Jump to content
  • Popular Contributors

  • Our picks

    • Kartu SIM Card ada celah keamanan nya
      Celah keamanan dalam kartu SIM disebut mengancam lebih dari satu miliar ponsel. Celah keamanan ini disebut dengan Simjacker.
      • 0 replies
    • Telegram Sindir Whatsapp
      WhatsApp dan Telegram adalah dua aplikasi pesan yang populer saat ini. Bahkan, bisa dibilang mereka sedang saling bersaing untuk mendapatkan jumlah pengguna lebih banyak.

      Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal fitur yang dihadirkan. Tapi, ada hal yang unik terkait fitur mereka. Telegram secara terang-terangan menyindir fitur transfer file yang dimiliki WhatsApp.
      • 4 replies
    • Pernah Menang Lotre Rp. 33 Miliyar Wanita Inggris Ini Kini Jatuh Miskin
      Seorang perempuan Inggris menceritakan kisahnya sempat menjadi seorang miliarder di usia muda setelah memenangkan lotre bernilai miliaran namun kini jatuh miskin.

      Callie Rogers, asal Cumbria, Inggris, pernah memenangkan hadiah lotre pada 2003 lalu, saat dia masih berusia 16 tahun.

      Ketika itu Callie memenangkan lotre senilai hampir 1,9 juta poundsterling (setara Rp 33 miliar untuk kurs saat ini). Berkat hadiah lotre itu, Callie pernah menjadi jutawan termuda di Inggris.
      • 0 replies
    • Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?

      karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,

      sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.

      sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.
      • 0 replies
    • Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      • 1 reply
endut

Coklat Mars dan Snickers di 55 negara ditarik

Recommended Posts

56ccfa34555e0_marssnicker.jpg.9bff37c152
Produk yang ditarik memiliki masa kadaluwarsa antara 19 Juni 2016 hingga 8 Januari 2017.

Produsen coklat Mars menarik jajanan coklat Mars dan Snickers di 55 negara setelah kepingan plastik ditemukan di dalam salah satu produk yang dihasilkan oleh pabriknya di Belanda.

Sebelumnya Mars hanya mengumumkan penarikan kedua jajanan coklat tersebut di Jerman.

Produk lainnya yang juga terkena dampaknya adalah Milky Way Minis, Miniatures, dan beberapa kotak coklat Celebrations.

Perusahaan Amerika Serikat itu tidak mengatakan berapa banyak produk yang terkena.

"Sejauh yang kami ketahui, ada 55 negara yang tercakup" kata Eline Bijveld, salah seorang juru bicara Mars Belanda kepada kantor berita AFP.

Dia menambahkan bahwa produk yang ditarik adalah yang dibuat di pabrik di Mars di Veghel, Belanda, yang juga diekspor ke luar negeri.

Produk-produk tersebut memiliki masa kedaluwarsa antara 19 Juni 2016 hingga 8 Januari 2017.

Kepingan plastik yang ditemukan di satu batang coklat itu dikhawatirkan bisa menyebabkan pelanggan tercekik.

Daftar lengkap dari produk yang terkena dampak ini antara lain bisa ditemukan di situs perusahaan, www.mars.de.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • Guest News
      By Guest News
      Presiden Obama mengatakan bahwa dengan kerjasama perusahaan swasta, Amerika akan mengirimkan manusia ke planet Mars pada tahun 2030-an mendatang. 
       
    • By berita_semua
      Musk menegaskan demi biaya US$200.000 maka sistem transportasi harus bisa digunakan kembali.
      Pengusaha Elon Musk sudah menjelaskan rencananya untuk mengirim koloni manusia ke Mars, untuk orang yang mampu membayar tiket US$200.000 atau sekitar Rp2,5 miliar.
      Pendiri perusahaan ruang angkasa SpaceX ini mengungkapkannya dalam Kongres Astronautika Interansional, IAC, di Meksiko, Selasa 27 September.
      Sebuah armada kolonisasi terdiri dari seribu pesawat ruang angkasa bertenaga metan dan oksigen dari Bumi, jelasnya, akan melakukan pengisian bahan bakar ulang dengan propelan yang diproduksi oleh Planet Merah tersebut.
      "Jika kita mendapatkan perjalanan ke Mars kira-kira sama dengan harga rata-rata rumah di Amerika Serikat, yaitu sektiar US$200.000, maka saya pikir kemungkinan untuk mengembangkan peradaban yang menopang dirinya sendiri amat tinggi," jelasnya.

      Sistem transportasi SpaceX akan mengandalkan bahan bakar propelan yang diproduksi Mars.
      Miliuner ini menambahkan bahwa SpaceX sedang mengembangkan kembali sistem roketnya untuk membawa jutaan ton kargo antarplanet.
      Badan Ruang Angkasa Amerika Serikat, NASA, mendukung misi pertama SpaceX ke Mars, yang rencananya akan diluncurkan tahun 2018 mendatang.
      Penjelasannya tentang misi ke Mars mendapat perhatian besar karena SpaceX sudah berhasil mewujudkan beberapa pencapaian sebagai perusahaan ruang angkasa swasata, antara lain meluncurkan roket secara tegak.

      Roket Falcon 9 milik SpaceX meledak saat uji coba peluncuran awal September.
      Bagaimanapun pidatonya di kota Guadalajara ini dibayang-bayangi dengan meledaknya Falcon 9 -salah satu roket tanpa awak milik SpaceX- di Cape Canaveral di Florida, awal September.
      Menurut Musk, untuk mempertahankan biaya yang 'hanya' sebesar US$200.000 per orang, maka seluruh sistem transportasinya harus bisa digunakan kembali.
      Dengan menggunakan metode tradisional, menurut Musk, biaya untuk perjalanan ke Mars mencapai US$10 miliar per orang.
      Oleh karena itu dibutuhkan empat kriteria guna mewujudkan visinya dalam mengantarkan manusia ke Mars:
      Bisa digunakan kembali (pesawat ruang angkasa) Pengisian bahan bakar di orbit Produksi propelan di Mars Memilih bahan bakar yang tepat
    • By c0d1ng

      Misi penjelajah ke planet Mars ala astronot NASA coba dihadirkan dalam bentuk program realitas virtual (virtual reality/VR), yang diberi nama Mars 2030.
      Program yang menghadirkan pengalaman bak astronot menjelajah daratan planet merah ini merupakan hasil kerja sama NASA dengan Space Systems Laboratory MIT dan beberapa firma media multi-platform seperti Fusion Media.
      NASA juga akan mengajak publik untuk bisa merasakan pengalaman virtual di planet merah, yang biasanya hanya dihadirkan untuk kepentingan simulasi misi eksplorasi ini.
      “Selain memiliki fungsi praktis sebagai bentuk latihan, virtual reality menawarkan metode yang menarik untuk membagikan hasil pekerjaan yang telah dilakukan untuk merancang misi manusia yang berkelanjutan serta untuk menginspirasi generasi berikutnya sebagai penjelajah luar angkasa,” kata Jason Crusan, Director Advanced Exploration Systems Division NASA.
      Di awal tahun 2015, ilmuwan NASA juga telah merilis perangkat lunak bernama Onsight sebagai salah satu fondasi bagi program VR yang ingin dikembangkan ke depan. Onsight merupakan hasil kolaborasi dengan Hololens Microsoft. Pengguna bisa merasakan sensasi menjelajah lingkungan virtual 3D planet berbatu yang menyimpan sejuta misteri ini dari data-data yang diperoleh robot penjelajah Mars, Curiosity.
      Rencananya, program ini akan dirilis pada kuartal pertama tahun 2016 dan tersedia di iTunes dan Google Play bagi para pengguna iOS dan Android. Selain itu, program ini juga akan diberikan secara gratis bagi para pemilik Google Cardboard, Samsung VR Gear, dan Oculus Rift.
      “Kami bersyukur untuk kesempatan menghadirkan pengalaman virtual dari FUSION, sedekat mungkin dengan realita yang kita ketahui berdasarkan hasil studi arsitektur permukaan Mars yang telah dilakukan selama bertahun-tahun,” tambahnya.
      Dikabarkan, NASA akan memperkenalkan Mars 2030 kepada publik di Texas pada bulan Maret 2016 mendatang.
    • By berita_semua

      Hampir semua dari kita pasti akan berpikir bahwa sesuatu yang padat seperti sebuah bulan akan ada selamanya. Tapi Phobos, bulan Mars memiliki tanggal kedaluwarsa.
      Para ilmuwan baru-baru ini menyajikan sebuah teori bahwa Phobos perlahan-lahan hancur berantakan karena gravitasi Mars, dan bisa tidak ada lagi dalam 30-50 juta tahun yang akan datang. Penelitian ini dipresentasikan pada Meeting of the Division of Planetary Sciences di American Astronomical Society.
      Para peneliti menganggap bahwa adanya alur linear panjang di permukaan bulan adalah indikasi bahwa bulan secara perlahan akan luruh. Teori sebelumnya menyatakan bahwa garis tersebut disebabkan oleh meteorit besar yang menghantam permukaan bulan.
      Sekarang, para ilmuwan meyakini bahwa Phobos tidak padat, melainkan tumpukan puing dilapisi dengan lapisan tebal debu yang membuatnya tampak padat. Dalam beberapa juta tahun ke depan, bulan bisa saja hancur lebur tak bersisa.
      Phobos hanya mengorbit sekitar 3.700 mil di atas permukaan Mars. Itu lebih dekat daripada bulan lainnya di tata surya, dan menyebabkan Phobos tertarik 6 kaki lebih dekat ke permukaan Mars setiap abadnya. Sebagai perbandingan, bulan Bumi, yang padat, adalah 238.900 mil jauhnya.
      Tentu saja, satu-satunya cara untuk benar-benar memastikan apa yang terjadi dengan Phobos yaitu dengan melihat lebih dekat. Rusia berusaha untuk mengirim sebuah pesawat luar angkasa untuk Phobos pada tahun 2011, tetapi pesawat ruang angkasa Phobos-Grunt tak pernah meninggalkan orbit Bumi. Jepang berencana untuk meluncurkan pesawat luar angkasa ke Phobos sekitar 2022. Jika semua berjalan dengan baik, kita mungkin mendapatkan pemandangan Phobos lebih baik sebelum ia memenuhi kematian utamanya.
    • By Roijuliop
      Gambar-gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter memperlihatkan bahwa selokan-selokan panjang pada kawah dan lereng, kemungkinan dibentuk oleh air asin yang mengalir di permukaannya hingga sekarang.
       






×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy