Jump to content
Sign in to follow this  
abas

Twitter Genap Berusia 10 Tahun

Recommended Posts

twitter.jpg.f9d9f392679605a259c932589e52

Media sosial Twitter dengan ciri khas mempublikasi kicauan dengan 140 karakter, hari ini genap berusia 10 tahun.

21 Maret 2006 ditetapkan sebagai hari lahir Twitter karena di saat itu, Jack Dorsey sang pendiri media sosial, berkicau untuk pertama kalinya di Twitter.

“Just setting up my twttr,” tulis Dorsey dengan akun @jack.

Beberapa tahun kemudian Indonesia menjadi negara yang penting untuk Twitter karena ini merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna terbesar. Pada pertengahan 2015, jumlah pengguna Twitter di Indonesia mencapai 50 juta.

Twitter juga ramai dimanfaatkan oleh orang Indonesia ketika Pemilihan Umum Presiden tahun 2014. Menurut penelitian Dewan Pers dan Indonesia Indicator, ada 1,8 juta akun Twitter aktif dari Indonesia yang mempublikasi 13.934.320 kicauan dari periode 4 Juni sampai 9 Juli 2014.

Kicauan tentang calon presiden dan wakil presiden muncul mulai dari deklarasi pencalonan diri, debat capres-cawapres, sampai visi misi. Tak hanya itu, Twitter juga dimanfaatkan untuk kampanye hitam dua calon presiden.

Masalah

Sejak melantai di bursa saham, segala masalah yang terjadi di Twitter terlihat sangat jelas. 

Twitter melantai di bursa pada 2013, dengan harga saham US$26. Di bulan Januari 2014 harga itu mencapai nilai tertinggi US$69, tetapi di Jumat pekan lalum saham diperdagangkan di harga US$16,84.

Jumlah pengguna Twitter sempat mengalami pertumbuhan paling buruk pada kuartal kedua 2015, di mana jumlah pengguna hanya tumbuh 2 juta menjadi 304 juta dibandingkan 302 juta pengguna pada kuartal sebelumnya.

Jack Dorsey, sang pendiri yang kini kembali jadi CEO Twitter, telah melakukan banyak hal untuk mengembangkan fitur dan aksi nyata menghasilkan uang.

Kini Twitter memiliki sekitar 332 juta pengguna bulanan, dengan 500 juta kicauan dikirim setiap hari dan 200 miliar kicauan dalam setahun.

Di hari ulang tahun ke-10 ini, Twitter mungkin bisa melupakan sejenak sejumlah masalah penting yang menghantui perusahaan. Twitter mempersembahkan video singkat yang memperlihatkan sejumlah peristiwa penting dan bagaimana Twitter berguna untuk menyebar informasi.

Dalam publikasi di blog resmi perusahaan, hari ini Twitter berkata semua kantor perwakilan bakal merayakan ulang tahun mereka yang dimulai dari Sydney, Australia, dan mengikuti matahari terbit ke kantor pusat Twitter di San Francisco, California, AS.

“Kami sangat gembira untuk merayakan ini dengan kalian semua,” tulis Twitter.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Ricky_06
      Pemerintah China sebelumnya telah memblokir Wikipedia dalam bahasa China di negaranya. Dilansir dari laman Android Pit, Kamis (16/5/2019) kali ini pemerintah China telah memperluas batasannya untuk memblokir Wikipedia sepenuhnya dan dalam semua bahasa.
      Peneliti sensor online telah menemukan bahwa China telah memblokir Wikipedia dalam semua bahasa di wilayahnya, berbeda dengan blokade yang ada sebelumnya yang hanya menghambat akses ke versi China. Ketika ditanya tentang tindakan ini, Wikimedia Foundation menjawab bahwa tidak ada informasi sama sekali tentang tindakan ini.
      "Pada akhir April, Wikimedia Foundation menetapkan bahwa Wikipedia tidak lagi dapat diakses di China. Setelah menganalisis laporan lalu lintas internal kami, kami dapat mengonfirmasi bahwa Wikipedia saat ini diblokir di semua versi bahasa," kata Wikimedia Foundation.
      Wikipedia juga diblokir di Turki pada 2017. Kemudian, Wikipedia juga kabarnya mengalami gangguan di Venezuela. Sementara itu di China, blokir semaca itu juga mencakup halaman seperti Google, Facebook, dan LinkedIn.
    • By BisaJadi
      Tak dimungkuri, banyak dari kita yang menjadikan media sosial (Twitter atau Facebook) sebagai tempat berkeluh kesah, mengabadikan momen berharga, tempat curhat, dan hal lainnya.
      Twitter dan Facebook bahkan memiliki kekuatan untuk menyebarkan suatu berita secara real time dan sangat cepat.
      Belakangan warganet sedang membicarakan dua sahabat kecil yang kembali bertemu setelah dipisahkan selama 12 tahun. Mereka adalah Brianna dan Heidi, dua bocah perempuan yang saling bertemu di Honolulu, Hawaii saat makan malam di kapal pesiar pada 2006 lalu.
      Sebenarnya Brianna dan Heidi hanya bertemu sekali saja pada saat itu. Namun pertemuan singkat itu membuat keduanya akrab kemudian berteman dan bersahabat.
      Sebab menurut pengakuan Brianna seperti yang dilansir Brilio.net dari laman Buzzfeed, di kapal pesiar tersebut memang jarang ada anak kecil yang ikut sehingga cewek asal Mississippi, Amerika Serikat ini langsung merasa menemukan teman ketika melihat Heidi pada saat itu.
      Nah, 12 tahun berlalu, Brianna tak sengaja melihat foto kenangan mereka saat sedang membuka foto-foto dan video masa kecilnya. Ia kemudian berpikir untuk menemukan kembali sahabat masa kecilnya tersebut lewat Twitter.
      Sambil mengunggah foto, ia mem-posting cerita singkat dan berharap bisa menemukan Heidi lewat media sosial Twitter.
      Selang 12 Jam

      Tak disangka, usahanya tersebut terbukti efektif. Hanya selang 12 jam setelah cuitannya dibuat, seseorang dengan akun Twitter @heii_tree yang pemiliknya adalah Heidi membalas postingan itu.
      Ia juga mengunggah fotonya saat ini sambil membawa foto masa kecil untuk membuktikan bahwa cewek yang dimaksud Brianna adalah benar dia.
      "Aku dengar ada yang mencariku," tulis Heidi.
      Tentu saja ini menjadi momen yang tak disangka-sangka. Sejak pertemuannya di Twitter, keduanya pun langsung banyak mengobrol tentang apa yang mereka lalui setelah terakhir bertemu 12 tahun lalu.
    • By dugelo
      Facebook dan Twitter menghapus ratusan akun fake news yang diyakini terkait dengan Rusia dan Iran. Akun-akun itu menyebarkan kampanye disinformasi untuk memengaruhi pemilu AS.
      Facebook mengumumkan hari Selasa (21/8) telah menghapus sekitar 650 laman, grup dan akun setelah menemukan tanda-tanda perilaku pengguna yang tidak autentik di FB dan Instagram.
      Perusahaan media sosial itu mengatakan, beberapa akun diidentifikasi sebagai bagian dari dinas intelijen militer Rusia, sementara sejumlah kegiatan mencurigakan lain berasal dari Iran.
      "Rusia dan Iran menggunakan taktik yang sama ketika datang untuk menciptakan jaringan akun menyesatkan, kata CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg. Dia menambahkan, "perusahaannya bekerja sama dengan penegak hukum AS dalam penyelidikan."
      Juga Twitter mengatakan telah memblokir 284 akun, sebagian besar berasal dari Iran, karena telah mencoba melakukan "manipulasi terkoordinasi".
      Ancaman dunia maya
      Sebelumnya, perusahaan FireEye yang bergerak di bidang keamanan internet mengatakan, mereka memberikan tip pada Facebook dan Twitter tentang adanya upaya Iran, yang dimulai dalam beberapa tahun terakhir dan berlanjut hingga bulan ini.
      "Penting untuk dicatat bahwa aktivitas itu tampaknya tidak dirancang secara spesifik untuk memengaruhi pemilu AS, karena kegiatannya meluas jauh melampaui publik dan politik di AS," kata FireEye. Tapi FireEye memperingatkan, kemungkinan lainnya tidak tertutup.
      Facebook menyatakan, salah satu kelompok yang ditargetkan dalam pembersihan itu adalah "Liberty Front Press," yang telah punya sekitar 155.000 follower di Facebook dan Instagram. Kelompok tersebut dilaporkan terkait dengan media pemerintah Iran, jika ditelusuri dari pendaftaran situs web, alamat IP dan akun administratornya.
      Menurut FireEye, konten dari Iran terutama berusaha mempromosikan propaganda Iran "dengan tema-tema anti Arab Saudi, anti Israel dan pro Palestina."
      Facebook dan Twitter secara signifikan meningkatkan pengawasan platform mereka - terutama menjelang pemilihan paruh waktu di AS bulan November mendatang.
    • Guest Int_news
      By Guest Int_news
      Twitter Inc. (TWTR) got called the “worst stock to own” by billionaire investor Chris Sacca, one of the embattled social network’s earliest investors.
      In a tweet this week, Sacca said he “hates” Twitter’s stock and took issue with the fact that millions of Twitter’s accounts are bots. The investor hasn’t owned shares of Twitter for a couple of years, saying he “lost hope” after Twitter failed to bring back co-founder Evan Williams. “Love the service, hate the stock,” the host of ABC's "Shark Tank" tweeted in response to a question from a fan.
      Lack of Innovation Cited
      Sacca, the founder of Lowercase Capital and an Uber investor, has been upset with Twitter during the past few months, telling CNBC last year a sale is in Twitter’s best interest. Sacca said then a partnership or acquisition would help Twitter with product vision and give it the freedom to experiment and take risks, something he said he hasn’t seen since Jack Dorsey returned to the helm in 2015 as CEO. The billionaire investor isn’t the only one who thinks Twitter lacks vision. Earlier this month, Stratechery.com slammed Twitter in a blog post with website operator Ben Thompson arguing the social network has stagnated when it comes to product development, which will have a negative impact on the company’s prospects over the long term. “Twitter has been, and will always be, handicapped by its initial idea, which transformed the way people around the globe connect and communicate,” said Thompson.
      As for Twitter’s bot problem, earlier this week the University of Southern California and Indiana University issued a research report that shows as many as 15% of Twitter accounts are bots instead of people doing the tweeting and retweeting. Relying on more than a thousand different criteria to identify if an account is a bot on Twitter, researchers found that 9% to 15% percent of the accounts aren’t human. Given that Twitter has 319 million monthly active users, 15% means 48 million accounts are actually bots liking, retweeting and following companies and users of the social media network. Sacca told CNBC the bots is one of the largest issues for Twitter, and while eradicating them would hurt Twitter’s user numbers in the short term, it should help over the long run. So how can Twitter right what some would say is a sinking ship? Sacca said Twitter should reopen the platform to developers so they can come up with new reasons to use Twitter, reported CNBC.
    • By berita_semua
      Adele baru membongkar hal yang selama ini ia rahasiakan dari manajemennya. Ibu satu anak itu mengaku punya akun Twitter rahasia yang hanya dapat diakses oleh dirinya sendiri.
      Hal itu disampaikan saat Adele menggelar rangkaian tur dunia di Brisbane, Australia, baru-baru ini. Pelantun "Someone Like You" itu memang kerap mengungkap hal unik saat konsernya berlangsung.
      "Aku sedang melihat-lihat Twitter tadi malam. Mereka tidak tahu bahwa aku punya akun rahasia, ya tentu saja kini mereka tahu karena aku baru mengatakan ini. 'Mereka' yang aku maksud adalah manajemenku," ucap Adele sambil tertawa.
      Rupanya, akun Twitter resmi Adele tidak diakses langsung oleh sang penyanyi. Alasannya pun lucu, yaitu karena menurut manajemen, pelantun "Water Under The Bridge" itu terlalu banyak bicara.
      "Aku tidak boleh mengakses Twitterku sendiri karena aku cukup banyak omong dan aku kerap mengatakan hal yang salah, jadi mereka mengambil hak itu dari aku," tambah peraih Piala Grammy itu.
      Rangkaian konser Adele di Australia yang dimulai sejak awal Maret lalu telah menyisakan banyak kisah tak terlupakan. Salah satunya ketika Adele harus menghentikan konser lantaran terdapat salah satu penonton yang terkena serangan jantung dan harus dilarikan segera ke rumah sakit.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy