Jump to content
Sign in to follow this  
fanny_pr

Penyerbuan Pengemudi Go-Jek ke Pool Blue Bird Kemayoran

Recommended Posts

demo.jpg.a239331d0e37148b9fecde7bc969efa

Kapolsek Kemayoran Setyo Bimo menyatakan penyerbuan yang diduga dilakukan pengemudi Go-Jek ke pool taksi Blue Bird dinilai sebagai aksi spontanitas. Meski demikian, ia mengakui tidak menutup kemungkinan kejadian itu merupakan aksi balasan atas penganiayaan yang diterima pengemudi Go-Jek oleh sopir taksi.

Pada Selasa (22/3) pukul 14.45 WIB, ratusan pengemudi Go-Jek menyerbu pool taksi Blue Bird yang berlokasi di Jl. Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sedikitnya, tiga mobil yang sedang parkir di depan pool rusak akibat lemparan batu. Kaca-kaca mobil pecah serta bodi kendaraan penyok di berbagai sisi.

"Kejadian ini lebih ke arah spontanitas. Bukan serangan yang direncanakan. Mereka mengambil batu dari pinggir-pinggir jalan. Saat ini, kondisi sudah kondusif dan kita tempatkan petugas untuk berjaga," ujar Setyo Bimo di lokasi kejadian.

Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyelidiki kejadian ini dan memproses pelakunya secara hukum.

"Semua perbuatan melawan hukum, penganiayaan atau pengrusakan akan kita proses secara pidana. Kita sudah tahu kantong-kantong pangkalan Go-Jek sekitar Kemayoran," tandasnya.

sumber berita satu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Supraman
      Eggy Muhamad Juniardi (29) belum bisa melupakan peristiwa yang terjadi saat mobil Toyota Avanza yang dikendarainya dihentikan sekelompok orang lalu dirusak. Aksi itu terjadi saat massa menggelar sweeping terhadap taksi online di Jalan BKR, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 9 Maret 2017.
      Sambil meneteskan air mata, Eggy menceritakan, saat itu ia sedang membawa keluarganya ke Purwakarta untuk menjemput adiknya yang sudah selesai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sana. Di dalam mobil juga ada anaknya yang masih berusia 16 bulan.
      Tiba-tiba mobilnya diberhentikan sejumlah orang diduga sopir angkot. Karena diduga taksi online, Avanza milik Eggy pun jadi sasaran amukan warga. Peristiwa itu hampir berbarengan dengan demo para sopir angkot di Gedung Sate, Bandung, menolak kehadiran taksi online.
      Mereka dalam mobil hanya bisa pasrah dengan aksi brutal massa. Video kejadian itu pun akhirnya beredar di dunia maya dan menjadi viral di media sosial. Yang ikut jadi sorotan adalah anak Eggy yang masih bayi.
      ''Anak saya yang masih berumur 16 bulan masih trauma sampai saat ini,'' tutur Eggy saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat (10/3/2017).
      Eggy menuturkan, sebelum kejadian, mobil Avanza yang dikemudikannya bergerak dari daerah Kopo menuju kantor kakaknya dulu sebelum ke Purwakarta.

      Konferensi pers soal perusakan mobil oleh massa di Bandung (CDB/Okezone)
      ''Saya mau ke kantor kakak dulu, di Jalan Gatot Subroto dengan melintas ke Jalan Sriwijaya,'' kata pria bertubuh gempal tersebut.
      Setibanya di lampu merah Jalan Sriwijaya, Eggy pun menghentikan kendaraannya saat rombongan angkutan kota sedang melintas untuk ikut berdemo ke Gedung Sate.
      Namun tiba-tiba dari rombongan tersebut terdengar teriakan ke arah mobil yang kendarain Eggy. ''Sopir online-sopir online,'' tutur Eggy menirukan para pelaku yang merusak mobilnya.
    • By Kondang_panjaitan
      Tranportasi di dunia sudah bermacam-macam, hampir meliputi segala elemen, mulai dari jalur air, udara, dan darat. Tapi masih belum ada tranportasi yang bisa berpindah tempat dalam sekejap, cuma Sun Goku aja yg bisa kayak gitu. Hahahahahaaa Taksi juga merupakan salah satu tranportasi darat, di seluruh negara dunia pasti ada taksi. Naahh, di luar negeri ada istilah yg terkenal untuk taksi, yaitu 'Fake Taxi', taksi gadungan.
      Taksi gadungan ini bukan semacam sindikat untuk merampok, menculik, atau memperkosa. Penumpangnya pun khusus cuma buat cewek. Taksi gadungan ini kejahatannya lebih ke arah mengajak si penumpang untuk berhubungan intim suka sama suka tanpa ada pakasaan sama sekali, tapi di dalam taksinya sudah ada CCTV yang terpasang disetiap sudutnya, dan si penumpang tanpa mengetahuai keberadaan kamera CCTV tersebut. Jadi setelah berhubungan intim dengan pasangannya, si supir taksi tadi meng-upload video tersebut di internet, dan jadilah itu salah satu kategori film porno 'Fake Taxi'.

      Kalo di Indonesia, yang paling sering terjadi pemerkosaan itu adalah di dalam angkot, angkotnya berkeliran di malam hari, mencari korban cewek-cewek yang biasanya jalan sendirian, trus ditawarin naik angkotnya. Bedanya sama Fake Taxi cuma di paksaan doank. Kalo Fake Taxi melakukan ML dikarenakan suka sama suka, kalo Fake Angkot cenderung memaksa, lalulah jadi pemerkosaan. Jadi hati-hati buat cewe-cewe yang suka jalan malam, jangan mau naik angkot. Mending minta jemput aja sama temennya. Ciyee pesan moral. *rotfl*
    • By heru_sitohang9
      Sebuah foto logo perusahaan taksi Blue Bird yang terpampang di badan jalan sedang menjadi viral di media sosial. Akun Twitter @kopiganja mempertanyakan hal ini kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
      "Dear @ahok_basukiTP. Kenapa @UPTAJDishubDKI mengizinkan iklan begini di badan jalan," tulis pemilik akun @kopiganja.
      Berdasarkan foto tersebut, lambang Blue Bird itu berwarna kuning dengan dikelilingi garis kuning di sekitarnya. Kendaraan motor tampak berada di atas jalan tersebut. Dalam akun Twitter itu, lambang Blue Bird tersebut terdapat di daerah Mampang Prapatan.
      Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah membenarkan adanya logo Blue Bird tersebut di jalan. Tepatnya, logo tersebut diletakkan di area "yellow box junction" (YBJ).

      YBJ adalah marka jalan yang mulai digunakan di Indonesia sejak 2010. YBJ berfungsi untuk mencegah agar arus lalu lintas (lalin) di persimpangan tidak terkunci saat kepadatan terjadi.
      Andri mengatakan, Blue Bird telah membuatkan YBJ di kawasan tersebut sebagai program corporate social responsibility (CSR) mereka. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI mengizinkan Blue Bird untuk menyematkan logo mereka di YBJ yang mereka buat.
      "Itu kan CSR. Kita minta tolong (buatkan YBJ), dia boleh mencantumkan (logo)," kata Andri
      Andri mengatakan, kesempatan seperti ini tidak hanya terbatas kepada Blue Bird saja. Perusahaan mana pun boleh membantu Pemprov DKI untuk membuat YBJ.
      "Kalau kamu mau bikin, dikasih logo kamu juga enggak apa-apa. Saya kepingin banget, yellow box masih kurang banyak banget, masih ratusan," kata Andri.
    • By c0d1ng
      Tidak mau ketinggalan zaman, Blue Bird Group akhirnya meluncurkan aplikasi secara online dengan nama My Blue Bird untuk pemesanan taksi reguler.  Aplikasi tersebut tentunya dapat diunduh dan dipergunakan untuk pemesanan taksi Blue Bird.
      Sebenarnya sistem online Blue Bird sudah ada sejak tahun 2011, namun karena belum terlalu dikenal. Namun perlahan dengan maraknya sistem transportasi online, Blue Bird melakukan inovasi terhadap aplikasinya.
      Dengan adanya sistim online terbaru ini, tamu taksi Blue Bird Group tinggal menunggu di lokasi pemesanan saja. Taksi Blue Bird Group yang akan menghampiri tamunya ke lokasi pemesanan tersebut.
      “Kami ingin berubah dan terus berinovasi secara berkesinambungan agar mendapat memberikan pelayanan terbaik. Peluncuran aplikasi terbaru ini kami harap bisa memanjaan pelanggan,” ujar Ir. Sigit Priawan Djokosoetono, MBA Direktur Blue Bird Group Holding dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/5).
      Sigit berharap masukan dari berbagai pihak dari media dan juga blogger untuk terus menyempurnakan aplikasi agar mudah dipakai pelanggan.
      Peluncuran aplikasi terbaru ini mendapat apresiasi dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif dijabat oleh Triawan Munaf. Dia mengaku senang dengan inovasi yang dilakukan Blue Bird, yang sudah menjadi langganan transportasinya sejak lama.
      “Inovasi tidak boleh berhenti dan harus terus dilakukan. Ini yang dilakukan Blue Bird. Saya memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Blue Bird. Mudah-mudahan ini akan semakin memanjakan pelanggannya,” ujar Triawan.
      Sistim online yang dipergunakan di Blue Bird Group tidak hanya untuk aplikasi untuk penumpang saja. Tetapi di kantor pusat, semua kendaraan taksi Blue Bird Group sudah dapat dipantau keberadaannya secara online oleh kantor pusat Blue Bird Group.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy