Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
BincangEdukasi

Kamu Percaya Jodoh?

Recommended Posts

jodoh.jpg.5d7064a6b84587d0ca41c5aa3aaccb

Penggalan kalimat yang diucapkan Maria kepada Fahri dalam film Ayat-ayat Cinta (AAC). Jodoh, begitu menyenangkan membicarakannya mulai dari anak-anak hingga orang tua. Tapi membicarakan jodoh terasa menyakitkan bagi orang belum menemukan jodohnya.

Beginilah penggalan percakapan Maria dan Fahri dalam film Ayat-ayat Cinta.

Quote

Maria: “Kamu percaya jodoh, Fahri?”
Fahri: “Ya. Setiap orang memiliki …”
Maria: “Jodohnya masing-masing. Itu yang selalu kamu bilang. Aku rasa, Sungai Nil dan Mesir itu jodoh. Senengnya, kalau kita bisa bertemu dengan jodoh yang diberikan Tuhan dari langit.”
Fahri: “Bukan dari langit, Maria. Tapi dari hati. Dekat sekali.”

Benarkah jodoh itu berasal dari hati seperti yang dikatakan Fahri? Tentu saja tidak! Jodoh datang dari Allah dan merupakan takdir Allah yang tidak akan pernah bisa diubah oleh siapapun. Semua takdir ini telah tersimpan dalam Lauh Mahfuzh sejak 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Jadi yang dikatakan Fahri itu salah, hanya gombalan Fahri kepada Maria saja.

Manusia memang harus berusaha untuk mendapatkan jodohnya, tidak boleh menunggu jodoh itu datang dengan sendirinya. Usaha tidak hanya dilakukan dengan do’a, aktif dalam kegiatan organisasi merupakan salah satu upaya mendapatkan jodoh, meskipun tidak dilakukan dengan terang-terangan dan blak-blakan.

Mendapatkan jodoh tidak semudah membalikkan telapak tangan, bahkan lebih mudah mendapatkan uang daripada jodoh, setuju? Karena itulah mencari jodoh menjadi sebuah tantangan, berbahagialah yang bisa mendapatkan jodoh di dunia ini. Jodoh bisa dicari dimana saja, di dunia nyata maupun maya. Untuk mendapatkan jodoh yang baik dan membahagiakan di dunia dan di akhirat, gunakanlah cara yang baik. Ribuan cara mendapatkan jodoh tapi bila cara yang digunakan tidak baik, maka yang akan didapatk adalah jodoh yang tidak baik.

Manusia harus percaya bahwa jodoh ada di tangan Tuhan. Selalu berdo’alah sebelum dan sesudah mendapatkan jodoh, agar kita mendapatkan jodoh yang baik dan membahagiakan di dunia dan di akhirat.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By belumada
      Cinta dalam diam - Dalam rasa cinta terpendam yang belum tersampaikan kepada yang dituju
       
    • By Brenda_Christie
      Setiap orang tentu memiliki kriteria masing-masing saat hendak menjalin hubungan dengan orang lain. Salah satu hal yang dipertimbangkan adalah pekerjaan calon pasangan. Beberapa orang mungkin ada yang mengharapkan memiliki pasangan seorang dokter. Sebab hingga saat ini dokter masih dianggap sebagai profesi dengan gaji tinggi.
      Bagi Anda yang memiliki keinginan serupa, tahukah bahwa menjadi pasangan dokter tidak mudah? Tidak percaya?
      Kehidupan medis tidak terlalu fleksibel
      Sama seperti pekerjaan lain, dokter juga memiliki jadwal praktek. Hanya saja terkadang dokter harus menyelesaikan pekerjaannya menangani pasien hingga kondisi sudah stabil. Dengan begitu dokter tidak bisa pergi begitu saja di tengah-tengah kondisi darurat. Bahkan dokter harus siap dipanggil kapan saja saat ada pasien yang membutuhkan.
      Meskipun pada saat itu dirinya sedang ada acara keluarga atau sedang bersama dengan pasangan. Selain itu, tempat tinggal dokter terkadang harus mengikuti tempatnya ditugaskan praktek. Kondisi ini sering terjadi pada saat dokter hendak mengambil spesialisasi dan sekolah lebih lanjut. Pasangan pun harus siap dengan kondisi ini.
      Memiliki waktu kehidupan yang berbeda dari orang lain
      Salah satu bagian tersulit menjadi pasangan dokter adalah sulitnya bertemu dengan orang lain sesuai jadwal semestinya. Sebagai contoh, ibu rumah tangga biasa mungkin menyempatkan waktu bertemu dengan teman di hari kerja dan menghabiskan waktu dengan keluarga di akhir pekan. Tapi dokter kadang memiliki waktu luang di hari kerja dan bekerja di akhir pekan. Saat itu tentu sebagai pasangan yang baik harus ada di rumah untuk menemani suami. Sedangkan bertemu di akhir pekan dengan teman sedikit sulit karena mereka ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.
      Sulit untuk merencanakan sesuatu
      Merencanakan segala sesuatu adalah tindakan yang baik. Tapi rencana bisa jadi tinggal rencana saat harus berhadapan dengan jadwal praktik dokter. Seperti yang dikatakan sebelumnya, jam pulang kerja dokter tidak jelas. Begitu juga dengan waktu liburnya. Belum lagi bila mereka dibutuhkan mendadak di hari libur.
      Merasa tidak mengenal pasangan
      Kesibukan dan rutinitas yang berbeda dari dokter terkadang membuat seseorang tidak mengenal pasangannya. Terutama saat menemani mereka dalam pertemuan-pertemuan yang melibatkan banyak dokter. Sementara dokter mungkin akan bercakap-cakap tentang dunia medis kepada rekannya dengan penuh semangat, pasangan hanya bisa mendengarkan tanpa bisa mengerti. Itu bisa terasa sangat menjengkelkan karena seolah-olah Anda tidak mengenal pasangan dan tidak mengetahui apapun soal dunianya.
      Timbul perasaan bersalah dan sedih
      Ini mungkin merupakan bagian tersulit menjadi pasangan dari seorang dokter. Tak sedikit orang yang merasa bersalah karena ada banyak hal baik tentang menikah dengan dokter tapi banyak pula hal buruk yang dapat terjadi. Kondisi ini terkadang bisa sangat sulit untuk diceritakan pada orang lain karena mereka tidak mengerti kondisinya.
    • By cinta_segiempat
      Saat indahnya cahaya rembulan , dan bintang bersinar di gelapnya malam, Kulihat impian bersamamu. Ketika sunyinya malam disambut indahnya senang di pagi ini, Kurasakan indahnya pesonamu.
      Tapi aku takut, semua harapan, dan impian bersamamu, hanyalah sebatas mimpi, dan harapanku tiada tercapai. Andai semua itu nyata, kurasakan betapa sempurnanya hidup ini jika kau ada di sisiku.
      Terlihat bayang-bayang atap rumah di dalam mata anak remaja itu, terbangun, tersadarkan, di atas sandaran empuk di ruangan itu. Tampak kebingungan, dan keheranan dalam wajahnya.
      “Alhamdulillah, rupanya kamu telah siuman”
      “Anda siapa? saya di mana? kenapa saya ada di sini?”
      “Saya pak Ahmad, kamu sudah 4 hari tidak sadarkan diri, nama kamu siapa nak?”
      “Nama? nama saya?”
      Pesisir paling selatan Pulau Kalimantan, menjadi saksi kecelakaan besar, meledak dan tenggelamnya sebuah kapal. Tiada seorangpun yang selamat selain remaja ini, kedua orangtuanya juga tidak selamat dalam kecelakaan itu. Perjodohan keluarga yang mengantarkannya ke Kalimantan, namun, amnesia menimpanya, hilang seluruh ingatannya, termasuk amanat dari orang tuanya, amanat berupa restu dari seorang kiai di Banyuwangi, untuk menikahi Neng Nadhil putri dari kiai Yusuf, seorang pemuka agama di Kalimantan.
      “Iya, nama, kamu tidak tahu siapa namamu?
      “Nama? Siapa nama saya? saya tidak tahu siapa nama saya”
      “(Rupanya anak ini hilang ingatan) Baiklah saya panggil kamu Taufiq, Kahlil Taufiq”. Pak Ahmad memilih nama itu, setelah tampak tertulis nama Kahlil Gibran pada kalung di leher remaja itu, mungkin remaja ini sangat menggemari ‘Kahlil Gibran’, Sang legenda maestro cinta.
      ***
      Hari ini indah berteman sinar mentari. berawal dari mimpi tuk menjalani hari
      Dengan senyum keindahan bermula meniti esok dalam doa, dan cinta…..
      Sebulan lamanya Taufiq menjalani kehidupan barunya bersama laut, pantai, dan karang, bersama seorang saudagar nelayan. Taufiq adalah anak yang rajin, ulet, dan cerdas, belum lagi pribadinya yang religius, karena dulu dia memang hidup di lingkungan pesantren. Kehidupan Taufiq yang penuh kekosongan berubah, Pak Ahmad yang sudah menganggap dia sebagai anak sendiri, untuk menyekolahkannya kembali, di sebuah universitas di sana.
      “Taufiq, besok kamu ikut tes di kota, kamu sudah bapak daftarkan untuk melanjutkan sekolahmu”
      “Baik pak”
      “Di sana nanti kamu pasti akan bertemu yang namanya wanita, setelah kamu melihat wanita kamu akan mengidap rasa, yang namanya cinta, saya hanya menyarankan, kamu jangan mudah jatuh cinta, sebab dibalik rasa cinta pasti ada sakit hati”
      “Hahaha, bapak bisa saja”
      ***
      Meskipun ingatan Taufiq hilang, namun naluri kecerdasan Taufiq tidak ikut hanyut terseret ombak dalam kecelakaan itu, terbukti dia masuk dengan peringkat dua teratas, Taufiq berhasil lolos tes.
      Namun ada yang membuat terkejut dalam hatinya, melihat nama di peringkat pertama, nama seorang wanita, teringat nasehat dari pak Ahmad.
      “Siapa dia? Lia Resty? Seorang wanita?”
      Memang benar nasehat pak Ahmad, wanita memang memalingkan, merubah, dan magic, dicarinya siapa pemilik nama itu, hingga ia dapati seorang gadis bermata indah, pemilik nama itu. Sekali lagi, nasehat pak Ahmad memang benar. Memang benar.
      “Assalamualaikum, kamu Lia Resty?”
      “Iya, ada apa?”
      “Selamat ya, kamu peringkat satu, namaku Taufiq”
      “Oh, iya, terimakasih, panggil saja aku Lia”
      Untuk ketiga kalinya, memang benar, nasehat pak Ahmad memang benar, setelah kamu melihat wanita kamu akan mengidap rasa, yang namanya cinta. Kehidupan Taufiq yang penuh kekosongan sontak berubah, di saat seorang wanita hadir dalam hidupnya, membuat kisah cinta dimulai. Tiada yang tahu bahwa wanita ini bisa menghiasi hidupnya yang baru. Kisah cinta mereka terus berjalan hingga mereka tuntas menyelesaikan sekolah mereka.
      Aku memujamu dalam kisahku walau sesaat dulu kau tak pernah ada Aku mengabdikanmu dalam ceritaku walau dahulu kau hanya semu.
      Pemilik sepasang mata yang teduh, membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Dan terus mengumumkan rasa syukur atas ciptaan indah Sang Maha Kuasa. Taufiq jatuh cinta pertama kali. Hingga sebait janji dengan Tuhannya diucapkan, bahwa Taufiq mencintai Lia.
      Aku tak tahu siapa yang ada dalam hatiku, aku tak mau terburu-buru, biarlah Allah yang akan menjadi pembimbing bagi hamba seperti aku dalam menemukan sang bidadari, andai bisa, kamulah bidadari itu, tapi aku tidak tahu, karena semua telah diukir dalam kanvas takdir, lauhulmahfudz.
      ***
      Pagi itu, langit biru yang terang sontak berubah gelap, saat kendaraan yang dikendarai Taufiq menabrak sebuah pohon, saat ia menghindari penyeberang jalan. Kecelakaan yang kedua kalinya ini membuat Hanif kembali tak sadarkan diri selama 4 hari.
      “Taufiq, kamu sudah sadar?” tanya Lia dengan khawatir
      “Taufiq? Aku bukan Taufiq, Aku Rahman, maaf, kamu siapa?”
      “Taufiq, ini aku Lia” air mata Lia mulai menghiasi matanya.
      Di saat kisah cinta yang baru saja dimulai, ingatan Taufiq kembali hadir. Kembalinya ingatan Taufiq harus dibayar mahal dengan hilangnya memori kisah hidup barunya itu. Namun dia masih teringat dengan sosok wanita dengan mata itu, dia melihat air mata Lia, teringat janji yang ia lantunkan kepada Tuhannya, bahwa ia mencintai wanita itu. Keadaan ini membuat Taufiq berada dalam suasana yang sangat membingungkan. Pilihan antara harus menjalani amanat dan perintah dari orangtuanya untuk menikahi Neng Nadhil dan menjalani hari-hari indah saat bersama Lia dan keluarga barunya.
      Pilihan diantara Restu dan Janji.
      ***
      Tiada yang tahu taqdir tuhan, setelah lulus meneruskan sekolah, Lia harus pergi untuk kembali ke daerah asalnya. Menambah rasa sakit dalam hatinya, terbuktilah nasehat pak Ahmad dulu.
      “Taufiq, maaf maksudku, Rahman, aku pamit pergi, terimakasih atas kenangan yang kau berikan, bukan maksudku meninggalkan dirimu karena sakit hatiku, namun aku harus kembali ke asalku”
      “Sepenuh maaf dariku, kedatanganku ke Kalimantan ini, atas perjodohan dari keluargaku yang harus aku wujudkan, Lia maaf”
      Bayangan tentang Lia pun belum juga dapat hilang dari benak Taufiq, entah kenapa air mata yang meleleh dari kelopak mata gadis itu membuat Taufiq membeku dalam ketakutan. Air mata Lia membuat Taufiq sadar bahwa Lia mencintainya.
      Namun Lia harus pergi meninggalkan dirinya, membawa rasa sakit dalam hati, membawanya pergi untuk selamanya.
      Hati kecil yang tengah sepi selalu berbisik dalam takut, membuat hatiku gulana memilih Restu atau Janji.
      ***
      Tiba saatnya ia bertemu dengan jodohnya, ia berangkat menuju Banjarmasin untuk bertemu dengan bidadarinya, bidadari yang telah dipilih dan direstui oleh keluarganya. Berbekal keyakinan dalam hati, tawakkal, dan kepasrahan, serta berserah diri kepada Sang Pemilik Jagad Raya, Taufiq menuju ke rumah Kiai Yusuf, ayah dari Neng Nadhil, wanita yang dijodohkan keluarganya.
      Disinilah kepasrahan Taufiq dalam teka-teki cintanya memuncak, teka-teki Di Dalam Restu dan Janji, siapa bidadari yang akan mendampingi hidupnya kelak.
      Bergetar hati Taufiq saat pandangannya beradu dengan calon bidadarinya yang akan menjadi pelengkap separuh imannya. Bibirnya membisu bahagia, hatinya tak berhenti bertasbih. Seakan mimpi, pandangan Taufiq masih terpaku pada sosok anggun nan bersinar wajahnya.
      “Kamu? Kamu bidadari milikku?”
      Air mata yang kembali menetes dari wajah cantik itu membuat ingatannya serontak mundur mencari nama gadis bermata indah “NadhilLia Resty Jasmiena”.
      Gadis yang dicintainya, ternyata gadis yang dijodohkan keluarganya. Neng Nadhil adalah Lia, NadhilLia Resty Jasmiena.
      Dan kini Taufiq mendapatkan Restu dalam Janji, Janji dalam Restu. Di dalam Restu dan Janji, Kaulah bidadari itu.
      ***
      “Saat Kucoba menepis bayangmu aku tak bisa, kamu adalah kenangan terindah bersama waktu. Dan biarlah aku bermain bersama rindu ini, rindu yang akan kubawa ke surga nanti. Lalu kupersembahkan kepadamu, sebagai mahkota berbalut permata”
      “Cinta yang agung adalah ketika kau menitihkan air mata dan masih peduli dengannya, adalah ketika dia tak memperdulikanmu, namun kau masih menunggunya dengan setia, adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kau masih bisa tersenyum, sembari berkata “Aku turut bahagia untukmu”. (Kahlil Gibran)
      “Apabila cintamu tak berhasil, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi, ingatlah bahwa kau akan menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, maka kamu tidak perlu mati bersamanya. Orang yang kuat bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh” (Kahlil Gibran)
    • By cinta_segiempat
      Kemarau ini sudah terlalu panjang, walau kalender musim sudah puas kita pasang untuk berganti. Kamu, dalam hatimu dan segala perasaan yang telah bercampur pengalaman di setiap musim berganti adalah satu wujud kesetiaan yang teramat panjang untuk aku ceritakan.
      Tapi lelaki mana yang bisa menolak sebuah kesetiaan? Lelaki mana yang tidak mau mendapatkan itu dari wanitanya?
      Lima tahun telah berlalu, sejak kali terakhir hujan menemukan langkahmu. Selanjutnya adalah kemarau yang berkepanjangan. Dan kamu masih setia; untuk percaya hujan akan kembali datang dan melepas segala gerah, segala kering, segala haus, segala kerinduan akan kesejukan yang kamu sudah mulai lupa seperti apa rasa dan wujudnya.
      Sedang hujan, aku tahu dia lupa di mana dan kapan waktu yang tepat melakukan perjumpaan denganmu. Tapi doa dan harapmu, tidak satu orangpun ragu.
      Terkadang aku lelah, menjadi saksi sejarah hidupmu. Hanya hujan yang kamu tunggu. Bukankah kemarau ini telah berkali mencoba membakarmu? Tapi yang lembut dalam hatimu itu selalu menyediakan sumber air yang tidak pernah habis mencipta harapan akan datangnya hujan.
      Sudah berapa kali aku memintamu segera pindah, mungkin di lain tempat hujan telah turun. Tapi kamu selalu menolak, katamu sebuah penantian panjang adalah laku hidup jika ingin mendapatkan siraman hujan. Tapi apa harus selama ini?
      Aku kalah, tentu saja oleh sabarmu. Berkali aku kibarkan bendera tanda menyerah, lalu kamu diam-diam memapahku kembali berdiri, untuk kemudian percaya hujan tidak akan lama lagi. Tapi hujan seperti apa yang kamu tunggu? Kalender sudah berganti, dan hujan di hatimu tidak juga hadir menemani.
      Ketika akhirnya segala doa dan harapmu dalam setiap rapal mantra dan keyakinan laku hidupmu memberikan sebuah kabar bahwa hujan akan segera datang, aku hanya bisa diam.
      Bukan sebab aku tidak percaya, lebih dari itu aku sangat berterima kasih, tanpamu mungkin aku sudah lebih dahulu hilang dan kering bersama kemarau yang tidak berkesudahan ini.
      "September selalu memulai hujan, percayalah hujan akan turun untuk aku juga untuk kamu," begitu ucapmu. Aku diam, dalam diam aku berdoa mensyukuri tiap hari dalam putaran tahun yang telah berganti musim berulang kali.
      Beruntungnya aku memiliki kamu yang setia menanti ketika hujan turun dan janji suci siap untuk diikrar dan diamini sebagai wujud segala angan menjadi ingin dalam ikatan suci.
      Terima kasih, telah bersamaku melewati kemarau panjang, kemarau yang tidak berkesudahan, yang darimu aku percaya lima purnama tersisa akan bisa kita lewati dan hujan akan segera menghampiri. Terima kasih untukmu yang percaya bahwa akan ada sebuah kalimat suci yang akan menyatukan dua hati dalam satu lindungan restu Tuhan.
      Terima kasih untukmu yang telah mengajari aku bagaimana menjalani proses hidup yang singkat demi kehidupan yang lebih panjang. Terima kasih, telah setia menunggu hujan untukku.
      Seperti yakinmu, melewati purnama kelima untuk sampai pada bulan September hujan akan datang. Ketika itu, percayalah aku benar ingin menjadi hujan untuk segala kemarau di hidupmu.
      Saat hujan datang, percayalah akan ada aku di sisimu, yang selalu menenangkan kekeringan hidupmu, dan mengecup keningmu sebelum kamu terlelap bersama hujan. Seperti segala doa dan harap yang menahun telah kamu tanamkan untukku, saat menunggu hujan.
      Wanti, begitu aku memanggilmu saat menunggu hujan.
    • By cinta_segiempat
      Mungkin kamu berpikir cinta sejati hanya dirasakan oleh pasangan kalau hubungan udah kakek-nenek. Kisah cinta mereka hingga lanjut usia yang masih terjalin ini sebenarnya nggak bisa disebut cinta sejati lho. Karena sesungguhnya cinta sejati itu nggak pernah ada. Yang ada hanyalah dua orang yang saling mencintai, yang tetap mau percaya satu sama lain, dan membuat cinta mereka tetap berpendar.
      Dalam menjalin hubungan, setiap pasangan pasti punya beragam hal yang menjadi cobaan. Mulai dari yang skala kecil hingga besar pernah dialami. Hal tersebut tentu menguji kesetiaan, kesabaran, dan kepercayaan pasangan. Itulah mengapa cinta sejati nggak pernah ada.
      Namun meski begitu, 6 hal ini sudah membuktikan dan membuatmu percaya bahwa cinta memang selalu ada.
      1. Jangan terlena dengan cerita cinta dalam drama. Kamu harus sadar setiap pasangan nggak ada yang sempurna
      Penyakit kalau kebanyakan nonton drama yaitu kamu jadi punya kisah cinta favorit. Kalau udah begini nih biasanya kisah cinta tersebut jadi sering kamu khayalkan. Nah kalau kelamaan jadi bahaya lho karena bisa buat kamu kebablasan. Kamu jadi inginnya punya pasangan yang sempurna, mau nggak mau saat menjalani hubungan banyak hal yang dirimu minta kepada pasangan. Makanya, jangan terlena dengan cerita yang dijual dalam drama-drama. Kamu harus sadar kalau pasangan nggak ada yang sempurna. Kamu dan dia harus tetap saling menerima.
      2. Bukan lagi saling egois mendahulukan kepentingan sendiri. Yang ada saling mengerti dengan membicarakan secara baik-baik
      Sikap egois yang dimiliki setiap pasangan itu pasti ada. Hal ini seringkali menjadi pertengkaran bagi keduanya. Nggak heran kalau cek-cok dalam hubungan sering terjadi. Oleh karena itu, sebaiknya coba deh bicarakan kebutuhan masing-masing secara baik-baik. Kalian harus saling mengerti agar menemukan titik temu mana keperluan yang didahulukan.
      3. Saat hubungan sedang berjarak, kamu tetap merasa nyaman menjalani. Bukan kesal dan marah-marah sendiri
      Dalam menjalani hubungan, mustahil kayaknya kalau kamu nggak mengalami hubungan jarak jauh. Meski hanya sebentar, pasti pernah deh kamu rasakan dan jadi galau berkepanjangan. Tapi ketika kamu sudah sampai pada titik penerimaan, dimana kamu tak lagi merasa kesal ketika jauh dari pasangan, maka kedewasaan hubungan kalian tak perlu diragukan lagi.
      4. Cinta dan sayang pasti selalu ada, tapi nggak mesti waktu kalian dihabiskan untuk berdua.
      Kalian memang saling sayang dan cinta, tapi nggak mesti selalu berdua dong. Sebaliknya, waktu yang kalian miliki diisi dengan aktivitas masing-masing. Dengan begitu kalian akan merasakan seperti apa kasih yang sesungguhnya. Karena yang namanya perasaan, nggak selalu harus berdua. Meski sebagai pasangan, kalian tetap menghargai privasi masing-masing. Tanpa pernah mengekang satu sama lain mengerjakan urusan pribadi.
      5. Cemburu yang menggugah kesal dalam hati bikin nggak nyaman. Tapi kamu dan dia sebisa mungkin menetralisir rasa itu agar keharmonisan tetap terjaga
      Teman-teman yang mengelilinginya bikin kamu gerah melihatnya. Nggak jarang hal itu bikin kamu kesal sendiri lho. Lambat laun cemburu pun menyelimuti dan bikin hubungan jadi memanas. Demi menciptakan hubungan yang harmonis, kamu perlu menteralisir rasa itu. Toh cemburu tak selalu tanda cinta, tapi terkadang hanya rasa kepercayaan diri yang berkurang.
      6. Meski maut telah memisahkan, namun cinta tetap ada meski dia telah pergi
      Yup! Hal satu ini bisa kamu dapatkan dari kisah cinta Pak Habibie – (Alm.) Bu Ainun. Kisah dua insan yang kisahnya menjadi salah satu relationship goals kamu ini bikin gregetan kalau mengingatnya. Bu Ainun yang setia mendampingi Pak Habibie dalam segala hal dilakukannya demi yang terbaik. Begitu pun dengan Pak Habibie – yang tetap setia kepada Bu Ainun. Kamu bisa lihat beliau yang selalu menyekar ke makam almarhum istri tersayang dan menjaga makamnya dengan baik. Cinta abadi yaitu yang selalu ada walau dia telah pergi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy