Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
congek

Tim Densua 88 Diminta Untuk Mengkaji Ulang Penggeledahn

Recommended Posts

 

image.jpeg.f0b26c76bf1fdfd7f069fb709a989

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Detasemen Khusus (Densus) 88 mengevaluasi kerja mereka dalam mencegah dan menangani terorisme di Indonesia.

"Jangan sampai penanganan teroris yang dilakukan Densus 88 mengganggu ikhtiar perlindungan terhadap anak," kata Wakil Ketua KPAI Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 15 Maret 2016.

Menurut Susanto, KPAI perlu mengeluarkan sikap terkait penggeledahan yang dilakukan tim Densus 88 di Taman Kanak-Kanak Roudlatul Athfal Terpadu Amanah Ummah di Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis pekan lalu.

Aksi penggeledahan itu, kata Susanto, menimbulkan ketakutan bagi anak-anak. 

Menurut dia, yang dilakukan tim Densus 88 itu bertentangan dengan prinsip perlindungan terhadap anak, sehingga pola kerja demikian perlu dievaluasi. 

"Tetap harus memberikan perlindungan kepada anak dalam melakukan penanganan teroris," kata Susanto.

Susanto mengatakan, kecepatan Densus 88 dalam menangani terorisme cukup positif. 
Namun harus tetap memberikan perlindungan terhadap anak dan memperhatikan asas-asas kepatutan. 

Lokasi penggerebekan pada Kamis pekan lalu itu merupakan institusi pendidikan sebagai tempat belajar peserta didik.

"Pola kerja harus dievaluasi bila di tempat tersebut ada anak-anak," ucap Susanto.
Susanto mengatakan, KPAI tegas menyatakan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme tidak boleh tumbuh di Indonesia. 

Paham radikalisme, ekstrimisme dan terorisme tidak senafas dengan semua ajaran agama, termasuk Islam. 

Negara melalui Badan Nasional Penanggulangan Teroris dan Densus 88 memiliki kewajiban melakukan langkah pencegahan dan penanganan. 

Kedua lembaga tersebut tetap melakukan kerja cepat dalam penanganan teroris.

Namun harus memperhatikan pula perlindungan terhadap anak.

"Kami meminta mengevaluasi penanganan teroris untuk mencegah trauma terhadap anak, kata Susanto.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By yohannnnna
      Googling-googling gak jelas dapet gambar-gambar Densus 88, padahal niatnya mau cari yang rahasia-rahasiaan gitu seperti FBI atau CIA. Yaudah deh, gimana kalo bahas S.W.A.T plus Densus 88 ? Langsung aja deh.. yuk..
      S.W.A.T

      S.W.A.T (Special Weapons And Tactics), siapa yang gak tau tim pramiliter dari Amrik ini ? Pasti sudah tau dong. Biasa di film-film sering muncul kok. hehe.. Tim ini adalah tim khusus yang dilatih khusus untuk melakukan operasi khusus dan beresiko tinggi. Contohnya seperti penyelamatan sandera, misi penangkapan dan penggeledahan sampai pada Terorisme.
      Sebuah tim SWAT biasanya dilengkapi dengan senjata api khusus yang terdiri dari beberapa pembagian. Ada Hand Gun(Pistol), Sub Maschine Gun (senapan mesin ringan), Carbine, Grenade dan Sniper untuk misi penembakan tepat sasaran.
      Selain peralatan menyerang, tim SWAT juga dilengkapi dengan berbagai macam perlindungan. Seperti Heavy Body Armor, Alat Penyadap, Kendaraan Lapis Baja, Night Vision bahkan ada Detektor Gerakan yang dapan menentukan posisi sandera atau ketika misi penyanderaan struktur tertutup.
      Tim SWAT pertama kali dibentuk pada Departemen Kepolisisan Los Angeles pada tahun 1968. Sejak saat itu, banyak departemen polisi Amerika di daerah lain yang ikut membentuk tim yang memiliki nama masing-masing.
      Begitulah sedikit tentang SWAT, kita lanjut ke Dalam Negeri dengan DENSUS 88.
      DENSUS 88

      Detasemen Khusus 88 atau yang biasa disebut Densus 88 adalah pasukan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berfungsi untuk penanggulangan terorisme yang marak di Indonesia. Pasukan khusus ini dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI dan US Secret Service. Tim ini dilatih untuk menangani segala macam teror, termasuk teror bom. Sebagian anggota tim densus juga merupakan anggota tim Gegana.
      Dalam tim ini diperkirakan ada sekitar 400 personel yang terdiri dari beberapa bagian yakni, ahli investigasi, ahli peledak atau penjinak bom serta unit pemukul yang didalamnya juga terdapat ahli penembak jitu. Tim ini dilengkapi dengan berbagai macam senjata dan perlengkapan seperti Colt M4, Sniper Armalite AR-10 dam Shotgun Remington 870. Tak hanya itu, kendaraan khusus pun ada untuk mobilitas operasi, bahkan kabarnya Densus 88 memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk kelancaran mobilitas.
      Aneh gak sih Indonesia bisa menyamai Amerika ? Ini Faktanya... 
      Faktanya, tim Densus 88 merupakan tim khusus yang dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service). Satuan khusus 88 ini diresmikan oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani pada tanggal 26 Agustus 2004. pada awalanya jumlah anggota Densus 88 hanya 75 orang.
      Latar belakang penamaan 88 pada Densus 88 adalah berasal dari kata ATA ( Anti Terror Act ), yakni sebuah undang-undang anti teror US yang jika dilafalkan dalam bahasa inggris berbunyi "Ei Ti Ekt" terdengar seperti "Eighty Eight (88)". Begitulah sejarahnya..
      Hm.. sepertinya cukup... lanjut lain kali yah... bye...
    • By ahmadyamadi_skom
      Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat menilai keberpihakan pemerintah dalam politik anggaran bagi perlindungan dan kesejahteraan anak-anak masih minim. Kondisi tersebut dianggap membuat kinerja pemerintah tak optimal dalam mengatasi persoalan anak.

      Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
      Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay menyatakan pada tahun lalu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hanya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 217 miliar. Angka itu dianggap tidak cukup untuk membiayai kementerian dalam menjalankan fungsinya.
      Saleh menyatakan saat ini Komisi VIII telah berhasil meyakinkan pemerintah untuk menaikkan anggaran Kementerian PP dan PA. Dalam pengajuan anggaran yang disampaikan, tahun 2016 ini kementerian tersebut mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,2 triliun.
      "Ini ada penambahan yang sangat signifikan. Harapannya, dengan anggaran sebesar itu, program-program perlindungan anak akan semakin maksimal dan menyentuh akar persoalan yang sesungguhnya," ujar Saleh dalam keterangan yang disampaikan di DPR, Senin (5/10).
      Politikus Partai Amanat Nasional itu menyatakan saat ini banyak program pemerintah yang dinilai tidak sinkron dalam mengatasi persoalan anak. Koordinasi antarkementerian/ lembaga tidak berjalan maksimal. Masing-masing memiliki program dan berjalan di rel sendiri-sendiri.
      Meski telah membentuk panitia kerja, Saleh mendapati pemerintah selama ini belum maksimal dalam melaksanakan program-program perlindungan anak.
      "Pada tataran implentasi, banyak aturan dan regulasi yang belum dijalankan dengan baik. Padahal, aturan dan regulasi itu banyak yang diarahkan pada upaya perlindungan anak-anak," ujar Saleh.
      Persoalan perlindungan anak di Indonesia kembali mendapat sorotan publik setelah masyarakat dibuat geger atas penemuan jenazah perempuan belian yang meringkuk meregang nyawa di dalam kardus.
      Sebagai mitra kerja dari Kementerian PP dan PA, Komisi VIII memastikan bakal manggil Menteri Yohana Yembise untuk memberikan penjelasan.
      Anggota Komisi VIII Maman Imanul Haq tak menyangka peristiwa sadis itu bisa terjadi di ibu kota. Dia mengira kematian bocah Angeline di Bali bakal menjadi kasus terakhir kekerasan terhadap anak di Indonesia.
      "Ternyata kasus kekerasan terhadap anak adalah persoalan gunung es yang mengkhawatirkan. Indonesia darurat kekerasan terhadap anak," ujar Maman.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy