Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Sign in to follow this  
fanny_pr

Blue Bird Investigasi Dugaan Oknum Provokator Sweeping

Recommended Posts

provokator.jpg.a013db57deee81b30cfeb1429

Aksi unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan para sopir taksi menolak taksi online, Selasa (22/3), diwarnai tindakan anarkistis dengan melakukan sweeping taksi yang masih beroperasi. Aksi itu diduga disulut provokasi yang diduga dilakukan seseorang yang mengaku sebagai sopir taksi Blue Bird bernama Feri Yanto melalui akun media sosial Facebook.

Menyikapi hal itu, Humas PT Blue Bird Teguh Wijayanto mengaku telah mendengar berita tersebut. Saat ini, pihaknya tengah menginvestigasi kebenaran kabar itu.

"Ya, kami sudah tahu karena beritanya sudah ramai di media sosial. Tapi, kami belum bisa memastikan apa dia benar sopir kami atau bukan. Kami masih melakukan investigasi," ujar Teguh ketika dikonfirmasi.

Dalam akun media sosial Facebook-nya oknum sopir Blue Bird bernama Feri Yanto mem-posting pada 20 Maret 2016 pukul 09.54 WIB. "Sy mengajak rekan2 dari pool ME, MT, MJ, JE, BDE, LL, LR, YD, OE, TJ, TT, GDG, MWK dan semua pool Jabodetabek untuk menghadiri demo besar-besaran pada Selasa 22 Maret," tulis Feri Yanto.

Feri juga mengajak para pendemo untuk membawa benda tumpul, senjata tajam dan bom molotov. Dia juga memprovokasi untuk merusak Uber dan Grab yang melintas. "Jangan lupa bawa benda tumpul dan tajam, kalau perlu bom molotov, antisipasi jika Uber dan Grab lewat, langsung bantai," tulisnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By heru_sitohang9
      Sebuah foto logo perusahaan taksi Blue Bird yang terpampang di badan jalan sedang menjadi viral di media sosial. Akun Twitter @kopiganja mempertanyakan hal ini kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
      "Dear @ahok_basukiTP. Kenapa @UPTAJDishubDKI mengizinkan iklan begini di badan jalan," tulis pemilik akun @kopiganja.
      Berdasarkan foto tersebut, lambang Blue Bird itu berwarna kuning dengan dikelilingi garis kuning di sekitarnya. Kendaraan motor tampak berada di atas jalan tersebut. Dalam akun Twitter itu, lambang Blue Bird tersebut terdapat di daerah Mampang Prapatan.
      Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah membenarkan adanya logo Blue Bird tersebut di jalan. Tepatnya, logo tersebut diletakkan di area "yellow box junction" (YBJ).

      YBJ adalah marka jalan yang mulai digunakan di Indonesia sejak 2010. YBJ berfungsi untuk mencegah agar arus lalu lintas (lalin) di persimpangan tidak terkunci saat kepadatan terjadi.
      Andri mengatakan, Blue Bird telah membuatkan YBJ di kawasan tersebut sebagai program corporate social responsibility (CSR) mereka. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI mengizinkan Blue Bird untuk menyematkan logo mereka di YBJ yang mereka buat.
      "Itu kan CSR. Kita minta tolong (buatkan YBJ), dia boleh mencantumkan (logo)," kata Andri
      Andri mengatakan, kesempatan seperti ini tidak hanya terbatas kepada Blue Bird saja. Perusahaan mana pun boleh membantu Pemprov DKI untuk membuat YBJ.
      "Kalau kamu mau bikin, dikasih logo kamu juga enggak apa-apa. Saya kepingin banget, yellow box masih kurang banyak banget, masih ratusan," kata Andri.
    • By c0d1ng
      Tidak mau ketinggalan zaman, Blue Bird Group akhirnya meluncurkan aplikasi secara online dengan nama My Blue Bird untuk pemesanan taksi reguler.  Aplikasi tersebut tentunya dapat diunduh dan dipergunakan untuk pemesanan taksi Blue Bird.
      Sebenarnya sistem online Blue Bird sudah ada sejak tahun 2011, namun karena belum terlalu dikenal. Namun perlahan dengan maraknya sistem transportasi online, Blue Bird melakukan inovasi terhadap aplikasinya.
      Dengan adanya sistim online terbaru ini, tamu taksi Blue Bird Group tinggal menunggu di lokasi pemesanan saja. Taksi Blue Bird Group yang akan menghampiri tamunya ke lokasi pemesanan tersebut.
      “Kami ingin berubah dan terus berinovasi secara berkesinambungan agar mendapat memberikan pelayanan terbaik. Peluncuran aplikasi terbaru ini kami harap bisa memanjaan pelanggan,” ujar Ir. Sigit Priawan Djokosoetono, MBA Direktur Blue Bird Group Holding dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/5).
      Sigit berharap masukan dari berbagai pihak dari media dan juga blogger untuk terus menyempurnakan aplikasi agar mudah dipakai pelanggan.
      Peluncuran aplikasi terbaru ini mendapat apresiasi dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif dijabat oleh Triawan Munaf. Dia mengaku senang dengan inovasi yang dilakukan Blue Bird, yang sudah menjadi langganan transportasinya sejak lama.
      “Inovasi tidak boleh berhenti dan harus terus dilakukan. Ini yang dilakukan Blue Bird. Saya memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Blue Bird. Mudah-mudahan ini akan semakin memanjakan pelanggannya,” ujar Triawan.
      Sistim online yang dipergunakan di Blue Bird Group tidak hanya untuk aplikasi untuk penumpang saja. Tetapi di kantor pusat, semua kendaraan taksi Blue Bird Group sudah dapat dipantau keberadaannya secara online oleh kantor pusat Blue Bird Group.
    • By anon
      Anggota Komisi III Ruhut Sitompul rupanya mengetahui siapa dalang di balik demo akbar sopir taksi konvensional. Menurut Ruhut, pimpinan merekalah yang menyuruh mereka turun ke jalan menggelar orasi.
       

      Politikus Partai Demokrat ini tak asal bicara. Sebelum demo dimulai, Ruhut sudah mengetahui lebih dulu informasi itu, siapa dalang yang mengerahkan massa.
      Itu diketahuinya saat harus menuju ke Bandara Soekarno Hatta pagi buta. Dari situ Ruhut tahu bahwa bos mereka sendiri yang meminta agar turun ke jalan.
      "Aku jam 4 subuh harus ke bandara. Pesanlah taksi aku, si sopir ngasih tahu kalau akan ada demo. Dia bilang, mereka dipaksa untuk berdemo," ujar Ruhut saat menjadi bintang tamu di Indonesia Lawyers Club (ILK), Selasa malam.
      Mendengar curhat si sopir itu, Ruhut menyarankan agar dia tidak ikut demo itu, yang dinilainya tidak bermanfaat. "Kalau nggak mau nanti mereka dipecat. Mereka ini dipaksa untuk berdemo. Dapat uang Rp 100 ribu satu orang. Udah jangan pada bohong, ngaku sekarang kalian (sopir) kalau disuruh (turun ke jalan). Jadi bohong itu yang bilang dia nggak mengerahkan," tepis Ruhut.
    • By vyrous
      Perusahaan jasa transportasi Blue Bird Group akan meningkatkan kualitas pelayanannya demi tetap dalam trek persaingan bisnis transportasi. Persaingan bisnis transportasi akan bertambah dengan mulainya GrabCar dan Uber mengurusi perizinan untuk menjadi penyedia jasa transportasi.

      "Kami akan lakukan perbaikan apps (aplikasi) pengembangan. Kami juga akan terapkan cashless payment (pembayaran tanpa uang cash)," kata Direktur Blue Bird Group Sigit Priawan Djokosoetono dalam diskusi di Rumah Makan Batik Kuring, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Maret 2016.
      Blue Bird, menurut dia, sudah memiliki aplikasi Blue Bird sejak 2011 lewat ponsel BlackBerry. Di Indonesia, Sigit menegaskan, Blue Bird-lah perusahaan jasa transportasi pertama yang menerapkan sistem aplikasi untuk pelayanan kepada pelanggannya. Saat ini aplikasi Blue Bird sudah tersedia di Android, iOS, dan BlackBerry.
      Dalam menghadapi Grab dan Uber yang lebih maju dalam hal aplikasi, ia menuturkan perlu ada penyesuaian juga di aplikasi yang dimiliki Blue Bird. Karena itu, saat ini Blue Bird sedang menjajaki langkah-langkah untuk memperbaiki aplikasinya agar bisa bersaing dengan aplikasi lain.
      Sejak muncul pada 2011, aplikasi Blue Bird, tutur Sigit, telah tumbuh secara pesat. Namun Sigit enggan menyebut angka pertumbuhannya. Yang jelas, ucap dia, sejak berdiri pada 1972, Blue Bird telah melakukan banyak inovasi demi kepuasan pelanggan. "Kami melakukan inovasi pemasangan GPS. Punya call center besar, aplikasi. Yang penting, fokus ke loyalitas konsumer," kata Sigit.
      Walau begitu, ujar Sigit, sejauh ini, pengguna taksi Blue Bird kebanyakan bukan berasal dari pengguna aplikasi, tapi lewat menyetop taksi di jalan secara langsung.
      Sebelumnya, ratusan sopir taksi yang tergabung dalam Persatuan Pengemudi Angkutan Darat berdemonstrasi menuntut pemerintah menutup keberadaan angkutan ilegal menggunakan pelat hitam yang difasilitasi perusahaan jasa aplikasi. Mereka menganggap kehadiran aplikasi tersebut tidak memiliki izin usaha dan telah merugikan sopir taksi resmi.
    • By fanny_pr

      Manajemen PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyesalkan demonstrasi hari ini diwarnai dengan tindakan anarkis oleh sejumlah peserta aksi unjuk rasa.
      Dalam akun resmi twitter Blue Bird ‏@Bluebirdgroup, manajemen akan melakukan tindakan tegas kepada pengemudi Blue Bird yang terbukti melakukan tindakan anarkis. "Manajemen Blue Bird mengimbau kepada para peserta unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya secara santun dan tidak merugikan semua pihak," kata manajemen dalam tweet-nya.
      Blue Bird menyatakan, kerugian yang disebabkan karena diturunkannya penumpang secara paksa, juga dapat dilaporkan kepada manajemen. "Kami memastikan bahwa Blue Bird akan tetap beroperasi dan melayani penumpang seperti biasa. Terima kasih," demikian tweet Blue Bird.
      Jika netizen memiliki bukti seperti foto/video keterlibatan pengemudi Blue Bird, agar dilaporkan lewat sosial media atau email ke customercare@bluebirdgroup.com. "Bukti ini kami perlukan karena yang menggunakan seragam biru tidak hanya Blue Bird," tulis tweet itu.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy