Jump to content

Zaman Jurassic Ternyata Sudah Ada Kupu Kupu


Recommended Posts

56b81575b3b31_kupukupu.jpg.cf018a52ef267

Ilmuwan telah menemukan serangga yang punah sejak 120 juta tahun lalu. Serangga bernama Kalligrammatid lacewings tersebut berbentuk seperti kupu-kupu modern termasuk pola sayapnya.

Paleobotanis telah mengenal Kalligrammatid lacewings selama seabad terakhir sebagai serangga kuno yang tinggal di Eurasia selama masa Mesozoikum. Penemuan-penemuan terbaru dari fosil terawat dari dua lokasi di timur laut China menunjukkan seberapa mirip mereka dengan kupu-kupu modern.

Berkat danau luas yang membatasi paparan oksigen di daerah ini selama pertengahan Jurassic hingga waktu awal Cretaceous, ahli paleontologi mampu memulihkan fosil indah yang diawetkan dan mempertahankan banyak struktur asli mereka.

"Pelestarian fosil Lacewing yang buruk selalu menghalangi upaya untuk melakukan pemeriksaan rinci morfologi dan ekologi dari kalligrammatid. Setelah memeriksa fosil baru, kami berhasil menemukan pola mengejutkan, kesamaan fisik dan ekologis antara spesies fosil dan kupu-kupu modern yang memiliki nenek moyang sama, 320 juta tahun yang lalu," ujar David Dilcher dari Indiana University, yang merupakan bagian tim peneliti yang dipublikasikan dalam Proceedings jurnal Royal Society B.

Lebih dari itu, Dilcher juga menerangkan bahwa serangga ini pun memiliki cara bertahan hidup yang sama dengan kupu-kupu modern. Ia mengunjungi satu bunga ke bunga lain yang memproduksi nektar dan serbuk sari. Mereka menggunakan lidah panjang untuk mengumpulkan nektar. Kaki mereka juga memiliki rambut halus yang membawa serbuk sari ke bunga lain.

Para peneliti dapat menemukan pula adanya sisik pada sayap dan mulut, yang seperti sisik pada kupu-kupu modern. Kemungkinan terdapat pigmen yang memberi serangga itu warna-warna cerah. Ini adalah contoh evolusi konvergen di mana dua hewan yang jauh keterkaitannya berkembang dengan karakteristik serupa secara mandiri.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By berita_semua
      Hasil penelitian terbaru dalam jurnal PNAS edisi bulan ini menyebutkan bahwa dinosaurus sudah mulai punah 50 juta tahun sebelum serangan asteroid yang akhirnya membumihanguskan mereka. Studi tersebut menunjukan bahwa spesies kadal raksasa ini sudah benar-benar habis saat batu luar angkasa berdiameter 10 km menabrak bumi.
      Kondisi pada 230 juta tahun lalu dianggap sempurna untuk dinosaurus karena hangat dan subur dari kutub sampai ke khatulistiwa. Tapi perubahan iklim dan permukaan air laut bergeser, dinosaurus mungkin telah mengalami tekanan evolusi baru.
      Kelompok peneliti menganalisis sisa-sisa fosil dinosaurus dari titik kemunculan mereka pada 231 juta tahun yang lalu sampai ke titik mereka punah. Tim pun menemukan penurunan jumlah spesies yang signifikan dimulai pada sekitar 120 juta tahun yang lalu sampai sebelum asteroid besar menghantam bumi.
      "Dinosaurus secara perlahan mulai punah sekitar 50 juta tahun sebelum hantaman asteroid," kata Dr Manabu Sakamoto, seorang paleontolog dari University of Reading, yang memimpin penelitian.
      Analisis Sakamoto menunjukkan bahwa jenis dinosaurus berleher panjang, sauropod yang paling cepat berkurang. Sedangkan theropoda, kelompok dinosaurus yang termasuk ikon Tyrannosaurus rex, berkurang secara bertahap.
      Sebuah studi dua tahun lalu juga menunjukkan bahwa beberapa spesies hewan besar tersebut menurun, tapi hanya beberapa juta tahun sebelum dampak asteroid. Penelitian baru tersebut menunjukkan bahwa masalah berkurangnya populasi telah dimulai puluhan juta tahun sebelumnya dan mempengaruhi lebih banyak spesies.
    • By ahmad_zoki
      Siapa yang tidak mengenal dinosaurus ? Hampir seluruh kalangan pernah mendengar dan melihat film hewan purba berbadan raksasa tersebut. Dinosaurus sangat digemari semua kalangan karena bentuk tubuhnya yang besar dan memiliki anggota tubuh yang tidak dimiliki hewan saat ini, jadi bisa dibilang keren.
      Di kota Heyuan, provinsi Guangdong, China, para pekerja yang sedang memperbaiki jalan menemukan puluhan telur dinosaurus. Sebanyak 43 telur ditemukan, 19 diantaranya dilaporkan masih utuh. Pemerintah setempat segera mengutus bagian kepurbakalaan untuk mengecek langsung ke lokasi.
      Dinosaurus Ini mengingatkan kita pada film Jurrasic Park, memang sih di film itu rasanya agak mustahil, hanya dari se ekor nyamuk bisa mengurai dna sedemikian banyak.
      Tapi kali ini yang ditemukan adalah telur telur dinosaurus itu sendiri yang bisa menguak rahasia DNA dinosaurus. Pengelola museum setempat mengatakan, telur telur itu berusia 65 juta tahun hingga 230 juta tahun tepatnya dari masa Mesozoic, saat hewan-hewan besar seperti Tyrannosaurus menguasai Bumi.
      Akankah ilmuwan mengembangkan DNA Dinosaurus ? Kemungkinan bisa terjadi saja, sekarang kecanggihan teknologi dapat membuat sesuatu yang mustahil sekaligus.
      Saat ini para peneliti sedang melakukan melakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan spesies di dalam telur telur itu. Kota Heyuan itu sendiri dikenal banyak ditemukan Fosil dinosaurus, tulang belulang, jejak kaki, dan puluhan telur dinosaurus. Bahkan di tahun 2004 Museum Fosil Dinosaurus Heyuan tercatat dalam buku rekor Guinness World Records karena menyimpan koleksi telur dinosaurus dengan jumlah terbesar di dunia, yakni 10.008 butir.
    • By davidbo
      Kita sering memakan telur sebagai lauk, tetapi mungkin kita tidak tahu Fakta-Fakta menakjubkan dari sebuah telur....

      1. Cangkang telur terbuat dari karbonasi kalsium, yang juga menjadi bahan antasida. Cangkang telur ini memiliki berat 9-12% berat telur, dan berisi pori-pori yang memungkinkan oksigen, karbon dioksida, dan uap keluar

      2. Menurut Iowa Egg Council, bahan utama putih telur adalah protein yang disebut albumen, dan juga berisi niacin (vitamin B3), riboflavin (vitamin B2), magnesium, potassium, sodium, dan belerang. Putih telur berisi 57% protein telur.

      3. Warna kuning telur ditentukan oleh makanan induk ayam.Semakin banyak pigmen kuning dan orange yang dimakan induk ayam, semakin jelas warnanya.

      4. Warna lain dalam telur bervariasi dengan usia dan faktor lainnya. Menurut Egg Safety Center, putih telur yang berawan menunjukkan bahwa telur sangat segar. Putih telur jernih menunjukkan telur mulai menua, putih telur berwarna pink atau warna- warni berati telur rusak, dan telur ini tak boleh dikonsumsi.

      5. Darah yang kadang terlihat dalam telur berasal dari pecahnya pembuluh darah kecil di kuning telur. Seperti dikutip dari lifelittlemysteries, hal ini tidakk berarti telur tidak aman untuk dimakan.

      6. Saat keluar, telur memiliki suhu sekitar 105 derajat Fahrenheit. Ketika dingin, cairan dalam telur berkontraksi, dan membentuk sel udara di antara dua lapisan ujung telur. Anda bisa melihat sel udara itu saat telur rebus dikupas.

      7.Rata-rata induk ayam bisa menghasilkan 250-270 telur per tahun.

      8. Telur putih disukai sebagian besar Amerika Serikat (AS), tapi telur cokelat lebih disukai di Inggris. Warna induk ayam mengindikasikan warna telurnya. Menurut American Egg Board, tak ada perbedaan signifikan antara warna telur.

      9. Butuh waktu 24-26 jam bagi telur agar terbentuk di dalam induk ayam. Pertama, sel telur berkembang menjadi kuning di dalam ovarium. Pada ovulasi, folikel pecah, dan kuning telur dilepaskan ke dalam tabung yang disebut saluran telur. Pada perjalanannya melalui tabung ke rahim, albumen disimpan di sekitar kuning telur, dan kemudian membentuk membran di sekitar albumen. Cangkang terbentuk dalam rahim. Kemudian telur keluar, dan setelah sekitar 30 menit, proses bertelur bisa dilakukan lagi.

      10. Sekitar 75 miliar telur diproduksi di AS tiap tahun, yaitu sekitar 10 % total telur dunia. Dari jumlah tersebut, 60 % digunakan untuk konsumsi, 9 % digunakan industri jasa makanan. Sisanya diproses dan digunakan untuk produk seperti mayones, marshmallow dan campuran kue. China merupakan pemasok telur terbesar, memproduksi sekitar 390 miliar telur tiap tahun, sekitar setengah pasokan dunia.

      11. Kalkun juga bertelur, tapi Anda tak akan menemukan telur kalkun di toko. Kalkun butuh ruang untuk bersarang, sehingga mereka memiliki naluri keibuan kuat daripada ayam. Alhasil, mengambil telur mereka sulit dilakukan. Dinosaurus juga bertelur, dan terkadang ayah dinosaurus bertanggung jawab 'menduduki' mereka, menurut penelitian edisi Desember 2008 jurnal Science.

      12. Bahkan, analisa sarang telur dinosaurus lain membantu memecahkan teka-teki kuno. Peneliti Canada melaporkan bahwa telur ada sebelum ayam, karena dinosaurus membentuk sarang dan bertelur jauh sebelum burung (termasuk ayam) ada yang merupakan hasil evolusi dari dinosaurus, menurut penelitian di jurnal Paleontologi 2008.
    • By davidbo
      Dinosaurus kecil mirip-unggas asal Amerika Utara menetaskan telur-telurnya dengan cara sama seperti yang dilakukan burung-burung pengeram - hal ini serta merta kian memperkuat kaitan evolusi antara burung dan dinosaurus.

      Salah satu dari sekian banyak misteri yang ingin diungkap oleh para paleontologi adalah mengetahui cara dinosaurus menetasi telur. Apakah telurnya dikubur dalam material sarang, seperti yang dilakukan buaya? Ataukah ditetaskan dalam sarang yang terbuka tanpa penutup, seperti yang dilakukan burung pengeram?
      Dengan mengacu pada sekumpulan telur yang ditemukan di Alberta dan Montana, peneliti Darla Zelenitsky dari University of Calgary, bersama David Varricchio dari Montana State University, secara ketat meneliti cangkang fosil telur milik dinosaurus kecil pemakan daging yang disebut Troodon.
      Dalam temuan yang dipublikasikan dalam edisi musim semi jurnal Paleobiology, mereka menyimpulkan bahwa spesies dinosaurus ini, yang diketahui meletakkan telurnya dalam posisi yang nyaris vertikal, mengubur telur-telur hanya pada bagian bawahnya ke dalam lumpur.

      Darla Zelenitsky dari University of Calgary, berkolaborasi dengan David Varricchio dari Montana State University, secara seksama meneliti cangkang fosil telur milik dinosaurus kecil pemakan daging yang disebut Troodon. (Kredit: Jay Im – University of Calgary)
      “Berdasarkan perhitungan kami, cangkang telur milik Troodon sangat mirip dengan burung pengeram, memberi petunjuk bahwa dinosaurus ini tidak sepenuhnya mengubur telur ke dalam material sarang seperti yang dilakukan buaya,” jelas Zelenitsky, asisten profesor geosains.
      “Telur maupun sedimen di sekitarnya menunjukkan tanda-tanda penguburan yang hanya bersifat parsial; memungkinkan dinosaurus dewasa bisa bersinggungan langsung dengan bagian sisi telur yang terbuka selama masa inkubasi,” kata Varricchio, profesor paleontologi.
      Meski gaya bersarang Troodon bersifat tidak lazim, “namun terdapat kesamaan dengan penetas khas di antara burung-burung Plover Mesir yang mengerami telur-telurnya sementara sebagian dari mereka menguburnya dalam substrat sarang berpasir,” tambah Varricchio.
      Para ahli paleontologi tiada henti berupaya menjawab pertanyaan tentang bagaimana dinosaurus menetaskan telurnya, namun selama ini terhalang akibat kelangkaan bukti seputar perilaku inkubasi. Sebagai kerabat dinosaurus yang paling dekat, buaya dan burung bisa menjadi media yang menyodorkan beberapa jawaban terkait. Para ilmuwan mengetahui bahwa buaya dan burung yang mengubur telurnya, terdapat lebih banyak pori-pori pada cangkang telurnya, memungkinkan terjadinya respirasi meski dalam keadaan terkubur. Berbeda halnya dengan burung-burung pengeram yang tidak mengubur telurnya; jumlah pori-pori pada telurnya lebih sedikit.
      Para peneliti menghitung dan mengukur pori-pori pada cangkang telur Troodon untuk menilai bagaimana terjadinya penguapan air yang melalui cangkang, kemudian dibandingkan dengan telur dari buaya, burung bersarang-gundukan dan burung pengeram.
      Mereka optimis metode ini juga bisa diterapkan pada fosil telur spesies-spesies dinosaurus lainnya untuk mengungkap cara inkubasi yang mereka lakukan.
      “Untuk sementara, penelitian khusus ini membantu membuktikan bahwa beberapa perilaku menetas seperti yang dilakukan unggas sudah berevolusi pada dinosaurus pemakan daging sebelum kemunculan unggas di muka bumi. Hal ini juga kian menambah bukti yang menunjukkan eratnya kaitan evolusi antara burung dan dinosaurus,” ungkap Zelenitsky
    • By PusatInformasi
      Mantell adalah orang pertama yang pertama kali menemukan tulang dinosaurus. Tahun 1822 dia melihat di dalam sebuah batu yang dibawa pulang istrinya terselip sebuah gigi yang sangat besar. Sejak itu dia meneliti siang dan malam dan hanya bisa memastikan bahwa itu adalah hewan pemakan tumbuhan.
       
      Pada suatu hari, dia melihat gigi yang tumbuh di rahangbawah seekor kadal besar mirip dengan gigi tersebut. Karena itu dia memutuskan untuk menamai gigi itu "gigi kadal besar", dan menunjukkannya pada dunia. Belakangan diketahui, hewan ini adalah iguanodon.
×
×
  • Create New...