Jump to content
Sign in to follow this  
Arab_kota

Sidang Praperadilan Jessica Ditolak

Recommended Posts

202350_431142_Jessica_Kumala_2_d_Ric.jpg

Hakim Tunggal I Wayan Merta akhirnya memutuskan menolak praperadilan tersangka pembunuhan Wayan Mirna Salihin yakni Jessica Kumala Wongso. Hal ini karena tindakan termohon terhadap Jessica sudah sesuai aturan perundang-undangan.

"Menolak permohonan pemohon seluruhnya. Biaya perkara nihil," kata Hakim Tunggal I Wayan Merta saat membacakan putusan praperadilan di PN Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).

Menurut hakim, tindakan penahanan yang dimohonkan pihak Jessica untuk digugurkan dapat diterima secara hukum. Sehingga, tak ada alasan hakim mengabulkan permohonan pihak Jessica.

"Setelah hakim mencermati tindakan termohon, telah sesuai ketentuan undang-undang, KUHAP, khususnya tentang penahanan. Termohon telah melakukan penahanan yang sah menurut hukum," lanjut dia.

Termasuk pula permohonan untuk mengeluarkan Jessica dari Rutan Polda Metro serta mengangkat cekal terhadapnya. "Maka, tidak ada alasan memerintahkan termohon mengeluarkan Jessica dari Rutan Polda Metro Jaya dan mengangkat cekal yang bersangkutan. Permohonan pemohon ditolak seluruhnya," pungkas dia.

Diketahui, Jessica Kumala Wongso mengajukan permohonan praperadilan pada 11 Februari 2016 untuk menggugat tindakan hukum yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap dirinya yang di antaranya penggeledahan, penahanan, penetapan tersangka, dan pencekalan.

Sidang praperadilan yang dimulai sekira pukul 09.00 itu ditutup 09.50 WIB. Dengan ditolaknya permohonan praperadilan Jessica, maka proses penyidikan atas kasus ini bisa kembali dilanjutkan dan tinggal menunggu sidang pokok perkara.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By berita_semua
      Pengamat hukum pidana Universitas Islam Indonesia, Muzakir mengatakan, perbedaan kasus pembunuhan Munir Said Thalib dan Wayan Mirna Salihin terletak pada proses autopsi jenazahnya.
      Dimana, dalam kasus kematian Munir terjadi proses autopsi jenazah yang lengkap sehingga dapat dipastikan penyebab kematian lantaran diracun arsenik. Sementara, dalam kasus kematian Mirna yang diduga diracun sianida tidak dilakukan proses autopsi yang komplit atau sempurna.
      "Ini masalah kausalitas. Dan itu menjadi kata kunci karena kasus munir itu proses autosinya jelas sehingga memberi keterangannya juga jelas dan setiap ahli hukum dapat memastikan itu. Kalau ketian Mirna tidak di autopsi," kata Muzakir
      Muzakir membela pandapat ahli patologi forensik senior dari Fakultas Kedokteran Universitas Quensland, Brisbane, Australia, Beng Beng Ong dalam persidangan. Menurut dia, pernyataan Beng Beng dapat dibenarkan lantaran jenazah Mirna tidak di autopsi dengan lengkap.
      "Saya pikir sudah benar keterangan itu. Karena proses autopsinya tidak lengkap. Kalau menggunakan sempel itu akan menjadi masalah dan menentukan siapa pelakunya menjadi sulit," terang Muzakir.
      Ia menyayangkan pihak Imigrasi yang menahan Beng Beng usai memberikan kesaksiannya. Pasalnya, kehadiran Beng Beng ke Indonesia dapat memberikan keterangan yang membantu penegak hukum dalam menentukan penyebab kematian anak dari Dharmawan Salihin.
      "Dia (Beng Beng) kemari untuk membantu mencari kebenaran materill tentang penyebab kematian Mirna. Kalau ahli di Indonesia itu kebanyakan marah-marahnya di persidangan. Itu tidak boleh, apalagi saksi ahli dapat yakin bahwa pelakunya (Jessica Kumala Wongso)," pungkas Muzakir.
    • By jokers
      Ahli forensik Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Slamet Purnomo mengungkapkan sebanyak 0,2 miligram per liter zat sianida terdapat dalam lambung mendiang Wayan Mirna salihin. Akan hal itu, ia yakin bahwa zat itulah yang menyebabkan Mirna meregang nyawa.
      Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan menganggap bisa saja sianida yang ada di dalam lambung Mirna bukan dari es kopi Vietnam, melainkan dari buah apel yang diminumnya di pagi hari.
      "Bisa jadi 0,2 miligram sianida yang ada di dalam lambung Mirna itu bukan dari kopi, tapi dari apel. Karena dalam BAP Arief (suami Mirna) menyebutkan Mirna konsumsi apel pagi harinya," kata Otto.
      Pernyataan Otto tersebut senada dengan Hakim Ketua Kisworo yang menanyakan ke ahli bahwa apakah ada sianida yang terkandung secara alami. 
      "Apakah ada sianida alami?," tanya Kisworo kepada ahli forensik, Slamet.
      Slamet pun menjawab bahwa sianida alami memang ada, seperti di rokok, singkong dan buah apel. Namun jumlahnya hanya sedikit sekali.
      "Iya ada. Di rokok itu ada sianida, tapi jumlahnya sedikit dan kalau masuk ke tubuh ada di dalam darah bukan lambung, singkong dan buah apel juga, tapi dosisnya sedikit, yang saya tahu enggak sampai 2 1/2 miligram per berat badan," ujarnya.
      Sehingga jika kita mengkonsumsinya, ujar Slamet, tak akan menyebabkan mati seperti sianida yang dikonsumsi Mirna.
      "Biasanya kalau ada keracunan, paling mengalami kelumpuhan bukan mati, atau gejala lain seperti muntah-muntah, pusing. Tapi kalau keracunan seperti itu, biasanya itu dialami mereka yang bekerja di bidang tambang," tutupnya.
    • By Soldierwarworld
      Ni Ketut Sianti, ibu kandung Wayan Mirna Salihin, muncul dihadapan publik.
      Dia melayani permintaan tampil di stasiun TV swasta, Kompas TV.

      Di kesempatan itu, istri Darmawan Salihin itu, mengungkapkan banyak hal mengenai anak pertamanya.
      Rona kesedihan masih terpancar dari wajah wanita yang memakai baju cokelat tersebut.
      Wanita asal Bali itu mengaku dekat dengan semua anaknya terutama Mirna. Dia memandang komunikasi dengan anaknya itu seperti seorang teman curhat.
      "Mirna, anak pertama dari kembar. Mengobrol sama dia seperti teman. Dia curhat saya curhat saling curhat. Apa saja dia omongin maupun teman-temannya dia omongin dan saya pun kenal temannya," ujar Ni Ketut Sianti, dalam perbincangan di Kompas TV, pada Selasa (19/7/2016).
      Ni Ketut Sianti melayani pertanyaan pembawa acara sekitar 30 menit. Dia bercerita mulai dari sosok Mirna, Jessica Kumala Wongso, sebagai orang yang diduga membunuh Mirna dengan cara menaruh zat sianida di minuman es Kopi Vietnamese, dan insiden tewasnya Mirna.
      Dia bersama dengan keluarga Mirna yang lain merasa sedih kehilangan saudara kembar dari Made Sandy Salihin itu. Dia mengaku penyebab meninggal anaknya tersebut supaya menjadi misteri saja.
      "Jadi misteri saja," kata dia.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy