Jump to content
Sign in to follow this  
TheKingsArmy

Pendeta Petrus Agung Disebutkan Kena Serangan Jantung

Recommended Posts

pendeta-petrus-agung-disebut-kena-serang

Jemaat Gereja Holy Stadium Semarang masih menyangkal kabar meninggalnya Pendeta Petrus Agung Purnomo. Dari kabar yang beredar di kalangan jemaat, pendeta karismatik itu terkena serangan jantung.

"Saya dengar kabarnya tadi pagi, katanya pendeta (Petrus Agung) terkena serangan jantung hingga dikabarkan meninggal. Tapi, ini masih simpang siur," kata seorang jemaat, Hilton Agus,.

Ia mengungkapkan, banyak rekannya dari luar kota yang mempertanyakan kebenaran berita duka tersebut. Namun, ia belum berani menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Apalagi, pihak gereja kemudian menyatakan Pendeta Petrus Agung hanya koma dan akan bangkit kembali.

"Banyak yang tanya, tapi saya bingung jawabnya. Akhirnya ya saya biarkan saja, tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu," tuturnya sambil menunjukkan sejumlah pesan singkat di ponselnya.

Penuturan serupa disampaikan jemaat lainnya yang menyebutkan Pendeta Petrus terkena serangan jantung. "Mungkin kelelahan juga, tapi kabarnya memang serangan jantung," kata seorang jemaat yang menolak menyebutkan namanya usai doa kebangkitan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By berita_semua
      Amy Caroline Brown mungkin akan segera menambah daftar perempuan cantik tersadis abad ini. Pemudi 24 tahun tersebut ditangkap atas kasus pembunuhan berantai setelah berupaya merobek dada seorang pria di kamar motel di Lynwood, Washington.
      Sebelum melancarkan aksinya, Brown bertanya kepada mangsanya, "Apakah kau pembunuh berantai?" Pasangan kencannya yang berusia 29 tahun dengan tegas menjawab, "bukan." Pertanyaan yang sama diulangi, dan pria itu terus menyangkal.
      Usai mendapat kepastian itulah, Brown melompat ke atas si pria dan mengungkap jati dirinya. Kata dia, "Kalau kau bukan, akulah pembunuh berantai itu." Demikian Heavy, Sabtu (4/2/2017) melaporkan.
      Sejurus kemudian, pelaku mulai menghunuskan pisau kecil ke tubuh korbannya. Serangan itu meninggalkan luka gores sepanjang 2,5 hingga 5 sentimeter.
      Kepada petugas, korban mengaku tidak mengatakan atau melakukan apa pun yang memprovokasi kemarahan Brown. Bahkan, dia harus bersusah payah menghalangi perempuan itu menikam jantungnya.
      Pria tersebut untungnya berhasil lepas dari jeratan Brown. Dia berlari sekuat tenaga keluar kamar dan melaporkan kejadian itu ke polisi. Ketika petugas tiba di lokasi, mereka menemukan Brown berada di lapangan parkir motel.
      Ditanyai perihal upaya penusukan kepada pelapor, dengan wajah datar Brown menjawab, "saya hanya orang bodoh." Menurut keterangan polisi, perempuan itu sama sekali tidak bereaksi ketika ditanyai soal upaya pembunuhannya dan malah lebih khawatir terlambat bekerja esok harinya.
      Brown akhirnya ditahan di Penjara Snohomish dengan uang jaminan sebesar USD1 juta. Dia dikenakan pasal upaya pembunuhan tingkat satu. Pengadilan pertamanya dimulai pada Selasa 31 Januari 2017. Jaksa penuntut umum mengungkap kekhawatiran bahwa tersangka terlalu berbahaya untuk dibebaskan.
      Pasalnya, dalam laporan kepolisian, korban mengadukan bahwa pelaku ingin menjadi pembunuh berantai untuk memakan jantungnya. Meskipun Brown belum punya catatan kriminal, tetapi dia menyatakan dalam memo yang ditinggalkan di motel, kalau aksi itu akan diulanginya.
      Dalam penelusuran latar belakang pelaku, diketahui Brown menyukai cerita-cerita vampire. Sebelum melancarkan aksinya, dia lebih dulu mencari mangsa lewat aplikasi pencari jodoh daring Craiglist. Ia mempromosikan diri sebagai perempuan yang mencari teman kencan bukan untuk bercinta.
    • By vyrous

      Fitur pendeteksi detak jantung yang disematkan di dalam perangkat jam tangan pintar Apple Watch kembali menyelamatkan penggunanya. Kali ini adalah pria paruh baya usia 62 tahun.
      Pria bernama Dennis Anselmo itu adalah seorang tukang bangunan. Kala itu ia sedang bekerja membuat pagar hingga tiba-tiba ia merasa pusing.
      Ia memutuskan untuk istirahat sejenak, lalu mengecek jam tangan Watch-nya yang baru ia beli. Watch pun memberi semacam peringatan alarm mengenai detak jantungnya.
      "Saya sedang membuat pagar yang hendak ditanamkan ke tanah. Saya selesai makan siang pukul 13.15 dan kembali bekerja. Namun saya merasa tidak enak badan, seperti ingin flu berat. Setelah bekerja 10 menit, saya bilang ke rekan saya bahwa saya harus duduk dulu," kisah Anselmo, dikutip dari Cult of Mac.
      Kemudian ia segera mengecek Watch yang menunjukan bahwa laju jantungnya 210 detak per menit, padahal biasanya ia cenderung lambat sekitar 50 detak per menit. Rekan kerjanya pun langsung memanggil tim medis.
      Para petugas medis darurat mengatakan, denyut jantung yang meroket seperti itu menjadi pertanda serangan jantung, maka Anselmo dilarikan ke rumah sakit.
      Anselmo kemudian dioperasi karena ada penyumbatan di pembuluh darahnya.
      "Mereka bilang jika saya pulang ke rumah — seperti kebanyakan orang — kondisi saya bisa tambah serius pada tengah malam. Serangan kedua adalah yang mematikan," ungkap Anselmo.
      Ya bisa dikatakan jika ia tidak memakai Apple Watch, ia belum tentu menyadari detak jantungnya yang begitu tinggi sebagai indikasi serangan jantung.
      Beberapa waktu lalu juga nasib pemuda usia 17 tahun bernama Paul Houle bisa dibilang bernasib beruntung berkat Apple Watch.
      Houle yang seorang atlet sepak bola membeli Watch beberapa hari sebelum ia memulai latihan di Tabor Academy di Marion, Massachussetts. Setelah melakukan dua latihan per hari, ia baru sadar bahwa laju jantungnya sekitar 145 detak per menit dari Watch. Parahnya, denyut tinggi itu tak kunjung turun bahkan saat ia sudah berhenti latihan.
      Ia langsung mendapatkan perawatan medis setelah monitor jantung Watch memberinya sinyal bahaya mengenai keadaan jantungnya.
      Berminat ndral pakai Apple Watch? 
    • By davidbo

      Ribuan jemaat JKI Injil Kerajaan di Gereja Holy Stadium, Semarang, meyakini Pendeta Petrus Agung Purnomo belum meninggal dunia. Doa-doa terus dipanjatkan agar Pendeta Petrus bangkit.
      "Bapa Petrus Agung sedang koma," kata Wong, salah satu jemaat yang didaulat maju ke atas panggung Gereja Holy Stadium.
      Saat ini, ribuan jemaat masih melakukan doa-doa untuk Pendeta Petrus Agung. Jalannya doa-doa berlangsung semarak tapi tetap khidmat. Bahkan, sebagian besar Jemaat menangis untuk Pendeta Petrus Agung.
      Seperti diberitakan, Pendeta Petrus Agung dikabarkan meninggal dunia pada Minggu malam 13 Maret 2016 sekitar pukul 23.00 WIB.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy