Jump to content
qbonk

Balon Internet Google Diterbangkan Indosat Ooredoo

Recommended Posts

Google.jpg.d81bf5a482cf72881f3c4ac307409

Indosat Ooredoo mengaku sudah menerbangkan balon Internet Google untuk melakukan uji coba kelayakan.

"Project Loon sekarang sedang kita uji di daerah-daerah jangkauan kita, seperti Sulawesi dan Kalimantan. Sejauh ini bagus, tapi masih banyak skenario yang dilakukan hingga testing selesai pada Agustus 2016," kata Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo.

Uji coba yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo untuk Project Loon sendiri sudah berlangsung sejak Januari 2016. Hingga saat ini, namun Indosat Ooredoo mengaku belum mau membeberkan bagaimana hasilnya sejauh ini.

Penujiannya sendiri dijadwalka berlangsung hingga Agustus 2016, dan jika tidak halangan bukan tidak mungkin balon Internet itu akan mulai dikomersilkan sebagai layanan LTE di daerah terpencil.

"Target testing sukses, kalau komersial masuk akal, kita bisa memberikan layanan LTE tanpa putus," lanjutnya.

Selain Indosat Ooredoo, balon Internet Google juga akan diuji oleh Telkomsel dan XL Axiata. Tujuan ketiganya sama, yakni menyebarkan Internet berbasis LTE di pelosok Indonesia.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By h3ro_pmpg
      Beberapa tahun lalu, Google berencana untuk meluncurkan teknologi masa depan yang canggih. Salah satunya, Project Jacquard yang bertujuan menambahkan fitur-fitur pintar pada pakaian yang memberikan pengguna kemampuan untuk melakukan berbagai tugas di perangkat mereka dengan hanya menyentuh pakaian mereka.
      Untuk menciptakan itu Google bekerjasama dengan Levi meluncurkan jaket pintar pertama pada akhir 2017. Menariknya, kali ini giliran Apple yang akan membuat kain pintar.
      Paten ini telah diajukan Apple sejak 2016. Satu-satunya petunjuk adalah gambar yang menunjukkan potensi desain kain sedemikian rupa yang membuat Apple menerapkannya pada perangkat dan aksesori pintar di masa depan.
      Namun, seperti yang ditunjukkan Dwell, ini bukan paten terkait kain pertama Apple. Apple telah mengajukan beberapa paten lain selama bertahun-tahun yang berkaitan dengan membawa fitur-fitur pintar ke dalam sebuah rancangan.
      Kain pintar dapat berisi berbagai komponen yang akan ditemukan di perangkat pintar, termasuk serat optik, nanoelektronika, dan pewarna termokromik, yang akan tertanam dalam benang dan benang konduktif atau semikonduktif. Kain cerdas akan mampu merespons tekanan dan sentuhan serta mendeteksi perubahan lingkungan.

      Meskipun Apple tidak diharapkan untuk memulai lini pakaiannya sendiri, kain tersebut dapat digunakan dalam aksesori yang menargetkan produk-produknya, termasuk iPhone, iPad, Apple Watch, Mac, dan Apple TV.
      Sebuah paten berbeda yang ditemukan Patently Apple pada pertengahan Desember menggambarkan teknologi tersebut untuk remote Apple TV berbasis kain. Kain akan dapat menanggapi input dari pengguna dan mengirimkan kontrol tersebut ke peralatan.
      Masih belum diketahui kapan Apple akan meluncurkan aksesoris atau produk baru yang terbuat dari smart fabric. Akan tetapi meningkatnya jumlah paten untuk kain cerdas menunjukkan bahwa Apple tertarik untuk menghadirkan fitur-fitur pintar pada fabric di masa depan.
    • By Tania
      Pasien penderita penyakit komplikasi yang lama terbaring di rumah sakit tak jarang membuat harapan untuk kembali sembuh kian tipis. Tak jarang dokter tak mampu berbuat banyak, lantaran kondisi pasien yang sudah di penghujung kematian.
      Dalam kondisi ini, Google mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk memprediksi waktu kematian seseorang.
      Algoritme Google membaca 175.639 poin data dari seorang pasien pengidap kanker payudara stadium lanjut. Penyakit ini membuat cairan memenuhi paru-paru dan organ vital lainnya sehingga dokter memperkirakan ia hanya memiliki peluang hidup sebesar 9,3 persen.
      Sebaliknya, algoritme Google justru memperkirakan harapan hidup sedikit lebih besar. Dari data yang diperoleh, Google memperkirakan peluang kematian perempuan itu mencapai 19,9 persen. Meski beberapa hari kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia.
      Belajar dari kasus tersebut, Google mengembangkan alat untuk memperkirakan peluang hidup pasien, termasuk berapa lama ia harus dirawat di rumah sakit, hingga kemungkinan pasien perlu dirawat kembali, dan waktu meninggal yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
      Kecerdasan buatan ini mengolah semua informasi dan menghasilkan prediksi, jauh lebih cepat dan akurat dari teknik-teknik yang telah ada sebelumnya. Algoritme Google bahkan menunjukkan data mana yang akan berujung pada penarikan konklusi.
      Nigam Shah, profesor dari Stanford University sekaligus salah satu penulis dalam riset ini menyebut metode yang ada sekarang menghabiskan 80 persen waktu untuk membuat data laik saji. Sementara pendekatan yang digunakan Google justru menghindari hal tersebut.
      Kemampuan Google dalam menyaring data, termasuk catatan yang terkubur dalam dokumen dan grafik lama tak dipungkiri membuat rumah sakit, dokter dan penyedia layanan kesehatan kagum. Mengingat sejauh ini lembaga kesehatan telah berupaya bertahun-tahun untuk menggunakan rekam jejak kesehatan dan data pasien untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.
      Jeff Dean, kepala bagian kecerdasan buatan Google kepada Bloomberg mengatakan tahap berikutnya yang akan ditempu yakni mengintegrasikan sistem yang memprediksi gejala penyakit ke klinik-klinik. Ia menyebut tingkat akurasi prediksi penyakit diharapkan bisa menjadi harapan dan alarm.
      "Mereka memahami masalah apa yang perlu segera dicarikan solusinya. Sejauh mereka (Google) telah melakukan cukup eksperimen kecil untuk mengetahui hasil yang berbeda-beda dari setiap pengujian," ungkap Jeff.
      Ia berharap kecerdasan buatan ini mampu mengarahkan para dokter kepada pengobatan tertentu dan membantu mendiagnosa penyakit pasien dengan lebih tepat.
    • By purwa_weheb
      Google sebagai mesin pencari menyediakan alat khusus untuk membantu blogger dalam mengelola blog miliknya, salah satu alat blogger yang sangat penomenal dan wajib untuk digunakan adalah google webmaster tool (GWT) atau sekarang dikenal juga sebagai google search console (GSC), alat ini sangat bermanfaat sekali untuk para pengelola blog karena dengan alat ini mereka dapat selalu memonitor blog yang dikelolanya terutama yang berkaitan dengan interaksi robot mesin pencari terhadap halaman blog sehingga performa blog akan terkontrol dan selalu tetap terjaga dengan baik.
      Selain memiliki manfaat dapat memberikan informasi lengkap mengenai interaksi robot mesin pencari terhadap halaman blog, webmaster tool juga dilengkapi dengan alat bantu (fitur khusus) yang dapat mempercepat pengindekan halaman blog, alat ini dapat membantu pengelola blog dalam mempercepat index blog oleh mesin pencari google, sehingga blog lebih cepat dan lebih mudah dikenali oleh mesin pencari google, sehingga blog akan memiliki potensi ditemukan di hasil pencarian google dengan kata kunci yang dianggap relevan.
      Fitur khusus yang disediakan oleh webmaster tool untuk mempercepat pengindexan blog oleh mesin pencari google dikenal dengan nama fetch as google atau ambil sebagai google, cara kerja alat ini sangat sederhana, anda tinggal memasukan url halaman blog yang ingin diindex oleh google, lalu tinggal klik saja tombol fetch yang tersedia, maka dalam waktu singkat halaman blog tersebut akan diindex, waktu pengindexanpun relatif tidak terlalu lama sangat tergantung sekali dengan kondisi blog dan juga panjang-pendeknya artikel, jika kondisi blog dari mulai template dan juga artikel dianggap baik maka fetch biasanya akan sangat cepat.
      Kapan fetch as google digunakan?
      Jika anda blogger pemula anda mungkin bertanya-tanya kapan kita harus menggunakan fetch as google, tidak ada penjelasan spesifik dari google, namun jika kita lihat dari fungsinya, karena alat bantu ini untuk membantu pengindekan halaman blog lebih cepat, maka fetch as google ini sangat cocok digunakan untuk mengindek artikel-artikel yang baru di terbitkan.

      Jadi setiap kali anda selesai menerbitkan artikel, maka url artikel baru blog anda (permalink) harus di fetch as google, sehingga artikel tersebut akan lebih mudah ditemuan oleh mesin pencari google. oh ya anda juga harus tau cara fetch itu seperti apa, karena jika salah bisa terjadi error.
      Dengan melakukan fetch as google maka secara tidak langsung kita menginformasikan pada mesin pencari google bahwa di blog kita ada artikel baru yang siap untuk direcarwl ulang untuk diindek, dengan begitu mesin pencari tidak perlu menunggu jadwal recrawl untuk blog kita, sehingga halaman blog baru yang baru kita publish akan lebih cepat diindek dan dikenali oleh mesin pencari.
      Perbadaan Fetch dan Fetch and Render pada webmaster tools.
      Pada fitur fetch as google atau ambil sebagai google ada 2 tombol yang bisa dipilih yaitu, tombol fetch dan tombol fetch and renderer, kedua tombol tersebut sepertinya berbeda dari segi fungsi, menurut pernyataan resmi google yang disajikan di dalam sebuah artikel, kedua fungsi tersebut ternyata memang memiliki perbedaan, adapun perbedaan atara fetch dan fetch anda renderer adalah sebagai berikut:
      1. Fetch (ambil)
      Tombol Fetch pada fasilitas fetch as google bertujuan untuk memberitahu google bahwa ada halaman yang harus di recarwl ulang untuk selanjutnya diindex oleh google, fetch hanya akan mengindek url blog saja dan tidak akan melakukan pemeriksaan terhadap fungsi-fungsi sumber daya seperti gambar atau video, sehingga prosesnya relatif sangat cepat.

      Hasil fetch biasanya akan dilaporkan oleh wemaster tool apakah gagal atau berhasil, dan jika berhasil google webmaster tool akan menyajikan laporan bagaimana robot mesin pencari mengindek halaman blog tersebut serta kita juga bisa melihat bagian-bagian dari halaman blog yang tidak diindek atau di tolak oleh robot.
      2. Fetch and renderer (ambil dan render)
      Fetch as renderer tidak jauh berbeda dengan fetch namun selain melakukan indek pada halaman blog, melalui fetch as renderer secara tidak langsung mengintruksikan robot mesin pencari untuk memeriksa halaman blog secara menyeluruh termasuk sumber daya yang menyusun halaman blog tersebut seperti css, java script gambar maupun video.

      Webaster tool akan menyajikan laporan hasil fetch dan renderer yang bisa juga dilihat dalam bentuk tampilan halaman blog yang bisa dilihat oleh pengelola situs, sehingga pengelola atau pemilik situs bisa melihat perbedaan antara tampilan yang dapat dikenali oleh robot mesin pencari dengan tampilan blog sebenarnya, jika hasilnya relatif sama maka itu artinya tidak ada masalah pada halaman blog anda, artinya bagian-bagian penting pada blog anda dapat direcarl, dikenali dan diindek oleh robot mesin pencari google dengan baik.
      Mana yang harus dipilih Fetch atau Fetch anda renderer, mana yang lebih baik?
      Ada sebuah pertanyaan, jadi mana yang sebaiknya dipilih fetch atau fetch and renderer?, sebenarnya kedua-duanya bisa digunakan tergantung dari informasi apa yang ingin anda kethui dari hasil fetch tersebut, karena dari segi fungsi keduanya sama-sama untuk membantu halaman blog baru agar lebih cepat dikenali oleh mesin pencari.
      Pilih fetch jika anda ingin mengindek halaman artikel yang baru anda publish atau halaman artikel yang anda modifikasi isinya, fetch akan lebih cepat prosesnya.
      Namun jika anda melakukan perubahan pada struktur template atau tampilan halaman sebaiknya anda pilih fetch and renderer agar perubahan pada halaman tersebut dapat dikenali oleh robot mesin pencari secara keseluruhan dan anda bisa memastkan bahwa halaman bisa diindex dengan baik melalui rererensi laporan webmaster tool dari hasil fetch and renderer yang anda lakukan.
      Mengenali laporan status hasil Fetch As google
      Setelah fetch as google dilakukan baik memilih fetch maupun fetch and renderer maka webmaster tool akan memberikan laporan hasil fetch as google yang anda lakukan, berikut adalah beberapa status laporan yang mungkin terjadi dari proses fetch as google:
      1. Complete (Selesai):
      Status laporan yang pertama yang munkin terjadi adalah complete atau selesai, status ini artinya adalah google berhasil menghubungi situs dan merayapi halaman blog/ situs  Anda, serta dapat memperoleh semua sumber daya yang dirujuk oleh laman.
      Untuk melihat laporan detailnya ada bosa mengklik pada url yang anda masukan tersebut, klik saja pada baris pada tabel untuk melihat detail selengkapnya tentang hasil fetch.
      2. Parsial (sebagian): 
      Status yang kedua yang mungkin dilaporkan adalah parsial atau sebagaian, ini artinya bahwa google mendapat tanggapan dari situs atau blog Anda dan mengambil URL-nya, namun tidak dapat memperoleh semua sumber daya yang dirujuk oleh laman karena diblokir oleh file robots.txt. Jika ini hanya pengambilan, lakukan pengambilan dan perenderan. Periksa laman yang dirender untuk melihat apakah ada sumber daya signifikan yang diblokir yang dapat mencegah Google menganalisis arti laman dengan semestinya.
      Jika sumber daya yang signifikan diblokir, bebaskan sumber daya di file robots.txt yang Anda miliki. Untuk sumber daya yang diblokir oleh file robots.txt yang bukan milik Anda, hubungi pemilik situs sumber daya dan minta mereka untuk membebaskan sumber daya tersebut bagi Googlebot. Lihat daftar deskripsi kesalahan pengambilan sumber daya.
      3. Redirected atau dialihkan: 
      Pngalihan biasanya ini terjadi jika alamat situs anda memiliki 2 format domain yang berbeda, misalnya domain dengan www dan tanpa www atau domain dengan https atau http, status redirected atau dialihkan bisa muncul jika alamat url yang anda fetc tidak sesuai dengan format alamat url yang anda gunakan.
      Misal jika di dalam blog anda URL yang dipakai adalah tanpa www dengan protokol http seperti misal http://strukturkode.blogspot.com, dan meskipun diakses dengan www. tetap mengatah ke alamat url tersebut, maka anda harus mendaftarkan situs anda tanpa menggunakan www. jika yang anda masukan adalah yang menggunakan www misal (http://www.strukturkode.blogspot.com), ketika anda melakukan fetch as google biasanya akan terjadi status redirected dialihkan, karena webmaster tool hanya mengenali url utama blog yang anda gunakan yaitu yang tanpa www, jadi jika bisa sebaiknya yang didaftarkan di webmster tool adalah url yang anda gunakan meskipun url blog anda dapat diakses menggunakan url seragam lainnya. misal bisa diakses dengan https://.... bisa diakses menggunakan www dan tanpa www. tetap yang anda daftarkan adalah alamat yang anda gunakan.
      Apa yang saya gunakan Fetch atau Fetch anda renderer?
      Terus terang saja, saya pribadi jarang menggunakan fetch as google baik itu fetch maupun fetch and renderer, kecuali jika ada perubahan pada isi artikel yang sudah lama, saya suka melakukan fetch atau jika ada perubahan pada struktur template saya suka melakukan fetch and renderer.
      Namun khusus untuk artikel blog baru yang baru dipublish, saya biasanya selalu memilih menggunakan submit URL. namun anda harus login terlebih dahulu ke email anda.
      Submit url sebenarnya tidak jauh berbeda dengan fetch as google, namun lebih sederhana dan anda tidak bisa melihat laporan hasil submit tersebut.
    • By astro
      Sejumlah perusahaan jaringan dilaporkan tengah bekerja sama untuk menghadirkan layanan 4G di Bulan. Proyek ini dimulai oleh Vodafone yang bekerja sama dengan Nokia untuk mendukung misi dari PTScientist (Part Time Scientist).
      Sekadar informasi, PTScientist merupakan perusahaan penjelajahan luar angkasa asal Jerman yang tengah menggodok misi penjelajahan ke Bulan. Perusahaan tersebut bakal menjalankan misi ini dengan berkolaborasi bersama Audi untuk membuat rover penjelajah.
      Nantinya, Vodafone dan Nokia akan bekerja sama untuk menyediakan jaringan untuk mendukung misi tersebut. Dikutip dari Engadget, Jumat (2/3/2018), base station Vodafone akan menyediakan jalur komunikasi antara rover di Bulan dengan Bumi.
      Jalur komunikasi itu akan digunakan untuk mengirimkan pencitraan termasuk video dari Bulan. Jaringan 4G ini akan memakai frekuensi 1.800MHz untuk mengirimkan video HD ke Autonomous Landing and Navigation Module (ALINA), yang terhubung ke PT Scientist.
      Sementara, Nokia akan menyediakan perangkat jaringan dengan kualitas luar angkasa yang dibuat sangat ringan. Rencananya, bobot perangkat ini tak lebih dari 1 kg.
      4G sendiri dipilih karena dianggap lebih efisien ketimbang radio analog. Selain itu, jaringan ini memungkinkan terjadinya proses transfer data dalam kapasitas besar. 
      Menurut CTO Nokia, Marcus Weldon, dukungan misi penting tak hanya dari sisi akademis, tetapi juga industri terkait penelitian tentang Bulan. Karena itu, misi yang direncanakan meluncur pada 2019 ini memiliki potensi yang sangat besar.
      Rencana PTScientist
      Rencana PTScientist untuk melakukan misi ke bulan sebenarnya sudah dicanangkan sejak tahun lalu. Mereka menciptakan infrastruktur telekomunikasi yang nantinya memudahkan astronot bisa melakukan panggilan telepon dari bulan ke bumi.
      PTScientist yang juga sempat menciptakan wahana moon rover untuk Google Lunar XPrize ini memang menuturkan akan mengandalkan teknologi 4G LTE, yakni jaringan yang kini tengah digunakan oleh operator telekomunikasi di seluruh dunia
      "Kami bekerja sama dengan Vodafone untuk menyediakan base station LTE di bulan," kata Karsten Becker, pemimpin pengembangan perangkat elektronik PTScientist seperti dilansir Space.
      Rencananya, PTScientist akan memulai uji coba perdana dengan meluncurkan pesawat luar angkasa (spacecraft) Falcon 9 dengan dua wahana rover dalam orbit berjarak 26.000 mil.
      "Dari situ, ia akan melakukan landing ke bulan dan mengeluarkan dua wahana rover yang akan 'berkomunikasi' ke base station LTE kami," jelas Becker.
      Misi ke Bulan

      Untuk informasi, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara dan perusahaan memang menjadikan Bulan sebagai tujuan penjelajahan. Salah satu negara yang dilaporkan akan mengirimkan manusia ke Bulan adalah Jepang. 
      Rencana perjalanan ke bulan ini terungkap dari sebuah proposal milik Badan Antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).
      Proposal yang dikirimkan ke Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Pengetahuan, dan Teknologi Jepang, ini berisikan tentang rencana dan misi eksplorasi manusia ke bulan.
      Sementara, prediksi para peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA, European Space Agency) menyebut akan bisa menghuni Bulan dalam kurun waktu 23 tahun lagi, tepatnya pada 2040.
      Kira-kira, pada waktu tersebut akan ada sekitar 100 orang yang akan memiliki hunian permanen di Bulan. Konsep hunian di Bulan ini dicetuskan oleh pimpinan peneliti ESA untuk Bulan, Bernard Foing. 
    • By thepowerofwindows
      ZTE menjadi perusahaan pertama yang merilis smartphone Android Go murah di pasar Amerika Serikat, dan harganya hanya US$ 80 (sekitar Rp 1 juta).
      Smartphone ZTE Tempo Go memiliki layar 5 inci dengan resolusi 480 x 854 piksel, bezelnya masih cukup tebal, hanya memiliki RAM sebesar 1 GB, dan penyimpanan 8 GB.
      Lewat situs resminya, dijelaskan bahwa smartphone ini tidak mendukung dua kartu SIM atau jaringan 4G. Sementara, kapasitas kartu memorinya hanya dapat mendukung sampai 32 GB.
      Kamera belakangnya bahkan cuma memiliki resolusi 5MP yang sudah dilengkapi LED Flash, sementara kamera di depan memilki resolusi 2MP.
      Untuk dapur pacunya didukung Snapdragon 210, dan berjalan di atas sistem Android 8.0 Oreo. Baterainya sendiri berkapasitas 2200 mAh.
      Memang, Android Go lebih ditargetkan untuk negara-negara yang tidak memiliki ekonomi kuat, dan tidak bisa membeli smartphone Rp 2 jutaan.
      Pada smartphone ini banyak aplikasi beredisi Go yang sistemnya lebih sederhana karena Google memangkas fitur-fitur di aplikasi yang tak dianggap berguna di pasar Android Go.
      Pemakaian data juga akan lebih hemat lewat Android Go, misalnya lewat YouTube Go akan diberikan keterangan data untuk mengunggah video sehingga pengguna bisa memilih video yang tidak memakan banyak data.
      Dengan fitur itu diharapkan pengguna Android Go dari pasar ekonomi rendah dapat terbantu apabila di daerah mereka harga data masih mahal.
      Ada Enam Tipe
      Google menyiapkan enam jenis Android Go yaitu Alcatel 1X, Nokia 1, Gm8 Go, Huawei, Lava Z50, Micromax Bharat Go, dan ZTE Tempo Go.
      Peluncuran Android Go pertama kali diumumkan Google pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2018 di Barcelona, Spanyol.
      Android Go termasuk dalam program Android Oreo, sehingga secara resmi namanya Android Oreo (Go Edition).
      Nokia 1 Sudah Rilis

      Nokia 1 yang merupakan Android Go sudah lebih dulu hadir dengan MediaTek MT6737M dan RAM 1GB. Memiliki layar berukuran 4,5 inci, smartphone ini memiliki memori internal 8GB yang dapat diperbesar dengan kartu microSD hingga 128GB.
      Urusan fotografi diserahkan pada kamera utama 5 megapiksel yang sudah didukung LED Flash. Sementara untuk keperluan selfie, Nokia 1 ditopang oleh kamera depan beresolusi 2 megapiksel.
      Smartphone ini juga sudah mendukung Bluetooth v4.2, GPS/A-GPS, FM Radio, Micro-USB, dan jack audio 3,5mm. Dengan baterai berkapasitas 2.150mAh, smartphone ini disebut mampu bertahan hingga 15 hari dalam keadaan standby.
      Lewat smartphone ini, HMD Global kembali menawarkan unsur nostalgia bagi pengguna ponsel Nokia lawas. Sebab, cover Nokia 1 dapat dibongkar pasang sesuai keingingan pengguna atau lebih dikenal dengan nama Xpress-on cover.
      Sekadar informasi, Xpress-on cover sempat menjadi ciri khas ponsel Nokia pada masa keemasannya. Diperkenalkan di Nokia 5110 pada 1998, pengguna dapat dengan mudah mengganti cover ponsel miliknya sesuai keinginan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy