Jump to content
muh_obeje3

Jago ngoding? Uber bagi uang 130 juta buat yang jago ngoding

Recommended Posts

uber.thumb.jpg.a00fb641761e6a513c78c6395

Menemukan sebuah bug pada aplikasi tertentu saat ini memang menjadi keahlian yang banyak dicari oleh perusahaan. Bahkan sering perusahaan teknologi besar dunia meluncurkan program bounty agar ada pihak ketiga yang berperan untuk mencari bug kritis yang ada pada aplikasi buatannya. Dan perusahaan terbaru yang meluncurkan program bounty ini adalah Uber.

Pihak Uber pun bahkan menyiapkan uang senilai 10 ribu USD atau setara 131 juta rupiah bagi mereka yang berhasil menemukan bug kritis pada aplikasi Uber. Selain itu, mereka juga menerima siapapun yang dapat menemukan celah bug kecil pada aplikasi Uber. Tentunya hadiah uang untuk bug kecil tersebut jumlahnya tidak mencapai 10 ribu USD. Namun angkanya tetap besar, karena hadiah terkecil yang disiapkan oleh Uber berjumlah 3 ribu USD atau setara 39 juta rupiah.

Hadiah uang yang disiapkan oleh Uber dalam program bounty ini pun tak hanya pada kasus penemuan bug. Mereka juga akan memberikah hadiah tambahan bagi mereka yang bisa menjebol pertahanan aplikasi Uber dan mengeksploitasi sistem yang ada di dalamnya. Sebagai bonus lainnya, mereka yang menemukan 4 bug dalam jangka 90 hari pertama akan memperoleh hadiah tambahan yang setara 10 persen keseluruhan hadiah yang diterima.

Bagaimana? Cukup menarik bukan? Kalau mempunyai kepercayaan tinggi dengan kemampuan ngoding yang Anda miliki, tidak ada salahnya mencoba turut berpartisipasi pada ajang ini. Sebagai informasi tambahan, pihak Uber memberikan sedikit panduan terkait bug yang mereka cari ataupun lingkup kerja dari program ini di link berikut.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang


  • Konten yang sama

    • Oleh qbonk
      Anda sekarang sampai di laman ini dan membaca kalimat pertama di artikel ini dari sebuah desktop browser. Tak kecil pula bahwa Anda memiliki lebih dari satu peramban yang terpasang, entah itu Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple Safari, Opera, Microsoft Edge, atau mungkin Internet Explorer. Atau mungkin Anda malah menggunakan browser di luar nama-nama itu? Kemungkinan selalu ada.
      Kalau Anda mencermati, pasar browser merupakan pasar yang cukup kompetitif. Selain nama-nama mapan yang sudah disebut di atas, kini ada juga penantang baru seperti UC Browser dan Vivaldi. Bagi sebagian orang, mungkin fenomena ini sedikit aneh. Soalnya jarang terdengar dari media bahwa suatu browser saking lakunya sampai membuat developernya seperti sedang mendapatkan durian runtuh alias kebanjiran duit. Kendati demikian faktanya, perusahaan swasta macam Opera Software tetap bisa hidup dan beroperasi sedari berdiri 1995 silam, walau Juli 2016 lalu bisnis utama mereka yang meliputi browser dan aplikasi kemanan telah menjadi milik sebuah konsorsium asal Tiongkok yang di dalamnya ada Qihoo 360, perusahaan yang juga mengembangkan peramban.

      Kembali ke premis yang sudah tertuang di judul, bagaimana browser meraup keuntungan? Saat menghadiri Collision Conference 2017 di New Orleans, Amerika Serikat, Jon von Tetzchner bersedia membocorkan sekeping dari rangkaian bisnis model perusahaannya, Vivaldi, yang ternyata juga dilakukan perusahaan swasta pengembang browser lainnya.
      “Bisnis model kami sebenarnya sama dengan browser lainnya. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari kerja sama dengan search engine, misalnya. Jadi, Anda memilih dan menentukan mesin pencari yang dimasukkan di browser tersebut. Kami sendiri baru saja menambahkan Ecosia. Intinya, kami bekerja sama dengan perusahaan itu dan kami pun mendapatkan pemasukan,” jelas CEO Vivaldi Technologies tersebut.
      Oleh karena itu meskipun Anda dan warganet lain bisa menggunakan browser secara gratis, monetisasinya tetap berjalan di ‘belakang layar’.
      Lalu, berapa nominal yang bisa dikantongi oleh developer browser tersebut? Tanpa segan, von Tetzchner mencontohkan revenue perusahaannya yang lalu, Opera, yaitu $1 setiap user dalam setahun. Kalau dikonversi menjadi rupiah, yaitu Rp13 ribuan, jumlah itu memang bukan uang yang besar. Namun, tetap saja bisa menjadi melimpah ketika pengguna browser tersebut kian banyak.
      Sekadar informasi, Vivaldi sendiri adalah peramban yang sedikit berbeda. Diluncurkan sejak awal tahun 2015, Vivaldi mengandalkan user interface (UI) yang lebih menyenangkan, dengan beragam fitur yang belum disediakan oleh browser lain, seperti analisis terhadap situs yang telah dikunjungi oleh user. Keunggulan UI Vivaldi sendiri dapat dilihat dari tampilannya yang minimalis dengan ikon dan font standar plus skema warna yang bisa menyesuaikan background maupun desain dari sebuah situs yang sedang diakses. Pemakai peramban berlogo ‘V’ itu pun dapat mengubah temanya secara keseluruhan, posisi tab, address bar, hingga start page-nya.
      Apabila Anda sudah pernah menggunakan Vivaldi di desktop dan kepincut dengan tampilannya sembari bertanya-tanya apakah browser tersebut akan tersedia dalam versi mobile, sabarlah sedikit lagi. Kepada Rob Pegoraro, pemandi sesi diskusi tersebut, von Tetzchner menyatakan bahwa ia dan timnya mengaku sedang mengerjakan mobile browser Vivaldi, tepatnya untuk sistem operasi Android. Versi iOS-nya nanti akan lahir begitu code base-nya telah siap, karena berbeda dengan Android.
      “Kami berharap Apple melakukan hal yang tepat dan berhenti melarang core browser lain untuk berjalan di platformnya,” keluh pria 49 tahun itu.
    • Oleh theblue

      Di tengah-tengah rutinitas ngoding, pasti kalian akan mengalami berbagai macam perubahan mood. Tergantung dari bagaimana kodemu bekerja, bukan? Saat program berjalan dengan benar, senangnya minta ampun. Tapi kalau lagi tracking invisible bugs, pusingnya juga minta ampun.
      Percaya atau tidak, saat sedang menemukan masalah atau bug, kita terkadang akan bertindak konyol. Dan yang biasanya kena dampaknya, adalah teman di sebelah kita. Seperti yang ada di gambar ini:

      Nah, untuk mendukung aksi konyolmu kalau lagi kambuh, kamu bisa coba berikut:
      Membuat Keyboard Bersuara Seperti Mesin Ketik
      Masih ingat tidak keyboard jadul jaman dulu? Yang bersuara keras? Mirip mesin ketik? Atau bahkan di antara kamu ada yang pernah menggunakannya? Oke, kalau belum tahu, berikut ini saya sajikan videonya:
      Berbeda banget kan dengan keyboard jaman sekarang. Keyboard jaman sekarang sangat smooth dan tipis, ringan. Suaranya pun ramah di telinga. Sehingga tidak perlu menganggu orang lain, atau pun kita bisa tetep ngoding di malam hari tanpa harus membangunkan orang-orang yang tidur. Bayangkan kalau jaman dulu ada programmer yang kebut deadline? Betapa suaranya akan menggelegar kemana-mana.
      Ok. Kalau kamu beneran ingin iseng-iseng gangguin rekan kamu di sebelah sambil nostalgia, maka software berikut ini akan membuat efek suara keyboard kamu seperti keyboard jaman dulu!
      Bucklespring
      Software ini berjalan di belakang layar dan akan membunyikan suara keyboard jadul apa bila tuts-tuts keyboard ditekan. Benar-benar seperti kita menggunakan keyboard lama.
      Cara memasang
      Jika kalian pengguna Ubuntu, maka kalian sedang beruntung. Memasangnya tidak sulit, kalian bisa menggunakan snap package manager.
      sudo snap install bucklespring Atau kalian juga bisa menggunakan apt-get milik debian.
      Dan jika kalian pengguna arch linux, it's always easy to install something. Tinggal pake yaourt, dan software bucklespring akan terinstall.
      yaourt -S bucklespring-git Dan bagi pengguna distro linux lainnya atau pengguna OS yang lain, kalian bisa mendownload dan mencompile sendiri dari source-codenya. Kalian bisa mengunjunginya di halaman github bucklespring .
      On Action
      Ok. Setelah terinstall, kita tinggal memanggil dengan perintah buckle jika menggunakan arch linux. Atau jika menggunakan snap ubuntu, jalankan program dengan perintah bucklespring.buckle. Atau dengan perintah ./buckle jika kalian mengcompile sendiri.
      Voila! Sekarang setiap kali kalian menekan tuts keyboard, suara bucklespringakan menggema! Seru bukan? Beneran seperti jaman dulu banget!
      NB: kalau nostalgianya sudah selesai, kalian bisa menutup aplikasi tersebut dengan perintah Ctrl+c pada terminal kalian.
      Good luck!
    • Oleh dugelo

      Setiap orang memiliki alasan masing-masing untuk membeli suatu barang dengan cash atau kredit. Sebagian orang menganggap membayar cash atau tunai lebih baik. Namun, tak sedikit pula orang yang berpendapat lebih menguntungkan membayar kredit atau dicicil.
      Lantas, benarkan membeli barang dengan sistem kredit ada keuntungan tersendiri ketimbang membayar lunas?
      Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, membeli barang dengan kredit keuntungannya adalah kita bisa memperoleh barang yang kita inginkan dengan lebih cepat walaupun keuangan kita tidak mencukupi.

      "Kita bisa mendapatkan barang-barang yang kita inginkan dengan lebih mudah walaupun duitnya nggak cukup buat beli cash," jelasnya dihubungi Okezone.
      Namun, dia pun mengingatkan, meski membeli barang dengan melakukan kredit memberikan kemudahan. Ada hal yang mesti dihindari, yakni perilaku konsumtif.
      "Dan ini akan mendorong kita berperilaku konsumtif membeli barang yang semata hanya keinginan bukan kebutuhan," lanjut Andi.
      Ditambah lagi, membeli barang dengan kredit terkadang memberikan godaan bagi orang-orang yang membeli barang dengan kredit jika bunga yang ditawarkan sangat menggiurkan.
      "Apalagi kalau kreditnya bunga nol persen," tambahnya.
    • Oleh davidbo

      Kelebihan dari BitCoin sebagai alat pembayaran adalah sifatnya yang simple dan ringkas. BitCoin merupakan alat transaksi orang per orang dan hanya orang yang memegangnya yang bisa menggunakannya. Selain itu dalam menggunakannya pun, kita tidak perlu menyertakan informasi pribadinya seperti pada mata uang bank atau akun transaksi online lain. Hal ini tentunya memberikan keamanan informasi dari sang pemilik.
      Yang menjadi kerugian dari pemakaian BitCoin adalah karena bentuknya yang hanya berupa file, memungkinkan BitCoin menjadi rusak/ hilang/ terhapus jika terjadi sesuatu dengan perangkat tempat kita menyimpan BitCoin tersebut. Dan kelemahan terbesarnya adalah karena BitCoin merupakan sebuah alat transaksi yang hadir karena ada kemauan dan kepercayaan dari para penggunaya. Hal ini memungkinkan suatu saat BitCoin bisa benar-benar tidak bernilai karena sudah tidak ada yang mau menggunakan mata uang tersebut.
      Berikut sebuah video dalam bahasa inggris yang memaparkan dengan ringkas apa dan bagaimanakan BitCoin tersebut bekerja.
      Mata uang BitCoin memang merupakan hasil dari perkembangan dunia teknologi ecommerce yang tumbuh terlalu massif. Dan bagi Anda yang memang seorang pelaku ecommerce boleh saja mengikuti dan mengerti lebih dalam tentang perkembangan yang ada,  namun yang terpenting adalah tetap mengutamakan keamanan transaksi anda. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan mata uang virtual unik yang satu ini.
  • Kontributor Populer

    Tidak ada yang menerima reputasi minggu ini.

×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi