Jump to content
Sign in to follow this  
santowijaya

Jaringan Internet dengan Gelombang Milimeter Buatan Facebook

Recommended Posts

56c253a8c01af_Facebook(1).thumb.jpg.32fb

Facebook mulai mengembangkan jaringan data menggunakan gelombang berukuran milimeter di daerah pedesaan. Teknologi ini digunakan untuk untuk menghadirkan akses Internet tanpa harus membangun banyak infrastruktur.

Salah seorang karyawan Facebook, Sanjai Kohli mengatakan bahwa Facebook sudah memiliki dua hak paten untuk membangun jaringan Internet dengan gelombang milimeter. Hingga saat ini, mereka juga sedang melakukan penelitian terkait pengembangan layanan internet berbasis teknologi tersebut.

"Proyek ini merupakan bagian dari Connectivity Lab yang membantu misi dari Internet.org untuk menghubungkan empat miliar orang yang tidak memiliki akses internet," katanya, dikutip dari The Next Web.

Teknologi yang digunakan sejatinya tak jauh berbeda dengan Starry, sebuah perusahaan jaringan yang menggunakan gelombang milimeter berteknologi active phased array untuk menghadirkan koneksi Internet kepada pada konsumennya.

Dengan memanfaatkan spektrum berfrekuesi tinggi, Starry mampu menghadirkan koneksi Internet broadband yang memiliki kecepatan hingga hitungan gigabit untuk pengguna rumahan.

Langkah ini bukanlah satu-satu yang dilakukan oleh Facebook untuk menghadirkan koneksi Internet di wilayah pedesaan. Jejaring sosial ini juga sedang berusaha untuk memberikan konektivitas Internet di Afrika dengan menggunakan satelit yang sudah ada pada akhir tahun ini. 

Selain itu Facebook juga meletakkan drone raksasa untuk diterbangkan ke daerah-daerah terpencil. Tujuannya sama, yakni menyediakan akses Internet bagi masyarakat di sana.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By black_zombie
      Facebook sedang uji coba menyembunyikan jumlah Like di Instagram yang dilakukan di beberapa negara, termasuk Indonesia. Menyeruak kabar bahwa ada motif tersembunyi soal dilenyapkannya tombol love tersebut.
      "Kami komitmen membangun ekosistem positif dan terus mencari cara agar pengguna Instagram merasa lebih nyaman berekspresi dan fokus pada foto dan video yang mereka bagi dan bukan berapa jumlah 'Like' yang mereka dapat," kata Adam Mosseri, Head of Instagram.
      Sumber mantan karyawan Instagram membocorkan bahwa penyembunyian Like bakal meningkatkan jumlah postingan pengguna di media sosial itu.
      Kenapa demikian? Lantaran jumlah Like sudah tak terlihat, user menjadi tak begitu peduli apakah postingan mereka disukai atau tidak. Maka, tidak perlu cemas posting sebanyak apapun.
      Bagi Instagram, teori itu adalah sesuatu yang bagus karena semakin banyak postingan, makin tinggi pula waktu yang dihabiskan di Instagram. Ujung-ujungnya, lebih banyak iklan dapat ditampilkan.
      Pengguna Instagram juga cenderung meniru kebiasaan teman dekat atau keluarga. Jadi, saat sebagian user mulai lebih sering memposting, diharapkan menciptakan efek viral sehingga user lain mengikutinya.
      Belum ada komentar dari Instagram soal informasi tersebut. Masih menurut sang sumber, eksperimen menyembunyikan Like sudah dilakukan internal Instagram sejak tahun 2018.
    • By Forzaken_DT
      Pengadilan federal Manhattan, Amerika Serikat, memvonis Evaldas Rimasauskas, pelaku penipuan terhadap perusahaan sekelas Google dan Facebook dengan hukuman lima tahun penjara. Kedua raksasa teknologi itu diketahui rugi hingga USD 120 juta atau Rp 1,67 triliun akibat penipuan tersebut.
      Tak hanya menghuni sel tahanan, Rimasauskas juga didenda sebesar USD 26,4 juta sebagai ganti rugi.
      "Evaldas Rimasauskas merancang skema berani untuk menipu perusahaan AS lebih dari USD 120 juta dan kemudian menyalurkan dana itu ke rekening bank di seluruh dunia," kata jaksa penutut Geoffrey Berman.
      Semua itu bermula dari aksi Rimasauskas berpura-pura sebagai karyawan dari perusahaan manufaktur elektronik bernama Quanta Computer di Taiwan. Untuk menyakinkan aksinya, pria ini sampai modal stempel perusahaan yang sesuai dengan aslinya hingga email palsu.
      Dari email palsu tersebut, Rimasauskas mengirimkan ke staf Google dan Facebook meminta pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli dari Quanta. Pada saat itu, memang Google dan Facebook bermitra dengan Quanta.
      Rimasauskas pun menginstruksikan agar pembayaran ditransfer ke sejumlah bank di luar negeri yang dikuasainya. Ketahuan menipu, Rimasauskas ditangkap pada 2017 lalu dan pada pekan ini baru diputuskan hukumannya.
      "Rimasauskas melakukan pencurian teknologi tinggi dari belahan dunia, tetapi dia dijebloskan di pengadilan federal Manhattan," pungkas Berman.
    • By Forzaken_DT
      VeriSign melaporkan pendaftaran nama domain internet di seluruh top-level domains (TLD) tumbuh menjadi 359,8 juta pada kuartal ketiga 2019.
      Dalam laporan ini tercatat ada peningkatan pendaftaran nama domain sebanyak 5,1 juta pendaftaran atau 1,4%, bila dibandingkan dengan kuartal kedua. Dilihat dari tahun ke tahun, VeriSign menyebutkan ada pendafaran nama domain juta 17,4 juta atau 5,1%.
      Dipaparkan, TLD .com dan .net memiliki total gabungan pendaftaran nama domain sebanyak 157,4 juta di basis nama domain di akhir kuartal ketiga 2019, dengan peningkatan sebesar 1,3 juta pendaftaran nama domain atau 0,8%, jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2019.
      TLD .com dan .net mengalami peningkatan gabungan sekitar 5,7 juta pendaftaran nama domain, atau 3,8% dari tahun ke tahun. Pada 30 September 2019, total basis nama domain .com berjumlah 144,0 juta pendaftaran nama domain, sedangkan total basis nama domain .net berjumlah 13,4 juta pendaftaran.
      Total pendaftaran baru nama domain di .com dan .net sekitar 9,9 juta pada akhir kuartal ketiga 2019, jika dibandingkan dengan 9,5 juta pendaftaran nama domain pada akhir kuartal ketiga 2018.
      Berikut 10 besar peringkat TLD berdasarkan jumlah nama domain yang dilaporkan:
      .com sebanyak 144 juta nama domain .tk sebanyak 25,1 juta nama domain .cn sebanyak 23 juta nama domain .de sebanyak 16,3 juta nama domain .net sebanyak 13,4 juta nama domain .uk sebanyak 13,3 juta nama domain .org sebanyak 10 juta nama domain .tw sebanyak 6,8 juta nama domain .nl sebanyak 5,9 juta nama domain .ru sebanyak 5,7 juta nama domain
    • By merahputih
      Tujuh investor Libra memilih mundur karena tak ingin bisnisnya terseret dampak kontroversi dari uang digital (crypocurrency) bikinan Facebook tersebut. Bagaimana nasib Libra ke depan?
      Meski investornya mundur, Facebook masih kekeuh dengan rencana awalnya. Libra Association baru saja mengumumkan 21 anggota pendiri dan para petinggi perusahaan.
      Senin lalu, mereka berkumpul di Jenewa, Swiss untuk menandatangani piagam Libra Association. Dewan direksi pun sudah dibentuk yang terdiri dari lima orang termasuk David Marcus yang memimpin poject Libra, Andreessen Horowitz (PayU), Kiva Microfunds dan Xapo Holdings.
      Libra Association adalah organisasi yang mengelola uang Facebook Libra. Organisasi nirlaba ini menargetkan memiliki 28 investor yang memiliki hak voting. Untuk mendapatkan hak voting investor harus mengucurkan dana US$ 10 juta.
      Sebelumnya, Mastercard, Visa, PayPal, eBay, Stripe, Mercado Pago. Terbaru adalah Booking.com.
      Libra Facebook merupakan mimpi Mark Zuckerberg untuk mengirim uang semudah kirim pesan. Uang Libra akan digunakan untuk bertransaksi di Facebook dan para investornya.
      Libra akan dikaitkan dengan mata uang resmi dunia sehingga pergerakan harganya mengikuti mata uang resmi tersebut. Recananya Facebook Libra akan diterbitkan pada Semester I-2020.
      Namun, Libra mendapat banyak tentang dari bank sentral hingga Presiden Donald Trump. Alasannya, bank sentral tidak bisa mengontrol peredaran uang Libra. Padahal dari sisi pengguna Libra berpotensi berdampak sistemik pada sistem keuangan bila bermasalah.
    • By merahputih
      Alat pembaca pikiran yang ada di film Doraemon mungkin bisa jadi kenyataan. CEO Facebook Mark Zuckerberg ingin membuatnya.
      Facebook mengungkapkan diskusi Zuckerberg dengan Dr Joe DeRisi dan Dr Steve Quake dari pusat riset yang didanai Zuck dan istrinya Pricillia Chan yaitu Chan Zuckerberg Biohub. Mereka diskusi tentang sebuah teknologi yang menerjemahkan sinyal otak menjadi informasi untuk mesin.
      Tentu saja Zuck tidak eksplisit menyebut alat Doraemon. Namun, para penggemar Doraemon pasti ingat kucing robot ini punya alat bernama Helm Pembaca Pikiran.
      "Tujuannya adalah membuatnya jadi kamu bisa berpikir sesuatu dan mengendalikan sesuatu dalam virtual reality atau augmented reality," kata Mark Zuckerberg seperti diberitakan Daily Mail yang dilihat Kamis (24/10/2019).
      Facebook memang serius dengan teknologi VR melalui Occulus. Occulus terus dikembangkan untuk bisa melakukan antarmuka otak ke komputer. Facebook juga membeli perusahaan bernama CTRL-labs dengan nilai antara USD 500 juta-1 miliar (Rp 7-14 triliun).
      CTRL-labs lagi mengembangkan alat berbentuk arloji untuk bisa membaca sinyal otak yang dikirimkan ke jari tangan untuk mengendalikan ponsel. Dengan begitu, seseorang bisa menelepon hanya dengan perintah otak, tanpa harus memencet tombol.
      "Saya punya cukup kapasitas dalam syaraf motorik untuk mengandalikan tangan tambahan. Tinggal berlatih supaya sinyal terbaca di pergelangan tangan. Tapi kalau kemampuan membaca otak Anda terbatas untuk menjadi aktivitas motorik, maka harus ada yang diimplan di tubuh Anda," kata Zuckerberg.
      The Verge menulis, kalau Zuck mengatakan pihaknya ingin membuat alat yang bisa membaca sinyal otak tanpa arus ditempelkan di tengkorak. Facebook juga ingin membuat AR dan VR menjadi lebih maju lagi dalam 5-10 tahun.
      "Jangan sampai orang berpikir Facebook mau bedah otak. Saya tidak mau dipanggil Kongres AS gara-gara itu," ujar Zuckerberg.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy