Jump to content
amelia

12 Fakta Paling Unik Tentang Steve Jobs

Recommended Posts

12-fakta-terunik-tentang-steve-jobs-1-JW

Steven Paul Jobs atau biasa dikenal Steve Jobs, seorang pebisnis dan penemu asal Amerika Serikat (AS) yang merupakan pendiri Apple Inc.

Pria kelahiran San Francisco, California, Amerika Serikat (AS), pada 24 Februari 1955, itu dulunya pernah bekerja di perusahaan Atari dengan upah gaji yang kecil untuk bertahan hidup.

Selama bekerja Jobs, selalu menempatkan diri untuk bekerja di shift malam, tidak pernah mandi dan selalu berjalan kaki ke kantor dengan kaki telanjang sebelum dirinya menjadi CEO Apple Inc.

Berikut ini fakta menarik mengenai Steve Jobs sebagai pemegang saham terbesar Apple:

  1. Steve Jobs menganut agama Buddha. Sebenarnya dia memiliki turunan darah Muslim Suriah, ayah kandungnya bernama Abdul Fattah Jandali seorang Muslim dan Ibunya bernama Joanne Carole Schieble seorang Amerika.
  2. Steve Jobs merupakan seorang vegetarian. Pada 1974, Steve Jobs pernah mencari pencerahan dengan berwisata ke India.
  3. Steve Jobs memiliki penampilan yang khas. Gaya khasnya adalah mengenakan kaos turtle neck lengan panjang warna hitam, celana jeans biru, dan memiliki lebih dari seratus pakaian yang sama.
  4. Steve Jobs menyadari dirinya bukan anak yang pandai. Semasa perkuliahan di Red College, IPK Steve hanya 2.65/4 dan dia hanya bertahan selama 1 semester hingga akhirnya di DO (Drop Out) dari kampus.
  5. Dikeluarkannya Steve Jobs dari kampus lantaran tidak sangat menyukai dan nyaman dengan sistim kurikulum pembelajaran yang terstruktur dan dia menanggap hanya membuang-buang uang orangtua.
  6. Meskipun tidak lulus kuliah, Steve Jobs menjadi tamu kehormatan yang didaulat menyampaikan pidato kelulusan di Standford University pada 2005.
  7. Sebelum mendirikan Apple, Jobs dan Wozniak membuat kotak digital biru sebuah perangkat dan dijual seharga USD100 yang bisa menghack sistem telepon.
  8. Pada 1977, Jobs bersama rekannya Steve Wozniak, dan Mike Markkula akhirnya mendirikan Apple Computer Inc dan menghilangkan kata Computer pada nama perusahaannya pada Januari 2007.
  9. Steve Jobs pernah menjual apartement miliknya kepada musisi ternama U2 frontman Bono yang berlokasi di New York City.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By news
      Acara kemunculan iPhone generasi terbaru pada Rabu (11/9) dini hari waktu Jakarta menjadi trending topic di semesta Twitter Indonesia. Perhelatan akbar tersebut akan kembali diadakan di Steve Jobs Theater di kampus Apple di Apple Park, Cupertino, AS.
      Dapat dipastikan para Apple head harus merogoh kocek cukup dalam untuk dapat meminang iPhone terbaru ini. Oleh karena itu, banyak warganet yang membuat lelucon terkait 'jiwa kemiskinan' yang meronta.
      Akun @DO_475 sama-sama membuat lelucon jual ginjal untuk membeli iPhone 11. Belakangan, harga iPhone memang terbilang semakin mahal.
      Sementara akun @Tweetsembangg menunjukkan gambar foto ginjal yang hilang untuk dijual sebagai lelucon.
      Tak sedikit pula warganet yang membuat lelucon soal desain modul kamera iPhone yang berbeda dibandingkan ponsel pintar lainnya. Kritikan membanjiri desain modul kamera iPhone terbaru.
      Acara peluncuran generasi penerus iPhone X ini juga ditayangkan secara langsung di situs resmi Apple
      https://www.apple.com/apple-events/
      Selain lewat situs resminya, untuk pertama kalinya Apple memberikan kesempatan bagi Anda menyaksikan peluncuran iPhone baru lewat aplikasi ponsel. Kendati demikian, aplikasi Apple Event hanya tersedia untuk Apple TV saja.
    • By Sam
      Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      Tapi sebelum Jobs mendulang banyak kesuksesan di puncak karirnya, ia banyak melakukan kesalahan atau blunder yang sangat fatal dan konyol, dan sejarah mencatat bukan hanya sekali ia melakukan blunder konyol. Berkali-kali dan loss nya gede banget.
      Minimal 5 hal ini yg sempat jadi sorotan. Kita akan ghibahin kesalahan Steve Jobs ini biar bisa ambil banyak pelajaran buat berbenah.
      1. Merekrut John Sculley sebagai CEO Apple
      Ini kebodohan Steve Jobs yang pertama, Jobs yang saat itu berusia 29 tahun terpesona dengan kepemimpinan Sculley saat membawahi CocaCola. Sampai ia akhirnya meminang Sculley dengan kata pinangan yg sangat tersohor di seluruh dunia.
      "Do you want to sell sugared water for the rest of your life? Or do you want to come with me and change the world?"
      "Apa kamu mau terus jualan air gula sepanjang hidupmu, atau gabung aku buat mengubah dunia?" Itu yg disampaikan Jobs sama Sculley, dan akhirnya ia mengambil tawaran Jobs.
      Apesnya setelah menahkodai Apple beberapa waktu, karena berbeda paham dan prinsip Sculley malah mengkoordinir board buat mendepak Steve Jobs, nyesek banget pastinya yg dirasakan Jobs. Leader yang dia tunjuk sendiri, mendepaknya dari perusahaan yang dia dirikan.
      2. Sangat yakin kalo Pixar akan jadi perusahaan hard ware besar dunia
      Ketika Steve Jobs jadi orang yg terakhir berdiri pas lelang yg diadakan Lucas Film, dan akhirnya memenangkan lelang pembelian Pixar di tahun 1986 dengan 10 juta USD. Apa yg ada dipikiran Steve Jobs sama sekali tidak terpikir kalau Pixar nanti akan terselamatkan oleh animasi yg akan membuat namanya besar, jujur yang ada dipikirannya adalah jualan hardwarenya.
      Tapi untunglah ia masih menyisakan uang untuk support Ed Catmull dan John Lasseter yg ngotot merayu Jobs untuk mendanai film full animasi nya, jobs menganggap itu taruhan kecil aja, sampai akhirnya Pixar sukses besar dengan Toy Story.
      3. Sama sekali gak paham siapa target marketnya NeXT Computer
      Ya meskipun ujungnya perusahaan ini mampu di jual ke Apple dengan nilai 429 juta USD di tahun 1996, tapi perusahaan ini benar-benar merasakan perjuangan berdarah-darah menemukan siapa target market atau customer yang tepat buat produknya. Bayangin apa gak gila tuh, bikin perusahaan, mulai produksi, tapi sebenarnya belum nemu siapa market nya.
      Sekelas Jobs pun mengakui kalau ia pernah bikin keputusan ngawur, gambling abis, tapi ini kesalahan entreprenuers umum juga sih. Karena saking percayanya sama idealisnya, sia nekad produksi dulu baru mikir nanti marketnya siapa. Iya kalo nafasnya (baca modal) panjang sih gak apa apa, tapi kalo dana cekak ya gambling abis.
      Ia menjual product kategori product driven, tapi gak pake proses Product Market Fit dulu, modal yakin aja produknya bagus banget. Iya sih memang bagus, belum ada yang produksi di pasar, tapi itu juga masalah karena akan butuh waktu untuk mengedukasi pasar
      Nah lanjut kita ghibahin kesalahan Steve Jobs selanjutnya.
      4. Banyak banget melaunch product gagal di pasaran
      Eits jangan dikira setiap produk yang diluncurkan Steve Jobs lewat Apple sukses semua ya, banyak juga produk-produk Apple yang gagal dipasaran. Sebut saja yang paling epic kegagalannya Apple Lisa, Macintosh TV, The Apple III dan The Powermac g4 cube. Tapi meskipun begitu, di fase-fase berikutnya, Steve Jobs dan Apple banyak berbenah
      Begitulah bisnis, kita akan membuat banyak sekali keputusan-keputusan buruk di fase-fase awal, tapi seiring membaiknya kemampuan kita memahami pasar, melakukan improvement terhadap produk, pertaruhan yang kita buat semakin hari semakin membaik.
      Dan benar saja, kesalahan-kesalahan Apple dengan rentetan produk gagalnya langsung termaafkan ketika dia akhirnya mampu meluncurkan produk dengan sukses luar biasa. Sebut saja iPod, iPhone, iPad dan produk Apple yang lain.
      Pelajaran yang kita ambil disini adalah tak masalah kita mengambil banyak keputusan buruk di awal, tapi segera ambil pelajaran dan berbenahlah.
      Kesalahan Jobs yang kita ghibahin terakhir adalah
      5. Steve Jobs berusaha menjual Pixar berkali-kali
      Pixar adalah salah satu pembelian Jobs yang luar biasa suksesnya. Di tahun 1986 ia mengakuisisi Pixar "hanya" senilai 10 juta USD, dengan film-film animasinya yang sukses luar biasa seperti Toy story, Monster Inc, Finding Nemo, Cars, Wall-E, The Incredibles dan buanyak lagi. Bukan berarti Jobs tidak tergoda untuk menjualnya, dia pernah nawarin Pixar ke rekanan-rekanan bisnisnya seperti Bill Gates, Larry Ellison dan ke beberapa perusahaan besar lainnya. Sampai akhirnya Pixar dibeli oleh Disney di tahun 2006 seharga 7,4 miliar USD. Berarti valuasi kenaikan Pixar dari sejak beli sampai terakhir dibeli ke Disney sudah naik 74000%.
      Memang kalo dari perspektif Jobs itu deal yang bagus banget dan pertaruhan yang cukup besar buat Disney, meskipun akhirnya terbayar juga dengan suksesnya film-film Pixar selanjutnya. Andai saja Pixar terjual di tahun awal-awal pasti nilainya gak semahal pas dibeli Disney, ya untung juga sih dulu gak laku-laku, jadi bisa panen banyak si Jobs.
      Apa kefaedahan yang bisa kita ambil dari ghibahan kali ini?
       
    • By qbonk
      CEO Apple Tim Cook memastikan layanan kartu kredit besutan perusahanya, Apple Card, akan meluncur pada awal bulan Agustus ini.
      Apple Card sendiri merupakan layanan kartu kredit untuk pengguna iPhone dan iPad dengan menggunakan jaringan Mastercard dan dioperasikan Goldman Sachs.
      "Ribuan karyawan Apple menggunakan Apple Card setiap hari dalam pengujian versi beta dan kami berencana untuk memulai peluncuran Apple Card pada bulan Agustus," kata Cook dikutip dari Tech Crunch, Rabu (31/7/2019).
      Apa yang disampaikan oleh Cook ini menegaskan rumor yang telah beredar terkait Apple Card sebelumnya. Apple Card sendiri pertama kali ke publik pada Maret lalu.
      Kartu ini dibuat untuk memudahkan pengguna melakukan pembayaran di tempat yang tidak mendukung Apple Pay. Berbeda dengan kartu konvensional, tak ada nomor, CVV, tanggal kadaluarsa, dan tanda tangan pada kartu Apple Card. 
      Menariknya dari Apple Card ini akan hadir tanpa mengenakan biaya, di mana pengguna diberikan pengurangan suku bunga dan diberi Daily Cash, yakni program cash back di setiap transaksinya.
      Untuk saat ini, Apple Card dirancang untuk pasar Amerika Serikat. Namun tidak menutup kemungkinan layanan ini bisa go international.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy