Jump to content
  1. meliana

    meliana

  2. Chesa

    Chesa

  • Similar Content

    • By Brenda_Christie
      Setiap orang tentu memiliki kriteria masing-masing saat hendak menjalin hubungan dengan orang lain. Salah satu hal yang dipertimbangkan adalah pekerjaan calon pasangan. Beberapa orang mungkin ada yang mengharapkan memiliki pasangan seorang dokter. Sebab hingga saat ini dokter masih dianggap sebagai profesi dengan gaji tinggi.
      Bagi Anda yang memiliki keinginan serupa, tahukah bahwa menjadi pasangan dokter tidak mudah? Tidak percaya?
      Kehidupan medis tidak terlalu fleksibel
      Sama seperti pekerjaan lain, dokter juga memiliki jadwal praktek. Hanya saja terkadang dokter harus menyelesaikan pekerjaannya menangani pasien hingga kondisi sudah stabil. Dengan begitu dokter tidak bisa pergi begitu saja di tengah-tengah kondisi darurat. Bahkan dokter harus siap dipanggil kapan saja saat ada pasien yang membutuhkan.
      Meskipun pada saat itu dirinya sedang ada acara keluarga atau sedang bersama dengan pasangan. Selain itu, tempat tinggal dokter terkadang harus mengikuti tempatnya ditugaskan praktek. Kondisi ini sering terjadi pada saat dokter hendak mengambil spesialisasi dan sekolah lebih lanjut. Pasangan pun harus siap dengan kondisi ini.
      Memiliki waktu kehidupan yang berbeda dari orang lain
      Salah satu bagian tersulit menjadi pasangan dokter adalah sulitnya bertemu dengan orang lain sesuai jadwal semestinya. Sebagai contoh, ibu rumah tangga biasa mungkin menyempatkan waktu bertemu dengan teman di hari kerja dan menghabiskan waktu dengan keluarga di akhir pekan. Tapi dokter kadang memiliki waktu luang di hari kerja dan bekerja di akhir pekan. Saat itu tentu sebagai pasangan yang baik harus ada di rumah untuk menemani suami. Sedangkan bertemu di akhir pekan dengan teman sedikit sulit karena mereka ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.
      Sulit untuk merencanakan sesuatu
      Merencanakan segala sesuatu adalah tindakan yang baik. Tapi rencana bisa jadi tinggal rencana saat harus berhadapan dengan jadwal praktik dokter. Seperti yang dikatakan sebelumnya, jam pulang kerja dokter tidak jelas. Begitu juga dengan waktu liburnya. Belum lagi bila mereka dibutuhkan mendadak di hari libur.
      Merasa tidak mengenal pasangan
      Kesibukan dan rutinitas yang berbeda dari dokter terkadang membuat seseorang tidak mengenal pasangannya. Terutama saat menemani mereka dalam pertemuan-pertemuan yang melibatkan banyak dokter. Sementara dokter mungkin akan bercakap-cakap tentang dunia medis kepada rekannya dengan penuh semangat, pasangan hanya bisa mendengarkan tanpa bisa mengerti. Itu bisa terasa sangat menjengkelkan karena seolah-olah Anda tidak mengenal pasangan dan tidak mengetahui apapun soal dunianya.
      Timbul perasaan bersalah dan sedih
      Ini mungkin merupakan bagian tersulit menjadi pasangan dari seorang dokter. Tak sedikit orang yang merasa bersalah karena ada banyak hal baik tentang menikah dengan dokter tapi banyak pula hal buruk yang dapat terjadi. Kondisi ini terkadang bisa sangat sulit untuk diceritakan pada orang lain karena mereka tidak mengerti kondisinya.
    • By cinta_segiempat
      Mungkin kamu berpikir cinta sejati hanya dirasakan oleh pasangan kalau hubungan udah kakek-nenek. Kisah cinta mereka hingga lanjut usia yang masih terjalin ini sebenarnya nggak bisa disebut cinta sejati lho. Karena sesungguhnya cinta sejati itu nggak pernah ada. Yang ada hanyalah dua orang yang saling mencintai, yang tetap mau percaya satu sama lain, dan membuat cinta mereka tetap berpendar.
      Dalam menjalin hubungan, setiap pasangan pasti punya beragam hal yang menjadi cobaan. Mulai dari yang skala kecil hingga besar pernah dialami. Hal tersebut tentu menguji kesetiaan, kesabaran, dan kepercayaan pasangan. Itulah mengapa cinta sejati nggak pernah ada.
      Namun meski begitu, 6 hal ini sudah membuktikan dan membuatmu percaya bahwa cinta memang selalu ada.
      1. Jangan terlena dengan cerita cinta dalam drama. Kamu harus sadar setiap pasangan nggak ada yang sempurna
      Penyakit kalau kebanyakan nonton drama yaitu kamu jadi punya kisah cinta favorit. Kalau udah begini nih biasanya kisah cinta tersebut jadi sering kamu khayalkan. Nah kalau kelamaan jadi bahaya lho karena bisa buat kamu kebablasan. Kamu jadi inginnya punya pasangan yang sempurna, mau nggak mau saat menjalani hubungan banyak hal yang dirimu minta kepada pasangan. Makanya, jangan terlena dengan cerita yang dijual dalam drama-drama. Kamu harus sadar kalau pasangan nggak ada yang sempurna. Kamu dan dia harus tetap saling menerima.
      2. Bukan lagi saling egois mendahulukan kepentingan sendiri. Yang ada saling mengerti dengan membicarakan secara baik-baik
      Sikap egois yang dimiliki setiap pasangan itu pasti ada. Hal ini seringkali menjadi pertengkaran bagi keduanya. Nggak heran kalau cek-cok dalam hubungan sering terjadi. Oleh karena itu, sebaiknya coba deh bicarakan kebutuhan masing-masing secara baik-baik. Kalian harus saling mengerti agar menemukan titik temu mana keperluan yang didahulukan.
      3. Saat hubungan sedang berjarak, kamu tetap merasa nyaman menjalani. Bukan kesal dan marah-marah sendiri
      Dalam menjalani hubungan, mustahil kayaknya kalau kamu nggak mengalami hubungan jarak jauh. Meski hanya sebentar, pasti pernah deh kamu rasakan dan jadi galau berkepanjangan. Tapi ketika kamu sudah sampai pada titik penerimaan, dimana kamu tak lagi merasa kesal ketika jauh dari pasangan, maka kedewasaan hubungan kalian tak perlu diragukan lagi.
      4. Cinta dan sayang pasti selalu ada, tapi nggak mesti waktu kalian dihabiskan untuk berdua.
      Kalian memang saling sayang dan cinta, tapi nggak mesti selalu berdua dong. Sebaliknya, waktu yang kalian miliki diisi dengan aktivitas masing-masing. Dengan begitu kalian akan merasakan seperti apa kasih yang sesungguhnya. Karena yang namanya perasaan, nggak selalu harus berdua. Meski sebagai pasangan, kalian tetap menghargai privasi masing-masing. Tanpa pernah mengekang satu sama lain mengerjakan urusan pribadi.
      5. Cemburu yang menggugah kesal dalam hati bikin nggak nyaman. Tapi kamu dan dia sebisa mungkin menetralisir rasa itu agar keharmonisan tetap terjaga
      Teman-teman yang mengelilinginya bikin kamu gerah melihatnya. Nggak jarang hal itu bikin kamu kesal sendiri lho. Lambat laun cemburu pun menyelimuti dan bikin hubungan jadi memanas. Demi menciptakan hubungan yang harmonis, kamu perlu menteralisir rasa itu. Toh cemburu tak selalu tanda cinta, tapi terkadang hanya rasa kepercayaan diri yang berkurang.
      6. Meski maut telah memisahkan, namun cinta tetap ada meski dia telah pergi
      Yup! Hal satu ini bisa kamu dapatkan dari kisah cinta Pak Habibie – (Alm.) Bu Ainun. Kisah dua insan yang kisahnya menjadi salah satu relationship goals kamu ini bikin gregetan kalau mengingatnya. Bu Ainun yang setia mendampingi Pak Habibie dalam segala hal dilakukannya demi yang terbaik. Begitu pun dengan Pak Habibie – yang tetap setia kepada Bu Ainun. Kamu bisa lihat beliau yang selalu menyekar ke makam almarhum istri tersayang dan menjaga makamnya dengan baik. Cinta abadi yaitu yang selalu ada walau dia telah pergi.
    • By monica_pendong
      Gak setiap hubungan yang dijalani seseorang akan menuju pelaminan. Tetapi ada empat tanda Anda telah menemukan belahan jiwa yang tepat.
      Menurut pakar hubungan Talia Goldstein, empat tanda di bawah ini menunjukkan bahwa Anda telah menemukan orang yang tepat. Simak ulasannya dari para pakar hubungan.
      Anda setipe ketika melakukan perjalanan
      Anda dianggap telah menemukan belahan jiwa jika melakukan perjalanan dengan cara yang sama. Misalnya, Anda dan pasangan lebih senang berpetualang dengan menginap di tenda, berarti Anda memiliki gaya hidup yang sama, di mana Anda dan dia gak perlu susah-susah beradaptasi. Sementara, jika Anda memiliki pikiran yang sempit tentang cara bepergian, bisa jadi pola pikir Anda terhadap hal yang lain juga demikian.
      Tertarik pada kegiatan yang sama
      Ketika Anda dan pasangan memiliki ketertarikan yang sama pada beberapa hal, bisa jadi Anda berdua memang ditakdirkan untuk hidup bersama. Menurut Goldstein, harus ada seenggaknyanya dua sampai tiga hal yang Anda suka untuk dilakukan bersama. Karena dengan demikian, Anda akan lebih sering memiliki alasan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama.
      Hubungan Anda memiliki keseimbangan
      Belahan jiwa juga gak hanya bagi mereka yang setipe, tetapi juga mereka yang bersifat berbeda. Sifat berbeda yang dimaksud adalah di mana dua orang saling melengkapi kekurangan masing-masing. Misalnya, Anda adalah orang yang sangat supel, sementara kekasih Anda orang yang introvert, menurut Goldstein ini adalah pertanda baik.
      Merasa enjoy dengan diri sendiri
      Hubungan yang baik adalah ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang membuat Anda mencintai diri sendiri. Ketika hubungan ini membuat Anda merasa seperti benar-benar berada di versi terbaik, bisa diartikan ini adalah pertanda Anda menjalin hubungan bersama orang yang tepat.
    • By womanthings
      Aku percaya bahwa kamu adalah pasangan baik untukku. Aku sangat berterimakasih padamu karena kamu telah memilihku menjadi pasanganmu. Aku juga berterimakasih kamu telah berusaha membahagiakanku dan melakukan banyak pengorbanan untukku. Namun, maaf, aku terpaksa mengakhiri hubungan kita sampai sini saja.
      Bukannya aku tidak mencintaimu lagi atau aku sudah menemukan cinta selain kamu. Tidak ada yang salah dalam hubungan kita. Aku terpaksa mengakhirinya karena kamu dan aku adalah orang baik yang sayangnya, kita bukanlah orang yang tepat untuk satu sama lain. Namun, perkenankanlah aku mengutarakan alasanku kenapa aku harus mengakhiri hubungan kita yang indah ini.
      Sudah cukup lama kita menjalin hubungan ini, tetapi aku masih belum bisa menemukan kenyamanan darimu. Banyak sekali ungkapan rasa dan gelisah yang harus kusimpan dalam hati karena aku takut kamu akan marah padaku. Aku juga tidak merasa bebas bercanda dan bersenda gurau denganmu karena aku khawatir kamu tidak menyukai candaanku. Maafkan aku karena jati diriku tidak bisa membuatku nyaman bersamamu. Aku tidak bisa meneruskan hubungan yang mengekang aku untuk menjadi diriku sendiri yang terbaik.
      Selalu saja ada perbedaan pendapat di antara kita. Aku paham bahwa kita tidak bisa selamanya sependapat. Namun, perbedaan pendapat malah meracuni hubungan kita. Lihat saja kita yang sering bertengkar dan mau menang sendiri saat berdebat. Kita tidak bisa membangun hubungan tanpa saling memahami, menghargai, dan menghormati satu sama lain. Maafkan aku karena tidak mampu memahami kamu, dan aku tidak bisa terus menuntutmu untuk memahamiku juga.
      Sadarkah kamu, kamu selalu menyalahkan aku ketika kamu sedang kesal? Apapun yang kulakukan untuk meringankan beban hatimu rasanya selalu salah dan malah menambah kekesalanmu. Ketika aku sedang mencari ketenangan dengan menyendiri atau berkumpul dengan temanku, kamu selalu marah dan menuduhku tidak pernah ada buatmu. Aku sangat mencintaimu, tetapi aku tidak bisa meneruskan hubungan yang dapat merusak kebahagiaanku dan kesehatan emosionalku.
      Memang, kita saling membutuhkan, tetapi rasanya sulit sekali bagi kita menyempatkan waktu untuk satu sama lain. Setiap kali aku menghubungimu, kamu selalu sibuk, seolah aku mengganggumu. Tidak hanya itu, kamu juga sering menuntutku untuk meluangkan waktuku untukmu tanpa memahami bahwa aku juga memiliki kehidupan lain di luar hubungan kita. Mungkin sekarang saatnya menyadari bahwa kita menjalani hubungan ini di waktu yang tidak tepat.
      Selama ini aku hanya membohongi diriku sendiri dan orang lain bahwa hubungan kita membahagiakan dan baik-baik saja. Aku selalu merasa kewalahan dan lelah saat bersamamu. Aku tidak sanggup lagi berpura-pura demi hubungan kita. Segala usaha yang aku berikan dalam hubungan selalu sia-sia. Seolah-olah semua yang kulakukan untukmu selama ini hanyalah kewajibanku sebagai pasanganmu, bukannya karena rasa cintaku kepadamu.
      Baik aku dan kamu bukanlah orang buruk. Kita hanyalah orang baik yang tidak tepat untuk satu sama lain. Maafkan aku karena telah mengakhiri semua ini karena aku tidak mau kita terjerat lebih lama lagi dalam hubungan kita yang kurang tepat. Aku harap kamu dapat menemukan kebahagiaanmu, sebagaimana aku yang berusaha menemukan kebahagiaanku juga.
    • By MariaAngeline
      Urutan lahir ternyata mempengaruhi kecocokan kamu dan pasangan kamu loh Ngobaser, yuk telusuri lebih lanjut..
      1. Sulung dan Tengah
      Sebenarnya, anak tengah bisa menjalin hubungan asmara sama anak urutan apapun. Soalnya, anak tengah biasa menyelesaikan konflik antara dia dan saudara-saudaranya. Tapi, biasanya anak tengah dan anak sulung sama-sama dominan. Jadi, harus ada salah satu yang mengalah.
      2. Sulung dan Bungsu
      Anak sulung dan bungsu punya perbedaan sifat yang mencolok loh. Biasanya anak sulung bersifat teratur dan penuh perhatian, sedangkan anak bungsu cenderung manja dan tergantung pada orang lain. Tapi hal ini yang membuatnya saling melengkapi satu sama lain.
      3. Sulung dan Tunggal
      Anak sulung bisa mengayomi sifat manja dari anak tunggal. Tapi naluri kompetitif keduanya sama-sama besar. Soalnya, anak pertama bakal bertindak sebagai pembuat keputusan, sedangkan anak tunggal cenderung nggak mau mengalah.
      4. Tengah dan Bungsu
      Anak tengah dan bungsu bisa menjadi pasangan yang jarang bertengkar loh. Soalnya, anak tengah mau menerima pendapat dan berkompromi. Kalo anak tengah berpasangan sama anak bungsu, dia akan memberi keleluasaan buat pasangannya untuk melakukan apa yang diinginkan.
      5. Bungsu dan Tunggal
      Anak bungsu dan tunggal bisa jadi pasangan yang cocok. Anak tunggal cenderung bijaksana dan teliti, sehingga dia bisa mengimbangi sifat pasangan yang kurang teratur. Sedangkan anak bungsu akan menunjukkan kreativitas dan petualangan sehingga hubunganmu nggak membosankan.
      6. Sama-sama Anak Sulung
      Sesama anak sulung agak sulit menjalin hubungan nih. Soalnya, keduanya punya jiwa kompetitif yang tinggi dan kemauan mempertahankan pendapatnya masing-masing. Jadi, pasangan ini gampang terkena konflik.
      7. Sama-sama Anak Tengah
      Anak tengah emang cocok berpasangan sama siapa saja. Tapi, pasangan anak tengah bisa punya pemikiran yang berbeda satu sama lain, sehingga mereka sulit mengalah dan menyatukan pandangan.
      8. Sama-sama Anak Bungsu
      Pasangan anak bungsu bisa punya hubungan yang penuh kreativitas dan keceriaan. Tapi, keduanya bakal sulit berunding dan mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.
      9. Sama-sama Anak Tunggal
      Pasangan anak tunggal agak sulit menjalin hubungan. Dua-duanya sulit memahami karakter pasangan dan membaca kode emosional satu sama lain. Jadi, potensi kesalahpahaman pun cukup besar terjadi.
      Jadi, kamu dan pasangan kamu anak ke berapa? 
      1. Anak Sulung: Anak pertama dalam keluarga, dimana kamu punya satu adik atau lebih
      2. Anak Tengah: Kamu punya kakak dan adik sekaligus, bisa 1 kakak 1 adik, 2 kakak 1 adik, dan seterusnya
      3. Anak Bungsu: Anak terakhir dalam keluarga, dimana kamu punya satu kakak atau lebih
      4. Anak Tunggal: Anak satu-satunya dalam keluarga, dimana kamu nggak punya kakak atau adik
      * 1. Anak Sulung: Anak pertama dalam keluarga, dimana kamu punya satu adik atau lebih
      2. Anak Tengah: Kamu punya kakak dan adik sekaligus, bisa 1 kakak 1 adik, 2 kakak 1 adik, dan seterusnya
      3. Anak Bungsu: Anak terakhir dalam keluarga, dimana kamu punya satu kakak atau lebih
      4. Anak Tunggal: Anak satu-satunya dalam keluarga, dimana kamu nggak punya kakak atau adik
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy