Jump to content
Sign in to follow this  
sorandi_budi

INSPIRASI: Kakek mencari nafkah bagi kami semua

Recommended Posts

Wang Guan dan istrinya adalah artis opera nasional, suatu ketika mereka berjumpa sekumpulan anak yatim piatu di kampungnya.
Meskipun sangat membebani kehidupannya, mereka berjuang untuk memelihara anak-anak itu, mendidik sehingga mereka bisa menjadi sebuah grup musik mandarin 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By paimin
      Video petugas TransJakarta sedang merekam penumpang nenek-nenek yang jongkok di kursi jadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, nenek itu marah-marah ketika ditegur. 

      Nenek itu berpotongan rambut sebahu dan berkacamata. Nenek itu memakai kemeja bermotif bunga-bunga dan celana panjang selutut berwarna cokelat. 

      Dia jongkok di kursi bagian belakang dan dekat jendela. Dia memprotes ketika petugas mengarahkan kamera ke arah wajahnya. 

      Bahkan nenek itu sempat melempari petugas dengan tisu yang dipegangnya. Petugas itu kemudian menjelaskan bahwa posisi duduk itu berbahaya. 

      "Kagak Bu, saya cuma mau nyuruh Ibu duduk aja. Bahaya," kata petugas tersebut. 

      Namun nenek itu malah menimpali petugas dengan makian dan amarah. Petugas itu kemudian bertanya di mana nenek tersebut turun. 

      "Ibu mau turun ke mana?" tanya petugas itu. 

      "Nggak usah tanya," jawab sang nenek. 

      "Saya mau bantu Ibu doang?" ujar petugas tersebut. 

      "Nggak usah. Aku nggak perlu bantuanmu," tukas si nenek. 

      Meski si nenek berkeras tak butuh bantuan, petugas itu tak berhenti bertanya tujuan nenek itu pergi. Petugas menerangkan bus TransJakarta itu akan berhenti di Halte Harmoni. 

      "Ini tujuan akhir Harmoni. Ibu mau turun di Harmoni atau di Juanda?" tanya petugas. 

      "Tidak usah, tidak usah tanya, kamu," jawab si nenek. 

      "Ini tujuan akhir Harmoni lho," ujarnya. 

      "Ya udah," jawabnya. 

      Nenek ini sadar bahwa dirinya direkam karena kamera si petugas terus mengarah ke wajahnya. Dia pun mengingatkan petugas agar tidak merekam wajahnya. 

      "Ini motret gua timpuk lo. Nggak usah motret-motret!" ujar nenek itu. 

      "Kagak Bu, HP saya memang gini-gini," jawab petugas sambil menggoyang-goyangkan kameranya ke atas dan bawah. 

      Ketika dimintai konfirmasi, pejabat humas PT TransJakarta Wibowo belum bisa memastikan kapan video tersebut diambil. Wibowo menduga TransJakarta itu bertrayek Pulogadung-Harmoni. 
      "Mungkin itu koridor 2, Pulogadung-Harmoni, karena petugas menanyakan ibu itu turun di Juanda atau Harmoni, dan latar belakangnya terlihat Stasiun Gambir," kata Wibowo saat dimintai konfirmasi, Kamis (12/4/2018). 

      Dia mengatakan petugasnya telah menginformasikan bahaya jongkok di kursi. Dikhawatirkan penumpang akan jatuh ketika bus mengerem atau berhenti. 

      "Petugas memberi tahu dengan sopan kepada pelanggan untuk duduk yang benar. Tidak boleh jongkok karena akan membahayakan pelanggan," terangnya. 

      "Kalau kursi itu tentu duduk, kalau jongkok tidak di atas kursi. Kalau bus berhenti nanti jatuh kan membahayakan keselamatan," pesan Wibowo.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/nenek-yang-jongkok-dikursi-bus-transjakarta-ditegur-marah-2KtH

    • By Joshua_ikhsan
      Seorang nenek bernama Siti Aminah warga Malang, Jawa Timur berjalan terhuyung lalu terduduk di atas trotoar. Ternyata di punggung nenek Siti ada pisau menancap! Darah mengalir dari balik busana yang dia kenakan. Netizen bernama akun Facebook Doni Prasetya Kyoichi sempat memotretnya dan membagikan cerita lewat akun pribadinya.
      Dari penuturan Doni, sebenarnya saat itu dia hendak melihat ponsel sebab bergetar terus. Doni yang sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Sidoarjo akhirnya minggir sebentar. Tak berapa lama dia mendengar suara lirih. Ternyata itu lirihan minta tolong Nenek Siti. Nenek berusia 70 tahun tersebut duduk pasrah dengan pisau menancap sedalam kira-kira 20 sentimeter di punggungnya. Banyak darah mengalir. Sontak Doni langsung meminta bantuan ke pos polisi.

      Untungnya polisi sigap dan langsung mengantarkan nenek Siti ke rumah sakit terdekat. Menurut keterangan polisi, korban tengah berjalan namun didekati pelaku. Diketahui pelaku namanya Iis, orang kurang waras yang memang gemar berkeliaran di daerah tersebut. Iis memang sering meresahkan warga. Kadang-kadang pejalan kaki suka ditimpuk batu olehnya. Polisi menertibkan Iis dan mengirimnya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk diperiksa kejiwaannya.
      Aduh mudah2an gak apa apa nek. 
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy