Jump to content
berita_semua

Cek saldo di BCA akan kena biaya

Recommended Posts

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By berita_semua
      Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan dukungan dari para pengusaha asal Kuningan, Jawa Barat. Dukungan itu disampaikan dalam acara deklarasi dukungan warga Kuningan kepada Anies-Sandi di Hall Gunung Tiga, Kramat Jati, Jakarta Timur.
      Tokoh Kuningan di Jakarta, Mamat Robi Suganda menjelaskan, pengusaha asal Kuningan tersebut bergerak di bidang kuliner. Mulai dari pengusaha bubur dan warung kopi memberikan dukungannya untuk pasangan calon DKI nomor urut tiga tersebut dalam pemilihan gubernur putaran kedua.
      Kita ada Bubur Cau Anget, Bubur Rokok Indomie, Bubur, Kopi, Indomie, semua itu mendukung Anies-Sandi," ujar Mamat di Hall Gunung Tiga, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (26/3/2017).
      Sementara itu, Anies Baswedan mengatakan, melihat banyak warga Kuningan yang berwirausaha, dirinya merasa programnya akan sejalan.
      "Melalui OK OCE kita bisa lebih mengembangkan kewirausahaan seperti bapak ibu kerjakan sekarang," tutur Anies.
    • By kotawa
      Menjelang pergantian tahun, sejumlah bank ramai-ramai merombak formasi direksi. Nakhoda baru yang diinginkan ialah yang bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
      Pengamat ekonomi Eric Alexander Sugandi mengatakan di samping memang beberapa masa jabatan direksi lama sudah habis, bank pada era sekarang membutuhkan penyegaran dengan orang-orang baru.
      "Bisa juga karena bank yang bersangkutan memang butuh perubahan strategi untuk hadapi 2017 sehingga butuh orang yang lebih sesuai untuk itu," katanya kepada Bisnis.com di Jakarta, Senin (26/12/2016).
      Dia menjelaskan bank butuh perubahan strategi untuk menghadapi tantangan bisnis di 2017. Salah satu syarat utamanya adalah mampu membaca dan menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan dunia digital.
      Pada bulan ini, sedikitnya ada tiga bank yang merombak jajaran direksinya. PT Bank QNB Indonesia Tbk. mengangkat R. Andi Kartiko Utomo dan Junita Wangsadinata sebagai anggota direksi baru. 
      Sebagai informasi, Andi sebelumnya menjabat sebagai kepala e-Banking and Nontraditional Channel Bank QNB. Dia juga pernah menjabat beberapa posisi di industri telekomunikasi.
      Sepekan sebelum Bank QNB, PT Bank Permata Tbk. juga merombak susunan direksi. Roy Arman Arfandy yang sebelumnya sebagai Direktur Utama digantikan oleh Ridha DM Wirakusumah.
      Ridha pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Maybank Indonesia Tbk. pada 2009 hingga 2011. Selain itu, dia juga pernah menduduki jabatan sebagai President and CEO AIG Inc. Hong Kong dan Corporate Banking Group Head di Citibank Jakarta.
      PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin) juga melakukan perubahan jajaran direksi. RUPSLB Bank Panin memutuskan mengangkat Hendrawan Danusaputra sebagai Wakil Presiden Direktur, Lionto Gunawan sebagai Direktur, serta Januar Hardi sebagai Direktur.
    • By berita_semua
      Menkeu Sri Mulyani (kiri), berbincang bersama para konglomerat Indonesia di sela-sela makan malam bersama Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, 22 September 2016. Acara makan malam ini digelar untuk mengajak mereka mengikuti Tax amnesty.
      Kalangan perbankan yang tercatat sebagai bank persepsi program pengampunan pajak atau tax amnesty juga ikut memperpanjang jam kerja operasionalnya. Sebanyak 76 bank persepsi lembur hingga enam jam sampai pukul 21.00 WIB pada Jumat lalu.
      Hal ini dilakukan berdasarkan permintaan Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka mengakomodasi membeludaknya jumlah wajib pajak yang ingin berpartisipasi di hari terakhir periode pertama tax amnesty pada Jumat lalu. Periode pertama pengampunan pajak ini menawarkan skema tebusan dua persen.
      "Seluruh perbankan bank persepsi buka melayani orang yang ingin membayar uang tebusan," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama, di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat, 30 September 2016.
      Yoga mengatakan waktu normal pelayanan pembayaran pajak di perbankan setiap hari kerja biasanya berakhir pada pukul 15.00 WIB. Dengan adanya penambahan jam operasional pelayanan perbankan untuk tax amnesty khusus kemarin, diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh wajib pajak. 
      "Kan ada juga yang hari ini (kemarin), baru ngurus terus bayar tebusannya malam," kata Yoga. Karena itu, pemerintah pun meminta perbankan ikut mendukung program tax amnesty ini seoptimal mungkin.
      Yoga menegaskan untuk mendapatkan slot periode pertama tax amnesty dengan tebusan dua persen masih akan ditunggu hingga tadi malam. Untuk itu, wajib pajak harus menyerahkan surat penyerahan harta (SPH)-nya kemarin. 
      Jika lewat dari pukul 21.00 WIB itu, kata Yoga, sudah terhitung masuk ke periode kedua program tax amnesty dengan nilai tebusan tiga persen. "Pokoknya datang, dapat tanda terima dulu."
      Soal masih ada wajib pajak besar, seperti juga para pengusaha yang baru akan ikut program tax amnesty di menit-menit terakhir kemarin, Yoga menduga karena masih ada kendala administrasi dan inventarisasi aset dengan jumlah besar yang memakan waktu cukup lama. "Last minute karena asetnya banyak, ribuan jenis, tempatnya juga bisa di berbagai kota dan negara."
    • Guest News
      By Guest News
      Perusahaan keamanan dunia maya Symantec telah menemukan bukti bahwa Korea Utara berada di balik serangkaian serangan terhadap beberapa bank di Asia baru-baru ini.
      Symantec mengatakan malware atau perangkat lunak berbahaya yang digunakan untuk mencuri US$81 juta dolar dari bank sentral Bangladesh terkait dengan sejumlah serangan terhadap sebuah bank di Filipina dan di Vietnam.
      Ini mungkin pertama kalinya sebuah negara menggunakan kode berbahaya untuk mencuri uang dari negara lain.
      Para periset keamanan mengatakan malware itu mirip dengan yang digunakan sebelumnya oleh sebuah kelompok yang dikenal sebagai "Lazarus.'' Kelompok itu terkait dengan sejumlah peretasan yang memfokuskan pada target-target di AS dan Korea Selatan pada tahun 2009.
      Serangan itu termasuk peretasan besar-besaran terhadap Sony Pictures tahun 2014, dimana FBI menuduh hal itu dilakukan pemerintahan Korea Utara. Tapi Korut membantah tuduhan tersebut.
      Symantec mengatakan sebuah bank di Ekuador juga melaporkan kehilangan 12 juta dolar yang dicuri para peretas yang menggunakan transaksi SWIFT tipuan.
      Para perisetnya kini menguatkan temuan kontraktor pertahanan Inggris BAE Systems yang mengaitkan pencurian di bank Bangladesh itu dengan serangan dunia maya terhadap bank di Vietnam dan Ekuador. [www.voaindonesia.com]
    • Guest News
      By Guest News
      Bank Sentral Amerika mengatakan suku bunga acuan tetap tidak akan berubah guna mempertahankan kondisi penyerapan tenaga kerja yang maksimal dan stabilitas harga.
      Meskipun terjadi perekrutan tenaga kerja yang stabil dan angka pengangguran pada kisaran 5%, beberapa pejabat badan pembuat kebijakan bank sentral itu mengatakan inflasi masih berada di bawah target Bank Sentral yaitu 2%.
      Hal ini terutama disebabkan anjloknya harga minyak sebelumnya.
      Tetapi Komite Pasar Terbuka Federal – yang baru menyelesaikan pertemuan dua hari Rabu ini (27/4) – memperkirakan inflasi akan mulai meningkat untuk jangka menengah ketika pasar tenaga kerja semakin kuat dan harga energi mulai naik lagi.
      Bank Sentral juga memonitor perkembangan keuangan dan ekonomi global untuk menentukan dampak lambatnya pertumbuhan di pasar negara berkembang terhadap pasar domestik.
      Source: www.voaindonesia.com
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy