Jump to content
Sign in to follow this  
Joshua_ikhsan

Dampak Gerhana Matahari Bagi Bumi

Recommended Posts

gerhana.jpg.dd91de9cbb3ac0c7d98391407be2

Gerhana Matahari yang akan berlangsung 9 Maret 2016 mendatang memunculkan banyak pertanyaan, apa pengaruhnya bagi Bumi?

Hal itu coba dijelaskan oleh Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V, Zem I.

Secara umum gerhana tersebut tidak akan menimbulkan dampak langsung bagi Bumi, terutama soal perubahan cuaca yang sekarang ini banyak dikaitkan dengan fenomena alam tersebut.

"Jadi dampak Gerhana Matahari ini nantinya lebih kepada magnet bumi, gravitasi, tidak ada berpengaruh pada iklim," katanya.

Dalam ilmu astronomi Gernaha Matahari menyebabkan peningkatan daya tarik Matahari dan Bulan terhadap Bumi, inilah satu-satunya dampak yang nantinya bisa diteliti untuk dipelajari.

Zem menuturkan hal ini akan diamati dengan pengukuran gravitasi di suatu tempat secara berkelanjutan dan hasilnya akan dibandingkan nilai Bouguer Anomali (BA) jauh sebelum (1 bulan) dan sesudah (1 bulan) terjadi gerhana dengan nilai BA saat terjadi gerhana.

"Peristiwa terjadinya Gerhana Matahari Total akan menutup proses pemanasan dan ionisasi di lapisan ionosfer sehingga "arus ionosfer" terganggu, kejadian ini akan mengakibatkan gangguan medan magnet bumi," katanya lagi.

Dia menambahkan untuk menguji ini dapat dilakukan dengan membandingkan pengamatan magnet bumi di tempat-tempat yang dilalui gerhana serta stasiun-stasiun geomagnet di luar lintasan gerhana.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By BincangEdukasi
      Pada dasarnya matahari merupakan salah satu bintang yang berada di tata surya dan menjadi pusatnya. Matahari termasuk bintang karena dapat menghasilkan energi cahaya sendiri. Cahaya matahari dibandingkan bintang yang lain terasa lebih cemerlang. Hal itulah yang menyebabkan pada waktu siang hari kita tidak dapat melihat bintang selain matahari. 
      Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G. 
      Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari. 
      Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat. 
      Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.
    • By BincangEdukasi
      Matahari adalah alasan utama bahwa kita memiliki kehidupan di planet kita. Bumi berada dalam sistem tata surya kita hanya dalam posisi ‘yang tepat’ sehingga kita tidak terlalu dekat dengan matahari untuk bisa dibakar sampai kering dan tidak terlalu jauh untuk menjadi bola salju planet.
      Matahari adalah bola gas panas yang membakar dan mengeluarkan panas yang menghangatkan. Panas ini berekspansi ke tata surya dan lebih jauh itu, semakin dingin itu. Jadi, Kita mungkin bertanya-tanya apa yang menyebabkan matahari untuk membuat begitu banyak panas. Panas pada matahari memiliki proses perjalanan yang sangat kompleks.
      Ketika Kita melihat keluar ke bintang-bintang Kita benar-benar melihat matahari dari sistem tata surya lain. Untuk seseorang perjalanan di luar sana, matahari kita akan terlihat seperti bintang juga. Ketika matahari kita meledak penciptaan, itu adalah massa berputar-putar gas yang termasuk inti atau pusat yang menekan atom bersama-sama dalam proses yang disebut ‘fusi nuklir’.
      Tekanan kuat ini menciptakan panas pada suhu yang ada di sekitar 15 juta derajat C. Hal ini cukup panas untuk langsung menguapkan sesuatu sebelum memiliki kesempatan untuk bahkan datang dekat dengan itu.
      Jumlah besar panas terpancar keluar, dengan cara yang sama bahwa Kita merasa panas dari pemanas ruangan. Semakin dekat bahwa Kita mendapatkan, lebih panas karena mendapat. Matahari memiliki ‘atmosfer’ yang mempertahankan panas.
      Molekul-molekul panas benar-benar memancar keluar dari inti, terpental sekitar melalui lapisan pertama dekat inti yang disebut ‘zona radiasi’, untuk sekitar satu juta tahun sebelum mulai bergerak ke luar. Lapisan berikutnya yang mencapai disebut ‘zona konvektif’.
      Suhu di sini hanya sedikit kurang, pada 2 juta derajat C. Ini tinggal di sana, perlahan-lahan menciptakan gelembung besar atom terionisasi yang membentuk menjadi plasma panas. Pada titik ini sudah siap untuk pindah ke lapisan berikutnya yang disebut ‘fotosfer’.

      Panas Matahari
      Kita mungkin telah menduga bahwa suhu di fotosfer sedikit lebih dingin, di 5.500 derajat C. fotosfer adalah lokasi di matahari bahwa radiasi dapat dideteksi sebagai sinar matahari yang sebenarnya. Ketika kita melihat bintik matahari pada matahari itu sebenarnya daerah yang lebih dingin dan mereka muncul sebagai bagian gelap dari matahari. Pusat bintik matahari ini memiliki suhu yang dapat sekitar 4.000 derajat C.
      Tingkat berikutnya suasana matahari terus menjadi lebih dingin, sekitar 4.320 derajat C. Ini disebut kromosfer. Kita biasanya tidak bisa melihat cahaya tampak di daerah ini karena lebih lemah dari fotosfer sekitarnya. Satu-satunya waktu fotosfer terlihat adalah selama gerhana matahari total. Pada saat itu, bulan meliputi fotosfer dan pelek merah yang muncul mengelilingi matahari adalah kromosfer.
      Korona memiliki suhu tinggi sebagai lolos panas, menyebabkan plasma besar sungai yang puncak keluar seperti poin mahkota itu. Hal ini dapat sepanas 2 juta derajat C.
      Saat korona dingin kehilangan radiasi dan panas dan karena sekarang di daerah luar matahari itu tertiup angin sebagai angin matahari. Dibutuhkan delapan menit untuk setiap panas matahari mencapai bumi, yaitu 93 juta mil jauhnya.
    • By astro
      1. Horizon Bumi Datar Tidak Melengkung.
      Bila memang bumi itu bulat, seharusnya bakal kelihatan melengkung saat dilihat dari atas. Faktanya, orang-orang yang berkeyakinan bumi itu datar (disebut flatter ) sudah terbang setinggi mungkin untuk melihat bumi itu melengkung atau tidak? bulat atau datar.
      Kaum Flatter ingin membuktikan semua klaim foto NASA bahwa bumi itu terlihat melengkung saat dilihat dari atas pada ketinggian tertentu.
      Berikut horizon bumi saat dilihat dari ketinggian tertentu. Bahkan klaim flatter, mereka sudah terbang setinggi NASA dan bumi masih saja datar.

      2. Satelit adalah Ilusi, Internet Terhubung Melalui Kabel Bukan Satelit.
      Menurut Flatter satelit itu hanya kebohongan NASA untuk ngeruk uang. Faktanya, siaran TV, internet, telpon dll terhubung menggunakan jaringan kabel bawah laut dan 7 menara utama di dunia.
      Berikut ini peta jalur kabel data internet di bawah laut.

      Dan untuk diketahui, saat ini dunia mengakui bahwa kecepatan internet lebih optimal melalui jaringan kabel fiber optik daripada sinyal satelit. Bahkan internet melalui satelit masih sebatas wacana gagasan saja.
      Lha terus bagaimana dengan cara kerja GoogleMaps atau game populer Pokemon Go? bukankah pakek GPS? enggak mas bro. Semua itu kerjanya berdasarkan BTS atau tower seluler terdekat dari anda.
      Lalu bagaimana dengan Satelit BRI yang baru saja diluncurkan?. Nagh disitulah bisnisnya, tetap saja data BRI terhubung melalui BTS terdekat lalu tersambung ke melalui kabel-kabel bawah laut. Terus bohong dong satelit BRI itu? disitulah inti bisnisnya. Amerika mengeruk jutaan dollar dari ilusi satelit.
      Masih gak percaya, kata flatter kita disuruh membandingkan bentuk pesawat dan satelit. Satelit BRI bisa ngebut sampai 23 kecepatan suara, tapi kok bentuknya sangat tidak aero dinamis?  tidak seperti jet tempur HTV-3 pesawat tercepat saat ini.
      Tapi kan di angkasa luar tidak ada angin, hampa udara, jadi satelit bisa ngebut. Oke jika benar hampa udara, maka satelit memerlukan gaya dorong untuk bisa ngebut mengitari bumi. Naghhh kira-kira kenalpotnya satelit satu apa dua ya? tenaganya dorongnya berapa kuda ya?

      Yang bikin bingung, spek mesinya satelit berapa DK ya? Kok gak berasap ya?
      3. Coba Deh Cek Jalur Penerbangan Ini.

      Ceritanya pada Oktober 2015 lalu, pada penerbangan Chine Airlines rute Bali – Los Angeles, Amerika Serikat. Ada  seorang wanita melahirkan pada ketinggian 30.000 kaki atau 9,2 KM. Pesawat terpaksa mendarat darurat di Alaska. Sangat mengherankan, bukan? Dari Bali ke LA, lewat Alaska? . Klo diliat dengan peta bumi datar, hal tersebut sangat masuk akal, sebagai berikut ini:

      4. Catatan Perjalanan Captain CookCook
      Capt. James Cook menjelajahi Antartika selama 3 tahun 8 hari. Ia hanya menemukan tembok es, tak ada jalan masuk. Selama 3 tahun 8 hari itu, tercatat Ia menjelajahi kurang lebih sejauh 60.000 KM tembok es Antartika.
      Menurut peta globe, Antartika yang disebut benua ini memiliki keliling 19.300 KM. Padahal Capt. Cook menjelajahi panjang es Antartika sepanjang 60.000 KM (sekali putar). Loh?
      Berikut ini rute perjalanan Captain Cook jika digambar dengan peta bumi bulat

      Tapi menurut Flatter, justru captain cook sedang mengelilingi dinding bumi

      5. Bumi Memiliki Kubah Langit Yang Tak Bisa Ditembus
      Dalam keyakinan flatter, Bumi memiliki kubah langit yang tidak bisa ditembus oleh benda apapun. Termasuk roket? ya. Dokumen NATO dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka pernah bereksperimen mencoba menghancurkan kubah langit ini dengan bom atom.
      Berikut list data pengeboman kubah langit oleh USA dan Uni Sovyet dalam upaya mereka memburu prestis ke luar angkasa pertama kali:
       
       
      6. Permukaan Laut Ternyata Datar.
      Selama ini kita dikenalkan bahwa bumi berbentuk bulat bola dan permukaan lautnya melengkung. Sebagaimana ilustrasi gambar di bawah ini. Dimana makin jauh kita pergi dari tepi pantai maka kita akan makin tak terlihat karena termakan lengkungan bumi. Masih ingat kan? …. kan kan kan…

      Nagh kaum flatter mencoba  membuktikanya, apakah benar permukaan laut itu melengkung?.
      Gimana? Sama sekali tidak melengkung, kan? Pernah dilakukan percobaan dengan menggunakan sinar laser. Diketahui bahwa sinar laser dapat menempuh jarak sampai 20 KM. Percobaan dilakukan pada jarak 4 miles atau 6,4 KM. Berdasarkan data lengkungan bumi, seharusnya pada jarak 6,4 KM, buminya lengkung 3,2 meter. Maka, dipancarkanlah sinar laser sejauh 6,4 KM. Seharusnya, sinar laser tersebut melenceng sejauh 3,2 meter karena lengkungan bumi, namun ternyata tidak.
      Coba deh cek video berikut ini.
      7. Jika menggunakan teori jarak antar planet NASA, maka gerhana gak bisa diprediksi
      Ini bagian dimana saya mumet. Menurut Flatter, Matahari dan bulan ukuranya lebih kecil dari bumi. Jaraknya pun sangat dekat dengan Bumi, tidak sampai ratusan juga kilometer sebagaimana Klaim NASA. Flatter mendasarkan teorinya ini pada perhitungan “Siklus Saros” yaitu teori astronomi yang dibuat bangsa Babilonia.
      Siklus Saros dibuat berdasarkan perhitungan Matahari dan Bulan mengelilingi Bumi, dalam siklus ini Gerhana pasti terjadi setiap 18 tahun 11 hari dan 8 jam. Ukuran Matahari dan Bulan sama, diameter 51km dan jaraknya hanya 4000KM dari permukaan bumi. Bulan dan Matahari saling berkejaran di atas bumi, bagai Rama dan Shinta … ehehehe 
      Soal bagaimana gerhana terjadi di bumi datar menurut kaum Flatters akan saya bikinkan artikel khususnya nanti yaa …
      Kali ini kita bahas bahwa gak mungkin akan terjadi gerhana jika bumi bulat dan menggunakan ukuran jarak antar planet milik NASA.

      Menurut Flatter, Ilmuwan NASA tidak bodoh sehingga tidak bisa menghitung Gerhana dan Matahari jika menggunakan asumsi bumi bulat dan jarak yang mereka miliki. Tapi mereka tahu bahwa asumsi teorinya sudah salah makanya menggunakan Siklus Saros saja biar mudah.
      Asumsi dasar NASA tentang perhitungan jarak Matahari, Bulan dan Bumi. NASA menggunakan teori Aristarchus of Samos untuk menghitung jarak Matahari dan Bulan dari Bumi. Aristarchus yang hidup 310 SM – 210 SM, menghitung jarak bulan sewaktu terjadi gerhana bulan dengan rumus Trigonometri dengan asumsi bahwa gerhana terjadi akibat bulan masuk dalam bayang bayang Bumi. Dengan menggunakan perhitungan Aristarchus, maka di dapat angka-angka ukuran dan jarak yang seperti dibawah ini

      Lalu kenapa NASA masih pakek siklus Saros? karena jika menggunakan angka-angka di atas yang namanya gerhana gak bakal bisa diprediksi.
      Naghh silahkan dikunyah-kunyah dulu … mengikuti cara berfikir orang barat itu memang bikin sob. hehehe
      Ayo kita melek, jangan pernah selalu dijajah oleh elite global!
    • By c0d1ng
      Anda masih yakin bahwa Bumi berbentuk bulat? Cobalah baca buku karya Eric Dubay. Penulis ini mengajukan sejumlah bukti untuk meyakinkan orang jika planet yang kita tinggali ini ternyata datar.
      Pemikiran Dubay dituliskan dalam buku “ The Atlantean Conspiracy: 200 Proofs The Earth Is Not A Spinning Ball”. Dalam buku ini pula dia menuding bahwa Bumi bulat merupakan bentuk konspirasi terbesar sepanjang masa.
      Menurut dia, NASA dan astronomi modern mempertahankan pendapat bahwa Bulan itu padat dan berbentuk bulat. Pendapat sama juga dipakai untuk mempertahankan teori bahwa manusia hidup dan menjejakkan kaki di atas Bumi yang melayang.
      “Mereka mengklaim Bulan merupakan benda langit yang tak bercahaya dan memantulkan sinar Matahari,” kata Dubay
      “Kenyataannya adalah, bagaimanapun juga, Bulan bukan sesuatu yang padat, ini jelas-jelas sebuah lingkaran,” tambah dia.
      Perdebatan soal bentuk Bumi sudah terjadi sejak dulu. Banyak kebudayaan meyakini bahwa Bumi berbentuk datar, seperti budaya Babilonia kuno, India, China, dan Jepang kuno.
      Begitu pula dengan periode awal Mesir dan Mesopotamia, yang menggambarkan Bumi sebagai piringan datar yang mengambang di laut. Beberapa filsuf sebelum Socrates juga percaya bahwa Bumi itu datar.
      Pada abad ke-6 SM, kembali muncul kosep Bumi yang bulat di beberapa kebudayaan. Di Yunani, pendapat ini dikemukakan oleh Pythagoras.
      Lantas, apa saja bukti yang dipakai Dubay untuk mendukung pendapatnya bahwa Bumi berbentuk datar? Lihat di halaman berikutnya:
      Horizon Selalu Datar, Air Seharusnya Bergoyang
      1. Menurut dia, horizon selalu terlihat datar, kecuali gambar-gambar yang dikeluarkan oleh NASA dan pemerintah berbagai negara, yang menurut dia palsu. Inilah yang dia sebut sebagai konspirasi global.

      2. Menurut dia, kita tidak pernah melihat ke bawah untuk melihat horizon. Jika Bumi bulat, maka manusia harus menunduk untuk melihat cakrawala.

      3. Jika Bumi benar-benar bulat dan meluncur melalui ruang, maka air akan bergoyang-goyang di semua tempat, bukannya diam dan datar.

      Bukti Aliran Sungai, Helikopter, dan Jalur Kereta
      4. Jika Bumi benar-benar bulat, kata dia, aliran sungai, seperti Mississipi, akan berbalik dan tidak akan sampai ke laut.

      5. Jika Bumi benar-benar bulat dan berputar, helikopter akan bisa melayang di tempat dan menunggu untuk sampai ke tujuan mereka.

      6. Jalur kereta api dari London ke Liverpool memiliki panjang 180 mile. Jika Bumi benar-benar bulat, maka jalur itu memiliki ketinggian 5.400 kaki di atas Birmingham.

      Bukti Pesawat Terbang, Bintang, Hingga Tembakan Peluru
      7. Jika bumi benar-benar bulat, pilot maskapai harus terus menyesuaikan kontrol mereka agar tidak terbang ke ruang angkasa.

      8. Jika benar-benar ada miliaran bintang di langit pada malam hari --kelompok yang menganggap Bumi datar menolak pemikiran ini, maka seluruh langit akan penuh cahaya.
      9. Jika Bumi terus-menerus berputar, pesawat tidak akan bisa mencapai tujuan mereka karena melawan angin dengan kecepatan 500 mile perjam atau 804 kilometer perjam.
      10. Jika Bumi benar-benar berputar, peluru yang ditembakkan ke atas akan mendarat ratusan kaki di sebelah barat mereka. Tapi, kata Dubay, kenyataannya tidak demikian.
    • By qbonk
      Beberapa skema terkait kehancuran Bumi menurut peneliti adalah Bumi bertabrakan dengan planet lain atau ditelan oleh lubang hitam. Selain itu, ada kemungkinan asteroid bisa menghantam Bumi.
      Skenario kehancuran dunia tersebut juga ditambah dengan matahari. Proses terjadinya kehancuran Bumi ini tidak singkat, melainkan melalui beberapa tahap.
      Peneliti Jillian Scudder, seorang astrofisika di University of Sussex mengatakan, Bumi akan merasakan perjalanan hari yang lebih cepat.
      Matahari bertahan dengan cara membakar atom hidrogen ke dalam atom helium pada intinya. Kenyataannya, matahari membakar 600 juta ton hidrogen setiap detik.
      Karena inti matahari jenuh dengan helium ini, maka terjadi penyusutan, menyebabkan reaksi fusi nuklir untuk mempercepat, sehingga matahari akan mengeluarkan energi lebih besar.
      Faktanya, untuk setiap miliar tahun matahari membakar hidrogen dan mendapatkan 10 persen kekuatan lebih terang. Dengan pertambahan 10 persen itu, mungkin terdengar tidak terlalu besar, namun perbedaan itu bisa menjadi bencana besar bagi planet Bumi.
      "Prediksi bahwa apa yang sebetulnya akan terjadi pada Bumi karena matahari semakin terang satu miliar tahun berikutnya adalah belum pasti," kata Scudder.
      Secara umum, meningkatnya panas dari matahari akan menyebabkan lebih banyak air menguap dari permukaan. Dengan demikian, uap air akan tertahan di atmosfer. Air akan bertindak sebagai gas rumah kaca, yang menjebak lebih banyak panas, dan mempercepat penguapan.
      Energi tinggi dari matahari bisa membombardir atmosfer dan memecah molekul serta memungkinkan air untuk lenyap. Ini akan menyebabkan Bumi mengalami krisis air.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy