Jump to content
JustVideo

Orang Indonesia Terjun ke Bisnis Online di Amerika

Recommended Posts

Warga Indonesia Krissant Saraswati Howell di Daphne, Alabama, banting setir dari profesinya sebagai guru di Semarang dan memutuskan untuk menekuni bisnis online bersama suaminya.

A9467BC8-D1EF-4D5C-820F-86C1A5F80C2D_w64

Pindah ke Amerika Serikat, warga Indonesia, Krissant Saraswati Howell yang sebelumnya menekuni profesi sebagai guru bahasa inggris selama sembilan tahun di Sekolah Theresiana di Semarang, memutuskan untuk banting setir dan terjun ke bisnis online bersama suaminya, Roy, di kota Daphne, Alabama.

Pasangan suami isteri ini memiliki dua toko online di Internet yaitu Roy Rose Jewelry yang menjual beragam jenis perhiasan yang sudah lebih dulu dibangun oleh sang suami, dan the Match and Hatch Store yang resmi berjalan bulan Juni 2015. Toko online yang ke-2 ini menjual berbagai pernak-pernik untuk pesta pernikahan dan perlengkapan bayi.

“Yang namanya bayi kan lahir setiap hari, kenapa nggak kita coba untuk bisnis ini saja? Dan kenapa wedding? Karena kita melihat penjualan kami untuk pernak-pernik wedding itu sangat banyak sekali dan akhirnya kita memutuskan untuk itu,” papar Krissant Saraswati Howell yang akrab disapa Kriss ini kepada VOA Indonesia belum lama ini.

Kriss menyadari memang tidak setiap waktu para pelanggannya mencari barang-barang pernikahan, karena di AS biasanya ada bulan-bulan tertentu yang dipilih oleh warga lokal untuk menikah.

“Desember, Juni, Juli. Itu bulan yang sangat sibuk untuk wedding ya,” papar perempuan yang hobi membaca, jalan-jalan, dan olah raga ini.

Menurut Kriss, dengan membuka toko online ia bisa memberikan kenyamanan bagi para pelanggannya yang ingin membeli barang tanpa harus keluar rumah. Tidak hanya itu, melalui toko onlinenya, ia bisa menjangkau para pelanggan yang berasal dari berbagai penjuru.

Harga barang-barang yang dijual melalui dua toko online miliknya ini juga beragam. Ia dan suami berusaha untuk menjual barang-barang yang dapat dijangkau oleh para pelanggan dengan tingkat penghasilan yang berbeda-beda.

Barang-barang yang dijual di Match and Hatch Store seperti taplak meja, buku tamu, tas perlengkapan bayi, dan album foto, semuanya berharga sekitar 154 ribu rupiah ke atas. Sedangkan untuk perhiasan di Roy Rose Jewelry, harga berkisar antara 280 ribu rupiah hingga 70 juta rupiah.

Untuk mempromosikan bisnisnya, Kriss menggunakan media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Tidak lupa juga, ia dan suami aktif bergabung di berbagai organisasi yang berhubungan dengan bisnis online.

“Jadi tidak saja media sosial, tetapi juga lewatcommunity business yang ada di sini juga,” ujar Kriss.

Sekecil apa pun usaha yang dimiliki di AS, seorang pengusaha tetap harus mendaftarkan bisnisnya kepada pemerintah.

“Setiap proses untuk membuka sebuah online bisnis tetap harus ada perijinannya, karena itu kan nanti berhubungan dengan pajak,” jelas perempuan yang juga sempat mengajar les bahasa inggris privat di Semarang ini. 

Selain itu Kriss juga menjual beberapa barang tokonya di berbagai ritel online lainnya seperti e-bay dan Amazon.

Mengenai berbisnis dengan suami, Kriss merasa lebih senang, karena tingkat kepercayaannya menjadi lebih tinggi. Namun, ia dan suami selalu berusaha untuk selalu membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga.

“Kami memisahkan antara rumah tangga dengan bisnis. Jadi ketika jam kerja, kita bicara masalah bisnis, tapi setelah jam kerja ya sudah kita lepas masalah bisnis,” jelas perempuan yang menetap di AS sejak tahun 2015 ini. 

Masalah pekerjaan juga selalu dibahas secara profesional. Mereka melakukan pertemuan setiap minggu untuk membahas bisnis mereka.

“Kami berdua meeting tiap hari senin, kemudian kita diskusikan tentang strategi bisnis dan sebagainya,” kata Kriss.

Kini, Kriss dan suami sudah memiliki satu karyawan yang membantu mereka untuk melayani pelanggan. Untuk ke depannya, mereka berencana untuk terus mempromosikan bisnisnya dan meningkatkan kualitas barang yang mereka jual.

“Kualitas yang kita punya sudah good quality, tapi kita akan mencari yangbest quality,” ujar penggemar masakan tempe penyet ini. 

Selain itu untuk jangka panjang, Kriss juga berencana untuk menjual produk Indonesia melalui toko onlinenya, seperti baju batik dan taplak.

"Rencana sih ada. Tapi inginnya bikin desain sendiri. Mau coba-coba bikin sesuatu yang bisa dipakai. Kalau sesuai dengan pangsa pasar baru mass product," jelas Kriss.

Kepada teman-teman yang ingin membangun bisnis online seperti dirinya, Kriss berpesan untuk berusaha mencari produk yang unik dan sesuai dengan pangsa pasar.

- voaindonesia.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By congek
      Vivo telah menjadi merek smartphone nomor satu di Indonesia berdasarkan International Data Corporation (IDC) pada kuartal pertama 2020.
      Vendor asal Tiongkok inipun siap merilis smartphone seri terbarunya, Vivo X Series, di Indonesia dalam waktu dekat.
      Vivo X Series diklaim merupakan smartphone flagship dengan kemampuan fotografi profesional pertama dari Vivo Indonesia.
      Perangkat ini diharapkan menjadi jawaban atas penantian konsumen Indonesia atas smartphone dengan teknologi terkini.
      Seri premium X Series hadir sebagai realisasi Vivo yang sebelumnya menjanjikan kehadiran seri flagship di Tanah Air tahun ini.
      Waktu yang Tepat
      Senior Brand Director vivo Indonesia, Edy Kusuma mengatakan, Vivo X series bakal segera hadir di Indonesia.
      "Setelah melakukan beragam riset pasar, kami merasa ini adalah saat yang tepat bagi kami untuk menghadirkan Vivo X series," tuturnya.
      Boyong Teknologi Terkini
      Sesuai dengan nilai jualnya di bidang kamera, Vivo X series mengusung tagline “Photography, Redefined”. Perangkat ini diklaim akan membawa keunikan fitur teknologi terkini dalam balutan fitur flagship photography.
      “Kami tidak sabar untuk segera memperkenalkan seri terbaru ini secara resmi sebagai professional photography flagship smartphone pertama dari Vivo untuk pasar Indonesia," katanya.
      Sayangnya, Vivo belum mengungkap nama produk yang dimaksud.
    • By Aladin
      Pasien positif terinfeksi COVID-19 yang meninggal dunia  telah dikremasi di Pemakaman Mumbul, Badung, Bali pada pukul 12.30 WITA. Pasien yang merupakan wanita warga negara Inggris ini sebelumnya dirawat di RS Sanglah-Bali.
      "Sesuai dengan prosedur penanganan penyakit menular karena virus, maka pihak keluarga pasien serta pemerintah memutuskan untuk mengkremasi jenazah pasien di Pemakaman Mumbul-Badung pada pukul 12.30 Wita tadi siang (11/3)," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, mengutip keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2020)
      Pasien tersebut adalah seorang WNA perempuan berusia 53 tahun yang juga didiagnosa juga menderita 4 penyakit bawaan yaitu menderita gula atau diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru menahun. Pasien ini masuk ke Bali pada tanggal 29 Februari, di mana sejak tanggal 3 Maret, pasien mulai mengalami demam dan dirawat di RS Swasta.
      "Dan pada tanggal 9 maret pasien dirawat di RS Sanglah, perawatan dilakukan sesuai protap atau prosedur penanganan pasien pengawasan COVID-19 karena menunjukan gejala COVID-19," ujarnya.
      Hingga akhirnya pada 11 Maret dini hari, atau tepatnya pukul 02.45 WITA, pasien tersebut meninggal dunia. Dia mengkonfirmasi bahwa sampai pasien meninggal dunia Pemerintah Provinsi Bali belum menerima hasil laboratorium di Jakarta.
      "Dan setelah dikonfirmasi maka WNA yang dalam pengawasan ini dikonfirmasi masuk dalam kasus 25 positif COVID-19," tegasnya.
      Sebagai informasi, semenjak adanya kasus COVID-19, Pemerintah Provinsi Bali sudah melaksanakan berbagai tindakan preventif terutama di Bandara Ngurah Rai. Bahkan dia menegaskan, Gubernur Bali Wayan Koster telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 di Provinsi Bali dengan SK Nomor 236/03-B/HK/2020.
      Adapun susunan keanggotaanya terdiri dari Ketua Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Satuan Tugas Kesehatan, Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik, Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan, Satuan Tugas Komunikasi Publik dan satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia.
      Terakhir, dia meminta kepada masyarakat di Bali agar tetap tenang dan waspada. Yang penting menerapkan pola hidup sehat. "Sehingga dapat terhindar dari paparan virus COVID-19 tersebut," tegasnya.
    • By VOAIndonesia
      Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed, mengadakan pertemuan bilateral di Istana Qasr Al Watan, Minggu sore (12/1). (Courtesy : Setpres RI).
      Enam belas perjanjian kerjasama dalam bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan dan penanggulangan terorisme berhasil dicapai dalam lawatan Presiden Joko Widodo ke Abu Dhabi pekan lalu.
      Dalam pertemuan bilateral di Istana Qasr Al Watan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab [PEA], Mohamed bin Zayed, Minggu sore (12/1), Presiden Jokowi menyaksikan penandatanganan kerjasama di antara delegasi Indonesia dan PEA.
      Selain 16 perjanjian itu, disepakati pula 11 perjanjian bisnis dalam bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. Total nilai investasi yang disepakati mencapai 22,89 miliar dolar Amerika atau sekitar 314,9 triliun rupiah.

      Presiden Jokowi dan Pengran Mohamed bin Zayed menyaksikan pertukaran dokumen perjanjian kerjasama di Istana Qasr Al Watan, Minggu (12/1). (Courtesy : Setpres RI).
      Pernyataan pers yang diterima VOA menyatakan bahwa selain kerjasama ekonomi, Presiden Jokowi juga ingin menjadikan Persatuan Emirat Arab PEA sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat dan penuh toleran. “Hal ini sangat penting artinya bagi upaya mencegah ekstremisme dan terorisme,” ujar presiden.
      Harapan serupa disampaikan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed yang menggarisbawahi Islam sebagai agama perdamaian. “Islam tidak pernah mengajarkan terorisme. Islam selalu mengedepankan kedamaian,” tegasnya. Ia juga memuji Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, dan mengatakan “Islam di Indonesia dapat menjadi contoh Islam yang damai.”

      Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed usai pertemuan bilateral di Istana Qasr Al Watan, Minggu sore (12/1). (Courtesy : Setpres RI).
      Selain menandatangani perjanjian kerjasama, Jokowi juga melihat kemungkinan pembentukan “Indonesian Sovereign Wealth Fund,” yaitu semacam dana abadi untuk mengatur dana publik dan menginvestasikannya ke aset-aset yang luas dan beragam untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar.
    • By yhosan
      Baru-baru ini, Agnez Mo dihujani komentar pedas netizen karena ungkapannya dalam media Build Series by Yahoo. Video yang beredar tersebut menunjukkan Agnez yang mengaku tidak memiliki darah Indonesia. Meskipun begitu, Agnez sendiri telah mengkonfirmasi hal ini bahwa untuk mengetahui apa yang dia bicarakan secara detail, netizen juga harus menonton video tersebut sampai habis, agar tidak salah paham.
      Meskipun ada uangkapan ‘tidak ada darah Indonesia’, Agnes mengaku bahwa dirinya tumbuh dalam keberagaman Indonesia. “Aku tumbuh dalam keberagaman budaya. Inklusivitas budaya adalah apa yang aku perjuangkan. Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Senang ketika aku bisa dapat berbagi sesuatu tentangku dan negaraku,” tulisnya dalam caption instagramnya.
      Ya, tumbuh dalam keberagaman Indonesia. Bukan sekali dua kali perempuan 33 tahun ini mengenalkan budaya Indonesia ke kancah Internasional. Beberapa di antaranya akan kita bahas dan lihat bersama dalam ulasan berikut ini.
      Kenakan baju dodot dalam video Coke Bottle
      Coke Bottle adalah lagu Agnez Mo yang rilis pada tahun 2014 lalu. Lagu ini merupakan pembuktian Agnez bahwa dirinya memang layak berkarier di dunia music dan go international. Dalam video tersebut, ia berkolaborasi dengan musisi ternama Timbaland dan T.I. Yang tak pernah ia lupakan adalah tetap membawa Indonesia dalam video klipnya. Terbukti dengan Agnez yang memakai baju dodot khas Jawa dalam satu scene video.
      Lagu ‘Diamonds’ yang mewakili keberagaman yang ada di Indonesia
      Pada bulan September lalu, Agnez meluncurkan single baru bertajuk ‘Diamonds’. Lagu kolaborasi dengan French Montana ini menceritakan tentang keberagaman dan banyaknya budaya –yang ada di Indonesia. Dalam unggahannya, Agnez tampak bangga berpose menggunakan busana dan pernak-pernik dari Papua. “Berlian. Keindahan dalam diri kita masing-masing. Kekuatan dalam keberagaman. Bhinneka tunggal ika. Bersatu dalam perbedaan,” begitu akhir dari caption dengan tagar #diamonds #weare dan #embracingmyculture ini.
      Kenakan batik rancangan Anne Avantie di video klip ‘As Long As I Get Paid’
      Video klip yang satu ini pernah menuai banyak sekali pujian karena Agnez mengenakan batik yang dirancang oleh Anne Avantie untuk lagunya yang bertajuk ‘As Long As I Get Paid’. Anne Avantie sendiri mengatakan kalau Agnez Mo secara pribadi menghubunginya di pagi buta dan meminta dibuatkan gaun tersebut. Hingga sekarang, video ini sudah ditonton lebih dari 26 juta kali.
      Sudah berkarier level dunia, tapi Indonesia tetap di hati
      Baru-baru ini, Agnez juga jadi salah satu penyanyi Indonesia yang masuk dalam Museum Madame Tussaud Singapura. Namun, sebenarnya dalam postingan instagramnya Agnez selalu menempatkan Indonesia di hati. Agnez pernah membuat rambutnya dianyam seperti gaya orang Papua kebanyakan. Dirinya juga berfoto dengan merah putih, lengkap dengan caption “Always represent 💎” pada 17 Agustus lalu.
      Jadi, setiap berita yang Sahabat semua baca, jangan ditelan mentah-mentah ya. Simak dulu sampai habis, baru nantinya boleh berkomentar. Di era yang semakin canggih kita juga harus menjadi netizen yang cerdas, okay?
    • By keenion
      "Ini kan gak boleh kata broadcast di grup!" kata seorang ibu. Sang anak menimpali, "Hoax itu, Bu."
      Pernah dengar atau alami kejadian serupa? Hoax memang salah satu masalah yang muncul dari era digitalisasi karena ya, siapa sih yang tidak punya smartphone? Kita semua bisa mengakses informasi apapun dengan mudah lewat smartphone.
      Semua informasi ada di genggaman, tapi apakah benar atau tidak informasi tersebut, menjadi tugas kita untuk menyaringnya terlebih dahulu. Hal ini dijelaskan Benny Prawira, SPsi, Ketua Komunitas Pencegahan Bunuh Diri, Into The Light.
      "Ada yang bilang terkait dengan kecerdasan, ada yang bilang nggak juga. Ada yang bilang itu karena belief system kita, jadi kalau kita percaya sama satu hal sama satu sosok hoax itu bener karena itu muncul dari sosok itu," ungkapnya.
      Benny tak menampik ada juga hal lain, misalnya kurangnya kemampuan kita untuk berpikir kritis yang membuat kita jadi mudah 'pusing' melihat informasi secara lebih mendetail dari segala sisi.
      "Seringkali kita juga harus lihat generasi yang lebih tua menganggap berita yang beredar kayak di WhatsApp sama validnya dengan yang disiarkan di TV, padahal nggak. So itu masalah literasi digital lagi," sambungnya.
      "Ada banyak hal yang membuat hoax itu marak banget di Indonesia. Aku nggak percaya itu soal intelligence, tapi ya itu apa yang kita percayai, kemampuan kita berpikir kritis, literasi digital, itu semua yang mempengaruhi semuanya sih," tutupnya.
×
×
  • Create New...