Jump to content
Sign in to follow this  
Guest News

Apple: Amerika Ingin Kami Meretas Pelanggan

Recommended Posts

Guest News

Perusahaan komputer Apple menolak perintah pemerintah Amerika untuk membuka sandi piranti lunak iPhone guna membantu FBI memeriksa telefon yang digunakan oleh dua orang militan yang menewaskan 14 orang dalam serangan ala teroris di California bulan Desember lalu.

56c51498cf78e_TimCookApple-ngobas.jpg.5d

CEO Apple Tim Cook hari Rabu (17/2) mengirim surat terbuka kepada jutaan pelanggan perusahaan itu, dan mengatakan bahwa perusahaan itu akan menentang perintah pengadilan untuk merancang piranti lunak baru yang bisa mengalahkan langkah-langkah keamanan Apple sendiri. Tindakan pemerintah itu belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan suatu "usaha luar biasa," ujar Cook dan akan berdampak mengerikan terhadap hak-hak privasi warga.

"Pemerintah meminta Apple untuk meretas pelanggan kami sendiri dan merusak kemajuan pengamanan yang melindungi pelanggan kami, termasuk puluhan juta warga Amerika, dari peretas canggih dan kriminal-kriminal di dunia maya," ujar Cook. "Para pakar komputer yang menyusun sandi yang kokoh dalam iPhone… kini diperintahkan untuk memperlemah perlindungan itu sehingga pelanggan kami kurang aman."

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Presiden Barack Obama melihat isu sandi ini sebagai "prioritas nasional yang penting" dan sangat mendukung FBI dan Departemen Kehakiman dalam menyampaikan permintaan kepada Apple itu.

Cook mengatakan Apple tidak bersimpati pada teroris dan sangat marah atas serangan yang terjadi di San Bernardino, California tahun lalu yang dilakukan oleh warga kelahiran Amerika Syed Rizwan Farook dan istrinya yang berasal dari Pakistan, Tashfeen Malik. Apple telah memberi data-data yang relevan yang dimilikinya kepada FBI, mematuhi seluruh surat perintah dan pemanggilan dan penggeledahan oleh pengadilan dan telah menyampaikan saran-saran teknik kepada tim penyelidik federal, tambah Cook.

CEO Apple itu mengatakan piranti lunak yang diinginkan FBI itu "terlalu berbahaya untuk diciptakan," dan tidak ada saat ini. Piranti lunak yang disebut sebagai "backdoor" atau "pintu belakang" itu merupakan cara mengakses data dengan membuka sandi iPhone manapun, dimana pun juga, ujar Cook.

"Pemerintah mengatakan piranti ini hanya akan bisa digunakan satu kali dan hanya pada satu telfon," ujar Cook dalam pernyataan yang dipasang di internet. "Tetapi ini sama sekali tidak benar. Begitu diciptakan, teknik itu akan bisa digunakan berulang-kali, pada telpon manapun. Dalam dunia nyata, ini setara dengan "master key" yang mampu membuka ratusan juta kunci, mulai dari restoran, bank, toko hingga rumah. Orang yang waras tidak akan menerima permintaan seperti itu."

Apple memperkuat enkripsi telefon-telefonnya pada tahun 2014 di tengah meningkatnya keprihatinan publik tentang privasi digital. Pada masa lalu pemerintah telah menyampaikan keberatan karena langkah-langkah keamanan yang lebih canggih telah menyulitkan penyelidikan atas berbagai kasus kriminal dan keamanan nasional. 

Pengadilan hari Selasa (16/2) mengeluarkan perintah yang memberi pilihan kepada Apple untuk menyediakan cara-cara alternatif kepada pemerintah untuk mengakses telefon Farook, selama metode itu tidak menghapus secara otomatis, seluruh data pada iPhone kalau password yang dimasukkan beberapa kali dimasukkan secara salah. Ini akan memungkinan FBI menemukan password dan bisa memasuki data sandi tersebut. Pemerintah juga menetapkan agar "pintu belakang" Apple dibuat sedemikian rupa agar penggunaan password yang salah berulang-kali tidak akan menghentikan usaha untuk meretas Iphone itu. 

Dengan piranti baru untuk mengalahkan fungsi penghapusan secara otomatis itu, FBI akan bisa membuka telefon Farook, yang diyakini para penyelidik menyimpan pesan-pesan teks, daftar panggilan telefon dan data internet yang selama ini digunakan.

"Meskipun kami yakin maksud FBI itu baik, tetapi adalah salah jika pemerintah memaksa kami membangun pintu belakang pada produk-produk kami. Dan tentu saja, kami khawatir permintaan ini akan menghancurkan setiap kebebasan dan kemerdekaan yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah kami," ujar Cook.

Daripada melakukan langkah legislatif lewat Kongres, Cook mengatakan FBI memilih untuk mengajukan “penggunaan UU All Writs Act Tahun 1789 yang belum pernah digunakan sebelumnya untuk membenarkan perluasan wewenang pemerintah."

"Dengan menyampaikan penghormatan sedalam-dalamnya atas demokrasi Amerika dan cinta pada negara ini, kami menantang tuntutan FBI. Kami yakin menjadi kepentingan terbaik setiap orang untuk mundur dan mempertimbangkan implikasi tindakan ini," tegas Cook.

China mengamati dengan seksama perselisihan ini. Suratkabar The New York Times hari Rabu (17/2) menulis bahwa menurut sejumlah analis terkait isu aturan enkripsi, pemerintah China "memperhatikan dengan cermat" kebijakan Amerika. 

Tahun lalu China mencabut beberapa usul yang akan memaksa perusahaan-perusahaan asing menyediakan kunci sandi bagi perangkat-perangkat yang dijual di China, setelah adanya tekanan kuat dari kelompok perdagangan asing. Tetapi undang-undang anti-teroris China yang diloloskan bulan Desember lalu mengharuskan perusahaan-perusahaan asing untuk menyerahkan informasi teknis dan membantu upaya membuka sandi kalau diminta polisi dalam kasus yang menyangkut kegiatan teroris.

"Meskipun belum jelas bagaimana undang-undang itu diterapkan, dorongan dari badan-badan penegak hukum Amerika untuk membuka sandi iPhone bisa mendorong China menyampaikan tuntutan serupa," tulis New York Times, seperti yang dilansir dari VOA Indonesia.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By h3ro_pmpg
      Beberapa tahun lalu, Google berencana untuk meluncurkan teknologi masa depan yang canggih. Salah satunya, Project Jacquard yang bertujuan menambahkan fitur-fitur pintar pada pakaian yang memberikan pengguna kemampuan untuk melakukan berbagai tugas di perangkat mereka dengan hanya menyentuh pakaian mereka.
      Untuk menciptakan itu Google bekerjasama dengan Levi meluncurkan jaket pintar pertama pada akhir 2017. Menariknya, kali ini giliran Apple yang akan membuat kain pintar.
      Paten ini telah diajukan Apple sejak 2016. Satu-satunya petunjuk adalah gambar yang menunjukkan potensi desain kain sedemikian rupa yang membuat Apple menerapkannya pada perangkat dan aksesori pintar di masa depan.
      Namun, seperti yang ditunjukkan Dwell, ini bukan paten terkait kain pertama Apple. Apple telah mengajukan beberapa paten lain selama bertahun-tahun yang berkaitan dengan membawa fitur-fitur pintar ke dalam sebuah rancangan.
      Kain pintar dapat berisi berbagai komponen yang akan ditemukan di perangkat pintar, termasuk serat optik, nanoelektronika, dan pewarna termokromik, yang akan tertanam dalam benang dan benang konduktif atau semikonduktif. Kain cerdas akan mampu merespons tekanan dan sentuhan serta mendeteksi perubahan lingkungan.

      Meskipun Apple tidak diharapkan untuk memulai lini pakaiannya sendiri, kain tersebut dapat digunakan dalam aksesori yang menargetkan produk-produknya, termasuk iPhone, iPad, Apple Watch, Mac, dan Apple TV.
      Sebuah paten berbeda yang ditemukan Patently Apple pada pertengahan Desember menggambarkan teknologi tersebut untuk remote Apple TV berbasis kain. Kain akan dapat menanggapi input dari pengguna dan mengirimkan kontrol tersebut ke peralatan.
      Masih belum diketahui kapan Apple akan meluncurkan aksesoris atau produk baru yang terbuat dari smart fabric. Akan tetapi meningkatnya jumlah paten untuk kain cerdas menunjukkan bahwa Apple tertarik untuk menghadirkan fitur-fitur pintar pada fabric di masa depan.
    • By teknotekno
      Divisi mobil self-diriving Apple dengan nama project Titan mengalami proses restrukturisasi di bawah kepemimpinan baru. Sayangnya, ini mensyaratkan adanya pemecatan lebih dari 200 karyawan minggu ini.
      Seorang juru bicara Apple bahkan telah mengonfirmasi adanya PHK dan beberapa karyawan yang sebelumnya di bawah Titan telah dipindahkan ke divisi lain.
      "Kami memiliki tim yang sangat berbakat yang bekerja pada sistem otonom dan teknologi terkait di Apple. Saat tim memfokuskan pekerjaan mereka pada beberapa bidang utama untuk 2019, beberapa kelompok sedang dipindahkan ke proyek di bagian lain perusahaan, di mana mereka akan mendukung pembelajaran mesin dan inisiatif lainnya, di seluruh Apple," jelas Apple.

      Perusahaan mengatakan, pihaknya terus percaya ada peluang besar dengan sistem otonom, bahwa Apple memiliki kemampuan unik untuk berkontribusi, dan bahwa ini adalah proyek pembelajaran mesin paling ambisius yang pernah ada.
      Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Cupertino itu telah merekrut mantan insinyur senior Tesla VP Doug Field pada Agustus 2018 untuk memimpin Project Titan. Tampaknya Apple memang telah merencanakan perubahan besar-besaran untuk divisi di bawah kepemimpinannya.
      Titan sudah berubah arah pada 2016, bahkan menjauh dari mengembangkan kendaraannya sendiri untuk menciptakan sistem self-driving. Juru bicara itu tidak mengklarifikasi bidang utama apa yang akan menjadi fokus tim untuk 2019, dan perampingan besar-besaran itu berarti Cupertino sedang mengurangi upaya-upayanya lagi.
    • By teknotekno
      Apple dilaporkan tengah mengurangi perekrutan karyawan baru untuk beberapa divisi produk. Hal tersebut kabarnya karena penurunan pendapatan Apple hingga 7 persen. Pada Q1 di 2019, perusahaan yang bermarkas di Cupertino tersebut mendapatkan USD84 miliar, angka ini turun dari USD89-93 miliar dari pendapatan sebelumnya.
      Meskipun demikian CEO Apple, Tim Cook masih belum yakin apakan pembekuan perekrutan tersebut menjadi tindakan yang tepat. Menurut Bloomberg, Cook telah membuat pengungkapan kepada karyawannya awal bulan ini.
      Misalnya, perusahaan tidak akan menyaksikan pembekuan perekrutan, namun beberapa divisi akan mengalami pengurangan perekrutan. Cook belum menentukan divisi mana yang akan mengurangi perekrutan, tetapi ia menyatakan bahwa tim AI Apple akan terus menambah karyawan baru.
      Dia juga mengatakan bahwa tingkat perekrutan Apple tidak menentukan pentingnya divisi itu, tetapi perusahaan belum mengomentari kapan akan mempekerjakan karyawan. Untuk informasi, penjualan iPhone XR, XS, dan XS Max dikabarkan melambat karena adanya ketegangan antara Amerika dan China. Beberapa perusahaan di China telah memerintahkan karyawannya untuk tidak menggunakan iPhone.
    • By teknotekno
      Apple kehilangan statusnya sebagai perusahaan triliun dollar setelah Wall Street melihat bahwa pembuat iPhone itu mengalami kehilangan USD190 miliar atau lebih dari Rp2.818 triliun.
      Apple masih menjadi perusahaan publik yang berharga di dunia, dengan kapitalisasi pasar USD921,41 miliar. Saham Apple dikabarkan turun lebih dari 5 persen karena kekhawatiran iPhone baru Apple mungkin tidak mendapatkan dorongan produksi.
      Lumentum, salah satu pemasok Apple yang menggunakan teknologi augmented reality dan facial recognition mengatakan bahwa mereka menerima permintaan dari salah satu pemasok terbesarnya untuk mengurangi pengirimannya.
      Ini mendorong kekhawatiran bahwa iPhone terbaru mungkin tidak mencukupi selama masa liburan seperti yang diharapkan para investor. Meskipun Lumentum tidak menyebut nama Apple, namun perusahaan pembuat iPhone ini masuk dalam daftar pelanggan terbesarnya.
      "Siklus produk iPhone terbaru telah kehilangan tenaga dengan Street sekarang kurang percaya diri dalam cerita pertumbuhan Apple di 2019," kata Daniel Ives, Managing Director of Equity Research di Wedbush Securities.
      "Cook dan perusahaan perlu untuk mendapatkan kembali mojo mereka dengan layanan dan pertumbuhan iPhone di depan dan tengah," katanya.
      Selama lima pekan terakhir, Apple telah kehilangan nilai USD190 miliar. Selama laporan pendapatan kuartal keempat Apple awal bulan ini, Cook mengatakan Apple tidak akan lagi melaporkan jumlah unit yang telah terjual dari produk apa pun dalam laporan pendapatan di masa depan.
    • By Males
      Pabrikan ponsel Android seperti Samsung dan Huawei bersiap merilis perangkat 5G pada 2019,  seiring dengan mulai digelarnya jaringan seluler generasi kelima itu di sejumlah wilayah dunia.
      Bagaimana dengan Apple? Pembuat iPhone ini belakangan disebut baru akan meluncurkan ponsel dengan konektivitas 5G pada 2020. 
      Konon, perusahaan yang berbasis di Cupertino, Amerika Serikat ini baru akan belakangan melepas iPhone 5G lantaran ingin menunggu jaringan 5G agar matang terlebih dahulu.
      Sebelum-sebelumnya, Apple memang dikenal cenderung telat mengadopsi teknologi seluler terkini. 
      iPhone 3G misalnya, baru hadir pada 2008, sementara jaringan 3G telah mulai digelar pada 2007. Kemudian, Apple baru menerapkan 4G LTE pada iPhone 5 di 2012, atau dua tahun setelah smartphone 4G lain mulai bermunculan. 
      Apple sedang terlibat konflik dengan Qualcomm, salah satu pengembang 5G dan penyedia chip modem yang diperlukan untuk tersambung ke jaringan 5G. 
      Sengketa dengan Qualcomm mengakibatkan Apple beralih ke chip modem Intel untuk sebagian iPhone. Namun, chip modem 5G Intel kabarnya baru akan siap pada 2020.
      Apabila nanti berdamai, mungkin Apple akan bisa memakai modem Qualcomm untuk lebih cepat menghadirkan 5G di produk-produknya.
      Ada juga spekulasi bahwa Apple sedang coba-coba mengembangkan chip modem sendiri supaya tak tergantung dengan pihak lain.
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy