Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Sign in to follow this  
Edo_Purnomo

Lazada Bantah Kabar Akuisisi

Recommended Posts

lazada.jpg.7d9da890984fedc552faf3d2c5ef8

Perusahaan penyedia platform perdagangan online Lazada Group dikabarkan telah diakuisisi oleh sebuah perusahaan. Namun, belum jelas siapa dan detail proses akuisisi ini.

Meski kabar ini sudah beredar kencang di industri, Chief Strategy Officer Lazada Indonesia Magnus Ekbom, tetap membantah hal tersebut.

"Itu hanya sebatas rumor. Banyak rumor di luar sana tentang Lazada. Tapi soal akuisisi ini, siapa yang bilang? Ini adalah salah satu (rumor) yang tidak benar," bantah Magnus usai acara ulang tahun Lazada yang keempat di Jakarta, Senin (14/03).

Sejauh ini Lazada beroperasi di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Lazada didirikan oleh Rocket Internet pada 2011 dengan tujuan menjadi Amazon untuk pasar Asia Tenggara.

Sejumlah perusahaan besar tercatat telah menginvestasikan dananya di Lazada, antara lain perusahaan finansial JP Morgan, peritel Kinnevik dari Swedia, ekuitas Summit Partners dari Kerman, sampai Temasek Holdings dari Singapura.

Rocket Internet sendiri gencar berbisnis di perusahaan Internet, melakukan investasi, bahkan menjual perusahaan rintisannya yang dianggap tak menunjukkan performa.

Awal Februari 2016 lalu, perusahaan asal Jerman itu menjual sejumlah startup kulinernya di negara Spanyol (La Nevera Roja), Italia (PizzaBo & Hellofood Italy), Brasil (Hellofood Brazil), dan Meksiko (Hellofood Mexico) kepada Just Eat senilai €125 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.

Just Eat sendiri merupakan perusahaan asal London yang bergerak di bidang pemesanan dan pengiriman makanan secara online. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By congek
      Di titik ini, sebagian besar dari kita mungkin sudah lupa dengan eksistensi Flickr. Penyebabnya sedikit banyak adalah pihak yang mengelolanya. Seperti yang kita tahu, Flickr yang didirikan di tahun 2004 sempat diakuisisi oleh Yahoo pada tahun 2005, sebelum akhirnya berpindah tangan lagi ke Verizon, yang mengakuisisi Yahoo di tahun 2017.
      Baik Yahoo dan Verizon sama-sama merupakan korporasi besar, dan bisa dibilang bukan tipe yang bisa memahami permintaan komunitas fotografi dengan baik. Contohnya, saat mengumumkan penghapusan paket Flickr Pro, Marissa Mayer yang menjabat sebagai CEO Yahoo saat itu beralasan istilah fotografer profesional sudah tak lagi relevan. Sontak banyak yang merasa tersinggung, dan Marissa pun pada akhirnya minta maaf.
      Kabar baiknya, Flickr tidak harus selamanya bernasib seperti itu. Mereka baru saja diakuisisi oleh SmugMug. Bagi yang tidak tahu, SmugMug merupakan penyedia layanan photo sharing yang usianya bahkan lebih tua lagi daripada Flickr, dan mereka bisa bertahan selama ini berkat model bisnis subscription-based yang ‘sehat’.
      Nilai akuisisinya tidak diberitakan, tapi yang pasti Flickr dan SmugMug bakal tetap beroperasi sendiri-sendiri. Sejauh ini SmugMug belum mengungkapkan rencana mendetailnya mengenai masa depan Flickr, akan tetapi konsumen loyal Flickr setidaknya bisa sedikit lega melihat SmugMug sebagai pemilik barunya, yang track record-nya sudah terbukti bagus di industri fotografi.
      Nasib Flickr ini kurang lebih sama seperti salah satu rivalnya, 500px, yang diakuisisi oleh Visual China Group (VCG) sekitar dua bulan lalu. Perbedaannya, VCG merupakan agensi besar yang kerap disebut sebagai “Getty Images-nya Tiongkok”, sedangkan SmugMug mempersilakan pengguna layanannya untuk menjual karya-karyanya langsung ke konsumen tanpa tarif perantara.
       
    • By BincangEdukasi
      Pada 2016, terdapat banyak perusahaan teknologi yang melakukan aksi akuisisi terhadap perusahaan lainnya. Beberapa di antaranya bahkan sampai menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat.
      Dari mulai Microsoft hingga Verizon rela mengeluarkan biaya yang fantastis untuk sekadar mengakuisisi perusahaan. Berikut merupakan rentetan aksi akuisisi yang dilakukan perusahaan teknologi selama 2016.
      Fitbit "Mencaplok” Pebble
      Fitbit resmi mengakuisisi kompetitornya Pebble dengan mahar yang tidak terungkap. Kesepakatan ini memungkinkan Fitbit untuk memiliki kekayaan intelektual Pebble seperti sistem operasi.
      Samsung Akuisisi Harman
      Raksasa teknologi Samsung berhasil mengakuisisi perusahaan audio Harman dengan mahar USD8 miliar. Langkah ini memberikan sinyal bahwa Samsung siap memproduksi mobil pintar.
      Yahoo! Dibeli Verizon
      Yahoo! yang tengah mengalami kemunduran dibeli oleh Verizon senilai USD4,4 miliar. Sayangnya, kasus peretasan Yahoo! membuat kesepakatan ini tidak kunjung selesai.
      Microsoft Beli LinkedIn
      Jarang kita dengar jika Microsoft melakukan akuisisi. Namun kali ini, Microsoft melakukan langkah berani dengan membeli LinkedIn dengan mahar USD26,2 miliar.
    • By dugelo
      Microsoft baru saja mengajukan persetujuan dari Komisi Persaingan Eropa. Persetujuan ini diperlukan agar Microsoft bisa menyelesaikan proses akuisisi LinkedIn.
      "Kami yakin dapat memperoleh persetujuan regulasi Uni Eropa pada akhir tahun ini," kata Brad Smith, Microsoft President and Chief Legal Officer.
      Pihak Komisi Eropa menyatakan bahwa penyelidikan itu diperkirakan akan berakhir pada 22 November, dengan asumsi tidak ada perpanjangan.
      Namun, masalah data mengenai 433 juta pengguna LinkedIn dapat memperlambat proses penyelidikan. Margrethe Vestager, Komisaris Uni Eropa mengatakan, "Data bisa menjadi faktor penting dalam bagaimana merger mempengaruhi kompetisi". Ia menyampaikan hal tersebut pada konferensi Big Data pada 29 September.
      Proses penyelidikan ini bermula setelah Salesforce mengajukan keberatan kepada regulator Eropa terkait akuisisi LinkedIn. 
    • By c0d1ng
      Media sosial yang lekat dengan 140 karakter Twitter belakangan ini diketahui akan menjual sahamnya. Saat ini beberapa perusahaan yang dikabarkan memiliki minat untuk mengakuisisinya ialah Google, Microsoft, Salesforce dan terakhir rumah animasi Disney.
      Twitter sendiri diperkirakan memiliki nilai komersil sekira USD18 miliar atau sekira Rp234 triliun saat ini. Sedangkan pendapat lainnya menyebut, nilai valuasi perusahaan berlogo burung biru tersebut bisa mencapai Rp391 triliun atau USD30.
      Namun apakah masa depan Twitter akan memberikan keuntungan bagi peminatnya, atau malah sebaliknya? Berikut ini beberapa kemungkinan yang akan menjadi pertimbangan calon pembeli.
      Keuntungan
      Bagi perusahaan animasi Disney, langkah untuk membeli Twitter akan menguntungkan dari segi distribusi video yang dapat memberikan akses lebih luas. Twitter diketahui memiliki jangkauan acara yang cukup luas seperti pada debat calon presiden kemarin.
      Hal tersebut dapat membantu menaikkan angka penonton Disney dalam bisnis TV kabel yang mulai terancam dengan kehadiran kompetitor seperti Netflix dan Hulu.
      Sedangkan dari sisi Google, dengan mengakuisisi Twitter perusahaan yang berinduk pada Alphabet tersebut akan bisa mengganti layanan media sosial Google Plus yang kurang kompetitif. Selain itu layanan iklan dan juga platform pencarian Twitter dapat membantu feed Google dengan produk lainnya.
      Ide Buruk
      Meski terdapat sejumlah keuntungan yang dihadirkan oleh Twitter untuk mengakuisisinya, ada juga sisi negatif yang kemungkinan membeli Twitter akan menjadi ide buruk bagi peminatnya.
      Disney dikenal memiliki ideologi yang ramah keluarga. Namun Twitter sendiri dikatakan memiliki semacam "racun" bagi komunitas. Selain itu Disney juga memiliki komitmen berinteraksi secara langsung dengan pelanggan, sementara Twitter hanya memungkinkan melalui sebuah perangkat.
      Selain itu Bloomberg meragukan bahwa dengan membeli Twitter akan dapat memberikan keuntungan bagi stockholder. Itu karena perusahaan tersebut dinilai memiliki pertumbuhan pengguna yang cukup lambat dan juga ketertarikan pengguna yang mulai berkurang.
    • By c0d1ng
      Pinterest berhasil mengakuisisi aplikasi penyimpan berita 'Instapaper'. Langkah ini dilakukan Pinterest untuk mendorong pengguna agar lebih banyak membaca berita.
      Instapaper adalah salah satu aplikasi pertama yang menerapkan fitur read-it-later. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk menyimpan sebuah link artikel untuk dibaca kemudian.
      Dalam sebuah posting-an di blog, Instapaper mengatakan, akuisisi tersebut juga akan membantu pengembangan perusahaan ke arah yang lebih baik.
      "Sebagai aplikasi yang menyediakan layanan berbasis berita, kami sangat senang dengan proses akuisisi ini," sebut pernyataan resmi Instapaper.
      Setelah diakuisisi, Instapaper akan tetap beroperasi sebagai aplikasi mandiri.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy