Jump to content
  • ×   Pasted as rich text.   Restore formatting

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By eka
      Pemerintah menetapkan pemenang konsorsium proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Bandara Komodo, Labuan Bajo. Adapun para pemenangnya yakni PT Cardig Aero Service (CAS) dan Changi Airports International Pte Ltd. (CAI),dan Changi Airports MENA Pte Ltd.
      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan penetapan pemenang konsorsium ini sudah berdasarkan proses pemilihan yang dilakukan bersama tim ahli. Dari beberapa yang mengajukan, maka terpilihlah tiga perusahaan asal Singapura tersebut.
      "Kita menetapkan konsorsium untuk ketiganya. Investasinya sebanyak Rp 1,2 triliun. Di mana ini akan dilakukan biaya operasional sebanyak Rp 5.7 triliun selama 25 tahun. Selain itu juga ada jaminan Rp 5 miliar dari investor," kata Mehub Budi, dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Kamis (26/12).
      Menhub Budi menjelaskan, pemenang konsorsium ini nantinya akan bertugas merancang, membangun dan membiayai pembangunan fasilitas sisi udara yang meliputi perpanjangan dan perkerasan landas pacu, penambahan apron, stopway dan RESA.
      Sedangkan pembangunan fasilitas sisi darat akan meliputi perluasan terminal penumpang domestik, pembangunan terminal penumpang internasional, kantor dan gedung, dan fasilitas pendukung lainnya.
      Kemudian tugas lainnya yakni meliputi pengoperasikan Bandara Komodo, Labuan Bajo selama masa kerjasama 25 tahun, memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo dan menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo pada saat masa kerjasama berakhir kepada PJPK.
      "Yang dilakukan di Labuan Bajo untuk dapat badan usaha yang memiliki kompetensi yang lebih ada dari sekarang meningkatkan kinerja babdarnaya dan dalam waktu tidak lama penumpangnya meningkat pesat jadi 4 juta dan yang pentingg konetivitas nasional dan internasional membuat turis jadi lebih banyak," jelas dia.
    • By Forzaken_DT
      VeriSign melaporkan pendaftaran nama domain internet di seluruh top-level domains (TLD) tumbuh menjadi 359,8 juta pada kuartal ketiga 2019.
      Dalam laporan ini tercatat ada peningkatan pendaftaran nama domain sebanyak 5,1 juta pendaftaran atau 1,4%, bila dibandingkan dengan kuartal kedua. Dilihat dari tahun ke tahun, VeriSign menyebutkan ada pendafaran nama domain juta 17,4 juta atau 5,1%.
      Dipaparkan, TLD .com dan .net memiliki total gabungan pendaftaran nama domain sebanyak 157,4 juta di basis nama domain di akhir kuartal ketiga 2019, dengan peningkatan sebesar 1,3 juta pendaftaran nama domain atau 0,8%, jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2019.
      TLD .com dan .net mengalami peningkatan gabungan sekitar 5,7 juta pendaftaran nama domain, atau 3,8% dari tahun ke tahun. Pada 30 September 2019, total basis nama domain .com berjumlah 144,0 juta pendaftaran nama domain, sedangkan total basis nama domain .net berjumlah 13,4 juta pendaftaran.
      Total pendaftaran baru nama domain di .com dan .net sekitar 9,9 juta pada akhir kuartal ketiga 2019, jika dibandingkan dengan 9,5 juta pendaftaran nama domain pada akhir kuartal ketiga 2018.
      Berikut 10 besar peringkat TLD berdasarkan jumlah nama domain yang dilaporkan:
      .com sebanyak 144 juta nama domain .tk sebanyak 25,1 juta nama domain .cn sebanyak 23 juta nama domain .de sebanyak 16,3 juta nama domain .net sebanyak 13,4 juta nama domain .uk sebanyak 13,3 juta nama domain .org sebanyak 10 juta nama domain .tw sebanyak 6,8 juta nama domain .nl sebanyak 5,9 juta nama domain .ru sebanyak 5,7 juta nama domain
    • Guest news
      By Guest news
      Burung liar di sekitar bandara bisa menabrak pesawat terbang atau tersedot mesin jet sehingga membahayakan keselamatan penerbangan. Otoritas bandara sering memakai anjing atau bunyi keras untuk menghalau kawanan burung, namun menurut perusahaan Belanda, burung robot produksinya jauh lebih efektif.
       
    • By Males
      Pernahkah Anda sedang berada di dalam penerbangan tapi Anda harus segera mengirim pekerjaan melalui email atau Anda ingin segera berbagi momen istimewa di media sosial? Jika Anda terbang dengan salah satu maskapai ini, hal ini tidak akan lagi menjadi persoalan, Anda bisa melakukan semuanya dengan fasilitas Wi-Fi onboard.
      1. Emirates (EK)
      Maskapai yang berkantor pusat di Dubai, Uni Emirat Arab ini bukan hanya menjadi maskapai terbesar di Timur Tengah, tapi juga salah satu maskapai terbaik di tingkat dunia. Jika Anda terbang dengan maskapai ini, terutama di tipe pesawat Airbus A380, Anda bisa menikmati fasilitas inflight Wi-Fi gratis di semua kelas penerbangan dengan kuota sebesar 10 MB. Masih kurang? Anda bisa membeli kuota tambahan dengan harga mulai dari 1 USD per 500 MB.
      2. Aer Lingus (EI)
      Maskapai terbesar kedua di Irlandia ini menawarkan fasilitas Wi-Fi onboard gratis bagi penumpang Business Class-nya di pesawat Airbus seri A330 di seluruh rute transatlantik. Tapi jika Anda tidak terbang di kelas bisnis, Anda juga bisa membayar biaya Wi-Fi onboard dengan harga sekitar 14,95 USD untuk 1 jam atau seharga 24,95 USD untuk durasi 24 jam pemakaian.
      3. Garuda Indonesia (GA)
      Maskapai terbesar dan kebanggaan masyarakat Indonesia ini menawarkan fasilitas Wi-Fi gratis jika Anda terbang di First Class pada jenis pesawat Boeing 777-300ER atau Airbus 330-200/300. Apabila Anda terbang di kelas bisnis atau ekonomi di pesawat Boeing 777-300ER, Anda bisa membeli paket inflight Wi-Fi dengan harga 11,95 USD untuk durasi 1 jam atau seharga 21,95 USD untuk durasi 24 jam. Sedangkan jika Anda terbang dengan pesawat Airbus 330-200/300 di kelas bisnis dan ekonomi, Anda bisa membeli paket Wi-Fi onboard dengan harga 2,49 USD untuk perangkat mobile kuota 3 MB dan 9,95 USD untuk perangkat mobile kuota 10 MB atau dengan harga 9,95 USD untuk perangkat laptop kuota 10 MB dan 21,95 USD untuk perangkat laptop kuota 25 MB.
      4. Air China (CA)
      Memiliki lebih dari 289 rute penerbangan di 30 negara, mulai dari Asia ke Timur Tengah, Eropa Barat, hingga Amerika Utara, maskapai asal Tiongkok ini menawarkan fasilitas Wi-Fi gratis bagi seluruh pelanggannya. Namun demikian, sementara ini fasilitas Wi-Fi hanya bisa digunakan di perangkat laptop dan belum bisa digunakan di smartphone.
      5. Hong Kong Airlines (HX)
      Jika Anda berencana terbang dengan maskapai ini, pastikan Anda mencari penerbangan yang menggunakan jenis pesawat Airbus A330-200. Mengapa demikian? Karena seluruh penumpang Hong Kong Airlines di pesawat itu akan mendapatkan fasilitas Wi-Fi onboard gratis! Pastikan Anda terhubung dengan provider OnAir saat di pesawat untuk dapat menikmatinya.
      6. JetBlue Airways (B6)
      Jika Anda memiliki rencana terbang keliling Amerika Serikat, Anda bisa menggunakan maskapai JetBlue Airways. Jika kebetulan Anda naik pesawat dengan tipe Airbus A321, maka Anda bisa menikmati fasilitas Wi-Fi onboard gratis di paket Simply Surf basic version. Jika paket itu dirasa kurang, Anda bisa upgrade ke plan Fly-Fi Plus dengan harga 9 USD per jam pemakaian.
      7. Norwegian (DY)
      Maskpai low-cost terbesar ketiga di Eropa dan terbesar kedua di daratan Skandinavia ini menawarkan fasilitas Wi-Fi gratis jika Anda terbang di rute short dan medium-haul di wilayah Eropa. Saat ini, Anda bisa menikmati fasilitas ini di lebih dari 61 pesawat Boeing 737-800 yang mereka operasikan. Namun demikian, maskapai Norwegian masih belum menawarkan fasilitas Wi-Fi untuk rute penerbangan jarak jauhnya.
      8. Thai Airways (TG)
      Maskapai asal Thailand ini telah mengoperasikan 75 rute penerbangan di 35 negara. Jika Anda terbang dengan Thai Airways di kelas bisnis, Anda bisa menikmati fasilitas Wi-Fi gratis dengan plan 3 bulan trial. Saat ini, fasilitas ini hanya dapat Anda nikmati di pesawat Airbus A330-300 dan A380-800 khusus untuk rute penerbangan jarak jauh. Bagi Anda yang terbang di kelas bisnis, Anda bisa membeli paket THAI Sky Connect Smartphone users dengan harga 4,50 USD untuk kuota 3 MB atau 14,5 USD untuk kuota 10 MB. Jika Anda ingin menggunakan laptop/tablet, biaya Wi-Fi-nya adalah sebesar 14,5 USD untuk kuota 10 MB dan 28,5 USD untuk kuota 20 MB.
      Selain 8 maskapai tersebut, masih ada puluhan maskapai lain yang juga menawarkan fasilitas Wi-Fi onboard, meski tidak gratis. Inflight Wi-Fi bisa jadi solusi pengusir rasa bosan, terutama bagi Anda yang mudah bosan dan akan melakukan penerbangan jarak jauh
    • By astro
      Sejumlah perusahaan jaringan dilaporkan tengah bekerja sama untuk menghadirkan layanan 4G di Bulan. Proyek ini dimulai oleh Vodafone yang bekerja sama dengan Nokia untuk mendukung misi dari PTScientist (Part Time Scientist).
      Sekadar informasi, PTScientist merupakan perusahaan penjelajahan luar angkasa asal Jerman yang tengah menggodok misi penjelajahan ke Bulan. Perusahaan tersebut bakal menjalankan misi ini dengan berkolaborasi bersama Audi untuk membuat rover penjelajah.
      Nantinya, Vodafone dan Nokia akan bekerja sama untuk menyediakan jaringan untuk mendukung misi tersebut. Dikutip dari Engadget, Jumat (2/3/2018), base station Vodafone akan menyediakan jalur komunikasi antara rover di Bulan dengan Bumi.
      Jalur komunikasi itu akan digunakan untuk mengirimkan pencitraan termasuk video dari Bulan. Jaringan 4G ini akan memakai frekuensi 1.800MHz untuk mengirimkan video HD ke Autonomous Landing and Navigation Module (ALINA), yang terhubung ke PT Scientist.
      Sementara, Nokia akan menyediakan perangkat jaringan dengan kualitas luar angkasa yang dibuat sangat ringan. Rencananya, bobot perangkat ini tak lebih dari 1 kg.
      4G sendiri dipilih karena dianggap lebih efisien ketimbang radio analog. Selain itu, jaringan ini memungkinkan terjadinya proses transfer data dalam kapasitas besar. 
      Menurut CTO Nokia, Marcus Weldon, dukungan misi penting tak hanya dari sisi akademis, tetapi juga industri terkait penelitian tentang Bulan. Karena itu, misi yang direncanakan meluncur pada 2019 ini memiliki potensi yang sangat besar.
      Rencana PTScientist
      Rencana PTScientist untuk melakukan misi ke bulan sebenarnya sudah dicanangkan sejak tahun lalu. Mereka menciptakan infrastruktur telekomunikasi yang nantinya memudahkan astronot bisa melakukan panggilan telepon dari bulan ke bumi.
      PTScientist yang juga sempat menciptakan wahana moon rover untuk Google Lunar XPrize ini memang menuturkan akan mengandalkan teknologi 4G LTE, yakni jaringan yang kini tengah digunakan oleh operator telekomunikasi di seluruh dunia
      "Kami bekerja sama dengan Vodafone untuk menyediakan base station LTE di bulan," kata Karsten Becker, pemimpin pengembangan perangkat elektronik PTScientist seperti dilansir Space.
      Rencananya, PTScientist akan memulai uji coba perdana dengan meluncurkan pesawat luar angkasa (spacecraft) Falcon 9 dengan dua wahana rover dalam orbit berjarak 26.000 mil.
      "Dari situ, ia akan melakukan landing ke bulan dan mengeluarkan dua wahana rover yang akan 'berkomunikasi' ke base station LTE kami," jelas Becker.
      Misi ke Bulan

      Untuk informasi, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara dan perusahaan memang menjadikan Bulan sebagai tujuan penjelajahan. Salah satu negara yang dilaporkan akan mengirimkan manusia ke Bulan adalah Jepang. 
      Rencana perjalanan ke bulan ini terungkap dari sebuah proposal milik Badan Antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).
      Proposal yang dikirimkan ke Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Pengetahuan, dan Teknologi Jepang, ini berisikan tentang rencana dan misi eksplorasi manusia ke bulan.
      Sementara, prediksi para peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA, European Space Agency) menyebut akan bisa menghuni Bulan dalam kurun waktu 23 tahun lagi, tepatnya pada 2040.
      Kira-kira, pada waktu tersebut akan ada sekitar 100 orang yang akan memiliki hunian permanen di Bulan. Konsep hunian di Bulan ini dicetuskan oleh pimpinan peneliti ESA untuk Bulan, Bernard Foing. 
×
×
  • Create New...