Jump to content
theblue

Ketika Bob Sadino Dikira Tukang Sampah di Gedung Kantor Punyanya

Recommended Posts

56cdbec9dc1f4_WejanganAlm.BobSadino_2015

Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.

Karena pagi itu masih sangat sepi, mereka pun duduk-duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmati taman yang hijau nan asri.

Sesekali si wanita membuang sembarangan tisu yang bekas dipakainya.

Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana dengan mengenakan celana pendek sedang memegang gunting untuk memotong ranting. Si kakek menghampiri dan memungut sampah tisu yang dibuang si wanita itu, lalu membuangnya ke tempat sampah.

Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang sampah lagi tanpa rasa sungkan sedikit pun. Kakek tua itu pun dengan sabar memungut kembali dan membuangnya ke tempat sampah.

Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantas berkata kepada anaknya,”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu, kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia, jelas ya?”

Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, “Permisi, ini taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk kesini ?” Wanita itu dengan sombong menjawab, “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.”

Pada waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sangat sopan dan hormat menghampiri si kakek sambil berkata, ”Pak Presdir, hanya mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.”

Sang kakek mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu dia berkata tegas, “Manager, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.”

Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.”

Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak, “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati orang lain, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah".

Si wanita tertunduk malu, tanpa berani memandang si kakek. Kakek itu adalah Bob Sadino, yang kedudukannya adalah Presiden Direktur di perusahaan tersebut.

Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha sukses yang berpenampilan sangat sederhana dan mempunyai ciri khas selalu mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek, bahkan ketika bertemu dengan presiden maupun pejabat negara sekalipun. Beliau lahir pada tanggal 9 Maret 1933, dan telah meninggal dunia karena sakit pada 19 Januari 2015.

Gayanya yang nyentrik dengan pola pikir unik dan cenderung keluar dari pakem teori maupun buku teks ekonomi menjadikan Bob Sadino sebagai entreprenuer sejati, yang memberikan inspirasi hebat bagi para generasi penerus bangsa yang ingin menjadi pengusaha sukses.

Quote

 

Pelajaran yang dapat diambil dari cerita diatas

Hargailah setiap orang yang anda temui, walaupun penampilan mereka biasa-biasa saja. Penampilan seseorang belum tentu (bahkan seringkali) menggambarkan kedudukan sosialnya.

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By qbonk
      Jack Ma berasal dari keluarga musisi dan pencerita di Hangzhou, Tiongkok. Ia pernah hidup pahit di masa Revolusi Kebudayaan dan mengalami berbagai kegagalan. Lelaki itu bangkit, membangun situs Alibaba, dan kini menjadi orang terkaya di negerinya.
      Simak kata-kata mutiara Jack Ma berikut ini dan rasakan dorongan semangat dalam setiap kalimat yang ia ucapkan.
       
    • By BincangEdukasi
      Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihatlubangnya saja.
      Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi Anda jika saja Anda mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk Anda.
       
    • By berita_semua
      Lewis Hamilton sukses tiga kali jadi juara dunia Formula Satu dan telah bergelimang uang saat ini. Namun semasa kecil, Hamilton hidup dalam kondisi memprihatinkan sehingga ia bahkan tak sanggup membeli permen.
      Hamilton yang lahir di Stevenage, 7 Januari 1985 mengakui bahwa masa kecil yang dilaluinya terbilang sulit.
      "Saya tumbuh sebagai anak-anak tanpa memiliki apapun. Saya dikelilingi anak-anak yang mampu pergi ke toko dan membeli permen sedangkan saya tak punya uang untuk membelinya."
      "Saya juga ingat ketika mendapatkan 10 pound dari hasil mencuci mobil, menabung uang itu untuk membeli CD pertama. Saya ingat semua itu," kata Hamilton dalam wawancara dengan AS.
      Kini, setelah hidupnya berubah drastis, Hamilton mengakui bahwa ia tak melupakan sikap hemat dalam kehidupan sehari-harinya.
      "Saya kini memiliki lebih banyak uang di rekening saya, namun tetap saja saya berpikir beberapa hal terlalu mahal dan kemudian menilai bahwa lebih baik uang yang ada ditabung," ujar Hamilton.
      Meski demikian, Hamilton juga tak memungkiri bahwa ia menikmati kekayaan yang dimilikinya saat ini dan menghabiskannya untuk pergi wisata di tengah kesibukannya sebagai pebalap F1.
      "Saat saya tak ada di lintasan, maka saya bukanlah pebalap. Dalam 12 hari terakhir, saya ada di sebuah tempat di mana tak ada satu pun orang yang tahu saya dan tak ada kamera. Rasanya sangat menyenangkan," kata Hamilton.
      Belajar dari Ibu
      Selain berusaha tetap menghargai nilai uang dan berhemat, Hamilton juga menyebut sosok Ibu memberinya contoh hebat dalam berperilaku sehari-hari.
      "Dulu Ibu saya selalu mengatakan semua baik-baik saja walaupun dia tengah menjalani hari yang buruk. Itulah yang saya coba lakukan saat ini."
      "Ketika saya menjalani hari yang buruk, saya ingin teman saya tak mengetahuinya. Karena bila mereka mengetahuinya, maka mereka juga bakal turut merasakan hari yang tak menyenangkan seperti saya," tutur Hamilton.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy