Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Badai Tuan telah berlalu
      Salahkah 'ku menuntut mesra?
      Tiap pagi menjelang
      Kau di sampingku
      'Ku aman ada bersamamu
      • 0 replies
    • Ini Enak dan Tidak Enaknya Jadi Menteri
      Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode 2019-2024 dalam Pilpres 2019.

      Setelah pemilihan umum dan berbagai sidang yang menegangkan, kini perhatian masyarakat terfokus pada calon menteri baru dalam kabinet pemerintah 2019-2024.

      Masyarakat penasaran siapa saja menteri yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden terpilih di masa depan.
      • 0 replies
    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
Sign in to follow this  
Guest News

Persaingan Apple Dan Google (Alphabet)

Recommended Posts

Guest News

Apple yang selama ini menjadi perusahaan bernilai paling tinggi yang diperdagangkan di bursa saham, baru-baru ini tersalip oleh Alphabet, induk perusahaan Google. Analis mencatat, Alphabet lebih berpotensi tumbuh karena juga menggarap piranti lunak dan teknologi masa depan.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By keenion
      Google akhirnya meluncurkan layanan terbarunya yang bernama Google Play Pass dengan tarif USD 4,99 atau sekitar Rp 70 ribu perbulan.
      Dengan berlangganan layanan ini, pengguna bisa mengakses lebih dari 350 game dan aplikasi tanpa harus terganggu iklan dan pembelian di dalam aplikasi. Google juga memberikan masa percobaan secara gratis selama 10 hari pertama, dan bakal menawarkan tarif berlangganan tahunan sebesar USD 1,99 perbulan.
      Google Play Pass bisa dibilang mirip dengan Apple Arcade yang dirilis lebih dulu, setidaknya dari segi tarif. Namun perbedaannya, Play Pass juga menawarkan akses ke aplikasi non game, sementara Apple Arcade hanya menawarkan akses ke untuk game.
      Lalu, Google tidak secara langsung mendanai para developer untuk membuat aplikasi atau game yang ada di layanan ini, dan mereka juga tidak meminta status eksklusivitas terhadap aplikasi atau game tersebut.
      Saat ini semua aplikasi dan game yang termasuk di Play Pass adalah aplikasi dan game yang sebelumnya sudah ada di Play Store. Dan aplikasi serta game tersebut pun tetap bisa diinstal/atau dibeli seperti biasa.
      Aplikasi dan game yang termasuk ke dalam paket Play Pass bakal diberi tanda sebuah ikon tiket dengan bermacam warna. Dan pengguna yang sudah terlanjur menginstal aplikasi dan game sebelumnya akan tetap bisa menikmati fitur-fitur yang didapat Play Pass ketika mereka berlangganan.
      Beberapa game yang populer yang masuk ke dalam layanan ini antara lain adalah Stardew Valley, Monument Valley, Limbo, dan Risk. Sementara aplikasi populer yang termasuk di dalamnya antara lain adalah AccuWeather, Hi-Q Recorder, dan lainnya.
      Google tak memberikan banyak syarat bagi para developer agar aplikasi dan gamenya bisa kompatibel dengan Play Pass. Menurut Google, selama developer menggunakan standar API untuk iklan dan pembelian di dalam aplikasi, developer bisa menyertakan produk buatannya itu ke dalam skema berlangganan Play Pass.
      Play Pass bisa dinikmati oleh sampai dengan lima anggota keluarga, dan terintegrasi dengan sistem parental control milik Google. Untuk saat ini layanannya baru bisa dinikmati di Amerika Serikat, namun Google menjanjikan layanan ini bakal tersedia di negara lain dalam waktu dekat.
    • By news
      Aplikasi Bukalapak saat ini terpantau tidak ada di toko aplikasi ponsel Android, yakni Play Store. Apa alasannya?
      Kabarnya, aplikasi Bukalapak sudah tidak ada di Play Store sejak Rabu malam dan sampai saat ini, masih belum muncul kembali. Netizen pun cukup ramai membicarakannya karena penasaran.
      "Sampai saat ini @bukalapak masih belum muncul juga di playstore. Ada apa mas @achmadzaky?" tanya seorang netizen di Twitter.
      "Mau download aplikasi Bukalapak malah gini hasilnya di Playstore. Ada yang tau kenapa? @bukalapak @achmadzaky. Hallo Pak, ini kenapa begini ya?"
      Tim Ngobas sendiri sudah coba melakukan pencarian terkait aplikasi BukaLapak di Play Store pada Kamis (19/9/2019) pagi, dan ternyata kegalauan netizen benar adanya. Aplikasi Bukalapak mendadak lenyap dari toko aplikasi Google tersebut
      Ada beberapa kemungkinan aplikasi hilang dari Play Store. Misalnya karena dianggap melanggar aturan Play Store atau hal lainnya. Di sisi lain, aplikasi Bukalapak masih tersedia di App Store milik Apple.
      Adapun website Bukalapak juga masih dapat diakses dan bisa digunakan seperti biasa. Ngobas sedang berupaya menghubungi pihak Bukalapak untuk konfirmasi.
    • By news
      Acara kemunculan iPhone generasi terbaru pada Rabu (11/9) dini hari waktu Jakarta menjadi trending topic di semesta Twitter Indonesia. Perhelatan akbar tersebut akan kembali diadakan di Steve Jobs Theater di kampus Apple di Apple Park, Cupertino, AS.
      Dapat dipastikan para Apple head harus merogoh kocek cukup dalam untuk dapat meminang iPhone terbaru ini. Oleh karena itu, banyak warganet yang membuat lelucon terkait 'jiwa kemiskinan' yang meronta.
      Akun @DO_475 sama-sama membuat lelucon jual ginjal untuk membeli iPhone 11. Belakangan, harga iPhone memang terbilang semakin mahal.
      Sementara akun @Tweetsembangg menunjukkan gambar foto ginjal yang hilang untuk dijual sebagai lelucon.
      Tak sedikit pula warganet yang membuat lelucon soal desain modul kamera iPhone yang berbeda dibandingkan ponsel pintar lainnya. Kritikan membanjiri desain modul kamera iPhone terbaru.
      Acara peluncuran generasi penerus iPhone X ini juga ditayangkan secara langsung di situs resmi Apple
      https://www.apple.com/apple-events/
      Selain lewat situs resminya, untuk pertama kalinya Apple memberikan kesempatan bagi Anda menyaksikan peluncuran iPhone baru lewat aplikasi ponsel. Kendati demikian, aplikasi Apple Event hanya tersedia untuk Apple TV saja.
    • By Sam
      Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      Tapi sebelum Jobs mendulang banyak kesuksesan di puncak karirnya, ia banyak melakukan kesalahan atau blunder yang sangat fatal dan konyol, dan sejarah mencatat bukan hanya sekali ia melakukan blunder konyol. Berkali-kali dan loss nya gede banget.
      Minimal 5 hal ini yg sempat jadi sorotan. Kita akan ghibahin kesalahan Steve Jobs ini biar bisa ambil banyak pelajaran buat berbenah.
      1. Merekrut John Sculley sebagai CEO Apple
      Ini kebodohan Steve Jobs yang pertama, Jobs yang saat itu berusia 29 tahun terpesona dengan kepemimpinan Sculley saat membawahi CocaCola. Sampai ia akhirnya meminang Sculley dengan kata pinangan yg sangat tersohor di seluruh dunia.
      "Do you want to sell sugared water for the rest of your life? Or do you want to come with me and change the world?"
      "Apa kamu mau terus jualan air gula sepanjang hidupmu, atau gabung aku buat mengubah dunia?" Itu yg disampaikan Jobs sama Sculley, dan akhirnya ia mengambil tawaran Jobs.
      Apesnya setelah menahkodai Apple beberapa waktu, karena berbeda paham dan prinsip Sculley malah mengkoordinir board buat mendepak Steve Jobs, nyesek banget pastinya yg dirasakan Jobs. Leader yang dia tunjuk sendiri, mendepaknya dari perusahaan yang dia dirikan.
      2. Sangat yakin kalo Pixar akan jadi perusahaan hard ware besar dunia
      Ketika Steve Jobs jadi orang yg terakhir berdiri pas lelang yg diadakan Lucas Film, dan akhirnya memenangkan lelang pembelian Pixar di tahun 1986 dengan 10 juta USD. Apa yg ada dipikiran Steve Jobs sama sekali tidak terpikir kalau Pixar nanti akan terselamatkan oleh animasi yg akan membuat namanya besar, jujur yang ada dipikirannya adalah jualan hardwarenya.
      Tapi untunglah ia masih menyisakan uang untuk support Ed Catmull dan John Lasseter yg ngotot merayu Jobs untuk mendanai film full animasi nya, jobs menganggap itu taruhan kecil aja, sampai akhirnya Pixar sukses besar dengan Toy Story.
      3. Sama sekali gak paham siapa target marketnya NeXT Computer
      Ya meskipun ujungnya perusahaan ini mampu di jual ke Apple dengan nilai 429 juta USD di tahun 1996, tapi perusahaan ini benar-benar merasakan perjuangan berdarah-darah menemukan siapa target market atau customer yang tepat buat produknya. Bayangin apa gak gila tuh, bikin perusahaan, mulai produksi, tapi sebenarnya belum nemu siapa market nya.
      Sekelas Jobs pun mengakui kalau ia pernah bikin keputusan ngawur, gambling abis, tapi ini kesalahan entreprenuers umum juga sih. Karena saking percayanya sama idealisnya, sia nekad produksi dulu baru mikir nanti marketnya siapa. Iya kalo nafasnya (baca modal) panjang sih gak apa apa, tapi kalo dana cekak ya gambling abis.
      Ia menjual product kategori product driven, tapi gak pake proses Product Market Fit dulu, modal yakin aja produknya bagus banget. Iya sih memang bagus, belum ada yang produksi di pasar, tapi itu juga masalah karena akan butuh waktu untuk mengedukasi pasar
      Nah lanjut kita ghibahin kesalahan Steve Jobs selanjutnya.
      4. Banyak banget melaunch product gagal di pasaran
      Eits jangan dikira setiap produk yang diluncurkan Steve Jobs lewat Apple sukses semua ya, banyak juga produk-produk Apple yang gagal dipasaran. Sebut saja yang paling epic kegagalannya Apple Lisa, Macintosh TV, The Apple III dan The Powermac g4 cube. Tapi meskipun begitu, di fase-fase berikutnya, Steve Jobs dan Apple banyak berbenah
      Begitulah bisnis, kita akan membuat banyak sekali keputusan-keputusan buruk di fase-fase awal, tapi seiring membaiknya kemampuan kita memahami pasar, melakukan improvement terhadap produk, pertaruhan yang kita buat semakin hari semakin membaik.
      Dan benar saja, kesalahan-kesalahan Apple dengan rentetan produk gagalnya langsung termaafkan ketika dia akhirnya mampu meluncurkan produk dengan sukses luar biasa. Sebut saja iPod, iPhone, iPad dan produk Apple yang lain.
      Pelajaran yang kita ambil disini adalah tak masalah kita mengambil banyak keputusan buruk di awal, tapi segera ambil pelajaran dan berbenahlah.
      Kesalahan Jobs yang kita ghibahin terakhir adalah
      5. Steve Jobs berusaha menjual Pixar berkali-kali
      Pixar adalah salah satu pembelian Jobs yang luar biasa suksesnya. Di tahun 1986 ia mengakuisisi Pixar "hanya" senilai 10 juta USD, dengan film-film animasinya yang sukses luar biasa seperti Toy story, Monster Inc, Finding Nemo, Cars, Wall-E, The Incredibles dan buanyak lagi. Bukan berarti Jobs tidak tergoda untuk menjualnya, dia pernah nawarin Pixar ke rekanan-rekanan bisnisnya seperti Bill Gates, Larry Ellison dan ke beberapa perusahaan besar lainnya. Sampai akhirnya Pixar dibeli oleh Disney di tahun 2006 seharga 7,4 miliar USD. Berarti valuasi kenaikan Pixar dari sejak beli sampai terakhir dibeli ke Disney sudah naik 74000%.
      Memang kalo dari perspektif Jobs itu deal yang bagus banget dan pertaruhan yang cukup besar buat Disney, meskipun akhirnya terbayar juga dengan suksesnya film-film Pixar selanjutnya. Andai saja Pixar terjual di tahun awal-awal pasti nilainya gak semahal pas dibeli Disney, ya untung juga sih dulu gak laku-laku, jadi bisa panen banyak si Jobs.
      Apa kefaedahan yang bisa kita ambil dari ghibahan kali ini?
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy