Jump to content

Memulai Pacaran Baru tanpa Bikin Anak Cemburu


Recommended Posts

kencan.jpg.d117c4c1e243e07c132ebd726d880

Perceraian membuat sosok yang sangat dibutuhkan dalam rumah tangga hilang. Sebagai seorang wanita, pasti Anda juga membutuhkan sosok seorang pria.

Kencan dengan adanya anak-anak bisa sangat rumit. Anda tidak ingin mengambil risiko membuat kesalahan yang akan merusak hubungan dengan anak-anak. Agar tak terjadi hal yang seperti itu, Anda bisa melakukan dua hal berikut ini.

Secara perlahan memperkenalkan

Ketika Anda memulai kencan baru, sebagai orangtua akan selalu ada rasa takut bahwa Anda akan terlalu cepat memperkenalkan orang baru di kehidupan mereka. Ketakutan lainnya adalah ketika anak-anak tak bisa menerima sosok kekasih sebagai pengganti ayahnya dalam jangka panjang. Itu semua wajar. Anda dapat mengenalkan ‘orang asing’ yang Anda sayangi dengan perlahan, bila tetap tak bisa diterima itu adalah risiko.

Memprediksi reaksi dan perhatikan perilakunya

Anda pasti ingin memastikan kata hati Anda bisa berjalan sebagaimana mestinya, tetapi kebutuhan dan perasaan anak juga penting untuk diperhatikan. Beberapa anak mungkin dapat menerima orang baru dengan mudah, namun bagaimana bila itu tak berlaku dengan anak-anak Anda? Ada berbagai sisi positif dan negatif, sisi positifnya Anda dapat menilai pria yang Anda pilih layak atau tidak dari anak-anak. Sisi negatifnya mungkin saja bila Anda merelakan seseorang yang dicintai untuk pergi demi anak-anak Anda akan menyesal di kemudian hari. Be wise, Moms! 

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By BisaJadi
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.
      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      Menurut Daily Mirror pada Kamis (24/5/2019), Audrey Philips (85) menikah dengan Glyn selama 64 tahun.
      Hingga kemudian, suaminya Glyn meninggal pada tahun 2015, dan mengungkapkan kebenaran mengejutkan tentang identitas sebenarnya.
      Audrey awalnya hanya mengenal Glyn sebagai seorang pria dari keluarga insinyur sipil dan suka bermain sepak bola di kawasan setempat.
      Pasangan ini telah memiliki dua anak dan lima cucu serta tiga cicit.
      Sepanjang tahun 40-an, 50-an, hingga 60-an, setelah mereka menikah, suaminya ternyata adalah seorang pekerja pasukan Intelijen Inggris dan bergabung sejak usia 13 tahun.
      Dokumen yang ditemukan Audrey menunjukkan bahwa suaminya adalah mata-mata untuk operasi XX.
      Operasi tersebut adalah proyek kontra-spionasi MI5 yang digunakan oleh Inggris untuk menyiarkan informasi yang salah dan dikirim ke Jerman.
      Surat-surat Glyn mengungkapkan, bahwa dia adalah seorang anak yang dilatih untuk merangkak melalui pipa beton ke penjara untuk berbicara kepada tawanan perang Jerman.
      Lalu Glyn memberi info palsu bahwa pasukan intelijen segera menyelamatkan mereka.
      Misi Glyn belum selesai bahkan setelah ia dan Audrey menikah.
      Kisah mengenai kehidupan Glyn membuat Audrey terkagum-kagum.
      Glyn meninggal 2015 akibat penyakit parkinson, dan pada tahun 2017,
      istrinya menerbitkan kisah hidup suaminya itu ke dalam sebuah buku berjudul "Operation XX And Me: Did I Have A Choice?"

      "Saya tidak penrah memperhatikan bahwa dia sering pergi untuk waktu lama, karena bekerja jauh dari rumah," kata Audrey.
      "Dia menulis ceritanya bahwa salah satu misinya ada di sebuah tempat bernama Portwinkle di Cornwall.
      "Aku tidak percaya ketika aku membaca itu," lanjutnya.
      "Aku bahkan tidak tahu di mana itu Portwingkle berada, aku harus mencarinya," kata Audrey.
      Kisah Glyn menceritakan bagaimana satu-satunya orang yang pernah tahu tentang keterlibatannya dengan Pasukan Intelijen Inggris adalah ayahnya.
      Audrey mengatakan, "butuh waktu tiga tahun setelah dia meninggal untuk membaca kisahnya, dan saya benar-benar heran."
      Dalam kisah Glyn ia menyebut kapten intelijen Inggris yang merekrutnya menjadikannya sebagai salah satu dari 20 anak-anak intelijen dari seluruh negeri.

      Glyn harus menghadiri gimnasium dua kali dalam seminggu, dia belajar bela diri dan dipaksa merangkak melalui pipa beton.
      Sesuatu yang paling mengejutkan bagi Audrey adalah ketika Glyn bertanya pada kaptennya, "apa yang harus saya katakan pada istri?"
      "Saya melihat kebelakang dan berpikir tentang kehidupan macam apa yang dimiliki suami saya, namun dia tetap bertahan dengan saya," kata Audrey.
      "Saya berharap bisa bertanya kepadanya, mengapa saya tidak pernah tahu?" tambahnya.
    • By kotawa
      Tentu tidak ada orang yang menikah dan berharap perceraian. Namun, perceraian bisa datang, tanpa mampu Anda duga dan halangi.
      Berikut ini adalah beberapa sikap dalam pernikahan yang menjadi indikator besar untuk perceraian. Penasaran ndral?
      1. Menunjukkan sarkasme pada pasangan
      Menurut psikologi, sarkasme atau kekejaman bisa dimulai dengan menggunakan bahasa tubuh yang mengejek atau humor bernada negatif. Hal ini bisa menjadi indikator nomor satu dari perceraian atau perpisahan.
      Dalam bentuk apapun, penghinaan tentu sangat beracun bagi sebuah hubungan karena akan menimbulkan rasa jijik. Dan hampir tidak mungkin menyelesaikan masalah ketika ada salah satu pihak yang merasa jijik, bukan?
      Cobalah untuk membangun kesukaan dan kekaguman satu sama lain. Diskusikan kenangan paling bahagia, fokuslah pada bagaimana Anda dan pasangan bisa berakhir bersama, untuk menghindari perceraian.
      2. Mengeluh
      Mengeluh mungkin terdengar bukan masalah besar, namun jika mengeluh dilakukan menggunakan kata-kata kasar, Anda mengikis fondasi dari sebuah hubungan. Keberhasilan dari sebuah hubungan pernikahan adalah bagaimana Anda menunjukkannya pada orang lain.
      Ketika pasangan berada di dalam perspektif yang positif, maka tidak ada orang lain yang akan meragukannya. Namun sebaliknya, jika perspektifnya negatif, orang lain akan melihat hal tersebut apa adanya.
      Cobalah untuk saling bicara satu sama lain. Anda dan pasangan harus berjuang untuk berkomunikasi secara sehat, tidak ada cara lain untuk menangani sebuah hubungan.
      3. Diam
      Sebuah penelitian yang pernah dikutip dalam Journal of Marriage and Family, sikap diam dapat menyebabkan kerusakan di dalam hubungan pernikahan jangka panjang. Ada peningkatan jarak dan keterasingan di sini.
      Ketika marah, cobalah bicara dengan diri sendiri terlebih dahulu. Meluangkan waktu untuk menenangkan diri sendiri selama konflik bukan halangan, selama Anda yakin bisa menyelesaikannya kemudian.
    • By berita_semua
      Sidang proses perceraian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan sang istri, Veronica Tan, bakal digelar perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (31/1/2018) hari ini.
      Humas PN Jakut Jootje Sampaleng mengatakan, sidang tersebut akan dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB.
      “Kami sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada penggugat (Ahok) dan pihak tergugat (Veronica) untuk menghadiri sidang perdana ini,” kata Jootje, Selasa (30/1/2018).
      Ia mengakui belum mengetahui apakah Ahok dan Veronica akan menghadiri persidangan tersebut.
      Namun, ia menjelaskan, Ahok maupun Veronica tidak diwajibkan menghadiri sidang perdana, melainkan cukup diwakili oleh kuasa hukum masing-masing.
      Dalam sidang perdana ini, majelis hakim akan menetapkan waktu mediasi kedua belah pihak. Pada saat mediasi itulah Ahok dan Veronica baru diwajibkan datang.
      Ahok kekinian berada di bilik Rumah Tahanan Mko Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ia harus menjalani hukuman dua tahun penjara karena dianggap bersalah dalam sidang kasus penodaan agama.
      Mabes Polri, Selasa (9/1) awal bulan ini, sudah menegaskan bakal memberikan izin kepada Ahok untuk dikeluarkan sementara dari selnya.
      Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, izin keluar sementara kepada terpidana kasus penodaan agama itu untuk menghadiri mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
      "Bisa (diizinkan keluar penjara), tapi harus menunggu surat permohonan dari pengadilan," kata Kombes Martinus saat itu.
      Ahok, melalui kuasa hukumnya, mengajukan gugatan cerai ke PN Jakut pada 5 Januari 2018. Ahok menunjuk Josefina Agatha Syukur, sebagai kuasa hukumnya dalam persidangan perceraian ini.
      Josefina sendiri mengatakan, sebelum mengambil keputusan cerai, Ahok telah terlebih dahulu bertemu Veronica.
      Setelah pertemuan itu, Ahok memanggil sang adik—Fifi Lety Indra—dan dirinya ke Mako Brimob untuk menyerahkan surat kuasa agar mengurus perceraiannya.
      Dugaan Perselingkuhan
      Alasan Ahok menceraikan istrinya, Veronica Tan, diduga karena perselingkuhan. Isu perselingkuhan itu dipastikan saat mendapatkan surat penjelasan gugatan Ahok, Selasa (9/1/2018).
      Surat itu menunjukkan dugaan orang ketiga yang membuat retaknya rumah tangga Ahok dengan Veronica.
      Dalam surat yang diduga bagian dari gugatan cerai Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu disebutkan sebagai berikut:
      "Bahwa kehidupan perkawinan yang rukun, harmonis dan bahagia berubah drastis dikarenakan adanya perubahan sikap dari tergugat kepada penggugat sejak tahun 2010".
      Surat itu juga berisi tulisan bahwa Veronica memiliki kedekatan dengan teman dekatnya yang berinisial JT. Dalam surat tertulis nama jelas 'good friend-nya'.
      Putra sulung mereka juga juga pernah meminta ibunya untuk tak lagi berhubungan dengan JT, demikian tertulis dalam surat tersebut.
      Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur, tidak membenarkan isi surat tersebut.
      Tetapi dia juga tidak membantah untuk menunjukan dugaan isi surat cerai Ahok ke Veronica.
      "Mohon maaf, karena ini masalah pribadi, saya tidak bisa mengungkapkan apapun yang menjadi alasan Pak Ahok mengajukan gugatan," kata Josefina.
      Ia hanya menjelaskan seluruh alasan Ahok mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (5/1) itu sudah tertuang dalam surat gugatan.
      "Semua alasan sudah ada dalam gugatan kami. Mohon kita sama-sama menunggu persidangannya. Terima kasih," kata Josefina melalui pesan WhatsApp.
      Gimana menurut jendral?
    • By MariaAngeline
      Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, sebagai orang tua mungkin kita menjadi sering lupa dalam menjaga privasi di sosial media. Di sisi lain, sosial media memang memudahkan kita dalam menerima dan memberi informasi kepada teman terdekat hingga yang tak kenal sekalipun. Facebook contohnya, kebanyakan orangtua lebih memilih mengunggah foto anaknya dibanding foto orangtuanya sendiri.
      Masih ingat kasus seorang remaja yang dituduh telah menghina Kota Bandung dengan kata-kata kotornya di Twitter? Ya, kasus yang telah dilaporkan ke polisi oleh Wali Kotanya langsung ini sempat heboh di dunia maya, hingga terungkaplah bahwa foto orang pada akun bermasalah tersebut bukan foto asli pelaku. Dari kasus ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita tidak boleh sembarang mengupload sebuah foto di sosial media, jika yang sopan saja sudah disalahgunakan bagaimana dengan foto yang kurang sopan?
      Sebaiknya orangtua kini lebih bijak dalam mengupload foto anak di sosial media, mengupload foto tanpa diseleksi lebih dulu bisa berdampak negatif di antara bahayanya adalah menjadi sasaran pelaku pedofil dan penculikan anak. Lalu, apa yang harus diperhatikan sebelum mengupload foto ke sosial media?
      Perhatikan Pengaturan Privasi
      Di Facebook misalnya, Anda dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat foto atau status yang diposting, hanya untuk diri sendiri, keluarga, teman atau publik. Untuk photo anak lebih baik hanya kalangan teman atau anggota keluarga saja yang bisa melihat.
      Tidak Memasang Foto Anak Tanpa Busana
      Siapa yang tidak gemas jika melihat anak balita yang tengah mandi atau tanpa busana? Tentu semua orang menyukai foto bayi yang terlihat lucu saat mandi. Tapi ternyata, mengupload foto balita tanpa busana atau hanya memakai pakaian dalam sangat tidak disarankan. Karena ini akan membahayakan anak sendiri, anak bisa menjadi target dari pelaku pedofil atau predator.
      Meski masih balita bukan berarti bisa bebas mengabadikan semua momen dan mengunggah fotonya di sosial media. Sebaiknya dipikir ulang jika ingin mengunggahnya, pilihlah foto yang memang sopan dan tidak memancing tindak kriminal.
      Hindari Memasang Status Lokasi
      Tidak jarang para orangtua suka menandai keberadaan lokasi saat bersama anak. Bukan tidak boleh berbagi informasi tentang kegiatan dan lokasi dimana kita menghabiskan waktu bersama anak, tapi cobalah untuk mengurangi kebiasaan memberitahu secara detail lokasi dimana kita berada. Hal ini bisa memancing tindakan penculikan terhadap anak, jadi alangkah baiknya jika Anda tidak menulis nama lengkap anak atau lokasi secara detail jika ingin mengupdate status di sosial media.
      Hindari berfoto dengan latar tempat
      Misalnya berfoto di depan sekolah, rumah dan lokasi-lokasi yang sekiranya dapat memudahkan para pedofil atau penculik mencari anak Anda. Hindari melakukan hal ini! Banyak kasus penculikan yang bermula dari lokasi sekolah anak dengan tujuan untuk memeras hingga kasus penjualan anak.
      Berikan Komentar Positif
      Saling memberikan komentar di sosial media memang akan menjadi ajang sosialisasi yang menyenangkan, namun pastikan Anda selalu memberikan komentar positif di sosial media. Jangan memberikan komentar negatif atau mengejek ya. Hindari menggunakan ikon atau tokoh kartun dengan karakter negatif sebagai julukan kepada anak. Sebaiknya sosial media dijadikan ajang positif untuk memberikan informasi yang bermanfaat.
      Perlu diingat bahwa setiap foto yang Anda upload di sosial media meskipun telah Anda hapus tidak menjamin foto tersebut akan menghilang di database mesin pencari, mungkin foto yang Anda unggah sudah ada yang mendownload atau menyebarkannya via sosial media lain. Jadi berhati-hatilah, jangan terlalu sering mengupload foto. Lebih baik dokumentasikan melalui album foto di rumah Anda.
    • By MariaAngeline
      Pembicaraan mengenai sex masih tabu di kalangan masyarakat Indonesia, namun di zaman sekarang ini rasanya pendidikan sex perlu diperkenalkan lebih dini kepada anak. Sex education yang mendidik tentu tidak akan mencederai apa yang seharusnya dijaga dan dipertahankan, bukan malah mengarahkan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma agama, sosial, dan kesusilaan. Sebagai orangtua, kita perlu mewaspadai hal-hal yang sekiranya dapat mempengaruhi pergaulan anak-anak, tidak hanya itu bahan bacaan seperti buku pun patut menjadi perhatian.

      Buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto yang akhir-akhir ini menuai kontroversi di dunia maya, adalah salah satu contoh sumber media yang perlu diwaspadai. Isinya yang seolah mengajak anak remaja berhubungan intim banyak menuai kecaman. Bebagai media kini semakin terbuka dalam mempengaruhi pemahaman anak mengenai pendidikan sex yang akhirnya banyak menyimpang. Disinilah sebagai orangtua kita perlu mengetahui dan memahami kapan sex education diperkenalkan kepada anak dengan tepat sesuai usianya.
      Usia 5 tahun ke bawah
      Pertama, mungkin kita akan merasa kebingungan bagaimana caranya menyampaikan pendidikan seks pada seorang balita yang berusia 5 tahun, kenyataannya mungkin Anda bisa melewati tahap ini dengan mudah. Pada rentang usia ini, Anda bisa memulai pendidikan seks dengan memperkenalkan organ tubuh dan fungsinya masing-maisng. Tidak perlu merasa bingung dan ragu saat Anda harus memperkenalkan alat kelaminnya, waktu yang tepat akan menghilangkan ketidaknyamanan Anda saat memperkenalkan organ vitalnya. Seperti saat anak sedang dimandikan atau saat Anda memakaikan pakaiannya. Dalam hal ini Anda tidak perlu membahasnya hingga terlalu detail atau mengajarkannya dalam keadaan yang serius, cara ini diharapkan bisa menghindari penyebutan yang dianggap tidak sopan dengan menyebut alat kelamin yang dimilikinya saat berada di lingkungan sosial masyarakat.
      Selain memperkenalkan organ vitalnya, Anda juga bisa mengajarkan mengenai jenis kelamin antara perempuan dan laki-laki dan apa perbedaannya. Mengajarkan anak tentang hak dan kewajibannya untuk menjaga milik pribadinya juga sangatlah penting, termasuk alat vitalnya. Beritahukan bahwa mereka tidak boleh menunjukkan alat kelaminnya secara sembarang tempat dan orang yang bukan muhrimnya. Hal ini untuk menghindari pelecehan seksual yang banyak mengincar anak-anak di sekitar kita.
      Jika anak mencoba menolak dicium atau dipeluk orang lain, hargai keputusannya. Mereka memiliki hak untuk menolak segala macam bentuk kasih sayang dari orang lain yang mungkin membuatnya merasa tidak nyaman, jangan memaksakan mereka untuk melakukannya meskipun hanya sebagai bentuk penghargaan. Hal ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mereka belajar penolakan.
      Usia 6-9 tahun
      Pada usia ini, orangtua perlu memperhatikan banyak hal. Setiap anak baik perempuan maupun laki-laki memiliki minat berbeda terhadap seks, ada yang masa bodoh tidak ingin tahu, merasa terganggu dengan pembicaraan sex, bahkan ada anak yang bisa memberikan respon sangat tertarik pada materi sex. Sebagai orangtua kita perlu pintar dalam menyikapinya sebelum memberikan sex education lebih detail jangan sampai mereka merasa terpojokkan, malu, atau bahkan menjadi terlalu liar dalam menyikapinya.
      Pada kasus pencabulan anak yang sering terjadi, kebanyakan dari mereka merasa tidak sadar bahwa dirinya mengalami pencabulan. Yang dipahami anak adalah mereka merasa disayangi karena mungkin pelaku meracuni pikiran mereka dengan pemahaman yang sesat apalagi diberikan imbalan sesuatu yang disukainya. Faktor ketidaktahuan dan ketidakberdayaan mereka telah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan seksual secara sengaja. Oleh karena itu, Anda bisa mengajarkan anak mengenai apa saja yang harus dilakukan untuk melindungi dirinya sendiri dari kejahatan seksual. Seperti mengajarkan mereka untuk menolak membuka pakaian, diraba alat vitalnya oleh teman, saudara atau orang yang dikenalinya meskipun diberikan imbalan. Mereka juga harus diberitahu cara merespon jika mereka dipaksa melakukan sesuatu atau diintimidasi oleh orang dewasa saat mereka mencoba melakukan penolakan yang membuatnya tidak nyaman. Dekati sang anak agar mereka selalu berusaha terbuka kepada orangtuanya.
      Usia 9-12 tahun
      Pada usia ini Anda perlu banyak memberikan informasi detail mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi pada bagian tubuh mereka saat masa puber yang cenderung berbeda pada tiap individu dan jenis kelamin. Jika laki-laki, beritahu bagaimana cara menyikapi mimpi basah sebagai bagian dari tandanya dia telah baligh. Atau jika perempuan beritahu bagaimana caranya menyikapi masa menstruasi sebagai bagian normal dari tahapan perkembangan invidu khususnya pada wanita.
      Memperkenalkan bagaimana cara menjaga kesehatan alat kelamin juga sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit kelamin di kemudian hari, tekankan bahwa jika mereka mengikuti peraturan tersebut mereka tidak perlu merasa banyak khawatir.
      Usia 12 tahun ke atas
      Berbagai data survei menyebutkan bahwa hampir setengahnya remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seksual sebelum terikat pernikahan. Ini artinya, telah banyak remaja yang sudah terjerat seks bebas tanpa pengawasan dan penanggulangan pendidikan seks dini khususnya dari orangtua. Perlu diketahui bahwa dorongan atau gairah seksual pada masa puber meningkat sangat signifikan, oleh sebab itu orangtua seharusnya sudah mengajarkan seperti apa sistem reproduksi dan bagaimana cara kerjanya pada masa ini.
      Memberikan pemahaman tentang arti cinta dan pacaran sangat mempengaruhi pemikiran sang anak dalam menyikapi pergaulan seks bebas yang terjadi di sekitarnya. Tanamkan pemahaman khususnya pada anak perempuan, bahwa jika ada laki-laki yang mengajaknya berhubungan di luar nikah bahkan sampai melakukan pemaksaan dan marah saat dia menolaknya bukan berarti dia tidak mencintainya. Justru jika hal tersebut terjadi, itu tandanya mereka tidak mencintai anak Anda dan hanya ingin menjadikan dia sebagai pelampias nafsunya saja. Sampaikan bahwa ada banyak konsekuensi yang akan dihadapinya jika mereka melanggar prinsip melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, baik dari sisi biologis, psikologis maupun sosial. Orangtua selalu dituntut untuk melakukan komunikasi dua arah untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.
      Hindari mengeluarkan kata-kata menghakimi agar anak-anak tidak merasa takut dan enggan untuk berbagi cerita dengan orangtuanya. Jika orangtua merasa berat untuk membicarakan bahasan tentang seks dengan anak, mungkin Anda bisa meminta bantuan kepada psikologi untuk memberikan pendidikan seks yang tepat.
×
×
  • Create New...