Jump to content
  • Popular Contributors

  • Our picks

    • Pernah Menang Lotre Rp. 33 Miliyar Wanita Inggris Ini Kini Jatuh Miskin
      Seorang perempuan Inggris menceritakan kisahnya sempat menjadi seorang miliarder di usia muda setelah memenangkan lotre bernilai miliaran namun kini jatuh miskin.

      Callie Rogers, asal Cumbria, Inggris, pernah memenangkan hadiah lotre pada 2003 lalu, saat dia masih berusia 16 tahun.

      Ketika itu Callie memenangkan lotre senilai hampir 1,9 juta poundsterling (setara Rp 33 miliar untuk kurs saat ini). Berkat hadiah lotre itu, Callie pernah menjadi jutawan termuda di Inggris.
      • 0 replies
    • Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?

      karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,

      sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.

      sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.
      • 0 replies
    • Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      • 1 reply
panji_ukbar

3 Minuman Anget Obati Amandel Anak

Recommended Posts

3-minuman-hangat-obati-amandel-anak-yEic

Gejala tonsiltis atau amandel sangat umum dialami anak-anak. Terkadang, rasa panik pun tiba di saat masalah itu kambuh.

Kalau sudah begitu, berusahalah untuk tenang dan cerdas membuat ramuan hangat untuk si buah hati. Ada tiga bahan alami berikut ini yang ampuh mengobati amandel pada anak sejak dulu.

Daun mint

Kandungan mentol yang ada di dalam daun mint sangat ampuh mengobati amandel pada anak-anak. Daun ini dapat menenangkan membran tenggorokan yang meradang, sekaligus mencegah kambuhnya amandel yang begitu menyakitkan. Caranya kunyah daun mint segar atau Anda juga dapat merebusnya hingga mendidih, lalu minum selagi hangat.

Kemangi

Rasa nyeri di kala amandel kambuh pasti membuat buah hati rewel. Moms, harus jeli untuk membuat ramuan ampuh dari daun kemangi. Rebus daun kemangi dengan air hingga mendidih, lalu tambahkan jus lemon secukupnya. Minum tiga kali sehari, sampai rasa nyeri itu tiada.

Jus lemon

Buah lemon kaya vitamin C, juga memiliki sifat antivirus dan antibakteri. Ini sangat efektif untuk mengatasi gejala tonsiltis pada anak, juga meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Seduh jus lemon dan madu ke dalam secangkir air hangat. Kemudian, minum larutan sehat ini sebanyak dua kali sehari.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By MariaAngeline
      Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, sebagai orang tua mungkin kita menjadi sering lupa dalam menjaga privasi di sosial media. Di sisi lain, sosial media memang memudahkan kita dalam menerima dan memberi informasi kepada teman terdekat hingga yang tak kenal sekalipun. Facebook contohnya, kebanyakan orangtua lebih memilih mengunggah foto anaknya dibanding foto orangtuanya sendiri.
      Masih ingat kasus seorang remaja yang dituduh telah menghina Kota Bandung dengan kata-kata kotornya di Twitter? Ya, kasus yang telah dilaporkan ke polisi oleh Wali Kotanya langsung ini sempat heboh di dunia maya, hingga terungkaplah bahwa foto orang pada akun bermasalah tersebut bukan foto asli pelaku. Dari kasus ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita tidak boleh sembarang mengupload sebuah foto di sosial media, jika yang sopan saja sudah disalahgunakan bagaimana dengan foto yang kurang sopan?
      Sebaiknya orangtua kini lebih bijak dalam mengupload foto anak di sosial media, mengupload foto tanpa diseleksi lebih dulu bisa berdampak negatif di antara bahayanya adalah menjadi sasaran pelaku pedofil dan penculikan anak. Lalu, apa yang harus diperhatikan sebelum mengupload foto ke sosial media?
      Perhatikan Pengaturan Privasi
      Di Facebook misalnya, Anda dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat foto atau status yang diposting, hanya untuk diri sendiri, keluarga, teman atau publik. Untuk photo anak lebih baik hanya kalangan teman atau anggota keluarga saja yang bisa melihat.
      Tidak Memasang Foto Anak Tanpa Busana
      Siapa yang tidak gemas jika melihat anak balita yang tengah mandi atau tanpa busana? Tentu semua orang menyukai foto bayi yang terlihat lucu saat mandi. Tapi ternyata, mengupload foto balita tanpa busana atau hanya memakai pakaian dalam sangat tidak disarankan. Karena ini akan membahayakan anak sendiri, anak bisa menjadi target dari pelaku pedofil atau predator.
      Meski masih balita bukan berarti bisa bebas mengabadikan semua momen dan mengunggah fotonya di sosial media. Sebaiknya dipikir ulang jika ingin mengunggahnya, pilihlah foto yang memang sopan dan tidak memancing tindak kriminal.
      Hindari Memasang Status Lokasi
      Tidak jarang para orangtua suka menandai keberadaan lokasi saat bersama anak. Bukan tidak boleh berbagi informasi tentang kegiatan dan lokasi dimana kita menghabiskan waktu bersama anak, tapi cobalah untuk mengurangi kebiasaan memberitahu secara detail lokasi dimana kita berada. Hal ini bisa memancing tindakan penculikan terhadap anak, jadi alangkah baiknya jika Anda tidak menulis nama lengkap anak atau lokasi secara detail jika ingin mengupdate status di sosial media.
      Hindari berfoto dengan latar tempat
      Misalnya berfoto di depan sekolah, rumah dan lokasi-lokasi yang sekiranya dapat memudahkan para pedofil atau penculik mencari anak Anda. Hindari melakukan hal ini! Banyak kasus penculikan yang bermula dari lokasi sekolah anak dengan tujuan untuk memeras hingga kasus penjualan anak.
      Berikan Komentar Positif
      Saling memberikan komentar di sosial media memang akan menjadi ajang sosialisasi yang menyenangkan, namun pastikan Anda selalu memberikan komentar positif di sosial media. Jangan memberikan komentar negatif atau mengejek ya. Hindari menggunakan ikon atau tokoh kartun dengan karakter negatif sebagai julukan kepada anak. Sebaiknya sosial media dijadikan ajang positif untuk memberikan informasi yang bermanfaat.
      Perlu diingat bahwa setiap foto yang Anda upload di sosial media meskipun telah Anda hapus tidak menjamin foto tersebut akan menghilang di database mesin pencari, mungkin foto yang Anda unggah sudah ada yang mendownload atau menyebarkannya via sosial media lain. Jadi berhati-hatilah, jangan terlalu sering mengupload foto. Lebih baik dokumentasikan melalui album foto di rumah Anda.
    • By MariaAngeline
      Pembicaraan mengenai sex masih tabu di kalangan masyarakat Indonesia, namun di zaman sekarang ini rasanya pendidikan sex perlu diperkenalkan lebih dini kepada anak. Sex education yang mendidik tentu tidak akan mencederai apa yang seharusnya dijaga dan dipertahankan, bukan malah mengarahkan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma agama, sosial, dan kesusilaan. Sebagai orangtua, kita perlu mewaspadai hal-hal yang sekiranya dapat mempengaruhi pergaulan anak-anak, tidak hanya itu bahan bacaan seperti buku pun patut menjadi perhatian.

      Buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto yang akhir-akhir ini menuai kontroversi di dunia maya, adalah salah satu contoh sumber media yang perlu diwaspadai. Isinya yang seolah mengajak anak remaja berhubungan intim banyak menuai kecaman. Bebagai media kini semakin terbuka dalam mempengaruhi pemahaman anak mengenai pendidikan sex yang akhirnya banyak menyimpang. Disinilah sebagai orangtua kita perlu mengetahui dan memahami kapan sex education diperkenalkan kepada anak dengan tepat sesuai usianya.
      Usia 5 tahun ke bawah
      Pertama, mungkin kita akan merasa kebingungan bagaimana caranya menyampaikan pendidikan seks pada seorang balita yang berusia 5 tahun, kenyataannya mungkin Anda bisa melewati tahap ini dengan mudah. Pada rentang usia ini, Anda bisa memulai pendidikan seks dengan memperkenalkan organ tubuh dan fungsinya masing-maisng. Tidak perlu merasa bingung dan ragu saat Anda harus memperkenalkan alat kelaminnya, waktu yang tepat akan menghilangkan ketidaknyamanan Anda saat memperkenalkan organ vitalnya. Seperti saat anak sedang dimandikan atau saat Anda memakaikan pakaiannya. Dalam hal ini Anda tidak perlu membahasnya hingga terlalu detail atau mengajarkannya dalam keadaan yang serius, cara ini diharapkan bisa menghindari penyebutan yang dianggap tidak sopan dengan menyebut alat kelamin yang dimilikinya saat berada di lingkungan sosial masyarakat.
      Selain memperkenalkan organ vitalnya, Anda juga bisa mengajarkan mengenai jenis kelamin antara perempuan dan laki-laki dan apa perbedaannya. Mengajarkan anak tentang hak dan kewajibannya untuk menjaga milik pribadinya juga sangatlah penting, termasuk alat vitalnya. Beritahukan bahwa mereka tidak boleh menunjukkan alat kelaminnya secara sembarang tempat dan orang yang bukan muhrimnya. Hal ini untuk menghindari pelecehan seksual yang banyak mengincar anak-anak di sekitar kita.
      Jika anak mencoba menolak dicium atau dipeluk orang lain, hargai keputusannya. Mereka memiliki hak untuk menolak segala macam bentuk kasih sayang dari orang lain yang mungkin membuatnya merasa tidak nyaman, jangan memaksakan mereka untuk melakukannya meskipun hanya sebagai bentuk penghargaan. Hal ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mereka belajar penolakan.
      Usia 6-9 tahun
      Pada usia ini, orangtua perlu memperhatikan banyak hal. Setiap anak baik perempuan maupun laki-laki memiliki minat berbeda terhadap seks, ada yang masa bodoh tidak ingin tahu, merasa terganggu dengan pembicaraan sex, bahkan ada anak yang bisa memberikan respon sangat tertarik pada materi sex. Sebagai orangtua kita perlu pintar dalam menyikapinya sebelum memberikan sex education lebih detail jangan sampai mereka merasa terpojokkan, malu, atau bahkan menjadi terlalu liar dalam menyikapinya.
      Pada kasus pencabulan anak yang sering terjadi, kebanyakan dari mereka merasa tidak sadar bahwa dirinya mengalami pencabulan. Yang dipahami anak adalah mereka merasa disayangi karena mungkin pelaku meracuni pikiran mereka dengan pemahaman yang sesat apalagi diberikan imbalan sesuatu yang disukainya. Faktor ketidaktahuan dan ketidakberdayaan mereka telah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan seksual secara sengaja. Oleh karena itu, Anda bisa mengajarkan anak mengenai apa saja yang harus dilakukan untuk melindungi dirinya sendiri dari kejahatan seksual. Seperti mengajarkan mereka untuk menolak membuka pakaian, diraba alat vitalnya oleh teman, saudara atau orang yang dikenalinya meskipun diberikan imbalan. Mereka juga harus diberitahu cara merespon jika mereka dipaksa melakukan sesuatu atau diintimidasi oleh orang dewasa saat mereka mencoba melakukan penolakan yang membuatnya tidak nyaman. Dekati sang anak agar mereka selalu berusaha terbuka kepada orangtuanya.
      Usia 9-12 tahun
      Pada usia ini Anda perlu banyak memberikan informasi detail mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi pada bagian tubuh mereka saat masa puber yang cenderung berbeda pada tiap individu dan jenis kelamin. Jika laki-laki, beritahu bagaimana cara menyikapi mimpi basah sebagai bagian dari tandanya dia telah baligh. Atau jika perempuan beritahu bagaimana caranya menyikapi masa menstruasi sebagai bagian normal dari tahapan perkembangan invidu khususnya pada wanita.
      Memperkenalkan bagaimana cara menjaga kesehatan alat kelamin juga sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit kelamin di kemudian hari, tekankan bahwa jika mereka mengikuti peraturan tersebut mereka tidak perlu merasa banyak khawatir.
      Usia 12 tahun ke atas
      Berbagai data survei menyebutkan bahwa hampir setengahnya remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seksual sebelum terikat pernikahan. Ini artinya, telah banyak remaja yang sudah terjerat seks bebas tanpa pengawasan dan penanggulangan pendidikan seks dini khususnya dari orangtua. Perlu diketahui bahwa dorongan atau gairah seksual pada masa puber meningkat sangat signifikan, oleh sebab itu orangtua seharusnya sudah mengajarkan seperti apa sistem reproduksi dan bagaimana cara kerjanya pada masa ini.
      Memberikan pemahaman tentang arti cinta dan pacaran sangat mempengaruhi pemikiran sang anak dalam menyikapi pergaulan seks bebas yang terjadi di sekitarnya. Tanamkan pemahaman khususnya pada anak perempuan, bahwa jika ada laki-laki yang mengajaknya berhubungan di luar nikah bahkan sampai melakukan pemaksaan dan marah saat dia menolaknya bukan berarti dia tidak mencintainya. Justru jika hal tersebut terjadi, itu tandanya mereka tidak mencintai anak Anda dan hanya ingin menjadikan dia sebagai pelampias nafsunya saja. Sampaikan bahwa ada banyak konsekuensi yang akan dihadapinya jika mereka melanggar prinsip melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, baik dari sisi biologis, psikologis maupun sosial. Orangtua selalu dituntut untuk melakukan komunikasi dua arah untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.
      Hindari mengeluarkan kata-kata menghakimi agar anak-anak tidak merasa takut dan enggan untuk berbagi cerita dengan orangtuanya. Jika orangtua merasa berat untuk membicarakan bahasan tentang seks dengan anak, mungkin Anda bisa meminta bantuan kepada psikologi untuk memberikan pendidikan seks yang tepat.
    • By MariaAngeline
      Pembicaraan mengenai sex masih tabu di kalangan masyarakat Indonesia, namun di zaman sekarang ini rasanya pendidikan sex perlu diperkenalkan lebih dini kepada anak. Sex education yang mendidik tentu tidak akan mencederai apa yang seharusnya dijaga dan dipertahankan, bukan malah mengarahkan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma agama, sosial, dan kesusilaan. Sebagai orangtua, kita perlu mewaspadai hal-hal yang sekiranya dapat mempengaruhi pergaulan anak-anak, tidak hanya itu bahan bacaan seperti buku pun patut menjadi perhatian.

      Buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto yang akhir-akhir ini menuai kontroversi di dunia maya, adalah salah satu contoh sumber media yang perlu diwaspadai. Isinya yang seolah mengajak anak remaja berhubungan intim banyak menuai kecaman. Bebagai media kini semakin terbuka dalam mempengaruhi pemahaman anak mengenai pendidikan sex yang akhirnya banyak menyimpang. Disinilah sebagai orangtua kita perlu mengetahui dan memahami kapan sex education diperkenalkan kepada anak dengan tepat sesuai usianya.
      Usia 5 tahun ke bawah
      Pertama, mungkin kita akan merasa kebingungan bagaimana caranya menyampaikan pendidikan seks pada seorang balita yang berusia 5 tahun, kenyataannya mungkin Anda bisa melewati tahap ini dengan mudah. Pada rentang usia ini, Anda bisa memulai pendidikan seks dengan memperkenalkan organ tubuh dan fungsinya masing-maisng. Tidak perlu merasa bingung dan ragu saat Anda harus memperkenalkan alat kelaminnya, waktu yang tepat akan menghilangkan ketidaknyamanan Anda saat memperkenalkan organ vitalnya. Seperti saat anak sedang dimandikan atau saat Anda memakaikan pakaiannya. Dalam hal ini Anda tidak perlu membahasnya hingga terlalu detail atau mengajarkannya dalam keadaan yang serius, cara ini diharapkan bisa menghindari penyebutan yang dianggap tidak sopan dengan menyebut alat kelamin yang dimilikinya saat berada di lingkungan sosial masyarakat.
      Selain memperkenalkan organ vitalnya, Anda juga bisa mengajarkan mengenai jenis kelamin antara perempuan dan laki-laki dan apa perbedaannya. Mengajarkan anak tentang hak dan kewajibannya untuk menjaga milik pribadinya juga sangatlah penting, termasuk alat vitalnya. Beritahukan bahwa mereka tidak boleh menunjukkan alat kelaminnya secara sembarang tempat dan orang yang bukan muhrimnya. Hal ini untuk menghindari pelecehan seksual yang banyak mengincar anak-anak di sekitar kita.
      Jika anak mencoba menolak dicium atau dipeluk orang lain, hargai keputusannya. Mereka memiliki hak untuk menolak segala macam bentuk kasih sayang dari orang lain yang mungkin membuatnya merasa tidak nyaman, jangan memaksakan mereka untuk melakukannya meskipun hanya sebagai bentuk penghargaan. Hal ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mereka belajar penolakan.
      Usia 6-9 tahun
      Pada usia ini, orangtua perlu memperhatikan banyak hal. Setiap anak baik perempuan maupun laki-laki memiliki minat berbeda terhadap seks, ada yang masa bodoh tidak ingin tahu, merasa terganggu dengan pembicaraan sex, bahkan ada anak yang bisa memberikan respon sangat tertarik pada materi sex. Sebagai orangtua kita perlu pintar dalam menyikapinya sebelum memberikan sex education lebih detail jangan sampai mereka merasa terpojokkan, malu, atau bahkan menjadi terlalu liar dalam menyikapinya.
      Pada kasus pencabulan anak yang sering terjadi, kebanyakan dari mereka merasa tidak sadar bahwa dirinya mengalami pencabulan. Yang dipahami anak adalah mereka merasa disayangi karena mungkin pelaku meracuni pikiran mereka dengan pemahaman yang sesat apalagi diberikan imbalan sesuatu yang disukainya. Faktor ketidaktahuan dan ketidakberdayaan mereka telah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan seksual secara sengaja. Oleh karena itu, Anda bisa mengajarkan anak mengenai apa saja yang harus dilakukan untuk melindungi dirinya sendiri dari kejahatan seksual. Seperti mengajarkan mereka untuk menolak membuka pakaian, diraba alat vitalnya oleh teman, saudara atau orang yang dikenalinya meskipun diberikan imbalan. Mereka juga harus diberitahu cara merespon jika mereka dipaksa melakukan sesuatu atau diintimidasi oleh orang dewasa saat mereka mencoba melakukan penolakan yang membuatnya tidak nyaman. Dekati sang anak agar mereka selalu berusaha terbuka kepada orangtuanya.
      Usia 9-12 tahun
      Pada usia ini Anda perlu banyak memberikan informasi detail mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi pada bagian tubuh mereka saat masa puber yang cenderung berbeda pada tiap individu dan jenis kelamin. Jika laki-laki, beritahu bagaimana cara menyikapi mimpi basah sebagai bagian dari tandanya dia telah baligh. Atau jika perempuan beritahu bagaimana caranya menyikapi masa menstruasi sebagai bagian normal dari tahapan perkembangan invidu khususnya pada wanita.
      Memperkenalkan bagaimana cara menjaga kesehatan alat kelamin juga sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit kelamin di kemudian hari, tekankan bahwa jika mereka mengikuti peraturan tersebut mereka tidak perlu merasa banyak khawatir.
      Usia 12 tahun ke atas
      Berbagai data survei menyebutkan bahwa hampir setengahnya remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seksual sebelum terikat pernikahan. Ini artinya, telah banyak remaja yang sudah terjerat seks bebas tanpa pengawasan dan penanggulangan pendidikan seks dini khususnya dari orangtua. Perlu diketahui bahwa dorongan atau gairah seksual pada masa puber meningkat sangat signifikan, oleh sebab itu orangtua seharusnya sudah mengajarkan seperti apa sistem reproduksi dan bagaimana cara kerjanya pada masa ini.
      Memberikan pemahaman tentang arti cinta dan pacaran sangat mempengaruhi pemikiran sang anak dalam menyikapi pergaulan seks bebas yang terjadi di sekitarnya. Tanamkan pemahaman khususnya pada anak perempuan, bahwa jika ada laki-laki yang mengajaknya berhubungan di luar nikah bahkan sampai melakukan pemaksaan dan marah saat dia menolaknya bukan berarti dia tidak mencintainya. Justru jika hal tersebut terjadi, itu tandanya mereka tidak mencintai anak Anda dan hanya ingin menjadikan dia sebagai pelampias nafsunya saja. Sampaikan bahwa ada banyak konsekuensi yang akan dihadapinya jika mereka melanggar prinsip melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, baik dari sisi biologis, psikologis maupun sosial. Orangtua selalu dituntut untuk melakukan komunikasi dua arah untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.
      Hindari mengeluarkan kata-kata menghakimi agar anak-anak tidak merasa takut dan enggan untuk berbagi cerita dengan orangtuanya. Jika orangtua merasa berat untuk membicarakan bahasan tentang seks dengan anak, mungkin Anda bisa meminta bantuan kepada psikologi untuk memberikan pendidikan seks yang tepat.
    • By BincangEdukasi
      Obesitas pada anakmerupakan salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang tua saat ini. Menutur laporan dari US Centers for Disease Control and Prevention, seorang anakyang terserang obesitas cenderung rawan terkena resiko diabetes, penyakit jantung serta kanker.
      Hal tersebut biasa menjangkiti anak-anak pada rekapan usia antara 6 hingga 11 tahun. Pada usia ini, biasanya anak-anak cenderung sedang dalam tahap hiperaktif dan sulit untuk di kontrol aktifitasnya, terutama berkaitan dengan pola makan, aktifits keseharian dan ritunitas olah raga. Namun, sebenarnya obesitas dapat dicegah sejak dini, dan itu tentu saja menuntut peranan serta  dukungan ekstra dari orang tua.
      Berikut ini adalah beberapa tips jitu yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindari terjadinya Obesitas Pada Anak
      Perhatikanlah pola makan anak
      Obesitas banyak menjangkiti sebagian besar  anak yang cenderung tidak terkontrol dengan baik pola makannya. Terutama jenis makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, minuman yang bersoda, makanan cepat saji dan makanan sereal.  Jenis makanan tersebut biasanya menjadi menu favorit anak-anak. Maka dari itu, orang tua harus rutin mengawasi anak mengenai jenis makanan atau jajanan ringan yang di konsumsi. Kalau bisa, latihlah anak untuk menyukai buah-buahan dan sayur mayur sejak dini, hal ini akan sangat membantu dalam menyeimbangkan berat badan serta  baik untuk menunjang kesehatan dan  pertumbuhan.
      Latihlah anak untuk membiasakan sejak dini gaya hidup yang seimbang
      Mayoritas anak-anak, mereka sangat menyukai jenis kegiatan seperti bermain game, nonton video dan nonton tv. Padahal, kebiasaan tersebut merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan kelebihan berat badan. Jadi, sebisa mungkin bagi orang tua untuk mengarahkan pada anak supaya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu menekuni rutinitas  tersebut.
      Latihlah anak untuk mencintai olah raga
      Kebiasaan oleh raga yang teratur sejak dini bukan hanya baik untuk kesehatan anak, namun juga sangat penting dalam mengontrol keseimbangan hormon yang dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan dan berat badan, sehingga terhindar dari obesitas.
      Kenali jenis menu died yang sehat untuk anak
      Orang tua harus mengetahui bahwa menu died sehat untuk anak-anak berbeda dengan menu died  untuk orang tua. Jika perlu, bertanyalah pada ahli kesehatan mengenai menu yang cocok dan tepat untuk anak sesuai dengan tingkat usia.
      Biasakan mengajak anak untuk berkumpul bersama keluarga
      Ajarkanlah pada anak untuk terbiasa berkumpul dengan keluarga, terutama saat makan malam. Dalam kondisi ini, biasanya seorang anak cenderung lebih tenang dan terbuka pada orang tuanya. Jadi, di sini orang tua memiliki kesempatan yang luas untuk memberikan arahan pada anak dengan cara yang santai dan menyenangkan.
    • By BincangEdukasi
      Memang tidaklah mudah menjaga kesehatan gigianak,apalagi  kalau si anak suka jajanan yang manis-manis,dan kebanyakan seorang anak itu sangat susah jika disuruh untuk menyikat gigi nya. Tapi sebagai seorang ibu, kita tetap harus menjaga kesehatan gigi anak dan hal itu tidak boleh dianggap remeh, kenapa?
      Karena kesehatan gigi anak sewaktu kecil mempengaruhi kesehatan giginya setelah dewasa nanti.selain itu rusak nya gigi anak bisa mengakibatkan gangguan pada kesehatan nya, mengalami sakit gigi dan karena sakit pada gigi itu maka akan membuat si anak tidak nafsu makan. Menurut penelitian ahli gigi, buruk nya kesehatan gigi anak bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
      Lantas, apa yang harus kita lakukan sebagai seorang ibu? kita harus mengenalkan sejak dini kepada anak betapa penting nya merawat gigi. Jika si anak belum mempunyai gigi yang banyak,maka kita bisa membersihkan gigi nya tersebut menggunakan kain kasa yg lembab. Dan hal itu akan membuat si anak merekam dalam otak nya, bahwa menjaga kebersihan gigi itu sangat penting.dan jika gigi anak sudah banyak, kita bisa mengajari nya menggosok gigi.
      Ada beberapa kiat dalam mengajarkan anak agar mau menyikat gigi nya.
      Sediakan si anak sikat gigi yang bentuk nya lucu, dan sediakan odol anak yang beraroma buah buahan dan tidak pedas. Ajak mereka sikat gigi bersama-sama dengan kita, sambil mengajari si anak cara menggosok gigi yang benar. Setelah si anak menggosok gigi nya,berikan pujian kepada si anak agar mereka merasa dihargai. Sekali-kali berceritalah,, berikan cerita-cerita anak tentang penting nya menjaga kesehatan gigi dan apa akibat nya jika tidak mau menggosok gigi atau tontonkan si anak dgn video tentang pentingnya menjaga gigi, hal itu benar-benar sangat berkesan di hati anak. Bawalah anak-anak anda ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali agar kesehatan gigi anak selalu terjaga dan terkontrol.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy