Jump to content
amelia

Kepemimpinan Bos CEO Yahoo Sedang Di Ambang penghabisan

Recommended Posts

56807fbfb4e7f_CEOYahoo.jpg.2b7f7f2cd4d09

Kepimpinan Yahoo Inc di bawah CEO Marissa Mayer kini dikatakan sedang di ambang penghabisan. Mayer yang tak bisa kembali membawa kejayaan nama Yahoo kabarnya akan dicopot dari jabatannya.

Dewan direksi Yahoo kabarnya telah membahas penentuan nasib perusahaan sekaligus sang CEO. Bahkan, Wall Street Journal melaporkan mereka juga membahas kemungkinan melakukan penjualan bisnis internet.

Bisnis utama Yahoo seperti Yahoo Mail, situs berita dan olahraganya mungkin menarik pihak perusahaan, media, atau telekomunikasi. Kabarnya Softbank Group Corp, perusahaan telekomunikasi asal Jepang sempat berminat pada Yahoo.

Mayer sebenarnya telah lama didesak untuk mundur oleh beberapa investor perusahaannya. Pasalnya, strategi Mayer untuk memperkuat layanan mobile dan video gagal meningkatkan pendapatan dari iklan yang justru terus menurun.

Mayer yang melakukan akuisisi situs blog Tumblr juga tidak mampu memperkuat pendapatan iklan. Harga akuisisi USD 1,1 miliar juga dinilai terlalu tinggi.

Hal ini cukup berkebalikan dengan hasil kerjanya ketika masih bergabung dengan Google. Selama 13 bekerja di raksasa teknologi itu, Mayer berhasil membesarkan Google Earth, Gmail, sampai Google News hingga dikenal begitu luas

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By ega
      Teknologi berkembang pesat. Hal ini melahirkan rintisan-rintisan baru yang berujung pada kompetisi ketat. Hal ini pun berlaku bagi Yahoo.
      Baru-baru ini mereka merilis pernyataan akan menutup layanan perpesanan instan miliknya yang telah berumur dua dekade. Ya, Yahoo Messenger akan resmi ditutup pada 17 Juli mendatang.
      Sebelumnya, layanan surel yang paling populer dari tahun-tahun seperti Hotmail dan Yahoo akhirnya kini harus memberi jalan kepada Gmail. Meskipun layanan surel Yahoo masih cukup populer sekarang ini.
      Kini, pemilik layanan Yahoo Messenger yakni Oath, anak perusahaan raksasa telekomunikasi Verizon, telah meminta pelanggannya untuk beralih dari Messenger ke layanan pesan grup baru bernama Squirrel sebagai gantinya.
      Alasan yang diberikan Oath atas keputusan ini adalah bahwa mereka telah membangun Squirrel dengan teknologi yang jauh lebih baik dan fitur yang lebih dinamis yang mungkin disukai pelanggan.
      Squirrel memungkinkan penggunanya untuk membuat ruang obrolan dengan berbagai saluran yang dapat diikuti untuk mendiskusikan subjek tertentu. Daripada mengunggah kontak-kontak ke Squirrel, pengguna membuat tautan undangan yang dapat dikirim ke teman dan keluarga sehingga mereka dapat bergabung dengan ruang obrolan. Cara ini memberikan lebih banyak privasi ke ruang obrolan karena hanya orang yang diundang saja yang akan memiliki akses.
      "Kami tahu kami memiliki banyak penggemar setia yang telah menggunakan Yahoo Messenger sejak awal sebagai salah satu aplikasi perpesanan instan pertama dari jenisnya," kata Oath.
      Sambungnya, “Karena lanskap komunikasi terus berubah, kami berfokus untuk membangun dan memperkenalkan alat komunikasi baru yang menarik yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.”
      Namun, spekulasi tersebar luas bahwa persaingan dengan aplikasi yang lebih baru seperti Snapchat, WeChat, dan WhatsApp, serta Facebook Messenger bisa menjadi faktor utama.
      Meski demikian Squirrel belum sepenuhnya aktif pada saat ini dan Oath hanya melakukan pengujian beta sekarang. Hanya pengguna-pengguna yang mendapat undangan yang sudah bisa mencicipinya.
      Diharapkan layanan Squirrel sudah dapat berjalan secara penuh dan terbuka untuk semua pada saat Yahoo messenger ditutup. Oath juga memungkinkan pengguna Yahoo messenger untuk mengunduh dan menyimpan riwayat obrolan dari akun Yahoo mereka jika menginginkannya.
      Verizon telah memperjelas niatnya untuk mempromosikan Squirrel dengan mengorbankan layanan perpesanan lainnya. AIM dari AOL merupakan yang pertama pergi dan sekarang Yahoo. Divisi Oath dibentuk oleh Verizon untuk menangani bidang ini.
      Yahoo mengatakan bahwa untuk enam bulan ke depan, pengguna akan dapat mengunduh riwayat obrolan mereka ke komputer atau perangkat pribadi mereka. Oath mengatakan bahwa ID Yahoo tetap dapat digunakan untuk produk Yahoo lainnya, seperti Yahoo Mail dan Yahoo Fantasy.
      Yahoo Messenger pertama kali memulai debutnya sebagai "Yahoo Pager" pada 9 Maret 1998 sebagai alternatif untuk email dan layanan pesan singkat (SMS) pada perangkat seluler. Layanan ini kemudian berkembang sebagai salah satu layanan pesan instan teratas pada tahun 90-an dengan ratusan juta orang pengguna.
      Sebagian alasan keberhasilannya adalah kehadirannya tidak eksklusif untuk penyedia layanan internet tertentu pada saat itu, juga dapat digunakan secara gratis. Meskipun Yahoo Messenger tidak memiliki beberapa fitur sebagai pesaingnya, namun layanan ini masih terus populer selama bertahun-tahun.
      Pada 2009, aplikasi Yahoo Messenger diluncurkan di App Store iOS. Langkah ini memberi pengguna kemampuan untuk menikmati layanan saat menggunakan gawai seluler. Siapa pun yang masuk ke Yahoo dapat mengakses layanan Messenger kapan saja.
      Pada tahun-tahun sesudahnya, Yahoo meraih kesuksesan moderat dengan Yahoo Messenger di ponsel. Saat ini, di tahun 2018, aplikasi Yahoo Messenger menempati peringkat 160 di iOS dan 117 di Android dalam kategori jejaring sosial, menurut App Annie.
      Namun, Yahoo Messenger tidak bisa mengikuti kompetisi layanan pesan dari kompetitor seperti buatan Facebook, Apple, dan Google. Pada 2017, Verizon membeli Yahoo dan mengatur Oath sebagai perusahaan induk.
    • By paimin
      Kemajuan teknologi saat ini sudah banyak dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai hal, tapi siapa sangka bahwa kemajuan ini juga dapat 'memudahkan' manusia untuk menemui ajalnya. 

      Ya, sebuah rancangan teknologi yang dikenal sebagai "mesin bunuh diri" baru saja dipamerkan dalam sebuah ajang pameran pemakaman di Amsterdam, Belanda. Penciptanya adalah seorang pejuang eutanasia asal Australia, Philip Nitschke, yang dibantu seorang perancang asal Belanda, Alexander Bannink. 

      Rancangan mesin yang dinamai 'Sarco' singkatan dari sarkofagus ini, sangat kontroversial karena memungkinkan penggunanya untuk bunuh diri yang dalam banyak pandangan dilarang. 

      Desain pod atau tabung berada di atas sebuah penyangga yang akan menjadi tempat terakhir manusia yang ingin mengakhiri hidupnya. 

      Cara kerja mesin sangat sederhana. Mesin ini memiliki sebuah tombol yang jika ditekan akan mengeluarkan gas nitrogen yang akan secara langsung 'membunuh' orang di dalamnya. 

      “Orang yang ingin mengakhiri hidupnya cukup menekan tombol dan kapsul yang ditempatinya akan diisi dengan nitrogen. Ia akan merasa sedikit pusing tetapi kemudian akan cepat kehilangan kesadaran dan mati,” kata Nitschke, seperti dikutip dari The Guardian. 

      Lebih lanjut, Nitschke mengatakan bahwa Sarco adalah alat "yang disediakan untuk orang-orang yang mengakhiri hidupnya." 

      Dalam pameran di Amsterdam tersebut, Nitschke dan Bannink memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk merasakan sensasi menggunakan "mesin bunuh diri" ciptaannya menggunakan kacamata virtual reality. 

      Nitschke mengatakan ia bertujuan membangun pod yang berfungsi penuh sebelum akhir tahun. Setelah itu, desain mesin ini akan ditempatkan secara online sebagai dokumen terbuka bagi orang-orang untuk mengunduhnya. 

      "Itu berarti siapa saja yang ingin membangun mesin ini dapat mengunduh dan mencetak 3D perangkat mereka sendiri," kata Nitschke. 
      Ketika ditanya tentang kontroversi seputar eutanasia dan rintangan hukum, Nitschke percaya bahwa memilih untuk mati adalah hak asasi manusia. 

      “Saya percaya itu adalah hak asasi manusia yang fundamental untuk memilih kapan harus mati. Ini bukan hanya beberapa hak istimewa medis untuk orang yang sangat sakit. Jika Anda memiliki karunia hidup yang berharga, Anda harus dapat memberikan hadiah itu pada saat Anda memutuskannya,” ungkapnya.

    • By paimin
      NASA telah mengirim sampel sperma manusia dan banteng ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) untuk diteliti. 

      Lembaga antariksa milik pemerintah Amerika Serikat ini ingin mengetahui potensi pembuahan yang mungkin terjadi pada mamalia saat berada di ruang hampa alias gravitasi nol. 

      Misi pengiriman sperma beku yang dijuluki Micro-11 itu diterbangkan ke ISS menggunakan kapsul Dragon dengan dorongan roket Falcon 9 buatan SpaceX. Peluncuran berlangsung di Cape Canaveral Air Force, Florida, Amerika Serikat, dua minggu lalu. 

      Setelah mencairkan sampel, astronot di ISS akan mengaktifkan sperma tersebut menggunakan ramuan kimia unik. Pergerakan sperma akan dimonitor dan difilmkan dengan saksama saat "berenang" dan menyatu dengan sel telur. 

      Usai fase awal selesai, sampel akan dicampur dengan pengawet dan kemudian dikirim kembali ke Bumi, tempat eksperimen diselesaikan. 

      "Berdasarkan percobaan sebelumnya, kurangnya gravitasi mampu mengurangi mobilitas sperma," kata Fathi Karouia, ilmuwan utama proyek Micro-11 NASA, seperti dikutip dari Space Daily, Kamis (12/4/2018). 

      Salah satu eksperimen yang dinyatakan berhasil adalah ketika NASA membuktikan bahwa sperma tikus bisa bertahan hidup selama sembilan bulan di angkasa luar. Sperma itu kemudian dikembalikan ke Bumi dan digunakan untuk reproduksi tikus. 

      "Penelitian ini sejalan dengan penyelidikan lain pada sampel organisme berbeda, yang telah menunjukkan bahwa mikrogravitasi memicu regenerasi sel," imbuh Karouia. 

      Sperma banteng dipilih untuk penelitian ini karena pola gerakannya mirip dengan sperma manusia. Oleh karena itu, sperma banteng digunakan sebagai kontrol kualitas yang nantinya akan dibandingkan dengan sperma manusia. 

      "Kami belum tahu bagaimana misi luar angkasa ini dapat memengaruhi kesehatan reproduktif manusia. Investigasi tersebut akan menjadi langkah awal untuk memahami reproduksi dalam gravitasi rendah," tulis NASA dalam sebuah pernyataan. 
      Ini bukanlah kali pertama sel sperma dikirimkan ke angkasa luar. Sebelumnya pada 1988, Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) pernah mengirimkan sperma banteng. Selain itu, NASA juga pernah mengirimkan sperma bulu babi.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/nasa-kirim-sperma-manusia-ke-angkasa-luar-untuk-apa-2KtK

    • By c0d1ng
      CEO LeEco, Jia Yueting, telah memutuskan mengundurkan diri (resign). Langkah ini ditempuh terhitung setelah satu bulan LeEco membatalkan tawaran USD2 miliar untuk membeli produsen TV Amerika Serikat, Vizio.
      Resign-nya Jia Yueting diumumkan di bursa saham, seperti dilaporkan Reuters. Meski resign, Jia akan mempertahankan posisinya sebagai pimpinan di perusahaan yang menaungi LeEco, Leshi Internet Information & Technology Corp.
      Posisi CEO LeEco akan digantikan oleh Liang Jun, mantan eksekutif Lenovo yang telah bekerja di LeEco selama lima tahun.  Menurutnya, pergantian CEO ini akan memberi dampak yang baik bagi perusahaan karena pemimpin memiliki waktu sepenuhnya untuk LeEco.
      “Ini akan membuka gerbang bagi tim yang kuat yang dapat mengelola perusahaan dengan lebih baik,” katanya.
      Sebagai bagian dari perubahan kepemimpinan, LeEco juga menggantikan CFO Yang Lijie dengan CFO China Zhang Wei. Perubahan kepemimpinan ini kemungkinan merupakan upaya perusahaan untuk memulihkan bisnisnya.
      Tak hanya perubahan struktur kepemimpinan, China Business Journal melaporkan bahwa pada awal pekan ini LeEco tengah mempersiapkan PHK dengan jumlah besar pada beberapa unit bisnisnya. Anak perusahaan AS LeEco kabarnya akan melakukan PHK karyawan hingga 30%.
      LeEco belakangan dikabarkan memiliki banyak masalah. Hal tersebut mencuat karena menyusutnya pertumbuhan perusahaan secara agresif.
    • Guest bitcoinnews
      By Guest bitcoinnews
      Meskipun pendapatan Twitter tak begitu baik di kuartal terakhir, Co-Founder dan CEO Twitter, Jack Dorsey, terus percaya pada perusahaan. Selama rentang waktu dua hari, ia membeli 425,000 saham harga hampir USD7 juta.
      Dorsey membeli lebih banyak saham tentu sikap simbolis, yang dimaksudkan untuk menunjukkan investor bahwa masih ada potensi di sebuah perusahaan yang telah diserang oleh kritikus. Sejak datang kembali untuk menjalankan perusahaan yang ia dirikan, Dorsey berjanji bahwa itu akan dirampingkan dan mendirikan prioritas baru.
      Namun, saham Twitter belum benar-benar naik di bawah kepemipinannya, bahkan saat timnya telah meluncurkan produk dan fitur baru. Tetapi, pendapatan kuartal keempat hasilnya tidak begitu baik untuk perusahaan karena melihat pertumbuhan pengguna yang biasa saja.
      Di sisi lain, pada 2015, Dorsey mengumumkan ia akan memberikan sepertiga saham untuk kolam ekuitas karyawan Twitter dengan maksud menginvestasikan kembali tepat kepada orangnya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy