Jump to content

Ternyata! Anjing Ngerti Emosi Manusia


Recommended Posts

anjing.thumb.jpg.5c713fb083c908b1255d3f4

Banyak pemilik anjing percaya hewan peliharaan mereka bisa menangkap suasana hati. Kali ini para ilmuwan sekali lagi menunjukkan bahwa hewan yang sering disebut "teman baik manusia" itu dapat mengenali emosi manusia.

Para peneliti menemukan bahwa dengan menggabungkan informasi dari indera-indera yang berbeda, anjing membentuk representasi mental abstrak untuk mengetahui emosi positif dan negatif pada manusia.

Penelitian sebelumnya menunjukkan anjing dapat membedakan antara emosi manusia dari tanda-tanda seperti ekspresi wajah. Tapi ini tidak sama dengan pengakuan emosional, menurut Dr Kun Guo, dari School of Psychology di University of Lincoln, Inggris.

"Ini adalah eksperimen empiris pertama yang menunjukkan anjing dapat mengintegrasikan masukkan visual dan ucapan untuk memahami atau membedakan emosi manusia," kata Kun seperti dikutip dari Reuters.

Percobaan untuk mengetahui hal tersebut dilakukan oleh tim ahli perilaku dan psikologi hewan di University of Lincoln dan University of Sao Paulo, Brasil.

Mereka menguji ini ke 17 anjing domestik yang tidak terlatih. Anjing-anjing itu diberi suara dan gambar (foto) yang menyampaikan emosi positif maupun negatif dari manusia maupun anjing.

Para ahli yang melakukan studi ini mengklaim anjing-anjing tersebut tidak terbiasa dengan prosedur, asing dengan kondisi manusia, dan asing pula dengan vokal atau ekspresi wajah manusia.

"Kami memakai bahasa Portugis kepada anjing yang berasal dari Inggris sehingga mereka tak terbiasa dengan kata-kata yang didengar, mereka tidak akrab dengan kata-kata. Kami ingin melihat apakah anjing bisa menilai konten emosional dari suara manusia dan apakah mereka benar-benar akan membedakan informasi emosional dalam diri mereka," jelas Natalia De Souza Albuquerque, seorang mahasiswa PhD bidang psikologi eksperimental.

Hasilnya, seperti yang dipublikasikan di jurnal Biology Letters The Royal Society Publishing, bahwa anjing menghabiskan waktu lebih lama melihat ekspresi wajah yang cocok dengan kondisi emosional vokal manusia.

"Yang kami temukan, ketika anjing mendengar suara positif, mereka akan melihat lebih lama gambar ekspresi positif baik dari anjing maupun manusia. Dan ketika mendengar suara negatif mereka akan melihat ke gambar negatif, seperti wajah marah," tutur De Souza.

Studi ini menunjukkan bahwa anjing bisa mengintegrasikan dua sumber yang berbeda dari informasi sensorik menjadi persepsi emosi dari manusia. Para ahli berkata, para anjing berarti punya kategorisasi emosional.

Di antara kelompok hewan, ini adalah kemampuan kognitif yang sebelumnya hanya dibuktikan pada primata.

Para peneliti percaya kemampuan untuk menggabungkan isyarat emosional mungkin melekat pada anjing sebagai spesies yang sangat sosial.

Selanjutnya, Dr Kun Guo hendak melakukan eksperimen untuk lebih memahami bagaimana anjing mengurai emosi manusia dari caranya melihat, memahami, dan menanggapi emosi. "Jika kita bisa memahami hal ini, kita tentu bisa memahami anjing lebi baik," tutupnya.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By PusatInformasi
      Selain cerdas, anjing juga dikenal sebagai anjing yang mudah dilatih dan patuh pada perintah.
      Inilah sebabnya, anjing sering digunakan untuk membantu tugas manusia.
      Seperti menjadi service dog, maupun anjing polisi yang membantu polisi dalam melakukan berbagai tugas.
      Kita juga bisa, lo, melatih anjing peliharaan di rumah agar mematuhi beberapa perintah dasar. Biasanya, pelatihan anjing akan dimulai saat usianya masih anak-anak.
      Alasannya, anjing yang masih berusia anak-anak akan lebih mudah dilatih dibandingkan dengan anjing dewasa.
      Meski anjing dikenal sebagai hewan penurut, ternyata ada usia di mana anjing tidak patuh pada perintah yang diberikan pemilik maupun pelatihnya.
      Akibatnya, anjing akan dinilai sebagai anjing yang tidak penurut, nih.
      Ketahui, yuk, pada usia berapa anjing sulit mematuhi perintah!
      Anjing Juga Bisa Tidak Menuruti Perintah yang Diberikan
      Ada beberapa perintah dasar yang biasanya dilatih oleh pemilik anjing ke anjing peliharaannya.
      Misalnya seperti duduk, berguling, atau bersalaman.
      Kalau anjing terus dilatih untuk melakukan perintah sederhana ini, mereka bisa dengan mudah melakukannya.
      Namun ternyata anjing juga punya masa atau usia di mana mereka tidak menuruti perintah yang diberikan oleh pemilik atau pelatihnya.
      Tidak seperti biasanya, anjing akan menjadi lebih lambat saat diberi perintah, bahkan kadang tidak mau melakukan perintah itu.
      Hal ini ternyata dialami oleh anjing yang memasuki masa pubertas, yaitu peralihan dari usia anak-anak ke usia remaja.
      Mulai Usia Delapan Bulan Anjing Sulit Melaksanakan Perintah
      Apakah teman-teman punya anjing yang usianya belum genap satu tahun atau 12 bulan?
      Nah, penelitian menunjukkan kalau usia di mana anjing tidak patuh adalah saat mereka berusia delapan bulan.
      Dengan melihat perilaku dari 378 anjing yang diteliti, peneliti melihat bahwa anjing sebelum dan sesudah usia delapan bulan lebih patuh pada perintah yang diberikan oleh pemiliknya.
      Namun pada usia delapan bulan, anjing justru tidak patuh pada perintah dari pemiliknya.
      Penelitian dilakukan pada 93 jenis anjing berusia delaoan bulan dengan jenis yang berbeda dan diberikan perintah sederhana untuk duduk.
      Hasilnya, mereka melakukan perintah dengan lebih lambat, dibandingkan anjing yang berusia lima bulan.
      Namun hal ini tidak ditunjukkan saat perintah diberikan oleh orang asing.
      Ini artinya, anjing yang berusia delapan bulan akan mematuhi perintah yang diberikan oleh orang orang dibandingkan pemiliknya.
      Fase Anjing yang Tidak Penurut Penting Bagi Perkembangannya
      Banyak yang mengatakan bahwa anjing yang tidak penurut adalah anjing yang bandel atau nakal.
      Wah, padahal fase atau masa ini justru penting bagi anjing dan pemiliknya.
      Dengan menunjukkan sikap yang tidak patuh, menandakan bahwa hewan seperti anjing juga punya tingkat stres.
      Ketidakpatuhan anjing bisa saja disebabkan oleh rasa stres pada pemilik maupun pada pelatihnya.
      Inilah sebabnya, penting bagi teman-teman yang memelihara anjing untuk memahami kondisi peliharaan kita.
      Meski mereka tidak patuh pada perintah, anjing peliharaan tidak sebaiknya dihukum.
      Hukuman yang diberikan ternyata akan membuat mereka lebih stres, teman-teman.
      Banyak Anjing yang Ditelantarkan di Usia Delapan Bulan
      Rata-rata, anjing akan mencapai usia bisa mematuhi perintah saat berumur lima hingga delapan bulan.
      Namun saat berusia delapan bulan, anjing akan sulit menaati perintah.
      Hal ini membuat anjing dianggap sebagai anjing yang nakal, bandel, dan sudah tidak lagi lucu seperti saat masih anak anjing.
      Akibatnya, banyak anjing yang ditelantarkan, dibuang, atau diberikan ke penampungan pada usia delapan bulan.
      Sebabnya, pemilik menganggap anjing sudah sulit dilatih dan sulit menanganinya.
      Nah, dengan mengetahui usia di mana anjing mengalami masa tidak menurut, maka hal ini menjadi penting.
      Dengan begitu, kita bisa tahu bahwa hewan juga bisa mengalami stres dengan menunjukkan berbagai sifat.
      Selain itu, pemilik hewan juga memiliki cara untuk memgatasinya.
    • By Silvia_caroline
      Bagi pencinta kucing sejati, salah satu perasaan terbaik di dunia adalah ketika kucingmu duduk di pangkuanmu dan menekan-nekan tubuhmu dengan dua kaki depannya. Seringkah kamu mengalaminya?
      Perilaku ini disebut meremas. Ada alasan yang meluluhkan hati mengapa hal ini adalah bagian spesial dari hubunganmu dengan kucingmu.
      Perilaku meremas sesungguhnya sudah dimulai sejak anak kucing lahir. Ketika itu, fungsinya adalah untuk merangsang produksi susu di kelenjar susu ibu. Namun setelah melalui fase anak-anak, perilaku meremas kepadamu bukan berarti kucing mencoba membuatmu menghasilkan susu.
      Ketika meremasmu, biasanya juga disertai dengan dengkuran khas kucing. Kemudian, diikuti dengan tidur siang bagi si kucing. Kedua perilaku tersebut juga diamati pada anak kucing selama dan setelah menyusui.
      Menurut ASPCA, kucing dewasa tidak saling mengoceh. Mereka hanya “mengoceh” (katakanlah: mengeong) pada manusia, seperti anak kucing yang mengoceh pada ibunya. Jadi, kucingmu memang menganggap kamu sebagai kucing juga--atau tepatnya sebagai orang tua mereka yang aneh dan terlampau besar.
      Sementara menurut situs PetMD yang dikelola dokter hewan, kucing dewasa di alam liar menggunakan cakarnya untuk menginjak dan melembutkan area kecil untuk tidur. "Nenek moyang liar kucing domestik suka berbaring di permukaan yang lembut dan nyaman untuk tidur atau melahirkan anak mereka," catat situs web tersebut.

      Selain itu, karena kucing memiliki kelenjar bau di bantalan kaki mereka, itu artinya mereka menandai kamu atau tempat tidur kamu sebagai ‘properti’ mereka.
      Bahkan, yang perlu kamu tahu, ketika anak kucing dipisahkan dari ibunya sebelum dia sudah siap, dia akan mencoba menyusu pada hal-hal lain, tidak terkecuali bagian tubuh manusia.
      Coba saja kalau kamu memiliki anak kucing dan letakkan di tubuhmu, dia akan mencoba mencari kelenjar susu yang bisa dia isap. Pada akhirnya, ketika seekor kucing yang katakanlah sudah cukup dewasa ‘menguleni’--alias meremas kamu berarti kamu sangat dicintai.
      Jadi, itu adalah salah satu cara spesial kucing menunjukkan cintanya padamu. "Kucing meremas karena mereka merasa sangat dicintai dan nyaman," kata Katie Armor dari MSPCA kepada The Dodo. "Kamu benar-benar harus menganggap itu sebagai pujian!"
    • By JustVideo
      Beruang ini mungkin bisa juga lagi pengen punya anak kali ya ndral. 
       
    • By BincangEdukasi
      Di dunia ini, perempuan atau betina ditakdirkan untuk mengandung dan melahirkan. Namun, hal berbeda dialami kuda laut.
      Kuda laut mengalami hal yang sangat tidak umum di dunia binatang untuk hamil dan melahirkan. Para ahli bahkan tidak memiliki penjelasan mengapa kuda laut melalui pengalaman tersebut meski mereka berteori itu adalah cara kuda laut membantu anak mereka bertahan hidup.
      Meski kuda laut jantan yang mengandung, jangan salah bahwa mereka merupakan hermafrodit atau berkelamin ganda. Pejantan tetap membutuhkan telur yang disuntikkan ke kantong pejantan oleh betina ketika mereka kawin.
      Kantong pejantan tersebut adalah organ yang sangat kompleks yang mampu mengatur suhu, aliran darat, serta salinitas air untuk telur ketika mereka menetas, sehingga bayi-bayi mereka siap dilahirkan di laut.  
      Teori lainnya yang menjelaskan mengapa pejantan yang mengandung adalah agar kuda laut lebih cepat membuat bayi. Sang betina mendepostikan telurnya yang siap dibuahi ketika kawin dengan pejantan sehingga mereka bisa membuat lebih banyak telur. Jadi ketika pejantan hamil, para betina memproduksi sel telur. Hal tersebut dilakukan agar ketika pejantan melahirkan, mereka siap disuntik telur lagi dan bisa hamil. Ini menghemat waktu dan energi para betina.
      Menurut para ahli, ini adalah acara kuda laut untuk membagi beban. Membuat telur adalah hal yang membutuhkan banyak energi sehingga para betina perlu berkonsentrasi penuh. Sementara itu, para jantan mampu menyediakan “rumah” untuk bayi mereka.
      Menariknya, rumah tersebut bisa dihuni lebih dari seribu bayi pada saat yang sama. Namun, hanya sekira lima dari mereka yang bertahan hidup hingga dewasa. Bayi-bayi tersebut sangat kecil dan tak bisa memakan plankton yang sama dengan orangtua mereka sehingga pilihan mereka sangat sedikit. Saking kecilnya, mereka juga terbawa arus laut dan terpelanting terkena batu.
    • By Aladin
      Artificial intellegence (AI) atau kecerdasan buatan belakangan ini santer dikembangkan di bidang teknologi. Saking canggihnya, menurut seorang pakar, manusia bisa saja nantinya menikah dengan robot.
      Pakar AI Dr. David Levy percaya bahwa dalam waktu 30 tahun mendatang atau lebih, manusia sebenarnya bisa saja menikahi robot. Hal ini diungkapkan Levy pada acara di London.
      "Kami dipaksa untuk merenungkan apa hubungan manusia-robot akan menjadi seperti satu atau dua generasi dari sekarang. Cinta dan seks dengan robot menjadi lebih umum, kita harus berhadapan dengan kemungkinan nyata pernikahan dengan robot," katanya.
      Ketika robot yang cukup mirip dengan manusia cukup menarik secara sosial, ke titik di mana mereka bisa bertindak sebagai rekan kita, mengapa tidak memperpanjang persahabatan ke pernikahan jika tidak ada pihak yang menentang ide itu?" tambahnya.
      Sebagaimana diketahui, ada perusahaan yang sudah mengembangkan robot untuk seks. Belum lagi robot sekarang sudah bisa mengambil alih pekerjaan yang biasa manusia lakukan, misalnya pekerjaan di pabrik-pabrik.
×
×
  • Create New...