Jump to content
  1. dugelo

    dugelo

  • Similar Content

    • By qbonk
      Ledakan terjadi di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Selasa pagi ini (3/12/2019). Peristiwa tersebut membuat aparat keamanan menjaga ketat pintu-pintu masuk Monas.
      Sekitar pukul 08.39 WIB, sterilisasi tampak dilakukan tepatnya di pintu selatan Monas. Beberapa orang yang berpakaian olahraga tampak meninggalkan kawasan Monas.
      Lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur menuju Jalan Medan Merdeka Utara ditutup. Pengendara tidak diperbolehkan melintas ke arah jalan tersebut.

      Sebelumnya di kabarkan ada dua korban ledakan yang merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

      Kedua anggota TNI yang menjadi korban tersebut adalah Serka Fajar dan Prada Gunawan, berdasarkan laporan dari salah satu stasiun televisi nasional.

      Saat ini, Polisi langsung menuju ke lokasi. "Sedang menuju TKP," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (3/12/2019), dikutip Detiknews.

      Lokasi kejadian di seputaran Kawasan Monumen Nasional berdekatan dengan kantor Kementerian Dalam Negeri.
    • By peter_hutomo
      Aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, masih berlangsung hingga saat ini. Pantauan Okezone, hingga pukul 15.00 WIB massa terus berdatangan memadati lokasi.
      Seperti diketahui, Aksi 22 Mei 2019 dilakukan sebagai bentuk penolakan pendukung paslon 02 yang menolak hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di tengah orasi massa, ada beberapa pemandangan menarik yang berhasil diabadikan Okezone.
      Salah satunya berlokasi tepat di depan halaman parkir gedung Sarinah. Saat suara adzan berkumandang, beberapa anggota kepolisian tampak melepas atribut mereka untuk menunaikan salat dzuhur.

      Bermodalkan potongan kardus sebagai alas kepala, mereka tampak khusyuk memanjatkan doa. Di belakangnya, beberapa warga juga tampak membentangkan koran bekas untuk beribadah. Suasana hangat ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, sebelum massa kembali meneriakkan orasi mereka.
      Tidak hanya itu, dipinggir tembok pembatas, seorang anggota polisi terlihat sedang asyik melakukan video call dengan sang buah hati tercinta. Perbincangan mereka terpaksa terhenti saat sang komandan datang memberikan perintah.

      Bergeser sedikit ke arah Bundaran HI, puluhan anggota kepolisian juga tampak merebahkan tubuh di atas trotoar jalan. Masyarakat sipil yang kebetulan melintasi di depan mereka pun dengan spontan memberikan semangat.
      "Semangat ya pak. Semoga semuanya aman terkendali," ucap seorang wanita.

      Wanita yang diketahui bernama Tita itu juga tampak membawa sekantung plastik besar yang berisikan makanan ringan. Ia berniat membagikan makanan tersebut kepada anggota polisi yang sedang membantu mengamankan Aksi 22 Mei.
      "Kebetulan kantor saya di dekat sini. Terus dari tadi malam saya lihat banyak foto-foto pak polisi yang sedang berjuang mengamankan lokasi aksi. Bahkan, mereka sampai tertidur di tengah jalan karena harus stand by. Dari situ saya berinisiatif untuk memberikan makanan bagi yang sedang tidak berpuasa," ujarnya tentang polisi yang mengamankan Aksi 22 Mei.
    • By BincangEdukasi
      Bagi sebagian orang, terjaring razia mungkin jadi hal yang tidak menyenangkan. Tapi bagi seorang pemuda asal Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Operasi Zebra mungkin jadi hal yang tidak akan pernah terlupakan.
       
      Sebab dari Operasi Zebra, pemuda yang bernama Polisi ini akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak. Pemuda berusia 22 tahun tersebut kini bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan.
      Nama Polisi sendiri sempat viral di media sosial saat dirinya terjaring razia minggu lalu. Karena memiliki nama yang unik, pihak kepolisian pun memberikan polisi hadiah berupa pekerjaan.
       
      Pada Senin, 20 November 2017 kemarin, Polisi pun memulai hari pertamanya bekerja dengan mengikuti apel bersama puluhan anggota Satlantas. Dirinya mengaku sempat tak bisa tidur karena merasa gugup akan bekerja di kantor untuk pertama kali.

      "Tegang, karena baru pertama kali kerja di kantor," ujar Polisi saat ditemui pada 20 November 2017 lalu.
      Usai apel, Polisi pun langsung disambut oleh rekan-rekannya yang merasa penasaran dengan sosoknya. Meski memiliki nama yang istimewa, pihak Mapolres Pasuruan tidak memperlakukan Polisi secara istimewa dan ia tetap harus mengikuti semua aturan di lingkungan kerja.
       
      Di hari pertamanya, Polisi mendapatkan bimbingan untuk mengurus surat izin mengemudi (SIM). Ia diajarkan teori sampai menyiapkan lapangan untuk ujian praktik pembuatan SIM. Yang menarik, Polisi dibimbing langsung oleh anggota polisi yang menyiduknya saat Operasi Zebra beberapa waktu lalu.

      "Waktu itu saya tanya siapa namanya. Dia jawab Polisi. Saya enggak percaya. Saya bilang jangan melecehkan polisi. Akhirnya saya lihat KTP-nya, ternyata benar namanya Polisi." papar Birgadir Ali Fahri.
       
      Sebelum bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan, Polisi bekerja  sebagai buruh bangunan sejak remaja. Dirinya menjadi tulang punggung keluarga karena ayah kandungnya telah meninggal dunia sejak dirinya berusia 7 tahun. Sejak saat itu, ia harus bekerja demi bisa menghidupi ibu dan adiknya yang masih bersekolah.
    • By asliindonesia
      Pemimpin kelompok teroris Filipina yang telah berbaiat ke kelompok teroris ISIS tewas dalam operasi gabungan polisi di kota Kiamba, provinsi Sarangani. Mohammad Jaafar Maguid atau Tokboy yang tewas ditembak polisi pada Kamis dini hari, 5 Januari 2017 merupakan pemimpin kelompok Ansar al-Khilafah yang mendukung ISIS.
      "Dia tewas dalam operasi gabungan yang dipimpin oleh Badan Koordinasi Intelijen Nasional dan polisi," kata Hermogenes Espereon, penasihat Keamanan Nasional seperti dilansir dari Straits Time. 
      Kepala Kepolisian Daerah Sarangani, Cedrick Train menjelaskan, Maguid diserang saat ia hendak meninggalkan resor pantai dengan mennggunakan sedan Toyota Wigo. Dia tewas di tempat, sementara tiga anak buahnya ditangkap. Polisi juga menyita barang-barang termasuk dua senapan serbu AR-15 dan granat.
      Maguid dilaporkan mendapatkan pelatihan oleh teroris Malaysia, Zulkifli bin Hir, yang juga dikenal sebagai Marwan yang dibunuh oleh polisi pada Januari 2015.
      Di bawah Maguid, Ansar al-Khilafah telah membangun jaringan dengan kelompok-kelompok militan di Indonesia terutama Mujihidin Indonesia Timur, yang dipimpin oleh Santoso, seorang Indonesia yang dilatih di Filipina. Santoso tewas ditembak aparat satuan tugas Tinombala pada pertengahan Juli 2016. 
      Maguid, adalah mantan komandan Komando Pangkalan 105 dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF), yang sekarang mengadakan pembicaraan damai dengan pemerintah untuk membentuk otonomi Muslim di kelompok pulau selatan yang dilanda perang di Mindanao.
      Maguid ditangkap pada 2009 atas tuduhan pembunuhan, pembakaran, dan perampokan. Dia melarikan diri penjara pada tahun 2010.
      Ansar al-Khilafah adalah salah satu dari segelintir kelompok ekstremis yang telah berjanji setia atau berbaiat kepada ISIS. Kelompok itu beberapa kali terdeteksi hendak melakukan seragan, termasuk pada pertemuan puncak APEC di Manila tahun 2015.
      Baru-baru ini mereka juga telah memberikan dukungan untuk kelompok Maute, yang bertanggung jawab atas pemboman sebuah pasar malam populer di kota Davao pada September lalu. Ledakan ini menewaskan 14 orang. Rencananya pelaku juga akan membom kedutaan besar AS di Manila.
    • By berita_semua
      Polisi memastikan akan memeriksa semua saksi, termasuk istri ketiga Dodi Triono, terkait dugaan pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur. Polisi sebelumnya memeriksa istri kedua Dodi bernama Almyanda Saphira.
      "Saya belum tahu (posisi istri ketiga Dodi), semua yang berkaitan akan diperiksa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes RP Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/12/2016).
      Pemeriksaan terhadap istri korban, menurut Argo, dilakukan untuk menyusun profil Dodi dan keluarganya. Meski demikian, Argo mengatakan belum ada petunjuk penting yang ditemukan terkait motif penyekapan hingga menewaskan enam orang itu.
      "Kita mem-profiling korban ini, dia itu siapa. Pekerjaannya apa, kemudian istrinya berapa, anaknya berapa. Kita sedang mem-profiling untuk melihat bagaimana korban," tutur Argo.
      Polisi sudah memeriksa sejumlah orang saksi, termasuk warga sekitar. Rekaman kamera pengawas (CCTV) pun ikut diperiksa, namun tayangan videonya disebut tidak jelas.
      Polisi pun menduga ada lebih dari satu orang yang masuk ke rumah Dodi di Jl Pulomas Utara No 7A pada sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (26/12). 
      Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana sebelumnya menyebut pelaku yang membawa pistol dan senjata tajam diperkirakan beraksi selama 40 menit sebelum akhirnya menyekap 11 orang dalam satu kamar mandi. 
      "Kita berupaya secepat mungkin untuk mencari pelaku. Yang penting sebanyak mungkin menghimpun keterangan dari saksi dan mengumpulkan barang bukti," imbuh Argo.
      Keenam korban tewas adalah Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista alias Amel (teman anak korban), Sugiyanto alias Yanto (sopir), dan Tarso (40) (sopir). 
      Sedangkan 5 orang korban luka akibat penyekapan Pulomas adalah Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23).
×
×
  • Create New...