Jump to content

Gojek Pecat Mitranya yang Berbuat Cabul


ginseng

Recommended Posts

gojek.jpg.3732eb3432a2a616fa95e91ffd2761

Gojek akan langsung memecat mitranya yang terbukti melakukan tindakan tidak menyenangkan kepada penggunanya.

Belakangan ada kasus tak menyenangkan yang berasal dari mitra pengemudi Gojek terhadap salah satu penumpang wanita. Oknum pengemudi itu telah melakukan pelecehan terhadap penumpang wanita.

Pristiwa ini langsung dilaporkan ke pihak Gojek. Dan bukan cuma itu, kasus ini juga kemudian banyak beredar di media sosial. 

Tak ingin kasus pelecehan itu berlarut-larut, Gojek langsung melakukan investigasi dimulai dengan meminta keterangan dari korban wanita pada Sabtu lalu (13/2) di kantor Gojek, Kemang, Jakarta Selatan.

Setelah menelusuri insiden itu, pelaku akhirnya mengaku bahwa ia benar melakukan tindakan asusila tersebut.

"Kasus ini dijadikan pelajaran dan peringatan bagi para mitra pengemudi, tindakan serupa tidak dapat ditolerir dan pelaku yang bersangkutan pasti langsung ditindak tegas," tulis pihak manajemen Gojek.

Gojek juga mengaku, kasus tersebut sigap ditangani berkat dari pihak pelanggan yang dengan cepat melaporkan kejadian.

Baru-baru ini Gojek pun baru tertimpa kasus yang juga melibatkan seorang pengemudinya bernama Rionaldo yang diserang dua terduga pelaku yang menembakan senjata ke bagian belakang kepalanya, Sabtu (13/2).

Rionaldo yang berusia 27 tahun menjalani perawatan medis di Rumah Sakit JMC, Jakarta Selatan. Dua pembegal itu melarikan diri dan pihak Gojek berharap kepolisian mengusut tuntas insiden nahas tersebut.

Gojek sejatinya merupakan perusahaan yang didirikan pada 2011 silam. Mereka terlahir kembali pada Januari 2015 yang ditandai dengan peluncuran aplikasi untuk perangkat mobile.

Saat ini Gojek memiliki mitra pengemudi lebih dari 200 ribu orang di seluruh Indonesia, di mana 100 ribu di antara berada di kawasan Jabodetabek.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By Supraman
      Eggy Muhamad Juniardi (29) belum bisa melupakan peristiwa yang terjadi saat mobil Toyota Avanza yang dikendarainya dihentikan sekelompok orang lalu dirusak. Aksi itu terjadi saat massa menggelar sweeping terhadap taksi online di Jalan BKR, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 9 Maret 2017.
      Sambil meneteskan air mata, Eggy menceritakan, saat itu ia sedang membawa keluarganya ke Purwakarta untuk menjemput adiknya yang sudah selesai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sana. Di dalam mobil juga ada anaknya yang masih berusia 16 bulan.
      Tiba-tiba mobilnya diberhentikan sejumlah orang diduga sopir angkot. Karena diduga taksi online, Avanza milik Eggy pun jadi sasaran amukan warga. Peristiwa itu hampir berbarengan dengan demo para sopir angkot di Gedung Sate, Bandung, menolak kehadiran taksi online.
      Mereka dalam mobil hanya bisa pasrah dengan aksi brutal massa. Video kejadian itu pun akhirnya beredar di dunia maya dan menjadi viral di media sosial. Yang ikut jadi sorotan adalah anak Eggy yang masih bayi.
      ''Anak saya yang masih berumur 16 bulan masih trauma sampai saat ini,'' tutur Eggy saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat (10/3/2017).
      Eggy menuturkan, sebelum kejadian, mobil Avanza yang dikemudikannya bergerak dari daerah Kopo menuju kantor kakaknya dulu sebelum ke Purwakarta.

      Konferensi pers soal perusakan mobil oleh massa di Bandung (CDB/Okezone)
      ''Saya mau ke kantor kakak dulu, di Jalan Gatot Subroto dengan melintas ke Jalan Sriwijaya,'' kata pria bertubuh gempal tersebut.
      Setibanya di lampu merah Jalan Sriwijaya, Eggy pun menghentikan kendaraannya saat rombongan angkutan kota sedang melintas untuk ikut berdemo ke Gedung Sate.
      Namun tiba-tiba dari rombongan tersebut terdengar teriakan ke arah mobil yang kendarain Eggy. ''Sopir online-sopir online,'' tutur Eggy menirukan para pelaku yang merusak mobilnya.
    • By pusat_indoindo
      Seperti diwartakan sebelumnya, salah satu penyuntik dana Go-Jek adalah Sequoia Capital, yang merupakan perusahaan modal ventura (venture capital firm) bermarkas di Menlo Park, California, Amerika Serikat. 
      Menurut pantauan Tekno Liputan6.com di website resminya, Sequoia Capital bermitra dengan Go-Jek pada 2015. Lebih lanjut, berdasarkan data yang kami himpun dari CrunchBase, kemitraan tersebut terjalin tepatnya pada bulan Oktober 2015. 
      Sayangnya, nilai dana yang disuntikkan Sequoia Capital kepada Gojek, tidak terungkap. Padahal di bulan yang sama, masih menurut data CrunchBase, Sequoia Capital juga menyuntikkan dana ke 12 perusahaan lainnya, dengan kisaran US$ 7 juta (sekitar Rp 92,45 miliar) hingga US$ 65 juta (sekitar Rp 858,48 miliar).

      Untuk diketahui, Sequoia Capital merupakan venture capital firm yang telah malang-melintang di dunia bisnis selama 40 tahun lebih. Tercatat, sejumlah perusahaan teknologi dunia pun pernah mengantongi suntikan dana dari Sequoia Capital. 
      Beberapa di antaranya adalah Google, Yahoo, Apple, LinkedIn, Cisco, dan Oracle. Karena itu, tidak mengherankan rasanya, bila Forbes pernah menjuluki Sequoia Capital sebagai 'Pabrik Inovasi Silicon Valley'.
      Sequoia Capital sendiri menawarkan macam-macam pendanaan, mulai dari seed investment, early stage venture investment,dan later stage venture investment. 
      Sejak didirikan pada tahun 1972 lalu, Sequoia ada di balik banyak startups(perusahaan rintisan) di bidang teknologi. Bila nilai sahamnya digabungkan, mencapai US$ 1,4 triliun (sekitar Rp 18490,5 triliun)--angka yang dirilis Forbes pada 2014. Terang saja, angka tersebut bukan angka main-main. 
      Angka tersebut, pada saat itu, setara dengan 22 persen dari NASDAQ--National Association of Securities Dealers Automated Quotations, bursa saham yang dioperasikan National Association of Securities Dealers.
      Adapun pendiri Sequoia Capital adalah Don Valentine. Pria lulusan Fordham University tersebut sebelum mendirikan Sequoia Capital pernah bergelut di tiga perusahaan yaitu National Semiconductor, Fairchild Semiconductor, dan Raytheon. 
      Yang menarik adalah, berkat rekam jejaknya selama ini, Valentine dimunculkan dalam film dokumenter berjudul Something Ventured yang diputar perdana pada 2011 lalu.
    • By c0d1ng
      Go-Jek meluncurkan layanan pemesanan transportasi roda empat bertajuk "Go-Car" pada awal pekan ini. Mekanismenya lebih kurang serupa dengan Uber dan GrabCar yang lebih dahulu dikenal masyarakat Indonesia.
      Lalu, bagaimana perbandingan tarif ketiga layanan ride-sharing bermoda mobil tersebut? Berikut adalah rangkuman yang dibuat KompasTekno dari keterangan masing-masing layanan.
      Go-Car

      Pada Go-Car, tarif minimum atau tarif dasar dikenakan biaya Rp 10.000. Go-Car akan mengenakan biaya tambahan jarak per kilometer sebesar Rp 3.500. Sebagai contoh, jika pengguna menempuh jarak 5 kilometer, biaya yang dikenakan adalah tarif dasar Rp 10.000 + (5 x Rp 3.500) = Rp 27.500.
      Go-Jek belum menyertakan biaya tambahan lain saat pemesanan Go-Car pada jam sibuk alias "rush hour".
      Tarif Uber

      Sementara itu, Uber mematok tarif minimum yang lebih rendah, yakni Rp 3.000. Meski begitu, variabel penambahan biaya tak cuma didasarkan pada jarak, tetapi juga waktu yang ditempuh.
      Penumpang harus membayar Rp 2.000-an tiap menjangkau satu kilometer bersama mobil Uber. Sementara itu, tiap menit tarif dinaikkan biaya Rp 300.
      Pada jam sibuk, pengguna bakal diberi tahu terlebih dahulu soal penambahan tarif. Nominalnya beragam sesuai dengan kondisi jalan saat itu. Bisa saja tarif dilipatgandakan hingga tiga kali.
      Tarif GrabCar

      Sistem penambahan tarif pada jam sibuk juga diberlakukan pada GrabCar. "Tarif tinggi karena (banyaknya) permintaan", begitu pemberitahuan yang bakal tertera di aplikasi saat pengguna memesan GrabCar pada rush hour.
      Tak dijelaskan lebih lanjut berapa kali lipat kenaikan tarif yang dipatok. Namun, angka pasti yang harus dibayarkan saat sampai di destinasi sudah tercantum.
      Untuk keadaan normal, GrabCar mematok tarif minimum yang sama dengan Go-Car, yakni Rp 10.000. Tarif tambahan per kilometernya dipatok Rp 4.000.
    • By c0d1ng

      Pendiri sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim mengecam segala tindak kekerasan dan menegaskan bakal menindak segala bentuk kekerasan.
      "Saya akan membantu menindak semua pelaku kekerasan, termasuk kalau dilakukan mitra Gojek," kata Nadiem dalam sebuah video bertajuk "Himbauan Nadiem untuk Driver GO-JEK 22 Maret 2016" di YouTube.
      Video ini dibuat menanggapi kabar yang menyebutkan pengemudi Gojek merencanakan aksi tandingan atas kekerasan yang dilakukan para sopir taksi dan angkutan umum Jakarta terhadao pengemudi ojek online.
      Nadiem mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan polisi untuk mengamankan sejumlah daerah rawan.
      Sebelumnya, sempat terjadi keributan di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, antara pengemudi Gojek dengan sopir taksi dan angkutan umum yang turun ke jalan menentang layanan kendaraan panggilan berbasis aplikasi.
      Pengemudi Gojek menjadi korban sasaran penyisiran pengunjuk rasa. Di Jakarta Pusat ada pengemudi Gojek yang dianiaya saat mengantar penumpang.
      Akibat bentrokan, sejumlah kendaraan rusak. Bukan hanya taksi yang pecah kacanya, beberapa kendaraan pribadi juga jadi korban.
      Sementara Grab yang mengelola layanan GrabCar dan GrabBike, mengimbau agar mitra pengemudi tidak terprovokasi serta mengutamakan keselamatan.
      Di tengah protes terhadap layanan kendaraan panggilan berbasis aplikasi, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menegaskan, Grab bukanlah perusahaan operator taksi karena ia tak memiliki satu pun armada kendaraan.
      Sementara menurut Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD), perusahaan macam GrabCar dan Uber melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan.
      Deri, salah satu koordinator demonstrasi dari PPAD, berkata aksi demonstrasi ini akan terus dilakukan sampai tuntutan menutup GrabCar dan Uber dikabulkan pemerintah.
×
×
  • Create New...