Jump to content

Kenapa Gajah Takut pada Semut? Kita lihat alasannya


Recommended Posts

56b077a2112c4_gajahsemut.jpg.5e368b42c17

Saat bermain suit jari, gajah yang disimbolkan dengan jempol selalu kalah dari kelingking yang menggambarkan semut. Lalu, kenapa gajah bisa kalah dari semut?

Menurut penelitian, gajah memang takut pada makhluk kecil tersebut. Awalnya, penelitian yang dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Mpala, Kenya, dan Universitas Florida Dr Todd Palmer bersama rekan-rekannya dimulai ketika mereka melihat gajah yang berlarian dari pohon akasia yang dipenuhi semut.

Seperti di kisah utama serial ‘Dumbo’, kartun klasik Disney tersebut juga menunjukkan ketakutan gajah pada semut. Hal ini menjadi menarik ketika ukuran semut yang hanya 5 milimeter ditakuti hewan yang beratnya 1 miliar kali lebih berat.

Alasan di balik ketakutan tersebut adalah karena gajah tidak menyukai semut masuk ke belalainya. Seperti diketahui, belalai gajah merupakan organ yang sangat sensitif sehingga keberadaan semut di dalamnya akan sangat menganggu hewan bergading tersebut.

Dr Palmer kemudian menyimpulkan bahwa koloni semut telah membantu penggundulan hutan dan melindungi tanaman langka di Afrika, hanya dengan keberadaan mereka di pohon-pohon itu.

Link to post
Share on other sites
  • 2 weeks later...

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By Silvia_caroline
      Bagi pencinta kucing sejati, salah satu perasaan terbaik di dunia adalah ketika kucingmu duduk di pangkuanmu dan menekan-nekan tubuhmu dengan dua kaki depannya. Seringkah kamu mengalaminya?
      Perilaku ini disebut meremas. Ada alasan yang meluluhkan hati mengapa hal ini adalah bagian spesial dari hubunganmu dengan kucingmu.
      Perilaku meremas sesungguhnya sudah dimulai sejak anak kucing lahir. Ketika itu, fungsinya adalah untuk merangsang produksi susu di kelenjar susu ibu. Namun setelah melalui fase anak-anak, perilaku meremas kepadamu bukan berarti kucing mencoba membuatmu menghasilkan susu.
      Ketika meremasmu, biasanya juga disertai dengan dengkuran khas kucing. Kemudian, diikuti dengan tidur siang bagi si kucing. Kedua perilaku tersebut juga diamati pada anak kucing selama dan setelah menyusui.
      Menurut ASPCA, kucing dewasa tidak saling mengoceh. Mereka hanya “mengoceh” (katakanlah: mengeong) pada manusia, seperti anak kucing yang mengoceh pada ibunya. Jadi, kucingmu memang menganggap kamu sebagai kucing juga--atau tepatnya sebagai orang tua mereka yang aneh dan terlampau besar.
      Sementara menurut situs PetMD yang dikelola dokter hewan, kucing dewasa di alam liar menggunakan cakarnya untuk menginjak dan melembutkan area kecil untuk tidur. "Nenek moyang liar kucing domestik suka berbaring di permukaan yang lembut dan nyaman untuk tidur atau melahirkan anak mereka," catat situs web tersebut.

      Selain itu, karena kucing memiliki kelenjar bau di bantalan kaki mereka, itu artinya mereka menandai kamu atau tempat tidur kamu sebagai ‘properti’ mereka.
      Bahkan, yang perlu kamu tahu, ketika anak kucing dipisahkan dari ibunya sebelum dia sudah siap, dia akan mencoba menyusu pada hal-hal lain, tidak terkecuali bagian tubuh manusia.
      Coba saja kalau kamu memiliki anak kucing dan letakkan di tubuhmu, dia akan mencoba mencari kelenjar susu yang bisa dia isap. Pada akhirnya, ketika seekor kucing yang katakanlah sudah cukup dewasa ‘menguleni’--alias meremas kamu berarti kamu sangat dicintai.
      Jadi, itu adalah salah satu cara spesial kucing menunjukkan cintanya padamu. "Kucing meremas karena mereka merasa sangat dicintai dan nyaman," kata Katie Armor dari MSPCA kepada The Dodo. "Kamu benar-benar harus menganggap itu sebagai pujian!"
    • By BincangEdukasi
      Di dunia ini, perempuan atau betina ditakdirkan untuk mengandung dan melahirkan. Namun, hal berbeda dialami kuda laut.
      Kuda laut mengalami hal yang sangat tidak umum di dunia binatang untuk hamil dan melahirkan. Para ahli bahkan tidak memiliki penjelasan mengapa kuda laut melalui pengalaman tersebut meski mereka berteori itu adalah cara kuda laut membantu anak mereka bertahan hidup.
      Meski kuda laut jantan yang mengandung, jangan salah bahwa mereka merupakan hermafrodit atau berkelamin ganda. Pejantan tetap membutuhkan telur yang disuntikkan ke kantong pejantan oleh betina ketika mereka kawin.
      Kantong pejantan tersebut adalah organ yang sangat kompleks yang mampu mengatur suhu, aliran darat, serta salinitas air untuk telur ketika mereka menetas, sehingga bayi-bayi mereka siap dilahirkan di laut.  
      Teori lainnya yang menjelaskan mengapa pejantan yang mengandung adalah agar kuda laut lebih cepat membuat bayi. Sang betina mendepostikan telurnya yang siap dibuahi ketika kawin dengan pejantan sehingga mereka bisa membuat lebih banyak telur. Jadi ketika pejantan hamil, para betina memproduksi sel telur. Hal tersebut dilakukan agar ketika pejantan melahirkan, mereka siap disuntik telur lagi dan bisa hamil. Ini menghemat waktu dan energi para betina.
      Menurut para ahli, ini adalah acara kuda laut untuk membagi beban. Membuat telur adalah hal yang membutuhkan banyak energi sehingga para betina perlu berkonsentrasi penuh. Sementara itu, para jantan mampu menyediakan “rumah” untuk bayi mereka.
      Menariknya, rumah tersebut bisa dihuni lebih dari seribu bayi pada saat yang sama. Namun, hanya sekira lima dari mereka yang bertahan hidup hingga dewasa. Bayi-bayi tersebut sangat kecil dan tak bisa memakan plankton yang sama dengan orangtua mereka sehingga pilihan mereka sangat sedikit. Saking kecilnya, mereka juga terbawa arus laut dan terpelanting terkena batu.
    • By BincangEdukasi
      Salah satu ciri makhluk hidup adalah bisa mati. Hewan yang termasuk golongan makhluk hidup, seharusnya memiliki ciri yang serupa. Eits, namun rupanya tidak untuk 5 hewan di bawah ini loh.
      5 hewan di bawah ini dikatakan immortal atau tak bisa mati. Yuk intip kisahnya.
      1. Immortal Jellyfish

      Jellyfish atau ubur-ubur bukan hanya seperti yang biasa disaksikan saat berlibur di laut saja loh. Salah satu jenis ubur-ubur adalah Immortal Jellyfish ini.
      Immortal Jellyfish atau ubur-ubur yang hidup abadi ini termasuk dalam spesies Turriptopsis Nutricula. Fase hidup ubur-ubur ini akan melalui kembali fase anak-anak setelah lewat dari fase dewasa atau matang secara seksual. Dan proses ini berulang terus. Wah.
      2. Hydra

      Hydra tentu sudah tak asing lagi, bukan? Hewan dengan kemampuan memperbaharui diri ini pun rupanya memiliki siklus hidup yang membuatnya tak bisa mati.
      Menurut hasil penelitian menyebutkan bahwa hydra tak dapat bertambah tua. Pasalnya, sel-sel tubuh akan terus berada dalam fase memperbaruhi diri.
      Selain itu, kemampuan tersebut pun membuat hydra mampu memperbaiki kerusakan sel serta membuang unsur buruk dari luar. Inilah yang membuat hydra seperti terus hidup.
      3. Lungfish

      Lungfish merupakan salah satu jenis makhluk hidup paling tua di bumi. Hewan dari spesies ikan ini pun memiliki fase hidup unik yang membuatnya bersifat immortal.
      Ikan Lungfish memiliki struktur dan bentuk tubuh primitif. Berbeda dengan jenis ikan lain, Lungfish dapat hidup bertahan tanpa air hingga 6 bulan berkat kemampuannya bernafas tanpa air. Hebatnya, meskipun mungkin Lungfish mati, namun ia akan hidup lagi ketika dimasukkan dalam air.
      Hewan yang termasuk dalam golongan ikan air tawar ini memiliki habitat hidup di rawa yang berlumpur. Ekosistem Lungfish sendiri dapat ditemukan di negara-negara di Afrika, Amerika Serikat, serta Australia.
      4. Targidrate

      Targidrate adalah hewan mikroskopik dengan ukuran tak lebih dari 1,5 milimeter. Karena itu, Anda yang penasaran wajib berbekal mikroskop untuk dapat meilihat salah satu hewan immortal ini.
      Habitat hidupnya sebenarnya adalah di air. Yang istimewa dari Targidrate selain kemampuannya untuk tak mati adalah bentuknya. Tubuh Targidrate hampir mirip dengan tapir dengan moncong, hanya saja, kaki yang ia miliki berjumlah 8.
      Targidrate mungkin adalah hewan dengan adaptasi paling sempurna. Ia bisa bertahan hidup dalam situasi, dan kondisi seperti apapun. Ia bertahan di cuaca panas hingga ekstrim dingin. Walau ekosistemnya dalam air, ia pun tak masalah bila harus hidup tanpa air.
      Bahkan ia akan tetap hidup tanpa udara. Hal ini dibuktikan ketika para ilmuwan membawa Targidrate ke luar angkasa dan terbukti ia tetap hidup. Luar biasa.
      5. Tree Weta

      Hewan sebangsa semut dengan ukuran yang besar ini termasuk dalam golongan serangga yang tak bisa mati. Hampir sama seperti Targidrate, Tree Weta pun memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang hebat.
      Kemampuan tersebut didapat dari darah Tree Weta yang memiliki protein anti beku. Ia dapat bertahan di udara sangat dingin.
      Walau dari luar Tree Weta seperti telah mati membeku, namun jantung dan otaknya akan tetap bekerja karena protein anti beku ini.
      Setelah suhu udara kembali normal, serangga raksasa ini pun mampu hidup kembali. Ia bergerak dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Wah hebat…
    • By griyogledek
      Panda tidak lagi masuk dalam daftar spesies yang terancam punah, menyusul upaya penyelamatan oleh kelompok pelestari lingkungan selama puluhan tahun.
      Status hewan yang disayangi masyarakat ini berubah dari "terancam" menjadi "rentan" karena populasinya yang tumbuh kembali di Cina.
      Namun di balik kabar baik ini ada pula informasi buruk, yaitu keberadaan spesies gorila di wilayah timur, primata terbesar di dunia, yang saat ini terancam punah.
      Perubahan status panda ini diumumkan oleh Lembaga internasional untuk konservasi alam, IUCN, terkait hewan-hewan yang terancam punah.
      Upaya pemerintah Cina, yang menyebut panda raksasa sebagai hewan nasional, telah menyelamatkan keberadaan hewan itu dari tepi jurang kepunahan.
      Perkiraan terbaru menunjukkan bahwa populasi panda dewasa saat ini mencapai 1.864 jiwa.
      Ancaman perubahan iklim
      Tidak ada angka pasti untuk jumlah panda anak-anak, tetapi diperkirakan jumlah keseluruhan panda mencapai 2060 jiwa.
      "Bukti dari serangkaian survei menunjukkan bahwa penurunan populasi panda dapat ditangani, dan sebaliknya jumlahnya mulai meningkat saat ini," demikian laporan terbaru IUCN.
      "Peningkatan status ini menegaskan bahwa upaya pemerintah Cina untuk melindungi spesies ini berjalan efektif," tambah IUCN.
      Namun demikian, pertumbuhan kembali populasi panda bisa berumur pendek, demikian peringatan IUCN. Perubahan iklim diperkirakan dapat menewaskan lebih dari sepertiga habitat panda dalam 80 tahun ke depan.

      Gelombang perburuan liar telah menyebabkan jumlah spesies gorila di wilayah timur terus berkurang.
      "Dan itu artinya populasi panda dapat menurun, membalikkan keadaan selama dua dekade terakhir," kata laporan itu.
      Dia menambahkan: "Untuk melindungi spesies ikonik ini, sangat penting diambil langkah-langkah perlindungan yang efektif sekaligus mendiskusikan ancaman baru yang muncul."
      Gorila timur terus berkurang
      Sementara, gelombang perburuan liar telah menyebabkan jumlah spesies gorila di wilayah timur terus berkurang. Saat ini diperkirakan hanya ada 5.000 di seluruh dunia.
      Empat dari enam kera raksasa sekarang terancam punah - gorila timur, gorila barat, orangutan Kalimantan dan Sumatera orangutan.
      "Hari ini adalah hari menyedihkan, karena daftar merah IUCN menunjukkan bahwa kita bertanggungjawab atas pemusnahan beberapa kerabat terdekat kita," kata Inger Andersen, pimpinan IUCN kepada wartawan.
      Menurut IUCN, jumlah gorila timur telah menurun lebih dari 70% dalam dua dekade terakhir.
      Daftar merah IUCN meliputi 82.954 spesies, baik tumbuhan dan hewan. Hampir sepertiganya, yaitu 23.928, masuk dalam daftar yang terancam punah.
    • By BincangEdukasi
      Gigitan semut api dikenal menimbulkan rasa panas, nyeri, sekaligus gatal yang intens.
      Saat menggigit kulit, semut api juga menginjeksikan racun yang disebut solenopsin dalam tubuh.
      Gigitan menimbulkan ketidaknyamanan yang harus segera diatasi.
      Pertolongan Pertama pada Gigitan Semut Api
      Saat baru saja digigit semut api, langkah berikut perlu segera dilakukan untuk meminimalkan efek gigitan.
      1. Segera singkirkan semut api
      Semut api dikenal karena sifat agresif mereka. Untuk mencegah kejadian lebih parah, segera singkirkan semut yang masih menempel di tubuh.
      Jangan singkirkan semut dengan tangan kosong, Anda bisa menggunakan kain atau handuk agar semut tidak justru berpindah dan menggigit tangan.
      Jika Anda berada di daerah yang banyak semut apinya, segera menyingkir ke tempat yang lebih aman.
      2. Cuci daerah yang terkena gigitan
      Cuci daerah yang digigit menggunakan air hangat dan sabun antibakteri. Anda juga bisa mencoba menekan kulit untuk mengeluarkan racun.
      Cara lain, cuci luka gigitan dengan larutan pemutih yang ditambahkan air pada perbandingan yang sama.
      Jika Anda bisa menahan rasa sakit, cuci luka menggunakan alkohol untuk memastkan luka terbebas dari infeksi.
      Pastikan membersihkan luka sesegera mungkin, sebaiknya dalam waktu 10 menit setelah gigitan.
      3. Jangan menggaruk bekas gigitan
      Racun semut api menyebar segera dan menyebabkan rasa terbakar dan gatal luar biasa.
      Meskipun terasa amat gatal, jangan menggaruk bekas gigitan karena hanya akan membuat infeksi menyebar ke daerah yang lebih luas.
      Obat antihistamin oral mungkin diperlukan bagi orang yang alergi terhadap gigitan semut api.
      4. Oleskan krim antiseptik
      Selanjutnya, oleskan krim antiseptik pada daerah yang digigit.
      Mengoleskan krim kortikosteroid topikal seperti Hidrokortison 1% akan membantu mengurangi bengkak dan gatal akibat gigitan semut api.
      Jika tidak tersedia, Anda bisa membuat pasta dari aspirin yang dihaluskan dan diberi sedikit air. Oleskan pasta ini pada kulit yang terkena gigitan.
      Cara lain, kompres gigitan dengan air dingin untuk mencegah pembengkakan.
      Cara Alami Mengobati Gigitan Semut Api
      Empat langkah diatas sudah cukup efektif untuk mengatasi gigitan semut api.
      Namun, Anda juga bisa menggunakan beberapa pengobatan alami untuk mempercepat penyembuhan bengkak akibat gigitan semut.
      Berikut adalah diantaranya:
      Oleskan minyak “tea tree oil” untuk membantu menghilangkan racun akibat gigitan semut api. Pasta lidah buaya bisa pula digunakan untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Oleskan minyak peppermint atau minyak lavender untuk mengurangi pembengkakan dan mempercepat penyembuhan. Mandi dengan air hangat yang telah dicampur dengan 2-3 cangkir boraks. Boraks adalah boron mineral yang membantu menarik racun dari kulit.
×
×
  • Create New...