Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
santowijaya

Lebih dari 100 Wartawan Tewas Sepanjang 2015

Recommended Posts

Wartawan.jpg.0d9bb6541b459c7f8d3d6fcc472

Sebanyak 110 wartawan tewas sepanjang tahun 2015, menurut laporan Reporter Lintas Batas (RSF) yang dirilis pekan ini. Meskipun sebagian wartawan tewas di negara-negara berkonflik seperti Irak dan Suriah, RSF mencatat bahwa sebagian besar wartawan tewas di negara-negara yang dinilai aman, seperti Perancis. 

Laporan RSF yang dirilis pada Selasa (29/12) mencatat sebanyak 67 wartawan tewas karena dibunuh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 di antaranya dibunuh dengan cara ditargetkan karena profesi mereka, dan 18 lainnya tewas ketika melakukan peliputan. 

Sementara, sebanyak 43 wartawan berasal dari berbagai negara terbunuh tanpa alasan yang jelas. RSF tidak dapat memastikan alasan kematian mereka, dan biasanya terjadi karana adanya imunitas terhadap pelaku serangan kepada wartawan di beberapa wilayah, seperti di Amerika Selatan, Timur Tengah, dan sub-Sahara Afrika. 

Dari 110 wartawan yang tewas, sebanyak 27 di antaranya merupakan pewarta warga atau jurnalis amatir, dan tujuh di antaranya merupakan pekerja media. Dari total 110 wartawan yang tewas, terdapat dua wartawan wanita, terdiri dari satu wartawan asal Somalia, dan satu lainnya dari Perancis.

"Mayoritas bukan wartawan yang berada di tempat yang salah pada waktu yang salah dalam serangan bom. Mereka wartawan yang dibunuh agar mereka berhenti melakukan pekerjaan mereka," kata Sekjen RSF, Christophe Deloire kepada Reuters. 

"Hari ini, jika Anda seorang wartawan, bahkan jika Anda hanya memiliki pembaca di negara Anda, Anda membuka diri untuk orang dari sisi lain dunia, ekstremis agama, yang bisa menempatkan Anda dalam daftar hitam, dan kemudian orang lain datang dan membunuh Anda," kata Deloire. 

Dalam persentase jumlah wartawan yang tewas tahun ini, sebanyak 36 persen di antaranya tewas dalam zona perang, sementara 64 persen di antaranya tewas di luar zona perang. Persentase ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun lalu, di mana dua pertiga dari jumlah wartawan yang tewas terbunuh di medan perang. 

"Wartawan dapat terbunuh di kota-kota yang jauh dari konflik bersenjata, seperti yang terjadi dalam serangan di [kantor majalah satire] Charlie Hebdo di Paris pada 7 Januari lalu," bunyi laporan RSF. 

Penerbit Charlie Hebdo, Riss menyatakan pada 8 Oktober lalu, "Kami hampir tidak pernah mengirim jurnalis ke medan perang. Pada 7 Januari, perang yang mendatangi kami." Serangan di kantor Charlie Hebdo yang diluncurkan oleh tiga ekstremis bersenjata menewaskan delapan wartawan. 

Sementara di negara-negara berkonflik, sebanyak 11 wartawan tewas di Irak dan 10 lainnya tewas di Suriah tahun ini. Kedua negara ini pun termasuk dalam daftar negara yang "mematikan" untuk wartawan, disusul dengan Yaman, Sudan Selatan, India, Meksiko, Filipina, dan Honduras.

Jika dihitung dalam satu dekade terakhir, yaitu sejak 2005, total 787 wartawan tewas ketika tengah melakukan pekerjaan mereka, atau dalam situasi yang terkait dengan pekerjaan mereka. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By paimin
      Kabar duka kembali menyelimuti perfilman Indonesia. Amoroso Katamsi, pemeran Presiden Soeharto di Film G30S/PKI meninggal dunia, pada Selasa (17/4) dini hari di RSAL Mintohardjo.
      "Betul Bapak meninggal tadi dini hari, saat ini almarhum sudah di rumah duka,"jelas anak pertama Amoroso, Ratna Arumasari Katamsi, Selasa (17/4). Ratna mengatakan, almarhum akan dimakamkan di TPU Tanah Wakaf Pondok Labu, Jakarta Selatan, setelah Dzuhur. Sebelum dimakamkan, almarhum akan disalatkan di Masjid Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
      Kabar meninggalnya Amoroso Katamsi juga sempat disampaikan oleh sastrawan Candra Malik, melalui akun Twitter-nya @CandraMalik. Dalam kabar tersebut, Candra mengaku mendapatkan kabar meninggalnya Amoroso dari Doddy Katamsi, anak dari Amoroso. "Inalilahi wainalilahi roziun. Bapak Amoroso Katamsi telah berpulang ke Rahmatullah pada Selasa 17 April 2018 pukul 01.40 WIB. Semoga husnul khatimah (Informasi dari Mas Doddy Katamsi, putra almarhum)," tulis Candra, Selasa (17/4).
      Selain itu, kabar duka meninggalnya Amoroso juga disampaikan oleh artis, Ike Muti. Melalui akun Instagramnya, Ike menyampaikan rasa belangsungkawa atas meninggalnya Amoroso. Ike merupakan keponakan dari Amoroso.
      Pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1940 tersebut selama ini dikenal atas perannya sebagai Presiden Soeharto di Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI yang dibuat pada 1982 dan disutradarai oleh Arifin C.
      Film yang diperankan oleh Amoroso tersebut sempat menuai kontroversi pada 2017 lalu. Sejumlah pihak mengkritik penayangan kembali film tersebut di televisi, menjelang peringatan G30S/PKI, pada 30 September.
      Menjelang peringatan G30S/PKI, film tersebut juga ditayangkan di sekolah-sekolah untuk memperlihatkan kisah tragis pembantaian para jenderal TNI oleh PKI. Semasa Orde Baru, Film G30S/PKI setiap 30 September selalu ditayangkan.
      Semasa hidup, Amoroso sempat mengatakan, tidak ada paksaan dan juga intimidasi dari pihak-pihak tertentu ketika memerankan Soeharto dan menjalani shooting Film G30S/PKI.
      "Itu adalah peran yang menantang dan kesempatan yang langka makanya saya ambil," katanya, saat nobar dan diskusi mengenai film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).
      Namun, Amoroso tidak menyangka bahwa Film G30S/PKI akan menjadi kontroversi saat ini."tapi ini memang bukan film sembarangan," ucapnya. Amoroso ternyata merupakan lulusan Institut Angkatan Laut (IAL). Bahkan ia sempat menyandang pangkat terakhir sebagai Laksamana Pertama (Bintang Satu).
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/amoroso-katamsi-pemeran-soeharto-di-film-g30spki-2KtV

    • By berita_semua
      Berita duka dari rumah lembang berbarengan dengan divonisnya Ahok oleh pengadilan. Seorang security rumah Lembang yang bernama Gerard Umbu Samapati harus menghembuskan napas terkahir di usia 43 tahun dan meninggalkan tujuh orang anak.
      Berdasarkan informasi dari Usma yang juga sesama security di rumah Lembang, Gerard meninggal tak lama setelah menyaksikan berita divonisnya Ahok selama dua tahun.
      "Benar (meninggal dunia). Kaget dengar putusan hakim soal Ahok," katanya kepada merdeka.com, Selasa (9/5)
      Sejumlah timses perwakilan Ahok-Djarot dateng melayat ke rumah duka, dan menurut informasi mereka Gerard meninggal karena serangan jantung seusai mengetahui Ahok divonis oleh majelis hakim.
      Duh jadi sedih ya. Semoga diterima di sisi Tuhan.
    • By berita_semua
      Tim SAR mengevakuasi jenazah pendaki Gunung Mas, Bogor
      Dunia pendakian Tanah Air kembali berduka. Edward (20), pendaki yang merupakan mahasiswa di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta, meninggal dunia saat mendaki kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/12). Edward yang mendaki bersama 16 rekannya diduga tewas akibat mengalami hipotermia.
      Berdasarkan informasi yang dihimpun, para mahasiswa tersebut berniat mendaki Gunung Gede melalui jalur Gunung Mas, yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tersebut.
      Proses evakuasi jenazah Edward akhirnya berhasil dilakukan pada Selasa siang dengan melibatkan Tim SAR gabungan dari Muspika Cisarua, Tagana, RAPI dan Orari.
      "Sekitar pukul 14.30 seluruh tim evaluasi dan korban pendakian yang meninggal telah kembali dari gunung. Korban meninggal langsung dibawa ke RSPG Cibeureum, Cisarua, Puncak," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusril Yinus.
      Kepala Resor Cisarua Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), Tarya Nuryahya mengungkapkan bahwa para mahasiswa tersebut tidak berkoordinasi dengan pihak pengelola Gunung Mas untuk melakukan pendakian, sehingga pendakian mereka bisa dikategorikan ilegal.
      "Mereka lewat pos depan, beli tiket juga. Tapi tidak bilang untuk mendaki. Jadi mereka masuk secara ilegal,” ujar Tarya.
      Selain itu, jalur yang digunakan oleh para mahasiswa itu bukanlah jalur resmi untuk pendakian, melainkan termasuk kawasan hutan lindung Gunung Mas.
      "Bukan, ini bukan jalur untuk pendakian resmi. Ini hanya kawasan hutan lindung Gunung Mas yang berbatasan langsung dengan Gunung Gede-Pangrango," kata Tarya.
      Kurangnya Persiapan
      Kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat dan angin kencang memang menjadi momok menakutkan bagi para pendaki yang tidak mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, seringkali para pendaki melupakan hal-hal mendasar yang harus disiapkan sebelum pendakian. Akibatnya, nyawa bisa jadi taruhannya.
      Salah satu pendaki Indonesia yang telah mendaki tujuh puncak tertingi di dunia, Iwan Irawan atau akrab disapa Kwecheng menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas insiden yang mengakibatkan meninggalnya salah satu pendaki asal Jakarta tersebut.
       Ia juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh tiap pendaki sebelum melakukan pendakian untuk menghindari kecelakaan fatal.
      "Kondisi fisik yang prima adalah modal awal. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan petualangan serta kemampuan perencanaan perjalanan juga mutlak disiapkan oleh setiap pendaki," ujarnya.
      Kwecheng menambahkan, “Persiapan fisik serta pendampingan oleh orang yang berpengalaman bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi resiko terburuk saat menghadapi kondisi yang tak menguntungkan saat pendakian.”
    • By Caca_irma
      Kapal itu diyakini membawa antara 450 dan 600 orang migran ketika tenggelam di perairan yang berjarak sekitar 12km dari pelabuhan Rosetta.
      Jumlah jenazah yang ditemukan setelah sebuah kapal yang membawa migran terbalik di lepas pantai Mesir telah mencapai setidaknya 162, sementara pencarian terus dilakukan.
      Kapal itu diyakini membawa antara 450 dan 600 orang migran ketika tenggelam di perairan yang berjarak sekitar 12km dari pelabuhan Rosetta, di Delta Sungai Nil, Rabu (21/09).
      Mereka adalah adalah para migran dari Mesir, Suriah, Sudan, Eritrea dan Somalia.
      Pihak berwenang Mesir mengatakan setidaknya 163 orang telah diselamatkan, tetapi sejumlah korban selamat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari seratus orang mungkin telah tenggelam.

      Image captionPihak berwenang Mesir mengatakan setidaknya 163 orang telah diselamatkan, tetapi sejumlah korban selamat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari seratus orang mungkin telah tenggelam.
      Berbicara kepada wartawan BBC Orla Guerin di Rosetta, sejumlah korban selamat mengatakan pelaku penyelundupan memaksa siapa saja yang menginginkan jaket pelampung untuk membayar uang ekstra.
      Empat awak kapal telah ditangkap karena dituduh melakukan pembunuhan berencana dan perdagangan manusia, kata pejabat Mesir.
      Kapal, yang telah berlabuh selama lima hari di lepas pantai untuk membawa sebanyak mungkin para migran, akhirnya terbalik setelah ada tambahan sekitar 150 orang yang naik secara berdesakan ke atas kapal.

      Image captionSejumlah korban selamat mengatakan pelaku penyelundupan memaksa siapa saja yang menginginkan jaket pelampung untuk membayar uang ekstra.
      Insiden ini terjadi setelah Kepala Badan Urusan Perbatasan Uni Eropa, Frontex, memperingatkan semakin banyaknya pendatang yang menggunakan Mesir sebagai titik keberangkatan menuju Eropa.
      Frontex memperkirakan 12.000 lebih pendatang tiba di Italia dari Mesir sepanjang Januari hingga September, meningkat dari 7.000 dalam periode yang sama tahun lalu.
      Lebih dari 10.000 orang tewas melintasi perairan Mediterania menuju Eropa sejak 2014, menurut PBB.
    • By ray_reihand
      Sepuluh orang tewas dalam kecelakaan beruntun di ruas jalan raya Sukabumi, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabuaten Cianjur, Sabtu 30 Juli 2016..
      Kecelakaan maut tersebut melibatkan satu truk engel, mobil angkot, dan lima sepeda motor. Korban tewas sendiri terdiri atas, sopir angkot, enam pengendara sepeda motor, pemilik rumah dan dua pelajar SD.
      Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan bermula saat truk bermuatan kosong bernopol B 9479 GDA yang dikemudikan Asep Suhandi (35), warga Tangerang, yang melaju kencang dari aria Sukabumi menuju Cianjur.
      Kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak mobil angkot dan sepeda motor di depannya. Truk baru berhenti setelah menerjang dua bangunan rumah warga.
      Seorang saksi, Yana (40) menyebutkan, usai tabrakan para korban bergeletakan di atas aspal. Empat di antaranya tewas di lokasi kejadian. Sedangkan total korban meninggal sendiri sebanyak 10 orang, sementara tujuh orang mengalami luka berat.  
      “Yang tergeletak ada tujuh orang, yang meninggal di tempat orang, kebanyakan pengendara motor,” kata Yana di lokasi kejadian.
      Saksi lain, Abi (35) menyebutkan, truk melaju kencang dan zigzag, tiba-tiba langsung menyeruduk mobil dan motor lalu menabrak bengkel,” kata dia.
      Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakasa saat dikonfirmasi belum bisa memberikan pernyataan resmi. “Jumlah dan data korban masih kita kumpulkan, kita fokus dulu evakuasi korban yang masih tergencet di truk,” katanya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy