Jump to content
bisahabisini

Pelajaran Terakhir Guru Kepada Muridnya Yang Menyayat Hati

Recommended Posts

guru-500x302.jpg.a2fafb6b5de96249a4f4bd7

Sudah kewajiban seorang guru untuk selalu memberikan pelajaran kepada anak didiknya, meskipun sedang sakit parah. Seperti seorang guru asal China ini yang di saat-saat terakhirnya masih sempat memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa-siswi kesayangannya.

Liu Shengping, guru mata pelajaran Seni dan Ilmu Sosial di Sichuan Normal University di Chengdu, China, memiliki permintaan terakhir untuk mengajar para siswanya untuk terakhir kali di sebuah rumah sakit di mana ia di rawat karena sakit parah.

Sejak bulan April lalu, guru berusia 34 tahun itu memang sudah sakit parah karena gagal hati akut dan sirosis hati yang dideritanya. Tubuhnya terus melemah meski sudah menjalani perawatan di rumah sakit selama dua bulan terakhir.

Liu tidak memiliki biaya untuk mendapatkan donor hati, jadi ia hanya bisa bersabar dan berpasrah diri. Mengingat kondisinya yang semakin memburuk, Liu sadar hidupnya tak akan lama lagi. Dia meminta para siswanya untuk datang ke rumah sakit agar dia bisa memberikan materi pelajaran kepada mereka untuk terakhir kalinya.

Selama 13 menit Liu memberikan materi pelajaran mengenai pentingnya bersyukur dan menjalani kehidupan yang baik. Meski tubuhnya terbaring di atas ranjang rumah sakit, Liu bahkan memberikan beberapa nasehat untuk para siswanya agar tetap tegar menjalani ujian hidup, hidup damai, hidup berdampingan, serta saling memberikan kenyamanan satu sama lain.

Dua puluh siswa yang hadir di sana tampak meneteskan air mata ketika itu. Untuk memberikan semangat kepada gurunya, 20 siswa itu menyanyikan sebuah lagu berjudul A Greatful Heart. A Greatful Heart, di mana lagu itu merupakan lagu sedih untuk menghargai orang terpenting dan paling berpengaruh dalam kehidupan seseorang.

Dengan lagu itu, para siswa mengharapkan Guru Liu memiliki dorongan kuat untuk melawan penyakitnya agar bisa sehat kembali. Dengan begitu, Guru Liu bisa mengajar kembali di sekolah bersama para siswanya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By rani

      Masa lalu memang tak bisa dihapuskan, kamu akan tetap membawa masa lalu yang baik maupun buruk seumur hidup kamu. Itulah mengapa banyak orang menjaga apa yang dilakukannya agar tidak mempengaruhi kehidupannya di masa depan. Banyak orang akan menjaga citranya tetap baik agar bisa diterima di masyarakat.
      Sepertinya hal ini juga yang diinginkan guru cantik bernama Kaitlin Pearson. Wanita berusia 23 tahun ini menjadi guru salah satu sekolah dasar anak berkebutuhan khusus di Fitchburg, Amerika Serikat. Ia melakukan pekerjaannya dengan baik, hingga kemudian sebuah masalah menimpanya.
      Seseorang tak dikenal telah mengirimkan email ke pihak kepala sekolah dan media lokal berisi foto-foto Kaitlin saat menjadi model seksi, bahkan sebagian foto menunjukkan ia setengah telanjang. Dalam email tersebut dikatakan, "Can you believe that this girl was hired to work with special education children in the Fitchburg schools?!!" (Percayakah kamu bahwa gadis ini jadi guru sekolah anak berkebutuhan khusus?)
      Pihak sekolah pun akhirnya melakukan penyelidikan dan investigasi mengenai pekerjaan kedua Kaitlin sebagai model telanjang dan model pakaian seksi, dan apakah hal ini mempengaruhi kemampuannya dalam mengajar. Tentu saja reputasinya sebagai guru ikut rusak dengan munculnya hal ini.
      Kaitlin sendiri secara pribadi tidak mau berkomentar tentang email, foto dan lain sebagainya yang menyebar di luar sana, meskipun banyak orangtua yang mulai meragukan reputasinya. Kaitlin mungkin tidak kaget hal ini akan muncul dan diketahui banyak orang karena profesinya saat ini begitu berbeda dengan sebelumnya, apalagi beberapa foto memang ada di akun Facebook-nya.

      Tapi karena ulah orang yang tak suka, hal ini menjadi masalah yang begitu besar. Setelah dilakukan diskusi dan penyelidikan masalah, pihak sekolah pun mulai mengizinkan Kaitlin masuk kerja lagi sebagai guru. Lagipula, Kaitlin sendiri pasti juga sudah memikirkan benar apa yang kini ia lakukan.
      Masa lalu mungkin mempengaruhi kehidupan masa depanmu, tapi yang lebih penting adalah sikap dan tindakanmu saat ini, apalah bisa diterima masyarakat atau tidak. Selagi seseorang bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, akan selalu ada dukungan dari berbagai pihak, seperti yang dialami Kaitlin.
      Ini foto fotonya ndral:



    • By fuufuu
      Odijo, begitu ia kerap dipanggil. Panggilan sayang anak-anak jalanan di Nairobi, Kenya, kepada seorang guru baik hati yang kerap memberi mereka makan.
       

       
      Kisah Seorang Guru Merawat Anak Jalanan di NairobiClifford Oluoch, sang "odijo" atau guru sekolah dasar di Nairobi yang menghabiskan waktunya tiga bulan belakangan ini untuk memberi makan anak-anak jalanan.
       
      Air limbah membanjiri gang. Sisi kanan dan kiri lorong sempit itu disesaki gedung-gedung yang sudah tua. Bau urin memenuhi udara.
       
      Sembari kita berjalan sore hari itu, saya mulai melihat bayangan orang-orang di pinggir jalanan tersebut. "Odijo, odijo," seru mereka.
       
      Odijo artinya guru dalam bahasa pergaulan di Kenya. Nama itu mereka sematkan pada Clifford Oluoch, seorang guru sekolah dasar di Nairobi yang menghabiskan setiap sore hingga malam selama tiga bulan belakangan untuk memberi makan anak-anak jalanan.
       
      “Saya sedang berjalan pulang suatu malam dan melihat anak-anak jalanan menawar harga sebuah bonggol jagung. Saya menawarkan untuk membelikan mereka masing-masing satu jagung, dan lebih banyak lagi anak-anak muncul. Pada akhirnya, saya membeli jagung untuk 25 orang,” katanya.
       
      “Mereka bertanya apakah saya akan kembali lagi besok dan melakukan hal yang sama dan saya bilang, ‘Ya’. Saya memenuhi janji saya itu.”
       
      Data akurat mengenai jumlah anak-anak tunawisma di Kenya sulit didapat.
       
      Namun sebuah laporan Unicef dari tahun 2012 memperkirakan sebanyak 250.000 sampai 300.000 anak-anak menjadi tunawisma di Kenya. Sebagian besar dari mereka berada di kota-kota besar.
       
      Kemudian, menurut lembaga amal asal Nairobi, Kenya Children of Hope, 63% anak-anak jalanan di sana telah hidup di jalanan selama lima tahun.
       
      Sumber: Natgeo Indonesia
    • By MariaAngeline
      Setiap murid akan selalu mengenang jasa gurunya sepanjang hayat. Ungkapan ini pula yang tertanam dalam diri murid SMA, meski telah lulus 30 tahun yang lalu.   Alumnus sebuah sekolah menengah di Buraydah, daerah di bagian utara Arab Saudi, belum lama ini menghadiahi sebuah mobil mewah untuk mantan guru mereka.   Mengenakan seragam kerja, para mantan siswa SMA King Abdul Aziz 30 tahun ini memberikan hadiah dengan sebuah pesta khusus. Para alumni ini telah bekerja di berbagai sektor swasta maupun pegawai pemerintah.   Harian lokal Mekah, seperti dikutip Gulfnews, Rabu, 6 Mei 2015 melaporkan para alumnus ini memberikan sejumlah hadiah kepada mantan gurunya. Ini sebagai penghargaan atas jasanya melatih keahlian dan memberikan pelajaran hidup.   Diantara hadiah terbesar yang diberikan adalah sebuah mobil sport SUV Ford Expedition keluaran terbaru.   Aksi para alumnus ini kepada guru pekerja dan berdedikasi tinggi ini tak pelak membuat haru netizen.Memberikan hadiah berupa mobil memang jadi hal lumrah di Arab Saudi.   Memberikan hadiah berupa mobil memang jadi hal lumrah di Arab Saudi.   Pada 2014, seorang wanita memberikan mobil baru sebagai hadiah ulang tahun pernikahan. Mobil bermerek Toyota Prado itu dihias bunga dan terselip sejumlah pesan cinta untuk suaminya.   Bahkan pada Agustus 2013, seorang aktor Saudi, Fayez Al Maliki memberikan sebuah mobil Bentley untuk seorang bocah yang ditinggal kedua orang tua dan dua kakak perempuannya akibat kecelakaan.   Fayez memutuskan mengunjungi Rumah Sakit dan menemui Yousuf Al Ansari, bocah 15 tahun yang selamat dari kecelakaan tersebut. Fayez kala itu menanyakan bantuan yang bisa diberikan Yousuf untuk mengurangi penderitaannya.   Sang anak pun meminta dibelikan mobil Bentley yang pernah diterima sang aktor dari saudagar Saudi, Pangeran Al Waleed Bin Talal.   Keinginan anak itupun disanggupi Fayez. Dia kemudian memutuskan menghubungi agennya untuk membawa mobilnya tersebut yang ditaksir bernilai 800 ribu riyal.   Namun, yousuf ternyata hanya berkelakar dengan permintaannya tersebut.
    • By ahmad_zoki
      Bu guru: “Andi..! coba kamu jawab, siapa itu Thomas Alfa Edison.?”
      Andi: “Tidak tau bu guru…”.
      Bu guru: “Kalo James Watt, siapa dia.?”
      Andi: “Ndak tau juga bu guru..”
      Bu guru: “Andi! Bagaimana sih kamu ini? ditanya ini itu pasti jawab tidak tau… Tidak pernah belajar ya?”
      Andi: “Belajar kok bu guru… Lah coba Andi tanya, bu guru tau ndak siapa Arifin Widodo..?”
      Bu guru: “Tidak tau…”
      Andi: “Kalau Bambang Setiono Ibu tau?”
      Bu guru: “Tidak tau… Emang siapa mereka itu..?”
      Andi: “Yaa itulah Bu, kita khan pasti punya kenalan sendiri-sendiri..”
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy