Jump to content
  1. Arab_kota

    Arab_kota

  • Similar Content

    • By h4rie
      Terjadinya sakit gigi pasti akan merusak hari Moms.
      Rasa sakit yang tidak diinginkan dan menjengkelkan di mulut membuat kecemasan yang tak tertahankan.
      Sakit gigi dapat disebabkan oleh karies, abses atau gigi retak, gusi yang meradang, gigi goyang, mengunyah secara agresif, dll.
      Intensitas dan jenis nyeri bervariasi sehingga dapat mewujudkan sebagai kepekaan terhadap panas atau dingin serta kontak langsung dari gigi atau berdenyut, tajam atau nyeri ringan.
      BACA JUGA :Aman dan Mudah, Metode Ini Bikin Gigi Putih dalam 7 Hari
      Pergi ke dokter adalah hal yang wajib dilakukan setelah Moms mulai mengalami sakit gigi.
      Tetapi, Moms dapat menggunakan trik efektif berikut ini yang akan menghilangkan sakit gigi hanya dalam 7 menit.
      Yang Moms butuhkan adalah es batu, yang harus Moms tempatkan di antara ibu jari dan telunjuk.
      Gosok dengan lembut di area telapak tangan selama sekitar 5-7 menit.

      Gunakan Es Batu Disini
      Ujung saraf yang berhubungan dengan pusat nyeri di otak dan mengontrol tingkat rasa sakit di lengan dan kepala terletak di area telapak tangan.
      Penelitian yang dilakukan di Kanada pada tahun 80-an menunjukkan bahwa sakit gigi dapat dihilangkan atau setidaknya dikurangi, tanpa harus membuka mulut.
      Menggosok es batu di titik tersebut hampir 90% responden yang berpartisipasi dalam survei mengatakan bahwa teknik tersebut telah mengurangi sakit gigi.
      Ujung saraf yang berhubungan dengan pusat nyeri di otak dan mengontrol tingkat rasa sakit di lengan dan kepala terletak di area telapak tangan.
      Penelitian yang dilakukan di Kanada pada tahun 80-an menunjukkan bahwa sakit gigi dapat dihilangkan atau setidaknya dikurangi, tanpa harus membuka mulut.
      Menggosok es batu di titik tersebut hampir 90% responden yang berpartisipasi dalam survei mengatakan bahwa teknik tersebut telah mengurangi sakit gigi.
    • By Brenda_Christie
      Biaya iklan adalah hal yang sangat diperhatikan oleh semua marketing. Bahkan perincian yang detail dengan konversi ke dampak yang dihasilkan adalah rutinitas wajib para marketer ataupun pebisnis ketika beriklan.
      Salah satu medium yang ramai digunakan untuk memasang iklan adalah Facebook. Medium ini memiliki peluang yang amat besar. Data menunjukkan, Facebook memiliki 3 milyar pengguna aktif. Pengguna ini setiap harinya aktif membuka Facebook dengan berbagai kepentingan.
      Anda, sebagai entrepreneur perlu memahami bahwa kepentingan dari pengguna Facebook ini adalah tambang emas. Pundi-pundi keuntungan bisnis Anda bisa berawal dari sini. Tapi faktanya, banyak yang masih berpikir ribuan kali untuk menangkap peluang ini. Alasannya sederhana, mereka takut membayar biaya iklan yang tinggi di Facebook.
      Yuk intip cara akalin Iklan biar murah di Facebook berikut ini…
      Target = Biaya
      Pernah mendengar satu fakta penting tentang Facebook ads? Mereka menetapkan biaya yang berbeda untuk setiap kategori target iklan yang Anda inginkan. Risetlah dulu target market Anda sebelum mulai beriklan. Beberapa situs marketing, mengatakan ada baiknya Anda melihat kisaran biaya per target yang telah ditentukan oleh Facebook. Kisaran ini biasanya bisa menjadi gambaran Anda untuk melanjutkan analisis target market dan penentuan budgeting iklan.
      Headline
      Ada yang menarik dari Facebook ads. Mereka juga memberikan biaya yang berbeda tergantung dari banyaknya tulisan yang Anda buat pada headline iklan. Tantangan membuat iklan di Facebook adalah menciptakan headline yang memikat tanpa perlu menggunakan terlalu banyak kata-kata. Targetpublic.com pernah menuliskan dalam artikel mereka bahwa menulis headline yang baik Anda harus bertanya mengenai dua hal; pertama, siapa yang ingin Anda persuasi? Kedua, apa yang Anda inginkan dari tindakan Anda ini? Jika Anda sudah menjawab dua pertanyaan ini, maka Anda akan mudah menciptakan headline yang efektif dan efisien.
      Gambar vs Teks
      Rocco Baldassarre, Founder & CEO of Zebra Advertisement & 1DollarAd.com, menulis di entrepreneur.com bahwa, “The more text you have in an image, the lower your delivery will be.”. Semakin banyak tulisan di gambar iklan Anda, semakin sedikit hal yang bisa Anda sampaikan. Facebook menyusun algoritmanya untuk lebih sering dan mengutamakan iklan yang sedikit menggunakan tulisan. Fokus ke gambar pada iklan juga meningkatkan peluang engagement yang tercipta. Sebab, kebanyakan manusia lebih menyukai gambar daripada tulisan. Begitupun pengguna Facebook.
      Hindari penggunaan video
      Beberapa marketer menyarankan penggunaan video ketika ingin beriklan. Memang ada benarnya. Namun, jika tujuan iklan Anda adalah untuk meningkatkan traffic kunjungan ke website Anda, sebaiknya hindari penggunaan video di iklan Facebook. Biaya iklan di Facebook ditentukan dari impresi terhadap iklan. Video di iklan Facebook mayoritas hanya akan membuka peluang engagement berupa like dan komen. Hal ini akan menjauhkan tujuan iklan jika dirancang sebelumnya untuk mengunjungi website brand iklan tersebut.
      Pilihan warna dan gambar
      Facebook yang didasari oleh warna biru membuat siapa saja yang ingin beriklan harus berhati-hati. Trik agar iklan dapat dengan mudah menarik perhatian target di Facebook adalah membuat gambar yang memiliki warna kontras dari warna dasar Facebook. Semisal, gambar dengan latar merah atau kuning. Selain itu, gambar dengan ikon manusia seperti perempuan memiliki efektivitas lebih tinggi daripada karikatur atau gambar lainnya.
      Facebook adalah medium yang sangat baik untuk beriklan. Merencanakan strategi iklan sebelum melakukannya adalah hal yang bijak. Rajin mencari informasi mengenai hal terbaru dari fitur ads pada Facebook akan membantu
    • By Silvia_caroline
      Bagi pencinta kucing sejati, salah satu perasaan terbaik di dunia adalah ketika kucingmu duduk di pangkuanmu dan menekan-nekan tubuhmu dengan dua kaki depannya. Seringkah kamu mengalaminya?
      Perilaku ini disebut meremas. Ada alasan yang meluluhkan hati mengapa hal ini adalah bagian spesial dari hubunganmu dengan kucingmu.
      Perilaku meremas sesungguhnya sudah dimulai sejak anak kucing lahir. Ketika itu, fungsinya adalah untuk merangsang produksi susu di kelenjar susu ibu. Namun setelah melalui fase anak-anak, perilaku meremas kepadamu bukan berarti kucing mencoba membuatmu menghasilkan susu.
      Ketika meremasmu, biasanya juga disertai dengan dengkuran khas kucing. Kemudian, diikuti dengan tidur siang bagi si kucing. Kedua perilaku tersebut juga diamati pada anak kucing selama dan setelah menyusui.
      Menurut ASPCA, kucing dewasa tidak saling mengoceh. Mereka hanya “mengoceh” (katakanlah: mengeong) pada manusia, seperti anak kucing yang mengoceh pada ibunya. Jadi, kucingmu memang menganggap kamu sebagai kucing juga--atau tepatnya sebagai orang tua mereka yang aneh dan terlampau besar.
      Sementara menurut situs PetMD yang dikelola dokter hewan, kucing dewasa di alam liar menggunakan cakarnya untuk menginjak dan melembutkan area kecil untuk tidur. "Nenek moyang liar kucing domestik suka berbaring di permukaan yang lembut dan nyaman untuk tidur atau melahirkan anak mereka," catat situs web tersebut.

      Selain itu, karena kucing memiliki kelenjar bau di bantalan kaki mereka, itu artinya mereka menandai kamu atau tempat tidur kamu sebagai ‘properti’ mereka.
      Bahkan, yang perlu kamu tahu, ketika anak kucing dipisahkan dari ibunya sebelum dia sudah siap, dia akan mencoba menyusu pada hal-hal lain, tidak terkecuali bagian tubuh manusia.
      Coba saja kalau kamu memiliki anak kucing dan letakkan di tubuhmu, dia akan mencoba mencari kelenjar susu yang bisa dia isap. Pada akhirnya, ketika seekor kucing yang katakanlah sudah cukup dewasa ‘menguleni’--alias meremas kamu berarti kamu sangat dicintai.
      Jadi, itu adalah salah satu cara spesial kucing menunjukkan cintanya padamu. "Kucing meremas karena mereka merasa sangat dicintai dan nyaman," kata Katie Armor dari MSPCA kepada The Dodo. "Kamu benar-benar harus menganggap itu sebagai pujian!"
    • By BincangEdukasi
      Wajan anti lengket dianggap sebagai salah satu temuan yang memudahkan ibu rumah tangga dan juga koki dalam memasak. 
      Makanan tidak menempel di permukaan wajan dan mengeras seperti di wajan biasa, dan akhirnya tidak ada bagian-bagian makanan yang terbuang. Proses membalik makanan juga menjadi lebih mudah.
      Walau begitu, karena permukaannya yang anti lengket, wajan jenis ini memerlukan perawatan yang berbeda dengan wajan biasa. Untuk memastikan bahwa wajan anti lengket bertahan lama dan tidak cepat rusak, berikut adalah hal-hal yang sebaiknya dihindari, dilansir dari Southern Living.
      1. Jangan menggunakan alat masak tajam atau terbuat dari besi
      Pada permukaan wajan anti lengket ada sebuah lapisan khusus yang menghindari makanan yang menempel. Alat-alat masak dengan ujung tajam atau terbuat dari besi dapat menggores dan merusak lapisan khususnya. Untuk memastikan bahwa lapisan khusus di permukaan wajan ini terjaga dalam kondisi baik, gunakan alat-alat masak yang lebih halus, misalnya terbuat dari kayu atau bambu.
      2. Jangan menggunakan semprotan anti lengket
      Banyak orang beranggapan bahwa menggunakan semprotan anti lengket ke wajan yang memang sudah memiliki permukaan anti lengket akan semakin mencegah makanan menempel di wajan. Padahal, hal ini dapat merusak alat masak.
      Semprotan anti lengket yang membentuk lapisan aerosol di permukaan wajan akan sulit dibersihkan. Jika semprotan ini digunakan secara terus-menerus, bahan aerosol yang sulit dibersihkan tersebut akan mengendap di permukaan wajan.
      Endapan ini biasanya paling banyak ditemukan di sisi pinggir wajan, dimana semprotan tersebut tidak terserap oleh makanan atau tidak cukup menyentuh api. Pada akhirnya, wajan yang awalnya memiliki permukaan anti lengket dapat berubah menjadi lengket. Untuk menghindari hal ini, jangan gunakan semprotan anti lengket, tapi minyak goreng biasa.
      3. Jangan menggunakan alat pembersih yang kasar
      Seperti halnya menggunakan alat-alat masak yang tajam, menggunakan alat pembersih yang kasar dapat menggores dan merusak permukaan wajan anti lengket. Membersihkan wajan anti lengket tidak perlu menggunakan alat pembersih seperti sikat atau gulungan besi gosok yang sangat kasar. Sabun cuci piring dan alat masak biasanya telah memiliki kemampuan untuk membersihkan wajan anti lengket dengan baik.
      Jika ada bagian wajan yang perlu dibersihkan dengan ekstra, gosok permukaan wajan dengan garam dan sikat plastik yang lembut. Untuk hari-hari biasa, gunakan sisi spons yang lembut untuk membersihkan wajan.
      Wajan anti lengket juga sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring. Mesin pencuci piring menggunakan deterjen keras yang dikombinasikan dengan panas untuk membersihkan piring, dan hal ini akan memperpendek umur wajan anti lengket.
      4. Jangan memasak pada suhu yang sangat tinggi
      Suhu tinggi dapat merusak permukaan anti lengket. Semakin sering wajan digunakan untuk memasak di atas pengaturan api yang paling tinggi, semakin pendek umur wajan anti lengket. Oleh karenanya, jika menggunakan wajan anti lengket, gunakan api sedang. Hal yang juga harus dihindari adalah langsung mencuci wajan anti lengket yang masih panas dengan air dingin. 
      5. Simpan wajan dengan baik
      Alat-alat masak seringkali ditumpuk di laci atau kabinet dapur. Untuk menghindari permukaan wajan anti lengket tergores atau rusak, hindari menumpuk wajan atau alat masak lain di atas wajan anti lengket, terutama alat-alat masak yang tajam. Jika ruang penyimpanan alat-alat masak sempit, siasati dengan menyelipkan tisu atau kertas yang halus di antara tumpukan-tumpukan alat masak.
      6. Jangan simpan makanan di atas wajan terlalu lama
      Meninggalkan hasil masakan di atas wajan karena lupa menempatkannya ke dalam kulkas merupakan wajar yang sering terjadi. Namun, hal ini harus dihindari karena rasa makanan dapat berubah dan permukaan wajan anti lengket dapat terpengaruh.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy