yang diidentifikasi yaitu perubahan pada sistem Uber memungkinkan para pengemudi yang tidak sah untuk mengunggah foto-foto mereka ke akun pengemudi Uber lainnya dan hal itu memungkinkan mereka untuk mengambil penumpang seolah-olah mereka adalah pengemudi yang dipesan. Kemungkinan demikian membahayakan keselamatan dan keamanan penumpang. Ini berarti semua perjalanan dengan penumpang tidak diasuransikan dan sebagian perjalanan dilakukan dengan pengemudi yang tidak punya SIM, termasuk selah seorang pengemudi yang sebelumnya telah dicabut SIM-nya oleh TfL.”
      Transport untuk London mengatakan “saat ini tidak yakin bahwa Uber memiliki sistem yang kuat untuk melindungi keselamatan penumpang, sementara perusahaan itu melakukan berbagai perubahan pada aplikasinya.” [lt/ab]
    • By qbonk
      Anda sekarang sampai di laman ini dan membaca kalimat pertama di artikel ini dari sebuah desktop browser. Tak kecil pula bahwa Anda memiliki lebih dari satu peramban yang terpasang, entah itu Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple Safari, Opera, Microsoft Edge, atau mungkin Internet Explorer. Atau mungkin Anda malah menggunakan browser di luar nama-nama itu? Kemungkinan selalu ada.
      Kalau Anda mencermati, pasar browser merupakan pasar yang cukup kompetitif. Selain nama-nama mapan yang sudah disebut di atas, kini ada juga penantang baru seperti UC Browser dan Vivaldi. Bagi sebagian orang, mungkin fenomena ini sedikit aneh. Soalnya jarang terdengar dari media bahwa suatu browser saking lakunya sampai membuat developernya seperti sedang mendapatkan durian runtuh alias kebanjiran duit. Kendati demikian faktanya, perusahaan swasta macam Opera Software tetap bisa hidup dan beroperasi sedari berdiri 1995 silam, walau Juli 2016 lalu bisnis utama mereka yang meliputi browser dan aplikasi kemanan telah menjadi milik sebuah konsorsium asal Tiongkok yang di dalamnya ada Qihoo 360, perusahaan yang juga mengembangkan peramban.

      Kembali ke premis yang sudah tertuang di judul, bagaimana browser meraup keuntungan? Saat menghadiri Collision Conference 2017 di New Orleans, Amerika Serikat, Jon von Tetzchner bersedia membocorkan sekeping dari rangkaian bisnis model perusahaannya, Vivaldi, yang ternyata juga dilakukan perusahaan swasta pengembang browser lainnya.
      “Bisnis model kami sebenarnya sama dengan browser lainnya. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari kerja sama dengan search engine, misalnya. Jadi, Anda memilih dan menentukan mesin pencari yang dimasukkan di browser tersebut. Kami sendiri baru saja menambahkan Ecosia. Intinya, kami bekerja sama dengan perusahaan itu dan kami pun mendapatkan pemasukan,” jelas CEO Vivaldi Technologies tersebut.
      Oleh karena itu meskipun Anda dan warganet lain bisa menggunakan browser secara gratis, monetisasinya tetap berjalan di ‘belakang layar’.
      Lalu, berapa nominal yang bisa dikantongi oleh developer browser tersebut? Tanpa segan, von Tetzchner mencontohkan revenue perusahaannya yang lalu, Opera, yaitu $1 setiap user dalam setahun. Kalau dikonversi menjadi rupiah, yaitu Rp13 ribuan, jumlah itu memang bukan uang yang besar. Namun, tetap saja bisa menjadi melimpah ketika pengguna browser tersebut kian banyak.
      Sekadar informasi, Vivaldi sendiri adalah peramban yang sedikit berbeda. Diluncurkan sejak awal tahun 2015, Vivaldi mengandalkan user interface (UI) yang lebih menyenangkan, dengan beragam fitur yang belum disediakan oleh browser lain, seperti analisis terhadap situs yang telah dikunjungi oleh user. Keunggulan UI Vivaldi sendiri dapat dilihat dari tampilannya yang minimalis dengan ikon dan font standar plus skema warna yang bisa menyesuaikan background maupun desain dari sebuah situs yang sedang diakses. Pemakai peramban berlogo ‘V’ itu pun dapat mengubah temanya secara keseluruhan, posisi tab, address bar, hingga start page-nya.
      Apabila Anda sudah pernah menggunakan Vivaldi di desktop dan kepincut dengan tampilannya sembari bertanya-tanya apakah browser tersebut akan tersedia dalam versi mobile, sabarlah sedikit lagi. Kepada Rob Pegoraro, pemandi sesi diskusi tersebut, von Tetzchner menyatakan bahwa ia dan timnya mengaku sedang mengerjakan mobile browser Vivaldi, tepatnya untuk sistem operasi Android. Versi iOS-nya nanti akan lahir begitu code base-nya telah siap, karena berbeda dengan Android.
      “Kami berharap Apple melakukan hal yang tepat dan berhenti melarang core browser lain untuk berjalan di platformnya,” keluh pria 49 tahun itu.
    • By theblue
      Di tengah-tengah rutinitas ngoding, pasti kalian akan mengalami berbagai macam perubahan mood. Tergantung dari bagaimana kodemu bekerja, bukan? Saat program berjalan dengan benar, senangnya minta ampun. Tapi kalau lagi tracking invisible bugs, pusingnya juga minta ampun.
      Percaya atau tidak, saat sedang menemukan masalah atau bug, kita terkadang akan bertindak konyol. Dan yang biasanya kena dampaknya, adalah teman di sebelah kita. Seperti yang ada di gambar ini:

      Nah, untuk mendukung aksi konyolmu kalau lagi kambuh, kamu bisa coba berikut:
      Membuat Keyboard Bersuara Seperti Mesin Ketik
      Masih ingat tidak keyboard jadul jaman dulu? Yang bersuara keras? Mirip mesin ketik? Atau bahkan di antara kamu ada yang pernah menggunakannya? Oke, kalau belum tahu, berikut ini saya sajikan videonya:
      Berbeda banget kan dengan keyboard jaman sekarang. Keyboard jaman sekarang sangat smooth dan tipis, ringan. Suaranya pun ramah di telinga. Sehingga tidak perlu menganggu orang lain, atau pun kita bisa tetep ngoding di malam hari tanpa harus membangunkan orang-orang yang tidur. Bayangkan kalau jaman dulu ada programmer yang kebut deadline? Betapa suaranya akan menggelegar kemana-mana.
      Ok. Kalau kamu beneran ingin iseng-iseng gangguin rekan kamu di sebelah sambil nostalgia, maka software berikut ini akan membuat efek suara keyboard kamu seperti keyboard jaman dulu!
      Bucklespring
      Software ini berjalan di belakang layar dan akan membunyikan suara keyboard jadul apa bila tuts-tuts keyboard ditekan. Benar-benar seperti kita menggunakan keyboard lama.
      Cara memasang
      Jika kalian pengguna Ubuntu, maka kalian sedang beruntung. Memasangnya tidak sulit, kalian bisa menggunakan snap package manager.
      sudo snap install bucklespring Atau kalian juga bisa menggunakan apt-get milik debian.
      Dan jika kalian pengguna arch linux, it's always easy to install something. Tinggal pake yaourt, dan software bucklespring akan terinstall.
      yaourt -S bucklespring-git Dan bagi pengguna distro linux lainnya atau pengguna OS yang lain, kalian bisa mendownload dan mencompile sendiri dari source-codenya. Kalian bisa mengunjunginya di halaman github bucklespring .
      On Action
      Ok. Setelah terinstall, kita tinggal memanggil dengan perintah buckle jika menggunakan arch linux. Atau jika menggunakan snap ubuntu, jalankan program dengan perintah bucklespring.buckle. Atau dengan perintah ./buckle jika kalian mengcompile sendiri.
      Voila! Sekarang setiap kali kalian menekan tuts keyboard, suara bucklespringakan menggema! Seru bukan? Beneran seperti jaman dulu banget!
      NB: kalau nostalgianya sudah selesai, kalian bisa menutup aplikasi tersebut dengan perintah Ctrl+c pada terminal kalian.
      Good luck!
×
×
  • Create New...