Jump to content

INSPIRASI: Kakek mencari nafkah bagi kami semua


Recommended Posts

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By paimin
      Video petugas TransJakarta sedang merekam penumpang nenek-nenek yang jongkok di kursi jadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, nenek itu marah-marah ketika ditegur. 

      Nenek itu berpotongan rambut sebahu dan berkacamata. Nenek itu memakai kemeja bermotif bunga-bunga dan celana panjang selutut berwarna cokelat. 

      Dia jongkok di kursi bagian belakang dan dekat jendela. Dia memprotes ketika petugas mengarahkan kamera ke arah wajahnya. 

      Bahkan nenek itu sempat melempari petugas dengan tisu yang dipegangnya. Petugas itu kemudian menjelaskan bahwa posisi duduk itu berbahaya. 

      "Kagak Bu, saya cuma mau nyuruh Ibu duduk aja. Bahaya," kata petugas tersebut. 

      Namun nenek itu malah menimpali petugas dengan makian dan amarah. Petugas itu kemudian bertanya di mana nenek tersebut turun. 

      "Ibu mau turun ke mana?" tanya petugas itu. 

      "Nggak usah tanya," jawab sang nenek. 

      "Saya mau bantu Ibu doang?" ujar petugas tersebut. 

      "Nggak usah. Aku nggak perlu bantuanmu," tukas si nenek. 

      Meski si nenek berkeras tak butuh bantuan, petugas itu tak berhenti bertanya tujuan nenek itu pergi. Petugas menerangkan bus TransJakarta itu akan berhenti di Halte Harmoni. 

      "Ini tujuan akhir Harmoni. Ibu mau turun di Harmoni atau di Juanda?" tanya petugas. 

      "Tidak usah, tidak usah tanya, kamu," jawab si nenek. 

      "Ini tujuan akhir Harmoni lho," ujarnya. 

      "Ya udah," jawabnya. 

      Nenek ini sadar bahwa dirinya direkam karena kamera si petugas terus mengarah ke wajahnya. Dia pun mengingatkan petugas agar tidak merekam wajahnya. 

      "Ini motret gua timpuk lo. Nggak usah motret-motret!" ujar nenek itu. 

      "Kagak Bu, HP saya memang gini-gini," jawab petugas sambil menggoyang-goyangkan kameranya ke atas dan bawah. 

      Ketika dimintai konfirmasi, pejabat humas PT TransJakarta Wibowo belum bisa memastikan kapan video tersebut diambil. Wibowo menduga TransJakarta itu bertrayek Pulogadung-Harmoni. 
      "Mungkin itu koridor 2, Pulogadung-Harmoni, karena petugas menanyakan ibu itu turun di Juanda atau Harmoni, dan latar belakangnya terlihat Stasiun Gambir," kata Wibowo saat dimintai konfirmasi, Kamis (12/4/2018). 

      Dia mengatakan petugasnya telah menginformasikan bahaya jongkok di kursi. Dikhawatirkan penumpang akan jatuh ketika bus mengerem atau berhenti. 

      "Petugas memberi tahu dengan sopan kepada pelanggan untuk duduk yang benar. Tidak boleh jongkok karena akan membahayakan pelanggan," terangnya. 

      "Kalau kursi itu tentu duduk, kalau jongkok tidak di atas kursi. Kalau bus berhenti nanti jatuh kan membahayakan keselamatan," pesan Wibowo.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/nenek-yang-jongkok-dikursi-bus-transjakarta-ditegur-marah-2KtH

    • By Joshua_ikhsan
      Seorang nenek bernama Siti Aminah warga Malang, Jawa Timur berjalan terhuyung lalu terduduk di atas trotoar. Ternyata di punggung nenek Siti ada pisau menancap! Darah mengalir dari balik busana yang dia kenakan. Netizen bernama akun Facebook Doni Prasetya Kyoichi sempat memotretnya dan membagikan cerita lewat akun pribadinya.
      Dari penuturan Doni, sebenarnya saat itu dia hendak melihat ponsel sebab bergetar terus. Doni yang sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Sidoarjo akhirnya minggir sebentar. Tak berapa lama dia mendengar suara lirih. Ternyata itu lirihan minta tolong Nenek Siti. Nenek berusia 70 tahun tersebut duduk pasrah dengan pisau menancap sedalam kira-kira 20 sentimeter di punggungnya. Banyak darah mengalir. Sontak Doni langsung meminta bantuan ke pos polisi.

      Untungnya polisi sigap dan langsung mengantarkan nenek Siti ke rumah sakit terdekat. Menurut keterangan polisi, korban tengah berjalan namun didekati pelaku. Diketahui pelaku namanya Iis, orang kurang waras yang memang gemar berkeliaran di daerah tersebut. Iis memang sering meresahkan warga. Kadang-kadang pejalan kaki suka ditimpuk batu olehnya. Polisi menertibkan Iis dan mengirimnya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk diperiksa kejiwaannya.
      Aduh mudah2an gak apa apa nek. 
    • By cinta_segiempat
      Zaman sekarang banyak orang khususnya anak muda yang meyakini bahwa tulus tidaknya cinta itu harus dibuktikan dengan pelukan dan ciuman. Sehingga banyak dari mereka yang menganggap bahwa sentuhan dan hubungan fisik adalah hal lumrah dilakukan sekalipun belum menikah. Padahal pembuktian cinta itu bisa dilakukan dengan banyak cara.
      Maggie dan Drew, pasangan ini memutuskan untuk menyimpan ciuman pertama mereka untuk hari pernikahan. Dilansir dari faithtap.com, Maggie sudah lama berdoa bisa bertemu pria yang pengertian dan Drew datang sebagai jawaban atas doanya. Dengan keyakinan yang ia anut, ia memutuskan untuk benar-benar menjaga hubungan mereka, terlebih dalam urusan kedekatan intim secara fisik sebelum benar-benar menikah.
      Lima tahun menjalin hubungan, Maggie dan Drew tak pernah berciuman. Meski banyak orang yang menganggap hubungan tanpa ciuman itu kuno dan ketinggalan zaman, tapi Maggie dan Drew punya keyakinan bahwa menjaga hubungan mereka tanpa ciuman sebelum menikah itu akan membuat mereka berdua makin kuat.
      Tanpa ada tekanan untuk membuktikan cinta dengan sentuhan fisik, Maggie dan Drew malah punya cara lain yang lebih indah untuk membangun cinta mereka. Kesucian cinta itu dijaga betul-betul dengan kesabaran dan keikhlasan.
      Hingga pada akhirnya mereka menikah, ada rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Senyuman bahagia Maggie dan Drew menyimpan makna yang dalam. Ada penantian yang begitu dalam yang mereka rasa.
      Sehingga saat keduanya sah menjadi suami istri, ciuman pertama itu membuat segala sesuatunya jadi terasa lebih istimewa. Meski awalnya mereka terlihat canggung bahkan malu-malu, ada rasa bahagia yang berlipat ganda yang mereka rasa.
      Ladies, apakah kamu juga akan menyimpan ciuman pertamamu untuk menikah nanti?
    • By MariaAngeline
      Wayne Toh bukan selebriti, aktor, atau politisi. Namun perjuangannya sebagai single parent atau orang tua tunggal yang membesarkan empat anak sendirian sangat menyentuh, dan bisa menjadi inspirasi untuk kita semua. Kali ini TheAsianParent akan menceritakan kisah ayah yang luar biasa ini untuk Anda.
      Ketika dunia hancur berantakan
      Sekitar tiga tahun lalu Wayne mengalami cobaan berat dalam hidup ketika istrinya yang berusia 33 tahun tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya dan empat anak mereka, Seth (13), Ethel (11), Tertius (9) dan Elliot (7) demi mencari kebebasan.
      Seorang ayah yang baru punya anak satu saja sering mengeluh karena capek dan banyak alasan lainnya. Lalu bagaimana dengan merawat empat anak yang terpukul  akibat kepergian ibunya?
      Pada saat yang sama Wayne sedang merintis bisnis baru dan semua wirausahawan tahu bahwa memulai sesuatu dari nol tidak mudah. Wayne sebenarnya memiliki pekerjaan tetap sebagai pengajar kelas fotografi di sebuah SMP di Singapura. Namun penghasilan dari pekerjaan single parent ini tidak cukup untuk membiayai keperluan sehari-hari.
      Wayne memulai lembaran hidupnya sebagai single parent atau orang tua tunggal dengan rasa frustasi. Ia mengaku, “Di malam hari ketika anak-anak sudah tidur, saya memandang ke arah jendela dan ingin sekali melompati jendela itu untuk mengakhiri penderitaan ini.”
      Anak-anak sempat menjadi pelampiasan amarahnya dan kadang ia mengunci diri di kamar dan menangis. “Aku tak mengerti mengapa seorang ibu tega meninggalkan anak-anaknya,” ungkap single parent yang tegar ini.
      Kehilangan sosok ibu juga berakibat pada perilaku anak-anak. Mereka tak mengerti mengapa ibu mereka pergi dan merasa menjadi anak-anak yang tak diinginkan oleh orang tua mereka.
      Si sulung Seth sempat dua kali minggat dari rumah pada hari-hari pertama ia harus menjalani hidup tanpa kehadiran ibu. Sedangkan Ethel sering kali terbangun dan menangis di tengah malam sambil memanggil-manggil ibunya.
      Bangkit dari keterpurukan
      Wayne membutuhkan waktu dua tahun sebelum dapat menerima kenyataan bahwa dirinya adalah orang tua tunggal yang wajib mampu mencari nafkah dan mengasuh anak-anak. Itu memang tidak mudah, namun Wayne tidak punya pilihan lain.
      Ia berkata pada anak-anaknya, “Ya, Ibu memang telah pergi. Tapi Ayah akan menyayangi kalian sepenuh hati,” Wayne menambahkan, “Sisi positif dari semua ini adalah kini saya menjadi ayah yang terampil. Saya bisa mencari nafkah, memandikan dan meninabobokkan anak-anak. Saya juga mahir dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga.”
      Itulah kisah Wayne yang kini telah 4 tahun menjadi single parent atau orang tua tunggal. Semoga kisahnya menjadi inspirasi untuk para ayah di luar sana.
    • By Edo_Purnomo
      Ndral, masih ingatkah kamu tentang sosok gurumu yang paling berkesan dan inspiratif? Pasti ada ya sosok guru atau dosen yang cara mengajarnya atau mungkin kepribadiannya yang meninggalkan kenangan yang tak akan pernah terlupakan di benakmu. 

      Yu Gongmao, guru berusia 41 tahun ini benar-benar sosok pendidik yang sangat menginspirasi. Bahkan kisahnya sudah menyentuh hati para netizen di Cina. Dilansir dari shanghaiist.com, tahun 2012 lalu Yu didiagnosis menderita aneurisma otak akibat faktor genetik Autosomal Dominant Polycystic Kidney Disease (ADKPD). Sejak saat itu, ia menjalani sejumlah operasi pada otak dan kedua matanya. 
      Sayangnya kondisinya terus memburuk. Hingga kemudian ia didiagnosis menderita nekrosis ginjal.
      Aneurisma (aneurysm) otak atau aneurisma cerebral merupakan kondisi kesehatan akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak, pelebaran ini terutama berkembang di persimpangan arteri besar di dasar otak, di area yang disebut lingkaran willis. (sumber: doktersehat.com) 
      Untuk bisa bertahan hidup, Yu harus menjalani hemodialisis tiga kali seminggu selama satu setengah tahun ke depan sembari menunggu donor ginjal. Dosen dengan tinggi tubuh 175 cm ini berat badannya menurun drastis. 
      Meski penyakitnya parah dan mematikan, Yu tetap mengajar di Wuhan University, Hubei. Meski pihak sekolah menyarankan agar Yu isitrahat saja di rumah, Yu tetap bersikeras terus mengajar. "Ruang kelas memberiku merasa punya tujuan dan dibutuhkan," ungkapnya.
      Yu dikenal sebagai dosen yang menyenangkan saat mengajar. Di mata para mahasiswanya, Yu dikenal sebagai sosok yang positif dan optimis. Yu juga tak pernah absen mengajar. Hanya saja kadang ia harus berlutut di kursi ketika tubuhnya merasa terlalu lelah untuk berdiri. 
      Yu punya sebuah kotak yang penuh dengan kartu dan surat yang ditulis oleh murid-murid dari segala penjuru Cina dan dunia yang pernah diajarnya dulu. Semua surat itu jadi semangat sendiri untuk Yu bisa bertahan.

      Ketika ditanya kenapa kenapa masih mau terus mengajar, Yu menjawab, "Saya sangat suka mengajar, saya mencintai mahasiswa-mahasiswa saya dan mereka menikmati kelas saya. Selain itu, semua rekan kerja saya memberi saya semangat jadi saya tak merasa sendirian melawan penyakit ini." 
      Pihak universitas telah membantu membayari sebagian besar biaya pengobatan Yu. Sementara itu para kolega dan murid-muridnya juga membantu mendonasikan uang untuk transplantasi ginjal. Yu optimis sekali dia pasti bisa akan sembuh. 
      “The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.”
      ― William Arthur Ward
      Kita doakan semoga Yu bisa segera sembuh dan diangkat penyakitnya, ya Ladies. Seorang pendidik seperti Yu rasanya pasti akan selalu diingat oleh para anak didiknya.
×
×
  • Create New...